Kamis, 05 Mei 2016

Contoh Arsip teks laporan periodik

Laporan Tahunan 2012 Annual Report Membangun Landasan Menuju Pertumbuhan Dinamis Daftar Isi Table of Contents Tentang Kami 2 About Us Sekilas BNI Life 4 BNI Life at A Glance Makna, Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan 6 Meaning, Vision, Mission and Corporate Values Roadmap Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan Tahun 2012-2015 10 Roadmap for 2012-2015 Sustainable Growth Tonggak Sejarah 12 Milestone Ikhtisar Keuangan 14 Financial Highlight Penghargaan dan Sertifikasi 15 Awards and Certifications Komposisi Pemegang Saham 15 Composition of Shareholders Kaleidoskop 2012 16 2012 Kaleidoscope Laporan Manajemen 20 Management Report Laporan Dewan Komisaris 22 Report from the Board of Commissioners Profil Dewan Komisaris 28 Profile of the Board of Commissioners Laporan Dewan Pengawas Syariah 30 Report from Sharia Supervisory Board Profil Dewan Pengawas Syariah 34 Profile of Sharia Supervisory Board Laporan Direksi 38 Report from the Board of Directors Profil Direksi 46 Profile of the Board of Directors Analisis & Pembahasan Manajemen 50 Management Discussion & Analysis Tinjauan Industri 52 Industry Review Tinjauan Operasional Berdasarkan Saluran Distribusi 56 Operational Review Based on Distribution Channels Tinjauan Keuangan 77 Financial Review Tinjauan Penjualan dan Pemasaran 97 Sales and Marketing Review Tinjauan Unit-Unit Pendukung 100 Supporting Units Review Tinjauan Prospek dan Strategi Usaha 112 Business Prospects And Strategy Review Pemimpin Unit Kerja 118 Head of Unit Tata Kelola Perusahaan 120 Corporate Governance Struktur Tata Kelola Perusahaan 126 Corporate Governance Structure Budaya Perusahaan 159 Corporate Culture Manajemen Risiko 162 Risk Management Litigasi 170 Litigation Sistem Pelaporan Pelanggaran 173 Whistleblowing System Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 174 Corporate Social Responsibility Akses Informasi 176 Information Access Pernyataan Tanggung J awab Laporan Tahunan 179 Responsibility for Annual Reporting Laporan Keuangan Teraudit 180 Audited Financial Report Data Perusahaan 276 Corporate Data Struktur Organisasi 278 Organizational Structure Daftar Alamat Kantor Pemasaran 280 List of Sales Office Addresses Produk dan Layanan 293 Products and Services BNI Life | Laporan Tahunan 2012 ii Membangun Landasan Menuju Pertumbuhan Dinamis Melalui pengalaman lebih dari 16 tahun, BNI Life berkomitmen untuk meningkatkan peluang bisnis di segala segi. Sejalan dengan komitmen ini, BNI Life menjadikan tahun 2012 sebagai fondasi pengembangan kapasitas (Capacity Building) untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan baik dalam hal kinerja maupun kualitas layanan Perusahaan. Menatap ke depan sesuai rencana bisnis, BNI Life yakin dan siap menghadapi tahun 2013 dengan terus melakukan percepatan pertumbuhan bisnis melalui peningkatan kualitas layanan dan aliansi strategis dengan melanjutkan pencapaian untuk meraih skala tertinggi demi menciptakan nilai lebih kepada para pemangku kepentingan. With more than 16 years of experience, BNI Life is determined to increase business opportunity in all aspects of business. In line with this commitment, BNI Life set 2012 as the year for setting the foundation for Capacity Building, so to ensure the Company’s growth in performance and quality of service are sustainable. As we forge ahead with our business plans, BNI Life is confident and prepared for the challenges ahead in 2013. We will continue to scale greater heights of achievements for the benefit of all stakeholders. BNI Life | 2012 Annual Report 1 Building the Foundation for Dynamic Growth Tentang Kami About Us BNI Life | Laporan Tahunan 2012 2 • Sekilas BNI Life BNI Life at A Glance • Makna, Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan Meaning, Vision, Mission and Corporate Values • Roadmap Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan Tahun 2012-2015 Roadmap for 2012-2015 Sustainable Growth • Tonggak Sejarah Milestone • Ikhtisar Keuangan Financial Highlights • Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications • Kaleidoskop 2012 2012 Kaleidoscope BNI Life | 2012 Annual Report 3 Sekilas BNI Life BNI Life at A Glance BNI Life | Laporan Tahunan 2012 4 Tentang Kami | About Us Pada tanggal 28 November 1996, PT Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) dan PT Asuransi Jiwasraya bersama-sama mendirikan sebuah perusahaan asuransi jiwa dengan nama PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya atau BNI Jiwasraya, yang menyediakan berbagai produk asuransi seperti Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan Diri, Anuitas dan Pensiun. Pendirian perusahaan asuransi ini sejalan dengan kebutuhan BNI untuk menyediakan layanan dan jasa keuangan terpadu bagi semua nasabahnya (onestop financial services). On 28 November 1996 BNI and PT Asuransi Jiwasraya jointly established a life insurance agency under the name of PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya, or BNI Jiwasraya, which providing insurance products such as Life Insurance, Health Insurance, Accident Insurance, Annuity and Pensions. The establishment of an insurance company is in line with the drive of BNI to provide an integrated onestop financial services for its customers. BNI Life | 2012 Annual Report 5 Seiring dengan dinamika perkembangan BNI Jiwasraya, komposisi kepemilikan sahamnya pun mengalami perubahan. Oleh karena mayoritas kepemilikan berada di tangan BNI, maka pada tahun 2004 nama PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya berubah menjadi PT BNI Life Insurance (BNI Life). Transformasi nama ini diikuti pula dengan perubahan logo serta pengembangan produk-produknya yang lebih inovatif, seperti produk asuransi pesangon dan produk gabungan asuransi proteksi dengan investasi (unit link). Maraknya perkembangan perbankan syariah membuka peluang kebutuhan pangsa pasar akan asuransi syariah. BNI Life pun membentuk Unit Syariah pada19 Mei 2004 dengan tujuan untuk menyediakan dan memasarkan produk-produk asuransi berbasis syariah bagi masyarakat. BNI Life juga telah melakukan penambahan modal sebesar Rp150 miliar yang diterima dari pemegang saham mayoritas, yaitu BNI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) BNI Life yang diadakan pada 9 Desember 2011. Dengan penambahan ini, total ekuitas Perusahaan meningkat secara signifikan menjadi Rp345 miliar. Sebagai anak perusahaan dari BNI, BNI Life menggunakan penambahan modal ini untuk meningkatkan sinergi dalam bidang Bancassurance dengan BNI sebagai bagian dari strategi ekspansi usaha, serta meningkatkan sistem teknologi informasi dan Risk Based Capital (RBC) Perusahaan. Selain itu, penambahan modal ini bertujuan untuk memperkuat tiga saluran distribusi lainnya, yaitu Agency, Employee Benefits, dan Syariah. Hal ini sejalan dengan visi Perusahaan untuk menjadi perusahaan asuransi terkemuka kebanggaan bangsa. Perkembangan BNI Life yang semakin dinamis, berdampak pada perubahan komposisi kepemilikan sahamnya. Perubahan komposisi kepemilikan saham yang terjadi pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, memiliki saham terbesar, yaitu 99,99% dari total seluruh saham yang berjumlah 180.419.500 lembar. Yayasan Danar Dana Swadharma dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia hanya memiliki sebagian kecil saham saja, masing-masing hanya memiliki 10 (sepuluh) lembar saham dari total saham yang ada. In line with the dynamic development of BNI Jiwasraya, development the composition of its share ownership changed. As the majority ownership remains with BNI, in 2004, the name PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya became PT BNI Life Insurance (BNI Life). The transformation, as reflected in its logo, was followed by the development of innovative products such as insurance cover for severance pay which combined protection with investment (unit link). The rapid growth of sharia banking has created opportunities in meeting the sharia insurance market needs. BNI Life accordingly established the Sharia Unit on 19 May 2004 provide and market sharia-based insurance products for the public. BNI Life received additional capital amounting Rp150 billion from BNI as the majority shareholder, at the BNI Life Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) of BNI Life on 9 December 2011. This additional capital significantly increased the Company’s total equity to Rp345 billion. As a subsidiary of BNI, BNI Life used the increased capital to strengthen synergies in the area of Bancassurance with BNI as part of its expansion strategy, enhaced its information technology systems aand improved the Company’s Risk Based Capital. In addition, the increased capital was also intended to strengthen the three other distribution channels, namely Agency, Employee Benefits and the Sharia unit. This objective is in line with the company’s vision to become a leading life insurance company in Indonesia. The increased dynamic development of BNI Life affected the composition of its share ownership. The change in share ownership occurred in 2012 was as follow: As BNI Life development dynamics continued, in 2012 the composition of its share ownership changed where PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk share holding became 99.99% of total shares amounted to 180,419,500 shares. Yayasan Danar Dana Swadharma and Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia each has 10 shares of total existing stock. Makna Melindungi Setulus Hati, Menyejahterakan Kehidupan Bangsa. Visi Menjadi perusahaan asuransi terkemuka kebanggaan bangsa. Misi Memberikan perencanaan masa depan dan perlindungan yang terpercaya dengan layanan prima dan kinerja keuangan yang optimal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih berkualitas. Makna, Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan Meaning, Vision, Mission and Corporate Values Nilai-nilai perusahaan merupakan hal pokok yang menjadi inti dari falsafah bekerja dalam perusahaan. Nilai-nilai ini dijadikan acuan bagi seluruh karyawan dalam melakukan aktivitas perusahaan untuk mencapai keberhasilan secara keseluruhan. Dewan Komisaris dan Dewan Direksi pun berkomitmen untuk memimpin BNI Life dengan dasar nilai-nilai perusahaan yang dipahami oleh semua insan BNI Life dengan baik. Dengan metode kepemimpinan ini, diyakini BNI Life dapat mencapai kinerja keuangan yang baik. The company values serve as the core of the Company’s work philosophy. These values are used as a reference for all employees in their conduct of the Company’s activities to achieve success. The Board of Commissioners and the Board of Directors are committed to lead the Company based on the corporate values that are understood by all employees of BNI Life. Such leadership assures BNI Life financial success. Meaning To protect and bring prosperity to the livelihood of the nation. Vision To become the leading life insurance company in the country. Mission To provide reliable future planning and protection with excellent service and optimal financial performance to better the quality of life of the nation. Nilai-Nilai Perusahaan Corporate Values BNI Life | Laporan Tahunan 2012 6 Tentang Kami | About Us BNI Life | 2012 Annual Report 7 Memberikan kualitas pelayanan kebutuhan pelanggan internal dan eksternal melebihi dari yang mereka harapkan. Providing quality service to internal and external customers, and to exceed their expectations. Selalu memberikan hasil kerja terbaik dan terus meningkatkan keahlian. Always give the best results and continuously improve our skills. Membina sinergi dan kerja sama antar individu dengan optimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan bersama. To foster synergy and optimize cooperation among individuals to achieve the collective goals. Aktif melakukan perubahan yang diperlukan dan siap menerima dan menjalankan perubahan yang terjadi kapan saja diperlukan. Actively initiate change and is ready to accept change when it is needed. Customer Oriented Passion for Excellence Team Work Embrace Change Menjunjung tinggi kejujuran dan keselarasan dalam pemikiran, perkataan serta perbuatan. To uphold to the highest honesty and harmony in mind, words and deeds. Tujuh nilai falsafah kerja bagi seluruh karyawan BNI Life. Seven values of the working philosophy for all BNI Life employees. Integrity Dapat dipercaya dan teguh memegang amanah dalam memenuhi janji baik kepada nasabah maupun rekan kerja. Trustworthy and firm in our belief to fulfill our promises to both customers and co-workers. Trust Menggunakan dengan maksimal semua sumber daya yang ada dengan kreativitas tinggi untuk menghasilkan perbaikan dan perubahan berkala. Maximize all available resources creativity to generate improvements and periodic changes. Innovative Process Seiring dengan transformasi perusahaan, kami telah mengadopsi teknologi terkini Sun System untuk keperluan akuntansi, disusul dengan software Prophet untuk keperluan aktuaria. Untuk langkah ke depan, diharapkan perusahaan sudah memiliki core system asuransi jiwa yang baru dan handal. Perubahan dalam penerapan teknologi ini harus diarahkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan layanan yang lebih baik untuk para nasabah, mitra bisnis dan kepentingan penyelenggaraan Perusahaan. In line with the transformation of the Company, we have adopted the latest technology of Sun System for accounting, followed by the Prophet Software for the actuarial. Looking ahead, the Company expects to have a new, highly capable core life insurance system. This technology would be applied in a focused and optimal way to improve service for customer, business partners and the stakeholder of the Company. People Karyawan BNI Life adalah mereka yang memiliki daya saing tinggi, bertanggung jawab terhadap tugasnya, mampu mengikuti arah perubahan dan dapat bekerja secara efisien, sehingga selalu mempunyai kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pribadi diperusahaan. BNI Life employees are highly competitive, responsible for their tasks, able to follow change and able to work efficiently, therefore providing them with opportunities to develop and improve their personal qualities in the Company. Product BNI Life senantiasa berpikir inovatif, memiliki gairah (passion) tinggi dan berpandangan (vision) jauh ke depan, dalam menentukan dan menciptakan produk-produk unggulan yang dikemas dengan baik sebagai produk andalan yang sesuai dengan dinamika perubahan iklim usaha maupun kebutuhan masyarakat. BNI Life put an importance in innovation at all times with high passion and foresight in defining and creating superior products that are appropriately packaged as premium products, in line with the business environment and needs of the public. Prinsip Pedoman 3P Guiding Principles 3P Dalam upaya menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, BNI Life melakukan transformasi usaha dengan membangun suatu budaya perusahaan yang dilandasi oleh prinsip pedoman 3P, 3S, dan 3C. Budaya perusahaan ini adalah hasil dari penyerapan normanorma positif yang dapat dijabarkan dalam tiga dimensi budaya. In an effort to create sustainable business growth, BNI Life is undertaking a transformation of business by building a corporate culture based on the guiding principles of 3P, 3S and 3C. This corporate culture was formed based on positive norms described in three cultural dimensions. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 8 Tentang Kami | About Us Service Standard Melalui Balanced Score Card, perusahaan mendorong dedikasi seluruh karyawan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dengan meningkatkan daya saing, efisiensi, dan tanggung jawab, sehingga mampu mengikuti arah perubahan. Peningkatan tersebut mendorong karyawan untuk dapat memberikan pelayanan dengan standar tinggi dan sejajar dengan pesaing yang telah maju. Through the Balanced Score Card, the Company encourages all employees to improve their service capabilities by enhancing competitiveness, efficiency and responsibility, in order to carry out the transformation. This will encourage employees to provide high quality services at par with the advanced competitors. Segmented Sales Upaya meningkatkan pertumbuhan penjualan akan dilakukan dengan strategi segmentasi pasar sejalan dengan perubahan potensi pasar yang teridentifikasi, tingkat persaingan dan kecepatan persiapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Efforts to increase sales will be implemented with a market segmentation strategy in line with the identified changes in the potential market, level of competition, and the speed of the Company need to prepare. Synergy Mulai tahun 2012, wujud transformasi perusahaan di sisi bisnis adalah dengan menjadikan Bancassurance sebagai tulang punggung pertumbuhan perusahaan melalui kerja sama dengan BNI. Tiga pilar lainnya, yaitu Agency, Employee Benefits, dan Syariah tetap akan dikembangkan secara optimal dan dijalankan dengan memanfaatkan setiap kesempatan dan potensi untuk bersinergi dengan unit bisnis perusahaan yang lain. Starting in 2012, the business side of the Company’s transformation will be manifested by turning the Bancassurance business into the engine of growth through cooperation with BNI. The three other pillars, namely Agency, Employee Benefits and Sharia will still be developed optimally and in addition opportunities for synergies with other company business units will continue to be explored. Customer Focus Setiap strategi yang ditetapkan dan kebijakan yang dilaksanakan didasarkan pada sudut pandang kebutuhan dan kepentingan nasabah tanpa merugikan kepentingan perusahaan. All strategies and policies implemented are based on the needs and interests of customers without prejudice to the interests of the Company. Cost Effectiveness Setiap langkah pengeluaran biaya yang akan dilakukan terlebih dahulu harus dikaitkan dengan potensi dan kemampuan memperoleh hasil dan akan selalu diikuti dengan kajian dan pengawasan yang berkelanjutan. Every expense are assessed in terms of its potential and ability generate results, followed by on going evaluation and supervision. Compliance Operasional perusahaan harus selalu memenuhi persyaratan compliance yang ada sehingga arah perubahan perusahaan tetap dapat dijalankan dengan tata kelola yang mematuhi aturan dan rambu-rambu yang ada, termasuk SOP dan work flow yang tersedia dan adanya check and balance dalam setiap kegiatan. Berlandaskan compliance yang dijalankan dengan tata kelola sesuai aturan dan rambu-rambu yang ada, Perusahaan senantiasa menetapkan strategi kebijakan berdasarkan sudut pandang kebutuhan dan kepentingan nasabah tanpa merugikan kepentingan perusahaan. The Company’s operation shall always comply with existing regulations to ensure changes in the Company are consistent with existing rules of governance and guidelines, including the SOP and workflow and the inclusion of checks and balances in every activity. With corporate governance compliance as a corner stone of Compliance to existing rules and regulations, the Company always establishes policy strategy based on the needs and interests of customers without harming the interests of the Company. Prinsip Pedoman 3S Guiding Principles 3S Prinsip Pedoman 3C Guiding Principles 3C BNI Life | 2012 Annual Report 9 Roadmap Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan Tahun 2012-2015 Roadmap for 2012-2015 Sustainable Growth • Membangun fondasi untuk pengembangan kapasitas (capacity building). • Memberdayakan bisnis Bancassurance sebagai tulang punggung (backbone) usaha perusahaan. • Build foundations for capacity building. • Establish Bancassurance as backbone of business. • Percepatan pertumbuhan bisnis, perbaikan kualitas layanan dan aliansi strategis. • Mendapat pengakuan dari masyarakat atas peningkatan layanan call center. • Accelerate business growth, improve service quality and strategic alliances. • Achieve public recognition for call center service improvement. 2012 2013 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 10 Tentang Kami | About Us • Menjadi perusahaan terdepan dalam hal kinerja finansial dan kualitas layanan. • Pencapaian berbagai penghargaan dari pihak eksternal. • Menjadi perusahaan asuransi jiwa pilihan masyarakat. • To become a leading company in terms of financial performance and service quality. • Achievement of awards from external parties. • To become the public’s preferred life insurance provider. • Inovasi Nilai (Value Innovation). • Memperoleh pengakuan dan kepuasan dari masyarakat dan para nasabah sebagai bukti keandalan layanan. • Kinerja keuangan berada di atas ratarata industri asuransi jiwa. • Value Innovation. • Achieve public recognition for increased customer satisfaction as proof of our service capabilities. • Financial performance above life insurance industry average. 2014 2015 BNI Life | 2012 Annual Report 11 Tonggak Sejarah Milestone BNI Life | Laporan Tahunan 2012 12 Tentang Kami | About Us 1996 BNI Life Insuranse didirikan pada tanggal 28 November 1996 dengan nama PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya yang berlokasi di Jln. RP Suroso Jakarta, dengan modal dasar Rp15 miliar dan modal setor Rp5 miliar. 1996 BNI Life Insuranse was established on 28 November 1996 under the name PT AsuransiJiwa BNI Jiwasraya headquartered in Jln. RP Soeroso Jakarta with Rp15 billion authorized capital and paid up capital of Rp5 billion. 2001 Pada tahun 2001 perusahaan meningkatkan modal dasar tambahan dari Rp15 miliar menjadi Rp80 miliar dan modal setor dari Rp5 miliar menjadi Rp20,385 miliar. 2001 Authorized capital increased from Rp15 billion to Rp80 billion and paid-in capital from Rp5 billion to Rp20.385 billion. 2002 • Saluran Distribusi Agency dibentuk dengan dibukanya Kantor Pemasaran Mangga Dua untuk menyalurkan pelayanan dan penyebaran produk perorangan. • Mendapat penghargaan sebagai: » Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik tahun 2002 dari perusahaan asuransi nasional dengan aset di bawah Rp100 miliar dari Majalah Investor. » Peringkat “Sangat Baik” dari Infobank Award 2002. 2002 • The Agency Distribution channel was established to channel individual products distribution, marked by the opening of the Mangga Dua Jakarta Sales Office. • BNI Life received awards as follows: » “Best Life Insurance 2002” award from Investor Magazine in the Local Life Insurance Category with Assets under Rp100 billion. » “Very Good” ranking from Infobank award 2002. 2003 • Kantor pusat pindah ke Gedung BNI Jalan Lada, Jakarta Kota. • Kantor Pemasaran baru dibuka di Jln. Fatmawati, Bandung, Surabaya dan Denpasar. • Kolaborasi Bancassurance dengan BNI ditingkatkan. • Penghargaan sebagai Perusahaan Nasional Unggulan dengan aset antara Rp100 miliar – Rp250 miliar dari Majalah Investor. 2003 • Headquarters moved to Gd. Bank BNI, Jln. Lada, Jakarta Kota. • A new Sales Office opened in Jln. Fatmawati, Bandung, Surabaya and Denpasar. • Collaborated with Bank BNI’s Bancassurance Unit. • “Local Life Insurance Company Award” in the category of Life Insurance companies with assets between Rp100 billion - Rp250 billion from Investor Magazine. 2004 • Perubahan nama perusahaan dari PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya menjadi PT BNI Life Insurance sesuai dengan identitas korporat yang telah disempurnakan. • Pembukaan Unit Usaha Syariah. • Pembukaan Kantor Pemasaran di Kelapa Gading, Medan, dan Surabaya 2. • Peningkatan modal dasar menjadi Rp95 miliar dan setor modal sebesar Rp23,915 miliar. 2004 • The company name was changed from “PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya” to “PT BNI Life Insurance” in line with the format of the new and improved corporate identity. • A Sharia Branch was established. • New offices opened in Kelapa Gading, Medan and Surabaya 2. • The Authorized Capital of the Company increased to Rp95 billion and Issued capital to Rp23.915 billion. 2008 • Modal dasar perusahaan Rp100 miliar terbagi atas 100 juta saham dengan harga Rp1.000 per saham. • Modal ditempatkan dan disetor penuh 49,53% atau Rp49.528.500.000 oleh para pemegang saham yang telah mengambil bagian saham dan rincian serta nilai nominal saham yang disebutkan di akhir akta. • 100% nominal setiap saham yang telah ditempatkan (Rp49.528.500.000) merupakan setoran lama yang telah disetor penuh oleh para pemegang saham. • Asuransi Jiwa Islam Terbaik Peringkat Ketiga versi Karim Business Consulting, Islamic Finance Award and Cup 2008. • Penghargaan Asuransi Terbaik Peringkat Kedua versi Media Asuransi Kategori Aset Rp50 miliar – Rp100 miliar. 2008 • The authorized capital of the company in the amount of Rp100 billion was divided by 100 million shares @ Rp1,000 • Issued and fully paid up shares reached 49.53% or Rp49,528,500,000 by the shareholders who had taken shares with details and nominal value as mentioned at the end of the notarial act. • 100% nominal of all subscriptions issued (Rp49,528,500,000) were old subscriptions that had been fully paid up by the shareholders. • 3rd Place for Best Islamic Life Insurance from Karim Business Consulting, Islamic Finance Award and Cup 2008. • 2nd Place for Best Insurance Award from Media Asuransi in the Rp50 billion - Rp100 billion Asset Category. 2007 Revitalisasi Bancassurance Specialist. 2007 Revitalization of Bancassurance Specialists 2006 • Peluncuran Telemarketing • Kantor Pusat pindah dari gedung BNI Jln. Lada, Jakarta Kota ke Jln. KS Tubun No. 67. • Peringkat Kedua Asuransi Jiwa Terbaik berdasarkan Manajemen Islam versi Islamic Finance Quality Award and Islamic Financial Award 2006. 2006 • Launch of Telemarketing • Headquarters moved from Gd. Bank BNI, Jl. Lada, Jakarta Kota to Jln. KS Tubun No. 67. • 2nd place Best Islamic Management Life Insurance Award from Islamic Finance Quality Award & Islamic Financial Award 2006 2005 • Tim Pemasaran untuk segmen korporasi dibentuk. • Kantor Pemasaran dibuka lagi di Makassar, Samarinda, dan Semarang. • Unit Customer Care (Layanan Nasabah) dibentuk. • Memperoleh Penghargaan sebagai: » Perusahaan Asuransi Nasional Terbaik dengan aset antara Rp250 miliar – Rp1 triliun dari Majalah Investor. » Peringkat “Sangat Bagus” dari Infobank Award. 2005 • A Corporate Sales Team was established to sell corporate products. • New Sales Offices were opened in Makassar, Samarinda and Semarang. • A Customer Care Unit was established. • BNI Life received awards as follows: » Best Insurance 2005 award from Investor Magazine in the category of Local Life Insurance with Assets between Rp250 billion - Rp1 trillion. » “Very Good” ranking at the Infobank Awards 2005. BNI Life | 2012 Annual Report 13 2009 • PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) menempatkan penyertaan modal sebesar Rp99.999.771.725. • Peningkatan modal setor dari Rp100 miliar menjadi Rp400 miliar. • Penempatan modal tambahan dan modal setor dari jumlah awal Rp49.528.500.000 menjadi Rp102.736.000.000. • Menerima Penghargaan sebagai: » Pemenang Kedua Perusahaan Asuransi kategori aset antara Rp100 miliar – Rp250 miliar oleh Majalah Media Asuransi. » Perusahaan Asuransi Terbaik dari Majalah Investor. 2009 • The addition of the Company’s authorized and issued capital by PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk in the amount of Rp99,999,771,725. • Addition/enhancement of the company’s authorized capital from Rp100 billion to Rp400 billion. • Addition/enhancement of issued and paid-up capital from the original amount of Rp49,528,500,000 to Rp102,736,000,000. • BNI Life received awards as follows: » Best Award Insurance Award 2nd Rank from Media Insurance Magazine Awards 2009 for the Asset Category of Rp100 billion - Rp250 billion. » Best Insurance Company Award 2009 from Investor Magazine. 2010 Menerima Penghargaan sebagai: • Peringkat “Sangat Baik” dari Infobank Award. • Perusahaan Asuransi Terbaik untuk kategori aset antara Rp1 triliun – Rp2,5 triliun dari Majalah Investor. • Peringkat Pertama Pengelolaan Risiko Asuransi Jiwa Syariah dari Karim Business Consulting. • Perusahaan Asuransi terbaik dengan aset antara Rp100 miliar – Rp250 miliar dari Media Asuransi. 2010 BNI Life received awards as follows: • Insurance Magazine Awards 2010 from InfoBank Award with “Very Good” rating. • “The Best Insurance Company 2010” award in the category of Life Insurance with Assets of over Rp1 trillion - Rp2.5 trillion from Investor Magazine. • “The Most Prudent Risk Management Islamic Life Insurance Ranking 1” from Islamic Finance Award 2010 and Karim Business Consulting. • “ The Best Life Insurance Company with equity of Rp100 billion - Rp250 billion” award at the 2010 Insurance Awards from Insurance Media. 2011 • Perubahan Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi. • Suntikan Modal Tambahan dari Rp102.736.000.000 menjadi Rp180.419.500.000. • Menerima Penghargaan sebagai: » The Best Life Insurance kategori Ekuitas Rp100 miliar – Rp250 miliar versi Media Asuransi. » The Best Customer Choice of Life Insurance versi Majalah Marketeers. » Annual Report Award 2011 Peringkat Keempat Kategori Private Keuangan Non Listed. » The Best Life Insurance Peringkat Keempat kategori Aset Rp1 triliun – Rp2,5 triliun. » Top Agent Award 2011 AAJI dengan: • Peringkat Ketiga Agent of The Year 2010. • Peringkat Pertama Rookie Agent Top Premium 2010. • Peringkat Ketiga Top Agent Premium 2010. • Peringkat Ketiga Top Agent of Bancassurance 2010. » 2nd Rank The Most Profitable Investment Islamic Life Insurance versi Karim Business Consulting. » 2nd Rank The Best Risk Management Islamic Life Insurance versi Karim Business Consulting. » 2nd Rank The Best Islamic Life Insurance versi Karim Business Consulting. » Peringkat Ketiga The Best Syariah Life Insurance Kategori Cabang Asuransi Jiwa Syariah Aset di bawah Rp100 miliar versi Majalah Investor. 2011 • The composition of the Board of Directors and Board of Directors was changed. • Additional Capital Injection, bringing the total from Rp102,736,000,000 to Rp180,419,500,000. • Received awards as follows: » The Best Life Insurance in the Rp100-250 billion equity category from Insurance Media. » The Best Customer Choice of Life Insurance from Marketeers Magazine. » Annual Report Award 2011, 4th place in the category of Non Listed Private Finance. » The Best Life Insurance 4th place in the asset category of Rp1 trillion-Rp2.5 trillion. » Top Agent Award 2011 from AAJI: • 3rd Place Agent of The Year 2010. • 1st Place Premium 2010 Top Rookie Agent. • 3rd Place Top Agent Premium 2010. • 3rd Place Top Agent for Bancassurance 2010. » 2nd rank for The Most Profitable Islamic Investment Life Insurance from Karim Business Consulting. » 2nd rank for Best Islamic Life Insurance Risk Management” from Karim Business Consulting. » 2nd rank for The Best Islamic Life Insurance from Business Consulting. » Third Place for The Best Syariah Life Insurance Life Insurance in the Sharia Life Insurance Branch Category with assets under Rp100 billion by Investor Magazine. 2012 • Untuk meningkatkan layanan dan aksesibilitas, Kantor Pusat BNI Life beralih ke: The Landmark Center 21st floor Jln. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 12910. • BNI memperbesar kepemilikan sahamnya pada perusahaan asuransi jiwa BNI Life menjadi 99,99%. • Menerima penghargaan di ajang Top Agent Award 2012 Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dengan: » Peringkat Pertama Rookie Agent Top Premium 2011 » Peringkat Ketiga Top Agent of Bancassurance 2011 » Peringkat Keempat Agent Top Premium 2011. • Menerima penghargaan dari Sharia Finance Awards 2012 dengan predikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan Tahun 2011, versi majalah Infobank. 2012 • To improve services and accessibility, the headquarters moved to BNI Life Tower: The Landmark Center 21st floor Jln. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 12910. • BNI increase its share ownership in BNI Life insurance company to 99.99%. • BNI Life received awards as followsin the event Top Agent Award 2012 AAJI untuk kategori: » 1st Place Premium 2011 Top Rookie Agent » 3rd Place Top Agent for Bancassurance 2011 » 4th Place Top Agent Premium 2011 Individual award. • Received Award from Sharia Finance 2012 with the Rated Excellent on the Financial Performance in 2011, from Infobank Magazine. Ikhtisar Keuangan Financial Highlight BNI Life | Laporan Tahunan 2012 14 Tentang Kami | About Us NERACA BALANCE SHEET 2012 2011* 2010* 2009* 2008* Jumlah Aset 2.795.441.007.224 2.531.597.060.710 2.199.745.331.305 1.586.811.211.813 1.116.553.075.291 Total Assets Jumlah Investasi 2.618.894.785.553 2.405.906.978.291 2.090.701.647.943 1.483.544.105.248 1.041.140.138.238 Total Investments Jumlah Non Investasi 176.546.221.671 125.690.082.419 109.043.683.362 103.267.106.565 75.412.937.053 Total Non Investments Jumlah Kewajiban 2.396.349.923.331 2.216.081.608.789 2.047.565.137.913 1.377.758.598.949 963.599.371.727 Total Liabilities Hutang Komisi 6.438.381.195 3.872.335.270 5.561.683.047 4.704.562.431 1.080.478.050 Commission Payables Hutang Reasuransi 18.383.863.000 19.838.348.072 14.267.645.556 6.951.662.927 9.640.614.123 Reinsurance Payables Hutang Pajak 821.521.324 787.678.728 1.355.406.612 2.182.946.846 450.233.003 Tax Payables Jumlah Ekuitas 348.307.311.011 278.220.140.490 145.502.802.333 207.051.603.390 151.879.706.203 Equity Jumlah Dana Peserta 50.783.772.882 37.295.311.431 6.677.391.059 2.001.009.474 1.073.997.361 Participants’ Funds Dana Syirkah 32.256.549.414 24.190.510.385 1.552.887.761 706.548.917 216.701.350 Syirkah Fund Dana Tabarru’ 18.513.957.465 13.104.801.046 5.124.503.298 1.294.460.557 857.296.011 Tabarru’ Fund Laba (Rugi) Net Income (Loss) Pendapatan Usaha 1.351.591.002.063 1.175.647.683.357 1.576.275.980.385 1.184.941.180.810 803.899.991.715 Total Revenue Premi Bruto 1.245.039.476.505 1.074.396.049.392 1.345.484.392.471 1.024.804.350.360 779.368.974.737 Gross Premium Premi Reasuransi (58.237.033.467) (48.941.643.738) (26.506.311.277) (20.347.072.613) (19.657.078.674) Reinsurance Premium Premi Bersih 1.136.332.584.735 1.018.139.728.822 1.332.545.703.173 999.252.035.510 751.161.645.338 Net Premium Hasil Investasi 154.221.050.344 126.055.407.734 223.148.077.379 170.399.636.112 38.590.143.593 Investment Income Pendapatan Pengelolaan Operasi Asuransi Syariah (Ujrah) 24.843.515.148 12.957.586.987 7.974.003.961 8.849.793.665 3.706.032.274 Income from Sharia Insurance Transactions (Ujrah) Jumlah Klaim dan Manfaat 849.316.920.757 818.681.507.730 741.548.424.579 566.933.773.538 640.759.956.008 Total Claim and Policy Benefit Klaim Reasuransi (14.654.602.517) (18.612.710.255) (13.739.663.411) (11.742.034.617) (7.277.224.718) Reinsurance Claim Beban Akuisisi 227.827.165.215 126.824.595.213 106.494.063.122 73.307.982.853 30.434.397.927 Acquisition Expense Beban Pemasaran 19.346.481.992 11.130.455.679 40.548.071.261 23.954.167.799 23.279.937.724 Marketing Expense Beban Umum dan Administrasi 127.031.970.806 100.984.465.702 87.955.680.281 68.257.853.695 42.296.752.154 General and Administration Expenses Jumlah Beban 1.280.574.680.119 1.174.561.766.159 1.566.202.268.370 1.165.750.974.213 783.980.996.327 Total Expenses Laba (Rugi) Sebelum Pajak 71.016.321.944 1.085.917.198 10.073.712.015 19.190.206.597 19.918.995.388 Net Income Before Tax Laba (Rugi) Bersih 60.017.750.166 (11.038.242.861) 11.483.222.442 18.902.060.360 23.709.628.755 Net Income (Loss) Laba (Rugi) Bersih Per Saham 332,66 61,18 111,77 197,64 478,71 Basic Net Income per Share Rasio-Rasio Keuangan Penting Significant Financial Ratio Rasio Laba (Rugi) terhadap Aktiva 2.15% (0.44%) 0,52% 1,28% 2,07% Return on Assets (ROA) Rasio Laba (Rugi) terhadap Ekuitas 17.23% (3.97%) 7,89% 9,68% 15,25% Return on Equity ROE) Rasio Lancar 295,00% 380,00% 451,00% 420,00% 395,00% Current Ratio Rasio K ewajiban terhadap Ekuitas 687.99% 796.52% 1.407,23% 658,34% 634,45% Liability to Equity Ratio Rasio Kewajiban terhadap Aktiva 85.72% 87.54% 93,08% 86,81% 86,30% Liability to Assets Ratio Pemenuhan Tingkat Solvabilitas 171,00% 304,00% 149,00% 210,00% 289,65% Risk Based Capital (RBC) KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS COMPOSITION Jumlah Saham Number of Shares Total Jumlah Saham Total Number of Shares PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 180.419.480 180.419.500 Yayasan Danar Dana Swadharma 10 180.419.500 Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia 10 180.419.500 *disajikan kembali/restated Komposisi Pemegang Saham Composition of Shareholders • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, memiliki 180.419.480 (seratus delapan puluh juta empat ratus sembilan belas ribu empat ratus delapan puluh) lembar saham dari 180.419.500 (seratus delapan puluh juta empat ratus sembilan belas ribu lima ratus) lembar saham yang ada. • Yayasan Danar Dana Swadharma memiliki 10 (sepuluh) lembar saham dari 180.419.500 (seratus delapan puluh juta empat ratus sembilan belas ribu lima ratus) saham yang ada. • Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia memiliki 10 (sepuluh) lembar saham dari 180.419.500 (seratus delapan puluh juta empat ratus sembilan belas ribu lima ratus) saham yang ada. • The Shareholding of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, amounted to 180,419,480 (one hundred and eighty million four hundred and nineteen thousand four hundred and eighty) shares of 180,419,500 (one hundred and eighty million four hundred and nineteen thousand five hundred) shares. • The Shareholding of Yayasan Danar Dana Swadharma amounted to 10 (ten) shares of 180,419,500 (one hundred and eighty million four hundred and nineteen thousand five hundred) shares. • The Shareholding of Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia amounted to 10 (ten) shares of 180,419,500 (one hundred and eighty million four hundred and nineteen thousand five hundred) shares. Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications BNI Life | 2012 Annual Report 15 Menerima penghargaan di ajang Top Agent Award 2012 AAJI untuk kategori: • Peringkat Pertama Rookie Agent Top Premium 2011 • Peringkat Ketiga Top Agent of Bancassurance 2011 • Peringkat Keempat Agent Top Premium 2011 Bersifat individual. Menerima penghargaan dari Sharia Finance Awards 2012 dengan predikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan Tahun 2011, versi majalah Infobank. Received Award from Sharia Finance 2012 with the Rated Excellent on the Financial Performance in 2011, from Infobank Magazine. Received awards in Top Agent Award 2012 AAJI for category: • 1st Rank of Rookie Agent Top Premium 2011 • 3rd Rank of Top Agent of Bancassurance 2011 • 4th Rank of Agent Top Premium 2011 These awards are individual. Kaleidoskop 2012 2012 Kaleidoscope AGENCY LEADERS MEETING 7-8 March 2012 Santika Premiere Hotel, Jakarta TELESALES GOES TO BALI 9 February 2012 Bali SHARIA KICK OFF MEETING 17-18 February 2012 Mambruk, Anyer WORKSHOP EMPLOYEE BENEFITS 27 - 29 January 2012 Puri Setiabudi, Bandung BNI LIFE’S TOWN HALL 1 March 2012 Jakarta Design Center, Jakarta LIFE UNDERWRITING EMPLOYEE TRAINING 10-11 February 2012 Bogor SERVICE EXCELLENT TRAINING FOR EMPLOYEE 10 February 2012 BNI Life Training Center, Jakarta FINANCIAL PLANNING TRAINING FOR EMPLOYEE 3 February 2012 BNI Life Training Center, Jakarta BNI Life | Laporan Tahunan 2012 16 Tentang Kami | About Us AGENCY AWARD NIGHT 2012 28 April 2012 Mulia Hotel, Jakarta PRESIDENT’S BREAKFAST 9 May 2012 Santika Premiere Hotel, Jakarta KICK OFF BANCASSURANCE 13-14 April 2012 Hotel Marbela, Bandung SHARIA TRAINING 16 March 2012 Wisma SDM BNI, Jakarta CELEBRATION OF THE NATIONAL EDUCATION DAY 5 May 2012 Gedung BNI Life, Jakarta BLIFE MAKSIMA PRODUCT LAUNCH 11 April 2012 Kantor Pusat BNI, Jakarta BAS TRAINING 16 March 2012 BNI Life Training Center, Jakarta RELATION OFFICER TRAINING June 2012 BNI Life Training Center, Jakarta BNI Life | 2012 Annual Report 17 GEMA RAMADHAN RAMADHAN FAIR 3 August 2012 Gedung BNI Life, Jakarta BANCASSURANCE OUTBOUND WITH BNI JAKARTA - BSD AREA September 2012 Cibubur REGIONAL BANCASSURANCE MANAGER (RBM) WORKSHOP 27-28 September 2012 BNI Life Tower, Jakarta EMPLOYEE BENEFITS BREAK FASTING 9 August 2012 Wisma Kerinci, Jakarta BREAK FASTING GATHERING WITH BNI 6 August 2012 Shangrila Hotel, Jakarta AGENCY LEADERS MEETING 9-10 July 2012 Santika Premiere Hotel, Jakarta TELEMARKETING APPRECIATION NIGHT 13 July 2012 Hotel Borobudur, Jakarta BNI LIFE MOVIE DAY 13 July 2012 Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta BNI Life | Laporan Tahunan 2012 18 Tentang Kami | About Us THANK GOD IT’S FRIDAY (TGIF) FOR ALL EMPLOYEE 28 December 2012 BNI Life Tower, Landmark THANK GOD IT’S FRIDAY (TGIF) FOR LEADERS 9 November 2012 BNI Life Tower, Landmark BNI LIFE 16TH ANNIVERSARY 28 November 2012 BNI Life Tower, Landmark MVVM (MISSION, VISION, VALUE, MEANING) WORKSHOP 7-8 December 2012 Santika Hotel Taman Mini, Jakarta BANCASSURANCE IN BRANCH MONTHLY MEETING 16 October 2012 Wisma Slipi, Jakarta TOP AGENT AWARD (TAA) AAJI 2012 5 October 2012 Nusa Dua Convention Center, Bali BANCASSURANCE EXPO 26-30 November 2012 Kantor Besar BNI, Jakarta BANCASSURANCE IN BRANCH GOES TO KOREA 17-22 October 2012 Seoul, South Korea BNI Life | 2012 Annual Report 19 Laporan Manajemen Management Report BNI Life | Laporan Tahunan 2012 20 • Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners • Profil Dewan Komisaris Profile of the Board of Commissioners • Laporan Dewan Pengawas Syariah Report from the Sharia Supervisory Board • Profil Dewan Pengawas Syariah Profile of the Sharia Supervisory Board • Laporan Direksi Report from the Board of Directors • Profil Direksi Profile of the Board of Directors BNI Life | 2012 Annual Report 21 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 22 Laporan Manajemen | Management Report Laporan Dewan Komisaris Report from the Board of Commissioners BNI Life | 2012 Annual Report 23 Dear Shareholders, The Indonesian economy in 2012 is quite stable with GDP growth at 6.23%; from Rp7,422.8 trillion in 2011 to Rp8,241.9 trillion this year. This stable growth mirrors the growth in both the life and general insurance sectors. In its report, the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) stated that between 2006-2011, the average growth of gross premium was around 20%. The consumer sector plays a significant role in the Indonesian economy due to both our large population, which currently stands at around 240 million people and the increasing purchasing power of Indonesians, as the result of our growing middle income population. The World Bank’s report (2010) projected that the number of middle income population will increase by 7 million every year. BNI Life’s achievements would not be possible if not for the conducive domestic economic condition of the country. The national economic stability, the increase of Indonesian consumers, and the government expenditure for infrastructure developments have driven the growth in the insurance market. Despite the global crisis, the Indonesian insurance industry continues to grow as shown by the significant growth of its insurance premium. Management Performance Against this backdrop, the Company recorded a substantial progress made in a number of key areas. I am pleased to note that BNI Life performance in 2012 was very good amidst the intense competition in the life insurance sector. BNI Life’s net profit increased to Rp60.02 billion, or an improvement of 12 fold compared to 2011 at Rp5.01 billion. Pemegang Saham yang Terhormat, Perekonomian Indonesia di 2012 berada dalam kondisi yang stabil dengan PDB tumbuh sebesar 6,23%, yaitu dari Rp7.422,8 triliun di 2011menjadi Rp8.241,9 triliun. Pertumbuhan positif tersebut diikuti pula dengan pertumbuhan yang baik di sektor asuransi jiwa dan umum. Menurut laporan Bapepam-LK, dalam kurun waktu 2006-2011, tercatat kenaikan rata-rata premi bruto asuransi sekitar 20%. Peran sektor konsumsi dalam perekonomian Indonesia begitu menentukan. Pertama, karena jumlah penduduknya besar, sekitar 240 juta jiwa. Kedua, karena adanya peningkatan daya beli masyarakat, terutama munculnya kelas menengah baru. Laporan Bank Dunia (2010) menyebutkan bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia bertambah sebanyak 7 juta orang per tahun. Pencapaian BNI Life tidak terlepas dari situasi ekonomi yang baik di dalam negeri. Ekonomi nasional yang stabil dan meningkatnya konsumsi masyarakat serta belanja Pemerintah bagi pembangunan infrastruktur telah mendorong pertumbuhan pasar asuransi. Walaupun krisis perekonomian global masih menerpa, industri asuransi di Indonesia terus berkembang, yang ditandai oleh semakin tingginya pertumbuhan premi asuransi. Kinerja Manajemen Dengan latar belakang perkembangan perekonomian dan industri asuransi sebagaimana yang disebutkan di atas, Perusahaan mencatat kemajuan pesat di bidang-bidang yang sangat penting. Dengan gembira saya laporkan bahwa di tahun 2012, BNI Life telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, apalagi bila mengingat meningkatnya persaingan di sektor asuransi jiwa. Laba bersih mengalami kenaikan Rp60,02 miliar, atau tumbuh secara signifikan sebesar 12 kali lipat dibandingkan 2011 yang besarnya Rp5,01 miliar. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 24 Laporan Manajemen | Management Report Kinerja yang sangat baik sepanjang 2012 terutama dicapai melalui pelaksanaan berbagai strategi sesuai dengan dua sasaran pokok yang ditetapkan bagi 2012, yaitu peningkatan laba bersih dan pemberian layanan yang lebih berkualitas kepada para pemangku kepentingan. Beberapa strategi yang berhasil dilaksanakan di 2012 adalah peningkatan sinergi bisnis Bancassurance dengan BNI, peningkatan produktivitas tenaga pemasar, evaluasi produk, peningkatan citra merek, restrukturisasi organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas pelayanan yang kesemuanya bermuara pada kenaikan profitabilitas Perusahaan. Dewan Komisaris telah mengkaji strategi usaha yang telah disusun dan dilaksanakan oleh Manajemen yang diarahkan dalam rangka mewujudkan visi BNI Life sebagai penyedia jasa asuransi jiwa pilihan yang unggul di Indonesia. Kami menghargai upaya-upaya yang dilakukan Manajemen untuk membawa BNI Life terus maju di tengah kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih, terutama di beberapa negara Eropa, dan persaingan bisnis asuransi jiwa yang semakin ketat. Pandangan atas Prospek Usaha Dewan Komisaris optimis bahwa Manajemen akan mampu melanjutkan kebijakan dan strategi yang telah ditetapkan yang membuka peluang lebih besar, sehingga prospek usaha BNI Life akan menjadi semakin baik. Oleh karena itu, Dewan Komisaris akan mengarahkan dan terus mendukung upaya-upaya Manajemen dalam meraih peluang-peluang baru di industri asuransi jiwa, serta senantiasa menjalin komunikasi yang lebih erat dengan Direksi. The excellent performance in 2012 was mainly achieved through the implementation of various business strategies in line with the two main targets of 2012, that is the increase in net profit and providing quality service to the stakeholders. Several strategies were applied in 2012, namely the increasing of Bancassurance business synergy with BNI, improvement of the productivity of marketers, products evaluation, enhancement of brand image, organizational restructuring, improvement of the quality of human resources, and improvement of service quality which ultimately increased the Company’s profitability. The Board of Commissioners has reviewed the formulation and implementation of business strategies conducted by the Management which aim to realize BNI Life’s vision as a prominent life insurance company. We highly appreciate the Management efforts to drive BNI Life forward amidst the protracted recovery of the global economic crisis of certain countries in Europe, and the intense competition in the life insurance business. Viewpoint on Business Prospect of the Company The Board of Commissioners is optimistic that the Management is capable of carrying out the policies and strategies, which we believe will open more growth opportunity and improve the business prospect of BNI Life. Hence, the Board of Commissioners will continue to direct and support the efforts of the Management to seize new opportunities in the life insurance industry as well as establish good communications and relations with the Board of Directors. BNI Life | 2012 Annual Report 25 Kami mengimbau agar Manajemen tetap fokus dalam mengantisipasi ketidakpastian perekonomian global, perubahan regulasi, dinamika pasar dan ketatnya persaingan di sektor asuransi; sehingga mampu mengatasi berbagai tantangan ini demi kemajuan usaha BNI Life di kemudian hari. Kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan seyogyanya selalu mengacu kepada pemberian nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan dan senantiasa memelihara keberlangsungan usaha Perusahaan. Kinerja Dewan Komisaris dan Komite Audit Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit guna membantu kami memeriksa laporan audit yang dilakukan oleh audit internal Perusahaan, terutama dalam rangka memberikan masukan dan rekomendasi kepada Direksi atas Laporan Audit Internal tahun buku 2012. Selama 2012, bersama-sama dengan Komite Audit, kami telah melakukan pengawasan pelaksanaan praktik tata kelola perusahaan yang baik pada setiap kegiatan usaha di seluruh jenjang organisasi. Kami juga telah mengkaji hasil-hasil Laporan Keuangan yang disampaikan baik oleh Audit Internal maupun Kantor Akuntan Publik. Analisis dari hasil pemeriksaan tersebut telah disampaikan dan dibahas pada Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. Dengan mengikuti ketentuan yang berlaku di BNI Life, selama tahun 2012 kami telah mengadakan Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) kali dan Rapat Komisaris sebanyak 6 (enam) kali. We encourage the Management to focus on anticipating the uncertainty of the global economy, regulatory changes, market dynamics, and the intense competition in the insurance sector; so BNI Life will be able to adapt and overcome every challenge that may impede its future successes. Future policies will always be based on the noble desire to add value to the stakeholders and maintain the business sustainability of the Company. Performance of the Board of Commissioners and Audit Committee In order to support the effectiveness of its duties and responsibilities, the Board of Commissioners has formed an Audit Committee to assist us in examining the audit carried out by the Company’s internal audit, especially in providing recommendations to the Board of Directors about the 2012 Internal Audit report. Throughout 2012, the Board of Commissioners, jointly with the Audit Committee, supervised the good corporate governance practices in every level of the organization. We also reviewed a number of financial report results prepared by the Internal Audit as well as the audit results of the Public Accountant Firm. Analysis and the Audit results were presented and discussed in the Board of Commissioners meetings and the joint meetings of the Board of Commissioners and Board of Directors. In accordance to the internal regulation of BNI Life, throughout 2012, we held 37 (thirty seven) Joint Meetings of the Board of Commissioners and Board of Directors and 6 (six) Meetings of Board of Directors. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 26 Laporan Manajemen | Management Report Penghargaan Sebagai penutup, izinkanlah saya atas nama Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan atas keberhasilan Manajemen dalam membawa BNI Life mengarungi bahtera sektor usaha asuransi jiwa. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kontribusi segenap insan BNI Life bagi kemajuan Perusahaan. Semoga keberhasilan yang telah diraih oleh BNI Life ini menjadi bekal bagi kita semua dalam memelihara keberlangsungan usaha sekaligus menjadikan posisinya sebagai perusahaan asuransi jiwa yang unggul di Indonesia. Appreciation In closing, allow me, on behalf of the Board of Commissioners, to congratulate the success of Management in bringing BNI Life towards a better future in the life insurance sector. Also, I would like to express our appreciation and gratitude for the entire personnel of BNI Life whose hard work and contribution ensured the Company’s growth and improvements. May this success be a starting point to maintain our business sustainability while solidifying our position as a prominent insurance company in Indonesia. Jakarta, Maret 2013 / Jakarta, March 2013 Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, CPA Komisaris Utama President Commissioner BNI Life | 2012 Annual Report 27 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 28 Laporan Manajemen | Management Report Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, CPA Komisaris Utama President Commissioner Profil Dewan Komisaris Profile of the Board of Commissioners Warga negara Indonesia, lahir di Jakarta, pada bulan Agustus 1964. Beliau bergabung dengan BNI Life dan menjabat sebagai Komisaris Utama sejak September 2011. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Senior Audit Partner di Kantor Akuntan Publik (KAP) Mulyamin Sensi Suryanto & Liany (MSSL), anggota Moore Stephens International, sejak tahun 2006. Beliau juga aktif sebagai Dosen Inti Pengajaran pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Program S-1, Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) dan Program Pasca Sarjana Magister Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (MAKSI–UI) untuk bidang Akuntansi dan Auditing, sebagai Expert Consultant untuk Direktorat Keuangan PT Pertamina (Persero) dan Anggota Komite Audit PT Pertamina EP, serta sebagai Fasilitator pada berbagai Pelatihan dan Pendidikan Berkelanjutan (PPL) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Sebelumnya, beliau berkarir sebagai Akuntan Publik di KAP Hans Tuanakotta Mustofa & Halim (tahun 1987–2006), juga sebagai Audit Partner (tahun 1999–2006) di KAP Osman Ramli & Satrio, anggota Deloitte Touche & Tohmatsu (Deloitte & Touche). Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1987 dari Universitas Indonesia, gelar Master bidang Konsentrasi Akuntansi Manajemen pada tahun 1994 dari Universitas Indonesia, serta gelar Doktor Ilmu Akuntansi pada tahun 2010 dari Universitas Indonesia. Selain itu, Beliau juga memiliki gelar profesi Certified Public Accountant (CPA) dari California, Amerika Serikat, dan dari Ikatan Akuntan Indonesia. An Indonesian citizen, born in Jakarta, in August 1964, he joined BNI Life and serves as President Commissioner since September 2011. Currently, he also serves as Senior Audit Partner at Public Accounting Firm of Mulyamin Sensi Suryanto & Liany (MSSL), Member of Moore Stephens International since 2006. He is also a main lecturer for the Faculty of Economics, University of Indonesia, Bachelor’s Degree Program, Education Program for Professional Accounting (PPAk), and Master of Accounting Graduate Program at Faculty of Economics, University of Indonesia (MAKSI-UI), for the field of Accounting and Auditing, as an Expert Consultant to the Directorate of Finance of PT Pertamina (Persero) and Member of Audit Committee of PT Pertamina EP, as well as a Facilitator on a variety of training and continuous education (PPL) for the Indonesian Institute of Accountants (IAI) and the Indonesian Institute of Certified Public Accountants (IAPI). Previously, he worked as Public Accountant at Public Accounting Firm of Hans Tuanakotta Mustofa & Halim (1987-2006), and also as Audit Partner (1999-2006) at Public Accounting Firm of Osman Ramli & Satrio, Member of Deloitte Touche & Tohmatsu (Deloitte & Touche). He received his Bachelor degree majoring in Economics in 1987 from University of Indonesia, obtained a Master Degree in Concentration of Management Accounting in 1994 from University of Indonesia, and a Doctorate degree in Accounting in 2010 from University of Indonesia. In addition, he holds a professional degree of Certified Public Accountant (CPA) from California, United States, and from from the Indonesian Institute of Accountants. BNI Life | 2012 Annual Report 29 Mauli Adiwarman Idris, DESS Komisaris Independen Independent Commissioner Warga negara Indonesia, lahir di Paris, pada bulan September 1954. Beliau bergabung dengan BNI Life dan menjabat sebagai Komisaris Independen sejak September 2011. Beliau mengawali karirnya di Citibank selama tujuh tahun sebelum ditempatkan di Asian Development Bank (ADB) Manila, dan menempati beberapa posisi, antara lain sebagai Senior Investment Officer, Head Project Finance, dan juga sebagai Direktur pada perusahaan Infrastructure Development Finance di Mumbai, Head Operations and Coordination di Manila, Head Private Sector Group di Jakarta, dan sebagai Komisaris pada PT Infrastructure Finance Indonesia. Beliau meraih gelar Sarjana International Economics pada 1978 dari Institut d’Etudes Politiques de Paris, Prancis, serta gelar Master bidang Public Administration pada tahun 1979 dari Université de Paris (Pantheon-Sorbonne), Prancis. An Indonesian citizen, born in Paris, in September 1954, he joined BNI Life and serves as Independent Commissioner since September 2011. He started his career at Citibank for seven years prior to his later position in the Asian Development Bank (ADB), Manila, and served in several positions including Senior Investment Officer, Head Project Finance, as well as Director in the Infrastructure Development Finance Corporation in Mumbai, Head Operations and Coordination in Manila, Head Private Sector Group in Jakarta, and as a Commissioner of PT Infrastructure Finance Indonesia. He received his Bachelor degree in International Economics in 1978 from Institut d’Etudes Politiques de Paris, France, and obtained a Master Degree in Public Administration in 1979 from Université de Paris (Pantheon-Sorbonne), France. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 30 Laporan Manajemen | Management Report Laporan Dewan Pengawas Syariah Report from Sharia Supervisory Board BNI Life | 2012 Annual Report 31 Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas kinerja BNI Life Syariah sepanjang tahun 2012, di mana pertumbuhan usahanya kami nilai cukup signifikan. Hal ini terlihat dari kenaikan pendapatan ujrah sebesar 91,9%, yaitu menjadi Rp24,86 miliar. Sementara itu, kontribusi Syariah terhadap total premi bruto BNI Life saat ini mencapai 6%, tumbuh stabil dari tahun sebelumnya yang sebesar 5%. Dunia asuransi di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan, tidak terkecuali industri asuransi syariah. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pasar syariah yang sangat potensial. Fitch Ratings melaporkan bahwa di 2011, premi bruto asuransi syariah baru mencapai kurang dari 5% total premi pasar asuransi. Analis industri meyakini bahwa pasar syariah nasional akan terus tumbuh di masa depan, dikarenakan saat ini masih prematur dan sudah adanya penguatan regulasi. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) misalnya, memprediksi bahwa pertumbuhan industri asuransi syariah pada 2013 dapat mencapai 30-40%. Tahun 2013 juga diperkirakan akan menjadi puncak pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia. Indikator pertumbuhan ini antara lain dapat dilihat dari peningkatan premi bruto dalam beberapa tahun terakhir. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat, kontribusi premi bruto asuransi syariah di Indonesia mencapai Rp4,97 triliun pada tahun 2011, tumbuh 10 kali lipat dibanding tahun 2006 yang sebesar Rp499 miliar. Bismillahirrahmanirrahim, (In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful) Praise be to God, Allah SWT for the performance of BNI Life Sharia in 2012, as we assess the business growth rate to be quite significant. This can be seen from the rising Islamic unit administration fees (ujrah/service charge revenue) by 91.9% to Rp24.86 billion. Meanwhile the contribution of Sharia on the current total gross premium of BNI Life has reached 6%, steadily growing from the previous year which is 5%. The insurance industry in Indonesia is experiencing a significant growth, and the sharia insurance is no exception. As a country with the largest Muslim population in the world, Indonesia has a very good potential in its sharia market. Fitch Ratings reported in 2011, that the gross premium for sharia insurance is only less than 5% of total premium of the insurance industry. The industry analysts believe that the domestic sharia market will continue to grow in the future given that, at present, it is in infancy stage and with stringent regulation. The Association of Indonesia Sharia Insurance (AASI) for instance, has predicted that the growth of sharia insurance industry in 2013 would reach 30-40%. The year of 2013 is expected to be the pinnacle of growth for sharia insurance in Indonesia. The growth indicators can be seen from, among others, the increase in gross premium within the last couple of years. The Capital Market Supervisory Agency and Financial Institutions (BAPEPAM-LK) recorded that the contribution of sharia insurance’s gross premium in Indonesia has reached Rp4.97 trilion in 2011, a tenfold growth compared to 2006 at Rp499 billion. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 32 Laporan Manajemen | Management Report Dari sisi aset, pangsa pasar asuransi syariah mencapai 3,21% dari total aset industri asuransi. Total aset industri asuransi syariah di 2011 tumbuh 31,94% dibandingkan pada 2010 sebesar Rp6,97 triliun, dan tumbuh 10 kali lipat dibandingkan total aset pada 2006 sebesar Rp950 miliar. Optimisme itu tidak saja didukung pangsa pasar yang semakin besar,tetapi juga semakin banyaknya pemain baru yang bermunculan di asuransi syariah. Hal ini tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Karena itu, segala infrastruktur yang dibutuhkan perlu dipersiapkan Pemerintah, mulai dari regulasi, pengelolaan, produk, hingga sumber daya manusia yang berkualitas dan handal di bidangnya. Seluruh kegiatan operasional BNI Life Syariah telah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang independen, di mana anggota-anggotanya ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seluruh pedoman produk asuransi dan operasional BNI Life Syariah telah mendapat persetujuan DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Kegiatan-kegiatan DPS selama tahun 2012 mencakup: 1. Memberikan masukan agar produk dan layanan BNI Life Syariah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan DSN. 2. Menyerahkan laporan pengawasan syariah kepada Bank Indonesia, Direksi dan DSN MUI, yang memuat antara lain sebagai berikut. • Hasil pengawasan terhadap proses pengembangan produk baru meliputi tujuan, karakteristik, kesesuaiannya dengan Fatwa DSN MUI, serta tinjauan sistem dan prosedur produk. • Bentuk pengawasan berupa analisis laporan hasil audit internal, penetapan dan pemeriksaan premi, serta tinjauan terhadap prosedur-prosedur yang terkait aspek syariah. • Opini umum DPS terhadap operasional BNI Life Syariah. In terms of assets, the market of sharia insurance has reached 3.21% of total insurance industry asset. The total asset of sharia insurance industry in 2011 grew 31.94% compared to 2010 of Rp6.97 trilion, growing ten fold compared to the total asset in 2006 of Rp950 billion. Such optimism is not only supported by the increased market share, but also by additional new players in the sharia insurance industry. This obviously pose more challenges. Therefore, the Government should prepare all the necessary infrastructure, starting from the regulations, management, product, and quality human resources and expert in the field. All BNI Life Sharia operations are supervised by the independent Sharia Supervisory Board (DPS) whose members are appointed by National Sharia Council (DSN), a council under Indonesian Ulemas Council (MUI). All guidelines for insurance product and BNI Life Sharia have been approve by DPS to ensure the conformity with the sharia principles. DPS activities in 2012 covered: 1. Providing inputs to ensure that BNI Life Sharia products and services comply with DSN fatwa. 2. Submitted a sharia supervision report to Bank Indonesia, the Board of Directors and DSN MUI, which includes: • Supervision report on the development process of new products including product objective, characteristics, conformity with Fatwa DSN MUI, as well as system review and product procedure. • Forms of supervision consisting of report analysis on audit internal report, premium establishment and inspection, and review on all procedures concerning sharia aspect. • The DPS general opinion on BNI Life Sharia operations. BNI Life | 2012 Annual Report 33 Ke depannya, kami mengharapkan BNI Life Syariah tetap membangun akhlak yang mulia sebagai inti dari budaya Perusahaan. Selain itu, kerja sama dan koordinasi yang telah terbina melalui rapat-rapat periodik gabungan agar dapat terus ditingkatkan, sehingga sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Adapun pandangan terhadap prospek dan pengembangan BNI Life Syariah yang disusun oleh Manajemen, DPS berpendapat bahwa prospek tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sekaligus memperhatikan aspek lain seperti kondisi ekonomi makro dan mikro, kebijakan pemerintah, dukungan pemegang saham, penguatan organisasi, ekspansi jaringan, serta kualitas sumber daya manusia yang tersedia. Kami menganggap sangat penting bagi Manajemen untuk tetap berkomitmen dalam menjaga ketaatan pada prinsip-prinsip syariah serta kepatuhan atas peraturan yang berlaku, sehingga pertumbuhan dan pengembangan BNI Life Syariah ke depan sesuai dengan harapan semua pihak. Kami menyadari, pencapaian yang sangat baik tahun 2012 merupakan hasil jerih payah dan dedikasi dari segenap karyawan. Atas kinerja yang baik tersebut, DPS turut berbangga dan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada karyawan dan Manajemen. In the future, we hope the BNI Life Sharia keeps on developing the noble spirits as the core of corporate culture. In addition, the cooperation and coordination that has been established through periodic joint meetings can continuously be developed in compliance with the Good Corporate Governance principles. The Sharia Supervisory Board is in the opinion that the vision of prospect and development of BNI Life Sharia compiled by Management is in accordance with the sharia principles, and at the same time has considered other aspects of the business such as macro and micro economic condition, government regulations, shareholders’ support, organization strengthening, network expansion and the supply of qualified human resources. We consider it is important for the Management to be committed to compliance with the sharia principles and prevailing regulations to enhance BNI Life Sharia future growth and development to meet the expectations of all parties. We realized that the good achievement in 2012 were the result of good efforts and dedication of all the employees. For such good performance, DPS is proud and wish to give the highest appreciation to all employees and Management. Jakarta, Maret 2013 / Jakarta, March 2013 Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin Ketua Dewan Pengawas Syariah Chairman of Sharia Supervisory Board BNI Life | Laporan Tahunan 2012 34 Laporan Manajemen | Management Report Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin Ketua Chairman An Indonesian citizen, born in Tangerang, in March 1943, he joined BNI Life and serves as Chaiman of Sharia Supervisory Board since 2003. Currently, he also serves as a member of Advisory Board for Health and Sharia at the Ministry of Health, member of Sharia Committee of Bank Indonesia, as well as Chairman of Sharia Supervisory Board of Bank BNI, Bank Muamalat, Asuransi Jiwa Bringin, Asuransi Jasindo Takaful, Bank Syariah Mega Indonesia, and BNI Life. Other than the financial and banking sector, he serves as a member of President’s Advisory Board, Chairman of Terror Response Team, and Chairman of Drafting Team for AntiPornography and Porn Law. In addition, he is also a lecturer at STAI Shalahuddin Al-Ayyubi, Director of Education Institute and Chairman of Al-Jihad Foundation, Chairman of Syekh Nawawi Al-Bantani Foundation, and administrator of Nawawi Islamic School at Banten Province. His career started as teacher at various schools in North Jakarta. He led various Islamic organizations, including the Rois Syuriah PBNU since 2004. Within the Indonesian Ulema Council, he has held various key positions, including MUI Plenary Council and Chairman of Executive Council of National Sharia. He completed his study in 2007 from Ushuluddin Faculty of Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. On May 2012, he was awarded the title of Doctor Honoris Causa for Economic Law of Sharia or Fiqh Muamalat by Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Profil Dewan Pengawas Syariah Profile of Sharia Supervisory Board Warga negara Indonesia, lahir di Tangerang, pada bulan Maret 1943. Beliau bergabung dengan BNI Life dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah sejak tahun 2003. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Kesehatan dan Syariah Kementerian Kesehatan RI, anggota Komite Syariah Bank Indonesia, serta Ketua Dewan Pengawas Syariah untuk Bank BNI, Bank Muamalat, Asuransi Jiwa Bringin, Asuransi Jasindo Takaful, Bank Syariah Mega Indonesia, dan asuransi BNI Life. Selain sektor keuangan dan perbankan, beliau menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Presiden, Ketua Tim Respon Teror, dan Ketua Tim Perumus Undang-Undang AntiPornografi dan Pornoaksi. Di samping itu, beliau juga menjadi dosen di STAI Shalahuddin Al-Ayyubi, Direktur Institusi Pendidikan dan Ketua Yayasan Al-Jihad, Ketua Yayasan Syekh Nawawi Al-Bantani, dan pengurus Pesantren Nawawi di Propinsi Banten. Karirnya berawal dari seorang guru yang mengajar di berbagai sekolah di Jakarta Utara. Beliau telah memimpin berbagai organisasi keislaman, termasuk Rois Syuriah PBNU sejak tahun 2004. Dalam Majelis Ulama Indonesia, beliau telah menduduki berbagai jabatan kunci antara lain anggota Dewan Paripurna MUI Pusat dan Ketua Dewan Pelaksana Syariah Nasional. Beliau menyelesaikan studinya pada 2007 dari Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun Jakarta. Pada bulan Mei 2012, beliau dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa untuk Hukum Ekonomi Syariah atau Fikih Muamalat dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. BNI Life | 2012 Annual Report 35 Ir. Agus Haryadi, AAAIJ, FIIS, ASAI Anggota Member An Indonesian citizen, born in Bogor, in August 1962, he joined BNI Life and serves as Member of Sharia Supervisory Board since 2010. Currently, he also serves as member of Sharia Supervisory Board on Life Sequis, Capitalinc Multifinance and Amanah Multifinance. He is also a member of MUI’s Executive Council of National Sharia, Takaful Expert at Takmin Working Group, and Vice Chairman of Tazkia Cendekia Foundation (Higher Education of Islamic Economics). He started his career as Head of the Actuarial and IT Division at PT Adisarana Wanaartha, Jakarta (1993), Director of Asuransi Takaful Keluarga (1997), and President Director of Asuransi Takaful Keluarga (2001-September 2005). In 2000-2001, he worked as a consultant for various banks and insurance companies. He was also a lecturer at Tazkia Institute and LPM UI, Jakarta. Various seminars, courses, as well as workshops on micro insurance and takaful, both mational and international level, were joined by him during 1990-2008. He received his Bachelor degree majoring in Mathematics in 1988 from Institute of Technology of Bandung. Currently, he is a member of Fellow of the Islamic Insurance Society (FIIS), Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI), and Adjunct Experts Indonesian Insurance - Life (AAAI-J). Warga negara Indonesia, lahir di Bogor, pada bulan Agustus 1962. Beliau bergabung dengan BNI Life dan menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah sejak tahun 2010. Saat ini, beliau juga menjadi anggota Dewan Pengawas Syariah pada Sequis Life, Capitalinc Multifinance dan Amanah Multifinance. Beliau juga anggota Dewan Syariah Nasional MUI, Tenaga Ahli Takaful pada Takmin Working Group, dan Vice Chairman Yayasan Tazkia Cendekia (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam). Beliau memulai karirnya sebagai Head of the Actuarial and IT Division di PT Adisarana Wanaartha, Jakarta (tahun 1993), Direktur Asuransi Takaful Keluarga (tahun 1997), dan Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga pada (tahun 2001-September 2005). Pada tahun 2000-2001, ia adalah konsultan berbagai perusahaan asuransi dan perbankan. Beliau juga menjadi dosen Tazkia Institute dan LPM UI, Jakarta. Berbagai seminar, kursus, serta workshop tentang micro insurance dan takaful baik di dalam maupun di luar negeri telah dilakukannya antara tahun 1990–2008. Beliau meraih gelar Sarjana Matematika pada 1988 dari Institut Teknologi Bandung. Saat ini beliau adalah anggota Fellow of the Islamic Insurance Society (FIIS), Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI), dan Adjunct Experts Indonesian Insurance - Life (AAAI-J). BNI Life | Laporan Tahunan 2012 36 Laporan Manajemen | Management Report An Indonesian citizen, born in Majalengka, in May 1958, he joined BNI Life and serves as Member of Sharia Supervisory Board since 2003. He is also a Haditz Lecturer and once served as Faculty Dean of Sharia and Islamic Economics at IAIN Sultan Maulana Hasanudin Serang (2011-2015). From 2005 to tenure ended in 2015, he is a Chairman of Research and Development Committee for MUI. He is also a member of the National Islamic Council. He had wrote several scientific papers and books, mainly about hadith and Islamic encyclopedia. His book called “Science of Hadith”, published by Gaya Media Pratama, was also published in Malaysia in 1999. He received his Bachelor’s degree in 1984 from Sharia Faculty of IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, and obtained a Master’s degree in 1992 as well as Doctorate degree in 1999 from IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, MA Anggota Member Warga negara Indonesia, lahir di Majalengka, pada bulan Mei 1958. Beliau bergabung dengan BNI Life dan menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah sejak tahun 2003. Beliau juga menjadi Dosen Hadist dan pernah menjadi Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada IAIN Sultan Maulana Hasanudin Serang (2011-2015). Sejak 2005 hingga masa baktinya berakhir di tahun 2015 mendatang, ia adalah Ketua Komisi Riset dan Pengembangan MUI Pusat. Beliau juga menjadi anggota Dewan Islam Nasional. Beberapa karya ilmiah dan buku telah ditulisnya terutama tentang Hadits dan ensiklopedia Islam. Bukunya yang berjudul “Science of Hadith”, yang diterbitkan Gaya Media Pratama, juga beredar di Malaysia di tahun 1999. Beliau meraih gelar Sarjana pada 1984 dari Fakultas Syariah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta gelar Magister pada 1992 dan gelar Doktor pada 1999 dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. BNI Life | 2012 Annual Report 37 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 38 Laporan Manajemen | Management Report Laporan Direksi Report from the Board of Directors BNI Life | 2012 Annual Report 39 Pemegang Saham yang Terhormat, Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas karuniaNya, sehingga strategi yang telah disusun oleh Manajemen serta dijalankan oleh segenap karyawan di tahun 2012 akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan dan membanggakan. Langkah kami dalam melakukan berbagai terobosan kini mulai terasa manfaat dan dampak positifnya, baik dari sisi finansial maupun non finansial. Kinerja BNI Life Pendapatan premi bruto di 2012 mencapai Rp1,25 triliun, atau naik sebesar 15,88% dibanding pencapaian 2011 yang sebesar Rp1,07 triliun. Di 2012, aset perusahaan mencapai Rp2,80 triliun atau naik 10,42% dibanding Rp2,53 triliun di 2011. BNI Life berhasil mencatat laba sebesar Rp60,02 miliar pada tahun 2012 dari Rp5,01 miliar pada tahun 2011, atau tumbuh hampir 12 kali lipat (1.197%). Pertumbuhan tersebut didukung oleh perubahan portofolio produk yang dipasarkan, sehingga berdampak pada penurunan rasio beban asuransi terhadap total pendapatan dari 79,6% di 2011 menjadi 67,1% di 2012. Di sisi lain, pertumbuhan laba Perusahaan dipengaruhi oleh meningkatnya layanan persistensi nasabah, yang merupakan hasil dari peningkatan kualitas layanan. Selain dua hal tersebut, pertumbuhan laba didukung oleh pertumbuhan premi bruto sektor Bancassurance, yang melonjak hingga 54,57%, yaitu dari Rp451,71 miliar menjadi Rp698,19 miliar. Sementara itu, peningkatan sinergi dengan BNI tercermin juga dari penambahan outlet menjadi 603 outlet. Strategi pengembangan lain dilakukan dengan penempatan 563 Bancassurance Specialist (BAS), 54 orang Area Sales Manager, dan 14 Regional Bancassurance Manager (RBM) di 14 wilayah BNI, perbaikan sistem telemarketing, serta pengembangan Sales Activity Management System. Dear Shareholders, Praise and greatful to Allah SWT and His blessings, for the strategy which was prepared by the Management and executed by all employees in 2012 has proudly led to encouraging results that we can be proud of. Our initiatives to develop various breakthroughs are beginning to ripen, bringing positive impact on both financial and non-financial results. BNI Life Performance Gross premium income in 2012 reached Rp1.25 trillion, an increase of 15.88% compared to Rp1.07 trillion in 2011. In 2012, the assets of the company reached Rp2.80 trillion, up by 10.42% compared to Rp2.53 trillion in 2011. BNI Life recorded a profit of Rp60.02 billion in 2012 from Rp5.01 billion in 2011, or nearly a 12-fold (1,197%) in growth. This growth is supported by the changes in the marketed product portfolio, which impact the insurance expenses to total revenue ratio to 79,6% in 2012 from 67,1% in 2011. In addition, growth in company revenue increased due to the rise in customer persistency, as the result of the improved quality of service. Besides the above two points, the growth of Bancassurance gross premiums surged by 54.57% from Rp451.71 billion to Rp698.19 billion. Meanwhile, increased synergy with BNI is reflected by the increase of outlets to 603 outlets. Other development strategies that were implemented were the placement of 563 Bancassurance Specialists (BAS), 54 the Area Sales Managers, and 14 Regional Bancassurance Managers (RBM) in 14 BNI regions, improvements in the telemarketing system, and development of Sales Activity Management System. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 40 Laporan Manajemen | Management Report Jumlah polis Employee Benefits mengalami peningkatan hingga 22,11%, yaitu dari 303 di tahun 2011 menjadi 370 di 2012. Selain itu, pertumbuhan premi bruto mencapai 32,14%, yaitu dari Rp248,72 miliar menjadi Rp328,65 miliar. Peraihan premi ini didorong oleh kontribusi dari pengembangan dua sub saluran distribusi, yaitu Brokers dan Bancassurance Partnership. Pada tahun 2012, BNI Life terus melaksanakan upayaupaya revitalisasi Agency melalui pembentukan Tim Revitalisasi, diikuti dengan penyusunan blue print dan prakarsa implementasi saluran distribusi Agency yang baru. Agency BNI Life memiliki 3.289 Agen. Para Agen terus dibekali dengan pengetahuan perihal produk baru, peningkatan fitur atas produk yang sudah ada, serta pelatihan lain baik teknis maupun non-teknis. Pengelolaan syariah (pendapatan ujrah) meningkat pesat sebesar 91,9% menjadi Rp24,84 miliar. Kenaikan pengelolaan unit Syariah disebabkan adanya kebijakan untuk fokus pada pemasaran produk yang memberikan pendapatan pengelolaan, seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa pembiayaan. Potensi sektor Syariah juga semakin membaik. Di tahun 2012, jumlah investasi BNI Life mencapai Rp2,62 triliun. Jumlah investasi ini mengalami kenaikan sebesar 8,85% dibanding tahun sebelumnya. Investasi tahun 2012 ditempatkan di berbagai instrument, yaitu deposito sebesar 16,31%, saham 1,32%, obligasi 26,32%, pinjaman polis 0,07% dan reksadana 55,98%. Fokus BNI Life dalam hal peningkatan layanan klaim di 2012 terletak pada layanan provider yang unggul, layanan percepatan proses klaim, serta layanan informasi klaim. Peningkatan layanan proses klaim ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepuasan nasabah akan layanan klaim BNI Life. Employee Benefits policy increased by 22.11%, from 303 in 2011 to 370 in 2012. In addition, growth in gross premiums reached 32.14% from Rp248.72 billion to Rp328.65 billion. The achievement in premium was driven by the contribution from the development of two business units, Brokers and Bancassurance Partnership. In 2012, BNI Life continued its effort to revitalize the Agency a Revitalization Team, followed by the preparation of a blue print and implementation of a new Agency distribution channel initiative. BNI Life Agency consists of 3,289 agents. The agents continues to be equipped with knowledge on new products, improved features on existing products, as well as various technical and non-technical training. The sharia administration fees (ujrah/service charge revenue) significantly increased by 91.9% to Rp24.84 billion. The increase of the Islamic unit administration fees was due to the policy to focus on marketing products that provide service charge revenue, such as health insurance and life insurance financing. The potential of the Sharia sector has also improved. In 2012, the number of BNI Life investment reached Rp2.62 trillion. The investment amount increased 8.85% over the previous year. Investments in 2012 were placed in various instruments, namely deposits 16.31%, stock shares 1.32%, bonds 26.32%, policy loans 0.07% and mutual funds 55.98%. BNI Life focuses on improving service claims in 2012 through providing superior service, accelerated claims processing, and claims information service. The enhanced service is to improve the process of BNI Life’s service claims for customer satisfaction. BNI Life | 2012 Annual Report 41 Adapun perbaikan layanan yang telah dilakukan di tahun 2012, antara lain proses Speedy Claim (Klaim 27 Menit) untuk klaim asuransi kesehatan di bawah Rp5 juta (walk in customer); penambahan jam pelayanan pada hari kerja, akhir pekan, dan hari libur nasional; jaminan respon cepat (satu jam) untuk klaim melalui email, pesan singkat, maupun faksimili; serta membentuk outbound team untuk retention & conservation, yang berfungsi untuk menarik nasabah. Terkait layanan penagihan premi, sejak Juli 2012 BNI Life mulai mengimplementasikan hasil Revitalisasi Collection, yang bertujuan untuk meningkatkan kesuksesan penagihan, baik premi Group, Individu, maupun Ekses Klaim (kelebihan klaim). Dalam revitalisasi ini juga dilakukan restrukturisasi organisasi, dari yang awalnya berdasarkan level, kini berdasarkan fungsi, sehingga dapat lebih fokus dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing fungsi. Sebagai bagian dari transformasi BNI Life menjadi perusahaan asuransi jiwa terkemuka, BNI Life berpindah kantor ke gedung Landmark Center di Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta. Perpindahan ini merupakan bagian dari strategi Perusahaan dalam peningkatan layanan kepada nasabah. Kantor baru juga menjadi simbol rebranding BNI Life yang lebih siap dalam memenangkan persaingan bisnis asuransi. Penerapan desain modern dengan sentuhan tradisional Indonesia yang diterapkan pada interior kantor baru, diyakini dapat menciptakan iklim kerja yang lebih segar dan mendukung semangat perubahan. Selain itu, kawasan Landmark yang terletak di pusat kawasan bisnis akan semakin mendukung perkembangan bisnis BNI Life. Perpindahan kantor tersebut juga semakin menegaskan budaya perusahaan BNI Life yang menerapkan prinsip terus berinovasi. The service improvements that have been made in 2012 are, among others, Speedy Claim (Claim in 27 Minutes) for health insurance claims under Rp5 million (walk-in-customers); extended service hours on weekdays, weekends, and public holidays; guaranteed rapid response (one hour) for claims via email, text message, or fax, and establishing outbound teams for retention and conservation, which serves to attract customers. In relation to the claim billing service, BNI Life began to implement the collection revitalization program aimed to improve success since July 2012 for group premiums, individual premiums, as well as excess claims. The revitalization also include organization restructuring which was initially based on the organization level and is now changed to be based on the tasks and responsibilities of each function. As part of BNI Life’s transformation to be the leading life insurance company, BNI Life relocated its office to the Landmark Center in Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta. The relocation is part of the Company’s strategy to improve its service to customers. The new office is also a symbol of BNI Life’s rebranding, in the effort to pull ahead of the competition in the insurance industry. The application of modern design with traditional Indonesian touches was applied to the new office interior to create a fresh working environment and support the spirit of change. Furthermore, the Landmark Center, which is located in the central business district, supports BNI Life’s business development. The office relocation also emphasized BNI Life’s corporate culture of continuous innovation. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 42 Laporan Manajemen | Management Report Salah satu fokus utama BNI Life pada tahun 2012 adalah untuk melakukan tinjauan komprehensif atas portofolio produk yang ada, sekaligus menyiapkan proses end-to-end produk yang lebih tepat dengan didukung oleh aplikasi manajemen risiko. Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa BNI Life berpeluang untuk melakukan langkah efisiensi yang efektif dari segi formasi dan jumlah produk. Atas hasil kajian tersebut, strategi manajemen adalah melakukan downsizing dengan menutup beberapa produk (konvensional) yang sudah tidak sesuai dengan tuntutan pasar, yang bertujuan untuk meningkatkan profit Perusahaan. Jumlah total produk yang ditutup sepanjang tahun 2011 dan 2012 mencapai 30 produk, yang terdiri atas 21 produk individu, 3 produk kumpulan, dan 6 produk anuitas. Di samping itu, BNI Life juga menyusun kerja sama co-insurance dengan PT Asuransi Cigna yang menyediakan 13 produk melalui Telemarketing. Sejalan dengan pengembangan kapasitas (capacity building) yang lebih terarah, BNI Life juga menggantikan beberapa produk single premium dan guaranteed return dengan produk yang memiliki beban biaya yang lebih efektif, seperti BLife Spectra Link, BLife MultiLink, dan BLife Plan Multipro. Dari sisi sumber daya manusia, selain terus memperkuat manajemen di berbagai lini, BNI Life akan terus meningkatkan jumlah tenaga pemasar baik untuk Agency, Bancassurance Specialist, Bancatakaful Specialist, dan tenaga pemasar Telemarketing. Peningkatan jumlah tenaga besar pemasaran ini untuk memperkuat penetrasi pasar serta memperluas distribusi pemasaran. Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM, BNI Insurance School (BIS) dibentuk pada tahun 2012 sebagai wujud baru dari BLife Learning Center. Perubahan ini merupakan salah satu hasil dari restrukturisasi unit kerja di BNI Life. BIS berlokasi di Gedung BNI Life di Jalan KS Tubun, Jakarta. One of the main focus of BNI Life in 2012 is to conduct a comprehensive review of the existing product portfolio, as well as setting up a more appropriate end-to-end product process supported by risk management implementation. The results of this review indicate that the BNI Life has the opportunity to undertake effective efficiency measures in terms of the product line and total product offering. The recommended strategy to increase profit based on the comprehensive review of the product portfolio above, was to down size, by ceasing selected products which were not in accordance with the market demand. The total number of products that were discontinued during 2011 and 2012 was 30, comprising of 21 individual products, 3 group products, and 6 annuity products. In addition, BNI Life and PT Cigna Insurance entered into an agreement to co-insurance in marketing 13 products via Telemarketing. In line with a more focused capacity building, BNI Life has also replaced some single premium and guaranteed return products with products that are more cost effective, such as BLife Spectra Link, BLife Multilink and BLife Plan Multipro. In terms of human resources, in addition to strengthening management in every line, BNI Life will continue to increase the number of, Agency marketing team, Bancassurance Specialist, Bancatakaful Specialist, and Telemarketers. An increasing number of marketing personnel will strengthen market penetration and expand marketing distribution. To improve human resources quality and competence, BNI Insurance School (BIS) was formed in 2012 as a new embodiment of BLife Learning Center. This change was one of the results of BNI Life’s restructuring of its functional units. BIS is located at the BNI Life Building at KS Tubun Street, Jakarta. BNI Life | 2012 Annual Report 43 Business Prospects Reflecting on the national economic performance in 2012 with its strong and sustainable growth in an uncertain global economy, as shown by its growth Rate of 6.8% and inflation rate of 4.9%, the 2013 economy has the potential will continue growing and achieve the macroeconomic targets. The prospect of Indonesia as the 16th top economy in the world, 4th in Asia after China, Japan and India, as well as the largest in Southeast Asia is promising given the abundant natural resources, private consumption growth and a favorable investment climate. The increase of income per capita to USD3,716 puts Indonesia into the category of middleincome countries. However, there are still major challenges ahead to improve the competitiveness of the country, which currently ranks 50th out of 144 countries, in particular in the improvement of infrastructure, health and education, labor market efficiency, technological mastery and innovation, as well as institutional. In addition, the protracted recovery of the economic crisis in Europe and the United States will still inhibit growth expansion. With regards to life insurance penetration rate is still low, suggesting that the potential insurance market is still huge. Meanwhile, Indonesia’s income per capita of Indonesia’s population is likely to increase, indicating an opportunity to increase the premium per policy holder, as well as an increase in the ratio of the number of policies per person. However, competition in the life insurance industry is intense, as the number of foreign players in the industry is likely to increase year-by-year. Thus, strict supervision over the volatile market conditions will continue to be applied. Prospek Usaha Bercermin dari kinerja perekonomian nasional tahun 2012 dengan ketahanan dan kesinambungan pertumbuhan di tengah perekonomian global yang masih belum menentu, maka perekonomian nasional tahun 2013 memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan mencapai target makro ekonomi, seperti tingkat pertumbuhan sebesar 6,8% dan tingkat inflasi sebesar 4,9%. Prospek Indonesia sebagai negara dengan perekonomian nomor 16 di dunia, nomor 4 di Asia setelah China, Jepang dan India, serta terbesar di Asia Tenggara, semakin menjanjikan dengan melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta dan iklim investasi yang menggembirakan. Peningkatan pendapatan per kapita menjadi USD3.716 membuat Indonesia masuk ke dalam kategori negara berpendapatan menengah. Namun ke depan masih terdapat tantangan besar untuk meningkatkan daya saing (competitiveness) yang saat ini berada pada peringkat 50 dari 144 negara, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, efisiensi pasar tenaga kerja, penguasaan teknologi dan inovasi, serta kelembagaan. Selain itu, berlarutlarutnya penyelesaian pemulihan krisis ekonomi di kawasan Eropa dan Amerika Serikat masih akan menghambat ekspansi pertumbuhan. Dari sisi industri asuransi, tingkat penetrasi asuransi jiwa yang masih rendah menunjukkan bahwa pasar asuransi jiwa yang tersedia masih relatif besar. Sementara itu, jumlah pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang cenderung meningkat, menunjukkan peluang peningkatan jumlah premi per pemegang polis serta peningkatan rasio jumlah polis per penduduk. Namun demikian, persaingan di industri asuransi jiwa sangat ketat, karena jumlah pemain asing di industri ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun, sehingga pengawasan ketat atas kondisi pasar yang fluktuatif akan senantiasa diperlukan. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 44 Laporan Manajemen | Management Report Tata Kelola Perusahaan BNI Life memiliki peraturan yang transparan dalam mengelola akuntabilitas dan tanggung jawab atas tata kelola perusahaan. Selain itu, kode etik, pedoman, dan prinsip-prinsip lainnya diberlakukan untuk memastikan implementasi manajemen risiko yang sistematis dan efektif di internal Perusahaan. Dari sisi internal, pada awal pengangkatannya, salah satu strategi yang dilakukan Manajemen adalah dengan melakukan review, revitalisasi, dan restrukturisasi organisasi. Aktivitas pengembangan yang dilakukan dimaksudkan agar setiap unit kerja menjadi lebih fokus, lebih kuat, akuntabel, dan saling mendukung. Pembentukan Change Management Office (dari sebelumnya Strategic Planning & Business Development) untuk mengawal proses transformasi Perusahaan serta mendukung strategi Manajemen merupakan salah satu bentuk pengembangan organisasi yang dilakukan. Change Management Office berada di bawah koordinasi Direktur Utama. Reorganisasi tersebut juga bertujuan untuk merancang, mengkalkulasi dan menyediakan produkproduk yang lebih baik dan tepat demi memenuhi kebutuhan stakeholder (Perusahaan, mitra dan nasabah). Seiring dengan restrukturisasi yang dijalankan, etos kerja dan pola pikir para karyawan pun perlahan berubah sejalan dengan perubahan yang terjadi di lingkungan kerja. Budaya perusahaan terpatri dalam setiap aktivitas kerja insan BNI Life, yang pada akhirnya memacu produktivitas mereka sehingga menjadi lebih baik. Hal ini tentu disambut dengan baik oleh pihak Manajemen dan para pemangku kepentingan lainnya. Corporate Governance BNI Life maintains transparent regulations in managing its accountability and responsibility over corporate governance. In addition, codes of conduct, guidelines, and other principles are applied to ensure systematic and effective risk management implementation within the Company. Internally, at the beginning of its appointment, one of the management strategies is to conduct a review, revitalization and restructuring of the organizational. The expansion of activities is intended to create more focus, stronger, accountable, and supportive work units. The establishment of Change Management Office (from previously Strategic Planning & Business Development) to oversee the transformation of the company and support management strategies is one of the organizational improvements. The Change Management Office is directly under the supervision of the President Director. The reorganization aims to plan, calculate and provide better products that are appropriate in meeting the needs of the stakeholders (the Company, partners and customers). Together with the restructuring implementation, work ethics and mindset of the employees are evolving in line with the changes that are occurring in the workplace. Our corporate culture is embedded in every BNI Life staff’s work activities, which in turn positively stimulate their productivity. This is certainly welcomed by the Management and all stakeholders. BNI Life | 2012 Annual Report 45 Changes in the Board of Directors Composition There are no changes in the composition of BNI Life’s Board of Directors in 2012. Appreciation On behalf of the Board of Directors, I thank you for the cooperation and trust given by the Board of Commissioners and DPS to enable that Company to be well manage. I am also grateful for the willingness of all BNI Life colleagues who have worked hard together to achieve the company’s goal. It is my hope, with unwavering support, BNI Life will continue to play a role in the welfare of the society and transform itself to be the pride of the nation as a prominent insurance company in Indonesia. Jakarta, Maret 2013 / Jakarta, March 2013 Dr. A. Junaedy Ganie, SE, MH, ANZIIF (Snr. Assoc), AAIK (HC), CIP, ChFC, CLU Direktur Utama President Director Perubahan Komposisi Direksi Pada tahun 2012 tidak terjadi perubahan komposisi Direksi di BNI Life. Apresiasi Atas nama Direksi, saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan yang diberikan oleh Dewan Komisaris dan DPS sehingga pengelolaan Perusahaan dapat berjalan dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan segenap insan BNI Life yang telah bahu membahu bekerja keras demi mencapai tujuan Perusahaan. Semoga dengan dukungan yang tiada henti tersebut, BNI Life akan mampu terus berperan dalam menyejahterakan masyarakat dan mewujudkan diri sebagai perusahaan asuransi terkemuka kebanggaan bangsa Indonesia. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 46 Laporan Manajemen | Management Report Warga negara Indonesia, lahir di Lahat, pada Desember 1956. Beliau bergabung dengan BNI Life sejak Juli 2009 dan menjabat sebagai Direktur Utama sejak September 2011. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Komisaris Independen BNI Life. Beliau mengawali karirnya di AIG pada tahun 1978 dan sudah berkarir di dunia asuransi lebih dari 30 tahun, baik di perusahaan asuransi maupun di perusahaan broker asuransi. Jabatan lain yang beliau pegang hingga sekarang antara lain adalah sebagai Arbiter di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1986 dari Universitas Krisnadwipayana, gelar Master bidang Hukum pada tahun 2006 dari Universitas Padjajaran, serta gelar Doktor Ilmu Hukum Bisnis (cum laude) pada tahun 2009 dari Universitas Padjajaran. Beliau memperoleh gelar kualifikasi profesional, yaitu Senior Associate/ANZIIF (Snr.Assoc.) dan Certified Insurance Practitioner (CIP) dari Australia New Zealand Institute of Insurance & Finance (ANZIIF). Beliau juga memperoleh kualifikasi Ahli Asuransi Kerugian Indonesia/AAIK (HC) atas dasar Honoris Causa dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Chartered Financial Consultant (ChFC), dan Chartered Life Underwriter (CLU). An Indonesian citizen, born in Lahat, December 1956, he joined BNI Life since July 2009 and serves as President Director since September 2011. Previously, he served as Independent Commissioner for BNI Life. He started his career at AIG in 1978 and had a career in insurance industry for more than 30 years, both in insurance company and insurance brokerage firm. Other positions he serves currently include an arbitrator in the Indonesian National Board of Arbitration (BANI). He received his Bachelor’s degree majoring in Economics in 1986 from the Krisnadwipayana University, obtained a Master’s degree in Law in 2006 from the Padjajaran University, as well as Doctorate degree from Business Law (cum laude) in 2009 from the Padjajaran University. He obtained professional qualifications of Senior Associate (Snr.Assoc.) and Certified Insurance Practitioner (CIP) from Australia New Zealand Institute of Insurance & Finance (ANZIIF), as well as Ahli Asuransi Kerugian Indonesia/AAIK (HC) on the basis of Honoris Causa from Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Chartered Financial Consultant (ChFC), and Chartered Life Underwriter (CLU). Profil Direksi Profile of the Board of Directors Dr. A. Junaedy Ganie, SE, MH, ANZIIF (Snr. Assoc), AAIK (HC), CIP, ChFC, CLU Direktur Utama President Director BNI Life | 2012 Annual Report 47 Warga negara Indonesia, lahir di Bandung, Desember 1961. Beliau bergabung dengan Bank BNI sejak 1998 dan menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI Life sejak September 2011. Sejak awal karirnya, beliau sudah bergabung dengan BNI ketika menjadi Senior Relationship Manager (tahun 1998- 2000), AVP/Group Head Divisi Card Center (tahun 2001-2005), VP/Wakil Pemimpin Divisi Pengendalian Keuangan (tahun 2005-2009), dan VP/Pemimpin Divisi Pengendalian Keuangan (tahun 2009-2011). Selain itu di tahun 2010-2011 beliau menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi (Akuntansi) pada 1985 dari Universitas Padjajaran, serta gelar Magister Management, Master of Finance, pada 1998 dari Universitas Gadjah Mada. Beliau memperoleh gelar Certified Banking Auditor (CBA) dari BAI/Bankers Training and Certifications Center, Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 2006. An Indonesian citizen, born in Bandung, December 1961, he joined Bank BNI since 1998 and serves as Vice President Director of BNI Life since September 2011. Since the beginning of his career, he joined BNI as a Senior Relationship Manager (1998-2000), AVP/Group Head of Card Center Division (2001-2005), VP/Vice Head of Financial Control Division (2005-2009), and VP/ Group Head of Financial Control Division (years 2009-2011). In addition, during 2010-2011 he served as Chairman of Board of Trustees of Pension Fund at PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. He holds a Bachelor of Economics (Accounting) in 1985 from the Padjadjaran University, as well as a Master’s degree in Management, Master of Finance, in 1998 from the Gadjah Mada University. He earned a Certified Banking Auditor (CBA) from BAI/Bankers Training and Certifications Center, Chicago, USA, in 2006. Geger N. Maulana SE, Ak, MM Wakil Direktur Utama Vice President Director BNI Life | Laporan Tahunan 2012 48 Laporan Manajemen | Management Report Warga negara Indonesia, lahir di Medan, Oktober 1967. Beliau bergabung dengan BNI Life dan menjabat sebagai Direktur Produk dan Layanan sejak 2011. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Ketua Departemen Aktuaria dan Produk di Assosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sejak Oktober 2011 dan sebagai Ketua Umum Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) sejak November 2011. Beliau mengawali karir sebagai Actuarial Analyst PT AXA Life Indonesia (tahun 2001–2003), lalu sebagai Assistant Manager PT Asuransi Jiwa John Hancock Indonesia (tahun 2003), Associate Director and Chief Actuary PT Asuransi Cigna (tahun 2003–2008), dan Direktur Teknik dan Operasional PT Asuransi Jiwa In Health Indonesia (tahun 2008–2011). Meraih gelar Sarjana Matematika Terapan pada 1992 dari Université de Nantes, Prancis, serta gelar Master bidang Manajemen Aktuaria pada 2001 dari Universitas Indonesia. An Indonesian citizen, born in Medan, October 1967, he joined BNI Life and serves as Product and Service Director since 2011. Currently, he also serves as Department Head of Actuarial and Product in Indonesian Life Insurance Association (AAJI) since October 2011 and as Chairman of Indonesian Association of Actuaries (PAI) since November 2011. He started his career as an Actuarial Analyst of PT AXA Life Indonesia (2001-2003), and then as Assistant Manager of PT Asuransi Jiwa John Hancock Indonesia (2003), Associate Director and Chief Actuary of PT Asuransi Cigna (2003-2008), and Director of Engineering of PT Asuransi Jiwa In Health Indonesia (2008-2011). He received his Bachelor’s degree in Applied Mathematics in 1992 from Université de Nantes, France, and obtained a Master’s degree in Actuary Management in 2001 from the University of Indonesia. Budi T.A. Tampubolon, M aîtrise, MM, FSAI, AAIJ Direktur Produk dan Layanan Director of Product and Service BNI Life | 2012 Annual Report 49 Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis BNI Life | Laporan Tahunan 2012 50 • Tinjauan Industri Industry Review • Tinjauan Operational Berdasarkan Saluran Distribusi Operational Review Based on Distribution Channels • Tinjauan Penjualan dan Pemasaran Sales and Marketing Review • Tinjauan Keuangan Financial Review • Tinjauan Unit-Unit Pendukung Supporting Units Review • Tinjauan Prospek Usaha Business Prospects Review BNI Life | 2012 Annual Report 51 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 52 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Setelah India dan China, Indonesia merupakan salah satu pasar asuransi potensial terbesar di Asia. Menurut lembaga pemeringkat kredit Indonesia, PEFINDO, bidang asuransi jiwa di Indonesia masih rendah, yaitu sekitar 15% dari populasi negeri ini. Namun demikian, pertumbuhan premi asuransi di Indonesia relatif stabil, mengingat tingkat penetrasi yang masih rendah untuk layanan asuransi, yaitu hanya 2% dari PDB 2011. Sebagai perbandingan, negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand mencapai lebih dari 4%. Hal ini tentunya menarik banyak investor asing untuk berpartisipasi dalam industri asuransi domestik. Ekonomi Indonesia yang kuat juga mendorong pertumbuhan pasar asuransi, karena didukung oleh meningkatnya konsumsi domestik, peningkatan belanja Pemerintah untuk infrastruktur, serta penguatan regulasi. Sejalan dengan kondisi positif tersebut, sektor asuransi jiwa dan umum mengalami pertumbuhan yang stabil dalam hal total aset dan premi bruto selama bertahun-tahun. Asuransi jiwa masih mendominasi pangsa pasar industri asuransi, yang mencapai 60% dari premi bruto pada 2010. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dalam laporannya “Perasuransian Indonesia Tahun 2010” menyatakan bahwa per 31 Desember 2010, jumlah perusahaan perasuransian yang memiliki izin usaha untuk beroperasi di Indonesia adalah 377 perusahaan, terdiri atas 142 perusahaan asuransi dan reasuransi, dan 235 perusahaan penunjang asuransi. Perusahaan asuransi dan reasuransi terdiri dari 46 perusahaan asuransi jiwa, 87 perusahaan asuransi kerugian, 4 perusahaan reasuransi, 2 perusahaan penyelenggara program asuransi sosial dan jaminan sosial tenaga kerja, dan 3 perusahaan penyelenggara asuransi untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI/ POLRI. Sementara perusahaan penunjang usaha asuransi terdiri dari 138 perusahaan pialang asuransi, 25 perusahaan pialang reasuransi, 28 perusahaan penilai kerugian asuransi, 28 konsultan aktuaria, dan 16 agen asuransi. After India and China, Indonesia is one of Asin country with the largest potential market. According the PEFINDO, Indonesia’s rating agency, the scope of life insurance in Indonesia is still low at 15% of the country’s population. However, the growth in insurance premium in Indonesia has been relatively stable, given the low penetration level at only 2% of the GDP in 2011. In comparison to the neighbouring countries such as Singapore, Malaysia and Thailand, where the penetration levels are better at 4%. This has obviouly attracted many foreign investors to participate in the domestic insurance industry. Indonesia’s strong economy drives the growth of the insurance market, due to the rise in domestic consumption, increase in government expenditure for infrastructure and regulation reinforcement. In line with this positive condition, the life and general insurance experience a stable growth in total assets and gross premium for many years. The life insurance remain dominant in terms of insurance industry market share, reaching 60% of the gross premium in 2010. The Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK) in its report “Indonesia Insurance in 2010” indicated that per 31 December 2010, the number of insurance companies with business license operating in Indonesia is 377 companies, consists of 142 insurance companies and re-insurance, and 235 insurance supporting companies. The insurance companies and re-insurance consists of 46 life insurance companies, 87 general insurance, four (4) re-insurance companies, two insurance companies organizes the social insurance program and social assurance for laborers, and three companies providing insurance for civil servants (PNS) and Armed/Police forces. Whilst, the supporting insurance companies consists of 138 insurance brokers, 25 re-insurance brokers, 28 rating companies for general insurance, 28 actuary consultants and 16 insurance agencies. Tinjauan Industri Industry Review BNI Life | 2012 Annual Report 53 Tabel berikut memperlihatkan pertumbuhan jumlah perusahaan perasuransian. Keterangan 2006 2007 2008 2009 2010 Description Asuransi Jiwa 51 46 45 46 46 Life Insurance a.Swasta Nasional 35 29 27 28 29 National Private b.Patungan 16 17 18 18 17 Joint Venture Asuransi Kerugian 97 94 90 89 87 Non Life Insurance a.Swasta Nasional 78 73 70 69 69 National Private b.Patungan 19 21 20 20 18 Joint Venture Reasuransi 4 4 4 4 4 Reinsurance a.Swasta Nasional 4 4 4 4 4 National Private b.Patungan - - - - - Joint Venture Penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja 2 2 2 2 2 Companies Administering Social Insurance and Workers Social Security Program Penyelenggara Asuransi untuk PNS dan TNI 3 3 3 3 3 POLRI / Companies Administering Insurance for Civil Servants and Armed Forces/Police. Total Perusahaan Asuransi dan Reasuransi / 157 149 144 144 142 Total of Insurance and Reinsurance Companies Pialang Asuransi 143 146 141 142 138 lnsurance Brokers Pialang Reasuransi 23 23 21 22 25 Reinsurance Brokers Penilai Kerugian Asuransi 33 27 27 28 28 Loss Adjusters Konsultan Aktuaria 30 30 28 29 28 Actuarial Consultants Agen Asuransi 7 8 10 14 16 Insurance Agents Total perusahaan penunjang usaha asuransi 236 234 227 235 235 Total of Related-Insurance Companies Total Keseluruhan 393 383 371 379 377 Overall Total Premi Bruto dan Produk Domestik Bruto Tahun 2006-2010 Gross Premium and Gross Domestic Product in 2006-2010 15,5 40,0 20,4 18,3 25,3 13,4 14,4 16,0 17,9 17,5 2006 2007 2008 2009 2010 Persentase Pertumbuhan Premi Bruto Percentage of Gross Premium Growth Persentase Pertumbuhan PDB Percentage of GDP GrowthPercentage of Gross Premium Growth The following table describes the growth of the insurance companies. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 54 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Persentase Premi Bruto dan Produk Domestik Bruto Tahun 2006-2010 Percentage of Gross Premium and Gross Domestic Product in 2006-2010 4,60 9,40 25,60 60,40 Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian & Reasuransi Non-Life Insurance & Reinsurance Program Asuransi untuk PNS & TNI/POLRI / Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police Program Asuransi Sosial & Jaminan SosialTenaga Kerja Social Insurance Program & Workers Social Security Sementara itu, Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) pada tahun 2012 lalu mencatat, secara umum industri asuransi di Indonesia mengalami perkembangan bisnis yang baik di 2011. Asuransi jiwa mencatat pertumbuhan pendapatan premi (premi penutupan langsung) sebesar 26,02%, asuransi umum 20,04%, dan reasuransi 17,65%. Sedangkan dari indikator laba setelah pajak, industri asuransi jiwa mencatat pertumbuhan 41,63%, asuransi umum 43,58%, dan reasuransi 23,51%. Dalam laporan terbarunya, Fitch Ratings mengatakan bahwa outlook rating untuk sektor asuransi jiwa dan asuransi umum di Indonesia adalah Stabil, yang didukung oleh perkembangan pasar domestik, pertumbuhan premi yang berkelanjutan, dan penguatan regulasi. During 2006-2010, the average growth of gross premium is around 21.4%. The largest portion of the gross premium of the insurance industry in 2010 is the gross premium of life insurance (60.4%), followed by the gross premium of the general insurance and reinsurance (25.6%), the companies providing insurance program for the PNS and the armed/police forces (9.4%); and the premium which goes to the company providing social insurance and labor social assurance including retirement at 4.6%. Meanwhile, the Institute of Media Insurance Research (LRMA) in 2012, record that overall the insurance industry in Indonesia experience robust growth in 2011. The life insurance noted an increase in premium income (immediate closure premium) of 26.02%, general insurance 20.04% and reinsurance 17.65%. In terms of profit after tax indicator, the life insurance industry record a growth at 41.63%, general insurance at 43.58% and reinsurance at 23.51%. In their latest report, Fitch Ratings indicated that the outlook rating for the life insurance and general insurance sectors in Indonesia is stable, supported by the growing domestic market, sustainable growth in premium and strengthening regulation. Selama 2006-2010, pertumbuhan rata -rata premi bruto adalah sekitar 21,4%. Porsi terbesar dari premi bruto industri asuransi tahun 2010 adalah premi bruto asuransi jiwa (60,4%), diikuti oleh premi bruto asuransi kerugian dan reasuransi (25,6%), perusahaan penyelenggara program asuransi untuk PNS dan TNI/POLRI (9,4%); dan premi yang diterima oleh perusahaan penyelenggara program asuransi sosial dan jaminan sosial tenaga kerja termasuk Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 4,6%. BNI Life | 2012 Annual Report 55 Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki pasar syariah yang sangat potensial. Fitch Ratings melaporkan bahwa di 2011 premi bruto asuransi syariah mencapai kurang dari 5% total premi pasar asuransi. Analis industri meyakini bahwa pasar syariah nasional akan terus tumbuh di masa depan, karena saat ini masih prematur dan sudah adanya perbaikan regulasi. Sektor asuransi jiwa akan terus tumbuh karena tingkat penetrasinya masih rendah. Sementara itu, frekuensi merger dan akuisisi (M&A) akan meningkat, didorong oleh peningkatan persyaratan modal, sehingga mendorong perusahaan asuransi lokal yang membutuhkan tambahan modal untuk melakukan joint venture dengan mitra asing. As a country with the largest muslim population in the world, Sharia insurance in Indonesia is very potential. Fitch Ratings reports that in 2011, the gross premium of Sharia insurance reached slightly below 5% of total insurance market premium. The industry analysts are convinced that the national Sharia market would continue to grow given that it is still in its infancy but with improved regulations. The life insurance sector is expected to grow as the current penetration level is low. Meanwhile, the frequency of merger and acquisition (M&A) is expected to rise, attributed to the requirement to increase capital, which in turn encourage the local insurance companies requiring additional capital to do joint venture with foreign partners. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 56 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Saat ini BNI Life memiliki 61 produk konvensional, 7 produk syariah, dan 20 rider. Seluruh produk dan rider ini disalurkan melalui empat saluran distribusi, yaitu Agency, Bancassurance, Employee Benefits, dan Syariah. Selama 2012, BNI Life telah melakukan sejumlah evaluasi produk serta peluncuran produk-produk baru, guna meningkatkan pendapatan, kualitas layanan, dan efisiensi biaya. Hal ini menyebabkan struktur persentase kontribusi tiap-tiap saluran distribusi di 2012 mengalami perubahan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta diproyeksikan akan terus mengalami perubahan di tahun-tahun berikutnya. Hal ini sesuai dengan rencana jangka menengah BNI Life untuk tahun 2012-2015. Persentase Kontribusi Saluran Distribusi Terhadap Pendapatan Perusahaan Tahun 2011-2012 Percentage of Distribution Channels Contribution to the Company’s Revenue in 2011-2012 5% 21% 35% 39% 6% 16% 25% 53% Agency Bancassurance Employee Benefit Syariah At present, BNI Life has 61 conventional insurance products, 7 sharia products and 20 rider. All of theses products are distributed through four distribution channels: Agency, Bancassurance, Employee Benefits (EB) and Sharia. Throughout 2012, BNI Life conducted numerous product evaluationsas well aslaunched various new products to increase revenue, quality of service and cost efficiency. This, in turn,causes change in the structure of contributionpercentages in each distribution channel in 2012, if compare to the previous year. Meanwhile such change in the contribution level by distribution channel is expected to continue in the coming years. This is in line with the BNI Life long term plan of 2012-2015. Tinjauan Operasional Berdasarkan Saluran Distribusi Operational Review Based on Distribution Channels 2011 2012 BNI Life | 2012 Annual Report 57 Chief Sales Officer (CSO) Untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis, pada tanggal 6 November 2012 BNI Life telah menunjuk Chief Sales Officer (CSO) dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: • Bertanggung jawab terhadap pencapaian kinerja penjualan PT BNI Life Insurance dan membawahi Agency, Bancassurance, Employee Benefit, Syariah, serta membawahi BNI Insurance School (BIS). • Meningkatkan produktivitas penjualan melalui peningkatan pendapatan premi dan jumlah polis rata-rata untuk setiap tenaga penjual dan peningkatan kompetensi tenaga penjual termasuk pencapaian MDRT (Million Dollar Round Table) qualifiers dan peningkatan jumlah tenaga penjual berkualitas serta peningkatan kompetensi tenaga penjual dan pegawai melalui program pendidikan dan pelatihan. Target 2013 Pada 2013, target yang harus dicapai oleh semua saluran distribusi adalah sebagai berikut: • Agency BNI Life akan melakukan program revitalisasi untuk saluran Agency, termasuk perubahan dari sistem Agency ganda (Kantor Pemasaran/KP dan Kantor Pemasaran Mandiri/KPM) ke sistem tunggal Agency, menentukan dan menerapkan Struktur Pemimpin Agency baru yang terdiri dari maksimum empat tingkat/layer dari Agen atau Financial Consultant (FC) hingga Pimpinan utama, mengemas ulang program komisi/insentif/reward penjualan dan kontes-kontes, serta menghasilkan keuntungan operasional untuk saluran Agency. Target lainnya adalah untuk meraih Premi New Business dan target Premi Renewal, terutama yang sejalan dengan: » Strategi Product Mix (antar berbagai jenis produk yang dimiliki BNI Life) yang telah ditetapkan oleh Direksi. » Strategi Mode Premi yang proporsional (antara Premi Tunggal dan Reguler) yang telah ditetapkan oleh Direksi. » Tingkat penagihan premi yang telah ditetapkan oleh Direksi. Chief Sales Officer (CSO) To further accelerate business growth BNI Life, on 6 November 2012 has been appointed Chief Sales Officer (CSO) to the duties and responsibilities as follows: • Responsible for achieving sales performance PT BNI Life Insurance and oversees Agency, Bancassurance, Employee Benefit, Sharia, and oversees BNI Insurance School (BIS). • Increasing sales productivity by increasing premium income and the average number of policies for each salesperson, improve sales force competencies include achieving a number of MDRT (Million Dollar Round Table) qualifiers, increasing the number of qualified sales force, as well as improving the competence of sales force and employees through education and training programs. Targets in 2013 In 2013, the targets that must be achieved by all distribution channels are as follows: • Agency BNI Life will conduct revitalization programs for Agency channels, including change from dual Agency system (Sales Office/SO and Independent Sales Office/ISO) to one single Agency system, determining and implementing a new Agency Leader Structure which should consist of maximum four layers/levels from Agents or Financial Consultant (FC) to the Top Leader, redefining/repackaging the sales commission/incentive/reward and contests programs, as well as generating a profitable operation for Agency channels. Another target is to achieve New Business Premium and Renewal Premium targets, mainly in accordance with: » The Product Mix strategy (between different types of products that BNI Life has) defined by the BOD. » The Premium Mode proportion strategy (between Single and Regular Premiums) defined by the BOD. » The Premium Collection rate defined by the BOD. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 58 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis • Bancassurance Sebagai upaya menjadikan Bancassurance sebagai tulang punggung pertumbuhan bisnis BNI Life, Bancassurance harus mencapai Premi New Business dan target pendapatan fee-based BNI. Hal ini dilakukan terutama dengan cara meningkatkan produktivitas tenaga pemasar Bancassurance minimal dua kali lipat dari produktivitas rata-rata pada tahun 2012, meningkatkan jumlah/polis premi terjual minimal dua kali lipat dari rata-rata jumlah di tahun 2012, mengurangi rasio turnover tenaga pemasar Bancassurance, serta meningkatkan tingkat policy persistency dan tingkat penagihan premi untuk sub saluran In Branch. • Syariah Pada tahun 2013, Syariah akan melakukan beberapa pengembangan untuk model penjualan In-Branch di Bank BNI Syariah dan untuk model Telemarketing kepada pemegang kartu kredit Bank BNI Syariah. Syariah juga akan mengoptimalkan distribusi produk-produk Syariah melalui saluran Agency serta meningkatkan kerja sama dengan bank lain selain BNI. • Employee Benefits BNI Life akan meningkatkan dan mengintensifkan pengawasan terhadap saluran Employee Benefits dengan memperkuat sub saluran distribusi yang ada di Agency, Brokers, Captive Market, EBC/EBM dan Bancassurance Partnership. • Bancassurance As an effort to drive Bancassurance as the backbone for BNI Life’s business growth, Bancassurance must achieved New Business Premium and Bank BNI Fee-based Income targets. This was done notably by increasing Bancassurance sales agent’s productivity minimum double than the average productivity in 2012, increasing average premium size/policy sold minimum double than the average size in 2012, reducing Bancassurance sales agent’s turnover ratio, as well as improving the policy persistency rate and premium collection rate for In Branch sub channel. • Sharia In 2013, Sharia channel will conduct several deployments for In-Branch sales model in Bank BNI Syariah and for Telemarketing model to Bank BNI Syariah’s credit card holders. Sharia will also optimize the distribution of Sharia products through Agency channel and expanding partnership with banks other than BNI. • Employee Benefits BNI Life will improve and intensify its supervision to Employee Benefits channel by strengthening existing sub distribution channels in Agency, Brokers, Captive Market, EBC/EBM and Bancassurance Partnership BNI Life | 2012 Annual Report 59 Kinerja Saluran Distribusi di 2012 Berikut ini pembahasan mengenai bisnis Perusahaan dan kinerja di 2012 untuk setiap saluran distribusi. Agency Sebagian besar nasabah umumnya terlibat untuk pertama kalinya dengan BNI Life melalui jasa agen asuransi. Para agen tersebut menolong individu, keluarga, perusahaan, maupun lembaga untuk merencanakan dan akhirnya memilih polis asuransi sesuai kebutuhan. Agency merupakan saluran distribusi di mana Perusahaan bermitra dengan agenagen asuransi dalam memasarkan pemasaran produkproduk asuransi. Segmen pasar yang menjadi target Agency adalah nasabah individu yang memerlukan perlindungan jiwa, kesehatan, manfaat investasi (produk unit link), pendidikan, dan jaminan hari tua. Agency BNI Life didukung oleh sejumlah tenaga pemasar yang handal dan tersebar di 21 Kantor Pemasaran (KP) dan 24 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di 26 kota di Indonesia. Produk Agency Produk-produk yang ditawarkan oleh Agency di 2012 tercatat mencapai 13 produk. Produk-produk tersebut, antara lain: • BLife Spektra Link Yaitu layanan komprehensif untuk investasi masa depan keluarga, yang meliputi perencanaan dana hari tua, pendidikan anak, tabungan dan investasi, dana darurat, hingga perlindungan penghasilan keluarga. • BLife Smart Education Yaitu program keuangan yang menyediakan dana pendidikan anak (penerima beasiswa) berupa Tahapan Biaya Pendidikan dan Pembayaran Berkala, sekaligus memberikan proteksi ekonomi terhadap risiko tertinggi. Distribution Channels Performance in 2012 The following discusses the Company’s business and performance in 2012 for each distribution channel. Agency Most customers generally engage for the first time with BNI Life through an insurance agency services. These agents exist to assist the individual, family, company, as well as institution on the planning and at the end, select the insurance policy which meets the need. Agency is a distribution channel where the Company partnering with insurance agents to market various insurance products. The market segment which the Agency set as its target is the individual customer who needs protection for their life, health, investment benefit (unit link product), education, and pension. The BNI Life Agency is supported by a number of qualified sales person spread across 21 Marketing offices (KP) and 24 Independent Marketing offices (KPM) in 26 cities in Indonesia. Agency Product In 2012, there were 13 products which the Agency offered as follows: • BLife Spektra Link Comprehensive investment service for the family’s future covering retirement planning, children education, savings and investment, emergency fund to family income protection. • BLife Smart Education Financial program which provides children education fund (recipient of scholarship) in the form of Phases Education Cost and periodic payment, as well as providing economic protection to highest risk. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 60 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis • BLife Fixed Protection Yaitu asuransi kematian ekawarsa, yang dirancang untuk memberikan manfaat asuransi kematian secara komprehensif. • BLife Smart Protection Yaitu asuransi seumur hidup (whole life) yang dirancang untuk memberikan manfaat asuransi kematian. • BLife Double Protection Yaitu asuransi dwiguna (endowment) yang dirancang untuk memberikan manfaat asuransi kematian dan berfungsi sebagai tabungan. • BLife Protect Plus Yaitu asuransi seumur hidup kombinasi yang dirancang untuk memberikan manfaat asuransi kematian sekaligus sebagai tabungan pensiun. • BLife Optima Medica Yaitu program asuransi kesehatan yang memberi proteksi bagi tertanggung yang menjalani rawat inap di rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit termasuk di dalamnya proteksi ekonomi terhadap risiko kematian serta pengembalian premi di akhir kontrak asuransi. Pencapaian 2012 Selama 2012, pencapaian-pencapaian yang telah diraih Perusahaan terkait Agency, yaitu sebagai berikut. Produktivitas Perusahaan berhasil meningkatkan penjualan produk reguler premium hingga 83% dari total pendapatan premi new bussiness. BNI Life melakukan peningkatan layanan dengan memperbaiki renewal collection sehingga lebih akurat dan lebih agresif, mengirimkan reminder tepat waktu, serta menjual rider. Selain karena strategi pemasaran dan layanan yang lebih baik, kemajuan ini juga didukung oleh upaya peningkatan efisiensi di bidang office supply, biaya telepon, dan merger kantor. • BLife Fixed Protection Designed to protect in the event of death, providing a comprehensive death insurance benefits. • BLife Smart Protection This is a whole life insurance designed to provide insurance in the event of death. • BLife Double Protection This is an endowment product designed to provide insurance in the case of death, also function as a savings. • BLife Protect Plus This is a combination whole life product designed to provide insurance in the case of death, also function as a savings. • BLife Optima Medica This is a health insurance product which provides protection for the beneficiary in the event of hospitalization due to illness and include economic protection in the event of death and return premium at the end of insurance contract. 2012 Achievement Throughout 2012, the Company’s achievements related to the Agency are as follows: Productivity The Company’s successfully increased the revenue from the regular premium up to 83% from the total of new bussines premium revenue. BNI Life upgraded the service by improving the renewal collection providing an accurate, more effective means by sending reminders timely while selling rider. In addition to serving as a marketing strategy and providing improved service, this initiative also increases efficiency in the area of office supply, telephone costs and costs of office mergers. BNI Life | 2012 Annual Report 61 Pencapaian Target Premi Bruto Strategi utama dalam mencapai target premi bruto adalah dengan mengevaluasi produk dan spesifikasi rider yang ditawarkan, sehingga produk BNI Life menjadi lebih menarik dan kompetitif di pasar. Selain evaluasi produk lama, sejumlah kegiatan untuk para agen juga diadakan guna memberikan motivasi dalam memasarkan produk. BNI Life kerap mengadakan kontes-kontes pada low session production, menggalakkan seminar penjualan, kampanye insentif penjualan, serta mengadakan beragam pelatihan. Pencapaian Persistency Target Untuk mencapai persistency target, BNI Life melakukan pengawasan pembayaran tahun kedua yang lebih efektif dan agresif. Reminder jatuh tempo diinformasikan sebulan sebelumnya. Bila nasabah tidak menerima, maka agen yang akan mengingatkan. Selain itu, Perusahaan juga membuat Majalah PEAK yaitu media internal untuk Agen berisi info produk, kontes, pengembangan diri (motivasi dan sales skill) dan kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan Agency. Pencapaian Rasio Produktivitas Agen Berdasarkan Polis Aktivitas manajemen lebih ditingkatkan dengan sales tools, workshop, serta kontes-kontes yang mengarah ke case count. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan produk worksite, yaitu produk untuk karyawan perusahaan yang preminya diambil dari gaji dan bukan dibiayai perusahaan, maka dilakukan penyesuaian terhadap produk-produk tertentu yang berfungsi sebagai produk worksite. Pencapaian Rasio Produktivitas Agen Berdasarkan Premi BNI Life mengadakan kontes yang berorientasi ke pencapaian Adjusted First Year Premium (AFYP), di mana variasi kontes berdasarkan AFYP dan komisi. Perusahaan juga meningkatkan aktivitas agen serta melakukan perekrutan agen-agen untuk kelas middle up dengan menggelar Business Opportunity Presentation (BOP) di hotel-hotel berbintang. Di samping itu, BNI Life juga melakukan bundle produk dengan penambahan 3-4 rider untuk menjaring premi yang lebih tinggi. Target Gross Premium Achievement The main strategy to achieve the gross premium target is the product evaluation and the specific rider being offered which enable BNI Life products to be more attractive and competitive in the market. Other than the evaluation of the existing products, numerous activities were conducted to motivate the Agents to market the products. BNI Life held contests at the time when sessions production is low, activated sales seminars, sales incentive campaign, as well as carried out various training programs. Persistency Target Achievement To achieve persistency target, BNI Life supervise the second year payment more aggressively and effective. Reminder for payment due is informed one month before. In cases where customers did not receive the reminders, the agents would remind. In addition, the Company also distribute PEAK Magazine, which is internal to agency media containing product information, contests, personal development (motivation and sales skills) and company policies relating to the Agency. Agent Productivity Ratio Achievement based on Policy An increased management activity with sales tools, workshops and contests oriented toward case count. In addition, to comply with the needs for worksite product, which is a product for corporate employees whose premium is taken from wage instead of being paid by their company, there will be adjustment for selected products that serve as worksite products. Agent Productivity Ratio Achievement based on Premium BNI Life conducted contest which is oriented toward achievement of the Annualized First Year Premium (AFYP), where contest are conducted on variation made based on AFYP and commission. The Company increased the agent’s activity as well as the agent recruitment for the middle and up segment by conducting Business Opportunity Presentation (BOP) at reputable hotels. In addition, BNI Life also bundled the products with 3-4 rider to encompass higher premium. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 62 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Tenaga Pemasar, Polis, dan Premi Bruto Pemasaran produk-produk Perusahaan didukung oleh 3.289 agen produktif pada 2012. Jumlah ini berkurang 26,86% dari tahun sebelumnya yang sebesar 4.102 agen. Polis berkurang hingga 28,31%, yaitu dari 13.043 di tahun 2011 menjadi 9.351 di 2012. Sementara premi bruto turun hingga 45,80%, yaitu dari Rp400,71 miliar menjadi Rp217,20 miliar. Hal ini disebabkan adanya perubahan strategi dari diferensiasi produk menjadi profit focused strategy dengan menutup beberapa produk dalam usaha untuk mengurangi beban biaya perusahaan serta mendorong penjualan produk yang memiliki profitabilitas tinggi. Pertumbuhan Tenaga Pemasar Agency Tahun 2010-2012 Agency Sales Force Growth in 2010-2012 4.012 4.102 3.000 2010 2011 2012 Persentase Tenaga Pemasar Agency Tahun 2012 Percentage of Agency’s Sales Force in 2012 Regional Director (RD) 0,21% Regional Manager (RM) 0,55% District Manager (DM) 1,46% Branch Manager (BM) 4,62% Sales Agency Manager (SM) 17,73% Financial Consultant (FC)/Agent 75,43% Marketing Staff, Policy and Gross Premium In 2012, the marketing of Company’s products is supported by 3,289 productive agents. This number decreased 26,86% from the previous year of 4,102 agents. The number of policy also decreased 28.31%, from 13,043 in 2011 to 9,351 in 2012. Meanwhile, the gross premium reduced by 45.80%, from Rp400.71 billion to Rp217.20 billion. This result coming from change of strategy differentiate product become profit focused strategy in order to reduce company operational expenses and boost the high profitability product sales. Kantor Pemasaran dan Kantor Pemasaran Mandiri Tahun 2010-2012 Sales Office and Independent Sales Office in 2010-2012 24 21 30 22 28 24 2010 2011 2012 Kantor Pemasaran Marketing Office Kantor Pemasaran Mandiri Independent Marketing Office BNI Life | 2012 Annual Report 63 Pertumbuhan Premi Bruto Agency Tahun 2010-2012 (dalam Rp miliar) Agency Gross Premium Growth in 2010-2012 (in Rp billion) 2010 2011 515,62 400,71 217,20 2012 Pertumbuhan Polis Agency Tahun 2010-2012 Agency Policies Growth in 2010-2012 2012 9.351 2011 13,043 2010 10.970 Strategi 2013 Pada 2013, Agency merencanakan beberapa pengembangan, seperti meningkatkan jumlah agen produktif, melakukan refiling dan repricing produkproduk eksisting, meningkatkan persistency premi dan polis, serta memiliki sales development program dari tingkat KP, District, Regional, dan Nasional. Adapun sejumlah perbaikan yang hendak dilakukan, meliputi peningkatan kualitas bisnis baru dan layanan after sales, sistem pelaporan Agency dan sistem mekanisme penerimaan agen yang lebih baik, perubahan model dan struktur remunerasi Agency, optimalisasi jumlah kantor pemasaran setiap kota, eksekusi program kontes yang lebih optimal, serta memberikan hasil yield investasi nonlink yang lebih tinggi. Bancassurance Bancassurance merupakan saluran distribusi di mana upaya pemasaran produk-produk asuransi dilakukan bekerja sama dengan pihak bank. Bancassurance menjadi tulang punggung Perusahaan dalam memberikan kontribusi laba terbesar, termasuk dalam hal upah jasa dan fee based kepada BNI selaku induk perusahaan. BNI Life juga menjalin kerja sama dengan beberapa mitra bisnis, antara lain Bank Tabungan Negara (BTN), National Capital Finance, serta beberapa koperasi perusahaan. 2013 Strategy In 2013, the Agency plans a number of develoment such as to increase productive agents, increase premium and policy persistency, and to have sales development program covering Head Office, District, Regional and National. The Company’s other improvements plan include increase quality of new business and after sales service, Agency reporting systems and a better mechanism of agent admission system, change in the Agency remuneration model and structure, optimalization of number of marketing offices in each city, an optimal execution of contest program, and provide higher yield result on nonlink investment. Bancassurance Bancassurance is a distribution channel where the insurance products are marketed in cooperation with the banks. Bancassurance serves as the backbone of the Company which generate the largest contribution in profit, including services fee and fee based to BNI as the parent company. BNI Life also forms alliances with partners among others Bank Tabungan Negara (BTN), National Capital Finance and a few company’s cooperative. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 64 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Guna meningkatkan peluang usaha dan kualitas layanan, maka BNI Life telah membuka kantor representatif untuk Bancassurance di 14 wilayah di Indonesia sampai dengan akhir tahun 2012. Pembukaan kantor tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan bisnis di tingkat wilayah dan memperluas jaringan pelayanan. Segmen pasar yang menjadi target Bancassurance BNI Life adalah nasabah bank perorangan, terutama nasabah BNI, baik untuk mass, upper mass, affluent, maupun HNWI (High Net Worth Individual). Saat ini Bancassurance dipasarkan melalui empat sub saluran distribusi, yaitu In Branch, Aliansi, Credit Life, dan Telemarketing. Produk Bancassurance Produk-produk Bancassurance yang ditawarkan di 2012, antara lain sebagai berikut. BLife Plan MultiPro BLife Plan MultiPro merupakan produk asuransi untuk memenuhi kebutuhan akan perlindungan dengan fasilitas pembayaran premi yang fleksibel dan dilengkapi dengan berbagai manfaat tambahan yang menguntungkan. BLife CashPro BLife CashPro merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan asuransi dan manfaat tunai secara bertahap. BLife Maksima BLife Maksima merupakan produk asuransi yang memberikan perlindungan dan perencanaan keuangan yang maksimal. Billing Protection (PerisaiPlus) Billing Protection (PerisaiPLus) memberikan perlindungan atas saldo terhutang kartu kredit BNI terhadap risiko meninggal dunia, ketidakmampuan tetap dan penyakit kritis. Pencapaian 2012 Pemasaran produk-produk Bancassurance Perusahaan didukung oleh 708 tenaga pemasar pada 2012. Jumlah ini meningkat sebesar 46% dari tahun sebelumnya. To increase business opportunity and quality of service, BNI Life has opened representative office for Bancassurance in 14 regions in Indonesia up to the end of 2012. The representative office is aimed to raise business at regional level and expand service network. The market segment which serves as target for BNI Life Bancassurance is the individual bank customer, especially the BNI customer: mass, upper mass, affluent, and HNWI (High Net Worth Individual). At present, Bancassurance market through four subdistribution channels: In Branch, Alliance, Credit Life and Telemarketing. Bancassurance Product In 2012 the offering of Bancassurance products include the following: BLife Plan MultiPro Blife Plan MultiPro is an insurance product that meets the need for protection with the flexibility for premium payment complete with an array of various favorable and added benefits. BLife CashPro BLife CashPro is an insurance product which provide insurance protection and benefit in cash in phases. Blife Maksima Blife Maksima is an insurance product which gives protection and maximum financial planning. Billing Protection (PerisaiPlus) Billing Protection (PerisaiPLus) provides protection on the outstanding balance of BNI credit card due to risk in the event of death, permanent disability and critical illness. 2012 Achievement The marketing of Bancassurance products are enforced by 708 marketers in 2012. An increase of 46% from the previous year. BNI Life | 2012 Annual Report 65 Medan Padang Palembang Bandung Semarang Surabaya Makassar Denpasar Banjarmasin Jakarta Senayan Manado Jakarta Kota Jakarta BSD Jakarta Kemayoran 6% 5% 8% 8% 7% 7% 4% 6% 5% 6% 4% 4% 5% 6% Pertumbuhan Tenaga Pemasar Bancassurance Tahun 2011-2012 Bancassurance Sales Force Growth in 2011-2012 2011 2012 In Branch 366 90 24 4 563 106 20 19 Telemarketing Credit Life Aliansi Jumlah Tenaga Pemasar Bancassurance Tahun 2012 Number of Manpower of Bancassurance in 2012 Emerald 2,68% Telemarketing 14,95% Credit Life 2,96% In Branch 79,41% 563 20 106 19 Persentase Premi Bancassurance Berdasarkan Wilayah Tahun 2012 Percentage of Bancassurance Premium Based on Region in 2012 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 66 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis In Branch Coverage Tahun 2010-2012 In Branch Coverage in 2010-2012 2010 2011 2012 Jumlah Bancassurance Specialist 315 366 563 Number of Bancassurance Specialists Outlet Potensial BNI 1.045 1.080 1.080 BNI Potential Outlets BNI Life In Branch Coverage 30% 34% 52% BNI Life In Branch Coverage Polis bertambah sebesar 62,78%, yaitu dari 27.617 di tahun 2011 menjadi 44.956 di tahun 2012. Kenaikan jumlah polis ini merupakan peningkatan kinerja tenaga pemasar dan hasil dari strategi pengembangan jaringan pemasaran. Pertumbuhan polis ini diikuti oleh pertumbuhan premi bruto, yang melonjak hingga 54,57%, yaitu dari Rp451,71 miliar menjadi Rp698,19 miliar. Meanwhile, the number of policy increased to 62.78% from 27,617 in 2011 to 44,956 in 2012. The increase of policy number is a result of performance improvement of sales agents as well as the marketing network development strategy. The growth of policy also followed by gross premium growth that rose 54.57% from Rp451.71 billion to Rp698.19 billion. *Peserta adalah pemegang polis individu dan polis kumpulan Bancassurance. Policy Holders consist of individual and Bancassurance group. Pertumbuhan Polis Bancassurance Tahun 2010-2012 Bancassurance Policies Growth in 2010-2012 31.551 27.617 44.956 2010 2011 2012 Pertumbuhan Premi Bruto Bancassurance Tahun 2010-2012 (dalam Rpmiliar) Bancassurance Gross Premium Growth in 2010-2012 ( in Rpbillion) 594,086 451,710 698,189 2010 2011 2012 Persentase Pendapatan Premi Bruto Bancassurance Per Sub-Distribusi Tahun 2012 Percentage of Bancassurance Premium Bruto Income Per Sub-Distribution in 2012 Aliansi/Alliance Credit Life Telemarketing In Branch 5 % 29% 19% 47% Pertumbuhan Peserta* Polis Bancassurance Tahun 2010-2012 Bancassurance Policy Holders* Growth in 2010-2012 253.246 351.358 412.258 2010 2011 2012 BNI Life | 2012 Annual Report 67 Selama 2012, pencapaian Perusahaan terkait Bancassurance dari keempat sub saluran distribusi pemasaran, yaitu: In Branch BNI Life berhasil meningkatkan jumlah Bancassurance Specialist (BAS) menjadi 563 orang pada akhir tahun, serta mengurangi tingkat turn over mereka, yaitu dari 10,44% di 2011 menjadi 9,45% di 2012. Perusahaan juga menempatkan Regional Bancassurance Manager (RBM) di seluruh Indonesia untuk mengelola bisnis dan meningkatkan hubungan ke bank-bank di level wilayah. Sementara itu, upaya peningkatan penjualan dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi melalui rujukan intensif, pelatihan berkesinambungan untuk karyawan bank, serta menciptakan program pemasaran yang menarik. Aliansi Emerald Dari sisi Emerald, BNI Life menempatkan tenaga pemasar yang disebut dengan Insurance Specialist (IS) di seluruh Indonesia di mana outlet BNI Emerald berada. Sedangkan untuk meningkatkan volume penjualan, Perusahaan secara aktif mengadakan acara gathering di beberapa kota, yang disertai dengan program pemasaran yang menarik. Bundling Program bundling dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan manfaaat asuransi pada produk tabungan guna meningkatkan kualitas layanan dan lebih kompetitif. Pengembangan Bisnis Baru BNI Life memperluas bisnis bancassurance melalui peluang kerja sama dengan bank serta lembaga keuangan lainnya. Credit Life Credit Life melakukan beberapa perubahan untuk menjadi lebih baik dan kompetitif dalam rangka meningkatkan pangsa pasar antara lain dengan merubah ketentuan underwriting, produk dan klaim. Kondisi underwriting ditingkatkan agar menjadi lebih baik dan lebih kompetitif di pasar, dengan cara menerapkan kebijakan free cover dengan automatic cover yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp500 juta (sebelumnya Rp50 juta). Hubungan baik dengan daerah dan cabang-cabang potensial juga terus ditingkatkan melalui kegiatankegiatan sosialisasi, pelatihan, dan gathering. Throughout 2012, the Company’s achievement related to Bancassurance from its four channels of marketing subdistribution are as follows: In Branch BNI Life successfully increased the number of Bancassurance Specialist (BAS) to 563 persons at the end of the year and decreased the level of turnover from 10.44% in 2011 to 9.45% in 2012. The Company also assigned Regional Bancassurance Manager (RBM) throughout Indonesia to manage the business and raise the level of engagement with the banks at the regional level. Meanwhile, the efforts to increase sales were implemented through raising the socialization of the use of referral intensively, continuous training for the bank employees and creating attractive marketing programs. Alliance Emerald On the Emerald side, BNI Life placed marketers commonly called Insurance Specialist (IS) throughout Indonesia where BNI Emerald outlet exist. Wherein to raise sales volume, the Company actively conduct gathering events in a number of cities which promote attractive marketing programs. Bundling Bundling program was made as an effort to develop the insurance benefits for savings product in order to improve the service quality in a more competitive way. New Business Development BNI Life expand its Bancassurance business through opportunities cooperating with banks and other financial institutions. Credit Life The credit life business made several changes to improve and become more competitive in order to increase market share. The changes include in the underwriting condition, product and claim. The underwriting condition is improved to be competitive in the market applying the policy of free cover with higher automatic cover up to Rp500 million (previously Rp50 million). The good relationship with the region and potential branch, continually being maintained through socialization, training and gathering. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 68 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Telemarketing BNI Life berhasil meningkatkan produktivitas tenaga pemasar melalui pengelolaan kegiatan penjualan yang lebih optimal, proses bisnis yang lebih efisien, program pemasaran dan motivasi yang menarik, serta sistem telemarketing yang lebih modern. Strategi 2013 Adapun untuk tahun 2013, target-target yang akan dicapai dalam hal Bancassurance adalah sebagai berikut. In Branch BNI Life akan meningkatkan kualitas tenaga pemasaran melalui pengelolaan kegiatan pemasaran yang lebih intensif serta pengembangan pelatihan. Selain itu, Perusahaan juga akan meningkatkan jumlah referral dari staf BNI dengan meningkatkan peran serta staf BNI melalui sosialisasi yang berkelanjutan, pelatihan, dan program marketing. In Branch juga melakukan penetrasi pada potensi bisnis di sektor business banking di BNI serta menerapkan sistem monitoring dan pelaporan aktivitas penjualan yang lebih baik. Aliansi Emerald Selain upaya berkelanjutan untuk menciptakan produk asuransi yang kompetitif, BNI Life juga akan meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga pemasar melalui pelatihan yang spesifik dan terprogram dengan baik serta melakukan pemasaran produk unit link reguler pada segmen pasar Emerald yang sebelumnya hanya dilakukan pada sub distribusi In Branch. Bundling Program bundling akan terus melakukan pengembangan produk dan peningkatan pemasaran melalui program marketing. Pengembangan Bisnis Baru BNI Life berencana untuk menjajaki peluang kerjasama bisnis bancassurance dengan bankbank serta lembaga keuangan lainnya dengan menghadirkan produk-produk kompetitif. Telemarketing BNI Life successfully increased the productivity of the marketers through optimalization of sales activity, efficient business processes, attractive marketing and motivational program and modern telemarketing system. 2013 Strategy In 2013 the various targets set for Bancassurance are as follows: In Branch BNI Life plan to increase the quality of the marketers through managing marketing activities intensively and developing training. In addition, the Company also plan to raise the number of referral from the BNI staff by increasing their participation level via sustainable socialization program, training and marketing program. In Branch is also penetrating business potentials at BNI’s business banking sector, as well as implementing a better monitoring and sales activity reporting system. Alliance Emerald In addition to sustainably create competitive insurance product, BNI Life also increase the skills and competency of the marketers through well designed yet specific training program. A more specific and well-programmed training, as well as delivering sales on regular unit link product for Emerald market segment after previously the sales was only performed for In Branch sub-distribution channel. Bundling Bundling program will continue its product development and increase intensity of its marketing program. New Business Development BNI Life plans to explore opportunities to cooperate with banks and other financial institutions in developing Bancassurance business, featuring competitive products. BNI Life | 2012 Annual Report 69 Credit Life Tahun 2013 strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan pangsa pasar melalui cara mendekatkan diri kepada seluruh Loan Center dan Cabang melalui kunjungan dan komunikasi secara berkala, menambah jumlah tenaga pemasar di cabang-cabang potensial, meningkatkan kompetensi tenaga pemasar melalui pelatihan yang berkelanjutan serta perbaikan SOP internal demi terwujudnya layanan prima bagi partner BNI Life. Telemarketing Telemarketing akan melakukan peluncuran kerja sama ko-asuransi dengan PT Asuransi Cigna untuk memaksimalkan penjualan produk asuransi ke nasabah BNI dan memperoleh manfaat dari proses pengalihan pengetahuan dari kerja sama ini. Pengembangan dan inovasi produk juga akan terus dilakukan, di samping juga meningkatkan volume usaha melalui cross selling kepada nasabah BNI serta meningkatkan persistensi nasabah atas produk yang telah dimiliki. Employee Benefits Employee Benefits adalah program asuransi BNI Life yang ditujukan untuk kesejahteraan para karyawan perusahaan. Segmen ini menjadi instrumen unggulan BNI Life untuk mendorong dan mengoptimalkan potensi premi dari sektor korporat. Untuk Employee Benefits, BNI Life menjalin kerja sama dengan mitra kerja di beberapa rumah sakit yang tersebar di Indonesia dan juga menggunakan pihak ketiga, yaitu AdMedika sebagai penyelenggara jaringan sistem swipe card dalam upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan berkualitas bagi para nasabahnya. Segmen pasar yang menjadi target Employee Benefits adalah perusahaan-perusahaan yang memerlukan manfaat kesehatan, jiwa, kecelakaan, dan pensiun bagi karyawannya. Saat ini Employee Benefits dipasarkan oleh lima sub saluran pemasaran, yaitu Agencies, Brokers, Captive, Direct Sales (EBC/EBCM) dan Bancassurance Partnership. Selain itu, telah terjalin sinergi yang baik dengan saluran distribusi dalam memasarkan produk-produk Employee Benefits. Credit Life In 2013, the strategy is to increase market share by approaching all Loan Centers and branches through periodic visits and communication, increase the number of marketers for potential branches, raise the competency of the marketers through sustainable training as well as improve the internal SOP to ensure service excellence for BNI as the partner is materialized. Telemarketing Telemarketing plans to launch the cooperation with PT Asuransi CIGNA on co-insurance basis, aim to maximize sales of insurance product to BNI customers and gain the benefit from the knowledge transfer from this cooperation arrangement. The development and product innovation will continue, in addition to increase the business volume through cross-selling to BNI customers, as well as increase the customer persistency on the products they owned. Employee Benefits Employee Benefits (EB) is an insurance program of BNI Life aimed for the welfare of the company employees. This segment is BNI Life instrument advantage to drive and to optimalize the potential in generating premium from the corporate sector. For Employee Benefits, BNI Life cooperates with a number of hospitals throughout Indonesia as our work partners. In our effort to deliver a better and qualified service for our customers, we utilize AdMedika as the third party that provides swipe card network system. The market segment which serves as EB target is the companies that requires health benefits, life, accident and pension for their employees. At present EB is marketed by five submarketing channels: Agencies, Brokers, Captive, Direct Sales (EBC/EBCM) dan Bancassurance Partnership. In addition, BNI Life also well-established synergy with the marketing distribution channel of the Employee Benefits Consultant. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 70 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Produk Employee Benefits Produk-produk Employee Benefits yang ditawarkan di 2012, antara lain: • Optima Group Protection, yaitu program asuransi kecelakaan untuk karyawan. • Optima Group Life, yaitu program asuransi yang memberikan perlindungan keuangan komprehensif terhadap risiko atas diri karyawan yang disebabkan oleh kecelakaan maupun bukan kecelakaan. • Optima Group Health, yaitu program asuransi kesehatan baik dalam paket standar maupun sesuai dengan permintaan yang diinginkan (tailor-made). • Optima Group Saving, yaitu solusi perencanaan dan pengelolaan dana hari tua yang menggabungkan unsur proteksi asuransi jiwa dan investasi. Pengelolaan investasi untuk program ini tersedia dalam berbagai pilihan, seperti reksadana, obligasi, pasar uang, dan deposito. • Optima Group Executive Saving, yaitu program asuransi yang dikhususkan bagi jajaran eksekutif pemegang polis, yang terdiri dari Direksi dan Komisaris. • Optima Group Credit Life , yaitu program perlindungan kredit karyawan yang diselenggarakan oleh Perusahaan seperti Car Ownership Program (COP) atau Home Ownership Program (HOP). Asuransi ini akan melindungi dana pinjaman karyawan ke Perusahaan bilamana dalam jangka waktu pembayaran kredit, karyawan meninggal dunia. Pencapaian 2012 Pencapaian-pencapaian non-finansial sepanjang tahun 2012 lebih banyak difokuskan kepada: • Peningkatan pelayanan untuk nasabah korporasi baik dari pelayanan klaim, rumah sakit, dan sistem administrasi yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah korporasi. • Pengembangan produk korporasi yang lebih sesuai dengan kondisi pasar asuransi korporasi saat ini. Berbagai peningkatan dan pengembangan di atas ditandai dengan pertumbuhan jumlah polis new business di sepanjang tahun 2012 dan persistensi polis perpanjangan yang semakin membaik di tahun tersebut. Ini menyebabkan jumlah total nasabah korporasi Employee Benefits dari 303 pada 2011 meningkat menjadi 370 nasabah pada 2012. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan perusahaan di Indonesia terhadap BNI Life dalam mengelola program asuransinya semakin tinggi. Employee Benefits Product The products of Employee Benefits offered in 2012 are as follows: • Optima Group Protection, is an accident insurance program for employees. • Optima Group Life, is an insurance program that provides comprehensive financial protection due to employees risk of accident and non-accident. • Optima Group Health, is a health insurance program as standard package as well as in line with the specific needs (tailor made). • Optima Group Saving, is a solution for planning and managing the retirement fund combined with life insurance protection and investment. The choices of investment management for this program include mutual fund, obligation, money market and deposits. • Optima Group Executive Saving, is an insurance program especially designed for executive level policy holder: Commissioners and Directors. • Optima Group Credit Life, is a credit protection program organized by the company employees as Car Ownership Program (COP) or the Home Ownership Program (HOP). This insurance protects the loan funds to the Company’s employees, if the employee dies during the loan repayment period. 2012 Achievements Throughout 2012, the non-financial achievements were focused on: • Service improvement for corporate customers in terms of claim, hospital, and administration system that provides easy access and convenience for them. • Development of corporate product that was adjusted in accordance with the current market condition of corporate insurance. All improvements and developments above are marked by the growth in new business policy figure and by the improved extension policy persistency during 2012. This has raised the total number of Employee Benefits’ corporate customers from 303 in 2011 rose to 370 customers 2012. This shows that the level of trust of Indonesian companies toward BNI Life in managing their insurance program has increased. BNI Life | 2012 Annual Report 71 Nasabah-nasabah korporasi Employee Benefits tediri dari perusahaan swasta nasional dan multinasional, BUMN serta semi BUMN (anak perusahaan BUMN). Sementara itu, jumlah tenaga pemasar EBC mencapai 18 orang, bertambah satu orang dari tahun lalu. Untuk pemasaran produk BNI Life, Employee Benefits juga menjalin kerja sama dengan 48 broker Asuransi Jiwa pada 2012. Faktor pendorong kinerja yang baik ini adalah adanya perbaikan kualitas layanan serta hubungan yang langgeng dengan puluhan perusahaan, baik BUMN maupun non-BUMN. Reputasi induk perusahaan BNI sebagai perusahaan yang dapat diandalkan dan bereputasi baik sangat penting peranannya bagi kemajuan BNI Life. Pertumbuhan Tenaga Pemasar Employee Benefits Tahun 2010-2012 Employee Benefits Sales Force Growth in 2010-2012 10 15 2 2 2 16 2010 2011 2012 Employee Benefits Consultant (EBC) Employee Benefits Consultant Manager (EBCM) Dari sisi finansial, polis mengalami peningkatan hingga 22,11%, yaitu dari 303 di tahun 2011 menjadi 370 di 2012. Sementara itu, pertumbuhan premi bruto mencapai 32,14%, yaitu dari Rp248,72 miliar menjadi Rp328,65 miliar, yang didorong oleh dua hal, yaitu penambahan dua unit pemasaran baru (Unit Brokers Relations dan Bancassurance Partnersip) serta peningkatan layanan kepada nasabah BNI Life yang terus dilakukan pengembangannya selama tahun 2012. The corporate clients of Employee Benefits consist of national and multinational private enterprises, state-owned enterprises, as well as the subsidiary of state-owned enterprises. Meanwhile the number of EB Consultant (EBC) reached 18 persons, one additional compared to last year. In marketing the BNI Life product, Employee Benefits cooperate with 48 life insurance broker in 2012. The driving factor for good performance is the improvement in quality of service and a close business relationship with tens of companies, government owned (BUMN) and non-BUMN. The reputability of BNI as a company which one can depend on, has been a key success factor in the advancement of BNI Life in this sector. In terms of financials, the policy has increased by 22.11% in 2011 to 370 in 2012 from 303 in 2011. Meanwhile the growth of the gross premium reached 32.14% or from Rp248.72 billion to Rp328.65 billion, driven by two factors: the two additional marketing units (Brokers Relations and Bancssurance Partnership), as well as improved service to BNI Life customers, which is continually being improved throughout 2012. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 72 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Persentase Polis Employee Benefits Tahun 2012 Percentage of Employee Benefits Policies in 2012 Pertumbuhan Polis Employee Benefits Tahun 2010-2012 Employee Benefits Policies Growth in 2010-2012 295 303 370 2010 2011 2012 Pensiun 9% Jiwa 11% Askes 80% Persentase Premi Bruto Employee Benefits Tahun 2010-2012 Gross Premium Percentage of Employee Benefits in 2010-2012 EBC Brokers Bancassurance Agency Captive 7,51% 38,61% 53,89% 39.81 % 4,62 %0,25 % 55,33 % 40,88 % 13,90 % 3,19 % 0,64 % 41,39 % 328.65 248.74 250.91 Pertumbuhan Premi Bruto Employee Benefits Tahun 2010- 2012 (dalam Rpmiliar) Employee Benefits Gross Premium Growth in 2010-2012 (in Rpbillion) 2010 2011 2012 Persentase Premi Bruto Employee Benefits Tahun 2012 Percentage of Employee Benefits Gross Premium in 2012 Renewal 75% New Bussines 25% BNI Life | 2012 Annual Report 73 Strategi 2013 Pada 2013, segmen Employee Benefits akan memperluas jaringan kerja sama dengan memanfaatkan referral dari BNI, khususnya untuk nasabah korporat, serta mengembangkan captive business Bank BNI. Selain itu, jaringan kerja sama dengan Kantor Pemasaran dan Kantor Pemasaran Mandiri, serta distribusi penjualan ke broker dan konsultan, Perusahaan juga akan diperluas. Selain melakukan perbaikan layanan BNI Life secara keseluruhan, meningkatkan kinerja pemasaran dari tim EBC/Exclusive Agency, dan mengelola efisiensi biaya, segmen Employee Benefits juga akan melakukan optimalisasi penjualan produk, yang di antaranya termasuk fokus pada penjualan Optima Group Life, Optima Group Protection, dan Optima Group Saving. 2013 Strategy In 2013, the Employee Benefits segment will expand its cooperation network by utilizing the referral from BNI, perticularly for corporate customers, and to develop Bank BNI captive business. In addition, the cooperation network with the Marketing Office and the independent Marketing Office, as well as sales distribution to brokers and consultants are also to be expanded. Other than improving the BNI Life service as a whole, the marketing performance out of the EBC team/ Exclusive Agency and managing cost efficiency, the EB segment also optimizing the product sales which include the focus on the sales of Optima Group Life, Optima Group Protection, dan Optima Group Saving. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 74 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Syariah Pembentukan Unit Bisnis Syariah adalah usaha BNI Life untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan asuransi yang berbasis prinsip-prinsip Syariah. Untuk segmen Syariah, BNI Life menjalin kerja sama dengan beberapa Lembaga Keuangan Syariah antara lain BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, serta sejumlah perusahaan asuransi umum. Segmen pasar yang menjadi target Syariah adalah lembaga keuangan syariah, organisasi-organisasi syariah serta masyarakat umum yang membutuhkan produk asuransi syariah. Saat ini Syariah dipasarkan oleh empat Distribution Channel, yaitu Sharia Employee Benefits, Bancatakaful, Sharia Direct Business, dan Agency. Produk Syariah Produk-produk Syariah yang ditawarkan di 2012, antara lain: • BLife Wadi’ah Cendekia, yaitu program asuransi syariah untuk pendidikan anak. • BLife Investa Plus Syariah, yaitu program asuransi plus investasi yang dikelola secara profesional dan sesuai syariah, dengan sistem pembayaran kontribusi secara sekaligus. • BLife Multi Investa Syariah, yaitu program asuransi plus investasi yang dikelola secara profesional dan sesuai syariah, dengan sistem pembayaran kontribusi secara berkala (bulanan, triwulanan, semesteran atau tahunan). • BLife Amanah Investa Syariah, yaitu program asuransi plus investasi yang dikelola secara profesional dan sesuai syariah, dengan sistem pembayaran kontribusi secara berkala (bulanan, triwulanan, semesteran atau tahunan) • Asuransi Jiwa Pembiayaan, yaitu program asuransi kumpulan yang menjamin perlindungan terhadap risiko meninggal dunia atas nasabah-nasabah pembiayaan bank rekanan dengan uang asuransi sebesar sisa pembiayaannya. • BLife Health Plan Syariah, yaitu program asuransi kesehatan kumpulan baik dalam paket standar maupun sesuai dengan permintaan yang diinginkan (tailor-made). • BLife Ekawarsa Syariah, yaitu program asuransi kumpulan yang memberikan jaminan terhadap risiko ekonomi akibat kematian baik disebabkan oleh kecelakaan maupun bukan karena kecelakaan. Syariah BNI Life formed the Sharia Business Unit in respond to the needs of Indonesian community for insurance which is based on Sharia principles. For the Sharia segment, BNI Life works in cooperation with a few Sharia Financial institutions, among others, BNI Sharia, BRI Sharia, Bank Sharia Mandiri, Bank Muamalat and a number of general insurers. The market segment which serves as the target for Sharia is the Sharia financial institutions, Sharia organizations and general communities who requires Sharia insurance products. At present Sharia products are marketed using four distribution channels: SharianEmployee Benefits, Bancatakaful, Direct Business Sharia and Agency. Sharia Products Sharia products offerings in 2012 include: • BLife Wadi’ah Cendekia, a Sharia insurance program for children education. • BLife Investa Plus Syariah, an insurance program with an added investment professionally managed in line with Sharia principles, with a one-time contribution payment systems. • BLife Multi Investa Syariah,an insurance program with an added investment professionally managed in line with Sharia principles, with contribution payment systems on monthly, quarterly, half-yearly and yearly. • BLife Amanah Investa Syariah,an insurance program with an added investment professionally managed in line with Sharia principles, with contribution payment systems on monthly, quarterly, half-yearly and yearly. • Life Insurance Finance is a group insurance program that ensures protection of death risks toward financing customers in partner banks in the form of insurance money amounted to the remaining financing fund. • BLife Health Plan Sharia is a health group insurance program, both in standard package and in adjustment with requirement asked (tailor made). • BLife Ekawarsa Syariah, a group insurance program that provides guaranteed for economic risk in the event of death due to accident and non-accident. BNI Life | 2012 Annual Report 75 • BLife Personal Accident Syariah, yaitu program asuransi kecelakaan kumpulan yang memberikan jaminan terhadap risiko ekonomi akibat kematian dan/atau cacat tetap yang disebabkan oleh kecelakaan. Pencapaian 2012 Selama 2012, pencapaian-pencapaian non finansial yang telah diraih Perusahaan terkait Syariah, yaitu penambahan Manajer Investasi untuk memaksimalkan kinerja pengelolaan dana investasi serta sistem IT untuk pemrosesan akseptasi asuransi jiwa pembiayaan Syariah. Pemasaran produk-produk Syariah Perusahaan didukung oleh tenaga pemasar yang cenderung stabil setiap tahunnya. Namun dari sisi polis, terjadi kenaikan sebesar 25,24%, yaitu dari 2.817 polis di tahun 2011 menjadi 3.528 polis di 2012 untuk produk asuransi individu, dan naik sebesar 253,45%, yaitu dari 58 polis di tahun 2011 menjadi 205 polis di 2012 untuk produk asuransi kumpulan. Seiring dengan hal tersebut, kontribusi bruto juga tumbuh hingga 12,87%, yaitu dari Rp63,80 miliar menjadi Rp73,22 miliar. Pertumbuhan Pendapatan Kontribusi Syariah Tahun 2010-2012 (dalam Rpmiliar) Sharia Contribution Income Growth in 2010-2012 (in Rp billion) 35,26 63,80 73,22 2010 2011 2012 Pertumbuhan Polis Syariah Tahun 2011-2012 Sharia Policies Growth in 2011-2012 2011 58 2.817 2012 205 3.528 • BLife Personal Accident Syariah, an accident group insurance program that provides guaranteed for economic risk in the event of death and permanent disability due to accident. 2012 Achievements In 2012, the non-financial achievements of the Company related to Sharia was the additional Investment Manager to maximize performance on the investment funds management and the IT system to process acceptance of Sharia financing life insurance. The human resources support to the Company’s marketing of its Sharia products has been stable each year. In terms of policy, there is an incresae of 25.24% from 2,817 policy in 2011 to 3,528 policy in 2012 for the individual insurance product, while for the group insurance the increase is over 2.5 times (253.45%) or 205 policy versus 58 in 2011. In line with these increases, the gross contribution grew 12.87% or from Rp63.80 billion to Rp73.22 billion. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 76 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis 2013 Strategy In 2013, the Sharia Business Unit will continue its strategy set in 2012, which is to focus on the marketing of life insurance products related to financing, cooperating with Sharia bank partners. In addition, Sharia plan to expand through cooperation, acquiring new partners and adding co-branded products with Sharia bank partners. Pertumbuhan Pendapatan Syariah Berdasarkan Saluran Sub Distribusi Tahun 2010-2012 (dalam Rp miliar) Sharia Income Growth Based on Sub Distrbution Channel in 2010-2012 (in Rp billion) 6.85 10.48 17.10 29.36 17.35 2.63 14.64 20.83 30.17 4.34 17.87 Employee Benefit Bancassuance Co insurance Bisnis Individu / Individual Business 0.84 2010 2011 2012 Strategi 2013 Pada 2013, Unit Bisnis Syariah akan tetap melanjutkan strateginya di 2012, antara lain dengan tetap fokus pada pemasaran produk asuransi jiwa pembiayaan, yang bekerja sama dengan bank-bank syariah rekanan. Di samping itu, Syariah juga akan melakukan ekspansi kerja sama dengan mencari mitra baru serta penambahan produk co-branding baru dengan bankbank syariah rekanan. BNI Life | 2012 Annual Report 77 Efektif sejak tanggal 1 Januari 2012, BNI Life telah melakukan penerapan PSAK no. 62 tentang “Kontrak Asuransi” yang telah direvisi dan berlaku efektif selama tahun 2012. Guna menyajikan pelaporan keuangan yang komparatif pada tahun-tahun sebelumnya, manajemen telah melakukan penyesuaian dan penyajian kembali atas laporan keuangan BNI Life untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011. Penyajian kembali laporan keuangan tersebut berdampak pada perubahan laba bersih Perusahaan dari laba bersih Rp5,01 miliar menjadi rugi bersih sebesar Rp11,04 miliar. Tahun 2012, BNI Life sukses meraih pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dari tahun 2011, yaitu sebesar Rp60,02 miliar, atau tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, yang mengalami rugi bersih sebesar Rp11,04 miliar (telah disajikan kembali). Meskipun demikian, manajemen tetap berkomitmen dalam menjaga kestabilan rasio-rasio keuangan yang relevan guna implementasi fungsi kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan memitigasi risiko bisnis asuransi selama tahun yang bersangkutan. Risk Based Capital (RBC) berada pada tingkat 171% dan rasio lancar pada tingkat 295% selama tahun 2012. Secara keseluruhan, kesuksesan manajemen mencapai pertumbuhan laba bersih sebesar 643,74% menghasilkan tingkat pengembalian aset sebesar 2,15% yang meningkat signifikan dari defisit 0,44% per tahun 2011. Berikut kami tampilkan penjelasan lebih lanjut mengenai tinjauan kinerja BNI Life melalui perspektif finansial. Tinjauan Keuangan ini harus dibaca bersamaan dengan Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang diambil dari Laporan Keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan (a firm member of PwC global network) dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) baru dan revisi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 (sebelum penyajian kembali laporan keuangan) diambil dari Laporan Keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 (sebelum penyajian Efective since 1 January 2012, BNI Life had adopted SFAS no. 62 on “Insurance Contracts”, revised and effectively accepted during 2012. For the purpose of comparative presentation financial statement in prior years, management had provided adjustment and restatement of financial statements of BNI Life for the period ended on 31 December 2011. The restated financial statement had effected to the Company’s net profit at the amount of Rp5.01 billion to become net loss at the amount of Rp11.04 billion. In 2012, BNI Life successfully achieved a satisfactory growth of net profit higher than 2011 amounting to Rp60,02 billion, or an increase over the previous year, which had a net loss of Rp11,04 billion (restated). Nonetheless, management remains committed to maintaining the stability of the financial ratios that are relevant to the implementation of the functions of the regulatory compliance and mitigate business risk insurance during the year. Risk Based Capital (RBC) is at the level of 171% and a current ratio at a rate of 295% over 2012. Overall, the success of management achieved net profit growth of 643.74% yield rate of return on assets of 2.15%, which increased significantly from a deficit of 0.44% per year 2011. The following explanation serves as BNI Life’s performance review from the financial perspective. This financial review must be read in conjunction with the Statement of Financial Position (Balance Sheet) and Statement of Comprehensive Income for the year ended 31 December 2012, derived from the Financial Statement of the date and for the year ended 31 December 2012, audited by Tanudiredja, Wibisana & Rekan (a member firm of PwC global network), where an unqualified opinion was expressed with the paragraph which explain the application of the new Statement of Financial Accounting Standard (PSAK) and revision effective 1 January 2012. The Statement of Financial Position (Balance Sheet) and the Statement of Comprehensive Income for the year ended 31 December 2011 (before restated) is derived from the Financial Statement on the date and year ended 31 December 2011 (before restated), audited by Purwantono, Suherman & Surja (a member Tinjauan Keuangan Financial Review BNI Life | Laporan Tahunan 2012 78 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis kembali) yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan revisi PSAK yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011. Efektif sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan mengadopsi beberapa PSAK baru dan revisi. Sehubungan dengan hal ini, laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 telah disajikan kembali. Penyajian Kembali Laporan Keuangan Periode Tahun 2011 Standar Akuntansi Keuangan yang relevan bagi Perusahaan adalah terutama PSAK no. 62 tentang “Kontrak Asuransi” dan PSAK no. 36 tentang “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa”. PSAK tersebut telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012. Oleh sebab itu, guna menyajikan laporan keuangan yang wajar dan komparatif sesuai dengan Standar Keuangan yang berlaku, manajemen telah melakukan telaah dan penyesuaian terhadap laporan keuangan yang telah beredar, khususnya periode tahun 2011 dan 2012. Atas evaluasi dan penyesuaian yang dilakukan, Perusahaan telah menyajikan kembali laporan keuangan per 31 Desember 2011. Berikut dampak penyajian kembali yang telah dilakukan oleh Perusahaan: Laporan Posisi Keuangan Sebelum Penyajian Kembali Before Restatement Penyajian Kembali Restatement Setelah Penyajian Kembali After Restatement Statement of Financial Position Aset Assets Aset reasuransi - 9.695 9.695 Reinsurance assets Liabilitas Liabilities Liabilitas manfaat polis masa depan 1.941.182 81.990 2.023.171 Liabilities for future policy benefit Premi yang belum merupakan pendapatan 67.390 (3.371) 64.019 Unearned premium income Laporan Pendapatan Komprehensif Statement of Comprehensive Income (Kenaikan)/penurunan premi yang belum merupakan pendapatan (8.845) 1.530 (7.315) (Increase)/decrease in unearned premium income Perubahan neto liabilitas manfaat polis masa depan (104.441) (17.582) (122.023) Net changes in liabilities for future policy benefits firm of Ernst & Young Global Limited) where an unqualified opinion is expressed with the paragraph which explain the application of the revised Statement of Financial Accounting Standard (PSAK) effective 1 January 2011. Effective 1 January 2012, the Company adopts several new PSAK and revision. Accordingly, the financial statement on the date and year ended 31 December 2011 restated. Restated Financial Statement as of 31 December 2011 Financial Accounting Standards which are relevant for the Company is primarily SFAS no. 62 on “Insurance Contracts” and SFAS no. 36, “Accounting for Insurance Contracts”. The standard had been revised and became effective on January 1, 2012. Therefore, in order to present the comparative and reasonable financial statements with the applicable financial standards, the management had conducted to review and provided an adjustment of the financial statements that have been outstanding, especially for the period of 2011. Because of the evaluation and adjustments provided, the Company has restated its financial statements as of December 31, 2011. The following are the impact of the restatement: BNI Life | 2012 Annual Report 79 Laporan Laba Rugi Komprehensif Pendapatan premi bruto meningkat hingga 15,88% lebih tinggi dari tahun 2011, sebagai bentuk realisasi pertumbuhan kinerja operasional tiap-tiap unit bisnis berdasarkan saluran distribusi. Di samping itu, secara proporsional, beban umum dan administrasi mengalami peningkatan 25,79%. Dengan efek bersih pertumbuhan pendapatan premi yang diikuti peningkatan beban operasional, Perusahaan berhasil memperoleh realisasi pertumbuhan laba bersih setelah pajak yang signifikan sebesar 643,74% lebih tinggi selama tahun 2012. Pendapatan Sebesar 84% dari jumlah pendapatan Perusahaan adalah berasal dari pendapatan premi. Kontribusi pendapatan terbesar kedua untuk pendapatan Perusahaan adalah pendapatan dari hasil kegiatan investasi Perusahaan. Selama tahun 2012, total pendapatan meningkat dari Rp1,18 triliun selama tahun 2011 menjadi Rp1,35 triliun selama tahun 2012. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, peningkatan tersebut merupakan bentuk kontribusi utama atas pertumbuhan pendapatan premi bruto selama tahun 2012 yang meningkat 15,88% lebih tinggi dari tahun 2011. Di samping itu, pendapatan hasil usaha yang berasal dari kegiatan investasi Perusahaan mengalami peningkatan 22,34% lebih tinggi dari perolehan tahun 2011 di mana peningkatan ini memberikan pengaruh sebesar 10% atas pertumbuhan pendapatan Perusahaan secara keseluruhan. Statements of Comprehensive Income Gross premium income increased by 15.88% higher than in 2011, as a form of realization of the growth of operatonal performance of each business unit based on distribution channel. In addition, proportionally, general and administration expenses increased by 10.68%. With the net effect of growth in premium income followed by an increase in operating expenses, the Company succeeded in obtaining realizable growth in net profit after tax significantly by 643.74% higher in the year of 2012. Revenues As many as 84% of the Company’s total revenue is derived from premium income. The second largest revenue contribution to the Company’s revenue is the income generated by the Company’s investment activities. During the year of 2012, total revenues increased from Rp1.18 trillion in 2011 to Rp1.35 trillion during 2012. As mentioned earlier, the increase was form a major contribution to the growing gross premium income for the year of 2012 which increased 15.88% higher than the achievement in 2011. In addition, other revenue derived from the results of the Company’s investment activities has increased 22.34% higher than the revenue during 2011 that the increase had effected to the influence on the overall growth of the Company’s revenue by 10%. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 80 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Pendapatan 2012 2011 Kenaikan Growth % dalam jutaan Rupiah Revenues In IDR Million Pendapatan Premi Premium Income Dikurangi: 1.245.039 1.074.396 15,88 Less: Premi Reasuransi (58.237) (48.942) 18,99 Reinsurance Premium Kenaikan/Penurunan Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan (50.469) (7.315) 789,94 Increase/decrease in unearned premium Pendapatan Neto 1.136.332 1.018.139 11,61 Nett Income Hasil Investasi Neto 154.221 126.055 22,34 Net Investment Income Pendapatan Lain-lain 61.037 31.453 94,06 Other Income Total Pendapatan 1.351.591 1.175.647 14,97 Total Income Beban Expenses Klaim dan Manfaat Polis 906.601 936.316 -3,17 Claim and Policy Benefits Beban Akuisisi 227.827 126.825 79,64 Acquisition Cost Beban Usaha 146.378 112.115 30,56 Operating Expenses Beban/(pendapatan) non operasional 232 696 -66,67 Non Operational Expenses/(income) Total Beban 1.280.574 1.174.561 9,03 Total Expenses Laba Sebelum Pajak Tangguhan 71.017 1.086 6.439,32 Income Before Deferred Tax Benefit Pajak Tangguhan 10.999 12.124 -9,28 Income Tax Laba bersih setelah pajak 60.018 (11.038)* 643,74 Net income after taxes Pendapatan/Rugi Komprehensif 10.069 4.029 149,91 Comprehensive Income/Loss Laba Komprehensif Tahun Berjalan 70.087 (7.009) 1.099,96 Total Comprehensive Income of the Year Pendapatan Premi Seperti yang dijelaskan pada bagian tinjauan operasional, Perusahaan memiliki empat saluran distribusi yang dikategorikan sesuai dengan strategi saluran distribusi penawaran paket produk asuransi kepada masyarakat. Perolehan pendapatan dari aktivitas operasional saluran distribusi tersebut sangat menentukan kinerja operasional Perusahaan. Berikut ini perolehan pendapatan tiap-tiap saluran distribusi yang secara langsung mempengaruhi peningkatan pendapatan premi selama tahun 2012: Pendapatan 2012 2011 Kenaikan Growth Revenues dalam jutaan Rupiah In IDR Million % Bancassurance 698.189 451.710 54,57 Bancassurance Employee Benefit 328.650 248.718 32,14 Employee Benefit Agency 218.200 373.943 -41,65 Agency Total 1.245.039 1.074.396 15,88% Total Syariah 73.222 63.798 12,87 Sharia Premium Income As described in the operational review, the Company has four business segments which are classified according to the distribution channel in offering the insurance products package to the public. The revenues received from these business segment are very crucial in determining the result of Company’s performance. The following are the detail of revenues from each business segment that directly effected to the increase of premium income during the year of 2012: * restatement BNI Life | 2012 Annual Report 81 Pendapatan Premi 2012 Premium Income 2012 Pendapatan Premi 2011 Premium Income 2011 Bancassurance Employee Benefit Agency Sharia 35% 39% 21% 5% 25% 6% 16% 53% Berdasarkan informasi tersebut, selama tahun 2012, unit Bancassurance merupakan saluran distribusi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan Pendapatan Premi Perusahaan. Hal ini sesuai dengan strategi Perusahaan yang menetapkan bahwa tahun 2012 merupakan tahun transformasi unit bisnis Bancassurance untuk dapat tumbuh dan berkelanjutan. Pendapatan Premi dari saluran distribusi Bancassurance adalah sebesar Rp698,19 miliar, atau naik 54,57% dari pendapatan selama tahun 2011. Atas kenaikan ini, pendapatan premi dari Bancassurance memberikan kontribusi sebesar 53,65% bagi perolehan Pendapatan Premi selama tahun 2012. Selanjutnya, kontribusi lainnya atas pertumbuhan Pendapatan Premi adalah berasal dari saluran distribusi Employee Benefit, dan kemudian diikuti dengan unit bisnis Syariah. Perolehan pendapatan premi dari Employee Benefits naik menjadi sebesar Rp328,650 miliar (32,12%) selama tahun 2012. Pendapatan premi dari Syariah meningkat 12,87% lebih tinggi selama tahun 2012. Untuk segmen bisnis Agency, perolehan pendapatan premi selama tahun 2012 mengalami penurunan signifikan sebesar 41,65%. Penurunan ini lebih disebabkan dari beberapa produk asuransi yang sudah dihentikan penjualannya oleh manajemen, karena kurang memberikan profitabilitas bagi Perusahaan. Kendati demikian, penurunan yang signifikan atas perolehan premi dari Agency dapat diimbangi dengan kenaikan pendapatan premi dari segmen Bancassurance, Employee Benefit, dan syariah. Sebagai hasilnya, Pendapatan Premi mengalami pertumbuhan sebesar 15,88% lebih tinggi dari perolehan selama tahun 2011. Based on this information, during the year of 2012, Bancassurance unit business contributed mostly to the growth of the Company’s Premium Income. This was consistent with the Company’s strategy which established that the year of 2012 was a transformational year for Bancassurance business unit to be growth and sustainable. The premium income from Bancassurance business segment was amounting to Rp698.19 billion which increased 54.57% of the revenue for the year of 2011. Above this increase, premium income from Bancassurance unit contributed 53.65% to the significant growth of Premium Income for the year of 2012. Furthermore, other contributions on the growth of premium income were derived from the Employee Benefits distribution channel, and also Sharia business unit. Premium income of the Employee Benefits up to Rp328.650 billion (32.12%) during the year 2012. In addition, premium income derived from Sharia business unit increased by 12.87% higher during the year of 2012. For Agency business segment, premium income during the year of 2012 decreased significantly by 41.65%. This decrease was caused by that few products of insurance have been discontinued offered by management because their bad performance. However, this significant reduction of Agency premium income could be offset by the significant increase of premium income from Bancassurance, Employee Benefit, and sharia business segment. As the results, premium income grew by 15.88% higher than the income achieved during the year of 2011. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 82 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Agency Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Agency merupakan saluran distribusi di mana Perusahaan bermitra dengan agen-agen asuransi dalam memasarkan pemasaran produk-produk asuransi. Sasaran penjualan saluran distribusi Agency adalah nasabah perorangan. Selama tahun 2012, sesuai dengan fokus manajemen yang mengubah strategi haluan bisnisnya menjadi berorientasi pada pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan, manajemen telah melakukan evaluasi produk-produk yang sudah ada. Secara perspektif finansial, hal tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja operasional di mana selama tahun 2012, pendapatan premi dari Agency mengalami penurunan dari Rp373,94 miliar selama tahun 2011 menjadi Rp218,20 miliar selama tahun 2012. Penurunan ini memberikan pengaruh sebesar 15,74% terhadap fluktuasi pertumbuhan pendapatan premi Perusahaan selama tahun 2012. Bancassurance Saluran distribusi Bancassurance adalah saluran distribusi yang memasarkan produk-produk asuransi, bekerja sama dengan pihak bank. Sejak awal BNI Life berdiri, saluran distribusi ini telah menjadi tulang punggung bagi kelangsungan bisnis Perusahaan. Seperti halnya pada Agency, manajemen juga mengubah fokus usahanya dengan menutup beberapa produk asuransi yang tidak memiliki profitabilitas yang efektif. Meskipun demikian, peningkatan kinerja tenaga pemasar dan hasil dari strategi pengembangan jaringan pemasaran mendorong kenaikan polis asuransi. Di samping itu, sejak awal tahun 2012, manajemen telah menetapkan strategi transformasi saluran distribusi Bancassurance yang dapat tumbuh dan berkelanjutan. Beberapa implementasi penting manajemen terhadap strategi tersebut adalah perubahan sasaran nasabah dari consumer menjadi corporate, penambahan outlet-outlet potensial BNI Life dari 480 outlet per 2011 menjadi 603 outlet per 2012 dan penambahan Bancassurance Specialist dari 366 orang per 2011 menjadi 563 orang per 2012. Agency As mentioned earlier, the Agency is a distribution channel which the Company partnering with insurance agents for marketing of insurance products. The target sales Agency business segment is the individual customers. During the year of 2012, in accordance with the change management focus to sustainable growth oriented business, management had evaluated its existing products. In the financial perspective, it was significantly affected to the operational performance during the year of 2012 that the premium income from the Agency decreased from Rp373.94 billion during 2011 to Rp218.20 billion during 2012. This gave the effect by 15.74% of the fluctuations premium income in the Company during the year of 2012. Bancassurance Bancassurance distribution channel is a sales distribution that partnering with banks to sell insurance products. Since the establishment of BNI Life, this business segment has become the backbone for the sustanability of businesses. As well as agency, management also changed the focus and discontinued some insurance products that had efective performance. Nevertheless, the performance improvement of sales agents and the result of network sales development strategy have boosted the insurance policy. In addition, since the beginning of 2012, management had determined transformation strategy Bancassurance distribution channel to be growth and sustainable. Some important implementation strategy were the change of target from consumer to corporate customers, the additional of potential outlets BNI Life from 480 outlets per 2011 to 603 outlet per 2012 and the additional of Bancassurance Specialist of 366 people per 2011 to 563 people per 2012. BNI Life | 2012 Annual Report 83 Dengan demikian, secara perspektif finansial, polis bertambah sebesar 62,78%, yaitu dari 27.617 di tahun 2011 menjadi 44.956 di tahun 2012. Kenaikan jumlah polis ini merupakan peningkatan kinerja tenaga pemasar dan hasil dari strategi pengembangan jaringan pemasaran. Pertumbuhan polis ini diikuti oleh pertumbuhan premi bruto, yang melonjak hingga 54,57%, yaitu dari Rp451,71 miliar menjadi Rp698,19 miliar. Bancassurance* 594.086 451.710 698.189 2010 2011 2012 Agency* 497.629 373.943 218.200 2010 2011 2012 * dalam Rp miliar/in Rp billion Employee Benefits Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Employee Benefits adalah program asuransi BNI Life yang ditujukan untuk kesejahteraan para karyawan perusahaan. Sasaran nasabah untuk saluran distribusi ini adalah nasabah corporate. Selama tahun 2012, jumlah polis asuransi meningkat dari 303 polis per tahun 2011 menjadi 370 polis asuransi. Atas peningkatan polis asuransi tersebut dan diikuti dengan sasaran nasabah yang masih sama seperti tahun sebelumnya, secara perspektif finansial, perolehan pendapatan premi dari saluran distribusi Employee Benefits mengalami kenaikan sebesar 32,14% lebih tinggi selama tahun 2012. Kontribusi laba operasional EB terhadap laba operasional perusahaan: 29,478% atau sebesar Rp20.634.887.722. Syariah Unit bisnis syariah adalah saluran distribusi guna menjalankan bisnis pengasuransian dalam konsep berbasis syariah. Saluran distribusi ini masih baru dijalankan di Perusahaan guna meraih kontribusi nilai tambah Perusahaan melalui pangsa pasar berbasis syariah. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kinerja operasional syariah memberikan kontribusi yang sangat baik bagi nilai tambah Perusahaan secara keseluruhan. Thus, from the financial perspective, the number of policy increased to 62.78% from 27,617 in 2011 to 44,956 in 2012. The increase of policy number is a result of performance improvement of sales agents as well as the marketing network development strategy. The growth of policy also followed by gross premium growth that rose 54.57% from Rp451.71 billion to Rp698.19 billion. Employee Benefits As mentioned earlier, the Employee Benefits is BNI Life insurance program aimed for the welfare of the employees of an entity. Target customers for this business segments are corporate clients. During the year of 2012, the number of insurance policies increased from 303 in 2011 to 370. The increase in the insurance policy was caused by that there were no change of target customers during 2012. From the financial perspective, the premium income from Employee Benefits distribituon channel increased by 32.14% higher during the year of 2012. EB contributed operating profit to operating profit of the company: 29.478% or Rp20,634,887,722. Sharia Sharia Business Unit is the business segment in order to conduct insurance business in the concept of sharia. This business segment is still new in the Company, in order to achieve the added value from sharia Market Share. As mentioned previously, the operational performance of Sharia Business Unit was resulted satisfying contributions to the Company’s value. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 84 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis During 2012, the Company managed to achieve growth in premium income by 12.87% higher than the previous year. This achievement contributed to the Company’s premium income 5.88%. Although the contributions of Sharia business unit was the smallest contribution of all business segment, this business unit always grew each period so it could potentially provide a significant role for the operational performance of the Company. Investment Income In accordance with the nature of insurance business, the insurance transaction had never been separated by the investing activities. This was done in order to mitigate liquidity risk and solvency and optimize the use of funds generated from premium income. The results of the investments, the entities received investment income which was part of the entity’s income. During the year of 2012, a significant growth of premium income had triggered an increase of investment portfolio by 8.85% higher. As the results, the income generated by investment increased by 22.34% higher than the previous year. The increased contributed to the growth of the Company’s revenue during the year of 2012 by 10.35% which previously contributed only at 9.35%. Selama tahun 2012, Perusahaan berhasil meraih pertumbuhan pendapatan premi sebesar 12,87% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Perolehan tersebut memberikan kontribusi bagi Pendapatan Premi Perusahaan seluruhnya sebesar 5,88%. Sekalipun kontribusi unit bisnis syariah merupakan kontribusi yang terkecil dari seluruh saluran distribusi Perusahaan, unit bisnis ini selalu bertumbuh setiap periodenya sehingga sangat berpotensi memberikan peranan yang signifikan bagi kinerja operasional Perusahaan. 2010 2011 2012 35.261 63.798 73.222 Employee Benefits* Sharia* 244.064 248.718 328.650 2010 2011 2012 * dalam Rp miliar/in Rp billion Hasil Investasi Sesuai dengan natura produk asuransi, kegiatan operasional transaksi asuransi tidak pernah terpisahkan dengan kegiatan investasi. Hal tersebut dilakukan guna memitigasi risiko likuiditas dan solvabilitas usaha dan mengoptimalkan pemanfaatan dana yang dihasilkan dari perolehan pendapatan premi. Atas kegiatan investasi tersebut, entitas memperoleh pendapatan hasil investasi yang bagian dari pendapatan selama tahun yang bersangkutan. Selama tahun 2012, pertumbuhan yang signifikan dari perolehan pendapatan premi memicu portofolio aset investasi yang meningkat sebesar 8,85% lebih tinggi. Sebagai hasilnya, pendapatan hasil usaha mengalami kenaikan sebesar 22,34% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan hasil investasi tersebut meningkatkan pertumbuhan kontribusi tehadap pendapatan Perusahaan selama tahun 2012 menjadi sebesar 10,35% di mana kontribusi sebelumnya adalah sebesar 9,35%. BNI Life | 2012 Annual Report 85 Beban Selama tahun 2012, beban operasional dan non operasional mengalami peningkatan sebesar 9,03% lebih tinggi dari beban yang tercatat selama tahun 2011. Peningkatan disebabkan oleh efek bersih atas peningkatan beban akuisisi sebesar 79,57% dan peningkatan beban usaha sebesar 30,56% disertai dengan penurunan beban klaim dan manfaat polis sebesar 3,24%. Beban Klaim dan Manfaat Beban klaim dan manfaat polis adalah beban yang timbul sehubungan dengan penambahan dan/atau pengurangan estimasi cadangan teknis berdasarkan dengan polis asuransi yang terdapat pada Perusahaan. Estimasi cadangan teknis tersebut merupakan estimasi liabilitas yang timbul berdasarkan kemungkinan klaim dari nasabah sesuai dengan polis asuransi yang berlaku efektif antara nasabah dengan Perusahaan, di mana cadangan tersebut yang wajib sesuai dengan PSAK yang berlaku efektif bagi entitas asuransi. Estimasi cadangan tersebut dihitung oleh aktuaria Budi T. A. Tampubulon, FSAI, AAIJ yang telah diaudit kewajarannya dalam laporan keuangan Perusahaan per 31 Desember 2012. Berdasarkan perhitungan aktuaria, beban klaim dan manfaat mengalami penurunan sebesar 3,24% lebih rendah dari beban yang tercatat selama tahun 2011. Penurunan ini disebabkan dari perubahan strategi di mana manajemen melakukan pemusatan terhadap produk-produk asuransi yang produktif, menghentikan produk-produk asuransi yang tidak menghasilkan kinerja yang efektif dan perubahan alokasi sasaran nasabah dari nasabah perorangan ke nasabah korporasi. Dengan demikian, jumlah polis asuransi yang terdapat selama tahun 2012 mengalami penurunan sehingga risiko kemungkinan terjadinya klaim dari nasabah menjadi lebih rendah dari tahun 2011, yang pada akhirnya menurunkan penambahan estimasi liabilitas cadangan teknis klaim dan manfaat per tahun 2012. Beban Akuisisi Beban akuisisi merupakan beban yang dikeluarkan oleh Perusahaan dalam hubungannya dengan pengadaan transaksi kegiatan asuransi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, selama tahun 2012, penerimaan premi meningkat secara signifikan dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan peningkatan premi tersebut, beban akuisisi selama tahun 2012, yakni sebesar Rp227,827 miliar yang meningkat 79,64% dari beban akuisisi selama tahun 2011. Expenses During the year of 2012, expenses increased by 9.03% higher than the expenses recorded during the year of 2011. The increased was caused by the net effect of the increase in acquisition cost of 79.57% and operating expenses of 30.56% and the decrease of claims and policy benefits by 3.24%. Claims and Policy Benefits Expenses of claims and policy benefits are expenses incurred in connection with the addition and/ or subtraction of technical reserves estimated in accordance with the insurance policy contained by the Company. Estimates of technical reserves is an estimation based on the possibility of liabilities arising from claims and benefit from customers in accordance with the insurance policy, which became effective between the customer and the Company, which should be calculated because of GAAP. Estimation were calculated by the actuarial Budi T. A. Tampubulon, FSAI, AAIJ and reviewed the reasonableness in the audited financial statements of the Company as of 31 December 2012. Based on actuarial calculations, claims and benefit expenses decreased by 3.24% lower than the expenses recorded during the year 2011. This decrease resulting from the change management strategy by focusing on insurance products, discontinuing insurance products with negative performance and changes the product target from individual customers to corporate. Thus, the number of insurance policies for the year 2012 decreased that reduce the risk of possible claims from customers, which reduce the additional of technical reserves for estimated liability claims and benefits per year of 2012. Acquisition Cost Acquisition costs are expenses incurred by the Company in connection with the investment activities of the insurance transaction. As mentioned earlier, during the year 2012, premium income increased significantly from the previous year. In line with the increase of premium achievement, acquisition cost during the year of 2012, which amounted to Rp227.827 billion increased by 79.64% of acquisition cost during 2011. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 86 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Beban Usaha Selain dari beban akuisisi, peningkatan beban selama tahun 2012 juga dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan administrasi sebesar 25,79% lebih tinggi dari tahun 2011. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, langkahlangkah manajemen dalam merealisasikan fokus profit oriented dan transformasi segmen Bancassurance yang tumbuh dan berkembang adalah melalui penambahan tenaga kerja pemasaran yang lebih kompeten dan penambahan jaringan kantor-kantor cabang Perusahaan serta pemindahan kantor pusat operasional BNI Life ke daerah lokasi Landmark, Sudirman, yang lebih eksklusif dan memiliki iklim kerja yang mendukung. Upaya tersebut tercatat secara finansial merupakan bagian dari belanja operasional dan belanja modal. Dalam laporan keuangan, belanja operasional tercermin pada beban usaha, khususnya besarnya beban gaji dan kesejahteraan karyawan dan beban perkantoran. Sebagai akibat dari upaya perekrutan tenaga kerja yang berkualitas, di mana jumlah tenaga kerja meningkat 21,74% per tahun 2012, beban gaji dan kesejahteraan karyawan meningkat 40,59% lebih tinggi dari tahun 2011. Di samping itu, upaya memperluas jaringan pemasaran dengan penambahan dan renovasi kantor-kantor cabang telah menyebabkan kenaikan beban perkantoran 79,95% lebih tinggi dari tahun 2011. Dengan adanya kenaikan beban gaji dan kesejahteraan karyawan dan beban pemasaran, beban usaha meningkat 30,56% lebih tinggi. Laba Bersih dan Pendapatan Komprehensif Secara keseluruhan kinerja, BNI Life mencapai pertumbuhan laba bersih sebelum pajak sebesar 64 kali lipat dari laba bersih sebelum pajak selama tahun 2011. Di samping itu, sesuai dengan UU Pajak no. 36/2008 di mana diatur mengenai penghasilan dan beban yang dapat diperhitungkan sebagai obyek pajak selama tahun 2012, beban pajak penghasilan selama tahun 2012, yang dihitung dari laba fiskal Perusahaan mengalami penurunan sebesar 9,28%. Dengan demikian, beban pajak penghasilan selama tahun yang bersangkutan, Perusahaan berhasil meraih pertumbuhan laba bersih setelah pajak yang signifikan sebesar 643,74% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Di samping itu, selama tahun 2012, Perusahaan mencatat pendapatan komprehensif sebesar Rp10,07 miliar, yang meningkat 149,91% lebih tinggi dari tahun 2011. Operating Expenses Besides of acquisition costs, general and administration expenses increased 25.79% during the year of 2012 which also effected to the increase in expenses. As mentioned earlier, the management committed to implement it focus to profit oriented and transformation Bancassurance segment experienced sustainable growth by adding more employees and branch offices and relocated Company’s operational headquarters to the location of landmark, Sudirman, which was more exclusive and supported the work climate. The effort was recorded in financial perspective as part of operating expenditure and capital expenditure. In the financial statements, operating expenditure was reflected in operating expenses, in particular the amount of salaries and employee benefits and offices expenses. As a result of the efforts of qualified manpower recruitment, which the amount of labor increased 21.74% per year 2012, salaries and employee benefits expense increased 40.59% higher than the expenses during 2011. In addition, efforts to expand the marketing network by the additional and renovation of branch offices has caused the increase office expenses by 79.95% higher than during 2011. With the increase in salaries and employee benefits and offices expenses, operating expenses increased by 30.56% higher in 2012. Net Profit and Comprehensive Income In overall performance, BNI Life achieved a net profit before tax which grew 64 times higher than the net profit before tax for the year of 2011. In addition, in accordance with the Tax Act no. 36/2008 which regulates the income and expenses that can be considered as objects of taxation for the year 2012, the income tax expense for the year 2012, which is calculated from the fiscal profit of the Company decreased by 9.28%. As the results, the Company achieved a net profit after tax which grew significantly at 643.74% higher than the net loss of 2011. In addition, during 2012, the Company recorded comprehensive income of Rp10.07 billion, which increased 149.91% higher than the income during 2011. BNI Life | 2012 Annual Report 87 Peningkatan tersebut dihasilkan dari perubahan nilai wajar atas efek-efek sekuritas yang diklasifikan sebagai tersedia untuk dijual. Dengan pertumbuhan laba bersih dan peningkatan pendapatan komprehensif tersebut, Perusahaan mencatat pendapatan komprehensif bersih lebih tinggi 11 kali di mana selama tahun 2011, Perusahaan telah mencatat beban komprehensif sebesar Rp7,01 miliar. Laporan Posisi Keuangan ASET 2012 2011 Kenaikan Growth % ASSETS dalam jutaan Rupiah In IDR Million Investasi 2.618.895 2.405.907 8,85 Investments Lain-lain 176.546 125.690 40,46 Cash and Bank Total Aset 2.795.441 2.531.597* 10,42 Total Assets * restatement Aset Aset Perusahaan sangat didominasi oleh aset portofolio kegiatan investasi Perusahaan, yang sumber dananya berasal dari nilai tunai perolehan pendapatan premi yang diterima. Pada tanggal 31 Desember 2012, aset Perusahaan meningkat 10,42% lebih tinggi dari Rp2,53 triliun per tanggal 31 Desember 2011 menjadi Rp2,80 triliun per tanggal 31 Desember 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh perolehan pendapatan premi yang meningkat 15,88%, yang memicu kenaikan saldo portofolio investasi dari Rp2,41 triliun per tahun 2011 menjadi Rp2,62 triliun per tahun 2012, atau meningkat 8,85% lebih tinggi per tahun 2012. Investasi Aset investasi entitas peransurasian terdiri dari dana jaminan, deposito berjangka, efek-efek, penyertaan saham dan pinjaman pemegang polis. Berikut ini adalah aset-aset investasi pada Perusahaan selama tahun 2012 dan 2011: 2012 2011 Kenaikan Growth % dalam jutaan Rupiah In IDR Million Dana Jaminan 82.938 71.962 15,25 Statutory Funds Deposito Berjangka 425.065 445.194 -4,52 Time Deposits Efek-efek 2.108.117 1.887.592 11,68 Securities Penyertaan Saham dan Pinjaman Pemegang Polis 2.774 1.159 139,38 Investment in Shares and Loan to Policy Holders Total 2.618.895 2.405.907* 8,85 Total * restatement The increase resulted from a change in fair value of marketable securities that were classified as available for sales securities. With the growth in net income and comprehensive income, the Company recorded a net comprehensive income which increased 11 times higher that during the year 2011, the Company has recognized net comprehensive loss of Rp7.01 billion. Statements of Financial Position Assets Company assets were dominated by the activities of the Company’s investment portfolio assets, which the source of funds were derived from the cash value of earned premium revenue. As of December 31, 2012, the assets of the Company increased by 10.42 % from Rp2.53 trillion on December 31, 2011 to Rp2.80 trillion as of December 31, 2012. This increase was due to the premium income increase of 15.88%, triggered the growth in portfolio investment balance from Rp2.41 trillion in 2011 to Rp2.62 trillion in 2012, on an increase of 8.85% higher than in 2011. Investment Entity’s investment assets consist of statutory funds, deposits, securities, investments and loans to policyholders. The following are assets investment of the Company in 2012 and 2011: BNI Life | Laporan Tahunan 2012 88 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Aset Investasi 2012 81% 16% 3% Efek - efek Deposito Berjangka Dana Jaminan Aset Investasi 2011 78% 19% 3% Dana Jaminan Dana jaminan merupakan jumlah jaminan yang diadministrasikan oleh bank kustodian yang tidak terafiliasi sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.158/PMK.010/2008 tanggal 28 Oktober 2008. Pertumbuhan pendapatan premi selama tahun 2012 mengakibatkan pertumbuhan laba bersih yang sangat signifikan sebesar 643,74% dan menaikkan ekuitas Perusahaan sebesar 25,19%. Guna merealisasikan komitmen manajemen terhadap fungsi kepatuhan atas regulasi yang berlaku, Perusahaan telah mengalokasikan dana perolehan yang diterima terhadap aset dana jaminan sehingga aset tersebut mengalami peningkatan 15,25% per tahun 2012. Deposito Berjangka Deposito berjangka merupakan penempatan alokasi dana perolehan premi dalam bentuk deposito berjangka pada bank-bank. Penempatan ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan manajemen kas yang terdapat pada Perusahaan dan sekaligus memitigasi risiko likuiditas yang terdapat pada natura bisnis pengasuransian. Sejalan dengan perubahan sasaran bisnis Perusahaan yang lebih berfokus pada profit oriented dan pengembangan nasabah korporasi, faktor risiko likuiditas Perusahaan berkaitan dengan probabilitas klaim yang terjadi menjadi lebih rendah dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, Perusahaan dapat menurunkan alokasi penempatan dana pada instrumen deposito berjangka di mana aset deposito berjangka mengalami penurunan hingga 4,52% per tahun 2012. Sesuai dengan kondisi perkembangan moneter di Indonesia, kisaran rata-rata tingkat suku bunga deposito berjangka per tahun 2012 berada pada tingkat 0,08% (USD) dan 5.00 - 8,00% (Rp) per tahun. Statutory Funds Statutory fund is the funds allocated and placed in the custodians bank not affiliated with the Company at a minimum 20% of equity, in order to comply with the Regulation of the Minister of Finance No.158/ PMK.010/2008 dated 28 October 2008. The growth of premium income in 2012 generate the growth of net profit at 643.74% and the increase of the Company’s equity to 25.19%. In line with the management commitment to implement the compliance function in accordance to prevailing regulation, the Company allocated the statutory funds which increased the assets by 15.25% in 2012. Time Deposits Time deposits represent funds placed in time deposits in banks. This placement is provided to optimize cash management of the Company and also mitigate liquidity risk contained in the business risk. In line with the changes in the Company’s business focus which are profit-oriented and target to corporate customers, the Company liquidity risk factors is lower than previous year. Therefore, the Company could reduce the placement in time deposit instruments which time deposits decreased by 4.52% in the year of 2012. In accordance with the conditions of monetary developments in Indonesia, the range of the average interest rate of deposits per year of 2012 were on 0,08% (USD) and 5.00 - 8,00% (Rp) per year. BNI Life | 2012 Annual Report 89 Efek-Efek Efek-efek merupakan kegiatan investasi yang dilakukan dalam bentuk instrumen keuangan seperti obligasi, saham, reksadana dan instrumen keuangan lainnya. Sesuai dengan penerapan PSAK no. 50 dan 55 mengenai aset keuangan, Perusahaan telah mengklasifikasikan aset investasi pada efek-efek berdasarkan “dimiliki hingga jatuh tempo”, “nilai wajar melalui laporan laba rugi” dan “tersedia untuk dijual”. Komposisi aset investasi terbesar Perusahaan terletak pada aset investasi pada efek-efek yang diklasifikasikan sebagai “nilai wajar melalui laporan laba rugi”, yakni sebesar 64,42% dari jumlah aset investasi per 2012. Sejalan dengan pertumbuhan perolehan pendapatan premi, aset investasi pada efek-efek mengalami peningkatan 11,68% dan memberikan kontribusi terbesar bagi pertumbuhan aset Perusahaan sebesar 75,41% per tahun 2012. Aset Lain-Lain Aset lain-lain terdiri dari kas dan bank, uang muka dan aset tetap yang menunjang operasional Perusahaan. Dengan gencarnya implementasi perubahan sasaran dan penekanan fokus strategi manajemen selama tahun 2012, seperti penambahan dan renovasi kantorkantor operasional, penambahan tenaga kerja dan pengadaan pelatihan-pelatihan sumber daya manusia, maka aset lain-lain yang juga memberikan kontribusi bagi aset Perusahaan sebesar 6,32%, mengalami peningkatan 40,46% per akhir 31 Desember 2012. LIABILITAS 2012 2011 Kenaikan Growth % LIABILITIES dalam jutaan Rupiah In IDR Million Liabilitas kepada Pemegang Polis 2.280.642 2.136.568 6,74 Liabilities to Policy Holders Utang Reasuransi 18.383 19.838 -6,32 Reinsurance Payables Utang Komisi 6.438 3.872 66,27 Commission Payables Utang Pajak 822 788 4,31 Tax Payables Total Liabilitas 2.396.350 2.216.082 8,13 Total Liabilities Securities Securities are the investments that are made in the form of financial instruments such as bonds, stocks, mutual funds and other financial instruments. In accordance with SFAS no. 50 and 55 of the financial assets, the Company has classified the investment of assets in securities based on “held to maturity”, “fair value through profit and loss” and “available for sale”. The composition of the Company’s securities classified as “fair value through profit and loss” was the greatest contribution, which were at 64.42% of total investment assets in 2012. In line with the growth of premium income, securities increased by 11.68% and provided the largest contribution to the growth of the Company’s assets at 75.41% in 2012. Other Assets Other assets consist of cash and bank, advanced payment and fixed assets that supported the Company’s operation activites. Following the several management strategies and actions during the year of 2012, such as the addition and renovation of offices, recruitment of labors and additional training of human resources, the other assets that also contribute to the assets of the Company by 6.32%, increased of 40.46% at the end of December 31, 2012. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 90 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Liabilitas Sejalan dengan pertumbuhan premi selama tahun 2012, liabilitas Perusahaan yang 95,16% terdiri dari liabilitas kepada pemegang polis, mengalami pertumbuhan sebesar 6,73% lebih tinggi dari saldo liabilitas per tahun 2011. Liabilitas Kepada Pemegang Polis Liabilitas kepada pemegang polis adalah penyisihan dana yang dicadangkan Perusahaan sebagai liabilitas yang wajib dipenuhi Perusahaan bagi pemegang polis, yang dihitung berdasarkan nilai tunai dari manfaat dan klaim polis yang berlaku termasuk seluruh unsur derivatif yang terkandung dalam polis asuransi. Perhitungan liabilitas kepada pemegang polis dilakukan berdasarkan metode gross premium reserved, yang dilakukan oleh aktuaria dan telah direview kewajarannya dalam pelaporan keuangan per 31 Desember 2012 dan 2011. Liabilitas kepada pemegang polis mengalami peningkatan sebesar 6,73% lebih tinggi dari tahun 2011. Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan perolehan jumlah premi yang signifikan selama tahun 2012. Meskipun demikian, peningkatan ini tidaklah sebesar peningkatan liabilitas pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang telah dijelaskan, hal ini terjadi karena strategi perubahan fokus Perusahaan dari premium Oriented menjadi profit oriented. Selama tahun 2012, dalam rangka profit oriented, Perusahaan telah melakukan evaluasi dan penghentian produkproduk asuransi yang tidak menguntungkan dan perubahan sasaran nasabah dari perorangan menjadi korporasi. Sebagai akibatnya, terdapat pengurangan faktor risiko dalam perhitungan estimasi liabilitas kepada pemegang polis, yang selanjutnya mengurangi hasil akhir perhitungan estimasi liabilitas kepada pemegang polis. Liabilitas Lain-lain Liabilitas lain-lain terdiri dari kewajiban lain yang timbul dari aktivitas operasional Perusahaan seperti beban administrasi yang masih terutang, kewajiban reasuransi dan kewajiban lainnya, yang hanya berdampak 4,84% terhadap peningkatan liabilitas per tahun 2012. Liabilitas lain-lain mengalami peningkatan sebesar 45,74% yang disebabkan oleh perkembangan segmen bisnis Bancassurance yang signifikan, yang memicu perkembangan aktivitas operasional selama tahun 2012. Liabilities In line with the growth of premium income during the year of 2012, the Company’s liabilities which comprised 95.16% from the liabilities to policy holders, grew by 6.73% higher than the outstanding balance of the liability per 2011. Liabilities to the Policy Holders Liabilities to policyholders is the Company’s provision for reserved of funds which was mandatory provided by the Company, calculated based on the present value of benefits and claim from policyholder including all derivative elements contained in the insurance policy. The calculation of liabilities to policyholders is based on gross premium reserved method, which is performed by the actuary and has been reviewed for the reasonableness in financial reporting as of December 31, 2012 and 2011. Liabilities to policyholders increased by 6.73% higher than in 2011. This increase was due to the growth of premium income during the year 2012. However, this increase was not as big as an increase of this liabilities in the prior years. As explained before, this was because the change of focus from premium oriented to profit oriented. During the year of 2012, in order to realization of profit oriented, the Company had conducted an evaluation and termination of insurance products that are not profitable and change the target of sales from individual customers to corporate clients. As the result, there was a reduction in risk factors in the calculation of estimated liabilities to policyholders, which further reduced the final calculation of the estimated liabilities to policy holders. Other Liabilities Other liabilities consist of obligations arising from the Company’s operational activities such as accrued administrative expenses, reinsurance payables and other obligations, which only effects 4.84% of the increase in liability by the year of 2012. Other liabilities increased by 45.74% due to the development of significant bancassurance business segment, which led to the development of operational activities during the year of 2012. BNI Life | 2012 Annual Report 91 EKUITAS 2012 2011 Kenaikan Growth % dalam jutaan Rupiah EQUITIES In IDR Million Modal Saham 180.420 180.420 - Share Capital Agio Saham 139.569 139.569 - Premium in Share Capital Laba/rugi yang belum direalisasi atas surat-surat berharga tersedia untuk dijual 3.992 -6.077 165,69 Unrealized loss on available for sales –marketable securities Saldo Laba 24.323 -35.691* 168,16 Retained Earning Total Ekuitas 348.307 278.220 25,19 Total Equities * Saldo laba 2011 telah disajikan kembali. Retained earning had been restated. Dana Peserta Dana peserta merupakan seluruh dana yang meliputi dana investasi peserta (dana syirkah temporer mudharabah dan dana investasi terikat wakalah) dan dana tabarru. Di samping itu, dana tabarru merupakan cadangan yang dibentuk dari donasi, hasil investasi, akumulasi cadangan surplus underwriting yang didistribusikan kembali. Sejalan dengan pertumbuhan segmen unit bisnis syariah, dana Peserta meningkat dari Rp53,7 miliar pada tahun 2011 menjadi Rp67,9 miliar pada tahun 2012. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan kontribusi dari unit bisnis syariah sebesar 12,87% di mana peningkatan tersebut mempengaruhi peningkatan dana Syirkah Mudharabah sebesar 33,35% dan peningkatan dana Tabarru sebesar 41,27% per tahun 2012. Ekuitas Pada tahun 2012, total ekuitas meningkat sebesar 25,19% lebih tinggi yang terutama didorong oleh pertumbuhan signifikan laba bersih setelah pajak sebesar 643,74% lebih tinggi dari rugi bersih setelah pajak pada tahun 2011. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pertumbuhan signifikan laba bersih setelah pajak dipicu oleh kenaikan pendapatan premi dan penurunan beban klaim dan manfaat asuransi, yang menunjukkan keberhasilan langkah manajemen untuk memfokuskan produk-produk Perusahaan terhadap profit oriented. Participants’ Fund Participants’s funds are all funds covering investment funds from participants (temporary shirkah mudaraba funds and investment funds tied wakalah) and funds tabarru. In addition, Tabarru fund represents reserves held from donation, investment income, accumulated underwriting surplus fund that were redistributed. In line with the growth of sharia business unit segment, the participants’ fund increased from Rp53,7 billion in 2011 to Rp67,9 billion in 2012. The increase was influenced by the growth in premium income from Sharia business unit at 12.87% which the increase had influenced the increase of Syirkah Mudharabah fund by 33.35% and Tabarru fund by 41.27% per year of 2012. Equities In 2012, total equity increased by 25.19% higher which was primarily driven by significant growth of net profit after tax at 643.74% higher than the net loss after tax in 2011. As mentioned previously, a significant growth in net profit after tax was triggered by the increase of premium income and the decrease of claims and benefits expenses, which indicates the success of management strategy for focusing on profit-oriented. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 92 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Laporan Arus Kas Selama 2012, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan premi yang signifikan, arus kas secara operasional naik hingga 1,5 kali lipat dari arus kas operasional tahun 2011. Perusahaan menggunakan penerimaan dari kegiatan operasional sebesar Rp51,22 miliar. Dana tersebut ditempatkan untuk optimisasi pemanfaatan dana melalui kegiatan investasi dan melakukan belanja modal atas komitmennya dalam membangun implementasi pengembangan jaringan distribusi dan pemasaran sebesar Rp41,77 miliar dan pembelian beberapa sekuritas. Sebagai hasil kegiatan tersebut, BNI Life memiliki surplus dana kas Rp8,83 miliar pada akhir 2012, yang dicatat sebagai bagian dari perkiraan kas dan setara kas pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2012. Rasio Keuangan mengenai Solvabilitas, Likuiditas dan Profitabilitas 2012 2011 Kenaikan Growth % dalam jutaan Rupiah In IDR Million Pemenuhan Tingkat Solvabilitas 171,11% 303,65% -43,65% Risk Based Capital Rasio Investasi Terhadap Cadangan Teknis 126,82% 127,53% 0,14% Ratio of Investment to Technical Reserve Rasio Likuiditas 294,65% 380,42% -22,46% Liquidity Ratio Rasio Pendapatan Investasi Neto terhadap Rata-Rata Investasi 7,45% 5,29% -49,00% Ratio of Net Investment Income to Average Investment Rasio Beban Terhadap Pendapatan Premi Neto 117,54% 113,21% 4,02% Ratio of expenses to net premium income Tingkat Pengembalian Aset 2,15% - 100,00% Return on Assets Tingkat Pengembalian Ekuitas 17,24% - 100,00% Return on Equities Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sekalipun Perusahaan mengalami pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan selama tahun 2012, manajemen tetap berkomitmen memitigasi risiko solvabilitas dan likuiditas yang terdapat dalam Perusahaan melalui pengaturan aset dan liabilitas. Indikator-indikator manajemen dalam pengelolaan aset dan liabilitasnya adalah melalui rasio keuangan sebagai berikut: Pemenuhan Tingkat S olvabilitas Indikator pemenuhan tingkat solvabilitas adalah melalui pengukuran Risk Based Capital (RBC) yang menghitung kemampuan entitas asuransi membayar liabilitasnya. Berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku, RBC minimum adalah 120%. Selama tahun 2012, Perusahaan memiliki RBC pada tingkat 171% yang menurun 43,65% dari tahun 2011. Penurunan RBC terjadi sebagai dampak penerapan peraturan Ketua Bapepam-LK nomor PER-09/BL/2011 tentang Pedoman Perhitungan Batas The Statement of Cash Flow During 2012, in line with the significant growth of premium income, the Company achieved an increase in the operating cash flow by 150% from prior achievement. The company has used the cash inflow from operating activities amounted to Rp51.22 billion. The fund is placed for optimized utilization of funds through investment activities and made capital expenditures for its commitment in development of distribution channel and implementation of marketing at the amount of Rp41.77 billion. As a result of this activity, BNI Life still had surplus cash funds amounting to Rp8.83 billion by the end of 2012, which was recorded as part of the cash and cash equivalents in the statement of financial position as of 31 December 2012. Financial Ratio for Solvency, Liquidity and Profitability As mentioned previously, although the Company achieved significant growth of net profit during the year of 2012, management was still committed to mitigate the risks of solvency and liquidity that contained in the Company’s assets and liabilities. Management indicators in the managing assets and liabilities was as follows: Risk Based Capital (RBC) Risk Based Capital is the indicator to measure the entities’ solvency for the liabilities to the policy holders. In accordance with the government regulation, RBC was set at minimum of 120%. During 2012, RBC was at 171% decreased at 43,65% from the results in 2011. The decrease in RBC is due to the application of the regulation PER-09/BL/2011 on the changes in calculating minimum solvency for insurance and reinsurance company. BNI Life | 2012 Annual Report 93 Tingkat Solvabilitas Minimum bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Kendati demikian, RBC Perusahaan masih tergolong baik karena melebihi batas minimal yang telah ditentukan oleh Pemerintah. Tingkat Likuiditas dan Profitabilitas Rasio Likuiditas Rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengatur kemampuan Perusahaan membayar kewajiban jangka pendek Perusahaan. Selama tahun 2012, rasio likuiditas Perusahaan adalah sebesar 295% yang menurun 22,46% dari tahun 2011. Kendati demikian, rasio likuiditas Perusahaan tetap di atas 100% yang menyatakan bahwa Perusahaan memiliki likuiditas yang baik atas kewajiban jangka pendeknya. Rasio Investasi terhadap Cadangan Teknis Rasio Investasi terhadap Cadangan Teknis merupakan indikator seberapa besar aset Perusahaan dapat melingkupi estimasi liabilitas kemungkinan klaim dari nasabah. Sebagai bentuk komitmen manajemen, Perusahaan selalu memiliki rasio yang stabil pada tingkat 127% di mana aset Perusahaan dapat mengcover seluruh liabilitas cadangan kemungkinan klaim dari nasabah. Rasio Pendapatan Investasi terhadap Rata-Rata Investasi Rasio ini mengalami peningkatan dari 5% per tahun 2011 menjadi 7% per tahun 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan pendapatan hasil investasi yang disebabkan dari pertumbuhan aset Perusahaan sebesar 10,42% per tahun 2012. Rasio Beban terhadap Pendapatan Premi Neto Rasio ini mengalami peningkatan dari 113% per tahun 2011 menjadi 118% per tahun 2012. Peningkatan ini disebabkan dari peningkatan beban akuisisi sebesar 79,57% per tahun 2012 dan peningkatan beban usaha sebesar 30,56% per tahun 2011. Peningkatan beban akuisisi disebabkan dari peningkatan kegiatan investasi terhadap instrumen keuangan yang dipicu dari pertumbuhan premi per tahun 2012. Sedangkan, peningkatan beban usaha disebabkan oleh kenaikan beban gaji dan kesejahteraan karyawan dan beban pemasaran selama tahun 2012. Tingkat Pengembalian Aset dan Tingkat Pengembalian Ekuitas Selama tahun 2012, Perusahaan berhasil meraih pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 643,74% lebih tinggi dari kerugian yang diperoleh selama tahun 2011. Sebagai akibatnya, Perusahaan However, the indicator results was still good consider that it was above the minimum limit at 120%. Liquidity and Profitability Liquidity Ratio Liquidity ration is the financial indicator to measure the Company’s ability to pay its shortterm payable. During 2012, the Company’s liquidity ratio were 295%, which decreased 22.46% from the results of 2011. However, the Company’s liquidity ratio remained above 100% which stated that the Company had good liquidity over its short-term obligations. Ratio Investment to Technical Reserves This ratio indicates the ability of entity’s assets to cover its liabilities to policy holders calculated and presented by the technical reserves. As a form of management commitment, the Company always had a stable ratio of 127% at the level of the Company’s assets could cover the entire liabilities of reserves for the possibility of claims and benefits from customers. Ratio Investment Income to Average Investment This ratio increased from 5% in 2011 to 7% in 2012. This increase was due to the growth of investment income resulting from the growth of the Company’s portfolio investment by 10.42% per 2012. Ratio Expenses to Net Premium Income This ratio increased from 113% per 2011 to 118% per 2012. This increase was due to the the increase of acquisition cost by 79.57% and operating expenses by 30.56%. The increase of acquisition expenses resulting from an increase in investment activity for financial instruments that triggerred from the growth of premiums in 2012. Meanwhile, the increase in operating expenses was caused by the additional of salary expenses and office expenses in 2012. Return on Assets and Return on Equities During 2012, the Company earned net income growth of 643.74% higher than the loss realized during the year 2011. As a result, the Company can achieved return on assets by 2.15% per 2012 and a return on BNI Life | Laporan Tahunan 2012 94 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis dapat memperoleh tingkat pengembalian aset sebesar 2,15% per tahun 2012 dan tingkat pengembalian ekuitas sebesar 17,24% per tahun 2012, yang meningkat 100% dari tahun 2011. Struktur Permodalan dan Kebijakan Manajemen atas Struktur Permodalan Perusahaan Sesuai dengan natura bisnis perasuransian, perolehan premi asuransi dialokasikan untuk investasi yang merupakan aset entitas asuransi dan penyisihan cadangan dari dana premi estimasi atas probabilitas klaim dan manfaat dari pemegang polis di masa mendatang yang merupakan liabilitas entitas asuransi. Dengan demikian, struktur aset entitas asuransi sebagian besar adalah liabilitas kepada pemegang polis. Struktur aset Perusahaan adalah sebagai berikut: 2012 2011 dalam persentase (%) in percentage/ Liabilitas 87,55 89,01 Liabilities Ekuitas 12,45 10,99 Equities Aset 100,00 100,00 Assets Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ekuitas mengalami peningkatan yang disebabkan oleh pertumbuhan laba bersih yang signifikan selama tahun 2012 hingga mencapai Rp60,02 miliar. Belanja Modal dan Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal 2012 2011 Kenaikan Growth % dalam jutaan Rupiah In IDR Million/ Bangunan - 271 -100,00 Building Kendaraan - 304 -100,00 Office Perabot Kantor 291 451 -35,48 Office Furniture and Fixtures Peralatan Kantor 3.076 1.622 89,64 Office Equipment Perlengkapan Kantor 25 52 -51,92 Office Supplies Aset dalam pembiyaan 2.742 3.876 -29,26 Assets in Finance Lease Total Belanja Modal 6.134 6.575 -6,71 Total Capital Expenditures Pengeluaran Kas untuk Belanja Modal 3.392 2.699 25,68 Cash Disbursement for Capital Expenditures equities by 17.24% per 2012, which increased 100% from net loss in 2011. Capital Structures and Management Policy for Capital Structures In accordance with nature of insurance business, the achievement of the insurance premium was allocated to the investment activities, reported as the insurer’s assets and an allowance for the estimated reserves of the fund premium based on the probability of claims and benefit to policyholders in the future which was reported as a liability insurer. Thus, the structure of the insurer’s assets are mostly the liabilities to policyholders. The Company’s capital structure were as follows: As mentioned previously, the equities increased due to significant growth in net profit during the year of 2012 at the amount of Rp60.02 billion. Capital Expenditures and Material Information for Capital Expenditures BNI Life | 2012 Annual Report 95 Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, selama tahun 2012, Perusahaan berfokus pada transformasi segmen bisnis Bancassurance yang tumbuh dan berkelanjutan, melalui pengembangan jaringan distribusi dan pemasaran. Salah satu langkah pengembangan tersebut adalah penambahan outletoutlet Perusahaan dari 480 outlet per tahun 2011 menjadi 603 outlet. Di samping itu, Perusahaan juga telah menambahkan kantor pusat operasional pada daerah Wisma BNI 46, Landmark – Sudirman, guna menciptakan iklim kerja yang lebih efektif. Oleh sebab itu, aktivitas belanja modal Perusahaan lebih terpusat pada realisasi pengembangan jaringan distribusi dan pemasaran melalui penambahan perobot dan peralatan kantor serta kendaraan di mana nilainya adalah sebesar Rp6,13 miliar selama tahun 2012. Informasi Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Perusahaan tidak memiliki peristiwa dan fakta material yang terjadi pada kegiatan operasional BNI Life setelah tanggal laporan akuntan. Dividen Selama tahun 2012, dikarenakan kinerja keuangan tahun 2011 yang menurun signifikan, Perusahaan belum membagikan dividen. Sebaliknya, Perusahaan telah membagikan kas sebesar Rp10.273.600.000 selama tahun 2011,yang berasal dari hasil operasi tahun 2010 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 29 tanggal 9 Juni 2011. Perubahan Peraturan Perundangundangan dan Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan Selama tahun 2012, terdapat peraturan perundangundangan yang berpengaruh signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan yaitu Peraturan Ketua Bapepam-LK Nomor PER-09/BL/2011 tentang As mentioned earlier, during the year of 2012, the Company focused on the transformation of the business segments bancassurance to be growth and sustainable, through the development of the distribution channel and marketing. One such step was the additional outlets from 480 outlets in 2011 to 603 outlets. In addition, the Company has relocated a regional operational headquarters in Wisma BNI 46, Landmark - Sudirman, in order to create more effective working environment. Therefore, the Company’s capital expenditure activities which more concentrated on the realization of the development of the distribution network and marketing through the addition of furniture and fixtures and office equipment and vehicles were equal to Rp6.13 billion in 2012. Material Information for Subsequent Event The Company had no material events and facts that occurred significantly in the operational activities of BNI Life, which dated after the reporting date of accounting. Dividend During the year of 2012, due to financial performance in 2011 decreased significantly, the Company has not distributed dividends. Instead, the Company distributed cash dividends amounting Rp10.27 billion during 2011, which was derived from the results of operations in 2010, stated by decision of the General Meeting of Shareholders which was notarized under Deed Fathiah Helmi, SH. No. 29 dated on 9 June 2011. Changes of Regulation and its Impact to the Financial Statements In 2012, there was a regulation made effective having significant impact on the company reporting: Regulation of the Chairman of Financial and Capital Market Supervisory Agency No. PER-09/BL/2011 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 96 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Pedoman Perhitungan Batas Solvabilitas Minimum bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Dampaknya terhadap Laporan Keuangan Perubahan kebijakan akuntansi yang efektif telah diterapkan pada prosedur pelaporan keuangan per tahun 2012, khususnya yang berkaitan dengan pengukuran dan penyajian informasi keuangan untuk periode masa tahun 2012 adalah sebagai berikut: Penyajian Laporan Keuangan untuk Entitas yang bergerak di bidang Asuransi Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 108 sejak 1 Januari 2010, “Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah”; dan efektif sejak 1 Januari 2012 untuk adopsi PSAK No. 62 “Kontrak Asuransi”; dan PSAK No. 36 (Revisi 2011), “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa”. PSAK no. 108 telah diterapkan secara retrospektif untuk transaksi asuransi syariah atas kontribusi peserta, alokasi surplus atau defisit underwriting, penyisihan teknis dan cadangan dana tabarru. PSAK no. 62 mengatur pelaporan keuangan kontrak asuransi oleh entitas yang menerbitkan kontrak asuransi dan diterapkan secara restrospektif. Sedangkan PSAK No. 36 (Revisi 2011) yang melengkapi pengaturan dalam PSAK No. 62, diterapkan secara prospektif. Dampak penerapan PSAK tersebut dalam laporan keuangan adalah pengukuran dan pengakuan estimasi liabilitas manfaat polis yang lebih rinci di mana termasuk memperhitungkan transaksi opsi (derivatif) yang terkandung dalam produk asuransi yang efektif tercatat dalam laporan posisi keuangan per tahun 2012. Sebagai akibatnya, pendapatan premi dan beban klaim dan manfaat asuransi akan mengalami perubahan dalam hal pengukuran. Dengan demikian, guna mencapai tujuan informasi keuangan yang bersifat komparatif, Perusahaan telah menyajikan kembali laporan keuangan per tahun 2011 seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. providing guidelines on the calculation of minimum solvency for insurance and reinsurance company. Changes in Accounting Policy and the Effect to the Financial Statement Changes in accounting policy had been applied effectively to the financial reporting procedures per year of 2012, especially in regards with the measurement and presentation of financial information for the period of 2012 were as follows: Presentation of Financial Statement for Insurance Entity The Company has applied FSAS No.108 regarding “Sharia Insurance Transaction Accounting” effective on 1 January 2010 and application of SFAS No.62 regarding “Insurance Agreement” effective on 1 January 2012; and SFAS No. 36 (Revision 2011), “Accounting for Life Insurance”. SFAS no. 108 had been implemented by retrospective for sharia insurance transaction for customers contribution, allocation of surplus or deficits from underwriting, technical provision and reserve funds of tabarru. SFAS no. 62 set about financial reportinf of insurance contract, which implemented by restrospective. While SFAS No. 36 (revised 2011) which compliments with SFAS. 62, applied prospectively. The impact of SFAS is the measurement and recognition of the estimated liabilities for claim and benefits which calculated more detail, including the option or derivative transactions that are contained effectively in the insurance products represented in the statement of financial position by the year of 2012 and 2011. As the result, the premium income and expense of claims and benefits will be changed in measurement. Thus, in order to achieve the comparative financial information, the Company had restated its financial reports in 2011 as described previously. BNI Life | 2012 Annual Report 97 BNI Life membukukan laba sebesar Rp60,02 miliar pada 2012 lalu, atau tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu rugi bersih sebesar Rp11,04 miliar (telah disajikan kembali). Pertumbuhan itu didukung oleh perubahan portofolio produk yang dipasarkan, sehingga berdampak pada penurunan rasio beban asuransi terhadap total pendapatan dari 79,27% di 2011 menjadi 67,88% di 2012. Di sisi lain, pertumbuhan laba Perusahaan dipengaruhi oleh meningkatnya layanan persistensi nasabah, yang merupakan hasil dari peningkatan kualitas layanan. Selain dua hal tersebut, pertumbuhan laba didukung oleh kenaikan pengelolaan syariah (pendapatan ujrah) sebesar 91,9% menjadi Rp24,87 miliar. Kenaikan pengelolaan unit Syariah disebabkan adanya kebijakan untuk fokus pada pemasaran produk yang memberikan pendapatan pengelolaan, seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa pembiayaan. Syariah melakukan pemasaran dan penjualan melalui 29 Bancatakaful Specialists dan dua tenaga pemasar Sharia Employee Benefits. Sedangkan dari sisi komposisi, jumlah produk Syariah yang dipasarkan ada empat produk individu, lima produk kumpulan dan enam rider. Potensi sektor Syariah juga semakin membaik. Implementasi BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) diharapkan memberikan pengaruh positif terhadap kesadaran berasuransi masyarakat, sehingga dampaknya diperkirakan tidak signifikan terhadap sektor asuransi kesehatan bagi pelaku usaha yang mengutamakan kualitas layanan yang baik. Sedangkan di sektor Bancassurance, peningkatan sinergi dengan BNI tercermin dari penambahan outlet menjadi 603 outlet. Strategi pengembangan lain dilakukan dengan penempatan 563 Bancassurance Specialist (BAS), 54 orang Area Sales Manager, dan 14 Regional Bancassurance Manager (RBM) di 14 wilayah BNI, perbaikan sistem telemarketing, serta pengembangan Sales Activity Management System. BNI Life booked a profit in the amount of Rp60.02 billion in 2012, rose in compare to the previous year with a net loss of Rp11.04 billion (been restated). The growth is due to the changes made in the product portfolio being marketed, resulting in the reduction of ration of insurance load to total revenue from 79.27% in 2011 to 67.88% in 2012. On the other hand, the growth in profit is due persistency of the customers, which is a result of improvement in the quality of customers. In addition to the two items above, the growth in profit is also driven by the increase in the management of Sharia (revenue from ujrah) at 91.9% to Rp24.87 billion. The increase due to managing the Sharia unit is due to the policy to focus on market the products which provides revenue due to management, such as health insurance and life insurance on financing. Sharia implemented marketing and sales through 29 Bancatakaful Specialists and two marketer for Sharia Employee Benefits. In terms of Sharia product composition, there is four individual Sharia products, five group products and six rider. The potential on the Sharia sector is improved. The implementation of BPJS (Social Security Agency) aimed to provide positive influence in creating awarenss of the community on insurance, as the impact is expected to be not significant to the health insurance sector for businesses which put priority toward service quality. In the Bancassurance sector, the increased synergy with BNI is reflected in the additional outlets reaching 603. Another development strategy implemented is the placement of 563 Bancassurance Specialist (BAS), 54 Area Sales Managers and 14 Regional Bancassurance Manager (RBM) in 14 regions of BNI, improved telemarketing system and management systems for development of Sales Activity. Tinjauan Penjualan dan Pemasaran Sales and Marketing Review BNI Life | Laporan Tahunan 2012 98 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis BNI Life Bancassurance market 26 products grouped in seven insurance type covering endowment, health, termlife dan personalaccident (PA), unit-link, whole life dan rider. Each product contain features developed to meet customers need and aligned with the market condition. Bancassurance utilizes four sales distribution channels: In Branch, Alliance, Credit Life, and telemarketing. In Branch is a sales channel of BNI Life’s insurance products that is performed by Bancassurance Specialists as BNI Life sales agents at branch offices that belongs to banks partnering with BNI Life. All BNI Life’s Bancassurance Specialists are qualified sales agents with certification and they have been trained at BNI Life Insurance School. The unique value of Bancassurance’s In Branch products lies at its premium payment that can be deducted monthly from individual savings account at the bank or from credit card. Credit Life is a life insurance to protect individuals who use loan facility from the banks that are partnering with BNI Life. The sales procedure is processed through reference from bank employee to the debtor. Meanwhile, Telemarketing is a phone call sales channel for insurance products performed by 106 Telemarketing sales agents. In 2012, BNI Life launched BLife Maksima (an insurance product for maximum financial planning) for Emerald BNI customers and launched BLife Perisai Prima (accident insurance) that sells by BNI’s Bancassurance. For the Employee Benefits distribution channel, the premium income achieved is also supported by a contribution from the development of two new business units include business unit Brokers and Bancassurance Partnership. In addition, BNI Life also implement cross-selling business with Business Agency and Bancassurance. Bancassurance BNI Life memasarkan 26 produk mencakup tujuh kelompok jenis asuransi mencakup endowment, health, term life dan personal accident (PA), unit-link, whole life dan rider. Masing-masing produk terdiri dari fitur-fitur yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah serta disesuaikan dengan kondisi pasar. Bancassurance menggunakan empat saluran distribusi pemasaran yaitu In Branch, Aliansi, Credit Life dan Telemarketing. In Branch adalah pemasaran produk asuransi BNI Life yang dilakukan oleh tenaga pemasar BNI Life Bancassurance Specialist di kantor cabang bank yang bekerja sama dengan BNI Life. Seluruh Bancassurance Specialist BNI Life adalah tenaga pemasar yang berkualifikasi, memiliki sertifikasi dan telah menjalani pelatihan di BNI Life Insurance School. Keunikan produk In Branch Bancassurance adalah pembayaran premi yang dilakukan secara bulanan melalui pendebitan dari rekening perorangan tabungan di bank dan/atau kartu kredit. Credit life merupakan asuransi perlindungan jiwa yang ditujukan kepada perorangan yang memiliki fasilitas pinjaman dari bank yang bekerja sama dengan BNI Life. Proses pemasaran dalam bentuk referensi dari pegawai bank kepada debitur. Sementara itu, Telemarketing merupakan saluran pemasaran produk asuransi melalui telepon yang dilakukan oleh 106 tenaga pemasar telemarketing. Pada tahun 2012, BNI Life meluncurkan BLife Maksima (produk asuransi dengan perencanaan keuangan maksimal) khusus untuk nasabah Emerald BNI dan BLife Perisai Prima (asuransi kecelakaan) yang dipasarkan melalui Bancassurance BNI. Untuk saluran distribusi Employee Benefits (EB), penghasilan premi yang diraih, didorong juga oleh kontribusi dari pengembangan dua unit bisnis baru antara lain unit Business Broker dan Bancassurance Partnership. Selain itu, BNI Life juga melakukan cross selling business dengan unit Business Agency dan Bancassurance. BNI Life | 2012 Annual Report 99 Pada tahun 2012, BNI Life terus melaksanakan upayaupaya revitalisasi Agency melalui pembentukan Tim Revitalisasi, diikuti dengan penyusunan blue print dan prakarsa implementasi saluran distribusi Agency yang baru. Program revitalisai Agency antara lain: a. Meningkatan produktivitas jual per agen dari dua ke 10 polis per agen per tahun, b. Menyaring Agen MDRT (Million Dollar Round Table) melalui MDRT Mentoring Program, c. Memangkas jenjang karir Agen dari enam menjadi tiga guna mendorong semangat kerja para Agen untuk menghasilkan premi, d. Mengarahkan pengakuan atas prestasi dan penghargaan Agen pada pengukuran kinerja, e. Meningkatan fasilitas dan standarisasi di kantor-kantor pemasaran agar para Agen bekerja di lingkungan yang kondusif, nyaman dan aman, sehingga menjadikan kantor pemasaran sebagai ujung tombak perusahaan dalam menghasilkan premi. Untuk mendukung revitalisasi tersebut, tenaga pemasar Agency BNI Life terus dibekali dengan pengetahuan perihal produk baru, peningkatan fitur atas produk yang sudah ada, perihal kondisi ekonomi dan pasar, serta pelatihan lain baik teknis maupun nonteknis seperti pendekatan dengan nasabah baru yang efektif dan pelayanan. Produktivitas tenaga pemasar di sisi penjualan juga dilakukan melalui pemberian insentif yang bersaing berbasis kinerja. In 2012, BNI Life continue with the efforts to revitalize Agency through the formation of Revitalization Team, followed by the making of blue print and initiative to implement the new Agency distribution channel. The revitalized Agency program consists of: a. Increase productivity per agent from two to 10 policy per agent per year, b. To filter MDRT (Million Dollar Round Table) Agent via MDRTMentoring Program, c. To cut the career path of agents from six to three in order to drive work enthusiasm and energy for the agents to generate premium, d. To direct the recognition of the performance and reward of the agents based on measured performance, e. To improve facility and standarization of marketing offices for the agents, allowing them to work under comfort, condusive and safe working environment, making the marketing office as the Company’s forefront in generating premium. To support that revitalization, BNI Life Agency is consists of marketers which continually being provided with knowledge on new products, feature enhancements based on existing products, economic and market condition, and other technical and nontechnical training such as an effective and service approach to new customer. In terms of marketers productivity, an incentive based on performance is provided. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 100 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis BNI Life telah melakukan restrukturisasi organisasi pada tahun 2012. Organisasi yang mengalami perubahan/pengembangan adalah sebagai berikut: • Strategic Planning and Business Development bertransformasi menjadi Change Management Office dengan tugas sebagai penyusun Peta Navigasi BNI Life dalam rangka pencapaian Visi dan Misi dan sebagai partner Saluran Distribusi dalam meningkatkan Kinerja dan Layanan, serta menjadi Inisiator atau anggota team pada pengembangan bisnis baru atau revitalisasi bisnis yang telah ada. • Pemisahan fungsi product development dari Unit Aktuaria menjadi unit tersendiri, yakni Unit Product Development. • Pengembangan Unit Aktuari menjadi 5 unit, yakni Unit Product, Pricing, Valuation, Technical Report dan Reinsurance yang berada di bawah Chief Actuary. • Pembentukan Branch Coordination, yang membawahi 14 Representative Office, yang akan dibentuk di 14 kota besar di Indonesia. • Pembentukan formasi Direktur Marketing and Distribution yang membawahi Unit Saluran Distribusi Bancassurance, Agency, Employee Benefits, Syariah, dan Unit Business Development. Produk dan Layanan Dengan semakin berkembang pesatnya industri asuransi saat ini, tentu akan menambah persaingan terutama di sisi layanan. Oleh karena itu, perusahaan asuransi semakin dituntut untuk dapat memberikan layanan prima kepada nasabahnya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan guna membangun kepercayaan nasabah pada perusahaan asuransi. Salah satu bentuk layanan yang menjadi kinerja dari perusahaan asuransi adalah kemudahan di dalam pengajuan klaim, serta ketepatan dan kecepatan di dalam pembayaran klaim asuransi. Klaim adalah tuntutan hak Pemegang Polis kepada Penanggung atas pembayaran manfaat asuransi terhadap risiko yang dipertanggungkan. Pihak-pihak yang dapat mengajukan klaim adalah pihak Pemegang Polis, Tertanggung, dan Ahli Waris. Sedangkan pihakpihak yang berhak menerima manfaat asuransi adalah pihak Pemegang Polis, Tertanggung serta Ahli Waris yang tercantum dalam polis. BNI Life has restructured the organization in 2012. The structural transformation/development are as follows: • Strategic Planning and Business Development is transformed into a Change Management Office with the task as a constituent Maps Navigation BNI Life in the achievement of the Vision and Mission and as a Distribution Channel Partner in improving performance and service. • The separation of product development function from Actuarial Unit that becomes a separated unit, the Product Development Unit. • The development of Actuary Unit into 5 units, which are Product Unit, Pricing Unit, Valuation Unit, Technical Report Unit, and Reinsurance Unit under the Chief Actuary. • The establishment of Branch Coordination, which oversees 14 Representative Offices that will be established in 14 major cities in Indonesia. • The establishment of Marketing and Distribution Director which oversees Distribution Channels of Bancassurance, Agency, Employee Benefits, and Sharia, as well as the Business Development Unit. Products and Services With the fast growing insurance industry today, the competition will be tougher, especially in terms of services. Therefore, the insurance companies are demanded to further deliver excellence services to the customers. This is crucial as to build the customer’s trust to insurance companies. One of the services that will boost the insurance companies’ performance is an easy access of claims, followed by the accuracy and speed of the payment of insurance claims. The claim is the requirement of rights of the Policy Holder to the Underwriters upon payment of insurance benefits of the insured risks. The parties who file a claim are the Policy Holder, the Insured, and Beneficiary. The parties that entitled to receive the insurance benefits are the Policy Holder, the Insured and the Beneficiary listed in the policy. Tinjauan Unit-Unit Pendukung Supporting Units Review BNI Life | 2012 Annual Report 101 BNI Life memberikan layanan provider dengan menggunakan kartu show card di 886 provider yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia untuk memberikan layanan Rawat Inap, Rawat Jalan, Rawat Gigi, Melahirkan dan Medical Check Up. Selain mengelola sendiri BNI Life juga bekerja sama dengan AdMedika sebagai TPA (Third Party Adminitration) yang menyediakan EDC (Electronic Data Capture) di provider yang dapat digunakan untuk kartu swipe card (ekses klaim dapat ditagih di tempat). Provider BNI Life – AdMedika saat ini berjumlah 584. Fokus BNI Life dalam hal peningkatan layanan klaim di 2012 terletak pada layanan provider yang unggul, layanan percepatan proses klaim, serta layanan informasi klaim. Peningkatan layanan proses klaim ini dimaksudkan meningkatkan kepuasan nasabah akan layanan klaim BNI Life. Bentuk percepatan proses klaim di BNI Life, meliputi: • Pembukaan layanan 24 jam untuk asuransi kesehatan khusus rawat inap di rumah sakit rekanan (provider). • Layanan “Klaim 27 Menit” yang telah dilakukan mulai tanggal 5 Desember 2011 untuk pengajuan klaim yang diantar langsung (walk in claim). Saat ini layanan tersebut sudah dilakukan oleh Customer Care di Kantor BNI Life Landmark dan K.S. Tubun. • Layanan pembayaran klaim reguler selama 7 hari kerja dengan persyaratan dokumen klaim lengkap dan klaim sesuai ketentuan polis (SLA pembayaran sesuai polis dalam 10 hari kerja). • Percepatan informasi mengenai status klaim melalui website, Tele-Klaim, email dan SMS. • Penambahan kapasitas saluran telepon dan petugas Call Center. • Pemberitahuan kepada nasabah melalui SMS untuk pembayaran manfaat polis. • Proses Underwriting yang lebih cepat (speedy) untuk nasabah Prioritas. • Tele underwriting untuk mempercepat follow up pending administrasi. Di sisi internal, setelah pengangkatan Manajemen baru, salah satu strategi yang dilakukan Manajemen adalah dengan melakukan kaji ulang dan restrukturisasi organisasi. Unit pengembangan produk yang sebelumnya terpisah dari Actuary, kini bergabung menjadi Unit Product Development & Pricing. Reorganisasi bertujuan untuk mendesain, menghitung dan menyediakan produkproduk yang lebih baik demi memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan (Perusahaan, mitra dan nasabah). BNI Life of service providers using the cards in the 886 card provider show that spread throughout Indonesia to provide Inpatient, Outpatient, Dental Care, Maternity and Medical Check Up. In addition to managing its own BNI Life also works with AdMedika as TPA (Third Party Adminitration) that provides EDC (Electronic Data Capture) on providers that can be used for card swipe card (excess claims can be billed on the spot). Provider BNI Life - AdMedika currently amounts 584. BNI Life focus on claim service improvement in 2012 was emphasized on excellent provider service, acceleration of claim service process, and claim information service. The service improvement on the claim process was aimed to increase the customer satisfaction toward BNI Life claim services. The implementation of claim service acceleration in BNI Life include: • The launch of 24 hours service for health insurance in terms of inpatient care at the hospital partners (provider). • “27 Minutes Claim” service which was launched on 5 December 2011 for walk in claim. Currently, such service is available at Customer Care in BNI Life’s Landmark and KS Tubun offices. • Regular claim payment in 7 work days that requires a complete claim document and the claim in accordance with policy (SLA payment according to the policy is within 10 work days). • Information speed up related to claim status, through website, Tele-claim, email, and text message. • Additional capacity for phone lines and Call Center staff. • Customer information through text messaging for police benefit payment. • Faster Underwriting process (speedy) for priority customers. • Tele-underwriting to speed up the follow up pending administration. Internally, right after the new Management was assigned, one of the strategies implemented by the Management was reviewing and restructuring the organization. Product Development Unit that previously was separated from the Actuary Unit is now merged with the Product Development & Pricing Unit. The reorganization aims to design, calculate, and provide better products to meet the needs of our stakeholders (the Company, partners, and customers). BNI Life | Laporan Tahunan 2012 102 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Fokus Unit Product Development & Pricing pada tahun 2012 adalah untuk melakukan tinjauan komprehensif atas portofolio produk yang ada, serta mulai menyiapkan proses produk end-to-end yang lebih tepat. Hasil tinjauan tersebut antara lain: • BNI Life memiliki jumlah produk yang terlalu banyak (lebih dari 100 produk). • Banyak produk yang sudah tidak layak jual. • Banyak produk yang tidak dijual oleh tenaga pemasar. Atas rekomendasi tersebut, strategi Manajemen adalah melakukan downsizing dengan menutup beberapa produk (konvensional) yang sudah tidak sesuai dengan tren pasar, yang bertujuan untuk meningkatkan laba Perusahaan. Jumlah total produk yang ditutup adalah 32 produk yang terdiri atas 22 produk individu, 6 produk anuitas, dan 4 produk non anuitas. Di samping itu, BNI Life juga melakukan kerja sama koasuransi dengan PT Asuransi Cigna dalam menjual 13 produk melalui Telemarketing, sehingga total produk yang dimiliki BNI Life saat ini ada 64 produk. Strategi produk BNI Life pada tahun 2013 adalah dengan berfokus kepada Champion Product, yang akan dikembangkan untuk setiap saluran distribusi. Champion Product merupakan produk yang menjadi unggulan masing-masing saluran distribusi. Produk unit-linked akan tetap menjadi fokus penjualan, di mana pada tahun 2013 BNI Life akan melakukan revamp atas produk unit-linked yang ada. BNI Life juga akan bekerja sama dengan beberapa Manajer Investasi yang kredibel, dengan menambah beberapa dana baru untuk meningkatkan selling point produk. Produk-produk tradisional akan disiapkan untuk saluran distribusi Bancassurance dan Agency. Oleh karena itu, di tahun 2013, akan diluncurkan beberapa produk yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar, dan ada pula beberapa produk unggulan dari masing-masing saluran distribusi. Selain Product Champion, BNI Life akan melakukan repricing terhadap produk-produk individu yang keuntungannya masih diminati nasabah, namun asumsi yang digunakan sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang. Misalnya, asumsi tingkat bunga aktuaria, mortalitas, dan alokasi biaya. Untuk kelompok bisnis, khususnya group health, akan diadakan kajian ulang agar premi menjadi lebih competitif di pasar, seperti kajian berdasarkan klaim experience untuk jenis perusahaan tertentu. In 2012, Product Development & Pricing Unit focused on implementing comprehensive review on existing product portfolio, while preparing for appropriate end to end process for the products. The result for the review are as follows: • BNI Life has too many products (more than 100 products). • There are many products which no longer worth to sell. • There are many products that are not sell by the sales agents. Based on above recommendations, the Management strategy was to downsizing and closed several conventional products which no longer in line with the market trend. The strategy aimed to increase the Company’s profit. Number of closed products amounted to 32 products that consisted of 22 individual products, 4 non-annuity products, and 6 annuity products. In addition, BNI Life also worked together with PT Asuransi Cigna for co-insurance in selling 13 products through telemarketing, adding the total number of products own by BNI Life to reach 64 products. In 2013, BNI Life product strategy focused on the Champion Product, which will be developed further in each distribution channel. Champion Product is the main product owns by each distribution channel. Unit Link product remains as the sales focus in which BNI Life will conduct product revamping for existing Unit Link products in 2013. BNI Life will also work together with several credible Investment Managers, by adding new funds to increase the product’s selling points. The conventional products will be prepared for Bancassurance and Agency channels. Therefore, in 2013 there will be several product launches in line with market needs, as well as several product championS from each distribution channel. In addition to Product Champion, BNI Life will execute repricing implementation for individual products which the benefits still attract the customers, yet the assumption used is no longer relevant with the current condition. For instance, interest rate assumption for actuary, mortality, and fee allocation. For business group, especially group health, will be review in order to a more competitive premium in the market, such as review based on experiences claim for certain type of companies. BNI Life | 2012 Annual Report 103 Adapun perbaikan layanan yang telah dilakukan di tahun 2012, antara lain: • Proses Speedy Claim (Klaim 27 Menit) untuk klaim asuransi kesehatan sampai dengan Rp5 juta (walk in customer). • Guaranteed Minor Alteration, merupakan perubahan pemrosesan hal-hal yang tidak berhubungan dengan finansial, seperti perubahan alamat, nama pemegang polis/ahli waris, ejaan nama tertanggung, dan lain sebagainya. Jika sebelumnya proses tersebut membutuhkan waktu tujuh hari kerja, kini nasabah dapat datang langsung ke Kantor Pusat dan Regional Officer untuk kemudain diproses dalam waktu 25 menit. • Sebelumnya Abandon Rate Contact Center mencapai 5%. Saat ini nilainya menjadi hanya 0,72%. • Penambahan jam pelayanan • Layanan hari kerja kini menjadi 11,5 jam (07.30- 19.00) dari sebelumnya hanya 9 jam (08.00-17.00). • Jika dahulu layanan tidak dibuka pada hari Sabtu, kini BNI Life juga beroperasi di hari Sabtu selama empat jam, yaitu pukul 08.00-12.00. • Jika dahulu layanan tidak dibuka pada hari libur nasional, kini BNI Life beroperasi pada hari libur nasional selama 11,5 jam, yaitu pukul 07.30-19.00. • Memperketat quality control dengan memonitor dan menjaga standar pelayanan yang baik kepada nasabah, baik melalui inbound calls, outbound, email, maupun walk in. • Jaminan respons cepat untuk klaim melalui email, pesan singkat, maupun faksimili. Jika sebelumnya membutuhkan satu hari kerja, sekarang dapat diproses selama dua jam. • Membentuk outbound team untuk retention & business conservation, yang berfungsi untuk menjaga tingkat retensi nasabah. Dari sisi kebijakan polis juga sudah dilakukan banyak perbaikan, antara lain dengan mengeluarkan buku Panduan Administrasi Polis dan Buku Saku Agen Penjualan, aplikasi sistem pesan singkat untuk pembayaran, cetak surat yang lebih profesional, SLA yang lebih pendek, serta pelaporan secara teratur setiap bulan. Ke depannya, BNI Life akan terus melakukan perbaikan layanan secara berkesinambungan demi kepuasan nasabah. Serangkaian program di 2013 juga telah disusun dan akan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari perbaikan sistem IT, layanan, hingga efisiensi proses kerja. Meanwhile, service improvements implemented in 2012, among others, are: • Speedy Claim process (27 Minutes Claim) for certain health insurance claim up to Rp5 million (walk in customer). • Guaranteed Minor Alteration, which is a process change for non financial matters, such as change of address, name of insurer/policy holder, name spelling, and so on. If the previous process takes 7 work days, customers can now come directly to the Head Office and the claim will be processed within 25 minutes. • Previously, the Abandon Rate Contact Center reached 5%. At present the figure lower to 0.72%. • Service hour addition: • Work hour service becomes 11.5 hours (07.30- 19.00) from previously 9 hours (08.00-17.00). • If previously the service was off on Saturday, now BNI Life operates on Saturday for four hours, from 08.00 to 12.00. • If previously the servise was off during national holidays, now BNI Life operates on national holidays for 11.5 hours, from 07.30 to 19.00. • More supervision on quality control by monitoring and maintaining good service standards to customers, either through inbound calls, outbound, email, or walk-in. • Speedy respond guarantees for claim sent by email, text message, and fax. If previously the process needed one work day, now it is speed up to two hours. • Build outbound team for retention and business conservation, aims to maintenance the customer retention level. From police payment side, many improvements were achieved, such as the distribution of Policy Administration Guideline and Sales Agent Guideline books, text message application system for payments, more professional print letters, faster SLA, and regular reporting every month. Going forward, BNI Life will continue on service improvements in a sustainable way for customer satisfaction. A range of programs in 2013 has established and will be implemented gradually, from IT system and service improvements to work process efficiency. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 104 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Teknologi Informasi (TI) Teknologi Informasi sangat penting demi kelancaran serta ketepatan pengelolaan informasi yang dapat meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan Perusahaan kepada nasabah dengan lebih efektif dan efisien. Pengembangan sistem informasi pada BNI Life difokuskan untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang terkait dengan: • penyediaan infrastruktur yang dapat mendukung sinergi dengan BNI serta berbagai pihak terkait dengan proses usaha Perusahaan termasuk pengaturan saluran distribusi, keagenan dan unit pengembangan produk baru. • peningkatan proses dan kualitas pelayanan nasabah, sehingga nasabah puas dan setia dengan Perusahaan. Nasabah yang puas dan setia adalah jaminan keberlangsungan usaha. • peningkatan kinerja SDM dan efektivitas biaya operasional. • memastikan terciptanya kepatuhan pada aturan serta ketentuan hukum dan meningkatkan kualitas pengawasan internal. Implementasi 2012 Pada 2012, unit TI telah melaksanakan program kerja sebagai berikut: • Implementasi DRC (Disaster Recovery System). Proyek ini dilakukan untuk melindungi data Perusahaan jika sewaktu-waktu terjadi bencana atau kerusakan pada sistem. Saat ini BNI Life memiliki Pusat Rehabilitasi Bencana yang berlokasi di German Center, Serpong. • Implementasi SUN dan Prophet. Aplikasi SUN digunakan untuk pengelolaan data akuntansi dan keuangan, sedangkan aplikasi Prophet dipergunakan oleh aktuaria untuk pembuatan model proyeksi profitabilitas dan pencadangan. • Implementasi aplikasi TI untuk penyelesaian klaim dalam waktu 27 menit. • Implementasi Active Directory, di mana BNI Life melakukan pengintegrasian seluruh sistem komputerisasi di Kantor Pusat, sehingga dapat dikelola secara tersentralisasi. • Implementasi Service Desk System (eConnS), yaitu sebuah perangkat lunak Manajemen Pengelolaan Layanan TI. Tujuan utama dari perangkat lunak ini adalah agar insiden-insiden yang terkait dengan permasalahan TI yang terjadi pada pengguna dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, efisien, dan terdokumentasi secara akurat. Information Technology (IT) Information Technology is critical for the flow and the accuracy of management information to improve competitiveness and service quality of the Company to customers in a more effective and efficient way. The development of information system in BNI Life focuses on overcoming problems and challenges associated with: • the provision of infrastructure to support the synergy with BNI and other parties related to the Company’s business, including setting up distribution channels, agencies, and new product development units. • to improve processes and quality service for customer satisfaction and loyalty to the Company. Satisfied and loyal customer is a guarantee for business sustainability. • to improve the performance of human resources and operational cost effectiveness. • to ensure compliance with the laws and the regulations as well as to improve the quality of internal control. Implementation of 2012 In 2012, the IT unit has implemented their work programs as follows: • Implementation of DRC (Disaster Recovery System). The project was done to protect the Company data in case of disaster or system failure. Currently, BNI Life has Disaster Rehabilitation Center located in the German Center, Serpong. • Implementation of SUN and Prophet. SUN application is used for data management and financial accounting, while the Prophet application is used by the actuarial for profitability projection modeling and provisioning. • Implementation of IT applications for the settlement of claims within 27 minutes. • Implementation of Active Directory, where BNI Life run a computerized integration for the entire system at the central office, so it can be managed in a centralized way. • Implementation of Service Desk System (eConnS), which is a software to operate the IT Service Management. The main purpose of this software is to solve incidents related to IT issues that happens to users in a fast, appropriate, efficient, and well documented way. BNI Life | 2012 Annual Report 105 Strategi 2013 Rencana kerja yang telah disusun oleh unit kerja TI di 2013, pada dasarnya masih meneruskan proyek yang telah dimulai sejak tahun-tahun sebelumnya, contohnya pembaharuan website Perusahaan. Untuk membantu konsolidasi seluruh data perusahaan agar dapat dianalisis, TI akan membangun data warehouse. Sejumlah implementasi lain yang akan dilaksanakan di 2013, yaitu implementasi eProspect Management melalui otomatisasi proses SPAJ hingga Policy Inforce, BAS Portal untuk tenaga penjualan Bancassurance (terutama bagi pengawasan manajemen kegiatan dan produksi penjualan), eDocument untuk sentralisasi dan otomatisasi pengaksesan dokumen, Agency Portal untuk pengawasan dan pengelolaan aktivitas Agency, serta Customer Portal, yaitu portal khusus bagi nasabah yang menyediakan fasilitas untuk melihat data polis dan klaim. Operation Dashboard akan diimplementasikan untuk operasional pengawasan proses dan pengukuran waktu proses. Sedangkan BCP (Business Continuity Planning) akan diimplementasikan untuk memastikan operasional Perusahaan tetap berlangsung meski terjadi bencana yang tidak diinginkan. Dukungan Internal Lainnya Sejak Juli 2012, BNI Life mulai mengimplementasikan hasil Revitalisasi Collection, yang bertujuan untuk meningkatkan kesuksesan penagihan, baik premi Group, Individu, maupun Ekses Klaim (kelebihan klaim). Dalam revitalisasi ini juga dilakukan restrukturisasi organisasi, dari yang awalnya berdasarkan level, kini berdasarkan fungsi, sehingga dapat lebih fokus dalam tugas dan tanggung jawab dari masing-masing fungsi. Sejak Juli 2010, BNI Life sudah menggunakan Virtual Account dari BNI untuk pembayaran premi individu. Dalam layanan pembayaran, BNI Life sudah menggunakan internet banking BNI (BNI Direct) sejak April 2010 dan Bank Mandiri (Mandiri Cash Management) sejak Mei 2011. Sementara itu, implementasi internet banking Bank BCA (Klik BCA) pada kuartal empat menyempurnakan layanan keuangan dari segi pembayaran kepada nasabah, karena mampu mempercepat SLA. 2013 Strategy The work plan prepared by the IT unit for 2013 basically is an ongoing project that was started in previous years, such as renewal of the Company’s website. To help the consolidation of all of the Company’s data to be analyzed, IT will build a data warehouse. A number of other implementations that will be implemented in 2013 are the implementation of Prospect Management through process automation from SPAJ to Policy Inforce, BAS Portal for Bancassurance sales force (especially for management oversight activities and sales production), centralization and automation of eDocument in accessing documents, Agency Portal for supervision and management of Agency activities, as well as the Customer Portal, which is a specialized portal that enables the customers to see any data related to policy and claim. Operation Dashboard will be implemented in the operations of procedure supervision and time measurement of the procedure. While the BCP (Business Continuity Planning) will be implemented to ensure that the Company’s operations will run well continue during any unexpected disaster. Other Internal Supports Since July 2012, BNI Life has started to implementing the result of Collection Revitalization whoch aims to improve the success of collection activities, both from Group, individuals, and excessed claim premiums. Under this revitalization process, the organizational restructuring was also conducted, from level based transformed to functional based, so as to focus on each functional duties and responsibilities. Since Juli 2010, BNI Life has implements Virtual Account from BNI for individual premium payments. In payment services, BNI Life applies internet banking from BNI (BNI Direct) since April 2010 and from Bank Mandiri (Mandiri Cash Management) since May 2011. Meanwhile, the implementation of internet banking from Bank BCA (Klik BCA) in the fouth quarter has complete our financial services in terms of payment to the customers because it can speed up the SLA. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 106 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Di tahun 2013, Perusahaan hendak meningkatkan keberhasilan penagihan, antara lain dengan cara: • Kerja sama dengan BNI untuk memberikan layanan pembayaran premi melalui ATM. • Kerja sama dengan BNI dalam pembuatan Virtual Account untuk pembayaran premi kumpulan. • Implementasi kerja sama dengan Bank Mandiri untuk pembayaran premi melalui otodebet. • Menjajaki kerja sama dengan Bank BCA untuk pembayaran premi melalui otodebet. • Penyempurnaan SOA (Statement of Account) sesuai kebutuhan nasabah. • Penyempurnaan dan keakuratan data. Perusahaan juga melakukan persiapan infrastruktur untuk reasuransi, cadangan teknis, pelaporan standar, dan aktuaria, sesuai dengan PSAK 62, PSAK 36 revisi, dan ketentuan Departemen Keuangan untuk laporan asuransi berbasis risiko. Persiapan ini meliputi tinjauan atas sistem eksisting, kemudian dilengkapi dan ditambah dengan informasi data yang dibutuhkan. Penyesuaian format pelaporan sekaligus penyederhanaan dan percepatan proses juga ditinjau dengan seksama. Di tahun 2012, jumlah investasi BNI Life mencapai Rp2,62 triliun. Jumlah investasi ini mengalami kenaikan sebesar 8,85% dibanding tahun sebelumnya. Investasi tahun 2012 ditempatkan di berbagai instrumen, yaitu deposito sebesar 16,29%, saham 1,32%, obligasi 26,31%, pinjaman polis 0,07% dan reksadana 56,02%. Jenis Investasi 2010 2011 2012 Types of Investment Rp juta % Rp juta % Rp juta % Deposito 232.700 11,1% 405.424 17,6% 427.065 16,29% Time Deposit Saham/Efek 65.130 3,1% 68.317 3,0% 34.582 1,32% Shares/Securities Obligasi 829.917 39,7% 718.909 31,1% 689.802 26,31% Bond Pinjaman Polis 1.243 0,1% 242 0,0% 1.774 0,07% Policy Loan Reksadana 961.712 46,0% 1.116.469 48,3% 1.468.694 56,02% Mutual Funds Jumlah investasi 2.090.702 100,0% 2.309.361 100,0% 2.621.916 100,0% Amount of investment In 2013, the Company plans to improve the success of collection by several ways such as: • Joint venture with BNI to provide premium payment through ATMs. • Joint venture with BNI to create the Virtual Account for group premium payment. • Implementation of joint venture with Bank Mandiri for autodebit premium payment. • Exploring joint venture opportunity with Bank BCA for autodebit premium payment. • Completion of SOA (Statement of Account) in accordance with the customers needs. • Data completion and accuracy. The Company also prepares the infrastructure for reassurance, technical reserve, standard reporting, and actuarial, in accordance with SFAS 62, revision of SFAS 36, and the regulation from Ministry of Finance for risk-based insurance reporting. The preparation includes review of current system, which later on will be completed and added with information of required data. The adjustment of reporting form as well as the process simplification and acceleration are also being carefully reviewed. In 2012, the number of BNI Life investement have reached Rp2.62 trillion. This figure is an increase of 8.85% in compare with the previous year. 2012 investement is secured in various instruments, such as deposits (16.29%), shares (1.32%), bonds (26.31%), policy loans (0.07%), and mutual funds (56.02). BNI Life | 2012 Annual Report 107 Money Market Reksadana Bands Saham Total Aset Rp1.442,293 Juta Total Assets Rp1,442.293 Million 41% 18% 2% 39% Portofolio Dana Konvensional per 31 Desember 2012 (Total Aset) Portfolio of Conventional Fund as of 31 December 2012 (Total Assets) Portofolio Obligasi Dana Konvensional per 31 Desember 2012 Portfolio of Conventional Bond Fund as of 31 December 2012 Corporate Bond AAA Government Bond AA 70.11% 4.13% 23.11% 2.65% Obligasi Rp459,453 Juta Bond Holding of Rp459,453 Million Obligasi Rp459,453 Juta Bond Holding of Rp459,453 Million 61.41% 18.32% 6.10% 11.68% 1.68% 0.81% Infrastructure Finance Government Telekomunikasi Consumer Commodity 72% 28% Aset Dolar AS Sebesar Rp189,110 Juta USD Asset Amounted to Rp189.110 Million Money Market Bonds Portofolio Dana Konvensional per 31 Desember 2012 (dalam Rupiah dan Dolar AS) Portfolio of Conventional Fund as of 31 December 2012 (in Rupiah and USD) Money Market Mutual Funds Bands Equity & ETF Aset Rupiah Sebesar Rp1.253,183 Juta Rupiah Asset Amounted to Rp1,253.183 Million 16% 36% 45% 3% BNI Life | Laporan Tahunan 2012 108 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis BNI Insurance School (BIS) BNI Insurance School (BIS) dibentuk pada tahun 2012, sebagai wujud baru dari BLife Learning Center. Perubahan ini merupakan salah satu hasil dari restrukturisasi unit kerja di BNI Life. BIS berlokasi di Gedung BNI Life, KS Tubun, Jakarta. Fasilitas BIS terdiri dari ruang pelatihan, ruang komputer, dan ruang multifungsi. Selain berganti nama dan melakukan renovasi ruangan, tugas dan tanggung jawab BIS juga semakin berkembang. Kini BIS berfungsi pula sebagai pengelola Public Training dan Inhouse Training untuk pegawai BNI Life, sebagai peralihan proses kerja dari unit kerja SDM ke unit kerja BIS. Pelatihan bagi sales agent and sales leaders dari unit kerja Agency juga sudah mulai dikelola oleh BIS. Ruang lingkup unit kerja BIS meliputi: • Pelatihan agen penjualan (Bancassurance, Agency, Employee Benefits, dan Syariah). • Memberikan tutorial untuk lisensi penjualan bagi agen penjualan pada seluruh saluran distribusi. • Memantau proses penjualan melalui skill audit terhadap agen penjualan. • Memantau produksi agen penjualan atas pelatihan yang telah diberikan. • Memfasilitasi pelatihan internal dan eksternal untuk karyawan. • Pendaftaran Ujian Sertifikasi Profesi Karyawan (AAMAI, PAMJAKI, PAI, dan LOMA). • Mengaktifkan fungsi perpustakaan bagi karyawan. BNI Insurance School (BIS) BNI Insurance School (BIS) was created in 2012, as a new form of BLife Learning Center. This change is one of the results of work unit restructuring in BNI Life. BIS is located on BNI Life Building, KS Tubun, Jakarta. BIS facilities consist of training rooms, computer room, and multifunctional room. In addition to renaming and remodeling the rooms, duties and responsibilities of BIS are also increasing. BIS is currently functions is manage Public Training and Inhouse Training for employees BNI Life. Training for sales agent and sales leaders of work units of the Agency have also begun to be managed by the BIS. The scope of work of BIS unit includes: • Trainings for sales agents (Bancassurance, Sharia, Employee Benefits, and Agency). • Provides tutorial for sales license for sales agents throughout the distribution channels. • Monitors the sales process toward the sales agents through skill audit. • Monitors sales agents production after the trainings. • Facilitates internal and external trainings for employees. • Registrates the Employees Professional Certification Exam (AAMAI, PAMJAKI, PAI, and LOMA). • Activates the library function for employees. Mining Agriculuture Finance Misc. Industry Infrastructure Total Dana Rp24,2 Milliar Total Exposure of Rp24.2 Billion 59.58% 7.79% 0.96% 2.02% 29.64% Portofolio Saham Dana Konvensional per 31 Desember 2012 Portfolio of Conventional Share Fund as of 31 December 2012 BNI Life | 2012 Annual Report 109 Selama 2012, BIS telah menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan dan terprogram, melalui pelatihan dan pengembangan karyawan. Total jumlah pelatihan sepanjang tahun 2011 ada sebanyak 45 pelatihan internal dan 87 pelatihan eksternal, dengan total peserta 823 orang. Selama tahun 2012 ada 27 pelatihan internal dan 100 pelatihan eksternal, dengan total peserta 788 orang. BIS juga telah menyusun rencana pengembangan di 2013, seperti penajaman struktur organisasi, mengusulkan Management Development Program untuk calon Sales Agent Leader, mengusulkan sistem pengelolaan kegiatan penjualan untuk pemilihan lead atau prospect pengembangan pelatih secara individu, pengembangan buku rapot individu untuk agen penjualan, serta pengembangan e-learning dan multimedia. Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset yang paling penting dari suatu organisasi. Kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kompetensi SDM-nya. Menyadari hal itu, BNI Life terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi personil yang ada di Perusahaan. BNI Life melaksanakan metode sistem manajemen berbasis kinerja atau Performance Management System (PMS) untuk mendukung periode penilaian berkala. Hasil penilaian ini digunakan untuk menetapkan remunerasi serta sanksi kepada staf terkait melalui sistem Penilaian Kinerja Pekerjaan dan Potensi Karyawan atau Job Performance Assesment and Potential (PPKP). Profil Karyawan Secara total, sampai dengan akhir Desember 2012 terjadi kenaikan jumlah karyawan sebesar 21,3% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2011, yaitu dari 506 karyawan menjadi 610 karyawan. Jumlah karyawan di 2012 terdiri dari 405 orang karyawan tetap dan kontrak (66,4%) serta 205 karyawan outsource (33,6%). Berikut adalah profil karyawan Perusahaan. During 2012, BIS has demonstrated its commitment to improve the quality of human resources in a sustainable and programmed way through training and employee development. Total number of training during 2011 were 45 internal trainings and 87 external trainings, with total participant of 823 people. During 2012 were 27 internal trainings and 100 external trainings, there total participant of 788 people. BIS has also organized a development plan for 2013, such as sharpening organizational structure, proposing a Management Development Program for aspiring Agent Sales Leaders, proposing sales activity management system for the selection of leads or prospects for individual coach development, developing individual evaluation report for sales agents, as well as developing the e -learning and multimedia. Human Resources (HR) Human Resources (HR) is the most important asset of an organization. Organizational performance is strongly influenced by the competence of its HR. Realizing that, BNI Life continually strives to improve the competence of personnel in the Company. BNI Life implemented a performance based management system called Performance Management System (PMS) to help carry out periodic performance appraisals. The results of these appraisals will be used as the basis on which to establish remuneration and sanctions to all staff through the Job Performance Assessment and Potential (PPKP) system. Employee Profile In total, the number of employees by the end of December 2012 increased by 21.3% in compare with the same period in 2011, which is from 506 employees to 610 employees. The number of employees in 2012 consisted of 405 permanent and probation employees (66.4%) as well as 205 outsource employees (33.6%). Below is the Company’s employee profile. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 110 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Jumlah Karyawan Berdasarkan Direktorat Number of Employees by Directorate Direktorat 2012 2011 Directorate Presiden Direktur 205 164 President Director Wakil Direktur Utama 94 63 Vice President Director Direktur Product & Services 106 101 Director of Product & Services Total 405 328 Jumlah Karyawan Berdasarkan Level Jabatan Number of Employees by Grade Jabatan 2012 2011 Position Direksi 3 3 Director Komisaris 2 2 Commisioner Dewan Pengawas Syariah 3 3 Sharia Supervisory Board Komite Audit & Senior Advisor 2 2 Audit Committee & Senior Advisor Pimpinan Divisi 24 24 Head of Division Senior Manager - Manager 77 47 Manager – Senior Manager Asst. Manager – Senior Asst Manager 79 56 Asst. Manager – Senior Asst Manager Staf 208 185 Staff Non Staf 6 6 Non Staff Total 405 328 Jumlah Karyawan Berdasarkan Usia Number of Employees by Age Usia 2012 2011 Age < 30 Tahun 186 140 < 30 Year 30 - 39 Tahun 152 127 30 - 39 Year 40 - 49 Tahun 55 49 40 - 49 Year > 50 Tahun 12 12 > 50 Year Total 405 328 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Number of Employees by Education Level Pendidikan 2012 2011 Education SD & SMP - - Elementary & Junior High School SMA/SMK 8 8 High & Vocational School Diploma 65 49 Diploma S1 297 237 Bachelor Degree S2 33 34 Post Graduate S3 2 Doctorate Total 405 328 Rekrutmen Melanjutkan Strategi Perusahaan 2012-2015 yang telah disusun, pada tahun 2012, BNI Life kembali melakukan rekrutmen sebanyak 250 karyawan dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Karyawan yang Direkrut pada Tahun 2012 Number of Employees Recruited in 2012 Karyawan Jumlah Amount Employee Karyawan BNI Life (Tetap dan Kontrak) 136 Permanent Employee Karyawan Alih Daya 114 Outsourcing Employee Catatan: Total karyawan tidak termasuk karyawan alih daya. Recruitment To continue on 2012-2015 Corporate Strategy that was made by the Company, in 2012 BNI Life once again conducted a recruitment of 250 employess, with below details: BNI Life | 2012 Annual Report 111 Pengembangan SDM Program pengembangan SDM dilakukan secara konsisten berdasarkan program yang disusun setiap tahunnya. Hal itu dilakukan guna mendapatkan SDM yang kompeten dan profesional sesuai tuntutan dan perkembangan operasional bisnis Perusahaan. Sementara itu, komitmen Perusahaan terhadap pengembangan SDM pada 2012 dapat dilihat dari beberapa aspek di bawah ini. Komitmen Perusahaan Terhadap Pengembangan SDM The Company’s Commitment to Human Resources Development Aspek-Aspek 2011 2012 Aspects Realisasi dana pendidikan dan pelatihan Rp526.097.135 Rp371.347.329 Fund realization for training and education Jumlah peserta pelatihan 823 orang 788 orang Number of participants Total jam pelatihan 2.112 jam 2.896 jam Total of training hours Rata-rata jam pelatihan per peserta pelatihan 2,6 jam 4 jam Average training hours per training participant Rata-rata jam pelatihan per karyawan 6,4 jam 7 jam Average training hours per employee Survei Indeks Keterikatan Karyawan Keterikatan merupakan faktor penggerak yang mendasari keinginan individu dalam melaksanakan atau mencapai suatu tujuan atas dasar kesetiaan. Keterikatan berkorelasi secara signifikan dengan produktivitas kerja. Menyadari hal itu, BNI Life pada 2012 melakukan Survei Employee Engagement Index. Dengan survei tersebut, Perusahaan dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesetiaan karyawan secara signifikan, sehingga dapat mengambil tindakan tepat dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Dari hasil survei terhadap 367 karyawan diperoleh kenaikan jumlah karyawan yang masuk kategori Engaged sebesar 172%. Untuk karyawan Non-engaged mengalami penurunan sebesar 11%, sedangkan karyawan yang masuk kategori Disengaged turun sebesar 200%. Tingkat Perpindahan Karyawan Bagi BNI Life, tahun 2012 merupakan periode di mana terjadi transformasi di segala bidang, termasuk dalam hal pelaksanaan seleksi dan rekrutmen terhadap karyawan. Kapabilitas dan kompetensi serta pemahaman terhadap spirit transformasi menjadi hal penting yang wajib dimiliki oleh setiap insan BNI Life. Transisi ini tentunya berpengaruh secara tidak langsung terhadap tingkat perpindahan karyawan. Tingkat keluar masuknya karyawan dari Perusahaan (turn over rate) selama 2012 meningkat menjadi 23% dari 21,6% di tahun sebelumnya. People Development The human resources development program is carried out consistently based on programs arranged every year. This was done in order to get professional and competent individuals in accordance with the demand and operational development of the Company’s business. Meanwhile, the Company’s commitment to human resources development in 2012 can be seen from below aspects: Employee Engagement Index Survey Engagement is the driving factor that underlies individual’s desire to perform or achieve a goal. Engagement is significantly correlates with lemployees productivity. Recognizing this, in 2012 BNI Life conducted an Employee Engagement Index Survey. Using this survey, the Company wants to identify the factors that significantly influence the employee’s loyalty, so that the Company could conduct appropriately in order to increase employee productivity. From the survey result of 367 employees be obtained an increase in the number of employees in the category Engaged by 172%. For Non-engaged employees decreased by 11%, while in the category of disengaged employees decreased by 200%. Employee Turn Over For BNI Life, 2012 was the year where we enforce the transformation in every aspect, including in employment selection and recruitment process. Capability and competence, as well as an understanding to transformation spirit, are important values for BNI Life’s employees. Such transition unavoidably indirectly impacting the Company’s employee turn over. The Company’s turn over rate throughout 2012 has increase in compare to 2011, reached 23% from 21.6% the previous year. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 112 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Prospek Usaha Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan premi yang stabil pada tahun 2013, didorong oleh meningkatnya kesejahteraan di Indonesia, penetrasi pasar yang rendah, dan peningkatan kesadaran atas bencana alam. Penetrasi asuransi di Indonesia hanya sebesar 1,7 – 2% tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan 8,1% di Amerika Serikat, 11,8% di Inggris, dan di atas 4% untuk negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kepemilikan asing di pasar Indonesia juga diharapkan meningkat akibat pertumbuhan yang melambat di pasar yang sudah matang, seperti di Amerika Serikat, Jepang dan Korea. Hal ini juga didorong oleh batas kepemilikan asing di Indonesia, yaitu 80% jauh lebih tinggi daripada di negara-negara Asia lainnya. Premi sektor asuransi di Indonesia tumbuh 15,5% dibanding tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp68,9 triliun pada semester pertama 2012. Dalam pandangan Fitch, meningkatnya persyaratan regulasi, termasuk persyaratan modal minimum ke Rp70 miliar tahun 2012 dan Rp100 miliar pada 2014, akan mendorong konsolidasi pasar yang lebih ketat. Jumlah perusahaan asuransi akan menyusut karena asuransi yang lebih kecil akan bergabung dengan perusahaan lain untuk memenuhi persyaratan modal baru atau terpaksa keluar dari pasar. Dalam jangka panjang, hal ini diperkirakan akan membantu mengembangkan kesadaran risiko yang lebih besar serta meningkatkan kemampuan perusahaan asuransi untuk mengelola sumber permodalan. Meskipun prospek pertumbuhan industri asuransi di Indonesia akan terhambat oleh tingkat transparansi kelembagaan, pengungkapan kepada publik, dan manajemen risiko yang terbatas, Fitch yakin bahwa lingkungan operasional dapat diperbaiki secara bertahap dengan menguatnya persyaratan regulasi dan meningkatnya minat investor asing. Memperhatikan perkembangan ekonomi Indonesia, khususnya industri asuransi, Manajemen BNI Life melakukan beberapa kebijakan yang menjadi terobosan dalam sejarah perusahaan. Terobosan yang dilakukan di antaranya adalah dengan memperkuat SDM di bidang investasi. Dengan SDM yang lebih kuat, maka manajemen dapat melaksanakan beberapa kebijakan dan strategi terkait pengelolaan investasi. Business Prospects Fitch Ratings expects steady premium growth in 2013, fuelled by Indonesia’s rising affluence, its heavily under-penetrated market, and increasing catastrophe awareness. Indonesia insurance penetration at a range of 1.7 – 2% is considered low in compare with the 8.1% for the US, 11.8% for the UK, and above 4% for neighbouring markets such as Singapore and Malaysia. Foreign ownership in Indonesian market is also expected to increase, as growth slows in mature markets such as in the USA, Japan and Korea. This is further encouraged by Indonesia’s foreign ownership limit, which at 80% is much higher than in other Asian countries. The Indonesian insurance sector grew 15.5% yoy in premium to Rp68.9 trilion in the first half of 2012. In Fitch’s view, enhanced regulatory requirements, including increased minimum capital requirement to Rp70 billion by 2012 and Rp100 billion by 2014, should encourage tighter market consolidation. The number of insurers should shrink as smaller insurers will merge with other companies to meet the new capital requirement or being forced to be excluded from the market. Over the long term, this should help insurers develop greater risk awareness and improve their ability to manage capital sources. Negatively, growth prospects in Indonesia’s insurance industry are tempered by limited institutional transparency, public disclosure, and risk management. Fitch, however, believes that the operating environment would gradually improve on strengthening regulatory requirements and increasing foreign investor interest. In accordance with Indonesian economic development, particularly the insurance industry, BNI Life Management has perform some breakthrough in the history of the Company in terms of policies. The breakthrough, among others, includes strengthening HR in the field of investment. With a more robust HR, the management will be able to implement several policies and strategies related to investment management. Tinjauan Prospek dan Strategi Usaha Business Prospects And Strategy Review BNI Life | 2012 Annual Report 113 Strategi tersebut, antara lain dengan melakukan pembobotan ulang portofolio investasi yang sudah ada, mengurangi porsi portofolio yang memiliki risiko tinggi, serta mengembangkan jenis-jenis investasi yang lebih moderat sesuai dengan karakter bisnis asuransi namun masih menghasilkan investasi yang optimal. Kebijakan investasi ini telah memberikan hasil yang menggembirakan. Pada tahun 2012, BNI Life berhasil membukukan investasi Dana Konvensional sebesar Rp98 milliar, lebih tinggi dari 2011 yang sebesar Rp61 milliar. Untuk lebih memperkuat permodalan, pada tahun 2012 BNI Life juga menjajaki kemitraan strategis baru dengan offshore insurance company. Dengan adanya strategic partner ini, BNI Life optimis akan mampu menggarap pasar asuransi yang lebih besar lagi. Strategi dan Pencapaian Di 2012 Beberapa langkah konkret dan arah kebijakan ke depan hingga tahun 2015 mulai diambil BNI Life, sejalan dengan komitmen untuk mewujudkan transformasi Perusahaan serta menyesuaikan diri dengan dinamika bisnis saat ini. Tahun 2012 ditetapkan sebagai tahun untuk membangun fondasi bagi pengembangan kapasitas (capacity building) Perusahaan, yang meliputi aspekaspek: Eksklusivitas pengelolaan bisnis Bancassurance BNI. Pengembangan kapasitas SDM, saluran distribusi, proses bisnis, sistem teknologi informasi, dan kapasitas layanan. Ada dua sasaran besar yang telah dicapai BNI Life pada tahun 2012, yaitu peningkatan laba bersih dan memberikan layanan yang lebih berkualitas kepada para pemangku kepentingan. Beberapa strategi yang dilakukan pada tahun 2012, antara lain seperti meningkatkan sinergi bisnis Bancassurance BNI Life dengan BNI, meningkatkan pendapatan premi dengan fokus pada pengembangan bisnis yang menjanjikan pertumbuhan dan keuntungan terbesar, meningkatkan produktivitas tenaga pemasar, evaluasi produk, meningkatkan kegiatan branding, proses underwriting yang handal, restrukturisasi organisasi, meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM, serta meningkatkan kualitas layanan. The strategy, among others, were to reevaluate the weight of existing investment portfolio, reduce the share of high risk portfolios, and develop the types of investment that are more moderate in accordance with the character of insurance business, yet still produces optimum investment. These investment policies finally gave a great result. In 2012, BNI Life recorded a Conventional Fund investment which amounted to Rp98 billion, higher than Rp61 billion in 2011. To further strengthen the capital, in 2012 BNI Life was also exploring new strategic partnership with offshore insurance companies. By collaborating with such strategic partner, BNI Life is optimistic that the Company will be able to grab even greater insurance market. 2012 Strategy and Achievements Several concrete steps in a strategic direction have begun to be taken for the future up to 2015, in line with our commitment to transform the Company as well as to adjust with the current business environment. The year 2012 was set as the year to build the foundation for the Company’s capacity, which includes several aspects: Business management exclusiveness of BNI’s Bancassurance. Capacity building of human resources, distribution channels, business process, information technology system, and service capability. There are two main targets achieved by BNI Life in 2012, which were net profit increase and a better quality of service provision to stakeholders. Several strategies were conducted in 2012, such as business synergy enhancement between BNI Life’s Bancassurance and BNI, premium revenue improvement which focus on promising business development for the biggest growth and profit, sales agents productivity improvement, product evaluation, branding activity improvement, reliable underwriting process, organizational restructuring, capacity and quality improvement on human resources, as well improvement of service quality. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 114 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Kapasitas sumber daya manusia dikembangkan dengan melakukan perbaikan sistem rekrutmen, sistem pelatihan dan pengembangan yang lebih berkualitas untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan pemasaran dan negosiasi para tenaga pemasar, sistem remunerasi yang lebih memotivasi dan bersaing, sistem reward and punishment yang lebih adil. Kapasitas saluran distribusi dikembangkan dengan mengubah peran dan fungsi saluran distribusi dari sekedar penghasil pendapatan premi menjadi bisnis unit yang berfungsi sebagai mesin penghasil laba. Oleh karena itu, pemimpin saluran distribusi dituntut untuk mampu menjalankan dan mengelola bisnisnya seoptimal mungkin, sehingga memberikan keuntungan yang maksimal kepada Perusahaan. Setiap saluran distribusi akan menghasilkan laporan keuangan (neraca dan laba-rugi) tersendiri. Sementara itu, fungsi saluran distribusi sebagai unit bisnis ini sudah mulai dimulai sejak tahun 2010, namun pelaksanaannya dioptimalkan pada tahun 2012 dengan didukung oleh sistem informasi dan teknologi yang terintegrasi. Adapun kapasitas proses bisnis dikembangkan dengan meningkatkan kecepatan, ketepatan dan penyederhanaan proses bisnis, sehingga kemampuan memproses jumlah nasabah akan meningkat. Sedangkan pengembangan kapasitas layanan dilakukan melalui pembentukan Representative Office di 14 kota besar di Indonesia, peningkatan kualitas dan kapasitas SDM baik dari sisi soft skill (attitude) maupun hard skill (knowledge), dan pembentukan Unit Penanganan Keluhan atau complain handling unit, serta sistem pemantauan tingkat layanan. Human resources capacity was developed through better recruitment system, better quality of development and training system for knowledge enhancement, better marketing and negotiation skills of the sales agents, better and more competitive remuneration system, as well as equitable reward and punishment system. Distribution channels capacity was developed by transforming the role and the function of distribution channels, from premium generator to profit generator business units. Therefore, distribution channels’ leaders are required to run and manage their business optimally so as to deliver maximum profit to the Company. Every distribution channel produces their own financial reports (balance sheet as well as profit and loss reports). Meanwhile, the function of distribution channel as business unit has already started since 2010, although the implementation was encouraged in 2012 supported by integrated technology and information system. In addition, the business process was developed by increasing its speed, accuracy, and simplicity, so as to increase the ability to processing a certain amount of customers. While the service capacity development was conducted through the establishment of Representative Offices in 14 major cities in Indonesia, the improvement of human resources quality and capacity from both soft skill (attitude) and hard skill (knowledge), as well as the establishment of the Complaint Handling Unit and service level supervision system. BNI Life | 2012 Annual Report 115 Sasaran dan Strategi 2013 Perusahaan mencanangkan untuk menjadikan tahun 2013 ini sebagai tahun percepatan pertumbuhan bisnis demi mencapai pertumbuhan berkelanjutan atas kinerja dan kualitas layanan Perusahaan. Sasaran dan strategi untuk perolehan pertumbuhan terbesar ini adalah gerakan serentak oleh seluruh unit usaha yang dilengkapi dengan panduan konkrit, realistik, terarah dan terukur. Sasaran yang ditetapkan merupakan angka realistis yang diperkirakan dapat dicapai oleh para unit bisnis selaras dengan kepentingan Perusahaan dan kebijakan Manajemen pada 2013. Pada tahun 2013, Perusahaan berencana untuk melakukan Corporate Action terkait rencana masuknya strategic partner untuk BNI Life. Langkah-langkah yang akan dilakukan Perusahaan, antara lain melalui pengeluaran saham baru (right issue) dengan penawaran awal kepada pemegang saham lama – untuk kemudian ditawarkan kepada strategic partner – serta menjual saham lama (aliansi strategis) kepada mitra strategis. BNI Life juga akan menindaklanjuti implementasi Umbrella Agreement dan KPI dalam pengembangan bisnis Bancassurance yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung bisnis BNI Life. Hal ini diperkuat dengan mengoptimalkan sinergi bisnis dengan BNI serta revitalisasi unit bisnis Agency untuk pengembangan bisnis yang masih memiliki pasar yang sangat potensial. Di sisi produk, akan digalakkan pengembangan produk tradisional dalam upaya mengantisipasi imbas gejolak perekonomian di Uni Eropa dan Amerika Serikat. BNI Life juga akan meningkatkan penetrasi dan market share dana new business, sekaligus tetap menjaga dan mengembangkan nasabah yang ada saat ini. Peningkatan layanan akan dilakukan melalui program peningkatan kualitas call centre dalam rangka mendapatkan Call Centre Award 2013, menghadirkan layanan BNI Life di 14 wilayah BNI, memperhatikan kebutuhan akan manfaat hubungan dengan nasabah, serta mengembangkan strategi dalam mempertahankan nasabah. 2013 Target and Strategy The Company continues to establish its effort in 2013 to accelerate the Company’s business growth to achieve sustainable development in terms of the Company’s performance and service quality. Objectives and targets to achieve the biggest growth will be conducted collectively by all business units and will be supported by a concrete, realistic, directive, and measurable guideline. Objectives are set in realistic figures that are expected to be reached by all business units in accordance with the Company’s interest as well as the Management policies in 2013. In 2012, the Company plans to establish the Corporate Action that correlates with the joint venture plans of BNI Life with its strategic partner. The strategies that will be conducted by the Company, such as the issuance of new shares (rights issue) that will be initially offered to the existing shareholders and then followed by an offer to the strategic partner, and the selling of the current stock (strategic alliance) to strategic partner. BNI Life will also continue to implement the Umbrella Agreement and KPI in order to develop Bancassurance business which is expected to be the backbone business of BNI Life. This is further strengthened by optimizing the business synergy with BNI as well as revitalizing Agency as a business unit for business expansion to highly potential markets. From product side, there will be a development for conventional products in our effort to anticipate the economic uncertainties in European Union and United States. BNI Life will also improve its penetration and market share to fund new businesses, while keep on maintaining and developing our existing customers. Service improvement will be executed through call canter quality improvement program in order to achieve 2013 Call Center Award, by delivering services of BNI Life accross the 14 regions of BNI, considering the need of relationship benefits with the customers, as well as delivering strategies to maintain the customer retention. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 116 Analisis & Pembahasan Manajemen | Management Discussion & Analysis Arah Kebijakan Perusahaan Sesuai dengan visi yang telah ditetapkan, garis besar dan arah kebijakan Perusahaan dalam 5 tahun ke depan dapat didasari pada proyeksi di berbagai aspek. Proyeksi Faktor Eksternal Gejolak Ekonomi Ketidakpastian global diperkirakan akan terus berlanjut. Dampak krisis Eropa dan Amerika Serikat tetap akan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gejolak ekonomi global akan mempengaruhi Indonesia pada 3 sektor, yakni perdagangan (ekspor-impor), aliran modal, dan sektor perbankan. Sementara di sektor Pasar Modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada pada kisaran 4.280–4.350 di tahun 2013. Analisis Pasar Jumlah perusahaan asuransi jiwa di Indonesia tidak mengalami perkembangan yang berarti pada tahun 2011. Secara proporsional, asetnya hanya tumbuh sebesar 23,6% dan pendapatan premi tumbuh 12% (hanya separuh dari proyeksi AAJI yang menargetkan pertumbuhan premi sebesar 30% pada tahun 2011). Jumlah investasi industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya, yang diikuti dengan penurunan hasil investasi yang cukup tajam yakni 40,9%, sebagai akibat dampak krisis yang terjadi di kawasan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Tingkat penetrasi asuransi jiwa yang masih rendah menunjukkan bahwa pasar asuransi jiwa yang tersedia masih relatif besar. Sementara jumlah pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang cenderung meningkat menunjukkan peluang peningkatan jumlah premi per pemegang polis serta peningkatan rasio jumlah polis per penduduk. Namun demikian, persaingan di industri asuransi jiwa sangat ketat. Jumlah pemain asing di industri ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun. The Company’s Policy Directions In accordance with the vision established by the Company, our main concept and policy direction for the next 5 years are based on our projection towards various aspects. Projection of External Factors Economic Uncertainty Global uncertainty is predicted to continue. the European and American crisis will significantly impact the growth of the Indonesian economy. Shocks to the international economy will impact Indonesia in three areas, namely trade (export-import), capital flows, and the banking sector. Meanwhile in the Capital Markets sector, the Jakarta Composite Index (JSI) is expected to still be able to Reach 4,280-4,350 in the year 2013. Market Analysis The life insurance industry in Indonesia did not experience significant development in 2011. Proportionally, assets grew only 23.6% while premium income grew 12% (half of AAJI projections which targeted 30% premium growth in 2011). Total life insurance investment decreased 14.5% compared with previous years, followed by a sharp 40.9% drop in investment yields due to the European Union and American crisis. The low penetration of life insurance, suggests that the market for life insurance is still relatively large. The increasing income per capita of Indonesians also represents a growth opportunity in the amount of premiums per policyholder and an increase in the ratio of policies per person. However, competition in the life insurance industry is very fierce. The number of foreign players in this industry has risen from year to year. BNI Life | 2012 Annual Report 117 Proyeksi Faktor Internal Saluran Distribusi Selama tahun 2012, BNI Life memiliki 4 saluran distribusi untuk pemasaran produk-produknya, yakni Agency, Bancassurance, Employee Benefits, dan Syariah. Semua saluran distribusi ini diarahkan untuk menjadi unit usaha strategis yang mencetak keuntungan bagi Perusahaan. Organisasi dan Sumber Daya Manusia BNI Life akan terus meningkatkan jumlah tenaga pemasar baik untuk Agency, Bancassurance Specialist, Bancatakaful Specialist dan tenaga pemasar Telemarketing. Peningkatan jumlah tenaga besar pemasaran ini untuk memperkuat penetrasi pasar serta memperluas distribusi pemasaran. Rencana Penambahan dan Perubahan Modal Pada akhir tahun 2011, BNI telah melakukan penambahan modal sebesar Rp150 miliar. Penambahan modal tersebut rencananya akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis, pengembangan sistem teknologi dan informasi, serta memperkuat tingkat permodalan Risk Based Capital (RBC). Di sisi komposisi kepemilikan saham, penambahan modal sebesar Rp150 miliar dari BNI menyebabkan terjadinya perubahan komposisi pemegang saham secara signifikan. Saham BNI meningkat dari 91,52% menjadi 99,99%. Sebaliknya, saham YKK Jiwasraya dialihkan seluruhnya kepada BNI. Projection of Internal Factors Distribution Channels As of 2012, BNI Life markets its products through 4 distribution channels namely Agency, Bancassurance, Employee Benefits, and Sharia. All distribution channels are directed towards becoming strategic business units that can be profit centers for the Company. Human Resources and the Organization BNI Life will continue to increase the number of Agents, Bancassurance Specialists, Bancatakaful Specialists and Telemarketing sales staff. The large increase in sales staff is meant to strengthen market penetration and enhance marketing distribution. Plans for Capital Injections and Changes At the end of 2011, BNI injected capital funds in the amount of Rp150 billion. The additional funds will be allocated for business development, development of a technology and information system, as well as strengthening Risk Based Capital (RBC) capital requirements. In terms of share ownership composition, the addition of this Rp150 billion capital from BNI caused a significant shift in the composition of share ownership. BNI’s shares increased from 91.52% to 99.99%. Conversely, YKK Jiwasraya’s share ownership was entirely moved to BNI. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 118 Data Perusahaan | Corporate Data Berdiri / Standing (dari kiri ke kanan / from left to right) YUDI SADRIABHAKTI BNI Insurance School ARRY HERWINDO WILDAN Legal & Compliance PARLUHUTAN MANALU Change Management Office NUR HADI NUGROHO Information Technology BUDI EKA BUANA Human Resource and General Affair SONNY WIDIASANA Sharia HARIADI TJAHJONO Treasury & Investment DEFIT RIZAL Pricing & Product Development HAPPY DIAN WICAKSONO Accounting & Reporting LEONARDO SEMBIRING Risk Management Duduk / Sitting (dari kiri ke kanan / from left to right) ERNA LISA WIJAYA Employee Benefits PURWANI KENCANA WARTI Technical Report & Reinsurance YUNI YANTI Settlement & Collection ASTRI LESTARININGRUM Bancassurance IDA KURAENY Chief Sales Officer MARTINA DANUNINGRAT Corporate Secretary & Communication SANTY DAHLAN Claims KRISTRIANA D D Internal Audit RAMA VIVA Underwriting & Customer Services Pemimpin Unit Kerja Head of Unit BNI Life | 2012 Annual Report 119 Berdiri / Standing (dari kiri ke kanan / from left to right) YUDI SADRIABHAKTI BNI Insurance School ARRY HERWINDO WILDAN Legal & Compliance PARLUHUTAN MANALU Change Management Office NUR HADI NUGROHO Information Technology BUDI EKA BUANA Human Resource and General Affair SONNY WIDIASANA Sharia HARIADI TJAHJONO Treasury & Investment DEFIT RIZAL Pricing & Product Development HAPPY DIAN WICAKSONO Accounting & Reporting LEONARDO SEMBIRING Risk Management Duduk / Sitting (dari kiri ke kanan / from left to right) ERNA LISA WIJAYA Employee Benefits PURWANI KENCANA WARTI Technical Report & Reinsurance YUNI YANTI Settlement & Collection ASTRI LESTARININGRUM Bancassurance IDA KURAENY Chief Sales Officer MARTINA DANUNINGRAT Corporate Secretary & Communication SANTY DAHLAN Claims KRISTRIANA D D Internal Audit RAMA VIVA Underwriting & Customer Services Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance BNI Life | Laporan Tahunan 2012 120 • Struktur Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Structure • Nilai-Nilai Perusahaan Corporate Values • Manajemen Risiko Risk Management • Litigasi Litigation • Akses Informasi Information Access BNI Life | 2012 Annual Report 121 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 122 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Landasan Pelaksanaan Sebagai perusahaan yang mengandalkan dan mengelola kepercayaan para pemangku kepentingan, PT BNI Life Insurance berkomitmen untuk menerapkan praktek tata kelola perusahaan sesuai dengan standar terbaik yang ada (best practices). Untuk itu, kami mengacu pada pedoman yang disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governance yang dipublikasikan pada tahun 2006 dan telah direvisi di tahun 2010, serta Good Corporate Governance Self Assessment Checklist (Penilaian Mandiri). BNI Life mengirimkan Penilaian Mandiri yang telah diisi kepada Biro Perasuransian Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan) setiap tahunnya. Penilaian Mandiri tersebut harus diterima oleh Bapepam-LK selambat-lambatnya tanggal 31 Maret pada tahun tersebut. Prinsip Tata Kelola Perusahaan Kepercayaan adalah prinsip terpenting yang harus dipegang teguh dan dilaksanakan oleh BNI Life. Oleh karena itu, sejak berdirinya pada 28 November 1996, BNI Life telah menyadari pentingnya menjadikan tata kelola perusahaan yang baik sebagai budaya perusahaan untuk menjamin kepercayaan pemangku kepentingan. Prinsip-prinsip dasar tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan kegiatan usahanya, yaitu: • Transparansi BNI Life senantiasa terbuka dalam menyajikan dan menyampaikan berbagai informasi dan memastikan adanya kemudahan akses terhadap berbagai informasi yang menyangkut kepentingan para pemangku kepentingan. Prinsip-prinsip keterbukaan yang dilaksanakan tidak bertentangan dengan kewajiban BNI Life dalam melindungi informasi rahasia, bagi Perusahaan maupun pemangku kepentingan. • Akuntabilitas Dalam menjalankan kegiatan usahanya, BNI Life senantiasa mengembangkan struktur organisasi, prosedur operasional dan sistem kerja yang mampu memberikan peningkatan kinerja dari waktu ke waktu demi menjaga kepercayaan dan kepuasan pemangku kepentingan. BNI Life secara konsisten terus berupaya memperbaiki kinerja untuk menjamin pencapaian visi, misi, dan tujuan yang sesuai dengan budaya Perusahaan. Basis of Implementation As a company which relies and manages the trustworthiness of stakeholders, BNI Life is committed to implement best practices of Good Corporate Governance (GCG). The Company makes reference to the GCG guidelines prepared, issued and published by the National Committee on Governance in 2006, revised in 2010, in addition to GCG Self Assessment Checklist. Each year, BNI Life timely submitted the completed Self Assessment form to the Bureau of Insurance Affairs of Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency BAPEPAM - LK. The Self Assessment must be received by BAPEPAM - LK no later than 31 March of each year. Corporate Governance Principles Trust, the most important principle, must be always firmly maintained and carried out by BNI Life. Therefore, since its establishment on 28 November 1996, BNI Life has recognized the importance of good corporate governance being part of the Company’s culture to ensure stakeholders confidence. The principles of good corporate governance are embedded in all of the Company’s operational activities. These principles are: • Transparency BNI Life always openly communicates the appropriate information at all times and ensure ease of access to informastion of interest to the stakeholders. The principle of transparency does not conflict with the transparency of BNI Life in protecting confidential information for the company or stakeholders. • Accountability In conducting its business activities, BNI Life continuously develops its organizational structure, operational procedures and working systems to be able to improve performance from time to time and maintain the trust and assurance of stakeholders. BNI Life strives to consistently improve performance to ensure the Company’s of the vision, mission and objectives are achieved and the Company’s culture preserved. BNI Life | 2012 Annual Report 123 • Tanggung jawab Dalam menjalankan setiap kegiatan bisnisnya, BNI Life senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan hidup. BNI Life juga senantiasa berupaya untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat. • Independensi Dalam menjalankan setiap kegiatan usahanya, BNI Life senantiasa menjaga prinsip-prinsip kemandirian dan senantiasa menghindari terjadinya dominasi, pengaruh, intervensi oleh pihak-pihak dan kepentingan tertentu. Setiap pengambilan keputusan senantiasa dilakukan secara objektif. • Kewajaran dan Kesetaraan BNI Life senantiasa memperlakukan para pemangku kepentingan berdasarkan prinsip kewajaran dan kesetaraan. BNI Life senantiasa memberikan kesempatan yang sama kepada para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan BNI Life. Kesempatan yang sama juga diberikan kepada setiap pegawai untuk berkarir dan melaksanakan tugasnya tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin dan kondisi fisiknya. Prinsip dasar GCG tersebut telah dijalankan dalam operasional usaha di BNI Life untuk kemudian dirumuskan dalam bentuk pedoman GCG tersendiri. Adapun prinsip-prinsip tersebut telah tertuang dalam: Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perusahaan tertuang dalam Akta Nomor 34 tanggal 17 Maret 2011 sebagaimana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Daftar Perusahaan No. AHU–0028710. AH.01.09. Th.2011 tanggal 11 April 2011. Anggaran Dasar Perusahaan ini memuat pedoman sebagai berikut: • Pedoman Badan Perusahaan, yaitu berupa Pedoman Rapat Umum Pemegang Saham, Pedoman Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi • Ketentuan secara umum lainnya, berupa pengaturan mengenai saham, ketentuan saham, modal, ketentuan remunerasi bagi Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi. • Responsibility In conducting each and every business activity, BNI Life ensure its business operation fully complies with the laws and regulations and carries out its responsibilities to the community and environment through the Company’s corporate social responsibility program. • Independence In conducting each and every business activity, BNI Life always maintains the principle of autonomy and avoid any attempt of certain parties and interest to dominated, influence and intervene. Everyday season is taken objectively. • Equality and Fairness BNI Life serves stakeholders based on the principles of fairness and equality. BNI Life always provides equal opportunity to the stakeholders in to provide inputs and delivering opinions in the interests of BNI Life. Every employee is given equal opportunity to pursuing career and implementing their tasks regardless of cultural group, religion, race, class, gender and physical condition. These basic GCG principles are embedded in BNI Life business practices and have been formulated in a separate GCG manual. The principles are as follows: The Articles of Association The Company’s Articles of Association are set forth in Act No. 34 dated 17 March 2011 as approved by the Minister of Law & Human Rights No. AHU 0028710. AH.01.09.Th.2011 dated 11 April 2011. This Company’s Articles of Association contain the following guidelines: • Guidelines on Organs of the Company, namely General Meeting of Shareholders Manual, Board of Commissioners Manual, Sharia Supervisory Board and Board of Directors Manual. • Other general regulations include on shares, share requirements, capital, and remuneration for the Board of Commissioners, Sharia Supervisory Board and Board of Directors. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 124 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Peraturan Perusahaan Peraturan Perusahaan BNI Life telah disahkan melalui Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta No. 4064/2011 tanggal 30 Juni 2011. Peraturan Perusahaan tersebut memuat pedoman, antara lain: • Hubungan kerja dan tata tertib. • Aturan remunerasi bagi pegawai. • Kode etik pegawai dalam melakukan kegiatan bisnis yang sehat, antara lain kebijakan penerimaan dan/atau pemberian suap, kebijakan permintaan dan/atau penerimaan cinderamata/ hadiah/gratifikasi, kebijakan penggunaan barang dan fasilitas kantor. Pembentukan Komite BNI Life telah membentuk sejumlah komite penunjang yang berada di bawah naungan Dewan Komisaris dan Direksi. Komite ini berfungsi untuk membantu pelaksanaan pengawasan dan kegiatan operasional perusahaan. Komite yang telah ada dan dibentuk untuk mendukung tugas-tugas Direksi adalah sebagai berikut: • Komite Investasi. • Komite Risiko. • Aset dan Liabilitas. Sedangkan komite yang mendukung tugas-tugas Dewan Komisaris adalah : • Komite Audit Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pengadaan barang dan jasa, BNI Life berpedoman pada Buku Pedoman Perusahaan yang mengatur Pengadaan Barang dan Jasa yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi No. DIR/RSK/ Sertif/220210 tanggal 22 Februari 2010. Company Regulations The Company Regulations of BNI Life have been legalized by the Decision of the Head of Manpower and Transmigration Service Office of DKI Jakarta Province No. 4064/2011 dated 30 June 2011. The Company Regulations include the following: • Working relationships and orderly behavior. • Rules for remunerating employees. • Employee Code of Conduct to promote sound business practices, such as a policy on addressing and/or giving bribery, policies on requesting/ receiving souvenirs/gifts/gratification, and policies on the utilization of office goods and office facilities. Establishment of Committees BNI Life has established several supporting committees under the Board of Commissioners oversight and Board of Directors to assist with supervision and in implementing of company activities. The committees that have been established to support the Board of Directors in carrying their tasks are as follows: • Investment Committee. • Risk Committee. • Asset and Liability Committee. The committee to support the Board of Commissioners in their tasks is: • Audit Committee. Guidelines on Procurement of Goods and Services With regard to the procurement of goods and services, BNI Life refers to the Company Manual which sets out guidelines on the Procurement of Goods and Services which was established based on the Decree of the Board of Directors No. DIR/RSK/ Certif/01/220210 dated 22 February 2010. BNI Life | 2012 Annual Report 125 Buku Pedoman Perusahaan yang mengatur Pengadaan Barang dan Jasa terdiri dari 10 bab yang berisikan panduan teknis pengadaan barang dan jasa. Buku Pedoman Perusahaan yang mengatur mengenai Pengadaan Barang dan Jasa ini merupakan perwujudan atas prinsip GCG, terutama akuntabilitas, transparansi serta kewajaran dan kesetaraan. Pedoman Prinsip Mengenal Nasabah Pada tanggal 1 Juli 2011, BNI Life telah mengeluarkan Buku Pedoman Perusahaan yang mengatur mengenai Prinsip Mengenal Nasabah melalui Keputusan Direksi No. 012.SK.BL.DIR.0711 tanggal 1 Juli 2011. Buku Pedoman Perusahaan ini mengacu kepada PMK 30/ PMK.010/210 dan PER-01/BL/2011. Buku Pedoman Perusahaan yang mengatur mengenai Prinsip Mengenal Nasabah ini merupakan perwujudan atas prinsip GCG, terutama responsibilitas dan independensi. Penyusunan Buku Pedoman Perusahaan Dalam menyelenggarakan praktik usaha yang sehat, BNI Life senantiasa berupaya untuk menyusun dan memperbaiki Buku Pedoman Perusahaan bagi setiap kegiatan operasional Perusahaan. Selama tahun 2012, Buku Pedoman Perusahaan yang telah ditinjau ulang, dikaji, dan disertifikasi oleh unit Risk Management adalah Buku Pedoman Pengajuan Cuti dan Biaya Cuti. Pelaksanaan atas tata kelola perusahaan BNI Life sebagaimana dijabarkan di atas dilaksanakan melalui Badan Perusahaan. The Company’s Manual on the Procurement of Goods and Services consists of 10 chapters explaining the technical guidance related to procurement of goods and services. This Company Manual that sets forth Procurement of Good and Services is an embodiment of GCG principles, particularly of accountability, transparency and equality and fairness. Manual on Know Your Customer Principles On 1 July 2011, BNI Life published a Company Manual on Know Your Customer Principles based on the Decree of the Board of Directors No. 012.SK.BL. DIR.0711 dated 1 July 2011. This Company Manual makes reference to PMK 30/PMK.010/210 and PER -01/BL/2011. The Company’s Manual Know Your Customer Principles is an embodiment of GCG principles, particularly on responsibility and independence. Formulation of Company Manuals For sound business practices, BNI Life strives to develop and improve the Company Manuals to cover company operations. During 2012, the Company Manual of Handbook on Annual Leave Request and Fee was reviewed, assessed and certified by the alignment of Risk Management Unit. The implementation of BNI Life corporate governance as described above is implemented accross the Company Organs. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 126 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Badan Perusahaan merupakan manifestasi dari penerapan tata kelola perusahaan BNI Life, yang tertuang dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Badan perusahaan yang wajib ada di Perusahaan adalah: • Rapat Umum Pemegang Saham • Dewan Komisaris • Dewan Pengawas Syariah • Direksi Penerapan tata kelola perusahaan BNI Life melalui badan perusahaan sebagaimana dimaksud di atas dapat dijabarkan sebagai berikut. Rapat Umum Pemegang Saham Pemegang saham dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan badan perusahaan tertinggi dalam BNI Life yang dimiliki oleh para pemegang saham untuk memutuskan hal-hal penting di luar hal-hal yang bersifat operasional sehari-hari. RUPS merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan penting berkaitan dengan BNI Life sesuai Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan, tanpa melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah dan Direksi. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan transparan. RUPS memiliki wewenang yang tidak dapat diwakilkan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. Wewenang tersebut, antara lain: • mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, • mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi, • mengesahkan perubahan Anggaran Dasar, • memberikan persetujuan atas laporan tahunan, • menetapkan alokasi penggunaan laba, • menunjuk akuntan publik, dan • menetapkan jumlah dan jenis tunjangan serta fasilitas Dewan Komisaris dan Direksi. Selama tahun 2012, BNI Life telah menyelenggarakan tiga kali Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai berikut. Struktur Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance Structure The organs of BNI Life as a company are clear reflection of its good corporate governance as laid forth in the Articles of Association. The following organs is mandatory within a Company: • General Meeting of Shareholders • Board of Commissioners • Sharia Supervisory Board • Board of Directors The implementation of good corporate governance at BNI Life is outlined as follows. General Meeting of Shareholders The shareholders and the General Meeting of Shareholders (GMS) are the highest company organ in BNI Life, driven by shareholders, and decides upon important issues outside of daily operational issues. The GMS is a forum where shareholders to undertake important decisions related to BNI Life in accordance with the provisions of Articles of Association and laws and regulations, without infringing on the duties, functions and authorities of the Board of Commissioners, Sharia Supervisory Board and Board of Directors. Decisions at the GMS shall be made fairly and transparently. The GMS has the authority that can not be delegated to the Board of Directors or Board of Commissioners, including among others: • to appoint and dismiss members of the Board of Commissioners and Board of Directors, • to evaluate the performance of the Board of Commissioners and Board of Directors, • to ratify the amendments of Articles of Association, • to approve the annual report, • to determine the allocation of profits, • to appoint a public accountant, and • to determine the amount and types of compensation as well as facilities for the Board of Commissioners and Board of Directors. In 2012, BNI Life held three General Meetings of Shareholders (GMS) as follows: BNI Life | 2012 Annual Report 127 RUPS Tahunan tanggal 21 Mei 2012 Rapat telah menyetujui secara musyawarah untuk mufakat: Agenda Pertama Penyampaian laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit oleh Purwantono, Suherman & Surja untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2011. Keputusan Mengetahui penyampaian Laporan Keuangan Perusahaan yang telah diaudit oleh Purwantono, Suherman & Surja untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 sesuai dengan laporannya Nomor RPC-1692/PSS/2012 tanggal 6 Februari 2012 sebagaimana disampaikan oleh Direksi Perusahaan. Agenda Kedua Penyampaian Laporan Tahunan Direksi Perusahaan termasuk pengesahan laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit oleh Purwantono, Suherman & Surja untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 serta laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris. Keputusan • Menyetujui Laporan Tahunan termasuk laporan Direksi, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dan mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Purwantono, Suherman & Surja untuk tahun buku yang berakhir pada tanggaI 31 Desember 2012 sesuai dengan laporannya Nomor RPC-1699/PSS/2012 tanggal 10 Februari 2012. • Memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2011 sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Iaporan tahunan dan laporan keuangan, kecuali perbuatan penggelapan, penipuan dan tindak pidana lainnya. Agenda Ketiga Penetapan Penggunaan Laba Perusahaan Tahun Buku 2012. Keputusan Tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2012 dengan alasan laba usaha yang diperoleh pada tahun 2012 terIalu kecil untuk dibagikan dan akan dipergunakan untuk memperkuat permodalan Perusahaan. AGMS on 21 May 2012 An Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) which decided on the following: First Agenda Submission of financial statements of the Company which have been audited by Purwantono, Suherman & Surja for the period ended 30 September 2011. Decisions Knowing submission of Financial Statements of the Company which have been audited by Purwantono, Suherman & Surja for the period ended 30 September 2011 in accordance with the report number RPC- 1692/PSS/2012 dated 6 February 2012 as presented by the Board of Directors of the Company. Second Agenda Submission of Annual Report of the Board of Directors of the Company including the ratification of the Company’s financial statements audited by Purwantono, Suherman & Surja for the fiscal year ended 31 December 2011 and the reports of the Board of Commissioners. Decisions • Approved the Annual Report including the the Board of Directors report, Supervisory Report, and ratified Board of Commissioners approve the financial statements audited by Purwantono, Suherman & Surja for the fiscal year ended 31 December 2012 according to the report No. RPC- 1699/PSS/2012 dated 10 February 2012. • Fully discharge member of the Board of Directors and member the Board of Commissioners for the managerial and supervisory actions performed in 2011 as far as actions are reflected in the annual and consolidated financial statements, except for embezzlement, fraud and other criminal actions. Third agenda Aprroved the proposal on the appropriation of the company’s net profit for the year 2012. Decisions No distribution of dividends to the shareholders for fiscal year 2012 based on the reason that the operating profit in 2012 would be used to strengthen the Company’s Capital. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 128 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Agenda Keempat Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk pelaksanaan audit tahun buku 2012 dan Konsultan Aktuaria lndependen (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan/ PSAK 24). Keputusan Menunjuk Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Aktuaria Independen yang sama dengan Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Aktuaria Independen yang digunakan oleh BNI selaku Pemegang Saham Mayoritas untuk melakukan pelaksanaan audit tahun buku 2012 dan perhitungan PSAK 24 serta melimpahkan wewenang kepada Dewan Komisaris setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan BNI selaku Pemegang Saham Mayoritas untuk menentukan honorarium Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Aktuaria Independen dimaksud. Agenda Kelima Penetapan Tantiem Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2012. Keputusan Tidak memberikan Tantiem bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2012. Agenda Keenam Lain-lain: • Tindak lanjut rencana penjualan saham pemegang saham minoritas kepada pemegang saham mayoritas. • Fasilitas asuransi kesehatan bagi mantan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Keputusan • Menyetujui penjualan saham Perusahaan dari Pemegang Saham Minoritas kepada Pemegang Saham Mayoritas pada tingkat harga Rp6.327 per lembar saham dengan syarat: » Yayasan Danar Dana Swadharma (YDDS) dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai BNI (YKP BNI) masing-masing menyisakan 10 (sepuluh) lembar saham yang dimiliki dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya (YKK Jiwasraya) menjual seluruh saham kepada BNI. » Dilakukan penunjukan konsultan penilai kewajaran transaksi untuk memastikan tidak adanya benturan kepentingan dalam rencana transaksi penjualan pembelian saham perusahaan. » Menugaskan dan melimpahkan kewenangan kepada Direksi Perusahaan untuk menunjuk konsultan penilai kewajaran transaksi yang dimaksud di atas dengan beban Perusahaan. Fourth agenda Appointed Public Accountant Firm to audit the fiscal year 2012 and Independent Actuarial Consultant (Statement of Financial Accounting Standards/SFAS 24). Decisions Appointed Public Accounting Firm and Independent Actuary Consultant simillar with Public Accounting Firm and Independent Actuary Consultant hired by BNI as the majority shareholder to audit the fiscal year 2012 and calculation of SFAS 24 and to delegate the authority to the Board of Commissioners subsequent to consultation with BNI as the major shareholder to determine the honorarium for Public Accounting Firm and Independent Actuary Consultant as mentioned above. Fifth agenda Endorsement of 2012 tantiem for the Board of Directors and Board of Commissioners. Decisions No tantiem for the Board of Directors and the Board of Commissioners for fiscal year 2012. Sixth Agenda Others • The continuation of the plan to sell the shares belong to the minority shareholders to the majority shareholders. • Health insurance facility for the former member of the Board of Commissioners and the Board of Directors . Decision • Approved the plan to sell the company’s shares from the minority shareholders to the majority shareholders at price level of Rp6,327 per share with the following conditions: » Yayasan Danar Dana Swadharma (YDDS) and Yayasan Kesejahteraan Pegawai BNI (YKP BNI) each left with 10 (ten) shares and Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya (YKK Jiwasraya) sell all of its shares to BNI. » To appoint consultant as the evaluator to determine the fairness of the transaction so to ensure no conflict of interest in the sales process of the Company’s shares. » To appoint and delegate the authority to the company’s Board of Directors to appointed consultant as the evaluator to determine the fairness of the transaction on the Company’s expandse. BNI Life | 2012 Annual Report 129 » Adanya persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris BNI. » Adanya persetujuan perubahan Rencana Bisnis Bank BNI oleh BI, dan persetujuan pembelian saham dari BI. » Tidak ada fasilitas asuransi kesehatan yang diberikan kepada mantan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Direksi akan mempelajari kasus ini lebih mendalam dan mengambil keputusan yang diperlukan. Pernyataan Keputusan Pemegang Saham sebagai pengganti RUPS Luar Biasa tanggal 21 September 2012 Berdasarkan Pasal 11 ayat 13 Anggaran Dasar Perusahaan, Pemegang Saham dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan ketentuan semua Pemegang Saham telah diberitahu secara tertulis dan semua Pemegang Saham memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas maka berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan telah menyatakan dan memutuskan: • Menyetujui pembatalan persetujuan pemegang saham Perusahaan yang telah diputuskan dalam agenda Rapat Keenam butir (1) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan mengenai penjualan saham perusahaan dari pemegang saham minoritas kepada pemegang saham mayoritas pada tingkat harga Rp6.327 per saham. • Menyetujui proses penunjukan konsultan penilai yang semula dilakukan oleh Direksi Perusahaan menjadi dilakukan oleh BNI sekaligus pembebanan biayanya, dengan pertimbangan bahwa BNI sebagai pihak calon pembeli merupakan perusahaan terbuka yang memerlukan pendapat kewajaran transaksi serta harus melaporkannya kepada Bapepam LK. • Menyetujui hasil penilaian dari KJPP Rengganis, Hamid dan Rekan selaku perusahaan penilai yang ditunjuk oleh BNI dengan harga wajar saham Perusahaan adalah sebesar Rp6.100 per lembar saham. • Menyetujui penjualan saham milik pemegang saham YDDS dan YKP BNI dan YKK Jiwasraya kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan harga sebesar Rp6.100 per lembar saham, serta mendudukkan kembali persyaratannya menjadi seperti di bawah ini: » YDD Swadharma dan YKP BNI masing-masing menyisakan 10 (sepuluh) lembar saham yang dimiliki dan YKK Jiwasraya menjual seluruh saham kepada BNI. » Approval from the Board of Directors and the Board of Commissioners of BNI. » BI approval on the changes in BNI Bank’s Bussiness Plan wth reference to the sale of shares. » No health insurance facility for the former members of the Board of Directors and the Board of Commissioners. The Board of Directors will assess the issue and make the necessary decision. Statement of Decision of the Shareholders as Subtitute to EGMS dated 21 September 2012 Based on Article 11 Paragraph 13 of the Company’s Articles of Association, the shareholder is aloud to make formal decision without conducting General Meetings of Shareholders (GMS), with the requirement that all shareholders have receive writen announcement and all shareholders have given their approval regarding the writen proposal and sign the agreement. Related to matters mentioned above and based on the decision of shareholders the company’s had declared the following decision: • Approved the cancellation of the shareholder approval decided in number 6 agenda items (1) in the Company’s Annual General Meeting of Shareholders on the sale of shares from minority shareholders to the majority shareholder at a price of Rp6,327 per share. • Approved the appointment of consultant appraisal originally performed by the Board of Directors of the Company to be conducted by BNI as well as the allocated costs, given BNI which the prospective buyer is a public company require a fairness opinion, and the transaction must be reported to Bapepam-LK. • Approved the assessment of KJPP Rengganis, Hamid and Partners as an appraisal company appointed by BNI shares that the fair price is Rp6,100 per share. • Approved the sale of shares owned by shareholders YDDS and YKP BNI and YKKJiwasraya to PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) at a price of Rp6,100 per shares, as well as reinstate the requirement to be as follows: » YDD Swadharma and YKP BNI each 10 (ten) shares left and YKK–Jiwasraya sell all its shares to BNI. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 130 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance » Dilakukan penunjukan konsultan penilai kewajaran transaksi untuk memastikan tidak adanya benturan kepentingan dalam rencana transaksi penjualan/pembelian saham perusahaan. » Adanya persetujuan pembelian saham dari Bank Indonesia (BI) Keputusan Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS Luar Biasa tanggal 5 Oktober 2012 Bahwa berdasarkan Pasal 11 ayat 13 Anggaran Dasar Perusahaan, Pemegang Saham dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan ketentuan semua Pemegang Saham telah diberitahu secara tertulis dan semua Pemegang Saham memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas maka berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan telah menyatakan dan memutuskan: • Menyetujui perubahan Pasal 1 ayat 1, Anggaran Dasar Perusahaan, sehubungan dengan perubahan tempat kedudukan Perusahaan dari Jakarta Pusat, ke Jakarta Selatan. Untuk selanjutnya Pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perusahaan menjadi berbunyi sebagai berikut: » Perusahaan Terbatas ini bernama PT BNI Life Insurance (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan “Perseroan”) berkedudukan di Jakarta Selatan. • Menyetujui dan menegaskan kembali penjualan/ pemindahan saham Perseroan berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Sebagai pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tertanggaI 12 September 2012, atas saham-saham milik: » Yayasan Danar Dana Swadharma sebanyak 8.696.490 (delapan juta enam ratus sembilan puluh enam ribu empat ratus sembilan puluh) lembar saham. » Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia sebanyak 6.103.490 (enam juta seratus tiga ribu empat ratus sembilan puluh) lembar saham. » Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya sebanyak 500.000 (lima ratus ribu) lembar saham, seluruhnya kepada PT Bank Negara Indonesia Perseroan Tbk, masing-masing berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham dalam PT BNI Life Insurance Nomor: 45, 46 dan 47, tertanggaI 28 September 2012. » Appointed consultant as the evaluator for the transaction fairness to ensure there is no conflic of interest related to the transaction plan of the Company to sell/buy Company shares. » There are approval to sell the shares from BI Circular Resolutions in Lieu of a Meeting of the Shareholders dated 5 October 2012 Based on Article 11 paragraph 13 of the Company’s Articles of Association, the shareholders may take a legitimate decision without having to conduct the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS), with the requirement that all Shareholders have recived written announcement and all Shareholders have approved the proposal submitted in written as well as signed the approval. Related to matters mentioned above, based on the Decision of the Shareholders, the Company’s has declared and decided on following: • Approved the change of Article 1 Paragraph 1 of the Company’s Articles of Association, related to the change of the Company’s location from North Jakarta to South Jakarta. Henceforth, Article 1 Paragraph 1 of the Company’s Articles of Association to read as follows: » This Limited Company named PT BNI Life Insurance (hereinafter in the Association is abbreviated as the “Company”) is based in South Jakarta. • Approved and restated the sale/transfer of the Company’s shares based on the Decision of the Shareholders as substitute of the Company’s Extraordinary GMS dated on 12 September 2012, for shares belong to: » Yayasan Danar Dana Swadharma amounted to 8,696,490 (eight million six hundred and ninety six thousand four hundred and ninety) shares. » Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia amounted to 6,103,490 (six million one hundred and three thousand four hundred and ninety) shares. » Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya amounted to 500,000 (five hundred thousand) shares, the entire shares are given to PT Bank Negara Indonesia Perseroan Tbk, where each based on Deed of Sale and Purchase Agreement Shares in PT BNI Life Insurance No. 45, 46 and 47, dated 28 September 2012. BNI Life | 2012 Annual Report 131 Dengan demikian setelah dilakukan jual beli saham, susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut: • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sebesar 180.419.480 (seratus delapan puluh juta empat ratus sembilan belas ribu empat ratus delapan puluh) lembar saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp180.419.480.000 (seratus delapan puluh miliar empat ratus sembilan belas juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah). • Yayasan Danar Dana Swadharma sebesar 10 (sepuluh) lembar saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah). • Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia sebesar 10 (sepuluh) lembar saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah). Dewan Komisaris Dewan Komisaris BNI Life bertugas dan bertanggung jawab dalam mengawasi dan memberikan nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa BNI Life melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik pada seluruh tingkat atau jenjang organisasi. Dewan Komisaris merupakan majelis dan beranggotakan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri-sendiri, melainkan harus berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No.002.SK.BL.KOM.1109 tanggal 4 November 2009 tentang Pembentukan Komite Audit. Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris Secara rinci, tugas dan wewenang Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah: • Melakukan pengawasan terhadap kebijakan manajemen dan kegiatan operasional BNI Life yang dilaksanakan oleh Direksi; • Menyetujui rencana pengembangan BNI Life, rencana kerja dan anggaran tahunan BNI Life; • Mengawasi pelaksanaan ketentuan anggaran dasar dan keputusan RUPS dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; Thus, after the share purchase, the Company’s share ownership structure is as follows: • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, amounted to 180,419,480 (one hundred and eighty million four hundred and nineteen thousand four hundred and eighty) shares or equivalent with nominal figure of Rp180,419,480,000 (one hundred and eighty billion four hundred and nineteen million four hundred and eighty thousand rupiah). • Yayasan Danar Dana Swadharma amounted to 10 (ten) shares or equivalent with nominal figure of Rp10,000 (ten thousand rupiah). • Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia amounted to 10 (ten) shares or equivalent with nominal figure of Rp10,000 (ten thousand rupiah). Board of Commissioners The Board of Commissioners has the duty and responsibility of supervising and advising the Board of Directors as well as ensuring that BNI Life implements good corporate governance in all levels or stages of the organization. The Board of Commissioners is a committee and shall have at a minimum 2 (two) members. No member of the Board of Commissioners may act individually, but must act based on the decisions of the Board of Commissioners. In order to effectively implement its responsibilities, the Board of Commissioners has established the Audit Committee through the Board of Commissioners Decree No. 002.SK.BL.KOM.1109 dated 4 November 2009 regarding the Establishment of the Audit Committee. Duties and Authority of the Board of Commissioners The details of the duties and authorities of the Board of Commissioners based on the Company’s Articles of Association and applicable laws and regulations are: • To supervise operational activities of BNI Life that carried out by the Board of Directors based on the policy of management; • To approve the development plan of BNI Life, the company’s annual work and budget plans of BNI Life; • To supervise the implementation of provisions of Articles of Association and resolution of the GMS as well as of the applicable laws and regulations; BNI Life | Laporan Tahunan 2012 132 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance • Melaksanakan tugas-tugas Dewan Komisaris sesuai amanat dalam Anggaran Dasar Perusahaan bila dalam keadaan posisi Direksi belum terisi; • Mengikuti perkembangan kegiatan BNI Life dan dalam hal BNI Life menunjukkan gejala kemunduran, anggota Dewan Komisaris harus segera melaporkan kepada RUPS dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh; • Memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi dari jabatannya berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris apabila anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menyebutkan alasannya; • Mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak pemberhentian anggota Direksi untuk memutuskan anggota Direksi yang diberhentikan untuk kembali menjabat atau diberhentikan seterusnya. Dewan Komisaris BNI Life telah melaksanakan pengawasan atas terselenggaranya GCG dalam setiap kegiatan usaha pada seluruh jenjang tingkatan organisasi. Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan memantau tindak lanjut atas rekomendasi dari Dewan Komisaris kepada Direksi, baik melalui surat rekomendasi maupun Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris. Dalam rangka pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris telah menyusun pedoman yang masih dalam penyelesaian. Selain itu, Dewan Komisaris menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Komposisi Dewan Komisaris Sebagaimana yang disyaratkan oleh Anggaran Dasar, Dewan Komisaris terdiri dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang, di mana salah seorang di antaranya dapat diangkat sebagai Komisaris Utama. Dalam rangka memenuhi ketentuan perasuransian yang berlaku, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992, BNI Life telah mengangkat 1 (satu) orang Komisaris Independen. • To carry out the duties of the Board of Commissioners in accordance with the mandate in the Company’s Articles of Association should the Board of Directors be vacant; • To follow the development of BNI Life activities and in case that BNI Life shows the indication of falling, members of the Board of Commissioners shall report immediately to the GMS with recommendations on steps to be taken; • To temporarily dismiss one or more member(s) of the Board of Directors from his/her position based on resolutions of the Meeting of the Board of Commissioners if such member(s) act in contradiction with the Articles of Association and/ or applicable laws and regulations as stated; • To convene the General Meeting of Shareholders no later than 30 (thirty) days after the dismissal of a member of the Board of Directors to decide whether the dismissed member of Board of Directors shall be reinstated or dismissed permanently. The Board of Commissioners of BNI Life has supervised the implementation of GCG in all activities at every level of the organization. The Board of Commissioners carried out this supervision, evaluating follow on actions from the recommendations of the Board of Commissioners to the Directors whether through letters containing these recommendations or at Joint Meetings of the Board of Directors and Board of Commissioners. In conducting its tasks, the Board of Commissioners has established guidelines that are still awaiting finalization. In addition, the Board of Commissioners sets aside sufficient time to optimally carry out its duties and responsibilities. Composition of the Board of Commissioners The Board of Commissioners shall consist of at a minimum 2 (two) members in accordance with the Articles of Association, of which one may be appointed as the President Commissioner. In order to fulfill prevailing insurance regulations in accordance with the Decree of the Ministry of Finance No. 73 in 1992 regarding the Organization of Insurance Business, which has been revised several times most recently by the Government Law No. 81 in 2008 regarding the Third Revision to Government Law No. 73 in 1992 regarding the Organization of the Insurance Business, BNI Life has appointed 1 (one) Independent Commissioner. BNI Life | 2012 Annual Report 133 Tugas dari Komisaris Independen adalah: • Menyuarakan kepentingan pemegang polis. • Bukan merupakan afiliasi pemegang saham, anggota Direksi, atau anggota Dewan Komisaris. • Menjabat sebagai Komisaris Independen paling banyak pada 2 (dua) Perusahaan Asuransi. Profil Dewan Komisaris Profil kedua anggota Dewan Komisaris tersebut dapat dilihat pada Profil Dewan Komisaris di bagian Laporan Manajemen. Independensi Dewan Komisaris Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, anggota Dewan Komisaris tidak boleh memiliki hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, dan dengan Direksi, baik keturunan langsung maupun dari pernikahan. BNI Life telah mematuhi ketentuan ini. Rapat Dewan Komisaris Penyelenggaraan dan prosedur Rapat Dewan Komisaris dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Anggaran Dasar BNI Life. Penyelenggaraan Rapat Dewan Komisaris tersebut dapat diadakan setiap waktu apabila dipandang perlu. Panggilan menghadiri Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh Komisaris utama dan dikirimkan dengan surat tercatat atau disampaikan secara langsung kepada setiap anggota Dewan Komisaris. Panggilan Rapat Dewan Komisaris harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat. Perlu diingat bahwa Rapat Dewan Komisaris diadakan di tempat kedudukan perusahaan atau di tempat kegiatan usaha perusahaan. Pada rapat tersebut, seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili oleh anggota Dewan Komisaris yang lain berdasarkan surat kuasa. Rapat Dewan Komisaris hanya sah dan berhak mengambil keputusan-keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah anggota Dewan Komisaris hadir dan/atau diwakili dalam rapat tersebut. Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila suara yang setuju dan tidak setuju berimbang, Ketua Rapat Dewan Komisaris yang akan menentukan usul tersebut ditolak atau diterima. The task of the Independent Commissioner is to: • Represent the policyholders’ interests. • Not to be affiliated with shareholders, Directors or Commissioners. • To be an Independent Commissioner of a maximum of 2 (two) Insurance Companies. Board of Commissioner Profiles Profiles of the two Board of Commissioner members can be seen in the Board of Commissioners’ Profile in the Management Report section. Independence of the Board of Commissioners Based on the Company’s Articles of Association, no member of the Board of Commissioners shall have any family relationship, whether by through direct descendant or by marriage. BNI Life has complied with this regulation. Meetings of the Board of Commissioners The organization and procedures of Meetings of the Board of Commissioners shall be conducted in accordance with the provisions of the Articles of Association of BNI Life. Meetings of the Board of Commissioners may be held at any time if deemed necessary. Summons to Meetings of the Board of Commissioners must be made by registered mail or delivered directly to each member of the Board of Commissioners with proper receipts or by telegram or telex or facsimile in writing. Summons for the Meeting of the Board of Commissioners must indicate the agenda, date, time and venue of the Meeting. Meetings of the Board of Commissioners shall be held at the domicile of the Company or at the place of business activities of the Company. In the event that all members of the Board of Commissioners are present or represented, the aforementioned advance summons shall not be required and the Meeting of the Board of Commissioners may be held anywhere and shall be entitled to make valid and binding decisions. A meeting of the Board of Commissioners shall be valid and entitled to make binding decisions if more than 1/2 (one-half) of the members of the Board of Commissioners are present or represented in the meeting. The Decisions of Meeting of the Board of Commissioners must be made based on deliberation to reach consensus. In the event of a draw, the Chairperson of the meeting of the Board of Commissioners shall decide whether the proposal shall be rejected or not. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 134 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lainnya yang diwakilinya. Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Dewan Komisaris harus dibuat berita acara. Berita Acara Rapat Dewan Komisaris yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusankeputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Dewan Komisaris, dengan ketentuan bahwa semua anggota Dewan Komisaris telah diberitahukan secara tertulis tentang usulan-usulan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris. Selama tahun 2012, Perusahaan telah mengadakan Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) kali. Jadwal Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris telah ditentukan waktu pelaksanaannya atas kesepakatan di antara Direksi dan Dewan Komisaris dengan memenuhi ketentuan kuorum. Keterlibatan Aktif Dewan Komisaris Sebagai bentuk penerapan GCG di BNI Life, maka seluruh anggota Dewan Komisaris terlibat aktif dalam mengawasi jalannya perusahaan. Kehadiran di luar rapat Komisaris maupun rapat gabungan dengan Direksi cukup intens di mana hampir setiap minggu mereka hadir di lokasi kantor untuk menindaklanjuti hasil keputusan rapat. Berikut adalah daftar kehadiran Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris. Frekuensi Rapat dan Kehadiran Direksi dan Dewan Komisaris Meeting Frequency and Attendance of the Board of Director and the Board of Commissioners. Nama Name Jumlah Kehadiran Total Attendance Jumlah Absen Total Absence % Kehadiran % Attendance Dr. Ludovicus Sensi Wondabio 37 0 100% Adiwarman Idris 35 2 95% Dr. Junaedy Ganie 33 4 89% Geger N. Maulana 36 1 97% Budi Tampubolon 37 0 100% Each member of the Board of Commissioners present shall be entitled to cast 1 (one) vote and 1 (one) additional vote for every other member of the Board of Commissioners represented by him. Minutes of Meetings of the Board of Commissioners shall be drawn up in accordance with provision. The Board of Commissioners may also make valid and binding decisions without convening a Meeting of the Board of Commissioners, provided that all members of the Board of Commissioners have been notified in writing and grant their approval on the proposals as evidenced by written and signed approval. Decisions made in such manner shall have the same effect as decisions officially made at a Meeting of the Board of Commissioners. In 2012, the Company held 37 (thirty seven) Joint Board of Directors and Board of Commissioners Meetings. The Joint Meeting schedule of the Board of Directors and the Board of Commissioners has been established based on agreement between the Board of Directors and the Board of Commissioners with regard to fulfilling quorum requirements. The Active Involvement of The Board of Commissioners As a form of implementation of GCG in BNI Life, all members of the Board of Commissioners is actively involved in overseeing the company. Attendance level other than meetings and joint meetings with the Board of Directors was high, where almost every week they were present in the office to follow up decisions made in the meetings. The following is the list of attendance at the Joint Meetings of the Board of Directors and the Board of Commissioners. BNI Life | 2012 Annual Report 135 Hubungan Dewan Komisaris dengan Direksi Hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi adalah hubungan independen atau mandiri menuju keseimbangan check and balance. Masing-masing menghormati tugas dan tanggung jawab yang melekat padanya sesuai dengan fungsi mereka dan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar perusahaan. Hubungan informal dapat diterapkan di antara mereka namun hubungan formal harus sesuai dengan mekanisme aturan yang tertera dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Pelatihan Komisaris Pada tahun 2012, BNI Life mengadakan satu kali pelatihan untuk anggota Dewan Komisaris. Pelatihan Komisaris Training of the Board of Commissioners Pelatihan Training Tanggal Date Lokasi Location Peserta Participant Pembicara Vendor Keterangan Description Change Management Workshop 24 - 25 Februari 2012 The Michaels Resort Direksi Komisaris Hendra Kusnoto, Chairman of Change Management PT Antam Tbk Joint Activity antara HR & BIS & CMO Berikut adalah daftar kehadiran Rapat Komisaris. Frekuensi Rapat dan Kehadiran Dewan Komisaris Meeting Frequency and Attendance of the Board of Commissioners Nama Name Jumlah Kehadiran Total Attendance Jumlah Absen Total Absence % Kehadiran % Attendance Dr. Ludovicus Sensi Wondabio 6 0 100% Mauli Adiwarman Idris 6 0 100% Kinerja Dewan Komisaris Sesuai tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, selama tahun 2012, Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsi pengawasan atas kepengurusan BNI Life yang dilaksanakan oleh Direksi. Beberapa realisasi program kerja Dewan Komisaris selama tahun buku 2012 dalam menjalankan pengawasan kegiatan usaha BNI Life adalah sebagai berikut: • Dewan Komisaris telah memberikan persetujuan atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2012 dan evaluasi atas pelaksanaan RKAP tahun 2011. • Dewan Komisaris telah memberikan berbagai saran dan nasehat kepada Direksi dalam rangka meningkatkan kinerja usaha BNI Life. Relationship of the Board of Commissioners and Board of Directors The working relationship of the Board of Commissioners and Board of Directors shall be an independent relationship toward checks and balance. The Board of Directors and Board of Commissioners shall mutually respect their respective duties and responsibilities in accordance with their functions as included in the provisions of laws and regulations and the Company’s Articles of Association (fiduciary responsibility). Informal working interactions may be conducted among fellow members of the Board of Commissioners and/or fellow members of the Board of Directors, but are without binding legal force until decided through legal mechanisms in the Company’s Articles of Association. Board of Commissioners Training In 2012, BNI Life held a one-time training for the members of the Board of Commissioners. The following is the list of attendance at the Meeting of the Board of Commissioners Board of Commissioners Performance In accordance with duties and responsibilities of the Board of Commissioners, in 2012, the Board of Commissioners carried out its supervisory on Board of Directors management of BNI Life. In 2012 the Board of Commissioners supervision on BNI Life’s business activities are as follows: • The Board of Commissioners approved the Company’s Work Plan and Budget Plan (RKAP) for 2012 and evaluated the implementation of RKAP for 2011. • The Board of Commissioners provided various suggestions and advice to the Board of Directors to improve performance of BNI Life. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 136 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance • Dewan Komisaris, dibantu Komite Audit, telah memberikan masukan-masukan terkait dengan efektivitas dari internal audit dan keandalan sistem pengendalian internal yang berjalan di BNI Life. • Dewan Komisaris, dibantu Komite Audit, telah melakukan kajian atas independensi dan kualitas dari eksternal auditor dan memberikan rekomendasi kepada Direksi untuk ditindaklanjuti. • Dewan Komisaris telah melakukan kajian atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2013 dan memberikan persetujuan dengan catatan serta memberikan evaluasi atas pelaksanaan RKAP di tahun 2012 untuk dapat ditindak lanjuti oleh Direksi BNI Life. Jabatan Rangkap Komisaris Utama BNI Life juga memiliki jabatan sebagai Senior Audit Partner (sejak tahun 2006) pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Mulyamin Sensi Suryanto dan Liany (MSSL), Member of Moore Stephens International; Expert Consultant untuk Direktorat Keuangan PT Pertamina (Persero) dan Anggota Komite Audit PT Pertamina EP; Dosen Inti Pengajaran pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Program S-1, Program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) dan Program Pasca Sarjana Magister Akuntansi pada Universitas Indonesia (MAKSI–UI) untuk bidang Akuntansi dan Auditing; serta facilitator pada berbagai pelatihan dan pendidikan berkelanjutan (PPL) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Dewan Pengawas Syariah Sebagai perusahaan asuransi yang memiliki Unit Usaha Syariah, BNI Life membentuk Dewan Pengawas Syariah yang bersifat independen. Keanggotaan Dewan Pengawas Syariah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN), sebuah badan di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seluruh pedoman produk-produk syariah dan operasional Unit Usaha Syariah harus disetujui oleh DPS untuk menjamin kesesuaiannya dengan prinsipprinsip syariah. Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas Syariah • Mengawasi dan memantau kegiatan operasional Unit Syariah untuk menjamin kepatuhannya terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN–MUI. • Menilai dan memberi persetujuan mengenai aspek-aspek Syariah pada setiap pedoman produk dan operasional Unit Syariah. • The Board of Commissioners, assisted by the Audit Committee, has provided inputs related to the effectiveness of internal audit and reliability of the internal control system applied BNI Life. • The Board of Commissioners, assisted by the Audit Committee, has assessed the independence and quality of the external auditor and provided recommendations to be followed up by the Board of Directors. • The Board of Commissioners has evaluated the Company Work Plan and Budget (RKAP) for 2013 and approved with notes as well as evaluated the implementation of the RKAP for 2012 for the Board of Directors to follow up. Concurrent Positions The President Commissioner of BNI Life concurrently holds the position of Senior Audit Partner at Public Accounting Firm (KAP) Sensi Mulyamin Suryanto & Liany (MSSL), Member of Moore Stephens International (since 2006); Expert Consultant to the Finance Director of PT Pertamina (PERSERO) and Member of Audit Committee of PT Pertamina EP; Teaching Lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia, S-1 Program, Professional Accounting Education Programs (PPAk) and the Graduate Program Master of Accounting at the University of Indonesia (MAKSI-UI) in the field of Accounting and Auditing; and Facilitator various training and continuing education (PPL) programs at the Indonesian Institute of Accountants (IAI) and theIndonesia Institute of Public Accountants (IAPI). Sharia Supervisory Board As an insurance company with a Sharia Business Unit, BNI Life has established an independent Sharia Supervisory Board. Members of the Sharia Supervisory Board shall be determined by the National Sharia Council (DSN), a council under the Indonesian Council of Religious Scholars (MUI). All guidelines on sharia products and operations of the Sharia Business Unit must be approved by the Sharia Supervisory Board to ensure the conformity with the principles of sharia. Duties and Responsibilities of the Sharia Supervisory Board • To supervise and monitor the operational activities of the Sharia Unit to ensure compliance with fatwa (instructions) issued by DSN - MUI. • To evaluate and approve sharia aspects in every Sharia Unit product and operations manual. BNI Life | 2012 Annual Report 137 • Memberikan nasihat dan saran kepada Direksi mengenai kepatuhan Syariah atas kegiatan operasional Unit Syariah dalam laporan publikasi. • Meninjau produk dan layanan Syariah baru yang belum diatur oleh fatwa yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN– MUI). Komposisi Dewan Pengawas Syariah Dewan Pengawas Syariah diangkat oleh RUPS berdasarkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional MUI dengan pertimbangan memiliki keahlian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengacu pada Anggaran Dasar Perusahaan, DPS harus terdiri dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota Dewan Pengawas Syariah. Susunan Dewan Pengawas Syariah BNI Life adalah sebagai berikut: • Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin sebagai Ketua. • Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya MA sebagai Anggota. • Ir. Agus Haryadi AAAIJ, FIIS, ASAI sebagai Anggota. Profil Dewan Pengawas Syariah Profil ketiga anggota Dewan Pengawas Syariah dapat dilihat di Profil Dewan Pengawas Syariah di bagian Laporan Manajemen. Rapat Dewan Pengawas Syariah Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Pengawas Syariah telah melakukan pertemuan rutin sepanjang tahun 2012. Rekomendasi yang telah diberikan kepada Direksi Perusahaan sebanyak 6 (enam) kali. Frekuensi Rapat dan Kehadiran Dewan Pengawas Syariah Meeting Frequency and Attendance of Sharia Supervisory Board Nama Name Jumlah Kehadiran Total Attendance Jumlah Absen Total Absence % Kehadiran % Attendance Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin 3 3 50% Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya MA 5 1 83% Ir. Agus Haryadi AAAIJ, FIIS, ASAI 5 1 83% Kinerja Dewan Pengawas Syariah Di tahun 2012 Dewan Pengawas Syariah telah melakukan berbagai kegiatan yang meliputi pemberian masukan serta jaminan bahwa produk dan layanan Syariah BNI Life telah sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional, dan pemberian masukan dan opini terhadap seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk. • To provide advice and suggestions to the Board of Directors regarding sharia compliance with regard to operational activities of the Sharia Unit in a published report. • To review new sharia products and services that are not regulated by fatwa issued by National Sharia Council-Indonesian Council of Religious Scholars (DSN - MUI). Structure of Sharia Supervisory Board The Sharia Supervisory Board is appointed by a GMS based on recommendations from the National Sharia Council of MUI with consideration that members possess the necessary skills in accordance with the applicable regulations. Referring to the Company’s Articles of Association, the Sharia Supervisory Board must consist of at a minimum 2 (two) members. The composition of the BNI Life Sharia Supervisory Board is as follows: • Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin as Chairman. • Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya MA as a Member. • Ir. Agus Haryadi AAAIJ, FIIS, ASAI as a Member. Profiles of the Sharia Supervisory Board Profiles of the members of the Sharia Supervisory Board can be seen in the Management Report section. Meeting of the Sharia Supervisory Board In executing its duties, the Sharia Supervisory Board has conducted routine meetings throughout 2012. The Sharia Supervisory Board made recommendation to the Board of Directors in 6 (six) occasions. Performance of the Sharia Supervisory Board In 2012, the Sharia Supervisory Board carried out various activities including providing feedback and assurance that BNI Life Sharia products and services are in compliance with the fatwa issued by DSB, and giving provide input and opinions on all operational guidelines and product manuals. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 138 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Di samping itu, Dewan Pengawas Syariah juga telah menyerahkan laporan pengawasan Syariah setiap semester sepanjang tahun 2012, yang memuat: • Hasil pengawasan dan kesesuaian kegiatan operasional bank terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). • Opini Syariah atas pedoman operasional, produk dan jasa yang dikeluarkan Unit Bisnis Syariah BNI Life. • Hasil kajian atas produk dan jasa baru yang belum ada fatwanya untuk dimintakan kepada Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI). • Opini Syariah atas pelaksanaan operasional perusahaan secara keseluruhan dalam laporan tahunan BNI Life, dan • Hasil pertemuan rutin dengan manajemen dan pihak terkait lainnya dalam mendiskusikan laporan perkembangan dan masalah lain yang terkait dengan praktek asuransi Syariah. Direksi Direksi bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan perusahaan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan, serta mewakili perusahaan sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan. Direksi juga bertanggung jawab secara kolegial dalam mengelola perusahaan agar dapat menghasilkan nilai tambah dan memastikan kesinambungan usaha. Setiap anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Namun, pelaksanaan tugas setiap anggota Direksi tetap merupakan tanggung jawab bersama. Kedudukan setiap anggota Direksi, termasuk Direktur Utama adalah setara. Tugas Direktur Utama adalah primus inter pares, yaitu mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi bertanggung jawab kepada RUPS dan penilaian kerja terhadap Direksi dalam menjalankan Perusahaan dilakukan oleh pemegang saham. Pertanggung jawaban Direksi kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka melaksanakan prinsip-prinsip GCG. Tugas dan Wewenang Direksi Sehubungan dengan terjadinya pergantian Direksi, maka sesuai dengan Pasal 13 ayat 6 Anggaran Dasar Perusahaan, pembagian tugas Direksi selanjutnya diatur sesuai dengan hasil Risalah Rapat pada tanggal 21 September 2011 dengan penjabaran sebagai berikut: In addition, the Sharia Supervisory Board has also submitted a Sharia supervision report every semester throughout 2012, which includes: • The results of monitoring and compliance of the bank’s operational activities with regard to the fatwa issued by the National Sharia Council - Council of Ulama Indonesia (DSN-MUI). • Islamic opinion on the operational guidelines, products and services issued by Sharia Unit Business BNI Life. • The results of studies on new products and services for fatwa has not yet issued by the DSN-MUI. • Islamic opinion within the annual report of BNI Life on the company’s overall operational execution, and • The results of regular meetings with management and other stakeholders to discuss progress reports and other issues associated with the practice of sharia insurance. Board of Directors The Board of Directors is fully responsible for management of the Company’s interests in accordance with the aims and purposes of the Company and represents the company in accordance with the Company’s Articles of Association. The Board of Directors shall be responsible collegially for the management of the company in order to produce added value and ensure business continuity. Each member of the Board of Directors may carry out tasks and make decisions in accordance with the distribution of duties and authority. However, the implementation of the duties of each member of the Board of Directors remains a collective responsibility. The position of each member of the Board of Directors, including the President Director, is equal. The duties of President Director shall be primus inter pares or to coordinate the activities of the Board of Directors. In implementing its duties, Board of Directors shall be responsible to GMS, and Shareholders shall conduct evaluation of the Board of Directors’ operation of the Company. The Board of Directors’ accountability to the GMS is a manifestation of accountability in company management as part of implementing GCG principles. Duties and Rights of the Board of Directors Related to the change of the Board of Directors, in accordance with Article 13 Paragraph 6 of the Articles of Association, the tasks of the Directors shall thereafter be divided in keeping with the results of the Minutes Meeting dated 21 September 2011 as follows: BNI Life | 2012 Annual Report 139 Tugas dan Wewenang Direktur Utama • Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional perusahaan. • Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap kegiatan dan tugas-tugas anggota Direksi lainnya. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Strategic Planning, Corporate Secretary, Internal Audit dan Risk Management. • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Marketing dan Distribution yang mencakup saluran distribusi Agency, Bancassurance, Employee Benefits, dan Syariah. Tugas dan Wewenang Wakil Direktur Utama • Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap kegiatan dan tugas Finance and General Affair dan Product and Services. • Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan Finance and General Affair, yaitu Human Resources Department and General Affair, Legal and Compliance, Collection and Settlement, Accounting and Reporting, Treasury and Investment, dan Information Technology. • Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap kegiatan dan tugas-tugas Products and Services. Tugas dan Wewenang Direktur Produk dan Layanan • Melakukan pengawasan dan koordinasi terhadap kegiatan dan tugas Produk dan Layanan. • Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan Aktuaria, Branch Coordination, Claims, dan Underwriting and Customer Services. Komposisi Direksi Berdasarkan Keputusan Pemegang dalam Akta Notaris No. 27 tanggal 20 September 2011 yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., susunan Direksi BNI Life adalah sebagai berikut: Komposisi Direksi Composition of Board of Directors Nama Name Jabatan Position Dr. A. Junaedy Ganie, SE, MH, ANZIIF, (Snr. Assoc), AAIK (HC), CIP, ChFC, CLU Direktur Utama – President Director Geger N. Maulana, SE, Ak, MM Wakil Direktur Utama – Vice President Director Budi T.A. Tampubolon, Maîtrise, MM, FSAI, AAIJ Direktur Produk dan Layanan – Director Profil Direksi Profil Direksi dapat dilihat Laporan Manajemen subbab profil Direksi. Duties and Rights of President Director • Responsible for the execution of company operations. • Conducts supervision of and coordinates activities and duties of other members of the Board of Directors. • Conducts supervision of Strategic Planning, Corporate Secretary, Internal Audit, and Risk Management. • Conducts supervision of Marketing and Distribution activities which encompass the distribution channels of Agency, Bancassurance, Employee Benefits and Sharia. Duties and Rights of Vice President Director • Supervises and coordinates the activities and tasks of Finance and General Affairs and Product and Services. • Responsible for execution of the activities of Finance and General Affair, namely Human Resources Department and General Affair, Legal and Compliance, Collection and Settlement, Accounting and Reporting, Treasury and Investment and Information Technology. • Supervises and coordinates the activities and tasks of Products and Services. Duties and Rights of Director Products and Services • Supervises and coordinates the activities and tasks of Products and Services. • Responsible for the implementation of the Actuary, Branch Coordination, Claims and Underwriting & Customer Services. Composition of the Board of Directors Based on the Resolution of the shareholders set forth in Deed No. 27 dated 20 September 2011 in the presence of Notary Fathiah Helmi, SH, the composition of the Board of Directors of BNI Life Directors is as follows: Board of Directors’ Profile Profiles of the three Directors can be seen in the Board of Directors’ Profile in the Management Report section. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 140 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Rapat Direksi Rapat Direksi dapat diadakan setiap waktu apabila dianggap perlu oleh seorang atau lebih anggota Direksi. Bila diadakan, maka panggilan untuk Rapat Direksi tersebut wajib disampaikan dengan surat tercatat atau dengan surat yang disampaikan secara langsung kepada setiap anggota Direksi. Panggilan Rapat Direksi tersebut harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan perusahaan atau tempat kegiatan usaha perusahaan. Rapat Direksi ini dipimpin atau diketuai oleh Direktur Utama. Apabila Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan, Rapat Direksi dapat dipimpin oleh seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari anggota Direksi yang hadir. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh seorang anggota Direksi yang lain berdasarkan surat kuasa. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila suara yang tidak setuju dan suara yang setuju sama berimbang maka pemimpin/ ketua rapat berhak menentukan keputusannya. Dari segala sesuatu yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Direksi harus dibuat berita acara rapat. Berita acara Rapat Direksi yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan semua anggota Direksi telah diberitahukan secara tertulis tentang usulan-usulan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi. Frekuensi Rapat dan Kehadiran Direksi Meeting Frequency and Attendance of the Board of Director Nama Name Jumlah Kehadiran Total Attendance Jumlah Absen Total Absence % Kehadiran % Attendance Dr. A. Junaedy Ganie, SE, MH, ANZIIF, (Snr. Assoc), AAIK (HC), CIP, ChFC, CLU 21 0 100% Geger N. Maulana, SE, Ak, MM 21 0 100% Budi T.A. Tampubolon, Maîtrise, MM, FSAI, AAIJ 18 3 86% Meetings of the Board of Directors The Board of Directors shall convene Meetings of the Board of Directors at any time if deemed necessary by one or more members of the Board of Directors. If conducted, Summons to Meetings of the Board of Directors must be made by registered mail or delivered directly to each member of the Board of Directors. Summons to Meetings must indicate the agenda, date, time and venue of the Meeting. Meetings of the Board of Directors shall be held at the domicile of the Company or at the place of business activities of the Company. Meetings of the Board of Directors shall be chaired or led by the President Director. In the event that the President Director is unable to attend or is absent the Meeting of the Board of Directors shall be chaired by a member of the Board of Directors selected by and from among the members of the Board of Directors present. A member of the Board of Directors may only be represented in the Meeting of the Board of Directors by another member of the Board of Directors by virtue of a power of attorney. Decisions of Meetings of the Board of Directors must be made based on deliberation to reach consensus. In the event of a draw, the Chairperson of the Meeting of the Board of Directors shall decide be entitled to decide. Minutes must be drawn up for all matters discussed and resolved in Meetings of the Board of Directors. The Board of Directors may also make valid and binding decisions without convening a Meeting of the Board of Directors, provided that all members of the Board of Directors have been notified in writing and grant their approval on the proposals. Decisions made in such manner shall have the same effect as decisions validly made in a Meeting of the Board of Directors. BNI Life | 2012 Annual Report 141 Pelatihan Direksi Selama 2012, Direksi telah berpartisipasi di berbagai program pelatihan untuk meningkatan kemampuan mereka. Program-program pelatihan tersebut adalah: Pelatihan Direksi Training of the Board of Directors Pelatihan Training Tanggal Date Lokasi Location Peserta Participant Pembicara Vendor Keterangan Description Change Management Workshop 24 - 25 Februari 2012 The Michaels Resort Direksi Komisaris Hendra Kusnoto, Chairman of Change Management PT Antam Tbk Joint Activity antara HR & BIS & CMO Meaning, Vision Value, Mission 7 - 8 Desember 2012 Hotel Santika, TMII Direksi ACT Consulting, ESQ Termasuk dalam kegiatan Inhouse Training Otoritas Jasa Keuangan 11 Oktober 2012 Kempinski Hotel Jakarta Direksi (Geger N Maulana) BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Risiko) Termasuk dalam kegiatan Public Training Indikator Kinerja Direksi telah melaksanakan tugas pengelolaan operasional perusahaan selama tahun 2012, dengan beberapa realisasi program kerja sebagai berikut: • Meningkatkan pendapatan gross premium menjadi Rp1,245 triliun, naik sebesar 15,88% dibandingkan pencapaian di 2011. • Meningkatkan pertumbuhan aset sebesar Rp2,80 triliun atau meningkat 10,42% dibandingkan perolehan aset tahun lalu. • Meningkatkan pertumbuhan investasi sebesar 8,85% atau sebesar Rp2,619 triliun dibanding tahun 2011 yang mencapai Rp2,406 triliun. • Meningkatkan total ekuitas sebesar 25,19% menjadi Rp343,307 miliar. • Meningkatkan pendapatan pengelolaan operasi asuransi syariah (Ujrah) menjadi Rp24,865 miliar atau naik 91,1% dari tahun lalu. Penilaian dan Remunerasi Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris Anggota Dewan Komisaris diberi gaji dan/atau tunjangan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jumlahnya diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dewan Komisaris juga berhak atas penerimaan imbalan jasa atau tantiem yang mekanisme pemberian serta besaran jumlahnya juga ditentukan oleh RUPS. Sesuai dengan keputusan Pemegang Saham yang tertuang dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham, pemegang saham melimpahkan wewenang untuk penetapan gaji berikut fasilitas dan/atau tunjangan lainnya bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Pemegang Saham mayoritas. Training of the Board of Directors Throughout 2012, the Board of Directors participated in several training programs to increase their competence, namely: Performance Indicators The Board of Directors carried out its tasks of managing the Company’s operations throughout 2012. The various work programs achieved are as follows: • Increased the gross premium revenue to Rp1.245 trillion, an increase of 15.88% compared to 2011. • Grew assets growth by Rp2.80 trillion or 10.42% compared to the previous year. • Grew investment by 8.85% or Rp2.619 trillion compared with Rp2.406 trillion in 2011. • Increased total equity by 25.19% to Rp343.307 billion. • Increased income from the sharia insurance operations (Ujrah) to Rp24.865 billion, an increase of 91.1% from the previous year. Assesment and Remuneration Remuneration Policy for the Board of Commissioners Members of the Board of Commissioners shall receive salaries and/ or other allowances in accordance with the applicable provisions and the amount shall be determined by the General Meeting of Shareholders (GMS). The Board of Commissioners shall be also entitled to service compensation or bonuses, the mechanism and amount of which shall be also determined by the GMS. In accordance with the decisions of the Shareholders as set forth in the Minutes of the General Meeting of Shareholders, the shareholders have delegated the Board of Commissioners subject to prior consultation with the majority shareholders in determining salary and/or other allowances for Directors and Board of Commissioners. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 142 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Berdasarkan amanat yang disampaikan ini, maka Dewan Komisaris melakukan hal-hal sebagai berikut: • Dewan Komisaris melakukan kajian remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan menyusun rekomendasi remunerasi. • Dewan Komisaris mengusulkan kajian remunerasi kepada RUPS. • RUPS menetapkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris. Kisaran jumlah remunerasi Dewan Komisaris adalah sebesar Rp600 juta – Rp750 juta per tahun (sudah termasuk pajak). Anggota Dewan Komisaris menerima fasilitas dan tunjangan lain, di antaranya penyediaan kendaraan operasional dan tunjangan kesehatan. Kebijakan Remunerasi Dewan Syariah Anggota Dewan Pengawas Syariah diberi gaji dan/atau tunjangan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jumlahnya diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kisaran jumlah remunerasi Dewan Pengawas Syariah adalah sebesar Rp65 juta – Rp81 juta per tahun (sudah termasuk pajak). Kebijakan Remunerasi Bagi Direksi Anggota Direksi diberi gaji dan/atau tunjangan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jumlahnya diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Direksi juga berhak menerima imbalan jasa atau tantiem yang mekanisme pemberian serta besaran jumlahnya juga ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sesuai dengan keputusan Pemegang Saham yang tertuang dalam Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham, pemegang saham melimpahkan wewenang untuk penetapan gaji berikut fasilitas dan/atau tunjangan lainnya bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Pemegang Saham mayoritas. Jumlah remunerasi Direksi adalah sebesar Rp1,3 miliar – Rp2 miliar per tahun (sudah termasuk pajak). Based on the mandate, the Board of Commissioners carried out the following: • The Board of Commissioners reviewed the remuneration of members of the Board of Commissioners and made recommendations on remuneration. • The Board of Commissioners proposed a review of remuneration to the GMS. • The GMS established remuneration for members of the Board of Commissioners. Remuneration for the Board of Commissioners ranges between Rp600 million – Rp750 million per year (inclusive of tax). Board members received facilities and other benefits, including the provision of operational vehicles and medical benefits. Remuneration Policy of Sharia Supervisory Board Members of the Sharia Supervisory Board shall be given salaries and or other allowances in accordance with the applicable provisions and the General Meeting of Shareholders (GMS) shall determine the amount. The range of remuneration for the Sharia Supervisory Board shall amount to Rp65 million – Rp81 million per year (inclusive of tax). Remuneration Policy for the Board of Directors All members of the Board of Directors shall be given salaries and facilities and or other allowances in which the amount shall be determined by GMS. The Board of Directors shall be also entitled to receive service compensation or bonus in which the mechanism of distribution and the amount shall be also determined by the GMS. In accordance with the resolutions of the Shareholders as set forth in the Meeting Minutes of the General Shareholder Meeting, the shareholders have delegated authority to establish salaries and facilities and/or other allowances to the Board of Commissioners of the Company with prior consultation with the majority shareholders. The annual remuneration for the Board of Directors is Rp1.3 billion – Rp2 billion annually (inclusive of tax). BNI Life | 2012 Annual Report 143 Komite-Komite Dewan Komisaris dan Direksi dibantu oleh beberapa komite dan badan pendukung perusahaan strategis lainnya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan operasional perusahaan. Komite Penunjang Dewan Komisaris Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan berdasarkan Self Assessment, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit, melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 002.SK.BL.KOM.1109 tanggal 4 November 2009 tentang Pembentukan Komite Audit. Komite Audit Komite Audit merupakan komite penunjang Dewan Komisaris yang bertugas untuk membantu Dewan Komisaris dalam upaya agar: • Pengawasan internal perusahaan telah dilaksanakan dengan baik, • Pelaksanaan audit internal dan audit eksternal telah dilaksanakan sesuai dengan standar audit berlaku, • Tindak lanjut temuan hasil audit telah dilaksanakan oleh manajemen, • Laporan keuangan disusun secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku umum di Indonesia, dan • Memproses calon auditor eksternal, termasuk imbalan jasanya. Pedoman Kerja Komite Audit Saat ini perangkat lunak yang mengatur tentang Pedoman Kerja Komite Audit sudah diimplementasikan. Adapun Pedoman Kerja yang saat ini dijalankan oleh Komite Audit Perusahaan mengacu pada Pedoman Tata Kelola Perusahaan Asuransi dan Reasuransi yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. Pedoman tersebut memuat tugas dan tanggung jawab Komite Audit dalam membantu Dewan Komisaris serta syarat dan ketentuan komposisi keanggotaan Komite Audit. Independensi Anggota Komite Audit Anggota Komite Audit yang berasal dari pihak independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/atau Pemegang Saham Utama yang dapat mempengaruhi kemampuannya bertindak independen. Committees The Board of Commissioners and Board of Directors are assisted by several committees and other strategic company organs supporting in exercising the company’s supervisory and operational functions. Committees Supporting the Board of Commissioners In order to ensure effective execution of the duties and responsibilities of the Board of Commissioners and based on Self Assessment, the Board of Commissioners formed an Audit Committee based on the Decision Letter of the Board of ommissioners No. 002.SK.BL.KOM.1109 dated 4 November 2009 regarding the Establishment of an Audit Committee. Audit Committee The Audit Committee is a support committee for the Board of Commissioners and has the duty of assisting the Board of Commissioners to ensure that: • The Company’s internal controls have been implemented, • Implementation of internal audit and external audit in accordance with the applicable auditing standards, • Follow up actions on audit findings have been carried out by the management, • The financial statements have been fairly formulated in accordance with the generally accepted accounting principles in Indonesia (PSAK), and • Processing of the external auditor candidate, including the fees for their services. Audit Committee Charter At present, the charter that guides the Audit Committee is in completion phase. The Company’s Audit Committee is presently guided by the Manual on Governance of Insurance and Reinsurance Companies issued by the National Committee on Governance Policy. These guidelines contain the duties and responsibilities of the Audit Committee to assist the Board of Directors as well as the requirements and conditions of the membership composition of the Audit Committee. Independence of Members of Audit Committee Members of Audit Committee must originate from independent parties that have no financial, management, share ownership and/or family relationship to the Board of Commissioners, Board of Directors and/or Principal Shareholders that may influence their capabilities to act independently. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 144 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan Komite Audit mengacu pada Pedoman Tata Kelola Perusahaan Asuransi dan Reasuransi yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance, yaitu dalam hal: • Membantu Dewan Komisaris memeriksa hasil laporan audit internal yang dilakukan oleh internal audit perusahaan dalam rangka memberikan rekomendasi kepada Direksi perihal laporan audit internal tahun buku 2012. • Membantu Dewan Komisaris melakukan kajian atas audit eksternal tahun buku 2011 dalam rangka memberikan rekomendasi kepada Direksi. Komposisi Komite Audit Susunan anggota Komite Audit telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan Asuransi dan Reasuransi yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. Persyaratan tersebut adalah Komite Audit diketuai seorang Komisaris Independen dan anggotanya terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan/atau pihak luar yang independen dan memiliki keahlian, pengalaman serta kualitas di bidang hukum atau asuransi. Susunan Komite Audit adalah sebagai berikut: Nama Name Jabatan Position Mauli Adiwarman Idris Ketua – Chairman Dr. Ludovicus Sensi W. Wakil Ketua – Deputy Chairman Asri Saraswati S. Anggota – Member Profil Komite Audit Profil Mauli Adiwarman Idris dan Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, CPA selaku Komite Audit dapat dilihat juga di profil Dewan Komisaris pada bagian Laporan Manajemen. Anggota Komite Audit: Asri Saraswati Lahir pada bulan Agustus 1958 dan lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, tahun 1985. Pernah meraih Investment Advisor/Fund Manager License dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Departemen Keuangan RI, pada tahun 1993. Asri Saraswati bergabung dengan Komite Audit BNI Life, sejak November 2011. Beliau juga tercatat sebagai Staff Ahli Direksi pada PT BNI Asset Management. Duties and Responsibilities of the Audit Committee The duties and responsibilities of the Audit Committee are carried out with reference to the Manual on Governance of Insurance and Reinsurance Companies issued by the National Committee on Governance Policy, namely with regard to: • Assisting the Board of Commissioners to verify the internal audit report carried out by the company’s internal audit in order to provide recommendations to the Board of Directors regarding the internal audit report for the financial year 2012. • Assisting the Board of Commissioners to assess the external audit for financial year 2011 in order to provide recommendations to the Board of Directors. Composition of Audit Committee The composition of Audit Committee members has met the requirements set forth in the Code of Corporate Governance of Insurance and Reinsurance issued by the National Committee on Governance. These requirements state that the Audit Committee must be chaired by an independent commissioner and that members consist of members of the Board of Commissioners and/ or independent outsiders that have expertise, experience and qualifications in law or insurance. The Audit Committee is comprised of: Audit Committee Profile The profiles of Mauli Adiwarman Idris and Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, CPA may also be viewed in the profiles of the Board of Commissioners in the Management Report. The Audit Committee Member: Asri Saraswati Born in August 1958, she graduated from the Faculty of Economy of the University of Indonesia, Jakarta, in 1985. In 1993, she received her Investment Advisor/ Fund Manager License from the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM) of the Financial Ministry, Republic of Indonesia. In November 2011, she joined the BNI Life Audit Committee as a member. Apart from her position at BNI Life, Asri is also an Expert Staff member to the Board of Directors at PT BNI Asset Management. BNI Life | 2012 Annual Report 145 Frekuensi Rapat dan Kehadiran Komite Audit Meeting Frequency and Attendance of Audit Commitee Nama Name Jumlah Kehadiran Total Attendance Jumlah Absen Total Absence % Kehadiran % Attendance Mauli Adiwarman Idris 3 0 100% Dr. Ludovicus Sensi Wondabio 3 0 100% Asri Saraswati 3 0 100% Laporan Komite Audit Selama tahun 2012, Komite Audit BNI Life telah mengkaji beberapa hasil Laporan Keuangan yang disampaikan oleh Internal Audit maupun hasil Audit Kantor Akuntan Publik. Analisis dan hasil pemeriksaan tersebut telah disampaikan pada Rapat Dewan Komisaris. Dewan Komisaris belum membentuk Komite Pemantau Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite GCG secara khusus. Namun demikian, fungsi komite-komite tersebut tetap dijalankan oleh anggota Dewan Komisaris. Dewan Komisaris selalu memperbarui permasalahan yang menyangkut Risiko, Nominasi dan Remunerasi serta GCG kepada Direksi pada saat Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan skala prioritas. Komite Penunjang Direksi Komite Investasi Komite Investasi merupakan komite penunjang di bawah Direksi yang membantu pelaksanaan fungsi pengelolaan dana investasi perusahaan, yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 019.SK.DIRBL.1210 tanggal 1 Desember 2010 menggantikan No. 023.SK.DIR-BL.0908 tanggal 1 September 2008. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Investasi Tugas dan tanggung jawab Komite Investasi adalah sebagai berikut: • Memberikan kebijakan/arahan dan menentukan Standard Operating Procedure (SOP) atas pelaksanaan kegiatan investasi berdasarkan: Kondisi makro dan mikro ekonomi; Perkembangan yang terjadi pada lembaga-lembaga keuangan bank dan Bank; Perundang-undangan dan peraturan pemerintah terkait. • Menentukan strategi dan target hasil investasi berdasarkan langkah-langkah investasi yang akan ditempuh ke depan. • Mengevaluasi kinerja investasi dan memberikan kebijakan/strategi perbaikannya. Report of the Audit Committee In 2012, the Audit Committee of BNI Life has assessed several Financial Statements delivered by Internal Audit as well as the audit results from the Public Accountant. The analysis and results of the assessment were delivered at a Meeting of the Board of Commissioners. Board of Commissioners have not formally established The Risk Management Committee, Nomination and Remuneration Committee and GCG. However, the Board of Commissioners are carrying out the duties and responsibilities of these Commitiees by optaining regular updates from the Board of Directors in the joint board meeting on priority bases. Supporting Committees to the Board of Directors Investment Committee Investment Committee is a supporting committee under the Board of Directors that assists with the implementation of the company’s investment fund management function, established based on Decree of the Board of Directors No. 019. SK. DIR-BL. 1210 dated 1 December 2010, replacing Decision No. 023. SK.DIR-BL.0908 dated 1 September 2008. Duties and Responsibilities of the Investment Committee Investment Committee shall execute its duties and responsibilities as follows: • To provide policies/direction and determine Standard Operating Procedure (SOP) for the implementation of investment activity based on: macro and economic conditions; developments in bank and bank financial institutions; relevant laws and regulations and government regulations. • To determine strategy and targets for investment yields based on investment steps to be taken in the future. • To evaluate investment performance and to provide policies/strategies for improvement. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 146 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Susunan Anggota Komite Investasi Susunan anggota Komite Investasi adalah sebagai berikut: Jabatan di Perusahaan Office Position Jabatan di Komite Committee Position Direktur Keuangan, Investasi, SDM dan Umum Director of Finance , Investment , HR and General Ketua merangkap anggota Chairman and Member Direktur Produk dan Layanan Product and Services Director Anggota Member Pemimpin Unit Kerja Investasi Head of Treasury and Investment Sekretaris Anggota Secretary and Member Pemimpin Unit Kerja Settlement and Collection Head of Collection and Settlement Anggota Member Pemimpin Unit Kerja Accounting and Tax Head of Accounting and Tax Anggota Member Pemimpin Unit Kerja Pricing and Reinsurance Head of Pricing and Reinsurance Anggota Member Komite Risiko Komite Risiko merupakan komite penunjang di bawah Direksi yang dituangkan dalam perubahan terakhir melalui Surat Keputusan Direksi BNI Life No. 020.SK.DIR-BL.1210 tanggal 1 Desember 2010. Komite ini dibentuk untuk meningkatkan manajemen risiko agar lebih efektif dalam meminimalisir risiko usaha yang dihadapi. Komite Risiko juga dibentuk untuk memberikan arahan, kebijakan dan strategi pengelolaan risiko, aset dan liabilitas Perusahaan. Fungsi Komite Risiko • Menetapkan arahan, kebijakan dan strategi manajemen risiko pada level perusahaan (firmwide) dan pada level unit kerja; • Menetapkan toleransi risiko perusahaan dan mengalokasikannya ke setiap unit kerja/business unit (risk budgeting); • Menetapkan kebijakan mengenai batasan-batasan bertransaksi dengan pihak ke tiga serta batasan pengelolaan investasi; • Menetapkan sistem manajemen risiko yang akan digunakan dalam pengelolaan risiko usaha perusahaan; • Melakukan pemantauan dan penilaian terhadap pelaksanaan manajemen risiko pada level perusahaan dan pada level unit kerja; • Menetapkan sistem pengendalian risiko yang menyeluruh dan terintegrasi; • Menetapkan kebijakan mengenai penetapan kewenangan dalam melakukan transaksi dengan pihak ke tiga; • Menetapkan kebijakan lainnya yang berkaitan dengan manajemen risiko. Composition of Members of the Investment Committee Composition of Members of the Investment Committee is as follows: Risk Committee The Risk Committee is a supporting committee under the Board of Directors based on the latest changed as set out in the Decision of the Board of Directors of BNI Life No.020.SK.DIR-BL.1210 dated 1 December 2010. This Committee was formed to improve management effectiveness in minimizing business risk. Risk Committee also formed to provide reference, policy and risk management strategies, assets and liabilities of the Company. Function of Risk Committee • To stipulate the direction, policies and strategies of risk management at the company level (firmwide) and at the working unit level; • To establish the company’s risk tolerance and allocate it to each working unit/ business unit (risk budgeting); • To establish policies regarding limitations of transactions with third parties as well as limitations on investment management; • To establish a risk management system that will be used to manage the Company’s business risk; • To conduct monitoring and evaluation of the implementation of risk management at the Company level and at working unit level; • To establish a comprehensive and integrated risk control system; • To establish policies regarding stipulation of authority in conducting transactions with third parties; • To stipulate other policies related to risk management. BNI Life | 2012 Annual Report 147 Tugas dan Tanggung Jawab Komite Risiko • Menetapkan dan meninjau ulang secara periodik (minimal 1 kali dalam 1 tahun) toleransi risiko perusahaan dan alokasinya pada setiap unit kerja. • Menetapkan dan meninjau ulang secara periodik (minimal 1 kali dalam 1 tahun) kebijakan mengenai batasan-batasan bertransaksi dengan pihak ketiga serta batasan pengelolaan investasi. • Menetapkan dan meninjau ulang secara periodik (minimal 1 kali dalam 1 tahun) sistem manajemen risiko, termasuk metodologi dan model yang akan digunakan dalam pengelolaan risiko usaha perusahaan. • Memantau dan meninjau ulang secara periodik (minimal 1 kali dalam 1 tahun) Standard Operating Procedure (SOP) dari setiap unit kerja berkoordinasi dengan unit kerja terkait. • Melakukan pemantauan dan penilaian secara periodik (minimal 1 kali dalam 3 bulan) terhadap pelaksanaan manajemen risiko pada level Perusahaan dan pada level unit kerja. • Meninjau eksposur keuangan dan risiko lainnya yang signifikan beserta langkah-langkah yang telah dan akan diambil dalam rangka pemantauan dan pengendalian eksposur tersebut (minimal 1 kali dalam 1 bulan). • Memberikan masukan atau jika diperlukan peringatan kepada unit kerja jika ditemui indikasi penyimpangan terhadap arahan, kebijakan dan strategi manajemen risiko yang telah ditetapkan sebelumnya. • Menetapkan dan meninjau ulang (minimal 1 kali dalam 1 tahun) risk-based performance appraisal system yang dikaitkan dengan pengelolaan risiko setiap unit kerja. • Menetapkan dan meninjau ulang secara periodik (minimal 1 kali dalam 1 tahun) sistem pengendalian risiko yang menyeluruh dan terintegrasi. • Menetapkan dan meninjau ulang secara periodik (minimal 1 kali dalam 1 tahun) kebijakan mengenai penetapan kewenangan dalam melakukan transaksi dengan pihak ketiga. • Mengubah arahan, kebijakan atau strategi manajemen risiko dalam kondisi tertentu secara adhoc jika diperlukan untuk kepentingan Perusahaan. • Melakukan rapat Komite secara periodik (minimal 1 kali dalam 3 bulan), terutama untuk memantau dan mengendalikan paparan risiko yang signifi kan. • Mengadministrasikan keputusan-keputusan dan laporan surat komite secara tertib dan baik. Duties and Responsibilities of the Risk Committee • To stipulate and revise periodically (at a minimum once in a year) the company’s risk tolerance and the allocation to each work unit/business unit. • To stipulate and revise periodically (at a minimum once in a year) policies regarding limitations on transactions with third parties as well as limitations of investment management. • To stipulate and periodically revise (at a minimum once a year) risk management system, including the methodology and model to be used in the company’s business risk management. • To monitor and revise periodically (at a minimum once a year) standard operating procedures (SOP) of each work unit in coordination with the relevant work unit. • To conduct monitoring and evaluation periodically (at a minimum once within 3 months) towards the implementation of risk management at company level and at working unit level. • To revise financial exposure and other significant risks as well as steps already and to be taken in the framework of monitoring and control exposure (at a minimum once a month). • To provide inputs or warnings if necessary to the working unit if there are indications of divergence from directions, policies, and strategies of risk management already stipulated previously. • To stipulate and revise (at a minimum once a year) risk-based performance appraisal system related to the risk management of each work unit. • To stipulate and revise the entire integrated risk management system periodically (at a minimum once a year). • To stipulate and revise periodically (at a minimum once a year ) policies regarding stipulation of authority in conducting transactions with third parties. • To change directions, policies or strategies of risk management in particular condition in ad hoc if necessary for the company’s interests. • To conduct periodic Committee meetings (at a minimum once every 3 months), foremost to monitor and control the exposure of significant risks. • To administer decisions and committee reports properly and well. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 148 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Susunan Komite Risiko Susunan Komite Risiko adalah sebagai berikut: Jabatan di Perusahaan * Office Position Jabatan di Komite * Committee Position Direktur Keuangan, Investasi, SDM dan Umum Ketua – Chairman Pemimpin Unit Kerja Risk Management Sekretaris – Secretary Direksi Anggota – Member Seluruh Pemimpin Unit Kerja Anggota – Member * Sesuai dengan struktur organisasi per tanggal 31 Desember 2012, Komite Risiko dan Komite Aset dan Liabilitas berada di bawah koordinasi Direktur Utama. In accordance with the organizational structure as at 31 December 2012, Risk Committee and the Asset and Liability Committee coordinated by President Director. Komite Aset dan Liabilitas Komite Aset dan Liabilitas merupakan komite penunjang di bawah Direksi yang dituangkan dalam perubahan terahir melalui Surat Keputusan Direksi BNI Life No.002.SK.DIR-BL.0309 tanggal 1 Maret 2009. Komite ini dibentuk untuk meningkatkan pengelolaan aset dan liabilitas Perusahaan guna memaksimalkan nilai bagi pemegang saham, meningkatkan profitabilitas dan permodalan, memberikan pelayanan kepada pelanggan, serta melindungi Perusahaan dari dampak finansial yang negatif yang disebabkan oleh perubahan tingkat suku bunga. Pembentukan ini juga ditujukan untuk menyusun tujuan/arahan, kebijakan dan strategi pengelolaan aset dan liabilitas Perusahaan. Fungsi Komite Aset dan Liabilitas • Menetapkan arahan, kebijakan dan strategi pengelolaan aset dan liabilitas Perusahaan. • Memantau dan meninjau ulang perkembangan dan proyeksi perekonomian, tingkat suku bunga, nilai tukar, dan variabel pasar penting lainnya. • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi mengenai posisi likuiditas perusahaan, termasuk rencana pendukung untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Perusahaan (kebijakan/strategi pengelolaan risiko likuiditas). • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi untuk pendanaan. • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi aplikasi modal yang optimal. • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan mengenai liabilities modeling and forecast. • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi maturity profile dan duration dari liabilities perusahaan. • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi pengelolaan GAP (rate-sensitive assets dikurangi rate-sensitive liabilities) atau surplus. Composition of the Risk Committee Composition of the Risk Committee is as follows: Asset and Liability Committee The Asset and Liability Committee is a supporting committee under the Board of Directors base on the latest change as set out in the Decision of the Board of Directors of BNI Life No. 002.SK.DIRBL.0309 dated 1 March 2009. This committee was established to improve the management of assets and liabilities of the company and maximize value for shareholders, improve profitability and capitalization, provide customer service, and protect the Company from negative financial impacts caused by changes in interest rates. The committee was also established to formulate the goal/direction, policy and strategy for the Company’s asset and liabilities management. Functions of the Asset and Liability Committee • To establish the direction, policy and strategy for the Company’s assets and liabilities management. • To monitor and reevaluate the evelopment of, and projections for, the economy, interest rates, exchange rates and other important market variables. • To establish and reevaluate conditions and policy/ strategy regarding the company’s liquidity position including contingency plans to meet the needs for company’s liquidity (policy/strategy of liquidity risk management). • To establish and reevaluate funding policy/ strategy. • To establish and reevaluate policy/strategy for optimal fund allocation. • To establish and reevaluate policy regarding liabilities modeling and forecast. • To establish and reevaluate the development as well as policy/strategy regarding maturity profile & duration of the company’s liabilities. • To establish and reevaluate GAP (ratesensitive assets subtracted by rate-sensitive liabilities) management strategies or surpluses. BNI Life | 2012 Annual Report 149 • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi terkait dengan kondisi mismatch (exposure, maturity, duration) pada neraca perusahaan (kebijakan/strategi pengelolaan risiko tingkat suku bunga, risiko nilai tukar, risiko harga). • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/strategi terkait masalah perpajakan yang berdampak pada posisi assets dan liabilities perusahaan. • Menetapkan dan meninjau ulang model Asset Liability Management (ALM) yang optimal untuk diterapkan dalam pengelolaan aset dan kewajiban perusahaan. • Memantau dan meninjau ulang perkembangan portofolio investasi. • Memantau dan meninjau ulang adanya pengecualian-pengecualian, jika ada, dalam pelaksanaan kebijakan/strategi pengelolaan aset dan liabilitas, dan selanjutnya meninjau rencana dan jadwal kerja yang telah disusun guna menyelesaikan masalah terkait menjadi sesuai dengan kebijakan/strategi yang telah ditetapkan. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Aset dan Liabilitas • Memantau dan meninjau ulang perkembangan dan proyeksi perekonomian (minimal 1 kali dalam 3 bulan). • Memantau dan meninjau ulang perkembangan dan proyeksi tingkat suku bunga, nilai tukar dan variabel pasar yang lain dan sifatnya penting (minimal 1 kali dalam 3 bulan). • Memantau, menetapkan dan meninjau ulang kondisi dan kebijakan/strategi mengenai posisi likuiditas perusahaan, termasuk contingency plan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Perusahaan (kebijakan/strategi pengelolaan risiko likuiditas) (minimal 1 kali dalam 1 bulan). • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan/ strategi funding (minimal 1 kali dalam 3 bulan). • Menetapkan kebijakan/strategi alokasi modal yang optimal serta memantau dan meninjau ulang penerapannya (minimal 1 kali dalam 3 bulan). • Menetapkan dan meninjau ulang kebijakan mengenai liabilities modelling dan forecast (minimal 1 kali dalam 1 tahun). • Memantau, menetapkan, dan meninjau ulang perkembangan serta kebijakan/strategi mengenai maturity profile dan duration dari liabilities Perusahaan (minimal 1 kali dalam 1 bulan). • Memantau, menetapkan, dan meninjau ulang kondisi dan kebijakan/strategi pengelolaan GAP (ratesensitive assets dikurangi rate-sensitive liabilities) atau surplus (minimal 1 kali dalam 3 bulan). • To establish and reevaluate policy/strategy related to mismatches (exposure, maturity, duration) in the company’s balance sheet (policy/strategy of risk management of interest rate, risk of exchange rate, price risk. • To establish and reevaluate position and policy/ strategy related to tax issues which impacts the company’s assets and liabilities. • To establish and evaluate the optimal assets liability management (ALM) model to be applied to the management of company’s assets & liabilities. • To monitor and evaluate the development of the investment portfolio. • To monitor and reevaluate the occurrence of exceptions, if any, in the implementation of policy/strategy on management of assets and liabilities. Subsequently, to evaluate the work plans and schedules that have been formulated in order to settle related issues, in accordance with established policy/strategy. Duties and Responsibilities of the Asset and Liability Committee • To monitor and reevaluate the development of the economy and economic projections (at a minimum once every 3 months). • To monitor and reevaluate the development and projections of interest rate, exchange rates and other important market variables (at a minimum once every 3 months). • To monitor and reevaluate conditions and policy/ strategy regarding company liquidity, including contingency plans to meet liquidity (policy/ strategy on liquidity risk management) (at a minimum once a month). • To establish and reevaluate funding strategy (at a minimum once every 3 months). • To establish optimal capital allocation policy/ strategy and monitor and reevaluate its execution (at a minimum once every 3 months). • To establish and reevaluate policy regarding liabilities modeling and forecasts (at a minimum once a year). • To monitor, establish and reevaluate developments as well as the policy/strategy regarding maturity profile and of the company’s liabilities (at a minimum once a month). • To monitor, establish and reevaluate the conditions and management policy/strategy for GAP (rate-sensitive assets subtracted by ratesensitive liabilities) or surpluses (at a minimum every 3 months). BNI Life | Laporan Tahunan 2012 150 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance • Memantau, menetapkan dan meninjau ulang kondisi dan kebijakan/strategi terkait dengan kondisi mismatch (exposure, maturity, duration) pada neraca perusahaan serta penyimpangannya terhadap target yang telah ditetapkan (kebijakan/ strategi pengelolaan risiko tingkat suku bunga, risiko nilai tukar, risiko harga) (minimal 1 kali dalam 1 bulan). • Memantau, menetapkan dan meninjau ulang posisi dan kebijakan/strategi terkait masalah perpajakan yang berdampak pada posisi aset dan liabilitas perusahaan (minimal 1 kali dalam 1 tahun). • Menetapkan dan meninjau ulang model Assets Liability Management (ALM) yang optimal untuk diterapkan dalam pengelolaan aset dan liabilitas Perusahaan (minimal 1 kali dalam 1 tahun). • Memantau dan meninjau ulang adanya pengecualian-pengecualian, jika ada, dalam pelaksanaan kebijakan/strategi pengelolaan aset dan liabilitas. Selanjutnya melakukan peninjauan terhadap rencana kerja dan perencanaan waktu yang telah disusun guna menyelesaikan masalah terkait, sehingga sesuai dengan kebijakan/strategi yang telah ditetapkan (minimal 1 kali dalam 1 bulan, atau jika telah terjadi kejanggalan). • Memantau dan meninjau ulang perkembangan portofolio investasi (minimal 1 kali dalam 1 bulan). • Melakukan rapat komite secara berkala (minimal 1 kali dalam 1 bulan) terutama untuk melakukan kajian atas perkembangan mismatch pada neraca, likuiditas, maturity profile dan duration dari liabilities, portofolio investasi serta kejanggalan-kejanggalan. Susunan Komite Aset dan Liabilitas Susunan Komite Aset dan Liabilitas adalah sebagai berikut: Susunan Komite Aset dan Liabilitas Composition of Asset and Liability Committee Jabatan di Perusahaan Office Position Jabatan di Komite* Committee Position Direktur Keuangan, Investasi, SDM dan Umum Ketua Chairman Pemimpin Unit Kerja Risk Management Sekretaris Secretary Direksi Anggota Member Seluruh Pemimpin Unit Kerja Anggota Member * Sesuai dengan struktur organisasi per tanggal 31 Desember 2012, Komite Risiko dan Komite Aset dan Liabilitas berada di bawah koordinasi Direktur Utama. In accordance with the organizational structure as at 31 December 2012, Risk Committee and the Asset and Liability Committee coordinated by President Director. • To monitor, establish and reevaluate the conditions and policy/strategy related to the mismatches (exposure, maturity, duration) in the company’s balance sheet as well as deviations from targets already established (policy/strategy for interest rate risk management of, exchange rate risk, price risk) (at a minimum once a month). • To monitor, establish and reevaluate the position and policy/strategy related to tax issues that impact the company’s assets & liabilities (at a minimum once a year). • To determine and reevaluate the optimal assets liability management (ALM) model for management of company’s assets & liabilities (at a minimum once a year). • To monitor and reevaluate exceptions, if any, in the implementation of policy/ strategy on management of assets & liabilities. Next, to evaluate the work plan and time schedule which has been established in order to settle related issues in accordance with preestablished (at a minimum once a month, or if there had been irregularities). • To evaluate and reevaluate the development of investment portfolio (at a minimum once a month). • Conducting periodic committee meetings (at a minimum once a month) primarily to conduct a study on the development of mismatch in the balance, liquidity, maturity profile and duration dari liabilities, portfolio of investment as well as irregularities. Composition of the Asset and Liability Committee The composition of Asset and Liability Committee is as follows: BNI Life | 2012 Annual Report 151 Komite Produk Komite Produk merupakan komite yang dibentuk Direksi berdasarkan Keputusan Direksi No. 001. SK.DIR-BL.0201 tanggal 16 Februari 2010. Komite Produk ini dibentuk dalam rangka mengantisipasi perkembangan kegiatan usaha perusahaan dalam rencana pengembangan bisnis perusahaan dan evaluasi atas produk-produk yang ada dan mengkaji produk-produk baru dari beragam aspek agar semakin kompetitif dan dapat diterima pasar. Komite Produk merupakan sarana koordinasi antara unit kerja/saluran distribusi dalam rangka meningkatkan kinerja pemasaran, khususnya dalam pengembangan produk dan strategi penjualan. Fungsi Komite Produk • Mengevaluasi/meninjau kinerja produk-produk yang sudah ada, baik asuransi individu maupun kumpulan dari berbagai aspek dan memberikan usulan perbaikan; • Mengusulkan dan mengkaji dari berbagai aspek, produk-produk yang akan diluncurkan ke pasar; • Menetapkan kebijakan dan strategi pengembangan dan pemasaran produk-produk perusahaan; • Menetapkan strategi atau langkah-langkah khusus yang diperlukan untuk mengatasi kondisi produk yang sudah tidak sesuai dengan kondisi pasar dan sudah tidak diminati pasar. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Produk • Komite Produk bekerja sama dengan Komite Investasi untuk menetapkan tingkat hasil investasi (rate of return) yang akan digunakan sebagai dasar Aktuaris Perusahaan dalam menetapkan pricing strategy (dilakukan minimal 1 (satu) kali dalam 1 tahun sebelum bulan April); • Melakukan pertemuan rutin sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dengan masing-masing Saluran Distribusi untuk pembahasan yang berkaitan dengan pengembangan/peninjauan produk; • Menetapkan dan mengkaji ulang kebijakan dan strategi pengembangan dan pemasaran produk (minimal 1 kali dalam 6 bulan); • Melakukan kajian terhadap setiap usulan produk dari unit kerja yang berwenang, mulai dari kondisi perekonomian dan keuangan, market needs, market segment, target market, aspek teknis produk (pricing dan profi tabilitas), risiko produk, strategi pemasaran, dampak terhadap kondisi finansial perusahaan, dan aspek-aspek lain yang diperlukan; Product Committee The Product Committee is a committee formed by the Board of Directors based on Decision of the Board of Directors No. 001.SK.DIRBL.0201 dated 16 February 2010. The Product Committee is formed to anticipate the development of the business activities as part of the business development plan, to evaluate existing products, as well as review new products in order to increase competitiveness and market acceptance. The Product Committee facilitates coordination to improve marketing performance, especially in the development of products and sales strategy. Function of the Product Committee • To evaluate/review the performance on existing products, whether individual or collectively, and provide suggestions for improvemently; • To propose and assess products to be launched to the market; • To establish policy and strategy for the development and marketing of the company’s products; • To establish specific strategies or steps necessary to overhaul products that are no longer in line with market conditions and no longer attractive to the market. Duties and Responsibilities of the Product Committee • Product Committee works together with Investment Committee to determine the rate of return to be used as basis for the Company Actuary in stipulating pricing strategy (carried out at least once a year before the month of April); • To conduct routine meetings at least once a month with each Distribution Channel to discuss issues related to the development/review of products; • To establish and reevaluate the policy and strategy on development and marketing of products (at a minimum 1 (one) time within 6 (six) months); • To assess each product proposal from the responsible work unit, starting from economic and financial conditions to market needs, market segment, target market, technical product aspects (pricing and profitability), product risk, marketing strategy, impact on the company’s financial condition, and other important aspects; BNI Life | Laporan Tahunan 2012 152 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance • Memutuskan kelayakan setiap usulan produk untuk dipasarkan: • Melakukan evaluasi terhadap profitabilitas produkproduk eksisting secara berkala dan memberi laporan untuk dianalisis Unit Aktuaria lebih lanjut; • Memutuskan kelayakan produk-produk eksisting; • Menyusun strategi atau langkah-langkah khusus yang diperlukan untuk mengatasi kondisi produk yang sudah tidak sesuai dengan kondisi pasar dan sudah tidak diminati pasar. Alur Kerja Komite Produk Dalam penetapan Tingkat Hasil Investasi (rate of return): • Komite Investasi memberikan kajian kepada Komite Produk berupa pengalaman hasil investasi selama 10 (sepuluh) tahun terakhir dan proyeksi hasil investasi selama 15 (lima belas) tahun ke depan untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing, baik untuk produk jenis unit link maupun non-unit link, berikut strategi dan dasar penempatan instrumen investasi dan mendapat persetujuan dari Komite Produk dan dijadikan landasan dasar dalam strategi pricing (dilakukan minimal 1 (satu) kali dalam 1 tahun sebelum bulan April; • Tingkat hasil investasi (rate of return) yang telah disetujui oleh Komite Produk digunakan sebagai dasar strategi penetapan harga dalam tahun berjalan dan dokumen pelengkap Laporan Operasional Tahunan. Dalam pengembangan/pengkajian produk asuransi: • Setiap Saluran Distribusi memberikan informasi/ usulan produk baru/peninjauan ke bagian Research and Product Development untuk dilakukan kajian kelayakan atas usulan tersebut dan Bagian Research and Development menyampaikan data hasil analisis kepada Sekretaris Komite Produk; • Sekretaris Komite Produk berdasarkan usulan dari bagian Research and Product Development mengundang Komite Produk untuk melakukan kajian kelayakan usulan berdasarkan data yang disediakan Bagian Research and Development; • Bila usulan tersebut dinilai layak akan disiapkan spesifikasi produk dan Program Kerja oleh Sekretaris Komite Produk untuk diputuskan oleh Komite Produk; • Bila sudah disetujui oleh Komite Produk dan sudah tidak diperkenankan lagi adanya perubahan yang terkait dengan spesifikasi produk maka pelaksanaan teknis selanjutnya adalah dilaksanakan oleh Unit Kerja terkait; • Hasil kerja dari Unit Kerja terkait diserahkan dan dilaporkan ke Sekretaris Komite Produk sebagai kelengkapan dokumen untuk pelaporan produk baru maupun peninjauan produk. • To decide the marketing feasibility of every product proposed; • To evaluate the profitability of existing products and provide reports to be further analyzed by the Actuary Unit; • To decide the feasibility of existing products; • To arrange specific strategies or steps necessary to deal with products that are not in line with market conditions and are no longer attractive to the market. Product Committee Workflow In establishing the Rate of Return on Investment: • The Investment Committee provides its review to the Product Committee in the form of investment results for the last 10 (ten) years and projected investment returns for the next 15 (fifteen) years in Rupiah and foreign currency, both for unit link and non-unit link products, followed by strategies and allocation of investment instruments. Approval from the Product Committee will be the basis for the pricing strategy at least once a year before April; • The rate of return on investment which has been approved by the Product Committee will be used as the basis for the pricing strategy throughout the year and included in the supporting documents of the Yearly Operational Report. In the development/review of insurance products: • Each Distribution Channel provides information/ suggestions on new products to the Research and Development Section, which assesses the feasibility of proposals and delivers result of analysis to the Secretary of the Product Committee; • The Product Committee Secretary, based on the recommendations from the Research and Development division, invites the Committee to assess the feasibility of the proposal based on data from the Research and Development; • If the proposal is deemed feasible, product specifications and a work program shall be prepared by the Product Committee Secretary to be decided upon by the Product Committee; • Once approved by the Product Committee and no more changes related to the product specifications are permitted, implementation shall be conducted by the relevant Working Unit; • Work results from the related Work Unit will be given and reported to the Product Committee Secretary to complete documentation for new product reporting as well as product reviews. BNI Life | 2012 Annual Report 153 Keanggotaan Komite Produk Ketua: Direktur yang membawahi saluran distribusi. Sekretaris : Pemimpin saluran distribusi terkait. Anggota: • Direktur Produk dan Layanan. • Direktur Keuangan, Investasi, SDM dan Umum. • Pemimpin Unit Kerja Aktuaria. • Pemimpin Unit Kerja Underwriting. • Pemimpin Unit Kerja Settlement and Collection. • Pemimpin Unit Kerja Accounting and Tax. • Pemimpin Unit Kerja Legal, Compliance and Corporate Secretary. • Pemimpin Unit Kerja Risk Management. • Pemimpin Unit Kerja Invesment. • Pemimpin Unit Kerja Information Technology. • Para Pemimpin Unit Bisnis masing-masing saluran distribusi lainnya. Aktuaris Perusahaan Aktuaris Perusahaan merupakan seorang tenaga ahli yang ditunjuk dan disetujui penunjukannya oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 73 tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian Pasal 26 Ayat 2 dan 3. Untuk saat ini, Perusahaan mengajukan Budi T. A. Tampubolon (Direktur Produk dan Layanan Perusahaan) kepada Kementerian Keuangan RI sebagai Aktuaris Perusahaan, dengan pertimbangan kualifikasi, kompetensi dan latar belakang pengalaman beliau yang sangat baik di bidang aktuaria. Setelah disetujui oleh pihak Kementerian Keuangan, Budi T. A. Tampubolon selanjutnya diangkat secara resmi sebagai Aktuaris Perusahaan sejak 20 September 2011 dan dikukuhkan melalui surat dari BAPEPAM–LK Nomor S-1213/BL/2011 tanggal 8 November 2011. Tugas dan Tanggung Jawab Aktuaris Perusahaan Aktuaris Perusahaan wajib melakukan evaluasi terhadap kewajiban Perusahaan dan aspek teknis Aktuaria lainnya. BNI Life yang merupakan perusahaan asuransi wajib memberikan laporan setiap tahun kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengenai perhitungan atas kewajiban perusahaan terhadap pemegang polis, kelayakan, kondisi dan asumsi mengenai produkproduk yang ada berdasarkan aspek teknis aktuaria dan praktik perasuransian yang berlaku umum. Membership of the Product Committee Chairman : The Director in charge of the Distribution Channels. Secretary : Heads of the related Distribution Channels. Members: • Director of Product and Services. • Director of Finance, Investment, SDM and General. • Actuarial Work Unit Head. • Underwriting Work Unit Head. • Work Unit Head for Settlement & Collection. • Work Unit Head for Accounting & Tax. • Work Unit Head for Legal, Compliance & Corporate Secretary. • Work Unit Head for Risk Management. • Work Unit Head for Investment. • Work Unit Head for Information Technology. • Each of the Business Unit Heads from other distribution channels. Corporate Actuary The Company Actuary is an expert staff whose is appointed by and whose appointment has been approved by the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia based on Government Regulation of RI No. 73 year 1992 regarding the Organization of Insurance Business article 26 paragraphs 2 and 3. Currently, the Company has proposed Budi T.A. Tampubolon (Director of Product & Services of the Company) to the Ministry of Finance of RI on the basis of his qualifications, competence and background experience in the actuarial field. Approved by the Ministry of Finance, Budi T.A. Tampubolon was officially appointed as Actuary of the Company since 20 September 2011, and recognized by Bapepam-LK Letter No. S-1213/BL/2011 dated 8 November 2011. Duties and Responsibilities of the Company Actuary A Company Actuary is obligated to conduct valuations towards the obligations of the Company and other technical Actuarial aspects. As an insurance company, BNI Life is obligated to provide a yearly report to the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia containing calculations of the company’s obligations towards policy holders, feasibility, conditions and assumptions regarding existing products based on technical actuarial aspects and generally applicable insurance practices. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 154 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Aktuaris Perusahaan bertanggung jawab melakukan kajian dan menandatangani setiap laporan atas evaluasi terhadap kewajiban perusahaan. Kinerja Aktuaris Tahun 2012 Kinerja Aktuaris pada tahun 2012 ini sudah baik. Aktuaris telah berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan. Laporan yang disampaikan selalu tepat waktu. Surat teguran dari regulator berkaitan dengan Unit Tech Report dan Reasuransi semua tepat waktu dan sesuai. Namun, untuk negosiasi Back Up Reasuransi hanya mencapai 80% karena masih adanya kendala teknis atas peralihan tugas negosiasi dari unit kerja Pricing & Product Development ke unit kerja Technical Report dan Reasuransi pada bulan November 2012. Demikian pula halnya dengan negosiasi Klaim Recovery Reasuransi, hanya terpenuhi 80% dari target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan karena adanya kendala teknis di bisnis konsorsium. Untuk Analisis Optimalisasi Reasuransi lebih baik dari tahun 2011, terbukti dengan di-review-nya beberapa produk sesuai dengan pengalaman klaim yang berkesinambungan. Independensi Aktuaris Perusahaan Dalam melaksanakan tugasnya, Aktuaris Perusahaan bekerja secara independen, profesional dan berpedoman kepada standar praktik dan kode etik profesi yang berlaku. Pengangkatan Budi T. A. Tampubolon sebagai Aktuaris Perusahaan juga telah diketahui dan disetujui Kementerian Keuangan dengan pertimbangan keahlian dan latar belakang profesi yang dimiliki. Kebijakan Remunerasi Budi T. A. Tampubolon sebagai Aktuaris tidak menerima remunerasi tambahan dari Perusahaan, karena sekaligus merangkap jabatan sebagai Direktur. Remunerasi diberikan kepada Budi T. A. Tampubolon hanya dalam posisi beliau sebagai Direktur Produk dan Layanan. Profil Aktuaris Perusahaan Profil Budi T. A. Tampubolon selaku Aktuaris Perusahaan tidak menerima remunerasi tambahan dari Perusahaan karena sekaligus merangkap jabatan sebagai DIrektur. dapat dilihat juga di profil Direktur Produk dan Layanan di bagian Laporan Manajemen. The Company’s Actuary is responsible to conduct, review and sign every report containing valuations of the company’s obligations. Actuarial Performance In 2012 The Actuary work set for 2012 included the timely submission of reports, timely response to the reminder letter issued by the Regulator related to the Unit Tech Report and Reinsurance, negotiation of Back Up Reinsurance which covered 80% due to the handover letter only issued in November 2012 and negotiation of the Claim Recovery Reinsurance which also 80% complete due to technical constaint in the business consortium. The Optimalization Reinsurance Analysis is improved compared to 2012, however not yet reached 80% due to the required correction in the 2012 profit numbers and review of the AJK return premium in 2012. For the better Reinsurance Optimalitation Analyse than 2011, proven with the product being review in accordance with continuous claim experience. Independence of the Company Actuary In implementing his/her duties, the Company Actuary works independently, professionally and shall make reference to the prevailing standard practices and code of conduct ethics. The appointment of Budi T.A. Tampubolon as Company Actuary is approved by the Ministry of Finance, in consideration of his expert skills and professional background. Remuneration Policy The Company does not provide any additional remuneration for Budi T.A. Tampubolon as the Company Actuary, as he also serves as Director. In this case, Budi T.A. Tampubolon only receives remuneration in line with his position as Director of Product & Services. Profile of Company Actuary The profile of Budi T.A. Tampubolon may be found in the profile of Director of Product & Services in the Management Report chapter. BNI Life | 2012 Annual Report 155 Sekretaris Perusahaan BNI Life memandang perlu adanya pembagian tugas, pelimpahan wewenang, rincian tugas individu yang terlibat dalam organisasi Perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan secara berhasil dan berdaya guna. Perusahaan mempertimbangkan perlunya seseorang yang membantu tugas Direksi dalam menjalankan fungsi penyampaian informasi secara terbuka dan membantu sebagai fasilitator dan mediator yang menjembatani kepentingan Perusahaan dengan pihak eksternal maupun internal. Terkait dengan hal itu, BNI Life membentuk satu fungsi kesekretariatan. Sekretaris Perusahaan berfungsi mengorganisasi penyediaan informasi yang benar berdasarkan fakta dan dibutuhkan oleh Direksi untuk mengatur dan mengendalikan Perusahaan serta membuat keputusan. Sekretaris Perusahaan juga harus dapat menjamin dan memastikan setiap keputusan yang telah diambil atau ditetapkan akan dicatat dan disimpan dengan baik. Fungsi Sekretaris Perusahaan tertuang dalam perubahan terakhir struktur organisasi yang tertuang dalam Risalah Rapat tanggal 21 September 2011, bahwa Unit Kerja Sekretaris Perusahaan berada di bawah Direktur Utama. Pembentukan Sekretaris Perusahaan melalui Surat Keputusan Direksi No. 0077.SK.BL.DIR.1110 tanggal 3 November 2010 sebagaimana telah diubah terakhir melalui Risalah Rapat tanggal 21 September 2011. Pelaksanaan Kegiatan Selama Tahun 2012 Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan di tahun 2012, antara lain: • Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham tahunan pada tanggal 21 Mei 2012. • Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 21 September 2012 dan 5 Oktober 2012. • Menyelenggarakan Synergy Spirit Golf BNI Life pada tanggal 13 Oktober 2012. • Menyelenggarakan Halal Bihalal dan Syukuran Pindahan Kantor Pusat BNI Life pada 27 Agustus 2012. • Menyelenggarakan Thank God It’s Friday (TGIF) for Leader pada tanggal 9 November 2012. • Menyelenggarakan BNI Life 16th Anniversary pada tanggal 28 November 2012. • Menyelenggarakan Thank God It’s Friday (TGIF) All Employee pada tanggal 28 Desember 2012. Corporate Secretary To achieve the company’s objectives effectively and efficiently, BNI Life considers the distribution of duties, delegation of authority, and details of individual duties involved in the company organization a necessity. The company considers necessary to have a person that functions to help the Board of Directors to communicate information openly and assist as a facilitator and mediator to bridge the interests of the company with external as well as internal parties. Accordingly, BNI Life formed the Corporate Secretary function. Corporate Secretary organizes the provision of correct factual information required by the Board of Directors in managing control and making decisions for the Company. The Corporate Secretary must also able to ensure and ascertain that every decision be made or stipulated is recorded and properly archived as further evidence. The function of Corporate Secretary is included in the organizational structure that has been set forth in the Meeting Minutes dated 21 September 2011, in which the Corporate Secretary Work Unit is positioned under the President Director. The establishment of the Corporate Secretary through Decision of the Board of Directors No. 0077. SK.BL.DIR.1110 dated 3 November 2010, has been revised most recent was during the Meeting of 21 September 2011. Activities in 2011 Several activities that have been carried out by the Corporate Secretary in 2012, among others: • To organize the Annual General Meeting of Shareholders on 21 May 2012. • To organize the Extraordinary Annual General Meeting of Shareholders on 21 September 2012 and 5 October 2012. • To organize the Synergy Spirit Golf BNI Life on 13 October 2012. • To organize Halal Bihalal and thanksgiving of BNI Life Headquarters moving on 27 August 2012. • To organize Thank God its Friday (TIGF) for Leader on 9 November 2012. • To organize BNI Life 16th Anniversary on 28 November 2012. • To organize Thank God it’s Friday (TGIF) All Employee on 28 December 2012. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 156 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance • Melaksanakan pemberlakuan memo Direksi 015/Memo/DIR-01/VII/2012 perihal Brand Communication Standard. • Melaksanakan pemberlakukan memo Corporate Secretary 054/Memo/CORSEC/VIII/2012 perihal ketentuan penerimaan dan/atau pemberian cinderamata/hadiah dan sejenisnya. Profil Sekretaris Perusahaan Martina Danuningrat Djohan telah berkiprah lebih dari 13 tahun di industri perbankan yang mengkhususkan diri dalam bisnis perbankan konsumen yang berkaitan dengan aspek komunikasi. Beliau adalah lulusan S1 Manajemen Keuangan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia, Jakarta pada tahun 1999. Sebelum bergabung dengan BNI Life, Martina menjabat sebagai Assistant Vice President PT Bank CIMB Niaga Tbk, Jakarta. Beliau juga telah menduduki posisi-posisi penting di beberapa Bank terkemuka lainnya. Sejak 1 Juli 2012, beliau dipercaya oleh BNI Life untuk menjabat sebagai Head of Corporate Secretary & Communication. Audit Internal Fungsi pengawasan oleh Unit Kerja Internal Audit tertuang dalam Surat Keputusan Direksi No. 0077.SK.BL.DIR.1110 tanggal 3 November 2010 sebagaimana telah diubah terakhir melalui Risalah Rapat Direksi tanggal 21 September 2011, bahwa Unit Kerja Internal Audit berada di bawah Direktur Utama. Unit Kerja Internal Audit bertugas membantu Direksi dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kegiatan operasional perusahaan. Pengawasan dan pengendalian internal tersebut meliputi: • Memastikan bahwa informasi atau pun data yang dikelola dan dilaporkan memenuhi kriteria akurat, terpercaya, tepat waktu, konsisten dan tepat guna. • Memastikan bahwa semua elemen pada Perusahaan taat terhadap kebijakan, prosedur, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. • Memastikan bahwa pengamanan dan pemanfaatan aset perusahaan berjalan sebagaimana mestinya. • Memastikan bahwa penggunaan sumber daya dijalankan secara efisien dan efektif. • Memastikan bahwa pencapaian target sesuai dengan rencana. • Melakukan audit, evaluasi dan konsultasi tentang kemampuan, efektivitas dan ketaatan terhadap peraturan-peraturan yang berlaku. • To conduct the implementation of the board of Directors’ note of 015/Memo/DIR-01/VII/2012 regarding Brand Communication Standard. • To conduct the implementation of Corporate Secretary note of 054/Memo/CORSEC/VIII/2012 regarding regulation for acceptance and/or delivery of gift and similar present. Corporate Secretary Profile Martina Danuningrat Djohan has been working for more than 13 years experience in the banking industry, specializing in consumer banking, specifically related to communication aspects. She graduated S1 Financial Management, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (College of Economics and Banking of Indonesia), Jakarta in 1999. Prior to joined BNI Life, Martina was an Assistant Vice President of PT Bank CIMB Niaga Tbk, Jakarta. She also has held key positions at several other leading banks. Since 1 July 2012, she was trusted by BNI Life to serve as Head of Corporate Secretary & Communication. Internal Audit The audit function of the Internal Audit Work Unit is set forth in the Decision of the Board of Directors No. 0077.SK.BL.DIR.1110 dated 3 November 2010, as last amended by the Meeting of the Board of Directors dated 21 September 2011 and the Internal Audit Work Unit is positioned under the President Director. Internal Audit Work Unit is intended to assist the duties of the Board of Directors in auditing the company’s operational activities. The audit and internal control function include the following: • To ensure that the information or data managed and reported is accurate, reliable, timely, consistent and useful inspection. • To ensure that all elements of the Company are compliant with applicable policies, procedures, laws and regulations. • To ensure that the company’s assets have been properly secured. • To ensure that the utilization of resources is carried out efficiently and effectively. • To ensure that achievement targets are aligned with plans. • To conduct audits, evaluation and consult on the capability, effectiveness and compliance with applicable laws and regulations. BNI Life | 2012 Annual Report 157 Fungsi dan Tanggung Jawab Unit Kerja Internal Audit • Menjaga dan mengamankan harta kekayaan perusahaan. • Meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. • Mengurangi dampak kerugian keuangan, penyimpangan termasuk kecurangan/fraud, dan pelanggaran aspek kehati-hatian. • Meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi biaya. • Melaksanakan tugas khusus dalam lingkup pengendalian internal (termasuk pendamping/ counterpart auditor eksternal). Pelaksanaan Kegiatan Unit Internal Audit • Penyusunan rencana dan pelaksanaan audit tahunan (Program Kerja Pemeriksaan Tahunan/ PKPT) dengan mempertimbangkan alokasi waktu dan sumber daya audit serta anggaran yang tersedia untuk periode satu tahun ke depan dengan skala prioritas berdasarkan risk based audit, sebagai berikut: » Kategori risiko tinggi » Kategori risiko sedang » Kategori risiko rendah Realisasi PKPT Tahun 2012 telah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disusun pada awal tahun. • Pelaksanaan audit khusus di luar audit rutin tahunan dilakukan atas kebutuhan dan permintaan dari manajemen. • Monitoring tindak lanjut hasil audit, baik berupa tindakan preventif maupun tindakan represif. Profil Internal Audit Posisi Head of Internal Audit dipegang oleh Kristriana Dewi D., S.Kom., AAAIJ. Beliau adalah lulusan S1 Teknik Informatika, Universitas Budi Luhur (d/h STMIK Budi Luhur) pada tahun 1994 dengan predikat Cum Laude. Kristriana bergabung dengan BNI Life pada tanggal 2 Juni 1997 sebagai Asisten Manager di Unit Kerja IT. Jabatan terakhirnya di Unit Kerja tersebut adalah Head of IT. Sejak 1 Maret 2011, beliau ditugaskan di Unit Kerja Internal Audit sebagai Head of Audit Operational, dan selanjutnya sejak 1 September 2011 diangkat sebagai Head of Internal Audit. Auditor Eksternal Berdasarkan RUPS yang diselenggarakan 21 Mei 2012, Rapat menyetujui secara musyawarah dan mufakat untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang sama dengan Kantor Akuntan Publik yang digunakan oleh BNI selaku Pemegang Saham Mayoritas untuk melakukan pelaksanaan audit tahun buku tahun 2012. Functions and Responsibilities of the Internal Audit Work Unit • To maintain and secure the company’s assets. • To improve compliance with applicable provisions. • To reduce the impact of financial loss impacts, irregularities including fraud, and infringements of the principle of prudence. • To improve organizational effectiveness and cost efficiency. • To carry out special duties in the scope of internal control (including accompanying the external auditor). Implementation of Internal Audit Unit Activities • To plan and implement the annual audit (Annual Inspection Work Program/PKPT), taking into account the time allocated and resources as well as the available budget for the next one year period using a scale of risk-based priorities as follows: » High-risk category » Medium-risk category » Low-risk category The PKPT has been realized in 2012 and implemented in accordance with the schedule established at the beginning of the year. • Requests for special audits outside of routine yearly audits are carried out based on need and request from the management. • Monitoring follow up of audit findings, either in form of preventive action or repressive actions. Profile of Internal Audit The Head of Internal Audit position is held by Kristriana Dewi D., S. Kom., AAAIJ. She is an S1 graduate in Teknik Informatika from Universitas Budi Luhur (formerly STMIK BudiLuhur) in 1994 (Cum Laude). She joined BNI Life on 2 June 1997 as an Assistant Manager in the IT Work Unit and her previous position as the Head of IT. Since 1 March 2011, she was tasked to the Internal Audit Work Unit as the Head of Operational Audit, and thereafter on 1 September 2011 was appointed Head of Internal Audit. External Auditor Based on the GMS held on 21 May 2012, the GMS agreed through deliberation to reach consensus to appoint the same Public Accountant retained by BNI as the Majority Shareholder to audit the Company’s Financial Statement for the financial year 2012. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 158 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Berdasarkan hal tersebut, Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan terpilih dan ditunjuk untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perusahaan tahun buku 2012, sebagai hasil keputusan Pemegang Saham 21 Mei 2012. Pemilihan kantor akuntan publik tersebut untuk memudahkan konsolidasi penyampaian laporan keuangan perusahaan dengan laporan keuangan pemegang saham mayoritas, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Tugas dan Tanggung Jawab Auditor Eksternal Ruang lingkup pekerjaan Auditor Eksternal adalah sebagai berikut: • Melaksanakan audit umum atas Laporan Keuangan BNI Life tahun buku 2012; • Melakukan evaluasi kinerja BNI Life tahun buku 2012; • Melakukan audit kepatuhan atas penyajian laporan keuangan yang sudah sesuai dengan Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK). Kebijakan Remunerasi BNI Life mengeluarkan biaya jasa atas pekerjaan audit sebesar Rp277.452.082 tidak termasuk pajak atas Jasa (PPh 23) sebesar 2% dan tidak termasuk biaya out of pocket, untuk penggunaan jasa Kantor Akuntan Publik tersebut. Biaya audit eksternal dan jasa lain yang digunakan selain jasa audit finansial untuk tahun buku 2012 adalah sebagai berikut: a. Biaya Jasa Konsultan Akuntan Publik : Rp   344.864.937 b. Biaya Jasa Konsultan Hukum: Rp 691.888.065 c. Biaya Jasa Konsultan Notaris: Rp 61.568.417 d. Biaya Jasa Konsultan Aktuaris: Rp 100.100.000 e. Biaya Jasa Konsultan Lainnya: Rp 591.397.423 ------------------------------------------------------------------------------------- Total : Rp 1.789.818.842 Public Accountant Tanudiredja, Wibisana & Partner has been selected and appointed to audit the Company Financial Statement for financial year 2012 as decided by the Shareholders on 21 May 2012. The selection of this public accountant will facilitate the consolidated delivery of the Company’s Financial Statement together with the financial statement of majority Shareholders, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Duties and Responsibilities of External Auditor The scope of tasks of the External Auditor shall be as follows: • To carry out a general audit of the Financial Statement of BNI Life for financial year 2012; • To evaluate the performance of BNI Life in Financial Year 2012; • To conduct compliance audit of financial statements that are presented in accordance with the Statement of Financial Accounting Standards (SFAS). Remuneration Policy For services rendered by this Public Accountant Office, BNI Life shall disburse fees for the audit work amounting to Rp277,452,082 excluding service tax (PPh 23) amounting to 2% and excluding out of pocket fees. External audit fees and other services that are used in addition to financial services audit for fiscal year 2012 is as follows: a. Cost of Public Accounting Consulting Services: Rp   344,864,937 b. Cost of Legal Consultant: Rp 691,888,065 c. Cost of Consulting Services Notary: Rp 61,568,417 d. Cost of Actuarial Consulting Services: Rp 100,100,000 e. Costs of Other Consulting Services: Rp 591,397,423 ----------------------------------------------------------------------------------- Total : Rp 1,789,818,842 BNI Life | 2012 Annual Report 159 Nilai-Nilai Perusahaan Nilai-nilai Perusahaan telah disebutkan di Bab 1. Kode Etik Kode Etik (Code of Conduct) BNI Life memformalisasikan kode etik melalui sebuah Peraturan Perusahaan di mana peraturan tersebut selalu mengalami peninjauan ulang dalam jangka waktu tertentu agar semakin sempurna. Melalui peraturan Perusahaan ini, BNI Life memberikan arah dan pedoman dalam bertindak dan berperilaku agar sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. BNI Life juga menetapkan hakhak dan kewajiban manajemen dan karyawan. Peraturan tersebut juga menjadi pedoman bagi Perusahaan dalam memberikan jaminan kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja bagi karyawan, melakukan penyelesaian masalah-masalah hubungan ketenagakerjaan, dan pemberian berbagai penghargaan baik terhadap karyawan maupun nasabah. Melalui perangkat peraturan itu pula, Perusahaan mampu menjamin kepatuhan seluruh jajaran Perusahaan terhadap aturan hukum dan perundangundangan yang berlaku. Kebijakan Benturan Kepentingan Benturan kepentingan adalah perbedaan kepentingan ekonomi perusahaan dengan kepentingan ekonomi pribadi Dewan Komisaris, Direksi dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan. Demi memaksimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham, dibutuhkan kebijakan yang mengatur, menghindari, atau meminimalkan terjadinya benturan kepentingan (conflict of interests) yang dapat merugikan perusahaan. Kebijakan yang mengatur perihal benturan kepentingan antara perusahaan dan Dewan Komisaris, Direksi, tertuang dalam Anggaran Dasar Perusahaan tertuang dalam Akta Nomor 32 tanggal 11 Agustus 2008 sebagaimana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM melalui Nomor AHU-55792. AH.01.02 Tahun 2008 dan Akta Nomor 34 tanggal 17 Maret 2011 yang diatur dalam Pasal 13 mengenai Tugas dan Wewenang Direksi dan Pasal 16 mengenai Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris. Corporate Values Corporate Values has already mentioned in Chapter 1. Code of Conduct BNI Life has formalized the Code of Conduct through a Company Regulation. This Regulations is periodically revisited within a a certain time period for continuous improvement. With this Company regulation, BNI Life provides direction and guidance for the acts and behaviour in accordance with the principles of good corporate governance. BNI Life also establishes the rights and obligations of the management and employees. The regulation also serves as a guideline for the Company in providing guarantees of welfare and occupational safety for the employees, settling employment relationship issues, and granting various awards to both employees as well as customers. These regulations also enable to Company to guarantee the compliance of all Company’s staff with applicable laws and regulations. Conflict of Interest Policy Conflict of interest refers to conflicts between the economic interests of the company and personal economic interests of the Board of Commissioners, Board of Directors or other parties involved in the company’s operations. To maximize company value for Shareholders, it is deemed necessary to have a policy that regulates the prevention or minimizes the occurrence of conflicts of interest that will inflict losses to the Company. The policy that regulates conflicts of interest between the company and Board of Commissioners, and Board of Directors is set forth in the Company’s Articles of Association as included in Deed No. 32 dated 11 August 2008 as approved by Minister of Law & Human Rights No. AHU-55792.AH.01.02 Year 2008 and Act Number 34 dated 17 March 2011 as set forth in Article 13 regarding Duties and Authority of the Board of Directors and Article 16 regarding Duties and Authority of the Board of Commissioners. Budaya Perusahaan Corporate Culture BNI Life | Laporan Tahunan 2012 160 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Bila terjadi benturan kepentingan antara perusahaan dan karyawan, kebijakan tersebut tertuang jelas dalam peraturan Perusahaan. Kebijakan Pemberian Hadiah/Suap Hadiah dalam arti luas merupakan barang/uang/pinjaman tanpa bunga/tiket perjalanan/fasilitas penginapan/ perjalanan wisata/pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya, baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang digunakan dengan sarana elektronik maupun tanpa sarana elektronik. Suap (penyuapan) adalah tindakan pemberian hadiah dan sejenisnya yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajiban dan ketentuan undang-undang yang berlaku dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, keluarga atau kelompok. Sebagai upaya untuk mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan demi memaksimalkan penerapan nilai-nilai dalam melakukan aktivitas perusahaan, dibuatlah Kebijakan yang mengatur tentang Ketentuan Penerimaan dan/atau Pemberian Cenderamata/Hadiah bagi seluruh karyawan BNI Life yang tertuang dalam Memo Nomor 069/MEMO/ CORSEC/IX/ tanggal 11 September 2012. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Politik BNI Life tidak terlibat dalam kegiatan politik dan tidak memberikan donasi untuk kepentingan politik. Sebaliknya, kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari tugas dan tanggung jawab BNI Life terhadap masyarakat melalui program CSR. Penjelasan lebih rinci tentang kegiatan sosial kemasyarakatan yang telah dilakukan Perusahaan dan nilai nominalnya selama tahun 2012 dapat dilihat di Bab Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Laporan Tahunan 2012 ini. Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Sebagai perwujudan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta kewajaran dan kesetaraan, BNI Life menerbitkan Buku Pedoman Perusahaan mengenai Pengadaan Barang dan Jasa berdasarkan Keputusan Direksi Nomor DIR/RSK/Sertif/01/220210 tanggal 22 Februari 2010. Meanwhile if conflicts of interest should take place between the Company and employees, this policy is clearly stated in the Company regulations. Policy on Giving Gifts/Bribes Gifts in its widest sense shall mean goods/money/ loans without interest/travel tickets/accommodation facilities/sightseeing travel/free medication and other facilities, whether accepted domestically or overseas and those used with or without electronic facilities. Meanwhile, bribes (bribery) shall be the act of giving gifts and other items in the similar nature to a person to carry out or not carry out in their capacity that is in contradiction with the obligations and provisions of the applicable laws and aims to benefit himself, his family or group. As part of the Company’s effort to carry out Good Corporate Governance practices as well as to maximize the implementation of corporate values in all activities, the Company has set up a policy regarding on giving gifts/presents to all BNI Life’s employees as stated in Memorandum No.069/ MEMO/CORSEC/IX/ dated 11 September 2012. Donation of Funds for Social and Political Activities BNI Life is not involved in any political activities and does not give donations for political interests. Conversely, strong concern towards social and community issues through CSR programs shall be an important part of the duties and responsibilities of BNI Life towards the community. More detailed description of the social activities that have been conducted by the Company and their nominal value throughout 2012 can be found in the Section on Company Social Responsibility Report in this 2012 Annual Report. Manual on Procurement of Goods and Services As a manifestation of the principles of accountability, transparency, equality and fairness, BNI Life has published a Company Manual on the Procurement of Goods and Services based on the Decision of the Board of Directors No. DIR/RSK/Certif./ 01/220210 dated 22 February 2010. BNI Life | 2012 Annual Report 161 Buku Pedoman ini terdiri dari 10 bab yang berisi panduan menyangkut teknis pengadaan barang dan jasa secara terperinci yang dibuat dengan azas Fairness dan untuk menghindari aspek KKN dan Conflict of Interest. Pedoman Prinsip Mengenal Nasabah BNI Life juga menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) dengan menerbitkan Buku Pedoman Pelaksanaan (BPP) Prinsip Mengenal Nasabah berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 012. SK.BL.DIR.0711 tentang Penetapan Buku Pedoman Pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah PT BNI Life Insurance. Penerapan Nilai-Nilai Perusahaan Seiring dengan langkah transformasi yang sedang dijalankan, Perusahaan telah merumuskan Budaya Perusahaan yang lebih sesuai dengan perkembangan Perusahaan, yang dapat dijabarkan dalam tiga dimensi budaya yakni 3P (People, Product, Process), 3S (Service Standard, Synergy, Segmented Sales), dan 3C (Customer Focus, Compliance, Cost Efficiency). Ketiga dimensi budaya tersebut iimplementasikan dalam setiap aktivitas kerja oleh semua level yang ada di perusahaan. Implementasi yang telah dilakukan selama tahun 2012 adalah sebagai berikut: Prinsip Pedoman 3P, 3S, & 3C Sudah disebutkan pada Bab 1. This manual consists of 10 chapters containing guidelines related to technical on procurement of goods and services in detail, created base on fairness principles as well as to avoid colution and conflict of interest. Guidance on Know Your Customer Principles BNI Life has implemented the Know Your Customer Principle with the publication of a Company Manual on Know Your Customer Principles based on Decision (SK) of the Board of Directors No. 012.SK.BL.DIR.0711 regarding the Establishment of a Company Manual of Execution of the Know PT BNI Life Insurance Customers Principles. Implementation of Corporate Values In line with the ongoing transformation, the Company has established a Corporate Culture in tune with the development of the Company. This corporate Culture is described in three cultural dimensions namely 3P (People, Product, Process), 3S (Service Standard, Synergy, Segmented Sales), and 3C (Customer Focus, Compliance, Cost Efficiency). These three cultural dimensions shall be implemented in all work activities across all levels in the Company. The implementation that we have done in 2012 as follows: Guiding Principle 3P, 3S, & 3C Already mentioned in Chapter 1. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 162 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Manajemen Risiko Risk Management Sistem Pengendalian Internal BNI Life memiliki peraturan yang transparan dalam mengelola keabsahan dan tanggung jawab untuk manajemen risiko, yang didasarkan pada struktur Perusahaan. Kode etik, pedoman, dan prinsip-prinsip lainnya diberlakukan untuk memastikan manajemen risiko yang sistematis dan efektif di internal Perusahaan. Pengendalian internal standar dan sistem manajemen risiko di BNI Life mengacu pada Laporan Profil Risiko, BPP/SOP, dan Laporan dari unit tertentu, perencanaan operasional, dan strategi manajemen risiko yang ditetapkan oleh Direksi, terdiri dari beberapa komponen yang dikoordinasikan secara hati-hati, serta dimasukkan ke dalam struktur organisasi dan alur kerja Perusahaan secara sistematis. Gambaran Umum Di 2012, identifikasi risiko dan pencegahannya diselenggarakan melalui berbagai langkah, seperti pelatihan karyawan. Penggunaan perangkat lunak untuk manajemen risiko secara langsung dapat meningkatkan kesadaran risiko, menyederhanakan pengendalian risiko, serta mengoptimalkan proses manajemen risiko secara keseluruhan. Pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi Terkait Monitoring Risiko Perusahaan Dewan Komisaris Dewan Komisaris berkewajiban mengawasi penerapan sistem manajemen risiko pada Perusahaan dengan wewenang dan tanggung jawab sebagai berikut: • Mengevaluasi garis besar kebijakan manajemen risiko Perusahaan. Internal Monitoring System BNI Life maintains transparent rules in managing the legitimacy and responsibility for risk management, based on the Company’s structure. Code of conduct, guidelines, and other principles are imposed to ensure systematic and effective risk management within the Company. Internal control of risk management system and standards in BNI Life refers to the Risk Profile Report, BPP/SOPs, as well as reports from specific unit, operational planning, and risk management strategies set by the Board of Directors, which consist of several components that are carefully coordinated, and systematically incorporated into the organization structure and the work flow of the Company. General Perspective In 2012, risk identifications and preventions is performed in various ways, including employee trainings. The implementation of softwares for risk management can directly improve risk awareness, simplify risk controls, as well as optimizing risk management process in comprehensive way. Supervision of the Board of Commissioners and the Board of Directors Related to the Company’s Risk Monitoring The Board of Commissioners The Board of Commissioners is responsible for supervising the application of risk management system of the Company with the following duties and responsibilities: • To evaluate the general guideline of the Company’s risk management policies. BNI Life memiliki peraturan yang transparan dalam mengelola keabsahan dan tanggung jawab untuk manajemen risiko. Identifikasi risiko dan pencegahannya diselenggarakan melalui berbagai langkah, seperti pelatihan-pelatihan karyawan. BNI Life maintains transparent rules in managing the legitimacy and responsibility for risk management. Risk identifications and preventions are performed through many ways, such as employee trainings. BNI Life | 2012 Annual Report 163 • Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko. • Mengevaluasi dan memutuskan permohonan atau usulan Direksi yang berkaitan dengan transaksi atau kegiatan usaha yang melampaui kewenangan Direksi sehingga memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. Direksi Direksi bertanggung jawab sepenuhnya kepada pemegang saham melalui Dewan Komisaris, untuk memastikan bahwa seluruh risiko di Perusahaan dikelola dengan baik. Wewenang dan tanggung jawab Direksi sebagai berikut : • Menyusun kebijakan dan strategi manajemen risiko secara komprehensif termasuk penetapan dan persetujuan limit risiko secara keseluruhan, berdasarkan jenis risiko, dan per aktivitas bisnis (kegiatan usaha). Penyusunan kebijakan dan strategi manajemen risiko dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun atau dalam frekuensi yang lebih tinggi jika terdapat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha secara signifikan. • Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan eksposur risiko yang diambil oleh Perusahaan secara keseluruhan, termasuk mengevaluasi dan memberikan arahan strategi manajemen risiko berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Divisi/unit kerja Manajemen Risiko, dan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepada Dewan Komisaris secara berkala. • Mengevaluasi dan memutuskan transaksi yang melampaui kewenangan pejabat satu tingkat di bawah Direksi. • Mengembangkan budaya manajemen risiko pada seluruh jenjang organisasi, antara lain meliputi komunikasi yang memadai kepada seluruh jenjang organisasi tentang pentingnya pengelolaan risiko dan pengendalian intern yang efektif. • Memastikan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia yang terkait dengan penerapan manajemen risiko, antara lain dengan cara program pendidikan dan latihan yang berkesinambungan terutama yang berkaitan dengan sistem dan proses manajemen risiko. • Memastikan bahwa fungsi manajemen risiko telah diterapkan secara independen yang dicerminkan antara lain dengan adanya pemisahan fungsi antara Unit Manajemen Risiko dengan satuan kerja yang melakukan, menyelesaikan dan mencatat / membukukan transaksi. • To evaluate the Board of Directors’ accountability related to the implementation of risk management policies. • To evaluate and decide the request or proposal of the Board of Directors related to the transaction or business activity which exceeds Directors authority, hence require the approval of the Board of Commissioners. The Board of Directors The Board of Directors is fully responsible to the shareholders through the Board of Commissioners to ensures that the Company’s risks are well managed. The duties and responsibilities of the Board of Directors are as follows: • To develop policies and a comprehensive risk management strategy, including the establishment and approval of overall risk limits, based on type of risk, and business activity. The formulation of policies as well as risk management strategies is conducted at least once a year or more if there is any change in the factors that significantly influencing business activities. • Responsible for the implementation of risk management policies and risk exposures taken by the Company as a whole, including to evaluate and direct the risk management strategies based on the reports submitted by the Division/ Risk Management Work Unit, and to submit the accountability report on a regular basis. • To evaluate and decide which transaction exceeds the official authority of one level below the Board of Directors. • To develop risk management culture at all levels of the organization, among others, include adequate communication to all levels of the organization on the importance of effective risk management and internal control. • To ensure competency enhancement of human resources related to the application of risk management, among others, through sustainable education and training programs primarily associated with risk management processes and systems. • To ensure that the risk management function has been implemented independently that is reflected through the functional separation between the Risk Management Unit with the work unit who perform, complete, and record transactions. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 164 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance • Melaksanakan kaji ulang secara berkala dengan frekuensi minimal 1 kali setahun, untuk memastikan: » keakuratan metodologi penilaian risiko » kecukupan implementasi sistem informasi manajemen risiko » ketepatan kebijakan, prosedur pengelolaan risiko, dan penetapan limit risiko. Pengawasan Audit Internal Auditor internal berkepentingan atas segala tahap dari kegiatan perusahaan agar ia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan Direksi. Untuk mencapai sasaran ini kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh audit internal meliputi : • Mengidentifikasi dan mengukur risiko • Menentukan tingkat ketaatan terhadap kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan perundangundangan. • Menilai ketepatan dan kecukupan pengendalian manajemen termasuk pengendalian manajemen pengolahan data elektronik. • Memastikan pertanggungjawaban dan perlindungan terhadap kekayaan (aset) dan liabilitas (kewajiban) milik Perusahaan. • Menentukan tingkat keandalan data atau informasi. • To conduct periodic review with the frequency of at least once a year, to ensure: » the accuracy of risk assessment methodology; » the adequacy of the implementation of risk management information system; and » the accuracy of policies, risk management procedures, and risk limit measurement. Supervision of Internal Audit Internal auditee addresses all phases of the Company’s activities and ensures the needs of the Board of Directors are met. To achieve the set targets, Internal audit performs the following: • To identify and measure risk. • To determine the level of compliance to policies, plans, procedures, regulations and legislation. • To assess the accuracy and adequacy of management control including control of electronic data processing management. • To ensure the accountability and protection of wealth (assets) and liabilities of the Company. • To determine the reliability level of data or information. BNI Life | 2012 Annual Report 165 • Menilai penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien dan pencapaian tujuan organisasi. • Mencegah dan mendeteksi kecurangan • Memberikan jasa konsultasi Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit Kebijakan dan atau prosedur penetapan limit pada dasarnya ditetapkan oleh Komite Manajemen Risiko, yang meliputi: • Limit risiko (toleransi risiko) yang dapat diterima oleh Perusahaan dan unit-unit bisnis. • Limit eksposur terhadap pihak ketiga (counterpart transaksi) dan terhadap efek yang dimiliki ditetapkan berdasarkan penilaian risiko masingmasing counterpart dan surat berharga dimaksud, serta toleransi risiko Perusahaan. • Batasan kewenangan untuk tiap transaksi berdasarkan jabatan ditetapkan dengan memperhatikan data historis dari volume dan nilai transaksi, toleransi risiko, rugi potensial dan kompetensi dari jabatan formal dimaksud. • Batasan cut loss dan take profit dengan mengacu pada toleransi risiko, target profit Perusahaan dan rugi potensial dari aktivitas (investasi) terkait. Identifikasi, Pengukuran, dan Pemantauan Penjelasan pengawasan identifikasi, pengukuran, dan pemantauan sebagai upaya monitoring risiko perusahaan, adalah sebagai berikut. Identifikasi Risiko Identifikasi risiko bertujuan untuk menginventarisasi risiko-risiko di seluruh unit di dalam Perusahaan. Risiko dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat berdampak pada kemampuan Perusahaan/ divisi/unit kerja dalam mencapai tujuan. Identifikasi risiko dilakukan oleh unit terkait dan Bagian Manajemen Risiko berfungsi sebagai fasilitator. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: • Menginventarisir segala kejadian, baik yang berasal dari internal maupun eksternal, yang jika terjadi dapat mempengaruhi kemampuan Perusahaan / divisi/unit kerja tersebut dalam mencapai target-targetnya. • Menggolongkan setiap kejadian tersebut ke dalam klasifikasi risikonya. • To economically and efficiently assess the use of resources as well as the achievement of organizational goals. • To prevent and detect fraud. • To provide consulting services. Policies, Procedures and Determination of Limit Policy and/or procedure of limit setting is determined by the Risk Management Committee, which includes: • Risk limit (risk tolerance) of the Company and its business units. • Exposure limit to the third party (the counterparty transactions) and the securities owned based on a risk assessment of each counterparty and securities held, as well as to the Company’s risk tolerance. • Authority limits for each transaction based on position determined by taking into account historical data of the volume and value of transactions, risk tolerance, potential loss and the competency of the individual in the position. • Cut loss and take profit limitation with reference to risk tolerance, profit target of the Company, and the potential loss from related activities (investment). Identification, Measurement, and Monitoring In BNI Life the risk is identified, measured and monitored as follows: Risk Identification To identify risks in all units within the Company. Risk can be described as anything which affect the ability of the Company/division/work unit in achieving its objectives. Identification of risk undertaken by the unit concerned and Risk Management serves as the facilitator while the steps as follows: • Inventory of all events, both from internal and external, that could affect the ability of the Company/division/work unit in achieving their targets. • Classify each incident into risks types. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 166 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Pengukuran Risiko Pengukuran/penilaian risiko dilakukan oleh unit terkait dan Divisi/unit kerja Manajemen Risiko berfungsi sebagai Fasilitator dan pengembang model pengukuran risiko. Pengukuran risiko mengacu pada dua faktor yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pemantauan dan Pengendalian Risiko Pemantauan dan pengendalian risiko dilakukan oleh unit terkait dengan Divisi/unit kerja Manajemen Risiko berfungsi sebagai Fasilitator. Tujuan dari pemantauan dan pengendalian risiko adalah : • Memastikan bahwa pelaksanaan pengelolaan risiko berjalan sesuai dengan rencana. • Memastikan bahwa model pengelolaan risiko cukup efektif. • Memantau perkembangan terhadap kecenderungan-kecenderungan berubahnya profil risiko. Sistem Informasi Sistem informasi manajemen risiko bertujuan memberikan informasi yang up to date, terintegrasi, dan komprehensif kepada manajemen mengenai profil risiko yang dihadapi Perusahaan, termasuk alternatif penanganannya, meliputi: • Eksposur risiko dari setiap unit bisnis, baik eksposur risiko yang pernah terjadi maupun eksposur risiko yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Hal ini melalui penerapan risk assessment di setiap unit bisnis secara periodik. • Laporan Risk Based Capital/RBC (dari unit kerja Akuntansi dan Aktuaria). • Laporan risiko tingkat suku bunga (dari unit kerja Akuntansi). • Laporan perubahan pegawai/agen (dari unit kerja HRD). • Laporan tentang pelanggaran limit-limit yang ada (dari unit Internal Audit). • Laporan penempatan alokasi investasi (dari unit Investasi). • Profil risiko untuk setiap jenis risiko (saat ini sudah berjalan). Kedepannya akan lebih di spesifikkan lagi berdasarkan risiko-risiko untuk perusahaan asuransi. • Pengamatan claim ratio untuk produk-produk tertentu. • Penetapan standarisasi limit kewenangan dari setiap fungsi dan jabatan. Risk Measurement Risk assessment and measurement is carried out by each relevant unit, while Risk Management facilitates and develops risk measurement models. Risk is measured both quantitatively and qualitatively. Risk Monitoring and Controlling Risk monitoring and controlling is performed by related units while Risk Management facilitates.. The purpose of the monitoring and controlling of risk are: • To ensure the implementation of risk management is carried out according to plan. • To ensure that the risk management model is effective. • To monitor the progress of the changing trends in risk profile. Information System Risk management information system aims to deliver integrated, comprehensive, and up to date information related to risk profile of the Company, including the solutions, such as: • Risk exposure of each business unit, covering both that have occured and the anticipation of future occurances, which are regularly assessed in each business unit. • Risk Based Capital/RBC Report (from the Accounting and Actuary work unit). • Statements of interest rate risk (from Accounting Unit). • Report of changes in employee/agent (from Hrd Unit). • Report of existing limit violations (from the Internal Audit Unit). • Report on placement of investment allocation (from Investment Unit). • The risk profile for each type of risk has been running). In the future, there will be specifications based on insurance company risks. • Review of claim ratio for certain products. • Determination of authority limit standardization of each function and position. BNI Life | 2012 Annual Report 167 Kebijakan dan Pencapaian Manajemen Risiko di tahun 2012 Untuk melakukan monitoring terhadap risiko perusahaan, BNI Life mengeluarkan beberapa kebijakan yang terkait dengan hal tersebut dan telah berhasil mencapainya. Di antara pencapaian tersebut adalah sebagai berikut: • Melakukan identifikasi risiko pada revitalisasi Settlement. • Melakukan review terhadap guideline prosedur IT Helpdesk and Administration support. • Update perlakuan PSAK 62 dan 36 Revisi 2011 dalam pelaksanaan pelaporan perusahaan bekerjasama dengan konsultan Deloitte. • Melakukan kajian terhadap pemilihan Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP) dalam rangka transaksi afiliasi untuk fairness opinion. • Melakukan kajian terhadap pemilihan Konsultan Aktuaria Independen untuk mengkaji ulang cadangan perusahaan. • Melakukan kajian terhadap perhitungan management fee. Strategi dan Rencana Manajemen Risiko di 2013 Beberapa strategi dan rencana-rencana Manajemen Risiko di tahun 2013 adalah sebagai berikut: • Sertifikasi Buku Pedoman Perusahaan (BPP) untuk semua unit kerja. • Sosialisasi dan implementasi BPP ke unit yang bersangkutan serta unit-unit lain yang terkait di dalamnya. • Melakukan Risk Assessment secara periodik, berdasarkan: Laporan Profil Risiko; BPP/SOP; dan Laporan dari unit tertentu. • Inisiatif untuk MIS (Management Information System), suatu sistem yang bertujuan memberikan informasi yang up to date, terintegrasi dan komprehensif kepada manajemen mengenai profil risiko yang dihadapi Perusahaan termasuk alternatif penanganannya. • Inisiatif untuk ERM (Enterprise Risk Management), yaitu suatu kerangka kerja yang komprehensif dan integratif untuk mengelola dan mentransfer risiko dalam upaya memaksimalkan nilai perusahaan. Risk Management Policy and Achievements in 2012 To perform supervision of the Company, BNI Life publishes several policies related to that and managed to achieve it. Among those achievements are as follows: • Identified the risks involved in the revitalization of Settlement. • Conducted a review for IT Helpdesk and Administration support procedure guidelines. • Updated the treatment of SFAS 62 and 36 revised version of 2011 in implementation of the Company reporting in collaboration with Deloitte consulting firm. • Conducted a review of selecting the Consultant Appraisal Service Public (KJPP) related to an affiliate transaction for fairness opinion. • Conducted a review of selecting the Independent Actuarial Consultant to review the Company’s reserves. • Conducted a review of management fee calculation. Risk Management Strategy and Plan in 2013 The risk management strategy and plan for 2013 are as follows: • Certification of the Company Manual (BPP) for all work units. • Dissemination and implementation of BPP to the related unit and other units associated in it. • Periodic implementation of Risk Assessment based on Risk Profile Report; BPP/SOPs, and reports from selected units. • MIS (Management Information System) initiative, which is a system that aims to provide up to date, integrated and comprehensive information to the Management regarding the risk profile of the Company including the alternative solutions. • ERM (Enterprise Risk Management) initiative, which is a comprehensive and integrated workflow in order to manage and transfer risks in an effort to maximize the Company’s value BNI Life | Laporan Tahunan 2012 168 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Jenis-Jenis Risiko Risiko yang mungkin memiliki dampak yang signifikan terhadap keuangan dan posisi laba pada tahun 2012 adalah sebagai berikut: Risiko Operasional Adalah risiko yang sangat dipengaruhi oleh manusia yang terkait dengan aktivitas dan fungsional perusahaan, termasuk risiko hukum, kepatuhan, dan reputasi. Risiko ini antara lain disebabkan karena ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi operasional perusahaan. Risiko Kredit Adalah risiko yang terjadi karena kegagalan dan kesalahan dari pihak lain (counterparty) untuk memenuhi kewajibannya yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Risiko Pasar Adalah risiko yang timbul karena menurunnya nilai suatu investasi karena disebabkan adanya pergerakan pada variabel pasar. Risiko Asuransi Adalah risiko yang timbul akibat ketidaktepatan perhitungan dan asumsi yang digunakan dalam suatu produk asuransi. Risiko Finansial Adalah segala macam risiko yang berkaitan dengan keuangan, seperti risiko likuiditas, risiko nilai tukar, risiko suku bunga. Risiko Underwriting Adalah risiko yang terjadi pada saat menyeleksi kontrak asuransi dan terkait dengan keputusan underwriting. Risk Types The risk that may have significant impact on the financial and earnings position in 2012 are as follows: Operational Risk It is the risk that higly influenced by people that related with the activity and functional company, include legal risk, compliance and reputation. This risk is caused by inadequate or malfunctioning internal processes, human eror, system failure, or the external problems that affect the company’s operations. Credit Risk It is the risk happen because of failure and mistake of others (counterparty) to fulfill the obligation that effect losses to the company. Market Risk Is the risk caused by decline in the investment value due to movement in market variables. Insurance Risk It is the risk due to inaccuracy of the calculations and assumptions used for an insurance product. Financial Risk It is risks related to finance, such as risk of liquidity, risk of foreign exchange, risk of interest rate. Underwriting Risk Is the risk that occurs when selecting insurance contracts related to underwriting decisions. BNI Life | 2012 Annual Report 169 Risiko Strategis Adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam mengambil keputusan dan atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Langkah-langkah strategis yang diambil dalam mitigasi risiko: • Membuat Buku Pedoman Perusahaan di setiap unit kerja. • Melakukan Risk Assessment di setiap unit kerja. • Melakukan analisis Asset Liability Management (ALM). • Menetapkan standarisasi limit kewenangan dari setiap fungsi dan jabatan. • Menganalisis Claim Ratio. Strategic Risk It is the risk caused by inaccuracy in making decision in executing a strategic decision and failing to anticipate the changes in business environment. Strategic steps taken to mitigate the risk: • Prepare Handbook Companies of each work unit. • Conduct Risk Assessment of each work unit. • Asset Liability Management (ALM) analysis. • Set standard of limit authority for each function and position. • Claim Ratio analysis. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 170 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Perkara Hukum yang Penting Sampai dengan akhir tahun 2012, terdapat tujuh perkara hukum terkait berbagai kegiatan usaha yang dilakukan oleh BNI Life. Perkara-perkara hukum tersebut adalah sebagai berikut: Gugatan Wanprestasi (Penggugat: BNI Life) Lawsuit for Default (Plaintiff: BNI Life) Pokok Perkara Tergugat melakukan Wanprestasi pembayaran hutang yang telah jatuh tempo kepada BNI Life. The failure of the defendant to settle the debt due to BNI Life. The Claim Kasus Posisi Perkara sudah diputus oleh Majelis Hakim yang Memeriksa dan Mengadili perkara tersebut berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 402/PDT.G/2008/PN.JKT. PST, tanggal 1 Mei 2009 yang pada pokoknya berbunyi: • Mengabulkan gugatan untuk sebagian; • Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi yang menimbulkan kerugian bagi Penggugat; • Menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian kepada Penggugat. Putusan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. The case has reached to a decision by the panel of Judges who examined and put the case to trial by the Central Jakarta District Court Decision No. 402/PDT.G/2008/PN.JKT.PST, dated 1 May 2009 which essentially reads: • To grant the lawsuit in part; • Declare the defendant has committed a breach of contract which caused harm to the plaintiff; • Punish the defendant by requiring to make restitution to the Plaintiff. The decision is final and binding. The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat: Putusan tersebut belum dapat dieksekusi karena aset yang dimiliki oleh Tergugat adalah aset negara. Posisi Tergugat sudah terdaftar di PPA dan sedang menunggu pengucuran dana yang akan dikeluarkan oleh Menteri Keuangan. At the level of the Central Jakarta District Court: The verdict can not be executed because of the assets owned by the Defendant is a state asset. Defendant’s position is listed in the PPA pending disbursement of funds to be issued by the Minister of Finance Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Perbuatan Wanprestasi yang dilakukan oleh Tergugat mengakibatkan BNI Life mengalami kerugian. BNI Life suffered loss due to the breach of contract by defendant. Impact on the Financial Conditions of the Bank Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (Penggugat: Nasabah) Claim for Tort (Plaintiff: Client) Pokok Perkara Penggugat mempunyai kredit di Bank Negara Indonesia cabang SKK Pekanbaru dengan status kredit macet di Bank Negara Indonesia, sehingga akan dilakukan pelelangan oleh Bank Negara Indonesia Cabang SKK Pekanbaru atas Agunan kredit dari Penggugat. Atas hal terebut Penggugat melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan Gugatan mengenai permasalahan pembayaran Premi Asuransi Jiwa Kredit yang didebet oleh Bank Negara Indonesia dengan alasan tanpa sepengetahuan dari Penggugat. Pada kasus ini posisi BNI Life sebagai tergugat II. Plaintiffs have credit in Bank Negara Indonesia Pekanbaru SKK branch with bad credit status at Bank Negara Indonesstatus delinquent, so BNI Pekanbaru branch SKK auctioned the Plaintiff loan collateral; The Plaintiff filed a lawsuit based on the credit life insurance, where the monthly premium payment through account debit carried out by the Bank without customer’s consent. In this case BNI Life is the Defendant II. The Claim Important Legal Case By the end of 2012, here were seven legal cases related to various business activities conducted by BNI Life. The legal cases are as follows: Litigasi Litigation BNI Life | 2012 Annual Report 171 Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (Penggugat: Nasabah) Claim for Tort (Plaintiff: Client) Kasus Posisi Perkara sudah di putus oleh Majelis Hakim yang Memeriksa dan Mengadili perkara tersebut berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor: 55/PDT.G/2010/PN.PBR, tanggal 10 November 2010 yang pada pokoknya berbunyi: Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Atas Putusan tersebut Penggugat telah mengajukan Banding dan Majelis Hakim Tingkat Banding yang Memeriksa dan Mengadili Perkara tersebut telah mengeluarkan Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor 61/Pdt/2011/ PTR dengan amar Putusan berbunyi: • Menerima permohonan banding dari Penggugat/ Pembanding; • Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 55/PDT.G/2010/PN.PBR tanggal 10 November 2010 yang dimohonkan banding tersebut. Atas Putusan Banding tersebut, Penggugat mengajukan Kasasi atas Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor 61/Pdt/2011/PTR ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. A court decision has been issued to the case by the panel of Judges who examined and prosecute based on the District of Pekanbaru Court Decision No. 55/PDT.G/2010/PN.PBR, dated 10 November 2010 which essentially reads: Stated that the Plaintiff’s claim can not be accepted. Based on the court decisions, the Plaintiff filed an Appeal and to the Judges of the Court of Appeal who examine and put on trial the case, issued ad a High Court verdict Pekanbaru No. 61/Pdt/2011/PTR with amar Decision reads: • Accepted the appeal of the plaintiff / comparator; • Strengthened the Decision of Pekanbaru District Court No. 55/PDT.G/2010/PN.PBR dated 10 November 2010 on the appeal filed. Based on the decision made on the said appeal, the Plainftiff submitted an appeal against the High Court verdict Pekanbaru Number 61/ Pdt/2011/PTR to the Supreme Court of the Republic of Indonesia. The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Mahkamah Agung Republik Indonesia: Mahkamah Agung Republik Indonesia masih memeriksa dan mengadili perkara tersebut In the Supreme Court of the Republic of Indonesia: The Supreme Court of the Republic of Indonesia is still examine the case. Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Belum mempengaruhi kondisi keuangan BNI Life. Has not impacted BNI Life financial condition. Impact on the Financial Conditions of the Bank Gugatan Wanprestasi (Penggugat: Para Tenaga Pemasar) Lawsuit for Default (Plaintiff: Sales Forces) Pokok Perkara Para Penggugat mengajukan gugatan kepada BNI Life karena telah melakukan perbuatan wanprestasi berupa tidak mengurus ijin operasional kepada otoritas Hongkong. The plaintiff filed a lawsuit against the BNI Life for committing a breach of contract by not processing the operational license to the authority of Hongkong. The Claim Kasus Posisi Perkara sudah di putus oleh Majelis Hakim yang Memeriksa dan Mengadili perkara tersebut berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 371/Pdt.G/2011/PN.Jkt. Pst, tanggal 29 Mei 2012 yang pada pokoknya berbunyi: • Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya. • Mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi/ Tergugat Konvensi untuk sebagian; • Menyatakan Para Tergugat Rekonvensi/ Para Penggugat Konvensi telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian keagenan tanggal 4 Februari 2009 yang dibuat Para Penggugat Konvensi dengan Tergugat Konvensi; • Menyatakan Perjanjian Keagenan antara Penggugat Rekonvensi dengan Para Tergugat Rekonvensi batal dengan segala akibat hukumnya. A court decision has been issued to the case by the panel of Judges who examined and prosecute based on the Central Jakarta District Court Decision No. 371/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst, dated 29 May 2012 that reads: • Reject the Plaintiff’s claim entirely. • Granting in part Plaintiff claim as the party filing for counterclaim (Penggugat Rekonvensi); • Declare the defendant’s counterclaim (Penggugat Konvensi) have defaulted to an agency agreement dated 4 February 2009 made by between Plaintiff filing the initial claim and the defendant; • Declare the agency agreement between the plaintiff filing the counter-claim (penggugat rekonvensi) with the defendant filing the counter claim (tergugat konvensi) void with all its legal consequences. The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat: Putusan belum mempunyai kekuatan hukum tetap karena Para Penggugat akan mengajukan pemeriksaan pada tingkat Banding At the Central Jakarta District Court: The decision not legally binding because Plaintiffs proposes inspection on the Appeal. Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Belum mempengaruhi kondisi keuangan BNI Life. Has not impacted BNI Life financial condition Impact on the Financial Conditions of the Bank BNI Life | Laporan Tahunan 2012 172 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Gugatan Wanprestasi (Penggugat: Nasabah) Lawsuit for Default (Plaintiff: Client) Pokok Perkara Penggugat mengajukan gugatan kepada Bank Negara Indonesia dan BNI Life untuk memenuhi prestasi Perjanjian Kredit berupa pembayaran klaim asuransi jiwa kredit. Plaintiff filed a lawsuit against Bank Negara Indonesia and BNI Life to meet obligation due to Credit Agreement in the form of insurance claims. The Claim Kasus Posisi Perkara masih diperiksa dan diadili di Pengadilan Negeri Surabaya sebagaimana terdaftar dalam register perkara No. 426/Pdt.G/2012/PN.Sby. The case is still being investigated and prosecuted in the District Court in Surabaya registered as case No. registers. 426/ Pdt.G/2012/PN.Sby. The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Pengadilan Negeri Surabaya: Tahap Mediasi At the District Court, Surabaya: Mediation stage. Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Belum mempengaruhi kondisi keuangan BNI Life. Has not impacted BNI Life financial condition. Impact on the Financial Conditions of the Bank Gugatan Wanprestasi (Penggugat: Para Nasabah) Lawsuit for Default (Plaintiff: Clients) Pokok Perkara Para Penggugat mengajukan gugatan karena BNI Life tidak bersedia membayar dana investasi beserta manfaat investasi yang ditawarkan sebesar 20% (dua puluh persen) setiap tahun kepada Para Penggugat; The plaintiffs filed suit because the BNI Life is not willing to pay the investment including its benefits offered at 20% (twenty percent) per year to the Plaintiffs The Claim Kasus Posisi Perkara masih diperiksa dan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagaimana terdaftar dalam register perkara No. 342/Pdt.G/2012/ PN.Jkt.Pst The case is still being investigated and prosecuted in the District Court of Central Jakarta, as listed in the register case No.. 342/ Pdt.G/2012/PN.Jkt.Pst The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat: Persidangan sudah memasuki pemeriksaan Pokok Perkara. At the level of the Central Jakarta District Court: The trial is entering examination phase on the principal case. Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Belum mempengaruhi kondisi keuangan BNI Life. Has not impacted BNI Life financial condition Impact on the Financial Conditions of the Bank Sengketa Konsumen (Penggugat: Nasabah) Lawsuit for Default (Plaintiff: Client) Pokok Perkara Klaim asuransi PHK Pemohon tersebut ditolak oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dengan alasan karena terlambat mengajukan klaim. Di mana sesuai ketentuan batas waktu pengajuan klaim yaitu maksimal 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal di PHK, di mana posisi hukum BNI Life pada kasus ini adalah sebagai penerima pembayaran premi guna diteruskan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Insurance claims due to termination of employed, filed by the applicant (Petitioner) is dismissed by PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) on the ground of late submission of claim. Wherein in accordance to terms and condition, the maximum duration to submit claim is 90 days from the date of the termination. The position of BNI Life in this case is as the recipient of premium payment forwarded to PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). The Claim Kasus Posisi Permohonan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang diajukan oleh Pemohon terhadap Termohon BNI Life sesuai dengan register perkara No: 043/ REG/BPSK-DKI/V/2012 tertanggal 25 Mei 2012 telah ditutup/dihentikan oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) – DKI karena BNI Life tidak bersedia menempuh dengan cara penyelesaian di BPSK. Application for settlement of consumer disputes filed by applicant to BNI Life as the recipient according to the registers case No: 043/ REG/BPSK-DKI/V/2012 dated 25 May 2012 is closed/terminated by the Consumer Dispute Settlement Body (BPSK) because BNI Life refuse to pursue settlement through BPSK.. The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) DKI Jakarta : Kasus telah selesai At the Consumer Dispute Settlement Body (BPSK) DKI Jakarta: The case is closed. Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Tidak mempengaruhi kondisi keuangan BNI Life. Has not impacted BNI Life financial condition. Impact on the Financial Conditions of the Bank BNI Life | 2012 Annual Report 173 Saat ini BNI Life belum memiliki sistem whistleblowing. Namun demikian, Perusahaan tetap aktif mendorong implementasi nilai-nilai budaya dan kode etik yang baik di lingkungan kerja. At present BNI Life does not have a whistleblowing sytem. However, the Company has been actively embedding the corporate culture values. Sengketa Konsumen (Penggugat: Nasabah) Consumer Dispute (Plaintiff: client) Pokok Perkara Tanggal 15 Desember 2009 Nasabah menyetorkan uang melalui tenaga pemasar kepada BNI Life untuk penambahan premi (Top Up). Akan tetapi, tanggal 26 Agustus 2011 Nasabah mendapatkan penjelasan dari BNI Life, bahwa uang tersebut tidak masuk kedalam Polis atas nama Nasabah tersebut. On 15 December 2009 a customer deposited cash through a marketer to BNI Life for an added premium (Top Up). However, on 26 August 2011 the customer was explained by BNI Life that the deposit was not accounted for in the customer’s policy. The Claim Kasus Posisi Sudah ada putusan Arbitrase Penyelesaian Sengketa Konsumen No. 63/BPSK/ MDN/2012 tanggal 6 Desember 2012 dengan amar putusan sebagai berikut: “Menyatakan Badan Penyelesaian sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus sengketa konsumen antara Mastiana Br Regar dan Dian Nofriana Batubara dengan PT BNI Life Insurance dan PT BNI (Persero), Tbk Kantor Wilayah Medan” The Consumer Dispute Resolution Arbitration No. 63/BPSK / MDN/2012 dated 6 December 2012 stated the following verdict: “That the Declare Consumer Disputes Board (BPSK) of Medan is not authorized to make and ruling on the consumer’s dispute between Mastiana Br Regar and Dian Nofriana Coal, and PT BNI Life Insurance and PT BNI (Persero), Tbk Medan regional office.“ The Facts Status Penyelesaian Perkara Di tingkat Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) kota Medan: Kasus telah selesai At the Consumer Dispute Settlement Body (BPSK) Medan: The case is closed. Settlement Status Pengaruh terhadap Kondisi Keuangan BNI Life Tidak mempengaruhi kondisi keuangan BNI Life. Has not impacted BNI Life financial condition Impact on the Financial Conditions of the Bank Sistem Pelaporan Pelanggaran Whistleblowing System BNI Life | Laporan Tahunan 2012 174 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance BNI Life berkomitmen untuk menghasilkan produk yang tidak hanya menguntungkan Perusahaan dan menjaga keberlanjutan usaha, namun juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Dengan kemajuan usaha BNI Life, Perusahaan berkeinginan untuk turut mendorong upaya mensejahterakan negeri, sekaligus memantapkan keberadaan kami dengan berbagi kasih dan peduli, yang diwujudkan melalui beragam program tanggung jawab sosial. Sejalan dengan perkembangan dunia bisnis, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Corporate Social Responsibilities (CSR) telah menjadi bagian dari strategi BNI Life untuk mempertahankan keberlanjutan. Penerapan prinsip-prinsip CSR secara benar kami yakini akan membantu meningkatkan reputasi Perusahaan dan menanamkan citra positif. BNI Life is committed to create products that not only sustainably profitable for the Company, but also beneficial for the Indonesian people. Given the growth of BNI Life’s business growth, the Company strives to drive all efforts toward prospering the nation and increase the Company’s presence in caring and sharing through various CSR programs. In line with the development of the business world, Corporate Social Responsibilities (CSR) activities have become part of BNI Life’s strategy to maintain sustainability. The appropriate application of CSR principles in implementing programs enhances the Company’s reputation and establish positive image. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility BNI Life | 2012 Annual Report 175 Aktivitas CSR BNI Life dilaksanakan oleh unit-unit bisnis dan dikoordinasikan oleh Corporate Secretary. Perusahaan melakukan kegiatan CSR secara rutin dalam hal pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Program Beasiswa STIMRA, misalnya. Program ini merupakan bantuan beasiswa perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA). Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi beberapa mahasiswa STIMRA yang memenuhi persyaratan untuk magang/bekerja. Program ini sudah berjalan selama empat tahun dan akan terus dilanjutkan di masa mendatang. Selain kegiatan CSR rutin yang dilakukan Perusahaan, pada tahun 2012 BNI Life juga bekerja sama dengan beberapa pihak dalam pelaksanaan program CSR, seperti dengan Portal Infaq, layanan pembayaran zakat dan infaq online. Total biaya yang dikeluarkan Perusahaan sepanjang 2012 untuk kegiatan CSR adalah sebesar Rp38.312.000. Alokasi dana untuk kegiatan CSR ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan maupun merugikan terhadap bisnis BNI Life. Di bawah ini adalah rangkaian kegiatan CSR BNI Life sepanjang tahun 2012. Rangkaian kegiatan CSR BNI Life sepanjang tahun 2012 List of BNI Life CSR Related Activities in 2012 Nama Kegiatan Name of Activity Tanggal dan Lokasi Acara Date and Place of the Event Sasaran dan Tujuan Target and Purpose BNI Life Peduli Donor Darah BNI Life Care for Blood Donor 28 Desember 2012 di BNI Life Tower 28 December 2012 at BNI Life Tower Memberikan sumbangan darah kepada PMI. Donate blood to the Indonesian Red Cross (PMI). Gema Ramadhan Ramadan Mubarak 3 Agustus 2012 di BNI Life Tower 3 August 2012 at BNI Life Tower Karyawan BNI Life merayakan bulan Ramadhan dengan mengundang panti asuhan sekitar Perusahaan. BNI Life employees celebrate the holy month of Ramadhan and invite orphanage near the Company. Beasiswa STIMRA STIMRA scholarship Januari – November 2012 January– November 2012 BNI Life memberikan biaya kuliah bagi mahasiswa berprestasi. BNI Life support excellent university students through scholarship. BNI Life’s CSR activities are implemented by business units and coordinated by the Corporate Secretary. The Company carries out routine CSR activities related to education and socio-cultural such as STIMRA scholarship program. This program provides scholarship for university students collaborating with College of Risk Management and Insurance (STIMRA). In addition, the program also provides opportunity for several eligible STIMRA students for internship/work. The program has been running for four years and continuing. In addition to regular CSR activities, in 2012 BNI Life worked together with several parties in conducting CSR programs, such as Portal Infaq, which is an online service for zakat and infaq payment. In 2012, the Company’s total cost incurred for CSR activities amounted to Rp38,312,000. The budget allocation for CSR programs has no negative impact to the business of BNI Life. Below are the CSR events of BNI Life throughout 2012. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 176 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Komunikasi Internal Untuk memfasilitasi proses bisnis dan komunikasi antar karyawan, sistem intranet telah diterapkan dan dapat digunakan untuk: • Sentralisasi aplikasi teknologi informasi • BNI Insurance School (BIS) • Distribusi Formulir (TI, SDM, dan GA) • Kegiatan karyawan dan forum internal • Pesan dan Memo Direksi Insan BNI Life juga kerap bertatap muka dalam acara-acara karyawan, seperti pelatihan, employee gathering, kegiatan olahraga bersama setiap bulan, temu Direksi, town hall, acara penghargaan karyawan berprestasi, dan lain sebagainya. Internal Communication To facilitate the process and communication between employees, the intranet system was implemented and can be used for: • Information Technology application centralization • BNI Insurance School (BIS) • Distribution of Forms (IT, HR, and GA) • Internal events and forums for employees • Director’s notes and message BNI Life employees also have meeting forums, employee events, such as trainings, employee gathering, monthly sport activities, Directors gathering, town hall, award events for excellent employees, and so on. Akses Informasi Information Access BNI Life | 2012 Annual Report 177 Komunikasi Eksternal Daftar siaran pers sepanjang 2012 adalah sebagai berikut: Daftar Press Release Sepanjang 2012 List of Press Release 2012 Judul Tangga Date Title BNI Life Luncurkan Produk Barunya, BLife Maksima 11 April 2012 11 April 2012 BNI Life Launched New Product, BLife Maksima Pindah Kantor sebagai Bagian Transformasi BNI Life 27 Agustus 2012 27 August 2012 New Office as Part of BNI Life Transformation BNI Life Mengembangkan Jangkauan Pemasaran di Cirebon 14 September 2012 14 September 2012 BNI Life Develop Marketing Network in Cirebon BNI Life Perkuat Jaringan Pemasaran di Bali 3 Oktober 2012 3 October 2012 BNI Life Strengthen its Marketing Network in Bali Media Penyebaran Informasi Penyebaran informasi kepada semua pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari peningkatan prinsip transparansi informasi secara internal dan eksternal. Penyebaran informasi bertujuan membantu, menjaga dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan persepsi positif dari para pemangku kepentingan terhadap kebijakan dan kegiatan usaha BNI Life. Media-media penyebaran informasi tersebut, antara lain: • Situs internet, melalui website perusahaan, www.bni-life.co.id. • Media cetak nasional melalui display iklan, advertorial/seremonia. • Press release yang dikirimkan ke media-media. • Media promosi luar ruang seperti billboard. • Media promosi produk seperti brosur. • Media internal perusahaan seperti B’ Exist, media internal untuk Bancassurance Specialist dan staf BNI, media internal Agency, yaitu PEAK. • Sosialisasi Visi, Misi, Makna, dan Mars BNI Life. • Laporan keuangan yang dipublikasikan melalui website dan surat kabar berskala nasional. • Video Profile yang ditayangkan di Kantor Pusat. External Communication List of press releases throughout 2012 are as follows: Dissemination of Media Information Dissemination of information to all stakeholders is an important part for promoting the principles of information transparency both internal and external. The dissemination of information is aimed to assist, maintain, and improve the knowledge, understanding and build positive perception of the stakeholders towards thepolicies and business activities of BNI Life. The following media were used in disseminating information: • Internet, through the company’s website www. bni-life.co.id. • National print media through advertisement displays advertorial/ ceremonies. • Press releases to media. • Outdoor promotion media such as billboard. • Product promotion media through brochures. • Company internal media such as BAS Info, internal media for Bancassurance Specialists and Peak, internal media for Agency. • Socialization of the Vision, Mission, Meaning, and BNI Life jingle. • Financial statement published on website and national newspapers. • Video Profile displayed at the Head Office. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 178 Tata Kelola Perusahaan | Corporate Governance Informasi Lain Data Ringkas Pemegang Saham • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sebesar 180.419.480 (seratus delapan puluh juta empat ratus sembilan belas ribu empat ratus delapan puluh) lembar saham. • Yayasan Danar Dana Swadharma sebesar 10 (sepuluh) lembar saham. • Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia sebesar 10 (sepuluh) lembar saham. Alamat Perusahaan PT BNI Life Insurance BNI Life Tower, 21st  Floor The Landmark Center Jln. Jend. Sudirman No. 1, Jakarta 12910 - Indonesia Telepon: +6221 29539999 Faksimili: +6221 29539998 E-mail: customer-care@bni-life.co.id Situs: www.bni-life.co.id Layanan Telepon Contact Center: +6221 50217626 SMS Center: +62811 11 7626. Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan Plaza 89, Jln. H.R Rasuna Said Kav. X-7 No. 6 Jakarta 12940 Indonesia PO BOX 2473 JKP 10001 Telepon: +62 21 5212901 Faksimili: +62 21 52905555 Situs: www.pwc.com/id Notaris Pratiwi Handayani, S.H. Gedung Jaya Lt. 2 Jl. M.H. Thamrin No. 12, Jakarta 10340 Fathiah Helmi, S.H. Graha Irama Lt. 6 c Jln. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav 1&2, Jakarta 12950 Other Information Summary of Shareholders • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, amounted to 180,419,480 (one hundred and eighty million four hundred and nineteen thousand four hundred and eighty) shares. • Yayasan Danar Dana Swadharma amounted to 10 (ten) shares. • Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia amounted to 10 (ten) shares. Company Address PT BNI Life Insurance BNI Life Tower, 21st  Floor The Landmark Center Jln. Jend. Sudirman No. 1, Jakarta 12910 - Indonesia Phone: +6221 29539999 Facsimile: +6221 29539998 E-mail: customer-care@bni-life.co.id Website: www.bni-life.co.id Call Center Contact Center: +6221 50217626 SMS Center: +62811 11 7626. Public Accounting Firm Tanudiredja, Wibisana & Rekan Plaza 89, Jln. H.R Rasuna Said Kav. X-7 No. 6 Jakarta 12940 Indonesia PO BOX 2473 JKP 10001 Phone. +62 21 5212901 Facsimile. +62 21 52905555 www.pwc.com/id Notary Pratiwi Handayani, S.H. Gedung Jaya Lt. 2 Jl. M.H. Thamrin No. 12, Jakarta 10340 Fathiah Helmi, S.H. Graha Irama Lt. 6 c Jln. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav 1&2, Jakarta 12950 BNI Life | 2012 Annual Report Pernyataan Tanggung Jawab Laporan Tahunan 179 Responsibility for Annual Reporting Dewan Komisaris Board of Commissioners Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, CPA Komisaris Utama President Commissioner Geger N. Maulana SE, Ak. MM Wakil Direktur Utama Vice President Director Mauli Adiwarman Idris, DESS Komisaris Independen Independent Commissioner Budi T.A. Tampubolon, Maîtrise, MM, FSAI, AAIJ Direktur Produk dan Layanan Director of Product and Service SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN TAHUNAN 2012 PT BNI Life Insurance Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam laporan tahunan PT BNI Life Insurance tahun 2012 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan. Jakarta, 28 Maret 2013. STATEMENT FROM THE BOARD OF COMMISSIONERS AND DIRECTORS REGARDING RESPONSIBILITY FOR 2012 ANNUAL REPORTING PT BNI Life Insurance We, whose signatures appear below, hereby declare that all information in the annual report of PT BNI Life Insurance year 2012 are fully and solely responsible for the accuracy of the content in the Company’s Annual Report. This statement letter is made and signed in good faith and can be accounted for anytime when needed. Jakarta, 28 March 2013. Dr. A. Junaedy Ganie, SE, MH, ANZIIF (Snr. Assoc), AAIK (HC), CIP, ChFC, CLU Direktur Utama President Director Direksi Board of Directors Laporan Keuangan Teraudit Audited Financial Report BNI Life | Laporan Tahunan 2012 180 BNI Life | 2012 Annual Report 181 PT BNI LIFE INSURANCE LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER/DECEMBER 2012 DAN/AND 2011 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 182 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report BNI Life | 2012 Annual Report 183 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 184 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report BNI Life | 2012 Annual Report 185 PT BNI LIFE INSURANCE Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes form an integral part of these financial statements. Lampiran – 1/1 - Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2012 AND 2011 AND 1 JANUARY 2011/31 DECEMBER 2010 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1 Januari/ January 2011/ Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ Notes December 2012 December 2011*) December 2010*) ASET ASSETS Kas dan kas pada bank 10 26,496,453,828 17,664,695,527 16,503,128,110 Cash and cash in banks Piutang premi 11 12,730,690,893 18,352,825,450 6,728,921,653 Premium receivables Piutang reasuransi 12 12,661,554,477 9,734,298,697 12,422,326,280 Reinsurance receivables Investasi Investments Dana jaminan 5 82,938,343,433 71,961,957,869 48,143,012,875 Statutory funds Deposito berjangka 6 425,065,432,187 445,194,353,058 232,300,205,220 Time deposits Efek-efek 7 2,108,117,335,926 1,887,591,995,036 1,808,015,751,524 Marketable securities Penyertaan saham 8 1,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000,000 Investment in shares Pinjaman pemegang polis 9 1,773,674,007 158,672,328 1,242,678,324 Loan to policyholders Jumlah investasi 2,618,894,785,553 2,405,906,978,291 2,090,701,647,943 Total investments Piutang hasil investasi 13 15,637,229,240 16,274,855,492 19,612,678,668 Investment income receivables Beban dibayar dimuka 15 27,437,589,821 2,923,541,967 3,225,677,020 Prepaid expenses Piutang lain-lain - bersih 14 8,594,572,874 7,452,026,022 6,687,249,960 Other receivables - net Aset lain-lain - bersih 17 7,203,235,966 5,640,241,607 7,623,487,082 Other assets - net Aset tetap - bersih 16 28,636,472,874 28,708,921,238 30,191,686,914 Fixed assets - net Aset reasuransi 18 22,584,378,605 9,694,790,237 - Reinsurance assets Aset pajak tangguhan - bersih 23c 14,564,043,093 9,243,886,182 6,048,527,675 Deferred tax assets - net JUMLAH ASET 2,795,441,007,224 2,531,597,060,710 2,199,745,331,305 TOTAL ASSETS * ) Disajikan kembali, lihat Catatan 4 * ) Restated, see Note 4 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 186 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes form an integral part of these financial statements. Lampiran – 1/2 - Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 DAN 1 JANUARI 2011/31 DESEMBER 2010 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2012 AND 2011 AND 1 JANUARY 2011/31 DECEMBER 2010 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1 Januari/ January 2011/ Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ Notes December 2012 December 2011*) December 2010*) LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS LIABILITIES Akrual 25 14,949,507,201 7,031,122,935 6,620,531,528 Accrued expenses Utang lain-lain 24 4,933,159,770 4,049,205,116 5,189,705,975 Other payables Utang pajak lainnya 23a 821,521,324 787,678,728 1,355,406,612 Tax payables Utang komisi 6,438,381,195 3,872,335,270 5,561,683,047 Commission payables Utang reasuransi 22 18,383,863,000 19,838,348,072 14,267,645,556 Reinsurance payables Titipan premi 21 27,319,432,381 23,277,665,125 23,128,849,806 Premium deposits Utang sewa pembiayaan 16 5,268,564,074 3,477,167,198 - Obligations under finance lease Liabilitas imbalan kerja 26 37,773,304,174 17,180,240,770 12,108,719,860 Employee benefits liability Liabilitias kepada pemegang polis: Liabilities to policyholders: - Liabilitas manfaat polis Liabilities for future - masa depan 19a 2,077,551,608,546 2,023,171,256,466 1,891,453,527,373 policy benefits - Penyisihan kontribusi yang Unearned contributions - belum menjadi hak 19b 34,850,517,568 24,974,557,630 20,862,042,724 provisions - Premi yang belum merupakan pendapatan 19c 114,633,917,741 64,018,991,494 56,704,314,662 Unearned premium income - - Estimasi liabilitas klaim 19d 52,118,982,288 22,288,452,290 8,786,318,408 Estimated claim liabilities - - Utang klaim 19e 1,307,164,069 2,114,587,695 1,526,392,362 Claim payables - 2,280,462,190,212 2,136,567,845,575 1,979,332,595,529 JUMLAH LIABILITAS 2,396,349,923,331 2,216,081,608,789 2,047,565,137,913 TOTAL LIABILITIES Dana Peserta 20 50,783,772,882 37,295,311,431 6,677,391,059 Participants’ Fund EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Share capital - Rp1,000 Rp1.000 per saham par value per share Modal dasar - 400.000.000 saham Authorised - 400,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid - penuh - 180.419.500 saham 180,419,500 shares pada tahun 2012 dan 2011, in 2012 and 2011, 102.736.000 saham pada 102,736,000 shares on tanggal 1 Januari 2011/ 1 January 2011/ 31 Desember 2010 27 180,419,500,000 180,419,500,000 102,736,000,000 31 December 2010 Agio saham 28 139,568,722,970 139,568,722,970 67,252,375,985 Premium on share capital Keuntungan/(kerugian) yang belum Unrealised gain/(losses) on direalisasi atas efek-efek available-for-sale tersedia untuk dijual 3,992,515,721 (6,076,904,634) (10,106,238,667) marketable securities Saldo laba Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya 27,009,113,335 27,009,113,335 27,009,113,335 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya ( 2,682,541,015) (62,700,291,181) (41,388,448,320) Unappropriated JUMLAH EKUITAS 348,307,311,011 278,220,140,490 145,502,802,333 TOTAL EQUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2,795,441,007,224 2,531,597,060,710 2,199,745,331,305 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY * ) Disajikan kembali, lihat Catatan 4 * ) Restated, see Note 4 BNI Life | 2012 Annual Report 187 PT BNI LIFE INSURANCE Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes form an integral part of these financial statements. Lampiran – 2 - Schedule LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 2012 Notes 2011*) PENDAPATAN INCOME Pendapatan premi Premium income Premi bruto 1,245,039,476,505 1,074,396,049,392 Gross premium Premi reasuransi (58,237,033,467) (48,941,643,738) Reinsurance premium Kenaikan premi yang belum merupakan Increase in unearned pendapatan (50,469,858,303) 19c (7,314,676,832) premium income Pendapatan premi - bersih 1,136,332,584,735 30 1,018,139,728,822 Premium income - net Pendapatan fee dari Income from sharia asuransi syariah (ujrah) 24,843,515,148 12,957,586,987 insurance (ujrah) Pendapatan investasi - bersih 154,221,050,344 31 126,055,407,734 Investment income - net Pendapatan lain-lain 36,193,851,836 32 18,494,959,814 Other income JUMLAH PENDAPATAN 1,351,591,002,063 1,175,647,683,357 TOTAL INCOME BEBAN EXPENSES Klaim dan manfaat polis 849,316,920,757 33 818,681,507,730 Claim and policy benefits Klaim reasuransi (14,654,602,517) 33 (18,612,710,255) Reinsurance claims Ujrah dibayar (reasuransi) 1,494,979,510 880,330,507 Payment of ujrah (reinsurance) Perubahan neto liabilitas Net changes in liabilities for manfaat polis masa depan 43,673,010,211 19a 122,022,938,856 future policy benefits Perubahan neto estimasi Net changes in estimated liabilitas klaim 26,770,866,207 19d 13,345,487,558 claims liabilities Beban akuisisi 227,827,165,215 34 126,824,595,213 Acquisition cost Beban pemasaran 19,346,481,992 35 11,130,455,679 Marketing expenses General and administrative Beban umum dan administrasi 127,031,970,806 36 100,984,465,702 expenses Pendapatan non operasi - bersih (232,112,062) 37 (695,304,831) Non operating income - net JUMLAH BEBAN 1,280,574,680,119 1,174,561,766,159 TOTAL EXPENSES LABA SEBELUM PROFIT BEFORE PAJAK PENGHASILAN 71,016,321,944 1,085,917,198 INCOME TAX BEBAN PAJAK PENGHASILAN INCOME TAX EXPENSE Final (16,318,728,689) (15,319,518,566) Final Tangguhan 5,320,156,911 3,195,358,507 Deferred (10,998,571,778) 23b (12,124,160,059) LABA/(RUGI) BERSIH 60,017,750,166 (11,038,242,861) NET INCOME/(LOSS) PENDAPATAN OTHER COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF LAIN: INCOME: Perubahan nilai wajar Changes in fair value of Efek-efek available-for-sale tersedia untuk dijual 13,704,249,543 666,443,624 marketable securities Jumlah yang ditransfer ke laporan Amounts transferred to profit or laba rugi sehubungan dengan loss in respect of fair value perubahan nilai wajar efek-efek changes of available-for-sale tersedia untuk dijual (3,634,829,188) 3,362,890,409 marketable securities Total pendapatan Total other comprehensive komprehensif lain 10,069,420,355 4,029,334,033 income TOTAL PENDAPATAN/(BEBAN) TOTAL COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF 70,087,170,521 (7,008,908,828) INCOME/(LOSS) * ) Disajikan kembali, lihat Catatan 4 * ) Restated, see Note 4 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 188 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole. 3 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011*) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2012 AND 2011*) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Rugi yang belum direalisasi atas efek-efek Modal saham - tersedia ditempatkan untuk dijual/ Saldo laba/Retained earnings dan disetor Unrealised penuh/ losses on Telah Belum Issued Agio saham/ available-for-sale ditentukan ditentukan Total ekuitas/ Catatan/ and fully Premium on marketable penggunaannya/ penggunaannya/ Total Notes paid share capital share capital securities Appropriated Unappropriated equity Saldo pada tanggal 1 Januari 2011*) 102,736,000,000 67,252,375,985 (10,106,238,667) 27,009,113,335 (41,388,448,320) 145,502,802,333 Balance as at 1 January 2011*) Penambahan modal saham 27 77,683,500,000 - - - - 77,683,500,000 Additional share capital Penambahan agio saham 27 - 72,316,346,985 - - - 72,316,346,985 Additional premium on share capital Dividen kas 29 - - - - (10,273,600,000) (10,273,600,000) Cash dividends Pendapatan komprehensif lain - - 4,029,334,033 - - 4,029,334,033 Other comprehensive income Rugi bersih tahun berjalan - - - - (11,038,242,861) (11,038,242,861) Net loss for the year Saldo pada tanggal 31 Desember 2011 180,419,500,000 139,568,722,970 (6,076,904,634) 27,009,113,335 (62,700,291,181) 278,220,140,490 Balance as at 31 December 2011 Pendapatan komprehensif lain - - 10,069,420,355 - - 10,069,420,355 Other comprehensive income Laba bersih tahun berjalan - - - - 60,017,750,166 60,017,750,166 Net income for the year Saldo pada tanggal 31 Desember 2012 180,419,500,000 139,568,722,970 3,992,515,721 27,009,113,335 (2,682,541,015) 348,307,311,011 Balance as at 31 December 2012 *) Disajikan kembali, lihat Catatan 4 *) Restated, see Note 4 BNI Life | 2012 Annual Report 189 PT BNI LIFE INSURANCE Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes form an integral part of these financial statements. Lampiran –4 - Schedule LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2012 2011 ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVI TIES Penerimaan premi Premium and contributions dan kontribusi 1,311,603,416,699 1,097,006,499,867 received Penerimaan klaim reasuransi 17,347,936,724 22,727,345,489 Reinsurance claim received Penerimaan lain-lain 36,193,851,836 18,494,959,814 Other receipts Pembayaran untuk: Payments for: Premi reasuransi (66,740,444,127) (47,150,633,645) Reinsurance premiums Komisi (224,777,606,687) (88,429,858,818) Commissions Klaim (866,904,287,585) (827,411,697,277) Claims Beban umum dan General and administrative administrasi (101,159,630,638) (87,000,687,568) expenses Pajak final (16,318,728,689) (15,319,518,566) Final tax Beban lain-lain (38,027,383,765) (54,014,524,566) Other expenses Kas bersih diperoleh dari Net cash provided from aktivitas operasi 51,217,123,768 18,901,884,730 operating activities ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITES Penempatan investasi, bersih (194,852,347,877) (258,009,988,111) Placement in investments, net Penerimaan dari hasil investasi 156,712,365,239 102,715,604,565 Proceeds from investment Penerimaan dari penjualan Proceeds from sale aset tetap 352,710,481 782,879,182 of fixed assets Perolehan aset tetap (3,392,430,650) (2,699,136,568) Acquisitions of fixed assets Distribusi dana ke peserta (593,338,391) (190,662,611) Distribution fund to participants Kas bersih digunakan Net cash used in untuk aktivitas investasi (41,773,041,198) (188,040,340,675) investing activities ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITES Pembayaran utang Payments of obligations sewa pembiayaan (624,442,576) (106,130,276) under finance lease Pembayaran dividen kas (10,273,600,000) Cash dividends paid Hasil dari penerbitan Proceeds from issuance of saham - 149,999,846,985 share capital Kas bersih (digunakan untuk)/ Net cash (used in)/ diperoleh dari provided by aktivitas pendanaan (624,442,576) 139,620,116,709 financing activites KENAIKAN BERSIH KAS NET INCREASE IN CASH DAN KAS PADA BANK 8,819,639,994 1,120,697,896 AND CASH IN BANKS NET EFFECT OF CHANGES DAMPAK BERSIH PERUBAHAN IN EXCHANGE RATES NILAI TUKAR ATAS KAS IN CASH AND CASH IN DAN KAS PADA BANK 12,118,307 40,869,521 BANKS CASH AND CASH IN KAS DAN KAS PADA BANK BANKS AT BEGINNING AWAL TAHUN 17,664,695,527 16,503,128,110 OF YEAR KAS DAN KAS PADA BANK CASH AND CASH IN AKHIR TAHUN 26,496,453,828 17,664,695,527 BANKS AT END OF YEAR BNI Life | Laporan Tahunan 2012 190 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/1 - Schedule 1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION PT BNI Life Insurance (“Perseroan”) pada awalnya didirikan dengan nama “PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya” berdasarkan Akta Notaris No. 24 tanggal 28 November 1996 di Jakarta, yang diaktakan oleh Laura Elisabeth Palilingan, S.H., sebagai pengganti dari Koesbiono Sarmanhadi, S.H., M.H. Akta pendirian ini disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-1787 HT.01.01.Th.97 tanggal 14 Maret 1997 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 74 Tambahan No. 4121 tanggal 16 September 1997. Pada tanggal 26 November 2004, Perseroan telah mengubah namanya menjadi PT BNI Life Insurance. Memenuhi ketentuan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris No. 15 tanggal 9 Desember 2011 dari Aryanti Artisari, S.H. M.Kn., mengenai penambahan modal disetor. Pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 30 Desember 2011 dalam Suratnya No. AHU-AH.01 .10-42902. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha-usaha dalam bidang asuransi jiwa termasuk usaha asuransi jiwa dengan prinsip syariah. Perseroan memperoleh izin usaha sebagai perusahaan asuransi jiwa berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep-305/KMK.01 7/1997 tanggal 7 Juli 1997. Perseroan juga telah memperoleh izin pembukaan kantor cabang dengan prinsip syariah berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-186/KM.6/2004 tanggal 19 Mei 2004. Perseroan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1997. Perseroan berdomisili di Jakarta; dan kantor pusatnya berlokasi di BNI Life Tower, Lantai 21, The Landmark Center, Jl. Jend. Sudirman No.1 – Jakarta 12910. Perseroan memiliki kantor-kantor cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. PT BNI Life Insurance (the “Company”) was originally established under the name “PT Asuransi Jiwa BNI Jiwasraya” based on the Notarial Deed No. 24 of Laura Elisabeth Palilingan, S.H. as substitute of Koesbiono Sarmanhadi, S.H., M.H., dated November 28, 1996, in Jakarta. The deed of establishment was approved by Ministry of Justice of Republic Indonesia Decree No. C2-1 787 HT.01.01.Th.97 dated 14 March 1997, and was published in Supplement No. 4121 of State Gazette No. 74 dated 16 September 1997. On 26 November 2004, the Company has changed its name to PT BNI Life Insurance. In compliance with Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007, the Company’s Articles of Association has been amended several times, the latest by the Notarial Deed No. 15 dated December 9, 2011 of Aryanti Artisari, S.H. M.Kn., concerning the additional paid-in capital. The notice of change has been received by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia as of 30 December 2011 in its Letter No.AHU-AH.01. 10- 42902. In accordance with article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of the Company’s activities is to engage in life insurance business including life insurance business under sharia principle. The Company obtained its operating license as a life insurance company based on the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Decree No. Kep-305/KMK.017/1997 dated July 7, 1997. The Company also has obtained license to open branch office that would operate in accordance with sharia principle based on the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Decree No. KEP- 186/KM. 6/2004 dated 19 May 2004. The Company started its commercial operation in 1997. The Company is domiciled in Jakarta; and its head office is located in BNI Life Insurance Building, BNI Life Tower, 21st Floor, The Landmark Center, Jl. Jend. Sudirman No.1 – Jakarta 12910. The Company has branches in several cities in Indonesia. BNI Life | 2012 Annual Report 191 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/2 - Schedule 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perseroan mempunyai masing-masing 280 dan 230 karyawan tetap (tidak diaudit). As of 31 December 2012 and 2011, the Company has a total of 280 and 230 permanent employees, respectively (unaudited). Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: The Board of Commissioners and Directors of the Company as of 31 December 2012 and 2011 are as follows: 2012 2011 Dewan Komisaris: Board of Commissioners: Komisaris Utama Dr. Ludovicus Sensi Wondabio Dr. Ludovicus Sensi Wondabio President Commissioner Komisaris Independen Mauli Adiwarman Idris Mauli Adiwarman Idris Independent Commissioner Direksi: Board of Directors: Direktur Utama Dr. A. Junaedy Ganie Dr. A. Junaedy Ganie Presiden Director Wakil Direktur Utama Geger Nuryaman Maulana Geger Nuryaman Maulana Vice President Director Direktur Budi T.A. Tampubolon Budi T.A. Tampubolon Director Susunan Dewan Pengawas Syariah Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: The composition of the Company’s sharia supervisory board as of 31 December 2012 and 2011 are as follows: 2012 2011 Ketua K.H. Ma’ruf Amin K.H. Ma’ruf Amin Chairman Anggota Agus Haryadi Agus Haryadi Member Anggota Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, Member 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. ACCOUNTING POLICIES Laporan keuangan Perseroan disusun dan diotorisasi oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 15 Maret 2013. The financial statements of the Company were prepared and authorised by the Directors to be issued on 15 March 2013. Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah seperti yang dijabarkan di bawah ini: The principal accounting policies adopted in the preparation of these financial statements are set out below: a. Dasar penyusunan laporan keuangan a. Basis of preparation of the financial statements Laporan keuangan disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan disusun berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, aset keuangan tersedia untuk dijual dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Laporan keuangan disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas. The financial statements have been prepared in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards. The financial statements have been prepared under the historical cost convention except for financial assets classified at fair value through profit or loss, available-forsale financial assets and liabilities held at fair value through profit or loss which have been measured at fair value. The financial statements are prepared under the accrual basis of accounting, except for the statements of cash flows. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 192 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/3 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Dasar penyusunan laporan keuangan (lanjutan) a. Basis of preparation of the financial statements (continued) Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan kas pada bank mencakup kas dan kas pada bank. The statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. For the purpose of the statements of cash flows, cash and cash in banks include cash and cash in banks. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang pelaporan Perseroan. Figures in the financial statements are expressed in Rupiah, which is the Company’s reporting currency. Dalam penyusunan laporan keuangan dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi nilai aset dan liabilitas dilaporkan dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan, dan jumlah pendapatan dan beban selama periode laporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula (lihat Catatan 3). The preparation of financial statements requires the use of estimates and assumptions that affects the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements, and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates (refer to Note 3). b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting policies Berikut ini adalah standar akuntansi, perubahan, dan interpretasi yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2012: The followings are accounting standards, amandments and interpretations became effective starting on 1 January 2012: - PSAK 10 (Revisi 2010) – Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing, - SFAS 10 (Revised 2010) – The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates, - PSAK 13 (Revisi 2011) – Properti Investasi, - SFAS 13 (Revised 2011) – Investment Property, - PSAK 16 (Revisi 2011) – Aset Tetap, - SFAS 16 (Revised 2011) – Fixed Assets, - PSAK 18 (Revisi 2010) – Akuntansi dan Pelaporan berdasarkan Program Manfaat Pensiun, - SFAS 18 (Revised 2010) – Accounting and Reporting by Retirement Benefits Plan, - PSAK 24 (Revisi 2010) – Imbalan Kerja, - SFAS 24 (Revised 2010) – Employee Benefits, - PSAK 26 (Revisi 2011) – Biaya Pinjaman, - SFAS 26 (Revised 2011) – Borrowings Cost, - PSAK 28 (Revisi 2012) – Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian, - SFAS 28 (Revised 2012) – Accounting for Loss Insurance Contract, - PSAK 30 (Revisi 2011) – Sewa, - SFAS 30 (Revised 2011) – Leases, - PSAK 33 (Revisi 2010) – Akuntansi untuk Pertambangan, - SFAS 33 (Revised 2010) – Accounting for General Mining, - PSAK 34 (Revisi 2010) – Kontrak Konstruksi, - SFAS 34 (Revised 2010) – Construction Contracts, - PSAK 36 (Revisi 2012) – Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa, - SFAS 36 (Revised 2012) – Accounting for Life Insurances, - PSAK 45 (Revisi 2010) – Laporan Keuangan untuk Organisasi Nirlaba, - SFAS 45 (Revised 2010) – Financial Reporting for Non-Profit Organisation, BNI Life | 2012 Annual Report 193 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/4 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting policies (continued) - PSAK 46 (Revisi 2010) – Pajak Penghasilan, - SFAS 46 (Revised 2010) – Income Taxes, - PSAK 50 (Revisi 2010) – Instrumen Keuangan: Penyajian, - SFAS 50 (Revised 2010) – Financial Instrument: Presentation, - PSAK 53 (Revisi 2010) – Pembayaran Berbasis Saham, - SFAS 53 (Revised 2010) – Share-Based Payment, - PSAK 55 (Revisi 2011) – Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, - SFAS 55 (Revised 2011) – Financial Instrument: Recognition and Measurement, - PSAK 56 (Revisi 2011) – Laba per Saham, - SFAS 56 (Revised 2011) – Earnings per Share, - PSAK 60 – Instrumen Keuangan: Pengungkapan - SFAS 60 – Financial Instruments: Disclosures - PSAK 61 (Revisi 2010) – Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah, - SFAS 61 (Revised 2010) – Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance, - PSAK 62 – Kontrak Asuransi - SFAS 62 – Insurance Contract - PSAK 63 – Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiper Inflasi, - SFAS 63 – Financial Reporting in Hyperinflationary Economies, - PSAK 64 (Revisi 2010) – Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Alam, - SFAS 64 (Revised 2010) – Exploration and Evaluation of Mineral Resources, - PSAK 109 – Akuntasi Zakat dan Infak/Sedekah, - SFAS 109 – Accounting of Zakat and Infak/Sedekah, - PPSAK 7 - Pencabutan PSAK 44 tentang Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat, - Revocation of SFAS 7 – Withdrawal of SFAS 44 on Accounting for Real Estate Development Activities, - PPSAK 8 – Pencabutan PSAK 27 tentang Akuntansi Koperasi, - Revocation of SFAS 8 – Withdrawal of SFAS 27 on Accounting for Cooperatives, - PPSAK 9 – Pencabutan PSAK 50 (Revisi 2008) tentang Pelaporan Perubahan Nilai Wajar Investasi Efek dalam Kelompok Tersedia Untuk Dijual dan ISAK 5 tentang Interpretasi Paragraf 14, - Revocation of SFAS 9 – Withdrawal of SFAS 50 (Revised 2008) on Reporting Changes in Fair Value of Securities included in Available for Sale Investment and Interpretation of SFAS 5 on Interpretation of Paragraph 14, - PPSAK 11 – Pencabutan PSAK 39 tentang Akuntansi Kerja Sama Operasi, - Revocation of SFAS 11 – Withdrawal of SFAS 39 on Accounting for Joint Operation, - ISAK 13 – Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri, - Interpretation of SFAS 13 – Hedge of Net Investment in a Foreign Operation, - ISAK 15 – Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya, - Interpretation of SFAS 15 – The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction, - ISAK 16 – Pengelolaan Jasa Konsesi, - Interpretation SFAS 16 – Services Concession Agreements, - ISAK 18 – Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi, - Interpretation of SFAS 18 – Government Assistance – No Specific Relation with the Operating Activities, - ISAK 19 – Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali pada PSAK 63, - Interpretation SFAS 19 – Applying the Restatement Approach under SFAS 63, - ISAK 20 – Pajak Penghasilan – Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya, - Interpretation of SFAS 20 – Income Taxes – Changes in the Tax Status of an Entity or its Shareholders, - ISAK 22 – Perjanjian Konsensi Jasa: Pengungkapan, - Interpretation of SFAS 22 – Service Consetion Agreement: Disclosure, - ISAK 23 – Sewa Operasi Insentif, - Interpretation of SFAS 23 – Incentive Operation Rental, - ISAK 24 – Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang Melibatkan Suatu Bentuk Legal Sewa, - Interpretation of SFAS 24 – Substance of Transaction which Involving a Rental Legal Form Evaluation, BNI Life | Laporan Tahunan 2012 194 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/5 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting policies (continued) - ISAK 25 – Hak Atas Tanah, - Interpretation of SFAS 25 – Rights of Land, - ISAK 26 – Penilaian Ulang Derivatif Melekat. - Interpretation of SFAS 26 – Re-valuation of Embedded Derivatives. Berikut ini adalah dampak atas perubahan standar akuntansi di atas yang relevan dan signifikan terhadap laporan keuangan Perseroan yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2012: Following are the impacts of the revision of accounting standard above which relevant and significant to the Company’s financial statements which effective 1 January 2012: PSAK 62: ”Kontrak Asuransi” SFAS 62: ”Insurance Contract” PSAK 62 mengatur tentang pengakuan dan pengukuran kontrak asuransi termasuk di dalamnya kewajiban untuk melakukan tes kecukupan liabilitas dan melakukan tes penurunan nilai terhadap aset reasuransi. Beberapa revisi pada standar ini yang mempunyai dampak signifikan bagi Perseroan adalah sebagai berikut: SFAS 62 regulated recognition and measurenment of insurance contract industry requirement to perform liability adequacy testing and reinsurance asset impairment testing. Several revisions which significantly impact to the Company are as follows: a. Perseroan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan mengenai pemisahan komponen deposit dari komponen asuransi dengan ketentuan sebagai berikut:  Pemisahaan disyaratkan, jika kedua kondisi berikut terpenuhi (i) Perseroan dapat mengukur komponen deposit (termasuk opsi penyerahan melekat) secara terpisah (yaitu tanpa mempertimbangkan komponen asuransi) dan (ii) kebijakan akuntansi Perseroan tidak mensyaratkan untuk mengakui seluruh hak dan kewajiban yang timbul dari komponen deposit tersebut;  Pemisahan diizinkan, tetapi tidak disyaratkan, jika Perseroan dapat mengukur komponen deposit secara terpisah, tetapi kebijakan akuntansi Perseroan mensyaratkan untuk mengakui seluruh hak dan kewajiban yang timbul dari komponen deposit, terlepas dari dasar yang digunakan untuk mengukur hak dan kewajiban tersebut; dan  Pemisahaan tidak diizinkan jika Perseroan tidak dapat mengukur komponen deposit secara terpisah. a. The Company is required to comply with the requirement on unbundling deposit component from insurance component subject to the following:  Unbundling is required if both the following conditions are met (i) the Company can measure the deposit component (including any embedded surrender options) separately (i.e. without considering the insurance component) and (ii) the Company’s accounting policies do not otherwise require it to recognise all obligations and rights arising from the deposit component;  Unbundling is permitted, but not required, if the Company can measure the deposit component separately but its accounting policies require it to recognise all obligations and rights arising from the deposit component, regardless of the basis used to measure those rights and obligations; and  Unbundling is prohibited if the Company cannot measure the deposit component separately. BNI Life | 2012 Annual Report 195 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/6 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting policies (continued) PSAK 62: ”Kontrak Asuransi” (lanjutan) SFAS 62: ”Insurance Contract” (continued) b. Perseroan diharuskan menilai pada setiap akhir periode pelaporan apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi, dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan berdasarkan kontrak asuransi. Jika penilaian tersebut menunjukkan bahwa nilai tercatat liabilitas asuransi tidak mencukupi dibandingkan dengan estimasi arus kas masa depan, maka seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi. b. The Company shall assess at each reporting date whether its recognised insurance liabilities are adequate, using current estimates of future cash flows under its insurance contract. If the assessment shows that the carrying amount of its insurance liabilities is inadequate in the light of the estimated future cash flows, the entire deficiency shall be recognised in profit or loss. c. Perseroan menampilkan nilai dari aset reasuransi. c. The Company presents the value of the reinsurance assets. Perseroan telah menerapkan PSAK 62 ini dan informasi komparatif telah disajikan kembali (lihat Catatan 4). The Company has implemented this SFAS 62 and comparative information have been restated (see Note 4). PSAK 36 (Revisi 2012): “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa” SFAS 36 (Revised 2012): “Accounting for Life Insurance contract” PSAK 36 (Revisi 2012) mengatur tentang pengakuan dan pengukuran liabilitas kontrak asuransi jiwa. SFAS 36 (Revised 2012) regulated recognition and measurement of liabilities of life insurance contract. Beberapa revisi penting pada standar ini yang relevan bagi Perseroan adalah sebagai berikut: Several notable revisions which relevant to the Company are as follows: a. Perseroan diharuskan menghitung liabilitas manfaat polis masa depan yang mencerminkan nilai kini estimasi pembayaran seluruh manfaat yang diperjanjikan termasuk seluruh opsi yang disediakan, nilai kini estimasi seluruh biaya yang dikeluarkan dan juga mempertimbangkan penerimaan premi dimasa depan. Jika Perseroan tidak memiliki data yang memadai untuk melakukan perhitungan, maka Perseroan dapat menggunakan kebijakan akuntansi sebelumnya. a. The Company is required to calculate the liability for future policy benefits that reflect the present value of estimated payments throughout the guaranteed benefits including all the embedded options available, the estimated present value of all handling costs incurred and also considering the future premium receipt. If the Company does not have sufficient data to perform the calculation, the Company can use the previous accounting policy. b. Perseroan diharuskan melakukan tes kecukupan liabilitas sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam PSAK 62: Kontrak Asuransi. Tingkat diskonto yang digunakan merupakan estimasi terbaik tingkat diskonto yang mencerminkan kondisi terkini dan risiko yang melekat pada liabilitas. b. The Company is required to perform a liability adequacy test in accordance with the requirements set out in SFAS 62: Insurance Contract. The discount rate used is the best estimate of the discount rate that reflects current conditions and the inherent risk in the liability. c. Perseroan menyajikan nilai dari aset reasuransi. c. The Company presents the value of the reinsurance assets Perseroan telah menerapkan PSAK 36 (Revisi 2012) ini dan informasi komparatif telah disajikan kembali (lihat Catatan 4). The Company has implemented this SFAS 36 (Revised 2012) and comparative information have been restated (see Note 4). BNI Life | Laporan Tahunan 2012 196 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/7 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting policies (continued) PSAK 60: “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” SFAS 60: “Financial Instruments: Disclosures” PSAK 60 mensyaratkan pengungkapan yang lebih ekstensif atas risiko keuangan apabila dibandingkan dengan PSAK 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”. Pengungkapan tersebut antara lain: SFAS 60 requires more extensive disclosure of the entity’s financial risk management compared to SFAS 50 (Revised 2010), “Financial Instruments: Presentation and Disclosures”. The requirements consist of the followings: a. Instrumen keuangan yang signifikan atas posisi keuangan dan performa entitas. Pengungkapan ini sejalan dengan PSAK 50 (Revisi 2010). a. The significance of financial instruments for an entity’s financial position and performance. These disclosures incorporate many of the requirements previously in SFAS 50 (Revised 2010). b. Informasi kualitatif dan kuantitatif atas eksposur risiko yang timbul dari instrumen keuangan, termasuk pengungkapan minimum atas risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar. Pengungkapan kualitatif menjelaskan tujuan manajemen, kebijakan dan proses untuk mengelola risiko tersebut. Pengungkapan kuantitatif menjelaskan informasi tentang batas risiko yang dihadapi entitas, berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal kepada personel manajemen kunci. b. Qualitative and quantitative information about exposure to risks arising from financial instruments, including specified minimum disclosures about credit risk, liquidity risk and market risk. The qualitative disclosures describe management’s objectives, policies and processes for managing those risks. The quantitative disclosures provide information about the extent to which the entity is exposed to risk, based on information provided internally to the entity’s key management personnel. PSAK 60 berlaku secara prospektif sejak tanggal 1 Januari 2012. Perseroan telah menerapkan PSAK 60 ini dan tidak terdapat dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan. SFAS 60 is applied prospectively since 1 January 2012. The Company has implemented this SFAS 60 and there is no significant impact to the Company’s financial statements. c. Instrumen keuangan c. Financial instruments i. Aset keuangan i. Financial assets Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; pinjaman yang diberikan dan piutang; aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. The Company classifies its financial assets in the following categories of financial assets at fair value through profit or loss; loans and receivables; held-to-maturity financial assets, and available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. BNI Life | 2012 Annual Report 197 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/8 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Instrumen keuangan (lanjutan) c. Financial instruments (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Financial assets at fair value through profit or loss Kategori ini terdiri dari dua sub-kategori: aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh Perseroan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. This category comprises two sub-categories: financial assets classified as held for trading, and financial assets designated by the Company as at fair value through profit or loss upon initial recognition. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek (short term profit taking) yang terkini. A financial asset is classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term or if it is part of a portfolio of identified financial instruments that are managed together and for which there is evidence of a recent actual pattern of short term profit taking. Instrumen keuangan yang dikelompokkan ke dalam kategori ini diakui pada nilai wajarnya pada saat pengakuan awal; biaya transaksi (jika ada) diakui secara langsung ke dalam laporan laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan instrumen keuangan ini diakui di dalam laporan laba rugi dan dicatat masing-masing sebagai “Pendapatan investasi dari obligasi” dan ”Laba investasi reksadana”. Financial instruments included in this category are recognised initially at fair value; transaction costs (if any) are taken directly to the profit or loss. Gains or losses arising from changes in fair value and sales of these financial instruments are included directly in profit or loss and are reported respectively as “Revenue from investment in bonds” and “Gain from investment on mutual funds”. Pendapatan bunga dari instrumen keuangan yang diperdagangkan termasuk di dalam “Hasil investasi neto”. Hasil investasi neto diakui berdasarkan basis akrual. Keuntungan/(kerugian) selisih kurs atas investasi dilaporkan sebagai hasil investasi neto. Interest income on financial instruments held for trading are included in “Net investment income”. Net investment income is recognised on an accrual basis. Foreign exchange gains/(losses) on investments are reported in net investment income. Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity financial assets Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perseroan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo, kecuali: a) investasi yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; b) investasi yang ditetapkan oleh Perseroan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan c) investasi yang memiliki definisi kredit yang diberikan dan piutang. Held-to-maturity investments are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Company has the positive intention and ability to hold to maturity, other than: a. those that the Company upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss; b. those that the Company designates as available for sale; and c. those that meet the definition of loans and receivables. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 198 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/9 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Instrumen keuangan (lanjutan) c. Financial instruments (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) Aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo (lanjutan) Held-to-maturity financial assets (continued) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. These are initially recognised at fair value including transaction costs (if any) and subsequently measured at amortised cost, using the effective interest method less allowance for impairment losses. Pendapatan bunga dari investasi dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada laporan laba rugi dan diakui sebagai “Pendapatan investasi dari obligasi”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat investasi dan diakui di dalam laporan posisi keuangan sebagai “Cadangan kerugian penurunan nilai atas investasi”. Interest income on held-to-maturity investments is recorded in profit or loss and reported as ”Revenue from investment in bonds”. In the case of an impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the investment and recognised in statements of financial position as ”Allowance for decline in value of an investment”. Aset keuangan tersedia untuk dijual Available-for-sale financial assets Investasi dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan untuk dimiliki untuk periode tertentu dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga, valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Available-for-sale investments are financial assets that are intended to be held for indefinite period of time, which may be sold in response to needs for liquidity or changes in interest rates, exchange rates or that are not classified as loans and receivables, held-tomaturity investments or financial assets at fair value through profit or loss. Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana keuntungan atau kerugian diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi selisih kurs, hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau rugi yang sebelumnya diakui di pendapatan komprehensif lainnya, diakui sebagai laba/rugi. Pendapatan bunga dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan keuntungan atau kerugian yang timbul akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang diklasifikasikan sebagai kelompok tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi. Available-for-sale financial assets are initially recognised at fair value, plus transaction costs (if any), and measured subsequently at fair value with gains and losses being recognised as other comprehensive income, except for impairment losses and foreign exchange gains and losses, until the financial assets is derecognised. If an available-forsale financial asset is determined to be impaired, the cumulative gain or loss previously recognised in other comprehensive income is recognised in the profit/loss. Interest income is calculated using the effective interest method, and foreign currency gains or losses on monetary assets classified as available-for-sale are recorded in profit or loss. BNI Life | 2012 Annual Report 199 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/10 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Instrumen keuangan (lanjutan) c. Financial instruments (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali: Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than:  yang dimaksudkan oleh Perseroan untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;  those that the Company intends to sell immediately or in the short team, which are classified as held for trading, and those that the entity upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss;  yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; dan  those that the Company upon initial recognition designates as available for sale; and  dalam hal Perseroan mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.  those for which the Company may not recover substantially all of its initial investment, other than because of loans and receivables deterioration. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diklasifikasi sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam pendapatan investasi. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diakui di dalam laporan posisi keuangan sebagai “Cadangan kerugian penurunan nilai”. Loans and receivables are initially recognised at fair value plus transaction costs (if any) and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method. Interest income on financial assets classified as loans and receivables is included in the investment income. In case of impairment, the impairment of loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loans and receivables and recognised in the statements of financial position as “Allowance for impairment losses”. Pengakuan Recognition Perseroan menggunakan akuntansi tanggal perdagangan untuk kontrak regular ketika mencatat transaksi aset keuangan. The Company uses trade date accounting for regular way contracts when recording financial assets transactions. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 200 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/11 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Instrumen keuangan (lanjutan) c. Financial instruments (continued) ii. Liabilitas keuangan ii. Financial liabilities Perseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. The Company classified its financial liabilities in the category of financial liabilities measured at amortised costs. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Financial liabilities at amortised costs Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika ada). Setelah pengakuan awal, Perseroan mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Financial liabilities at amortised cost are initially recognised at fair value plus transactions costs (if any). After initial recognition, the Company measures all financial liabilities at amortised cost using effective interest rate method. iii. Penghentian pengakuan iii. Derecognition Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset tersebut telah ditransfer (jika secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perseroan melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kendali yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Financial assets are derecognised when the contractual rights to receive the cash flows from these assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (that is, if substantially all the risks and rewards have not been transferred, the Company evaluates to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition). Financial liabilities are derecognised when they have been redeemed or otherwise extinguished. iv. Klasifikasi instrumen keuangan iv. Classification financial instrument Perseroan mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut: The Company classifies the financial instruments into classes that reflects the nature of information and take into account the characteristic of those financial instruments. The classification can be seen in the table below: BNI Life | 2012 Annual Report 201 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/12 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Instrumen keuangan (lanjutan) c. Financial instruments (continued) iv. Klasifikasi instrumen keuangan (lanjutan) iv. Classification financial instrument (continued) Kategori yang didefinisikan oleh PSAK 55 (Revisi 2011)/ Category as defined by SFAS 55 (Revised 2011) Golongan (ditentukan oleh Perseroan)/ Class (as determined by the Company) Sub-golongan/ Sub-classes Aset keuangan/Financial assets Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/Financial assets at fair value through profit or loss Efek-efek/Marketable securities Obligasi/Bonds Saham/Stocks Reksa dana/Mutual funds Aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo/Held-tomaturity financial asset Dana jaminan/Statutory funds Efek-efek/Marketable securities Obligasi/Bonds Aset keuangan yang tersedia untuk dijual/ Available-for-sale financial asset Efek-efek/Marketable securities Obligasi/Bonds Penyertaan saham/Investment in shares of stock Pinjaman yang diberikan dan piutang/Loans and receivables Kas dan kas pada bank / Cash and cash in banks Piutang premi/Premium receivables Piutang reasuransi/Reinsurance receivables Piutang hasil investasi/Investment income receivables Piutang lain-lain/Other receivables Piutang kelebihan klaim kesehatan/Excess health of claim receivables, net Piutang karyawan/ Loan to employees Piutang koasuransi/ Coinsurance receivables Piutang kepada manajer investasi/ Receivable to investment manager Dana jaminan/Statutory funds Deposito berjangka/Time deposits Pinjaman pemegang polis/Loan to policyholders Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi/ Financial liabilities at amortised cost Akrual /Accrued expenses Utang lain-lain/Other payables Utang premi koinsuransi/ Coinsurance premium payables Uang muka dari pemegang polis perusahaan/advance from corporate policyholders Utang komisi/Commission payables Utang reasuransi/Reinsurance payables Titipan premi/Premium deposits Utang klaim/Claim payables Utang sewa pembiayaan/Lease payables v. Saling hapus instrumen keuangan v. Off-setting financial instruments Aset dan liabilitas keuangan saling hapus buku dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Financial assets and liabilities are offset and the net amount reported in the statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis or realise the asset and settle the liability simultaneously. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 202 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/13 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Instrumen keuangan (lanjutan) c. Financial instruments (continued) vi. Penurunan nilai dari aset keuangan vi. Impairment of financial assets Pada setiap tanggal pelaporan keuangan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. The Company assesses at each reporting date whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. A financial assets or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a “loss event”) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated. vii. Penentuan nilai wajar vii. Determination of fair value Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar yang aktif ditentukan berdasarkan kuotasi pasar aktif dari sumber yang dapat dipercaya pada tanggal laporan posisi keuangan. Kuotasi pasar aktif ini termasuk yang berasal dari Interdealer Market Association (“IDMA”) atau harga kuotasi broker (broker’s quoted price) dari Bloomberg. The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on quoted market prices at the statement of financial position date from credible sources. This includes IDMA’s (Interdealer Market Association) quoted market prices or broker’s quoted price from Bloomberg. Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi pasar aktif, jika harga kuotasi tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service or regulatory agency), dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat selisih yang besar antara harga penawaran dan permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi terkini. A financial instrument is regarded as quoted in an active market if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer, broker, industry group, pricing service or regulatory agency, and those prices represent actual and regularly occurring market transactions on an arm’s length basis. If the above criteria are not met, the market is regarded as being inactive. Indications that a market is inactive are when there is a wide bid-offer spread or significant increase in the bid-offer spread or there are few recent transactions. Untuk instrumen keuangan yang tidak mempunyai kuotasi harga pasar, estimasi yang wajar ditetapkan dengan mengacu pada nilai pasar terkini instrumen keuangan lain yang secara substansi memiliki karateristik yang sama atau dihitung berdasarkan arus kas estimasian terhadap aset bersih instrumen keuangan tersebut. For financial instruments with no quoted market price, a reasonable estimate of the fair value is determined by reference to the current market value of another instrument which substantially have the same characteristic or calculated based on the expected cash flows of the underlying net asset base of the financial instruments. Reksa dana dinyatakan pada nilai pasar berdasarkan nilai aset bersih pada tanggal laporan posisi keuangan. Nilai pasar yang digunakan Perseroan untuk aset keuangan yang dimiliki adalah harga penawaran (bid price). Mutual fund are stated at market value in accordance with the net value of assets of the mutual fund at the statement of financial position date. The quoted market price used for financial assets held by the Company is the bid price. BNI Life | 2012 Annual Report 203 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/14 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Akuntansi transaksi syariah d. Accounting for sharia transactions i. Dana peserta i. Participants’ fund Dana peserta merupakan seluruh dana yang meliputi dana investasi dan dana tabarru. Dana tabarru merupakan cadangan yang dibentuk dari donasi, hasil investasi, akumulasi cadangan surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kembali ke dana tabarru. Seluruh hasil investasi dari dana tabarru didistribusikan kembali sebagai penambah dana tabarru, atau sebagian hasil investasi didistribusikan menjadi dana tabarru, dan sisanya didistribusikan untuk peserta dan/atau Perseroan sesuai dengan akad yang disepakati. Participants’s funds represent all funds that consist of investment funds and tabarru funds. Tabarru fund represents reserves held from donation, investment income, accumulated underwriting surplus tabarru fund that were redistributed to tabarru fund. All investment income from tabarru fund are redistributed as additions to tabarru fund or part of investment income are redistributed to tabarru fund and the remaining are distributed to participants and/or to the Company based the agreement (“akad”). Kontribusi dari peserta diakui sebagai bagian dari dana tabarru dalam dana peserta. Bagian pembayaran peserta untuk investasi diakui sebagai dana syirkah temporer jika menggunakan akad mudharabah atau mudharabah musyarakah, dan liabilitas jika menggunakan akad wakalah. Contributions from participants are recognised as part of tabarru fund in the participants’ funds. Part of participants payment for investments are recognised as syirkah temporer fund if using akad mudharabah or mudharabah musyarakah, and liabilities if using akad wakalah. Pada saat Perseroan menyalurkan dana investasi yang menggunakan akad wakalah, Perseroan mencatat mengurangi liabilitas dan melaporkan penyaluran tersebut dalam laporan perubahan dana investasi terikat wakalah. When the Company distributes the investment funds using akad wakalah, the company recorded as deduction from the liabilities and reported the distribution in the statements of changes in restricted wakalah investment fund. Dana syirkah temporer dan dana tabarru disajikan sebagai dana peserta yang terpisah dari liabilitas dan ekuitas dalam laporan posisi keuangan. Syirkah temporer fund and tabarru fund are presented as participants’ fund and separated from liabilities and equity in the statement of financial position. Cadangan dana tabarru disajikan pada laporan perubahan dana tabarru. Tabarru fund reserve is presented in the statement of changes in tabarru fund. Bagian surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada peserta dan Perseroan diakui sebagai pengurang surplus dalam laporan perubahan dana tabarru. Part of underwriting surplus tabarru fund which is distributed to participants and the Company is recognised as deduction from the surplus in the statement of changes in tabarru fund. Surplus underwriting dana tabarru yang diterima oleh Perseroan diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi komprehensif, dan surplus underwriting dana tabarru yang didistribusikan kepada peserta diakui sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan. Underwriting surplus tabarru fund which is received by the Company is recognised as income in the statement of comprehensive income, and underwriting surplus tabarru fund which is distributed to participants is recognised as liabilities in the statement of financial position. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 204 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/15 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Akuntansi transaksi syariah (lanjutan) d. Accounting for sharia transactions (continued) ii. Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak ii. Unearned contributions provisions Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak meliputi penyisihan teknis dan kontribusi yang belum menjadi hak. Penyisihan teknis merupakan jumlah penyisihan untuk memenuhi risiko yang timbul pada periode mendatang dan diakui sebagai liabilitas. Penyisihan kontribusi ini dihitung dengan menggunakan rumus tertentu oleh aktuaris Perseroan atau aktuaris independen yang terdaftar. Sedangkan, kontribusi yang belum menjadi hak dihitung secara agregat sekurangkurangnya 40% dari kontribusi tanggungan sendiri untuk pertanggungan dengan masa kurang dari satu bulan dan 10% dari kontribusi tanggungan sendiri untuk pertanggungan dengan masa kurang dari satu bulan. Perubahan penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak diakui sebagai bagian dari akun ”Dana Peserta” pada laporan posisi keuangan. Unearned contributions provisions represent technical reserves and unearned contributions. Technical reserves represent amount provided for such risks arise in the future periods and recognised as liabilities. These contributions provisions are computed based on a certain formula by the Company’s actuary or registered independent actuary. Meanwhile, unearned contributions is computed for each policy insured on an aggregate basis at minimum 40% of net contributions written for the insurance period of less than one month and 10% of net contribution written for the insurance period of less than one month. Changes of unearned contributions provisions are recognised as part of “Participants’ Fund” account in the statement of financial position. iii. Beban klaim dan manfaat iii. Claims and benefit expenses Klaim dan manfaat terdiri dari klaim yang telah diselesaikan, klaim dalam proses penyelesaian, dan estimasi atas klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan (IBNR). Klaim dan manfaat diakui sebagai pengurang dana tabarru apabila liabilitas klaim telah terjadi. Penerimaan klaim dari Perseroan reasuransi diakui dan dicatat sebagai tambahan dana tabarru di periode yang sama dengan pengakuan klaim. Claims and benefits consist of settled claims, claims that are still in process of completion and estimated of claims incurred but not yet reported (IBNR). Claims and benefits are recognised as a deduction from tabarru fund when the liabilities to cover claims are incurred. Claim recoveries from reinsurance companies are recognised and recorded as an addition to tabarru fund consistent in the same period with the claim recognition. Jumlah klaim masih dalam proses, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, dicatat sebesar nilai estimasian yang ditetapkan berdasarkan perhitungan teknis oleh aktuaris. Perubahan estimasi liabilitas klaim sebagai akibat evaluasi lanjutan dan perbedaan antara estimasi klaim dan jumlah klaim dibayar diakui sebagai tambahan atau pengurang dana tabarru di periode yang sama dengan perubahan tersebut terjadi. Total claims in process, including claims incurred but not yet reported, are stated at estimated amounts determined based on the actuarial technical insurance calculations. Changes in estimated claims liabilities as a result of further evaluation and the difference between estimated claims and paid claims are recognised as addition to or deduction from tabarru fund in the period the changes occurred. BNI Life | 2012 Annual Report 205 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/16 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Penjabaran mata uang asing e. Foreign currency translation Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Transactions denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the transactions. At the statements of financial position date, monetary assets and liabilities in foreign currencies are translated into Rupiah at the exchange rates prevailing at statement of financial position date. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui pada laporan laba rugi. Exchange gains and losses arising from transactions in foreign currency and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognised in the profit or loss. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, kurs nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia dan masing-masing adalah Rp 9.670 dan Rp 9.068 untuk 1 Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”). As at 31 December 2012 and 2011, the exchange rate used are the Bank Indonesia middle rate of Rp 9,670 and Rp 9,068, respectively, for 1 United States Dollar (“USD”). f. Kontrak asuransi f. Insurance contract Perseroan menerbitkan kontrak yang mentransfer risiko asuransi atau risiko keuangan atau yang mengandung keduanya. Perseroan mendefinisikan risiko yang signifikan sebagai kemungkinan membayar manfaat pada saat terjadinya suatu kejadian yang diasuransikan, yang setidaknya 5% lebih dari utang manfaat jika kejadian yang diasuransikan tidak terjadi. The Company issues contracts that transfer insurance risk or financial risk or both.The Company defines as significant insurance risk the possibility of having to pay benefits on the occurence of an insured event that are at least 5% more than the benefits payable if the insured event did not occur. Kontrak asuransi adalah kontrak yang mentransfer risiko asuransi yang signifikan. Kontrak tersebut juga mentransfer risiko keuangan. Risiko asuransi yang signifikan didefinisikan sebagai kemungkinan membayar lebih signifikan dalam skenario dimana kejadian yang diasuransikan terjadi, daripada dalam skenario dimana kejadian yang diasuransikan tidak terjadi. Skenario-skenario tersebut adalah skenario yang mengandung unsur komersial. Insurance contracts are those contracts that transfer significant insurance risk. These contracts may also transfer financial risk. Significant insurance risk is defined as the possibility of paying significantly more in a scenario where the insured event occurs than in a scenario in which it does not. Scenarios considered are those with commercial substance. Kontrak investasi adalah kontrak yang tidak mengandung risiko asuransi yang signifikan. Investment contracts are those contracts without significant insurance risk. Ketika sebuah kontrak telah diklasifikasi sebagai kontrak asuransi, reklasifikasi terhadap kontrak tersebut tidak dapat dilakukan kecuali ketentuan perjanjian kemudian diamandemen. Once a contract has been classified as an insurance contract, no reclassification is subsequently performed unless the terms of the agreement are later amended. Produk-produk dari Perseroan dibagi berdasarkan kategori utama sebagai berikut: The Company’s products may be divided into the following main categories: BNI Life | Laporan Tahunan 2012 206 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/17 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Tipe polis/Policy type Deskripsi manfaat/ Description of benefits Liabilitas kontrak asuransi/ Insurance contract liabilities Liabilitas kontrak investasi/ Investment contract liabilities Produk Tradisional/ Traditional Products Produk yang memberikan perlindungan untuk menutupi risiko kematian, kecelakaan, penyakit kritis, dan kesehatan dari pemegang polis. Jumlah uang pertanggungan akan dibayarkan pada saat terjadinya risiko yang ditanggung/ Products which provide protection to cover the risk of death, accident, critical illness, and health of the insured. The basic sum insured will be paid upon the occurance of the risks covered. Merupakan kontrak asuransi karena manfaat dasar yang akan dibayarkan lebih dari 5% atau bahkan 10% dari polis tahun pertama/ This product is an insurance contract because the basic of benefits that will be paid are more than 5% or even 10% from the first year policy Tidak relevan dikarenakan kontrak ini pada umumnya mengandung risiko asuransi yang signifikan/ Not applicable, as this contract is generally contain significant insurance risk. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi/ Investment links insurance products Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi ini adalah produk unit link atau produk link/ Investment links insurance products are unit-linked or link products. Produk yang memberikan manfaat untuk risiko kematian dari uang pertanggungan dan akumulasi nilai tunai yang berasal dari pengembangan premi yang dibayar/ Products which provide benefit to cover the risk of death, from sum insured and accumulated cash value from investment yield from paid premium. Nilai dana investasi akan dihitung berdasarkan tingkat pengembalian investasi yang diterima dari aset dasar tergantung dari tipe fund yang dipilih oleh pemegang polis/ The investment fund value will be measured based on the yield of return from the underlying assets depend on the fund type which is chosen by the policyholders. Merupakan kontrak asuransi karena manfaat dasar yang akan dibayarkan lebih dari 5% atau bahkan 10% dari polis tahun pertama/ This product is an insurance contract because the basic of benefits that will be paid are more than 5% or even 10% from the first year policy Tidak relevan dikarenakan kontrak ini pada umumnya mengandung risiko asuransi yang signifikan/ Not applicable as such contracts generally contain significant insurance risk. Perseroan memisahkan komponen deposit dari kontrak unit link seperti yang syaratkan oleh PSAK 62 jika kondisi-kondisi dibawah ini terpenuhi: - Perseroan dapat mengukur komponen “deposit” secara terpisah (termasuk opsi penyerahan melekat, yaitu tanpa memperhitungkan komponen “asuransi”); dan - Kebijakan akuntansi Perseroan tidak mensyaratkan untuk mengakui semua hak dan kewajiban yang timbul dari komponen “deposit”. The Company unbundles the deposit component of unit-linked contract as required by PSAK 62 when both the following conditions are met: - The Company can measure separately the “deposit” component (including any embedded surrender option, i.e. without taking into account the “insurance” component); and - The Company’s accounting policies do not otherwise require to recognise all obligations and rights arising from the “deposit” component. Tidak ada kondisi-kondisi yang disebutkan di atas terjadi di Perseroan. Sehingga, sesuai dengan ketentuan PSAK 62, Perseroan tetap mengadopsi prinsip-prinsip yang telah diterapkan sebelumnya oleh Perseroan terkait kontrak unit link. No such conditions currently exist within the Company. In accordance with PSAK 62, the Company continues to use the accounting principles previously applied by the Company related to unit-linked contract. BNI Life | 2012 Annual Report 207 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/19 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Reasuransi Reinsurance Perseroan mereasuransikan sebagian porsi risikonya kepada Perseroan reasuradur. Jumlah premi yang dibayar atau porsi premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sesuai dengan proporsi jumlah proteksi reasuransi yang diterima. The Company reinsures a portion of its risk with reinsurance companies. The amount of premium paid or portion of premium from prospective reinsurance transactions is recognised over the reinsurance contract in proportion with the protection received. Aset reasuransi termasuk saldo yang diharapkan dibayarkan oleh Perseroan reasuransi untuk ceded liabilitas manfaat polis masa depan, ceded estimasi liabilitas klaim, dan ceded premi yang belum merupakan pendapatan. Jumlah manfaat yang ditanggung oleh reasuradur diperkirakan secara konsisten sesuai dengan liabilitas yang terkait dengan polis reasuransi. Reinsurance assets include balances expected to be recovered from reinsurance companies for ceded liabilities for future policy benefits, ceded estimated claim liabilities and ceded unearned premiums. Amounts recoverable from reinsurers are estimated in a manner consistent with the liability associated with the reinsured policy. Sebagai bagian dari implementasi PSAK 36 (Revisi 2012), Perseroan menyajikan aset reasuransi secara terpisah sebagai aset atas liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim. Sebelumnya liabilitas asuransi yang mencakup liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim dicatat secara bersih setelah porsi aset reasuransi (porsi sendiri). As part of the implementation of PSAK 36 (Revised 2012), the Company present separately reinsurance assets as assets of liabilities for future policy benefits, unearned premiums and estimated claim liabilities. Prior to this, insurance liabilities that include liabilities for future policy benefits, unearned premiums and estimated claim liabilities are presented net of reinsurance portion (own retention). Jika aset reasuransi mengalami penurunan nilai, Perseroan mengurangi nilai tercatat dan mengakui kerugian penurunan nilai tersebut dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset reasuransi mengalami penurunan nilai jika ada bukti obyektif, sebagai akibat dari suatu peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset reasuransi, bahwa Perseroan tidak dapat menerima seluruh jumlah di bawah syaratsyarat kontrak, dan dampak pada jumlah yang akan diterima dari reasuradur dapat diukur secara andal. If a reinsurance asset is impaired, the Company reduces the carrying amount accordingly and recognises that impairment loss in the statements of income. A reinsurance asset is impaired if there is objective evidence, as a result of an event that occurred after initial recognition of the reinsurance asset, that the Company may not receive all amounts due to it under the terms of the contract, and the impact on the amounts that the Company will receive from the reinsurer can be reliably measured. Klaim dan manfaat polis Claims and policy benefits Klaim dan manfaat polis terdiri dari klaim yang telah diselesaikan, klaim dalam proses penyelesaian dan estimasi atas klaim yang telah terjadi namun belum dilaporkan (IBNR). Klaim dan manfaat polis diakui sebagai beban pada saat terjadinya liabilitas untuk memberikan proteksi. Klaim reasuransi yang diperoleh dari Perseroan reasuradur diakui dan dicatat sebagai pengurang klaim dan manfaat polis pada periode yang sama dengan periode pengakuan klaim dan manfaat polis. Claims and policy benefits consist of settled claims, claims that are still in process of completion and estimated of claims incurred but not yet reported (IBNR). Claims and policy benefits are recognised as expenses when the liabilities to cover claims are incurred. Reinsurance claims recoveries from reinsurance companies are recognised and recorded as deduction from claims and policy benefits consistent in the same period with the claims and policys benefits recognition. PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/18 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Pengujian kecukupan liabilitas Liability adequacy tests Pengujian kecukupan liabilitas dilakukan pada tanggal pelaporan untuk kontrak secara individual ataupun per kelompok produk, ditentukan sesuai dengan cara Perseroan memperoleh, memelihara dan mengukur profitabilitas dari kontrak asuransi tersebut. Liability adequacy testing is performed at reporting date for contract individually or group of products determined in accordance with the Company’s manner of acquiring, servicing and measuring the profitability of its insurance contracts. Untuk asuransi jiwa, liabilitas kepada pemegang polis khususnya kewajiban untuk klaim masa depan diuji untuk menentukan apakah liabilitas tersebut cukup untuk menutupi semua arus kas keluar di masa depan termasuk semua manfaat yang dijamin dan manfaat tambahan yang dijamin, manfaat partisipasi yang tidak dijamin (jika ada), semua biaya untuk penerbitan polis dan pemeliharaan polis, serta mencerminkan arus kas masuk masa depan, yaitu premi yang diterima di masa depan. Liabilitas dihitung berdasarkan diskonto dari arus kas untuk semua arus kas yang terkait yaitu arus kas keluar dan arus kas masuk seperti yang disebutkan di atas dengan menggunakan seperangkat asumsi aktuaria estimasi terbaik yang ditetapkan oleh aktuaris Perseroan atau aktuaris independen yang terdaftar, termasuk asumsi tingkat diskonto, mortalitas/morbiditas, lapse, biaya dan inflasi. For life insurance, the liabilities to policyholder in particular the liabilities for future claim is tested to determine whether they are sufficient to cover all related future cash out flow include all benefit guaranteed and guaranteed embedded additional benefit, non guaranteed participation benefit feature (if any), all the expense for policies issuance and maintaining the policies, as well as reflecting the future cash inflow, i.e. premium receipt in the future. The liabilities are calculated based on discounted cash flow basis for all related cash flow i.e. both of cash outflow and cash inflow as mentioned above using a set of best estimate actuarial assumptions which is set by the Company’s actuary or registered independent actuary, include discount rate assumptions, mortality/morbidity assumptions, lapse assumptions, expense assumptions and inflation assumptions. Pengakuan pendapatan premi Premium income recognition Pendapatan premi kontrak jangka pendek diakui sebagai pendapatan selama periode risiko sesuai dengan proporsi jumlah proteksi asuransi yang diberikan. Pendapatan premi kontrak jangka panjang diakui sebagai pendapatan pada saat polis jatuh tempo. Premium received from short duration insurance contracts is recognised as revenue over the period of risk coverage in proportion to the amounts of insurance protection provided. Premiums from long duration contracts are recognised as revenue when the policy is due. Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung secara agregat sekurang-kurangnya 40% dari premi neto untuk pertanggungan dengan masa lebih dari satu bulan dan 10% dari premi neto untuk pertanggungan dengan masa kurang dari satu bulan. Premi yang belum merupakan pendapatan diterapkan terhadap premi yang mempunyai risiko (asuransi jangka warsa, kecelakaan diri, dan kesehatan). Kenaikan (penurunan) premi yang belum merupakan pendapatan diakui dalam laporan keuangan tahun berjalan. Pendapatan premi yang diterima sebelum jatuh tempo polis dicatat sebagai titipan premi di laporan posisi keuangan. Ujrah/fee yang diterima oleh Perseroan diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi. Unearned premium is computed for each policy insurance on an aggregate basis at a minimum 40% of net premiums for the insurance period of more than one month and 10% of net premiums for the insurance period of less than one month.. Unearned premiums only apply for yearly renewable term which have risk component only (term life, personal accident, and health insurance). Increase (decrease) in unearned premiums is recognised in the current year’s statement of income. Premiums received before the due date of the respective policies are reported as premium deposits in the statement of financial position. Ujrah/fee received by the Company is recognised as income in the statement of income. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 208 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/19 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Reasuransi Reinsurance Perseroan mereasuransikan sebagian porsi risikonya kepada Perseroan reasuradur. Jumlah premi yang dibayar atau porsi premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sesuai dengan proporsi jumlah proteksi reasuransi yang diterima. The Company reinsures a portion of its risk with reinsurance companies. The amount of premium paid or portion of premium from prospective reinsurance transactions is recognised over the reinsurance contract in proportion with the protection received. Aset reasuransi termasuk saldo yang diharapkan dibayarkan oleh Perseroan reasuransi untuk ceded liabilitas manfaat polis masa depan, ceded estimasi liabilitas klaim, dan ceded premi yang belum merupakan pendapatan. Jumlah manfaat yang ditanggung oleh reasuradur diperkirakan secara konsisten sesuai dengan liabilitas yang terkait dengan polis reasuransi. Reinsurance assets include balances expected to be recovered from reinsurance companies for ceded liabilities for future policy benefits, ceded estimated claim liabilities and ceded unearned premiums. Amounts recoverable from reinsurers are estimated in a manner consistent with the liability associated with the reinsured policy. Sebagai bagian dari implementasi PSAK 36 (Revisi 2012), Perseroan menyajikan aset reasuransi secara terpisah sebagai aset atas liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim. Sebelumnya liabilitas asuransi yang mencakup liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim dicatat secara bersih setelah porsi aset reasuransi (porsi sendiri). As part of the implementation of PSAK 36 (Revised 2012), the Company present separately reinsurance assets as assets of liabilities for future policy benefits, unearned premiums and estimated claim liabilities. Prior to this, insurance liabilities that include liabilities for future policy benefits, unearned premiums and estimated claim liabilities are presented net of reinsurance portion (own retention). Jika aset reasuransi mengalami penurunan nilai, Perseroan mengurangi nilai tercatat dan mengakui kerugian penurunan nilai tersebut dalam laporan laba rugi komprehensif. Aset reasuransi mengalami penurunan nilai jika ada bukti obyektif, sebagai akibat dari suatu peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset reasuransi, bahwa Perseroan tidak dapat menerima seluruh jumlah di bawah syaratsyarat kontrak, dan dampak pada jumlah yang akan diterima dari reasuradur dapat diukur secara andal. If a reinsurance asset is impaired, the Company reduces the carrying amount accordingly and recognises that impairment loss in the statements of income. A reinsurance asset is impaired if there is objective evidence, as a result of an event that occurred after initial recognition of the reinsurance asset, that the Company may not receive all amounts due to it under the terms of the contract, and the impact on the amounts that the Company will receive from the reinsurer can be reliably measured. Klaim dan manfaat polis Claims and policy benefits Klaim dan manfaat polis terdiri dari klaim yang telah diselesaikan, klaim dalam proses penyelesaian dan estimasi atas klaim yang telah terjadi namun belum dilaporkan (IBNR). Klaim dan manfaat polis diakui sebagai beban pada saat terjadinya liabilitas untuk memberikan proteksi. Klaim reasuransi yang diperoleh dari Perseroan reasuradur diakui dan dicatat sebagai pengurang klaim dan manfaat polis pada periode yang sama dengan periode pengakuan klaim dan manfaat polis. Claims and policy benefits consist of settled claims, claims that are still in process of completion and estimated of claims incurred but not yet reported (IBNR). Claims and policy benefits are recognised as expenses when the liabilities to cover claims are incurred. Reinsurance claims recoveries from reinsurance companies are recognised and recorded as deduction from claims and policy benefits consistent in the same period with the claims and policys benefits recognition. BNI Life | 2012 Annual Report 209 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/21 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Klaim dan manfaat polis (lanjutan) Claims and policy benefits (continued) Penerimaan dana dari nasabah untuk produk unit link diakui sebagai liabilitas manfaat polis masa depan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang diterima setelah dikurangi bagian fee untuk Perseroan dalam rangka mengelola pendapatan dari produk unit link. Funds received from customers for unit-linked products is recognised as liabilities for future policy benefits in the statements of financial position for the amount received net of the portion representing the Company’s fees in managing the unit-linked product revenue. g. Investasi g. Investments Dana jaminan dan deposito berjangka dicatat sebesar nilai nominal. Statutory funds and time deposits are stated at nominal value. Efek-efek terdiri dari obligasi, saham dan reksa dana. Efek-efek diklasifikasikan atas dasar tujuan investasi atau intensi dari manajemen Perseroan. Marketable securities consist of bonds, shares and mutual funds. Marketable securities are classified based on management’s purpose or intention of maintaining such investments. Investasi dalam bentuk penyertaan saham dimana Perseroan memiliki pemilikan kurang dari 20% diklasifikasikan sebagai investasi tersedia untuk dijual dan dicatat berdasarkan biaya perolehan karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal dan disesuaikan dengan penurunan permanen, jika ada. Investment in shares of stock in which the Company has ownership interest less than 20% are classified as available-for-sale investment and accounted for using the cost method since fair value can not be reliably measured and adjusted for permanent impairment, if any. Efek-efek diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi terkait. Marketable securities are classified as financial assets at fair value through profit or loss financial assets held-to-maturity and available for sale financial assets. See Note 2c for the related accounting policies. h. Beban dibayar dimuka h. Prepaid expenses Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortised over the periods of benefit using the straight line method. i. Aset tetap i. Fixed assets Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali tanah yang dinyatakan pada biaya perolehan. Biaya akuisisi meliputi semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan aset tersebut. Kecuali tanah, aset tetap didepresiasi menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaat ekonomis dari aset tetap tersebut sebagai berikut: Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation, except for land which is stated at cost. Acquisition cost covers expenditures that is directly attributable to the acquisitions of the assets. Except for land, fixed assets are depreciated using the straight line method over the estimated useful lives of the assets as follows: Tahun/Years Bangunan 20 Buildings Kendaraan 3-8 Vehicles Perabot kantor 1-5 Office furniture and fixtures Peralatan kantor 4-5 Office equipment Perlengkapan kantor 5 Office supplies PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/20 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Klaim dan manfaat polis (lanjutan) Claims and policy benefits (continued) Total klaim dalam penyelesaian, termasuk klaim yang telah terjadi namun belum dilaporkan, dinyatakan berdasarkan estimasi menggunakan teknik perhitungan teknis oleh aktuaris yang dilaporkan sebagai bagian dari ”Estimasi liabilitas klaim”. Perubahan dalam estimasi liabilitas klaim, sebagai hasil dari evaluasi lebih lanjut dan perbedaan antara estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui sebagai biaya tambahan atau pengurang biaya pada periode terjadinya perubahan. Liabilitas manfaat polis masa depan Liabilitas manfaat polis masa depan merupakan nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang akan dibayarkan kepada pemegang polis atau ahli warisnya dikurangi dengan nilai sekarang dari estimasi premi masa depan yang akan diterima dari pemegang polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi. Liabilitas manfaat polis masa depan ditentukan dan dihitung dengan menggunakan rumus tertentu oleh aktuaris Perseroan atau aktuaris independen yang terdaftar. Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Total claims in process, including claims incurred but not yet reported, are stated at estimated amounts determined based on the actuarial technical insurance calculations which is reported as part of “Estimated claim liabilities” in the statements of financial position. Changes in estimated claim liabilities as a result of further evaluation and the difference between estimated claims and paid claims are recognised as addition to or deduction from expenses in the period the changes occurred Liabilities for future policy benefits The liabilities for future policy benefits represent the present value of estimated future policy benefits to be paid to policyholders or their heirs less present value of estimated future premiums to be received from the policyholders and recognised consistenly with the recognition of premium income.The liabilities for future policy benefits are determined and computed based on certain formula by the Company’s actuary or registered independent actuary. Increase (decrease) for future policy benefits is recognised in the current year’s statement of income. Untuk produk unit link, liabilitas kepada pemegang unit link diakui pada saat penerimaan dana dikonversi menjadi unit setelah dikurangi biaya-biaya dan akan bertambah atau berkurang sesuai dengan nilai aset bersih efektif yang berlaku. For unit-linked products, the liability to unit-linked policyholders is recognised at the time the funds received are converted into units, net of related expenses and will increase or decrease in accordance with effective net asset value. Penerimaan dana dari nasabah untuk produk unit link non syariah dilaporkan sebagai pendapatan premi bruto dalam laporan laba rugi. Liabilitas kepada pemegang polis unit link diakui di laporan posisi keuangan yang termasuk di dalam liabilitas manfaat polis masa depan sebesar jumlah yang diterima setelah dikurangi dengan bagian premi yang merupakan pendapatan Perseroan, disertai dengan pengakuan kenaikan liabilitas kepada pemegang polis unit link di laporan laba rugi. Funds received from customers for non-sharia unit-linked products are reported as gross premiums in the statement of income. Liabilities to unit-linked policyholders are recognised in the statements of financial position which is included in the liabilities for future policy benefits for the amount received net of the portion of premium representing the Company’s revenue, with corresponding statement of income recognition for the increase in liabilities to unit-linked policyholders. Setiap bunga, keuntungan atau kerugian dari kenaikan atau penurunan nilai pasar investasi dicatat sebagai pendapatan atau beban, disertai dengan pengakuan kenaikan atau penurunan liabilitas manfaat polis masa depan di laporan laba rugi dan liabilitas manfaat polis masa depan di laporan posisi keuangan. Any interest, gain or loss due to increases or decreases in market value of investments are recorded as income or expense, with a corresponding recognition of increase or decrease liabilities for future poicy benefits in the statement of income and liabilities for future policy benefits in the statement of financial position. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 210 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/21 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kontrak asuransi (lanjutan) f. Insurance contract (continued) Klaim dan manfaat polis (lanjutan) Claims and policy benefits (continued) Penerimaan dana dari nasabah untuk produk unit link diakui sebagai liabilitas manfaat polis masa depan di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang diterima setelah dikurangi bagian fee untuk Perseroan dalam rangka mengelola pendapatan dari produk unit link. Funds received from customers for unit-linked products is recognised as liabilities for future policy benefits in the statements of financial position for the amount received net of the portion representing the Company’s fees in managing the unit-linked product revenue. g. Investasi g. Investments Dana jaminan dan deposito berjangka dicatat sebesar nilai nominal. Statutory funds and time deposits are stated at nominal value. Efek-efek terdiri dari obligasi, saham dan reksa dana. Efek-efek diklasifikasikan atas dasar tujuan investasi atau intensi dari manajemen Perseroan. Marketable securities consist of bonds, shares and mutual funds. Marketable securities are classified based on management’s purpose or intention of maintaining such investments. Investasi dalam bentuk penyertaan saham dimana Perseroan memiliki pemilikan kurang dari 20% diklasifikasikan sebagai investasi tersedia untuk dijual dan dicatat berdasarkan biaya perolehan karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal dan disesuaikan dengan penurunan permanen, jika ada. Investment in shares of stock in which the Company has ownership interest less than 20% are classified as available-for-sale investment and accounted for using the cost method since fair value can not be reliably measured and adjusted for permanent impairment, if any. Efek-efek diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi terkait. Marketable securities are classified as financial assets at fair value through profit or loss financial assets held-to-maturity and available for sale financial assets. See Note 2c for the related accounting policies. h. Beban dibayar dimuka h. Prepaid expenses Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortised over the periods of benefit using the straight line method. i. Aset tetap i. Fixed assets Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali tanah yang dinyatakan pada biaya perolehan. Biaya akuisisi meliputi semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan aset tersebut. Kecuali tanah, aset tetap didepresiasi menggunakan metode garis lurus selama taksiran masa manfaat ekonomis dari aset tetap tersebut sebagai berikut: Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation, except for land which is stated at cost. Acquisition cost covers expenditures that is directly attributable to the acquisitions of the assets. Except for land, fixed assets are depreciated using the straight line method over the estimated useful lives of the assets as follows: Tahun/Years Bangunan 20 Buildings Kendaraan 3-8 Vehicles Perabot kantor 1-5 Office furniture and fixtures Peralatan kantor 4-5 Office equipment Perlengkapan kantor 5 Office supplies BNI Life | 2012 Annual Report 211 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/22 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) i. Aset tetap (lanjutan) i. Fixed assets (continued) Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke laporan laba rugi di periode yang sama pada saat terjadinya. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat aset dikapitalisasi dan disusutkan. Repair and maintenance expenses are charged to profit or loss during the financial period in which they are incurred. Expenditure which extends the useful lives of the assets or provides further economic benefits are capitalised and depreciated. Apabila aset tetap dihentikan penggunaannya atau dijual, harga perolehan dan akumulasi depresiasi yang terkait dengan aset tetap tersebut dihentikan pengakuannya dari laporan keuangan dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi. When fixed assets are retired or otherwise disposed of, their costs and the related accumulated depreciation are eliminated from the financial statements and any resulting gains or losses are recognised is profit or loss. Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali, dengan menggunakan nilai tertinggi antara harga jual neto dengan nilai pakai. When the carrying amount of an asset is greater than its estimated recoverable amount, it is written down immediately to its recoverable amount, which is determined based on the higher of net selling price or value in use. Berdasarkan PSAK 16 (Revisi 2007), Perseroan memilih menggunakan metode biaya. Under SFAS 16 (revised 2007), the Company has chosen the cost model. j. Sewa j. Leasing Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Leases are classified as finance lease whenever the terms of the lease transfer substantially all the risk and rewards of ownership to the lessee. All other leases are classified as operating leases. Sebagai lessee As lessee Aset pada sewa pembiayaan dicatat pada awal masa sewa sebesar nilai wajar aset sewaan Perseroan yang ditentukan pada awal kontrak atau, jika lebih rendah, sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Liabilitas kepada lessor disajikan di dalam laporan posisi keuangan sebagai ”Utang sewa pembiayaan”. Assets held under finance lease are initially recognised as assets of the Company at their fair value at the inception of the lease or, if lower, at the present value of the minimum lease payments. The corresponding liability to the lessor is presented in the statement of financial position as “Obligations under finance lease”. Pembayaran sewa harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pengurangan dari utang sewa sehingga mencapai suatu tingkat bunga yang konstan (tetap) atas saldo liabilitas. Rental kontinjen diakui sebagai beban di dalam tahun terjadinya. k. Aset tak berwujud Aset tak berwujud dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai. Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset yaitu 3 dan 5 tahun. Lease payments are apportioned between finance charges and reduction of the lease obligation so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of the liability. Contingent rentals are recognised as expenses in the year in which they are incurred. k. Intangible assets Intagible assets are stated at cost less accumulated amortization and impairment losses. Amortization is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the assets of 3 and 5 years. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 212 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/23 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Aset tak berwujud (lanjutan) k. Intangible assets (continued) Perseroan mengakui rugi penurunan nilai aset tak berwujud apabila estimasi jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tak berwujud lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tak berwujud tidak dapat dipulihkan. Penurunan atau pemulihan nilai aset tak berwujud diakui sebagai laba atau rugi dalam laporan laba rugi tahun yang berjalan. Aset tak berwujud disajikan sebagai bagian dari akun ”Aset lain-lain” pada laporan posisi keuangan. The Company recognises loss on impairment value in intangible asset when the estimated recoverable amount of an intangible asset is lower than its carrying amount. At statements of financial position date, the Company determines whether there are events or changes in circumstances which indicate that the carrying amount of intangible assets may not be recoverable. The impairment or recovery of in intangible asset is recognised as income or loss in the current year profit or loss. Intangible assets are presented as part of “Other assets” in the statements of financial position. l. Beban akuisisi l. Acquisition costs Beban akuisisi merupakan beban yang terjadi untuk mendapatkan kontrak asuransi baru dan perpanjangannya seperti komisi dan beban keagenan. Beban akuisisi ini dibebankan langsung ke laporan laba rugi tahun berjalan. Acquisition costs represent costs related to new insurance contracts and renewals such as commissions and agency expense. These are charged directly to the current year statement of profit or loss. m. Imbalan kerja karyawan m. Employee benefits Imbalan kerja karyawan jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan. Short term employee benefits are recognised when they accrue to the employees. Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, bonus dan imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan kerja jangka pendek diukur sebesar jumlah yang tidak didiskontokan. Short-term employee benefits such as wages, social security contributions, short-term compensated leaves, bonuses and other nonmonetary benefits are recognized during the period when services have been rendered. Shortterm employee benefits are measured using undiscounted amounts. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca kerja, seperti pensiun, uang pisah, uang penghargaan, dan imbalan lainnya dihitung berdasarkan peraturan Perseroan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”). Long-term and post employment benefits, such as pension, severance payments, service payments, and other benefits are calculated in accordance with the Company’s Regulation and Labor Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”). Perseroan memiliki program iuran pasti. Program iuran pasti adalah program pensiun dimana Perseroan membayar kontribusi tetap kepada sebuah entitas yang terpisah (dana pensiun) dan Perseroan tidak lagi memiliki liabilitas konstruktif untuk berkontribusi lebih lanjut. Pada tanggal 2 November 2009, Perseroan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk semua karyawan tetap dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLK). The Company has a defined contribution plan. A defined contribution plan is a pension plan under which the Company pays fixed contributions into a separate entity (pension fund) and the Company has no legal or constructive obligation to pay further contributions. On 2 November 2009, the Company established a defined contribution pension plan for all permanent employees with the Financial Institutions Pension Fund PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLK). BNI Life | 2012 Annual Report 213 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/24 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Imbalan kerja karyawan (lanjutan) m. Employee benefits (continued) Perseroan diwajibkan menyediakan jumlah minimum imbalan pensiun berdasarkan UU No. 13/2003. Secara substansi program pensiun dalam UU No.13/2003 merupakan program imbalan pasti karena undangundang telah menetapkan formula dalam menentukan jumlah minimum imbalan. Jika porsi program imbalan pensiun yang didanai oleh karyawan lebih rendah dari imbalan yang diwajibkan menurut undang-undang, Perseroan akan membentuk penyisihan untuk menutupi kekurangan tersebut. The Company is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with Law 13/2003. Since the Law sets the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance pension plans under Law 13/2003 represent defined benefit plans. If the employee funded portion of the pension plan benefit is less than the benefit as required by the Labor law, the Company will provide provision for such shortage. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, yang biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih, seperti umur, masa kerja, dan jumlah kompensasi. A defined benefit plan is a pension plan that defines an amount of pension that will be received by the employee on becoming entitled to a pension, which usually depends on one or more factors such as age, years of service or compensation. Liabilitas atas program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan merupakan nilai kini dari liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan nilai wajar aset program, bersamaan juga dengan penyesuaian atas keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui dan beban jasa masa lalu. Liabilitas imbalan pasti dihitung secara tahunan oleh aktuaris independen menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini dari liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas yang dikeluarkan di masa depan menggunakan tingkat bunga obligasi jangka panjang yang berkualitas tinggi dalam mata uang Rupiah di mana imbalan tersebut akan dibayarkan, serta memiliki kriteria jatuh tempo yang mendekati dengan kriteria liabilitas pensiun tersebut. The liability recognised in the statements of financial position in respect of defined benefit pension plans is the present value of the defined benefit obligation at the statements of financial position date less the fair value of plan assets, together with adjustments for unrecognised actuarial gains or losses and past service cost. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the “Projected Unit Credit” method. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of high quality long-term bonds that are denominated in Rupiah in which the benefit will be paid, and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension liability. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi aktuarial yang melebihi dari jumlah yang lebih besar antara 10% nilai wajar aset program atau 10% nilai kini kewajiban imbalan pasti dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi komprehensif selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari para pekerja. Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions in excess of the greater of 10% of the fair value of plan assets or 10% of the present value of the defined benefit obligation are charged or credited to statement of comprehensive income over the employees expected average remaining working lives. n. Perpajakan n. Taxation Beban pajak terdiri atas pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masingmasing diakui dalam pendapatan komprehensif lain atau ekuitas. The tax expense comprise deferred tax. Tax is recognised in the profit or loss, except to the extent that it relates to items recognised in other comprehensive income or directly in equity. In this case, the tax is also recognised in other comprehensive income or directly in equity, respectively. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 214 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/25 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) n. Perpajakan (lanjutan) n. Taxation (continued) Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan. Manajemen Perseroan mengevaluasi secara periodik implementasi terhadap peraturan perpajakan yang berlaku terutama yang memerlukan interpretasi lebih lanjut mengenai pelaksanaannya termasuk juga evaluasi terhadap surat ketetapan pajak yang diterima dari kantor pajak. Lebih lanjut, manajemen membentuk cadangan, jika dianggap perlu berdasarkan jumlah yang diestimasikan akan dibayarkan ke kantor pajak. The current income tax charge is calculated on the basis of the tax laws enacted or substantively enacted at the reporting date. The Company’s management periodically evaluates the implementation of prevailing tax regulations especially those that are subject to further interpretation on its implementation, including evaluation on tax assessment letters received from tax authorities. Where appropriate management establishes provisions based on the amounts expected to be paid to the tax authorities. Pajak penghasilan tangguhan diakui, dengan menggunakan metode balance sheet liability untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan dan diharapkan diterapkan ketika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan tangguhan diselesaikan. Deferred income tax is recognised, using the balance sheet liability method, on temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts in the financial statements. Deferred income tax is determined using tax rates that have been enacted or substantially enacted as at reporting period and is expected to apply when the related deferred income tax asset is realised or the deferred income tax liability is settled. Aset pajak penghasilan tangguhan diakui hanya jika besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang masih dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto. Deferred income tax assets are recognised only to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the temporary differences can be utilised. Deferred income tax assets and liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current tax liabilities and when the deferred income taxes assets and liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or different taxable entities where there is an intention to settle the balances on a net basis Koreksi atas liabilitas pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan/atau banding, maka koreksi diakui pada saat keputusan atas keberatan dan/atau banding tersebut diterima. Manajemen juga dapat membentuk pencadangan terhadap liabilitas pajak dimasa depan sebesar jumlah yang diestimasikan akan dibayarkan ke kantor pajak jika berdasarkan evaluasi pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian terdapat risiko pajak yang probable. Asumsi dan estimasi yang digunakan dalam perhitungan pembentukan cadangan tersebut memiliki unsur ketidakpastian. Corrections to taxation obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against, when the result of the appeal is determined. Management provides provision for future tax liability at the amount that will be payable to the tax office on probable tax exposure, based on assessment as at the date of consolidated statement of financial position. Assumptions and estimation used in the provisioning calculation may involve element of uncertainty. BNI Life | 2012 Annual Report 215 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/26 - Schedule 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) o. Transaksi dengan pihak - pihak berelasi o. Transaction with related parties Perseroan melakukan transaksi dengan pihakpihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 7 (Revisi 2010) “Pengungkapan Pihakpihak berelasi". The Company enters into transactions with related parties as defined in SFAS 7 (Revised 2010) “Related Party Disclosures”. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak - pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. The nature of transactions and balances of accounts with related parties are disclosed in the notes to the financial statements. p. Dividen p. Dividend Distribusi dividen kepada pemilik Perseroan diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan Perseroan pada periode dimana dividen telah disetujui oleh pemegang saham entitas. Dividend distribution to the Company’s shareholders is recognised as a liability in the Company’s financial statements in the period in which the dividends are approved by the Company’s shareholders. 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam rangka penyusunan laporan keuangan dimana dibutuhkan pertimbangan manajemen dalam menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian aset dan liabilitas. Certain estimates and assumption are made in the preparation of the financial statements. These often require management judgement in determining the appropriate methodology for valuation of assets and liabilities. Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain termasuk harapan atas kejadian yang akan datang. Management makes estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities within the next financial year. All estimates and assumptions required in conformity with SFAS are best estimates undertaken in accordance with the applicable standard. Estimates and judgements are evaluated on a continuous basis, and are based on past experience and other factors, including expectations with regard to future events. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. Sumber utama ketidakpastian estimasi: Key sources of estimation uncertainty: a. Cadangan teknis a. Technical reserves Cadangan teknis dicatat di laporan posisi keuangan berdasarkan perhitungan aktuaris dengan menggunakan asumsi aktuarial. Termasuk dalam cadangan teknis adalah liabilitas manfaat polis masa depan, estimasi liabilitas klaim, premi yang belum merupakan pendapatan dan liabilitas kepada pemegang unit link (lihat Catatan 2f). Technical reserves are stated in the statements of financial position in accordance with the actuarial calculation based on certain actuarial assumptions. Included in the technical reserves are liability for future policy benefits, estimated claim liabilities, unearned premiums and liability to unit-linked holders (see Note 2f). BNI Life | Laporan Tahunan 2012 216 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/27 - Schedule 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) Sumber utama ketidakpastian estimasi: (lanjutan) Key sources of estimation uncertainty: (continued) b. Aset reasuransi b. Reinsurance assets Aset yang timbul dari kontrak reasuransi juga dihitung dengan menggunakan metode di atas. Selain itu, pemulihan aset ini dinilai secara periodik untuk memastikan bahwa jumlahnya mencerminkan jumlah yang pada akhirnya akan diterima, mempertimbangkan faktor-faktor seperti counterparty dan risiko kredit. Penurunan nilai diakui di mana terdapat bukti objektif bahwa Perseroan tidak dapat menerima jumlah yang terhutang untuk itu dan jumlah ini dapat diukur secara andal. Assets arising from reinsurance contracts are also computed using the above methods. In addition, the recoverability of these assets is assessed on a periodic basis to ensure that the balance is reflective of the amounts that will ultimately be received, taking into consideration factors such as counterparty and credit risk. Impairment is recognised where there is objective evidence that the Company may not receive amounts due to it and these amounts can be reliably measured. c. Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak c. Unearned contributions provisions Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dinyatakan berdasarkan perhitungan aktuaris pada tanggal laporan posisi keuangan (lihat Catatan 2d.ii). Unearned contributions provisios is stated in the statements of financial position in accordance with actuarial calculation (see Note 2d.ii). d. Imbalan kerja karyawan d. Employee benefits Imbalan kerja karyawan ditentukan berdasarkan perhitungan dari aktuarial. Perhitungan aktuaria mengunakan asumsi-asumsi seperti tingkat diskonto, tingkat pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian, tingkat pengunduran diri dan lain-lain (lihat Catatan 2f). Employee benefits are determined based on actuarial valuation. The actuary valuation involves making assumptions about discount rate, expected rate of return on investments, future salary increases, mortality rate, resignation rate and others (see Note 2f). e. Pengujian kecukupan liabilitas e. Liability adequacy test Perseroan menilai pada setiap akhir periode pelaporan apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi, dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan berdasarkan kontrak asuransi. Jika penilaian tersebut menunjukkan bahwa nilai tercatat liabilitas asuransi tidak mencukupi dibandingkan dengan estimasi arus kas masa depan, maka seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi (lihat Catatan 2f). The Company assess at each reporting date whether its recognised insurance liabilities are adequate, using current estimates of future cash flows under its insurance contract. If the assessment shows that the carrying amount of its insurance liabilities is inadequate in the light of the estimated future cash flows, the entire deficiency shall be recognised in profit or loss (refer to Note 2f). Sehubungan dengan hasil pengujian kecukupan liabilitas pada tanggal pelaporan, Perseroan telah menyajikan kembali laporan keuangan tahuntahun sebelumnya (lihat Catatan 4). In relation to the liability adequacy testing at the reporting date, the Company has restated its previous years financial statements (see Note 4). f. Nilai wajar dari instrumen keuangan f. Fair value of financial instruments Jika nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan yang tercatat dalam laporan posisi keuangan tidak dapat diperoleh dari pasar aktif, nilai wajar ditentukan dari beberapa teknik penilaian termasuk model matematika, seperti teknik penilaian analisa arus kas masa datang yang didiskonto menggunakan suku bunga pasar yang berlaku. Where the fair value of financial assets and financial liabilities recorded in the statement of financial position cannot be derived from active markets, they are determined using a variety of valuation techniques, including mathematical models, such as discounted future cash flows analysis by using prevailing market rate. BNI Life | 2012 Annual Report 217 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/28 - Schedule 4. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN 4. RESTATEMENT OF FINANCIAL STATEMENTS Perseroan mengadopsi standar akuntansi baru PSAK 62 “Kontrak Asuransi” dan revisi PSAK 36 (Revisi 2012) “Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa” efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang penerapannya berlaku retrospektif. Sehubungan dengan hal ini, laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 serta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 telah disajikan kembali. Dampak dari penyajian kembali laporan keuangan adalah sebagai berikut The Company adopted new SFAS 62 “Insurance Contract” and revised SFAS 36 (Revised 36) “Accounting for Life Insurance Contract” effective from 1 January 2012 which applied retrospectively. Accordingly, the financial statements as at 31 December 2011 and 1 January 2011/31 December 2010 and for the year ended 31 December 2011 have been restated. The effect of this restatement on the financial statements are as follows: 31 Desember/December 2011 dan/and untuk tahun yang berakhir/for the year ended 31 Desember/December 2011 Sebelum Setelah penyajian penyajian kembali/ Penyajian kembali/ Before kembali/ After restatements Restatements restatements Laporan posisi keuangan Statement of financial position Aset Assets Aset reasuransi - 9,694,790,237 9,694,790,237 Reinsurance assets Liabilitas Liabilities Liabilitas manfaat polis masa depan 1,941,181,657,293 81,989,599,173 2,023,171,256,466 Liabilities for future policy benefits Premi yang belum merupakan pendapatan 67,390,344,547 (3,371,353,053) 64,018,991,494 Unearned premium income Laporan laba rugi komprehensif Statement of comprehensive income (Kenaikan)/penurunan premi yang belum merupakan (Increase)/decrease in pendapatan (8,844,847,997) 1,530,171,165 (7,314,676,832) unearned premium income Perubahan neto liabilitas Net changes in liabilities for manfaat polis masa depan (104,440,982,570) (17,581,956,286) (122,022,938,856) future policy benefits 1 Januari/January 2011/ 31 Desember/December 2010 Sebelum Setelah penyajian penyajian kembali/ Penyajian kembali/ Before kembali/ After restatements Restatements restatements Laporan posisi keuangan Statement of financial position Liabilitas Liabilities Liabilitas manfaat polis masa depan 1,836,740,674,723 54,712,852,650 1,891,453,527,373 Liabilities for future policy benefits Premi yang belum merupakan pendapatan 58,545,496,550 (1,841,181,888) 56,704,314,662 Unearned premium income Ekuitas Equity Saldo laba - belum ditentukan Retained earnings - penggunaannya 11,483,222,442 (52,871,670,762) (41,388,448,320) unappropriated BNI Life | Laporan Tahunan 2012 218 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/29 - Schedule 5. DANA JAMINAN 5. STATUTORY FUNDS Dana jaminan merupakan jumlah jaminan yang diadministrasikan oleh bank kustodian yang tidak terafiliasi sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 158/PMK.010/2008 tanggal 28 Oktober 2008. The statutory funds represent statutory amounts administered by non affiliated custodian bank in compliance with the Minister of Finance Regulation No. 158/PMK.010/2008 dated 28 October 2008: 2012 2011 Deposito berjangka 2,000,000,000 2,000,000,000 Time deposits Obligasi 80,938,343,433 69,961,957,869 Bonds 82,938,343,433 71,961,957,869 a. Deposito berjangka terdiri dari penempatan dalam mata uang Rupiah sebagai berikut: a. Time deposits consist of placements denominated in Rupiah currency as follows: 2012 2011 Syariah Sharia Pihak ketiga Third parties PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 1,300,000,000 1,300,000,000 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Syariah Bukopin 400,000,000 400,000,000 PT Bank Syariah Bukopin Pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) PT Bank BRI Syariah 300,000,000 300,000,000 PT Bank BRI Syariah 2,000,000,000 2,000,000,000 Tingkat bagi hasil tahunan untuk deposito berjangka syariah berkisar antara 4,71%- 8,74% pada tahun 2012 (2011: 4,13%-8,71%). The annual profit sharing rate for sharia’s time deposit ranged from 4.71%-8.74% in 2012 (2011: 4.13%-8.71%) b. Obligasi b. Bonds 2012 2011 Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity Asuransi jiwa Life insurance Nilai nominal 81,000,000,000 71,000,000,000 Nominal value Diskonto yang belum diamortisasi (3,061,251,161) (4,037,312,401) Unamortised discount 77,938,748,839 66,962,687,599 Syariah Sharia Nilai nominal 3,000,000,000 3,000,000,000 Nominal value Diskonto yang belum diamortisasi (405,406) (729,730) Unamortised discount 2,999,594,594 2,999,270,270 80,938,343,433 69,961,957,869 Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perseroan memiliki dana jaminan berupa obligasi yang diklasifikasikan sebagai dimiliki hingga jatuh tempo dengan rincian sebagai berikut: As of 31 December 2012 and 2011, the Company has statutory funds in the forms of bonds which are classified as held-to-maturity with details as follows: BNI Life | 2012 Annual Report 219 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/31 - Schedule 6. DEPOSITO BERJANGKA 6. TIME DEPOSITS Akun ini merupakan penempatan deposito berjangka pada bank-bank berikut: This account represents time deposits placed with the following banks: 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Pihak ketiga Third parties Rupiah: Rupiah: PT Bank Tabungan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 49,049,825,839 12,000,000,000 Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bukopin Tbk 31,580,273,760 40,000,000,000 PT Bank Bukopin Tbk PT Bank QNB Kesawan Tbk - 1,000,000,000 PT Bank QNB Kesawan Tbk 80,630,099,599 53,000,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah: Rupiah: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 39,000,000,000 43,000,693,334 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank BNI Syariah 38,218,869,953 46,000,000,000 PT Bank BNI Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 30,760,000,000 67,395,352,267 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 25,423,037,616 63,249,527,237 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri 900,000,000 - PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 7,006,980,220 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dolar Amerika Serikat: US Dollar: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 53,185,000,000 23,576,800,000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 187,486,907,569 250,229,353,058 268,117,007,168 303,229,353,058 Link Link Pihak ketiga Third parties Rupiah: Rupiah: PT Bank Bukopin Tbk 31,100,000,000 2,700,000,000 PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Tabungan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 28,000,000,000 5,000,000,000 Pensiunan Nasional Tbk 59,100,000,000 7,700,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah: Rupiah: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 18,348,425,019 47,480,000,000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 14,150,000,000 1,800,000,000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank BNI Syariah 6,650,000,000 9,000,000,000 PT Bank BNI Syariah PT Bank BRI Syariah 2,600,000,000 - PT Bank BRI Syariah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 36,215,000,000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 41,748,425,019 94,495,000,000 100,848,425,019 102,195,000,000 Syariah Sharia Pihak ketiga Third parties Rupiah: Rupiah: PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 13,300,000,000 13,300,000,000 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Syariah Bukopin 2,650,000,000 4,150,000,000 PT Bank Syariah Bukopin PT Bank Syariah Mega Indonesia 4,600,000,000 1,600,000,000 PT Bank Syariah Mega Indonesia PT Bank Panin Syariah - 200,000,000 PT Bank Panin Syariah 20,550,000,000 19,250,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah: Rupiah: PT Bank BNI Syariah 18,150,000,000 13,220,000,000 PT Bank BNI Syariah PT Bank BRI Syariah 13,400,000,000 6,100,000,000 PT Bank BRI Syariah PT Bank Syariah Mandiri 4,000,000,000 1,200,000,000 PT Bank Syariah Mandiri 35,550,000,000 20,520,000,000 56,100,000,000 39,770,000,000 425,065,432,187 445,194,353,058 Suku bunga tahunan atau bagi hasil tahunan untuk syariah dari deposito berjangka adalah sebagai berikut: The annual interest rates of time deposits or annual profit sharing for sharia ranged from: 2012 2011 Dolar Amerika Serikat 0.08% - 1.00% 0.08%-1.25% US Dollar Rupiah 3.20% - 8.00% 3.80%-7.00% Rupiah PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/30 - Schedule 5. DANA JAMINAN (lanjutan) 5. STATUTORY FUNDS (continued) b. Obligasi(lanjutan) b. Bonds (continued) Obligasi 2012 Bonds Tingkat bunga/ Interest rate Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Asuransi jiwa Life insurance Pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0028 10.000% 15 Juli/ Seri FR 0028 July 2017 27,000,000,000 (905,934,965) 26,094,065,035 Seri ZC 0005* 0.000% 20 Februari/ Seri ZC 0005* February 2013 13,000,000,000 (167,227,569) 12,832,772,431 Seri FR 0045 9.750% 15 Mei/ Series FR 0045 May 2037 12,000,000,000 (1,259,987,203) 10,740,012,797 Seri FR 0052 10.500% 15 Agustus/ Series FR 0052 August 2030 11,000,000,000 (568,271,079) 10,431,728,921 Seri FR 0050 10.500% 15 Juli/ Series FR 0050 July 2038 5,000,000,000 85,883,852 5,085,883,852 Seri FR 0040 11.000% 15 September/ Series FR 0040 September 2025 3,000,000,000 50,934,167 3,050,934,167 Seri FR 0047 10.000% 15 Februari/ Series FR 0047 February 2028 10,000,000,000 (296,648,364) 9,703,351,636 81,000,000,000 (3,061,251,161) 77,938,748,839 Syariah Sharia Pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri IFR0001 11.800% 15 Agustus/ Series IFR0001 August 2015 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Sukuk Negara Ritel Seri SR 003 8.150% 23 Februari/ Sukuk Negara Ritel Series SR 003 February 2014 1,000,000,000 (405,406) 999,594,594 3,000,000,000 (405,406) 2,999,594,594 84,000,000,000 (3,061,656,567) 80,938,343,433 * Obligasi zero - coupon * Zero - coupon bonds Obligasi 2011 Bonds Tingkat bunga/ Interest rate Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Asuransi jiwa Life insurance Pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0028 10.000% 15 Juli/ Seri FR 0028 July 2017 27,000,000,000 (1,028,444,626) 25,971,555,374 Seri ZC 0005* 0.000% 20 Februari/ Seri ZC 0005* February 2013 13,000,000,000 (1,303,179,795) 11,696,820,205 Seri FR 0045 9.750% 15 Mei/ Series FR 0045 May 2037 12,000,000,000 (1,270,098,779) 10,729,901,221 Seri FR 0052 10.500% 15 Agustus/ Series FR 0052 August 2030 11,000,000,000 (574,943,375) 10,425,056,625 Seri FR 0050 10.500% 15 Juli/ Series FR 0050 July 2038 5,000,000,000 86,574,498 5,086,574,498 Seri FR 0040 11.000% 15 September/ Series FR 0040 September 2025 3,000,000,000 52,779,676 3,052,779,676 71,000,000,000 (4,037,312,401) 66,962,687,599 Syariah Sharia Pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri IFR0001 11.800% 15 Agustus/ Series IFR0001 August 2015 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Seri SR 0003 8.150% 23 Februari/ Series SR 0003 February 2014 1,000,000,000 (729,730) 999,270,270 3,000,000,000 (729,730) 2,999,270,270 74,000,000,000 (4,038,042,131) 69,961,957,869 * Obligasi zero-coupon Zero-coupon bonds * BNI Life | Laporan Tahunan 2012 220 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/31 - Schedule 6. DEPOSITO BERJANGKA 6. TIME DEPOSITS Akun ini merupakan penempatan deposito berjangka pada bank-bank berikut: This account represents time deposits placed with the following banks: 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Pihak ketiga Third parties Rupiah: Rupiah: PT Bank Tabungan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 49,049,825,839 12,000,000,000 Pensiunan Nasional Tbk PT Bank Bukopin Tbk 31,580,273,760 40,000,000,000 PT Bank Bukopin Tbk PT Bank QNB Kesawan Tbk - 1,000,000,000 PT Bank QNB Kesawan Tbk 80,630,099,599 53,000,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah: Rupiah: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 39,000,000,000 43,000,693,334 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank BNI Syariah 38,218,869,953 46,000,000,000 PT Bank BNI Syariah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 30,760,000,000 67,395,352,267 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 25,423,037,616 63,249,527,237 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri 900,000,000 - PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 7,006,980,220 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dolar Amerika Serikat: US Dollar: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 53,185,000,000 23,576,800,000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 187,486,907,569 250,229,353,058 268,117,007,168 303,229,353,058 Link Link Pihak ketiga Third parties Rupiah: Rupiah: PT Bank Bukopin Tbk 31,100,000,000 2,700,000,000 PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Tabungan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 28,000,000,000 5,000,000,000 Pensiunan Nasional Tbk 59,100,000,000 7,700,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah: Rupiah: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 18,348,425,019 47,480,000,000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 14,150,000,000 1,800,000,000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank BNI Syariah 6,650,000,000 9,000,000,000 PT Bank BNI Syariah PT Bank BRI Syariah 2,600,000,000 - PT Bank BRI Syariah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 36,215,000,000 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 41,748,425,019 94,495,000,000 100,848,425,019 102,195,000,000 Syariah Sharia Pihak ketiga Third parties Rupiah: Rupiah: PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 13,300,000,000 13,300,000,000 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Syariah Bukopin 2,650,000,000 4,150,000,000 PT Bank Syariah Bukopin PT Bank Syariah Mega Indonesia 4,600,000,000 1,600,000,000 PT Bank Syariah Mega Indonesia PT Bank Panin Syariah - 200,000,000 PT Bank Panin Syariah 20,550,000,000 19,250,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah: Rupiah: PT Bank BNI Syariah 18,150,000,000 13,220,000,000 PT Bank BNI Syariah PT Bank BRI Syariah 13,400,000,000 6,100,000,000 PT Bank BRI Syariah PT Bank Syariah Mandiri 4,000,000,000 1,200,000,000 PT Bank Syariah Mandiri 35,550,000,000 20,520,000,000 56,100,000,000 39,770,000,000 425,065,432,187 445,194,353,058 Suku bunga tahunan atau bagi hasil tahunan untuk syariah dari deposito berjangka adalah sebagai berikut: The annual interest rates of time deposits or annual profit sharing for sharia ranged from: 2012 2011 Dolar Amerika Serikat 0.08% - 1.00% 0.08%-1.25% US Dollar Rupiah 3.20% - 8.00% 3.80%-7.00% Rupiah BNI Life | 2012 Annual Report 221 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/33 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: (lanjutan) a. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2012 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Asuransi jiwa (lanjutan) Life insurance (continued) Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0043 10.250% 15 Juli/ Series FR 0043 July 2022 50,000,000,000 (793,877,078) 49,206,122,922 Seri FR 0047 10.000% 15 Februari/ Series FR 0047 February 2028 32,000,000,000 (2,744,197,266) 29,255,802,734 Seri FR 0044 10.000% 15 September/ Series FR 0044 September 2024 29,789,000,000 (1,510,631,748) 28,278,368,252 Seri FR 0031 11.000% 15 November/ Series FR 0031 November 2020 27,000,000,000 (1,007,920,648) 25,992,079,352 Seri FR 0042 10.250% 15 Juli/ Series FR 0042 July 2027 20,000,000,000 124,469,772 20,124,469,772 Seri FR 0046 9.500% 15 Juli/ Series FR 0046 July 2023 21,000,000,000 (1,553,020,541) 19,446,979,459 Seri FR 0028 10.000% 15 Juli/ Series FR 0028 July 2017 13,000,000,000 (88,974,265) 12,911,025,735 Seri FR 0040 11.000% 15 September/ Series FR 0040 September 2025 10,705,000,000 459,833,445 11,164,833,445 Seri FR 0027 9.500% 15 Juni/ Series FR 0027 June 2015 10,000,000,000 102,305,322 10,102,305,322 Seri FR 0048 9.000% 15 September/ Series FR 0048 September 2018 10,000,000,000 (218,322,991) 9,781,677,009 Seri FR 0033 12.500% 15 Maret/ Series FR 0033 March 2013 5,000,000,000 (7,755,106) 4,992,244,894 Seri FR 0020 14.275% 15 Desember/ Series FR 0020 December 2013 5,000,000,000 (25,012,708) 4,974,987,292 Seri FR 0052 10.500% 15 Agustus/ Series FR 0052 August 2030 4,000,000,000 (242,826,533) 3,757,173,467 Seri FR 0050 10.500% 15 Juli/ Series FR 0050 July 2038 3,000,000,000 (269,033,953) 2,730,966,047 Seri ORI 005 11.450% 15 September/ Series ORI 005 September 2013 1,100,000,000 (306,738) 1,099,693,262 Seri FR 0036 11.500% 15 September/ Series FR 0036 September 2019 500,000,000 (13,335,145) 486,664,855 Seri FR 0030 10.750% 15 Mei/ Series FR 0030 May 2016 224,000,000 7,273,249 231,273,249 Obligasi perusahaan Corporate bonds Subordinasi Bank Mandiri I/2009 11.850% 11 Desember/ Subordinasi Bank Mandiri I/2009 December 2016 13,000,000,000 - 13,000,000,000 Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 12.250% 4 Maret/ Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 March 2018 5,000,000,000 146,824,500 5,146,824,500 PLN PLN PLN VIII Seri A Thn 2006 13.600% 21 Juni/ PLN VIII Seri A Tahun 2004 Juny 2016 5,000,000,000 - 5,000,000,000 PLN X Seri A Th 2009 14.750% 9 Januari/ PLN X Series A Th 2009 January 2014 3,000,000,000 - 3,000,000,000 Sukuk Ijarah PLN III 14.750% 9 Januari/ Sukuk Ijarah PLN III Seri A Th 2009 January 2014 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Seri A Th 2009 PLN VIITahun 2004 12.250% 11 November/ PLN VII Tahun 2004 November 2014 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum Pegadaian Perum Pegadaian Perum XI Seri A 2006 13.100% 23 Mei/ Perum XI Series A 2006 May 2019 2,000,000,000 3,969,612 2,003,969,612 Perum XIII Seri A1 2009 11.675% 1 Juli/ Perum XIII Series A1 2009 July 2014 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Seri B 2009 12.650% 1 Juli/ Perum XIII Series B 2009 July 2017 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Seri C 2009 12.875% 1 Juli/ Perum XIII Series C 2009 July 2019 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Jasa Marga XI Seri P Tahun 2003 13.000% 10 Oktober/ Jasa Marga XI Series P Tahun 2003 October 2013 3,000,000,000 (3,387,033) 2,996,612,967 Jasa Marga XII Seri Q Tahun 2006 13.500% 6 Juli/ Jasa Marga XIISeries Q Tahun 2006 July 2016 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Bank BTN XII Thn 2006 12.750% 19 September/ Bank BTN XII Thn 2006 September 2016 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Indosat VI Thn 2008 Seri A 10.250% 9 April/ Indosat VI Thn 2008 Seri A April 2013 1,000,000,000 3,822,320 1,003,822,320 283,318,000,000 (7,630,103,533) 275,687,896,467 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/32 - Schedule 7. EFEK-EFEK 7. MARKETABLE SECURITIES 2012 2011 Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo: Bonds held-to-maturity: Asuransi jiwa Life insurance Nilai nominal 371,898,900,000 355,879,900,000 Nominal value Diskonto yang belum diamortisasi (8,874,593,184) (9,066,809,944) Unamortised premium 363,024,306,816 346,813,090,056 Cadangan penurunan Allowance for decline in value nilai atas investasi (10,890,900,000) (10,890,900,000) of an investment 352,133,406,816 335,922,190,056 Link Link Nilai nominal 2,500,000,000 46,775,000,000 Nominal value Diskonto yang belum diamortisasi - (694,996,816) Unamortised discount 2,500,000,000 46,080,003,184 Syariah Sharia Nilai nominal 33,000,000,000 27,000,000,000 Nominal value Premi yang belum diamortisasi 347,454,832 363,463,863 Unamortised premium 33,347,454,832 27,363,463,863 387,980,861,648 409,365,657,103 Nilai wajar melalui laporan laba rugi: Fair value through profit or loss: Reksadana 1,466,081,422,277 1,125,973,641,541 Mutual funds Obligasi 81,015,531,040 158,005,400,000 Bonds Saham 33,582,104,501 67,317,060,644 Stocks 1,580,679,057,818 1,351,296,102,185 Tersedia untuk dijual: Available-for-sale: Obligasi 139,457,416,460 126,930,235,748 Bonds 2,108,117,335,926 1,887,591,995,036 Perseroan telah membuat penyisihan penurunan nilai atas investasi dalam bentuk Surat Utang Jangka Menengah yang diterbitkan oleh PT Djakarta Llyod dikarenakan penerbit Surat Utang tersebut tidak dapat melunasi kewajibannya. The Company has provided allowance for impairment losses on investment in Medium Term Notes which issued by PT Djakarta Llyod due to the issuer was not able to fullfil their obligation. a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: a. Bonds held-to-maturity consist of: Obligasi 2012 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Asuransi jiwa Life insurance Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Surat Utang Jangka Menengah 16.000% 6 Oktober/ Medium Term Notes PT Djakarta Lloyd (Persero) October 2007 10,890,900,000 - 10,890,900,000 PT Djakarta Lloyd (Persero) Indofood Sukses Makmur Indofood Sukses Makmur Indofood Sukses Makmur V 13.000% 18 Juni/ Indofood Sukses Makmur V Tahun 2009 June 2014 5,000,000,000 - 5,000,000,000 Tahun 2009 Sukuk Subordinasi 14.850% 10 Juli/ Sukuk Subordinasi Bank Muamalat Tahun 2008 July 2018 5,000,000,000 - 5,000,000,000 Bank Muamalat Tahun 2008 20,890,900,000 - 20,890,900,000 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 222 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/33 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: (lanjutan) a. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2012 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Asuransi jiwa (lanjutan) Life insurance (continued) Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0043 10.250% 15 Juli/ Series FR 0043 July 2022 50,000,000,000 (793,877,078) 49,206,122,922 Seri FR 0047 10.000% 15 Februari/ Series FR 0047 February 2028 32,000,000,000 (2,744,197,266) 29,255,802,734 Seri FR 0044 10.000% 15 September/ Series FR 0044 September 2024 29,789,000,000 (1,510,631,748) 28,278,368,252 Seri FR 0031 11.000% 15 November/ Series FR 0031 November 2020 27,000,000,000 (1,007,920,648) 25,992,079,352 Seri FR 0042 10.250% 15 Juli/ Series FR 0042 July 2027 20,000,000,000 124,469,772 20,124,469,772 Seri FR 0046 9.500% 15 Juli/ Series FR 0046 July 2023 21,000,000,000 (1,553,020,541) 19,446,979,459 Seri FR 0028 10.000% 15 Juli/ Series FR 0028 July 2017 13,000,000,000 (88,974,265) 12,911,025,735 Seri FR 0040 11.000% 15 September/ Series FR 0040 September 2025 10,705,000,000 459,833,445 11,164,833,445 Seri FR 0027 9.500% 15 Juni/ Series FR 0027 June 2015 10,000,000,000 102,305,322 10,102,305,322 Seri FR 0048 9.000% 15 September/ Series FR 0048 September 2018 10,000,000,000 (218,322,991) 9,781,677,009 Seri FR 0033 12.500% 15 Maret/ Series FR 0033 March 2013 5,000,000,000 (7,755,106) 4,992,244,894 Seri FR 0020 14.275% 15 Desember/ Series FR 0020 December 2013 5,000,000,000 (25,012,708) 4,974,987,292 Seri FR 0052 10.500% 15 Agustus/ Series FR 0052 August 2030 4,000,000,000 (242,826,533) 3,757,173,467 Seri FR 0050 10.500% 15 Juli/ Series FR 0050 July 2038 3,000,000,000 (269,033,953) 2,730,966,047 Seri ORI 005 11.450% 15 September/ Series ORI 005 September 2013 1,100,000,000 (306,738) 1,099,693,262 Seri FR 0036 11.500% 15 September/ Series FR 0036 September 2019 500,000,000 (13,335,145) 486,664,855 Seri FR 0030 10.750% 15 Mei/ Series FR 0030 May 2016 224,000,000 7,273,249 231,273,249 Obligasi perusahaan Corporate bonds Subordinasi Bank Mandiri I/2009 11.850% 11 Desember/ Subordinasi Bank Mandiri I/2009 December 2016 13,000,000,000 - 13,000,000,000 Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 12.250% 4 Maret/ Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 March 2018 5,000,000,000 146,824,500 5,146,824,500 PLN PLN PLN VIII Seri A Thn 2006 13.600% 21 Juni/ PLN VIII Seri A Tahun 2004 Juny 2016 5,000,000,000 - 5,000,000,000 PLN X Seri A Th 2009 14.750% 9 Januari/ PLN X Series A Th 2009 January 2014 3,000,000,000 - 3,000,000,000 Sukuk Ijarah PLN III 14.750% 9 Januari/ Sukuk Ijarah PLN III Seri A Th 2009 January 2014 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Seri A Th 2009 PLN VIITahun 2004 12.250% 11 November/ PLN VII Tahun 2004 November 2014 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum Pegadaian Perum Pegadaian Perum XI Seri A 2006 13.100% 23 Mei/ Perum XI Series A 2006 May 2019 2,000,000,000 3,969,612 2,003,969,612 Perum XIII Seri A1 2009 11.675% 1 Juli/ Perum XIII Series A1 2009 July 2014 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Seri B 2009 12.650% 1 Juli/ Perum XIII Series B 2009 July 2017 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Seri C 2009 12.875% 1 Juli/ Perum XIII Series C 2009 July 2019 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Jasa Marga XI Seri P Tahun 2003 13.000% 10 Oktober/ Jasa Marga XI Series P Tahun 2003 October 2013 3,000,000,000 (3,387,033) 2,996,612,967 Jasa Marga XII Seri Q Tahun 2006 13.500% 6 Juli/ Jasa Marga XIISeries Q Tahun 2006 July 2016 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Bank BTN XII Thn 2006 12.750% 19 September/ Bank BTN XII Thn 2006 September 2016 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Indosat VI Thn 2008 Seri A 10.250% 9 April/ Indosat VI Thn 2008 Seri A April 2013 1,000,000,000 3,822,320 1,003,822,320 283,318,000,000 (7,630,103,533) 275,687,896,467 BNI Life | 2012 Annual Report 223 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/34 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: (lanjutan) a. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2012 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Dolar Amerika Serikat US Dollar Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Surat Utang Jangka Menengah Medium Term Notes Medco Energi II Seri B 8.000% 3 Februari/ Medco Energi II Series B Tahun 2009 (US$500.000) February 2013 4,835,000,000 - 4,835,000,000 Tahun 2010 (US$500,000) 4,835,000,000 - 4,835,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds INDO-37 (US$2.500.000) 6.625% 17 Februari/ INDO-37 (US$2,500,000) February 2037 24,175,000,000 (312,554,223) 23,862,445,777 INDO-38 (US$1.000.000) 7.750% 17 Januari/ INDO-38 (US$1,000,000) January 2038 9,670,000,000 (35,679,543) 9,634,320,457 Obligasi perusahaan Corporate bonds Majapahit Majapahit Majapahit Holding BV (PLN 16) 7.750% 17 Oktober/ 9,670,000,000 (173,770,362) 9,496,229,638 Majapahit Holding BV (PLN 16) (US$1.000.000) October 2016 (US$1,000,000) Majapahit Holding BV (PLN 17) 7.250% 28 Juni/ Majapahit Holding BV (PLN 17) (US$1 .000.000) June 2017 9,670,000,000 (527,038,668) 9,142,961,332 (US$1,000,000) Majapahit Holding BV (PLN 20) 7.750% 20 Januari/ Majapahit Holding BV (PLN 20) (US$500.000) January 2020 4,835,000,000 (22,498,181) 4,812,501,819 (US$500,000) Majapahit Holding BV 7.750% 17 Oktober/ Majapahit Holding BV USN54360AB30 (US$500.000) October 2016 4,835,000,000 (172,948,674) 4,662,051,326 USN54360AB30 (US$500,000) 62,855,000,000 (1,244,489,651) 61,610,510,349 371,898,900,000 (8,874,593,184) 363,024,306,816 Cadangan penurunan nilai Allowance for decline in value atas investasi (10,890,900,000) - (10,890,900,000) of an investment 361,008,000,000 (8,874,593,184) 352,133,406,816 Link Link Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Rupiah Rupiah Seri ORI 005 11.450% 15 September/ 500,000,000 - 500,000,000 Series ORI 005 September 2013 Subordinasi Bank Mandiri I/2009 11.850% 11 Desember/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Subordinasi Bank Mandiri I/2009 December 2016 2,500,000,000 - 2,500,000,000 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 224 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/35 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: (lanjutan) a. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2012 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying value Syariah Sharia Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Sukuk Subordinasi Mudharabah 12.950% 10 Juli/ 8,000,000,000 84,357,174 8,084,357,174 Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2008 July 2018 Bank Muamalat Tahun 2008 Sukuk Subordinasi Mudharabah 10.130% 29 Juni/ 4,000,000,000 - 4,000,000,000 Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2012 Juny 2022 Bank Muamalat Tahun 2012 Sukuk Summarecon I Tahun 2008 14.100% 25 Juni/ 2,000,000,000 21,187,500 2,021,187,500 Sukuk Summarecon I Tahun 2008 June 2013 Sukuk Pupuk Kaltim I Th 2009 10.750% 4 Desember/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Sukuk Pupuk Kaltim I Th 2009 December 2014 Sukuk Ijarah Metrodata I 14.130% 4 Juli/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Ijarah Metrodata I Tahun 2008 July 2013 Tahun 2008 Sukuk Ijarah Salim Ivomas 11.650% 1 Desember/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I Th 2009 December 2014 Pratama I Th 2009 18,000,000,000 105,544,674 18,105,544,674 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Sukuk Ijarah SBSN IFR 0007 10.250% 15 Januari/ Sukuk Ijarah SBSN IFR 0007 January 2025 2,000,000,000 208,092,477 2,208,092,477 Sukuk Ijarah SBSN IFR 001 11.800% 15 Agustus/ Sukuk Ijarah SBSN IFR 001 Th 2008 August 2015 2,000,000,000 (111,600,000) 1,888,400,000 Th 2008 Sukuk Ijarah SBSN IFR 0003 9.250% 15 September/ Sukuk Ijarah SBSN IFR 0003 Th 2008 September 2015 1,000,000,000 19,998,392 1,019,998,392 Th 2008 Obligasi perusahaan Corporate bonds PLN PLN Sukuk Ijarah PLN V Seri B 10.400% 8 Juli/ Sukuk Ijarah PLN V Series B Tahun 2010 July 2022 2,000,000,000 78,567,375 2,078,567,375 Tahun 2010 Sukuk Ijarah PLN IV Seri B 12.550% 12 Januari/ Sukuk Ijarah PLN IV Series B Tahun 2010 January 2020 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Tahun 2010 Indosat Indosat Sukuk Ijarah Indosat V 8.630% 27 Juni/ Sukuk Ijarah Indosat V Tahun 2012 June 2019 4,000,000,000 38,071,429 4,038,071,429 Tahun 2012 Sukuk Ijarah Indosat III 10.250% 9 April/ Sukuk Ijarah Indosat III Tahun 2008 April 2013 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Tahun 2008 Sukuk Ijarah Indosat II 10.200% 29 Mei/ Sukuk Ijarah Indosat II Tahun 2007 May 2014 1,000,000,000 8,780,485 1,008,780,485 Tahun 2007 15,000,000,000 241,910,158 15,241,910,158 33,000,000,000 347,454,832 33,347,454,832 Jumlah obligasi yang Total bonds dimiliki hingga jatuh tempo 396,508,000,000 (8,527,138,352) 387,980,861,648 held-to-maturity BNI Life | 2012 Annual Report 225 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/36 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: (lanjutan) a. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2011 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying Value Asuransi jiwa Life insurance Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Surat Utang Jangka Menengah Medium Term Notes PT Djakarta Lloyd (Persero) 16.000% 6 Oktober/ 10,890,900,000 - 10,890,900,000 PT Djakarta Lloyd (Persero) October 2007 Indofood Sukses Makmur Indofood Sukses Makmur Indofood Sukses Makmur V 13.000% 18 Juni/ 5,000,000,000 - 5,000,000,000 Indofood Sukses Makmur V Tahun 2009 June 2014 Tahun 2009 Indofood Sukses Makmur IV 10.013% 15 Mei/ 5,000,000,000 (64,678,861) 4,935,321,139 Indofood Sukses Makmur IV Tahun 2007 May 2012 Tahun 2007 Sukuk Subordinasi 12.852% 10 Juli/ 5,000,000,000 - 5,000,000,000 Sukuk Subordinasi Bank Muamalat Tahun 2008 July 2018 Bank Muamalat Tahun 2008 25,890,900,000 (64,678,861) 25,826,221,139 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0043 10.250% 15 Juli/ 50,000,000,000 (832,726,514) 49,167,273,486 Series FR 0043 July 2022 Seri FR 0047 10.000% 15 Februari/ 40,000,000,000 (2,627,332,357) 37,372,667,643 Series FR 0047 February 2028 Seri FR 0044 10.000% 15 September/ 29,789,000,000 (1,571,640,334) 28,217,359,666 Series FR 0044 September 2024 Seri FR 0031 11.000% 15 November/ 27,000,000,000 (1,086,112,052) 25,913,887,948 Series FR 0031 November 2020 Seri FR 0042 10.250% 15 Juli/ 20,000,000,000 129,776,383 20,129,776,383 Series FR 0042 July 2027 Seri FR 0046 9.500% 15 Juli/ 21,000,000,000 (1,622,618,193) 19,377,381,807 Series FR 0046 July 2023 Seri FR 0028 10.000% 15 Juli/ 13,000,000,000 (100,394,589) 12,899,605,411 Series FR 0028 July 2017 Seri FR 0040 11.000% 15 September/ 10,705,000,000 478,307,039 11,183,307,039 Series FR 0040 September 2025 Seri FR 0027 9.500% 15 Juni/ 10,000,000,000 139,618,688 10,139,618,688 Series FR 0027 June 2015 Seri FR 0048 9.000% 15 September/ 10,000,000,000 (244,153,559) 9,755,846,441 Series FR 0048 September 2018 Seri FR 0052 10.500% 15 Agustus/ 4,000,000,000 (249,503,115) 3,750,496,885 Series FR 0052 August 2030 Seri FR 0050 10.500% 15 Juli/ 3,000,000,000 (270,046,393) 2,729,953,607 Series FR 0050 July 2038 Seri ORI 005 11.450% 15 September/ 1,100,000,000 (678,183) 1,099,321,817 Series ORI 005 September 2013 Seri FR 0017 13.150% 15 Januari/ 1,000,000,000 (1,116,509) 998,883,491 Series FR 0017 January 2012 Seri FR 0036 11.500% 15 September/ 500,000,000 (14,521,164) 485,478,836 Series FR 0036 September 2019 Seri FR 0030 10.750% 15 Mei/ 224,000,000 9,011,808 233,011,808 Series FR 0030 May 2016 Sukuk Negara Ritel Seri SR 001 12.000% 25 Februari/ 195,000,000 22,102 195,022,102 Sukuk Negara Ritel Series SR 001 February 2012 Obligasi perusahaan Corporate bonds Subordinasi Bank Mandiri I/2009 11.850% 11 Desember/ 8,000,000,000 - 8,000,000,000 Subordinasi Bank Mandiri I/2009 December 2016 Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 12.250% 4 Maret/ 5,000,000,000 166,461,940 5,166,461,940 Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 March 2018 PLN PLN PLN X Seri A Th 2009 14.750% 9 Januari/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 PLN X Series A Th 2009 January 2014 PLN X Seri B Th 2009 15.000% 9 Januari/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 PLN X Series B Th 2009 January 2016 Bank Jabar Banten VI 12.000% 10 Juli/ 3,000,000,000 32,502,286 3,032,502,286 Bank Jabar Banten VI Seri A Tahun 2009 July 2012 Series A Tahun 2009 Perum Pegadaian Perum Pegadaian PerumXIII Seri A1 2009 11.675% 1 Juli/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Series A1 2009 July 2014 PerumXIII Seri B 2009 12.650% 1 Juli/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Series B 2009 July 2017 PerumXIII Seri C 2009 12,875% 1 Juli/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Perum XIII Series C 2009 July 2019 Jasa Marga XI Tahun 2003 13.000% 10 Oktober/ 2,000,000,000 (6,175,117) 1,993,824,883 Jasa Marga XITahun 2003 October 2013 266,513,000,000 (7,671,317,833) 258,841,682,167 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 226 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/37 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari: (lanjutan) a. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2011 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying Value Dolar Amerika Serikat US Dollar Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Surat Utang Jangka Menengah Medium Term Notes Medco Energi II Seri B 8.000% 3 Februari/ 4,534,000,000 - 4,534,000,000 Medco Energi II Series B Tahun 2010 (US$500.000) February 2013 Tahun 2010 (US$500,000) 4,534,000,000 - 4,534,000,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds INDO-37 (US$2.500.000) 6.625% 17 Februari/ 22,670,000,000 (297,738,259) 22,372,261,741 INDO-37 (US$2,500,000) February 2037 INDO-38 (US$1.000.000) 7.750% 17 Januari/ 9,068,000,000 (33,876,097) 9,034,123,903 INDO-38 (US$1,000,000) January 2038 Obligasi perusahaan Corporate bonds Majapahit Majapahit Majapahit Holding BV (PLN 16) 7.750% 17 Oktober/ 9,068,000,000 (197,091,055) 8,870,908,945 Majapahit Holding BV (PLN 16) (US$1.000.000) October 2016 (US$1,000,000) Majapahit Holding BV (PLN 17) 7.250% 28 Juni/ 9,068,000,000 (583,195,340) 8,484,804,660 Majapahit Holding BV (PLN 17) (US$1.000.000) June 2017 (US$1,000,000) Majapahit Holding BV (PLN 20) 7.750% 20 Januari/ 4,534,000,000 (23,146,394) 4,510,853,606 Majapahit Holding BV (PLN 20) (US$500.000) January 2020 (US$500,000) Majapahit Holding BV 7.750% 17 Oktober/ 4,534,000,000 (195,766,105) 4,338,233,895 Majapahit Holding BV USN54360AB30 (US$500.000) October 2016 USN54360AB30 (US$500,000) 58,942,000,000 (1,330,813,250) 57,611,186,750 355,879,900,000 (9,066,809,944) 346,813,090,056 Cadangan penurunan nilai Allowance for decline in value atas investasi (10,890,900,000) - (10,890,900,000) of an investment 344,989,000,000 (9,066,809,944) 335,922,190,056 Link Link Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Rupiah Rupiah Seri FR 0023 11.000% 15 Desember/ 7,000,000,000 (59,783,564) 6,940,216,436 Series FR 0023 December 2012 Seri FR 0033 12.500% 15 Maret/ 5,000,000,000 (22,695,418) 4,977,304,582 Series FR 0033 March 2013 Seri FR 0020 14.275% 15 Desember/ 5,000,000,000 (50,569,743) 4,949,430,257 Series FR 0020 December 2013 Seri FR 0017 13.150% 15 Januari/ 2,000,000,000 (2,233,018) 1,997,766,982 Series FR 0017 January 2012 Seri FR 0047 10.000% 15 Februari/ 2,000,000,000 (582,318,889) 1,417,681,111 Series FR 0047 February 2028 Seri ORI 005 11.450% 15 September/ 500,000,000 - 500,000,000 Series ORI 005 September 2013 Sukuk Negara Ritel Seri SR 001 12.000% 25 Februari/ 275,000,000 44,796 275,044,796 Sukuk Negara Ritel Series SR 001 February 2012 Obligasi perusahaan Corporate bonds PLN PLN PLN VIII Seri A Th 2006 13.600% 21 Juni/ 5,000,000,000 - 5,000,000,000 PLN VIII Series A Th 2006 June 2016 PLN X Seri B Th 2009 15.000% 9 Januari/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 PLN X Series B Th 2009 January 2016 PLN VII Th 2004 12.250% 11 November/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 PLNVII Th 2004 November 2014 PLN X Seri A Th 2009 14.750% 9 Januari/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 PLN X Series A Th 2009 January 2014 Sukuk Ijarah PLN III 14.750% 9 Januari/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Ijarah PLN III Seri A Tahun 2009 January 2014 Series A Tahun 2009 Subordinasi Bank Mandiri I/2009 11.850% 11 Desember/ 7,000,000,000 - 7,000,000,000 Subordinasi Bank Mandiri I/2009 December 2016 Jasa Marga Jasa Marga Jasa Marga XII Seri Q 13.500% 6 Juli/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Jasa Marga XII Series Q Tahun 2006 July 2016 Tahun 2006 Jasa Marga XI Seri P 13.000% 10 Oktober/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Jasa Marga XI Series P Tahun 2003 October 2013 Tahun 2003 Perum Pegadaian XI Seri A 13.100% 23 Mei/ 2,000,000,000 4,818,511 2,004,818,511 Perum Pegadaian XI Series A Tahun 2006 May 2016 Tahun 2006 BTN XII Tahun 2006 12.750% 19 September/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 BTN XII Tahun 2006 September 2016 Indosat VI Seri A Tahun 2008 10.250% 9 April/ 1,000,000,000 17,740,509 1,017,740,509 Indosat VI Seri A Tahun 2008 April 2013 46,775,000,000 (694,996,816) 46,080,003,184 BNI Life | 2012 Annual Report 227 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/38 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) a. Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari:(lanjutan) b. Bonds held-to-maturity consist of: (continued) Obligasi 2011 Bonds Tingkat bunga atau bagi hasil untuk syariah/ Interest rate or profit sharing for sharia Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Premi (diskonto) yang belum diamortisasi/ Unamortised premium (discount) Nilai tercatat/ Carrying Value Syariah Sharia Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Sukuk Subordinasi Mudharabah 12.852% 10 Juli/ 8,000,000,000 99,485,670 8,099,485,670 Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2008 July 2018 Bank Muamalat Tahun 2008 Sukuk Summarecon I Tahun 2008 14.100% 25 Juni/ 2,000,000,000 63,562,500 2,063,562,500 Sukuk Summarecon I Tahun 2008 June 2013 Sukuk Pupuk Kaltim I Th 2009 10.750% 4 Desember/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Sukuk Pupuk Kaltim I Th 2009 December 2014 Sukuk Ijarah Metrodata I Sukuk Ijarah Metrodata I Tahun 2008 14.125% 4 Juli/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Tahun 2008 July 2013 Sukuk Ijarah SalimIvomas 11.650% 1 Desember/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I Th 2009 December 2014 Pratama I Th 2009 14,000,000,000 163,048,170 14,163,048,170 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Sukuk Ijarah SBSN IFR 0007 10.250% 15 Januari/ 2,000,000,000 225,433,521 2,225,433,521 Sukuk Ijarah SBSN IFR 0007 January 2025 Sukuk Ijarah SBSN IFR 001 11.800% 15 Agustus/ 2,000,000,000 (154,800,000) 1,845,200,000 Sukuk Ijarah SBSN IFR 001 Th 2008 August 2015 Th 2008 Sukuk Ijarah SBSN IFR 0003 9.250% 15 September/ 1,000,000,000 28,452,992 1,028,452,992 Sukuk Ijarah SBSN IFR 0003 Th 2008 September 2015 Th 2008 Sukuk Negara Ritel Seri SR 001 12.000% 25 Februari/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Negara Ritel Series SR 001 February 2012 Obligasi perusahaan Corporate bonds PLN PLN Sukuk Ijarah PLN V Seri B 10.400% 8 Juli/ 2,000,000,000 86,695,035 2,086,695,035 Sukuk Ijarah PLN V Series B Tahun 2010 July 2022 Tahun 2010 Sukuk Ijarah PLN III Seri B 15.000% 9 Januari/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Ijarah PLN III Series B Tahun 2009 January 2016 Tahun 2009 Sukuk Ijarah PLN IV Seri B 12.550% 12 Januari/ 1,000,000,000 - 1,000,000,000 Sukuk Ijarah PLN IV Series B Tahun 2010 January 2020 Tahun 2010 Indosat Indosat Sukuk Ijarah Indosat III 10.250% 9 April/ 2,000,000,000 - 2,000,000,000 Sukuk Ijarah Indosat III Tahun 2008 April 2013 Tahun 2008 Sukuk Ijarah Indosat II 10.200% 29 Mei/ 1,000,000,000 14,634,145 1,014,634,145 Sukuk Ijarah Indosat II Tahun 2007 May 2014 Tahun 2007 13,000,000,000 200,415,693 13,200,415,693 27,000,000,000 363,463,863 27,363,463,863 Jumlah obligasi yang Total bonds dimiliki hingga jatuh tempo 418,764,000,000 (9,398,342,897) 409,365,657,103 held-to-maturity Obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari obligasi dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat. Tingkat bunga tetap tahunan atau bagi hasil tahunan untuk syariah dari obligasi dalam mata uang Rupiah masingmasing berkisar antara 8,15%-14,85% pada tahun 2012 (2011: 8,15%-15,00%). Sedangkan, tingkat bunga tetap tahunan dari obligasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat adalah berkisar antara 6,63%-8,00% pada tahun 2012 dan 2011. Held-to-maturity bonds consist of bonds denominated in Rupiah and United States Dollar currency. Annual fixed interest rate or annual profit sharing for sharia of bonds denominated in Rupiah currency ranged from 8.15%-14.85% in 2012 (2011: 8.15%-15.00%). While, annual fixed interest rate of bonds denominated in United States Dollar currency ranged from 6.63%-8.00% in 2012 and 2011. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 228 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/39 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) b. Rincian reksadana yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah sebagai berikut: (lanjutan) b. The details of mutual funds classified as fair value through profit or loss consist of: (continued) 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Pihak ketiga Third parties RD Penyertaan Terbatas Si Dana RD Penyertaan Terbatas Si Dana Batavia Terbatas I 271,911,630,194 255,833,382,908 Batavia Terbatas I Bahana Protected Fund G63 156,255,640,000 - Bahana Protected Fund G63 Premier Proteksi IV 50,437,486,441 - Premier Proteksi IV RD Lautandhana Proteksi II 48,676,945,236 48,499,811,943 RD Lautandhana Proteksi II RD Mega Saham Maxima 24,274,020,095 24,341,107,526 RD Mega Saham Maxima RD Panin Dana Maxima 5,239,975,313 4,821,376,761 RD Panin Dana Maxima Batavia Dana Saham 4,203,293,753 3,903,780,792 Batavia Dana Saham Schroder Reguler Income Plan IV - 50,908,500,000 Schroder Reguler Income Plan IV Schroder Prestasi Plus - 2,560,040,792 Schroder Prestasi Plus Schroder Dana Mantap Plus II - 87,928,159 Schroder Dana Mantap Plus II Schroder Dana Terpadu II - 8,387,269 Schroder Dana Terpadu II 560,998,991,032 390,964,316,150 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) BNIS Proteksi V - 10,033,484,502 BNIS Proteksi V Danareksa Mawar - 9,323,258 Danareksa Mawar - 10,042,807,760 560,998,991,032 401,007,123,910 Link Link Pihak ketiga Third party Schroder Prestasi Plus 797,772,595,995 640,443,679,688 Schroder Prestasi Plus Schroder Dana Terpadu II 43,578,408,315 43,371,621,340 Schroder Dana Terpadu II Schroder Dana Mantap Plus II 25,937,422,746 20,909,157,826 Schroder Dana Mantap Plus II Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Danareksa Melati Premium Dollar 10,623,191,840 11,964,961,947 Danareksa Melati Premium Dollar Danareksa Mawar 1,542,082,131 1,546,268,522 Danareksa Mawar Danareksa Anggrek 277,554,792 358,793,295 Danareksa Anggrek Danareksa Melati Platinum Rupiah 126,974,210 111,109,085 Danareksa Melati Platinum Rupiah 879,858,230,029 718,705,591,703 Syariah Sharia Pihak ketiga Third parties Sam Sukuk Syariah Sejahtera – KPK 3,336,622,800 - Sam Sukuk Syariah Sejahtera - KPK I – Hajj Syariah Fund - KPK 2,826,762,611 - I – Hajj Syariah Fund - KPK Mega Dana Obligasi Syariah – KPK 2,446,432,459 - Mega Dana Obligasi Syariah - KPK RD Schroder Syariah Balanced Fund 1,767,051,813 1,265,999,682 RD Schroder Syariah Balanced Fund I – Hajj Syariah Fund - DPS 1,557,630,165 - I – Hajj Syariah Fund - DPS RD Trim Syariah Berimbang - DPS 1,292,712,740 - RD Trim Syariah Berimbang- DPS Sam Sukuk Syariah Sejahtera – DPI 1,243,281,681 - Sam Sukuk Syariah Sejahtera - DPI BNP Paribas Pesona Amanah - DPT 1,081,704,929 - BNP Paribas Pesona Amanah - DPT BNP Paribas Pesona Amanah - DPS 543,443,983 - BNP Paribas Pesona Amanah - DPS BNP Paribas Pesona Amanah - KPK 542,131,775 550,368,724 BNP Paribas Pesona Amanah - KPK RD Trim Syariah Berimbang - KPK 533,399,411 - RD Trim Syariah Berimbang- KPK Mega Dana Obligasi Syariah – DPT 516,225,240 - Mega Dana Obligasi Syariah - DPT PNM Syariah 234,682,384 229,353,284 PNM Syariah PNM Ekuitas Syariah 28,856,411 4,584,625 PNM Ekuitas Syariah Trim Syariah Berimbang 13,849,201 566,476,688 Trim Syariah Berimbang PNM Amanah Syariah 7,976,327 30,282,037 PNM Amanah Syariah 17,972,763,930 2,647,065,040 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) RD BNI Dana Syariah - KPK 3,723,672,511 - RD BNI Dana Syariah - KPK Danareksa Syariah Berimbang – DPT 1,588,144,299 1,378,187,099 Danareksa Syariah Berimbang – DPT RD BNI Dana Syariah - DPS 780,132,373 1,747,357,575 RD BNI Dana Syariah - DPS RD BNI Dana Syariah - DPI 516,198,740 - RD BNI Dana Syariah - DPI Danareksa Syariah Berimbang – KPK 422,814,656 - Danareksa Syariah Berimbang – KPK Mandiri Investa Atraktif Syariah 118,167,453 278,434,654 Mandiri Investa Atraktif Syariah Mandiri Investa Dana Syariah 67,047,329 48,647,518 Mandiri Investa Dana Syariah Mandiri Investa Syariah Berimbang 20,464,060 31,680,533 Mandiri Investa Syariah Berimbang Danareksa Indeks Syariah 14,795,865 129,553,509 Danareksa Indeks Syariah 25,224,201,216 6,260,925,928 Total 1,466,081,422,277 1,125,973,641,541 Total BNI Life | 2012 Annual Report 229 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/40 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) c. Rincian obligasi yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah sebagai berikut: c. The details of bonds classified as fair value through profit or loss consist of: 2012 Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Biaya perolehan/ Cost Nilai tercatat/ Carrying value Obligasi Bonds Asuransi jiwa Life insurance Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Sarana Multigriya Financial Sarana Multigriya Financial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2011 21 Desember/ 15,000,000,000 15,000,000,000 15,353,454,900 Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2011 December 2014 Sarana Multigriya Financial Tahap II 25 April/ 1,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000,000 Sarana Multigriya Financial Tahap II Tahun 2012 seri C April 2017 Tahun 2012 Series C PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I 6 Desember/ Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2011 December 2018 5,000,000,000 5,150,000,000 5,225,000,000 Tahap I Tahun 2011 Bank CIMB Niaga I Tahun 2011 Seri B 23 Desember/ December 2016 3,000,000,000 3,000,000,000 3,090,000,000 Bank CIMB Niaga I Tahun 2011 Series B Astra Sedaya Finance 21 Februari/ Astra Sedaya Finance Berkelanjutan I Tahun 2012 Seri C February 2017 2,000,000,000 2,000,000,000 2,033,166,320 Berkelanjutan I Tahun 2012 Series C 26,000,000,000 26,150,000,000 26,701,621,220 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi perusahaan Corporate bonds Lembaga Pembiayaan Ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Indonesia Berkelanjutan Indonesia Exim Bank I 20 Desember/ Berkelanjutan Indonesia Exim Bank I Tahap I Tahun 2011 Seri C December 2018 10,000,000,000 10,000,000,000 9,952,666,700 Tahap I Tahun 2011 Series C Perum Pegadaian Berkelanjutan I 14 Februari/ Perum Pegadaian Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 Seri D February 2019 5,000,000,000 5,000,000,000 5,025,000,000 Tahap II Tahun 2012 Series D 15,000,000,000 15,000,000,000 14,977,666,700 41,000,000,000 41,150,000,000 41,679,287,920 Link Link Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Bank Bukopin Subordinasi Berkelanjutan I 6 Maret/ Bank Bukopin Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012 March 2019 5,000,000,000 5,000,000,000 5,093,000,000 Tahap I Tahun 2012 Sarana Multigriya Financial Sarana Multigriya Financial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 25 April/ Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 seri C April 2017 5,000,000,000 5,000,000,000 5,000,000,000 Series C Bank Danamon II Th 2010 Seri B 9 Desember/ Bank Danamon II Th 2010 Series B December 2015 3,000,000,000 3,012,000,000 3,129,244,680 BCA Finance Berkelanjutan Tahap I 9 Mei/ BCA Finance Berkelanjutan Tahap I Tahun 2012 Seri B May 2014 3,000,000,000 3,000,000,000 3,007,500,000 Tahun 2012 Series B BII BII Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I 6 Desember/ Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 December 2018 2,000,000,000 2,000,000,000 2,090,000,000 Bank BII Tahap I Tahun 2011 Astra Sedaya Finance 21 Februari/ Astra Sedaya Finance Berkelanjutan I Tahun 2012 Seri C February 2017 2,000,000,000 2,000,000,000 2,033,166,320 Berkelanjutan I Tahun 2012 Series C 20,000,000,000 20,012,000,000 20,352,911,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 13) Related parties (Note 13) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0058 15 Juni/ Series FR 0058 June 2032 5,000,000,000 4,965,000,000 6,126,100,000 Obligasi perusahaan Corporate bonds Berkelanjutan I Antam Tahap I 14 Desember/ Berkelanjutan I Antam Tahap I Tahun 2011 Seri B December 2021 5,000,000,000 5,000,000,000 5,475,000,000 Tahun 2011 Series B PLN XII Seri A Th 2010 8 Juli/ PLN IX Series A Th 2010 July 2015 2,000,000,000 2,059,000,000 2,142,164,840 Telkom II Tahun 2010 Seri A 6 Juli/ Telkom II Tahun 2010 Series A July 2015 2,000,000,000 2,091,000,000 2,132,174,080 Perum Pegadaian Berkelanjutan I 11 Oktober/ Perum Pegadaian Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2011 Seri C October 2021 2,000,000,000 2,000,000,000 2,067,823,200 Tahap I Tahun 2011 Seri C Exim Bank I Seri D Th 2010 8 Juli/ Exim Bank I Series D Th 2010 July 2017 1,000,000,000 1,000,000,000 1,040,070,000 17,000,000,000 17,115,000,000 18,983,332,120 37,000,000,000 37,127,000,000 39,336,243,120 Jumlah 78,000,000,000 78,277,000,000 81,015,531,040 Total BNI Life | Laporan Tahunan 2012 230 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/41 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) c. Rincian obligasi yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah sebagai berikut:(lanjutan) c. The details of bonds classified as fair value through profit or loss consist of: (continued) 2011 Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Biaya perolehan/ Cost Nilai tercatat/ Carrying value Obligasi Bonds Asuransi jiwa Life insurance Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Berkelanjutan I Sarana Multigriya 21 Desember/ 15,000,000,000 15,000,000,000 15,007,500,000 Berkelanjutan I Sarana Multigriya Financial Tahap I Tahun 2011 December 2014 Financial Tahap I Tahun 2011 PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk Berkelanjutan I Bank BII Tahap I 6 Desember/ 4,000,000,000 4,000,000,000 4,050,000,000 Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 Seri B December 2016 Tahun 2011 Series B Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I 6 Desember/ 1,000,000,000 1,000,000,000 1,000,200,000 Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 December 2018 Bank BII Tahap I Tahun 2011 Bank CIMB Niaga I Tahun 2011 Seri B 23 Desember/ December 2016 3,000,000,000 3,000,000,000 3,000,000,000 Bank CIMB Niaga I Tahun 2011 Series B 23,000,000,000 23,000,000,000 23,057,700,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi pemerintah Government bond SBSN Seri IFR0006 15 Maret/ March 2030 10,000,000,000 12,905,000,000 12,945,000,000 SBSN Series IFR0006 Obligasi perusahaan Corporate bonds Lembaga Pembiayaan Ekspor LembagaPembiayaanEkspor Indonesia Indonesia Berkelanjutan Indonesia Exim Bank I 20 Desember/ 10,000,000,000 10,000,000,000 10,030,000,000 Berkelanjutan Indonesia Exim Bank I Tahap I Tahun 2011 Seri C December 2018 Tahap I Tahun 2011 Series C Exim Bank I Tahun 2010 Seri C 8 Juli/ 5,000,000,000 5,252,500,000 5,005,500,000 Exim Bank I Tahun 2010 Series C July 2015 Berkelanjutan I Antam Tahap I 14 Desember/ 5,000,000,000 5,000,000,000 5,035,000,000 Berkelanjutan I AntamTahap I Tahun 2011 Seri B December 2021 Tahun 2011 Series B 30,000,000,000 33,157,500,000 33,015,500,000 53,000,000,000 56,157,500,000 56,073,200,000 Link Link Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds BII BII Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I 6 Desember/ 4,000,000,000 4,000,000,000 4,000,800,000 Sukuk Subordinasi Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 December 2018 Bank BII Tahap I Tahun 2011 Berkelanjutan I Bank BII 6 Desember/ 4,000,000,000 4,000,000,000 4,050,000,000 Berkelanjutan I Bank BII Tahap I Tahun 2011 Seri B December 2016 Tahap I Tahun 2011 Series B Bank Danamon II Th 2010 Seri B 9 Desember/ December 2015 6,000,000,000 6,012,000,000 6,073,500,000 Bank Danamon II Th 2010 Series B Subordinasi II Bank Permata 28 Juni/ 5,000,000,000 5,232,500,000 5,101,500,000 Subordinasi II Bank Permata Tahun 2011 June 2018 Tahun 2011 19,000,000,000 19,244,500,000 19,225,800,000 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds Seri FR 0058 15 Juni/ 10,000,000,000 9,907,500,000 11,275,000,000 Series FR 0058 June 2032 SBSN Seri I FR 0001 Tahun 2008 15 Agustus/ 5,000,000,000 5,000,000,000 5,375,000,000 SBSN Series I FR 0001 Tahun 2008 August 2015 Seri FR 0059 15 Mei/ 5,000,000,000 5,120,000,000 5,287,500,000 Series FR 0059 May 2027 Sukuk Negara Ritel Seri SR 001 25 Februari/ 4,000,000,000 4,000,000,000 4,042,800,000 Sukuk Negara Ritel Series SR 001 Tahun 2009 February 2012 Tahun 2009 Obligasi perusahaan Corporate bonds Telkom Telkom Telkom II Tahun 2010 Seri B 6 Juli/ 11,000,000,000 11,623,000,000 11,797,500,000 Telkom II Tahun 2010 Series B July 2020 Telkom II Tahun 2010 Seri A 6 Juli/ 4,000,000,000 4,182,000,000 4,192,000,000 Telkom II Tahun 2010 Series A July 2015 PLN PLN PLN XII Seri B Th 2010 8 Juli/ 3,000,000,000 3,000,000,000 3,300,000,000 PLN IX Series B Th 2010 July 2022 PLN IX Seri B Th 2007 10 Juli/ 3,000,000,000 3,144,000,000 3,210,000,000 PLN IX Series B Th 2007 July 2022 PLN XII Seri A Th 2010 8 Juli/ 2,000,000,000 2,059,000,000 2,292,000,000 PLN IX Series A Th 2010 July 2015 PLN VII Th 2004 11 November/ PLN VII Th 2004 November 2014 1,000,000,000 1,042,000,000 1,116,500,000 PLN IX Seri A Th 2007 10 Juli/ 1,000,000,000 1,003,000,000 1,002,500,000 PLN IX Series A Th 2007 July 2017 BNI Life | 2012 Annual Report 231 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/42 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) c. Rincian obligasi yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah sebagai berikut: (lanjutan) c. The details of bonds classified as fair value through profit or loss consist of: (continued) 2011 Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Biaya perolehan/ Cost Nilai tercatat/ Carrying value Berkelanjutan I Antam Tahap I 14 Desember/ 10,000,000,000 10,000,000,000 10,070,000,000 Berkelanjutan I Antam Tahap I Tahun 2011 Seri B December 2021 Tahun 2011 Series B Jasa Marga Jasa Marga Jasa Marga XIV Seri JM-10 12 Oktober/ 5,000,000,000 5,101,500,000 5,285,000,000 Jasa Marga XIV Series JM-10 Th 2010 October 2020 Th 2010 Jasa Marga XIII Seri R Th 2007 21 Juni/ 2,000,000,000 2,005,000,000 2,082,000,000 Jasa Marga XIII Series R Th 2007 June 2017 Perum Pegadaian Perum Pegadaian Berkelanjutan I Perum Pegadaian 11 Oktober/ 5,000,000,000 5,000,000,000 5,000,000,000 Berkelanjutan I Perum Pegadaian Tahap I Tahun 2011 Seri C October 2021 Tahap I Tahun 2011 Series C Perum Pegadaian XIII 1 Juli/ 2,000,000,000 2,066,000,000 2,189,000,000 Perum Pegadaian XIII Seri A1 Th 2009 July 2014 Series A1 Th 2009 Indosat Indosat Indosat VI Seri A Th 2008 9 April/ 2,000,000,000 2,000,000,000 2,072,600,000 Indosat VI Series A Th 2008 April 2013 Indosat VI Seri B Th 2008 9 April/ 1,000,000,000 1,000,000,000 1,048,000,000 Indosat VI Series B Th 2008 April 2015 BTN XIII Seri B Th 2009 29 Mei/ 1,000,000,000 1,000,000,000 1,069,000,000 BTN XIII Series B Th 2009 May 2013 Exim Bank I Seri D Th 2010 8 Juli/ 1,000,000,000 1,000,000,000 1,000,000,000 Exim Bank I Series D Th 2010 July 2017 78,000,000,000 79,253,000,000 82,706,400,000 97,000,000,000 98,497,500,000 101,932,200,000 Jumlah 150,000,000,000 154,655,000,000 158,005,400,000 Total Obligasi yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif terdiri dari obligasi dalam mata uang Rupiah. Tingkat bunga tetap tahunan berkisar antara 7,35%-10,00% pada tahun 2012 (2011: 7,00%- 12,25%). Bonds classified as fair value through profit or loss consists of bonds denominated in Rupiah currency. Annual fixed interest ranged from 7.35%-10.00% in 2012 (2011: 7.00%-12.25%). d. Rincian saham yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah sebagai berikut: d. The details of stocks classified as fair value through profit or loss consist of: 2012 Jumlah saham/ Number of Nilai tercatatat/ shares Carrying value Asuransi jiwa Life insurance Pihak ketiga Third parties ETF IDX 30 25,000,000 9,310,750,000 ETF IDX 30 PT Vale Indonesia Tbk 1,754,500 4,123,075,000 PT Vale Indonesia Tbk PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk 3,986,000 2,152,440,000 PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk PT Indika Energy Tbk 1,235,000 1,753,700,000 PT Indika Energy Tbk PT Delta Dunia Makmur Tbk 8,607,500 1,316,947,500 PT Delta Dunia Makmur Tbk PT Gajah Tunggal Tbk 220,500 490,612,500 PT Gajah Tunggal Tbk PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk 2,511,500 233,569,500 PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk 6,787,500 7,194,750,001 Jawa Barat Tbk PT Timah (Persero) Tbk 2,744,000 4,225,760,000 PT Timah (Persero) Tbk PT Tambang Batubara Bukit PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk 175,000 2,642,500,000 Asam (Persero) Tbk PT Perusahaan Gas Negara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 30,000 138,000,000 (Persero) Tbk Jumlah 53,051,500 33,582,104,501 Total BNI Life | Laporan Tahunan 2012 232 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/43 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) d. Rincian saham yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah sebagai berikut: (lanjutan) d. The details of stocks classified as fair value through profit or loss consist of: (continued) 2011 Jumlah saham/ Number of Nilai tercatatat/ shares Carrying value Asuransi jiwa Life insurance Pihak ketiga Third parties PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1,597,500 6,549,750,000 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Vale Indonesia Tbk 1,874,500 5,998,400,000 PT Vale Indonesia Tbk PT Delta Dunia Makmur Tbk 8,583,500 5,750,945,000 PT Delta Dunia Makmur Tbk PT Indika Energy Tbk 1,735,000 3,773,625,000 PT Indika Energy Tbk PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk 3,982,500 3,305,475,000 PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk PT XL Axiata Tbk 634,000 2,868,850,000 PT XL Axiata Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk 500,000 2,300,000,000 PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Medco Energi Internasional Tbk 850,000 2,061,250,000 PT Medco Energi Internasional Tbk PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 70,000 1,193,500,000 PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT Adaro Energy Tbk 500,000 885,000,000 PT Adaro Energy Tbk PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk 2,511,500 715,777,500 PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Waran Seri I Bumi Resources 333 25,644 Warrant Seri I Bumi Resources Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) PT Perusahaan Gas Negara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 2,983,500 9,472,612,500 (Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk 9,044,500 8,230,495,000 Jawa Barat Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 850,000 5,992,500,000 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Timah (Persero) Tbk 3,488,500 5,825,795,000 PT Timah (Persero) Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk 1,263,000 2,046,060,000 PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Tambang Batubara Bukit PT Tambang Bat ubara Bukit Asam (Persero) Tbk 20,000 347,000,000 Asam (Persero) Tbk Jumlah 40,488,333 67,317,060,644 Total e. Rincian obligasi yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut: e. The details of bonds classified as available-forsale consist of: 2012 Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Biaya perolehan/ Cost Nilai tercatat/ Carrying value Obligasi Bonds Asuransi jiwa Life insurance Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bonds Bank CIMB Niaga Berkelanjutan I 30 Oktober/ Bank CIMB Niaga Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012 Seri B October 2017 5,000,000,000 5,035,000,000 5,006,250,000 Tahap I Tahun 2012 Seri B Mitra Adiperkasa Berkelanjutan I 12 Desember/ Mitra Adiperkasa Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012 Seri B December 2017 5,000,000,000 5,000,000,000 5,025,000,000 Tahap I Tahun 2012 Seri B Bank Permata Subordinasi Berkelanjutan I 19 Desember/ Bank Permata Subordinasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 December 2019 17,000,000,000 17,000,000,000 17,325,944,400 Tahap II Tahun 2012 Bank Panin Berkelanjutan I 20 Desember/ Bank Panin Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012 December 2017 10,000,000,000 10,000,000,000 10,012,500,000 Tahap I Tahun 2012 37,000,000,000 37,035,000,000 37,369,694,400 Rupiah Rupiah Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi perusahaan Corporate bonds Indosat VIII Seri A Tahun 2012 27 Juni/ 2,000,000,000 2,010,500,000 2,066,635,720 Indosat VIII Series A Tahun 2012 June 2019 Perum Pegadaian Berkelanjutan I 14 Februari/ Perum Pegadaian Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 Seri D February 2019 4,000,000,000 4,050,000,000 4,020,000,000 Tahap II Tahun 2012 Series D BNI Life | 2012 Annual Report 233 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/44 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) e. Rincian obligasi yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut: (lanjutan) e. The details of bonds classified as available-forsale consist of: (continued) 2012 Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Biaya perolehan/ Cost Nilai tercatat/ Carrying value Dolar Amerika Serikat US Dollar Obligasi pemerintah Government bonds Perusahaan Penerbit SBSN 21 November/ Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II (US$1.000.000) November 2018 9,670,000,000 9,055,000,000 10,336,359,700 Indonesia II (US$1,000,000) Obligasi perusahaan Corporate bonds Majapahit Holding BV 22 November/ Majapahit Holding BV (PLN 21) (US$2.500.000) November 2021 24,175,000,000 24,364,810,500 27,283,179,750 (PLN 21) (US$2,500,000) PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk Palapa Co BV (ISAT 20) 29 Juli/ Palapa Co BV (ISAT 20) (US$3.000.000) July 2020 29,010,000,000 30,853,704,500 33,763,433,550 (US$3,000,000) 68,855,000,000 70,334,015,000 77,469,608,720 105,855,000,000 107,369,015,000 114,839,303,120 Link Link Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bond Bank Permata Subordinasi Berkelanjutan I 19 Desember/ Bank Permata Subordinasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 December 2019 3,000,000,000 3,000,000,000 3,057,519,600 Tahap II Tahun 2012 3,000,000,000 3,000,000,000 3,057,519,600 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi perusahaan Corporate bonds Indosat VIII Seri A Tahun 2012 27 Juni/ Indosat VIII Seri A Tahun 2012 June 2019 9,000,000,000 9,042,000,000 9,299,860,740 9,000,000,000 9,042,000,000 9,299,860,740 12,000,000,000 12,042,000,000 12,357,380,340 Syariah Sharia Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bond Sukuk Sub Mudharabah 10 Juli/ Sukuk Sub Mudharabah BMI II Tahun 2008 July 2018 3,000,000,000 3,306,000,000 3,097,284,000 BMI II Tahun 2008 Pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bond SBSN Seri IF6 15 Maret/ SBSN Series IF6 March 2030 4,000,000,000 4,374,000,000 5,649,760,000 SBSN Seri PBS-004 15 Februari/ SBSN Series PBS-004 February 2037 1,500,000,000 1,500,000,000 1,457,157,000 SBSN Seri SR-004 21 September/ SBSN Series SR-004 September 2015 2,000,000,000 2,015,000,000 2,056,532,000 10,500,000,000 11,195,000,000 12,260,733,000 Jumlah obligasi Total bonds tersedia untuk dijual 128,355,000,000 130,606,015,000 139,457,416,460 available-for-sale Obligasi yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual terdiri dari obligasi dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat. Tingkat bunga tetap tahunan atau bagi hasil tahunan untuk syariah dari obligasi dalam mata uang Rupiah masing-masing berkisar antara 6,10% - 13,15% pada tahun 2012 (2011: 10,25% - 13,15%). Sedangkan, tingkat bunga tetap tahunan dari obligasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat adalah berkisar antara 4,00% - 7,38% pada tahun 2012 (2011: 4,00% - 8,50%). Available-for-sale bonds consist of bonds denominated in Rupiah and United States Dollar currency. Annual fixed interest rate or annual profit sharing for sharia of bonds denominated in Rupiah currency ranged from 6.10% - 13.15% in 2012 (2011: 10.25% - 13.15%). While, annual fixed interest rate of bonds denominated in United States Dollar currency ranged from 4.00% - 7.38% in 2012 (2011: 4.00% - 8.50%). BNI Life | Laporan Tahunan 2012 234 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/45 - Schedule 7. EFEK-EFEK (lanjutan) 7. MARKETABLE SECURITIES (continued) e. Rincian obligasi yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut: (lanjutan) e. The details of bonds classified as available-forsale consist of: (continued) 2011 Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ Nominal value Biaya perolehan/ Cost Nilai tercatat/ Carrying value Obligasi Bonds Asuransi jiwa Life insurance DolarAmerikaSerikat US Dollar Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi pemerintah Government bonds INDO-38 (US$1 .500.000) 17 Januari/ January 2038 13,602,000,000 18,609,382,250 16,934,490,000 INDO-38 (US$1,500,000) INDO-35 (US$1 .000.000) 12 Oktober/ October 2035 9,068,000,000 13,128,390,000 12,173,790,000 INDO-35 (US$1,000,000) INDO-37 (US$1 .000.000) 17 Februari/ February 2037 9,068,000,000 11,009,457,000 10,110,820,000 INDO-37 (US$1,000,000) Perusahaan Penerbit SBSN 21 November/ 9,068,000,000 9,055,000,000 9,177,994,840 Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia II (US$1 .000.000) November 2018 Indonesia II (US$1,000,000) Obligasi perusahaan Corporate bonds Majapahit Holding BV 29 Juni/ 25,390,400,000 30,979,125,500 29,794,872,688 Majapahit Holding BV (PLN 37) (US$2.800.000) June 2037 (PLN 37) (US$2,800,000) PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk Palapa Co BV (ISAT 20) 29 Juli/ 18,136,000,000 20,238,209,500 19,966,103,760 Palapa Co BV (ISAT 20) (US$2.000.000) July 2020 (US$2,000,000) Pertamina Pertamina PT Pertamina (Persero) 27 Mei/ 9,068,000,000 9,088,016,750 9,437,521,000 PT Pertamina (Persero) (US$1.000.000) May 2041 (US$1,000,000) Pertamina 21 23 Mei/ 4,534,000,000 4,684,146,250 4,639,143,460 Pertamina 21 (US$500.000) May 2021 (US$500,000) 97,934,400,000 116,791,727,250 112,234,735,748 Syariah Sharia Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Obligasi perusahaan Corporate bond Sukuk Sub Mudharabah 10 Juli/ 3,000,000,000 3,306,000,000 3,045,000,000 Sukuk Sub Mudharabah BMIII Tahun 2008 July 2018 BMIII Tahun 2008 Pihak berelasi (Catatan 38) Related party (Note 38) Obligasi pemerintah Government bond SBSN Seri IFR0006 15 Maret/ March 2030 9,000,000,000 9,849,000,000 11,650,500,000 SBSN Series IFR0006 12,000,000,000 13,155,000,000 14,695,500,000 Jumlah obligasi Total bonds tersedia untuk dijual 109,934,400,000 129,946,727,250 126,930,235,748 available-for-sale 8. PENYERTAAN SAHAM 8. INVESTMENT IN SHARES Akun ini merupakan penyertaan saham pada PT Bank BNI Syariah, pihak berelasi, sebesar Rp1.000.000.000 dengan persentase kepemilikan sebesar 0,1%. This account represents investment in shares of PT Bank BNI Syariah, a related party, amounting to Rp1,000,000,000 with percentage of ownership of 0.1%. Direksi berpendapat bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas penyertaan saham pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. The Directors believe there is no indication impairment in values of investment in shares as of 31 December 2012 and 2011. 9. PINJAMAN PEMEGANG POLIS 9. LOAN TO POLICYHOLDERS Akun ini merupakan pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diberikan kepada pemegang polis dengan jumlah maksimal 80% dari masing-masing nilai tunai polis. Pinjaman ini mempunyai tanggal pembayaran yang pasti dan memiliki suku bunga tahunan sebesar 12% pada tahun 2012 dan 2011. This account represents loans denominated in Rupiah currency, which is granted to policyholders at a maximum amount of 80% of the cash surrender value of the respective policy. These loans have definite repayment dates and earned annual interest for 12% in 2012 and 2011, respectively. BNI Life | 2012 Annual Report 235 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/47 - Schedule 12. PIUTANG REASURANSI 12. REINSURANCE RECEIVABLES 2012 2011 Pihak ketiga Third parties Asuransi jiwa Life insurance PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 1,097,707,114 589,284,918 PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk PT Tugu Reasuransi Indonesia 3,535,000 - PT Tugu Reasuransi Indonesia PT Trinity RE - 2,319,857,838 PT Trinity RE Syariah Sharia PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 8,777,610 12,660,453 PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 1,110,019,724 2,921,803,209 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Asuransi jiwa Life insurance PT Reasuransi Internasional Indonesia 10,351,085,950 6,622,169,824 PT Reasuransi Internasional Indonesia Syariah Sharia PT Reasuransi Internasional Indonesia 1,134,732,717 185,205,664 PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Reasuransi Nasional Indonesia 65,716,086 5,120,000 PT Reasuransi Nasional Indonesia 11,551,534,753 6,812,495,488 12,661,554,477 9,734,298,697 Direksi berpendapat bahwa seluruh piutang reasuransi pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dapat tertagih sepenuhnya sehingga tidak diperlukan penyisihan untuk piutang reasuransi tidak tertagih. The Directors believe that all reinsurance receivables as at 31 December 2012 and 2011 are fully collectible and therefore no provision for doubtful accounts is required. 13. PIUTANG HASIL INVESTASI 13. INVESTMENT INCOME RECEIVABLES 2012 2011 Pihak ketiga Third parties Obligasi 1,288,169,779 1,164,892,131 Bonds Deposito berjangka 1,044,903,546 43,875,069 Time deposits Pinjaman pemegang polis 200,559,159 9,994,925 Loan to policyholders 2,533,632,484 1,218,762,125 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi 12,713,412,829 14,906,322,984 Bonds Deposito berjangka 390,183,927 149,770,383 Time deposits 13,103,596,756 15,056,093,367 Jumlah 15,637,229,240 16,274,855,492 Total PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/46 - Schedule 10. KAS DAN KAS PADA BANK 10. CASH AND CASH IN BANKS 2012 2011 Kas 103,508,253 104,084,728 Cash Kas pada bank : Cash in banks: Pihak ketiga Third parties Rupiah 2,213,598,309 1,753,361,915 Rupiah Dolar Amerika Serikat 8,828,710 1,308,230,386 US Dollar 2,222,427,019 3,061,592,301 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Rupiah 22,484,000,835 10,530,502,567 Rupiah Dolar Amerika Serikat 181,139,214 3,504,819,270 US Dollar 22,665,140,049 14,035,321,837 24,887,567,068 17,096,914,138 Kas ditempatkan pada perusahaan sekuritas: Cash placed in securities companies: Pihak ketiga - 351,371,647 Third parties Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) 1,505,378,507 112,325,014 Related parties (Note 38) 1,505,378,507 463,696,661 26,496,453,828 17,664,695,527 11. PIUTANG PREMI 11. PREMIUM RECEIVABLES 2012 2011 Pihak ketiga Third parties Asuransi jiwa Life insurance Perorangan 2,666,194,421 7,998,976,069 Individual Kumpulan 7,199,781,444 839,772,238 Group Syariah Sharia Kumpulan 1,742,301,333 1,019,894,668 Group 11,608,277,198 9,858,642,975 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Asuransi jiwa Life insurance Kumpulan 595,831,347 6,517,105,570 Group Syariah Sharia Kumpulan 526,582,348 1,977,076,905 Group 1,122,413,695 8,494,182,475 12,730,690,893 18,352,825,450 Direksi berpendapat bahwa seluruh piutang premi pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dapat tertagih sepenuhnya sehingga tidak diperlukan penyisihan untuk piutang premi tidak tertagih. The Directors believe that all premium receivables as at 31 December 2012 and 2011 are fully collectible and therefore no provision for doubtful accounts is required. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 236 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/47 - Schedule 12. PIUTANG REASURANSI 12. REINSURANCE RECEIVABLES 2012 2011 Pihak ketiga Third parties Asuransi jiwa Life insurance PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 1,097,707,114 589,284,918 PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk PT Tugu Reasuransi Indonesia 3,535,000 - PT Tugu Reasuransi Indonesia PT Trinity RE - 2,319,857,838 PT Trinity RE Syariah Sharia PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 8,777,610 12,660,453 PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 1,110,019,724 2,921,803,209 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Asuransi jiwa Life insurance PT Reasuransi Internasional Indonesia 10,351,085,950 6,622,169,824 PT Reasuransi Internasional Indonesia Syariah Sharia PT Reasuransi Internasional Indonesia 1,134,732,717 185,205,664 PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Reasuransi Nasional Indonesia 65,716,086 5,120,000 PT Reasuransi Nasional Indonesia 11,551,534,753 6,812,495,488 12,661,554,477 9,734,298,697 Direksi berpendapat bahwa seluruh piutang reasuransi pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dapat tertagih sepenuhnya sehingga tidak diperlukan penyisihan untuk piutang reasuransi tidak tertagih. The Directors believe that all reinsurance receivables as at 31 December 2012 and 2011 are fully collectible and therefore no provision for doubtful accounts is required. 13. PIUTANG HASIL INVESTASI 13. INVESTMENT INCOME RECEIVABLES 2012 2011 Pihak ketiga Third parties Obligasi 1,288,169,779 1,164,892,131 Bonds Deposito berjangka 1,044,903,546 43,875,069 Time deposits Pinjaman pemegang polis 200,559,159 9,994,925 Loan to policyholders 2,533,632,484 1,218,762,125 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Obligasi 12,713,412,829 14,906,322,984 Bonds Deposito berjangka 390,183,927 149,770,383 Time deposits 13,103,596,756 15,056,093,367 Jumlah 15,637,229,240 16,274,855,492 Total BNI Life | 2012 Annual Report 237 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/48 - Schedule 14. PIUTANG LAIN-LAIN - BERSIH 14. OTHER RECEIVABLES - NET 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Piutang kelebihan klaim kesehatan 5,029,094,941 6,910,395,053 Excess health claim receivables Piutang kepada manajer investasi 3,234,987,121 1,967,126,825 Receivable to investment managers Piutang karyawan 32,576,606 32,576,606 Loan to employees Lain-lain 1,809,423,383 522,682,253 Others 10,106,082,051 9,432,780,737 Cadangan kerugian penurunan nilai (1,774,950,681) (2,260,246,722) Allowance for impairment losses 8,331,131,370 7,172,534,015 Syariah Sharia Piutang kelebihan klaim kesehatan 215,059,275 203,353,195 Excess health claim receivables Piutang koasuransi 48,382,229 55,668,618 Coinsurance receivables Lain-lain - 20,470,194 Others 263,441,504 279,492,007 8,594,572,874 7,452,026,022 Perseroan telah melakukan penyisihan atas cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang kelebihan klaim kesehatan pada tahun 2012 dan 2011, dan Direksi berpendapat bahwa penyisihan tersebut telah memadai. The Company’s has provided allowance for impairment losses of excess health claim receivables in 2012 and 2011 and the Directors believe that the allowance made is adequate. 15. BEBAN DIBAYAR DI MUKA 15. PREPAID EXPENSES 2012 2011 Renovasi 18,635,895,626 - Renovation Sewa 6,499,623,944 1,677,964,641 Rent Lain-lain 2,302,070,251 1,245,577,326 Others 27,437,589,821 2,923,541,967 16. ASET TETAP 16. FIXED ASSETS 2012 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Disposals balance Biaya perolehan Acquisition Cost Kepemilikan langsung Direct Ownership Tanah 4,888,115,000 - - 4,888,115,000 Land Bangunan 15,296,150,175 - - 15,296,150,175 Buildings Kendaraan 3,795,164,000 - (482,900,000) 3,312,264,000 Vehicles Perabot kantor 9,542,600,972 290,972,430 - 9,833,573,402 Office furniture and fixtures Peralatan kantor 13,297,876,541 3,075,758,220 - 16,373,634,761 Office equipments Perlengkapan kantor 3,377,183,618 25,700,000 - 3,402,883,618 Office supplies Sub-total 50,197,090,306 3,392,430,650 (482,900,000) 53,106,620,956 Sub-total Sewa pembiayaan Finance lease Kendaraan 3,526,000,000 2,742,000,000 (342,000,000) 5,926,000,000 Vehicles 53,723,090,306 6,134,430,650 (824,900,000) 59,032,620,956 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 238 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/49 - Schedule 16. ASET TETAP (lanjutan) 16. FIXED ASSETS (continued) 2012 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Disposals balance Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan 3,570,030,489 764,807,508 - 4,334,837,997 Buildings Kendaraan 2,154,026,438 465,810,331 (201,208,325) 2,418,628,444 Vehicles Perabot kantor 7,577,980,163 938,899,829 - 8,516,879,992 Office furniture and fixtures Peralatan kantor 8,710,178,648 2,304,579,903 - 11,014,758,551 Office equipments Perlengkapan kantor 2,842,786,671 236,389,797 - 3,079,176,468 Office supplies 24,855,002,409 4,710,487,368 (201,208,325) 29,364,281,452 Sub-total Sewa pembiayaan Finance Lease Kendaraan 159,166,659 895,499,971 (22,800,000) 1,031,866,630 Vehicles 25,014,169,068 5,605,987,339 (224,008,325) 30,396,148,082 Nilai buku bersih 28,708,921,238 28,636,472,874 Net book value 2011 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Disposals balance Biaya perolehan Acquisition cost Kepemilikan langsung Direct ownership Tanah 4,888,115,000 - - 4,888,115,000 Land Bangunan 15,025,528,050 270,622,125 - 15,296,150,175 Buildings Kendaraan 5,626,624,000 303,665,000 (2,135,125,000) 3,795,164,000 Vehicles Perabot kantor 9,091,855,238 450,745,734 - 9,542,600,972 Office furniture and fixtures Peralatan kantor 11,675,613,832 1,622,262,709 - 13,297,876,541 Office equipments Perlengkapan kantor 3,325,342,618 51,841,000 - 3,377,183,618 Office supplies Sub-total 49,633,078,738 2,699,136,568 (2,135,125,000) 50,197,090,306 Sub-total Sewa pembiayaan Finance Lease Kendaraan - 3,876,000,000 (350,000,000) 3,526,000,000 Vehicles 49,633,078,738 6,575,136,568 (2,485,125,000) 53,723,090,306 Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan 2,809,357,440 760,673,049 - 3,570,030,489 Buildings Kendaraan 2,468,164,670 895,826,338 (1,209,964,570) 2,154,026,438 Vehicles Perabot kantor 5,340,308,254 2,237,671,909 - 7,577,980,163 Office furniture and fixtures Peralatan kantor 6,489,774,579 2,220,404,069 - 8,710,178,648 Office equipment Perlengkapan kantor 2,333,786,881 508,999,790 - 2,842,786,671 Office supplies 19,441,391,824 6,623,575,155 (1,209,964,570) 24,855,002,409 Sub-total Sewa pembiayaan Finance Lease Kendaraan - 182,499,992 (23,333,333) 159,166,659 Vehicles 19,441,391,824 6,806,075,147 (1,233,297,903) 25,014,169,068 Nilai buku bersih 30,191,686,914 28,708,921,238 Net book value Pada tahun 2011, Perseroan melakukan perjanjian sewa pembiayaan dengan PT BNI Multifinance, pihak berelasi, untuk pembelian 8 (delapan) unit kendaraan. Jangka waktu sewa pembiayaan adalah 5 (lima) tahun dan akan berakhir pada tahun 2016. Utang sewa pembiayaan ini dijamin dengan aset yang bersangkutan. In 2011, the Company entered into finance lease agreements with PT BNI Multifinance, a related party, for purchasing 8 (eight) transportation equipments. The period of finance lease is 5 (five) years and will expire in 2016. This obligation under finance lease is secured by the related assets. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan adalah sebagai berikut: As of 31 December 2012 and 2011, future minimum rental payments required under the lease agreements are as follows: BNI Life | 2012 Annual Report 239 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/50 - Schedule 16. ASET TETAP (lanjutan) 16. FIXED ASSETS (continued) 2012 2011 2012 - 1,001,055,525 2012 2013 1,674,151,316 1,001,055,525 2013 2014 1,682,431,932 1,001,055,525 2014 2015 1,682,431,932 1,001,055,525 2015 2016 1,584,064,532 901,688,130 2016 2017 516,379,219 - 2017 7,138,458,931 4,905,910,230 Bunga yang belum jatuh tempo (1,869,894,857) (1,428,743,032) Not due interest 5,268,564,074 3,477,167,198 Pada tanggal 31 Desember 2012, aset tetap berupa bangunan, kendaraan dan peralatan kantor telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 35 milyar. Direksi berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan. As of 31 December 2012, fixed assets such as buildings, vehicles and office equipment are covered by insurance against losses from fire and other risks under blanket policies amounting to Rp 35 billion. The Directors belives that the amount of insurance coverage is adequate to cover possible losses from such risks. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap, Direksi berpendapat bahwa tidak ada peristiwa-peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai aset tetap tidak dapat seluruhnya terpulihkan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Based on the review of the recoverable amount of the fixed assets, the Directors believe that there are no events or changes in circumstances as of 31 December 2012 and 2011 that indicate the value of fixed assets may not be fully recoverable. 17. ASET LAIN-LAIN 17. OTHER ASSETS 2012 2011 Uang jaminan 4,052,236,009 1,606,219,789 Security deposits Aset tak berwujud - bersih 2,467,133,152 3,636,797,785 Intangible assets - net Iuran keanggotaan 250,500,000 253,500,000 Membership fees Lain-lain 433,366,805 143,724,033 Others Total 7,203,235,966 5,640,241,607 Total 18. ASET REASURANSI 18. REINSURANCE ASSETS 2012 2011 Liabilitas manfaat polis masa depan 20,402,132,105 9,694,790,237 Liability for future policy benefits Estimasi liabilitas klaim 2,037,178,556 - Estimated claim liabilities Premi yang belum merupakan pendapatan 145,067,944 - Unearned premium income Total 22,584,378,605 9,694,790,237 Total BNI Life | Laporan Tahunan 2012 240 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/51 - Schedule 19. LIABILITAS KEPADA PEMEGANG POLIS 19. LIABILITIES TO POLICYHOLDERS Perseroan mengakui liabilitas manfaat polis masa depan, penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak, estimasi liabilitas klaim dan premi yang belum merupakan pendapatan berdasarkan perhitungan internal aktuaris pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. The Company recognised liabilities for future policy benefits, unearned contributions provisions, estimated claim liabilities and unearned premiums as of 31 December 2012 and 2011 based on internal actuary’s calculations. a. Liabilitas manfaat polis masa depan a. Liabilities for future policy benefits Liabilitas manfaat polis masa depan merupakan jumlah dana yang disediakan untuk seluruh kewajiban yang timbul dari persyaratan yang tertera pada polis-polis yang masih berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Perhitungan liabilitas manfaat polis masa depan menggunakan asumsi-asumsi aktuaria sebagai berikut: Liabilities for future policy benefits represents amount provided for all obligations arising from the terms of the policies in force at the statements of financial position. The computation of liabilities for future policy benefits is based on the following actuarial assumptions: 2012 2011 Metode aktuaria Net Premium & Net Premium & Actuarial methods Net Premium with Net Premium with Zilmer Quota Zilmer Quota 30/1000 30/1000 Tabel mortalitas GBM 61/65, TMI II GBM 61/65, TMI II Mortality tables Pria, GA (Annuity) Pria, GA (Annuity) 1971, CSO 1980 1971, CSO 1980 Tabel morbiditas Munich Re basis Munich Re basis Morbidity tables Hospitalisation Hospitalisation (Health Insurance (Health Insurance & Cash Plan) & Cash Plan) Suku bunga tahunan Annual interest rate Rupiah 7% - 9% 7% - 9% Rupiah Dolar Amerika Serikat 4% - 5% 4% - 5% US Dollar Rincian liabilitas manfaat polis masa depan adalah sebagai berikut: Details of liabilities for future policy benefits are as follows: 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Perorangan 638,722,432,438 741,006,950,862 Individual Kelompok 417,503,911,322 301,911,544,999 Group Sub-total asuransi jiwa 1,056,226,343,760 1,042,918,495,861 Sub-total life insurance Link Link Perorangan 915,778,126,147 749,284,792,638 Individual Kelompok 105,547,138,639 230,967,967,967 Group 1,021,325,264,786 980,252,760,605 2,077,551,608,546 2,023,171,256,466 Termasuk dalam liabilitas manfaat polis masa depan adalah saldo dalam mata uang asing sebesar 38.554 Dolar AS (2011: 27.845 Dolar AS). . Included in the above liabilities for future policy benefits are balances in foreign currencies amounting to USD 38,554 (2011: USD 27,845). Kotor/ Aset reasuransi/ Bersih/ Gross Reinsurance assets Net 31 Desember 2012 54,380,352,080 (10,707,341,869) 43,673,010,211 31 December 2012 31 Desember 2011 131,717,729,093 (9,694,790,237) 122,022,938,856 31 December 2011 BNI Life | 2012 Annual Report 241 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/52 - Schedule 19. LIABILITAS KEPADA PEMEGANG POLIS (lanjutan) 19. LIABILITIES TO POLICYHOLDERS (continued) b. Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak b. Unearned contributions provisions Penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak meliputi penyisihan teknis dan kontribusi yang belum menjadi hak. Unearned contributions provisions represents technical reserves and unearned contributions. Penyisihan teknis merupakan jumlah penyisihan untuk memenuhi risiko yang timbul pada periode mendatang. Perhitungan penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak menggunakan asumsi-asumsi aktuaria sebagai berikut: Technical reserves represent reserves amount provided for such risks arising in future periods. The computation of unearned contributions provisions is based on the following actuarial assumptions: 2012 2011 Metode aktuaria Net Premium Net Premium Actuarial methods Prospective Method Prospective Method Tabel mortalita TMI IIPria, TMI II Pria, Mortality tables Rate reasuransi Rate reasuransi (Kecelakaan diri (Kecelakaan diri Group) Group) Tabel morbidita Munich Re basis Munich Re basis Morbidity tables (Health Insurance) (Health Insurance) Tingkat bagi hasil tahunan Annual profit sharing rate Rupiah 6% - 7% 6% - 7% Rupiah Rincian penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak adalah sebagai berikut: Details of unearned contributions provisions are as follows: 2012 2011 Syariah Sharia Perorangan 247,308,419 216,570,638 Individual Kelompok 34,603,209,149 24,757,986,992 Group 34,850,517,568 24,974,557,630 Mutasi pada penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak adalah sebagai berikut: Movements in the unearned contributions provision are as follows: 2012 2011 Saldo awal 24,974,557,630 20,862,042,724 Beginning balance Kenaikan penyisihan kontribusi Increase in unearned yang belum menjadi hak 9,875,959,938 4,112,514,906 contributions provision 34,850,517,568 24,974,557,630 c. Premi yang belum merupakan pendapatan c. Unearned premiums income Premi yang belum merupakan pendapatan menurut jenis asuransi adalah sebagai berikut: Unearned premiums income by type of insurance are as follows: 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Perorangan Individual Kesehatan 23,651,232,846 9,064,343,378 Health Kecelakaan diri 342,932,583 188,915,782 Personal accident 23,994,165,429 9,253,259,160 Kumpulan Group Kesehatan 84,545,374,874 47,558,275,118 Health Ekawarsa 5,651,500,443 6,883,101,591 Term life Kecelakaan diri 442,876,995 324,355,625 Personal accident 90,639,752,312 54,765,732,334 114,633,917,741 64,018,991,494 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 242 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/53 - Schedule 19. LIABILITAS KEPADA PEMEGANG POLIS (lanjutan) 19. LIABILITIES TO POLICYHOLDERS (continued) c. Premi yang belum merupakan pendapatan (lanjutan) c. Unearned premiums income (continued) Kotor/ Aset reasuransi/ Bersih/ Gross Reinsurance assets Net 31 Desember 2012 50,614,926,247 (145,067,944) 50,469,858,303 31 December 2012 31 Desember 2011 7,314,676,832 - 7,314,676,832 31 December 2011 d. Estimasi liabilitas klaim d. Estimated claim liabilities Estimasi liabilitas klaim menurut jenis asuransi adalah sebagai berikut: Estimated claim liabilities by type of insurance are as follows: 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Perorangan Individual Kesehatan 3,036,069,573 1,530,828,089 Health Kumpulan Group Kesehatan 18,343,303,225 5,768,544,298 Health Ekawarsa 28,029,564,098 13,893,600,415 Term life Kecelakaan diri 798,688,989 206,608,320 Personal accident 50,207,625,885 21,399,581,122 Syariah Sharia Kumpulan Group Kesehatan 932,526,913 269,582,634 Health Ekawarsa 951,146,790 601,737,873 Term life Kecelakaan diri 27,682,700 17,550,661 Personal accident 1,911,356,403 888,871,168 52,118,982,288 22,288,452,290 Kotor/ Aset reasuransi/ Bersih/ Gross Reinsurance assets Net 31 Desember 2012 28,808,044,763 (2,037,178,556) 26,770,866,207 31 December 2012 31 Desember 2011 13,345,487,558 - 13,345,487,558 31 December 2011 Kenaikan (penurunan) estimasi liabilitas klaim untuk asuransi jiwa dicatat sebagai penambah (pengurang) beban klaim dan manfaat bruto dalam laporan laba rugi. Untuk syariah, kenaikan (penurunan) estimasi liabilitas klaim diakui sebagai beban penyisihan teknis dalam laporan surplus underwriting dana tabarru tahun berjalan (Catatan 20). Increase (decrease) in estimated claim liabilities for life insurance is recorded as addition (deduction) of gross claim and policy benefit expenses in profit or loss. For sharia, increase (decrease) in estimated claim liabilities is recognised as technical reserve expenses in surplus underwriting of tabarru fund in current year (Note 20). Liabilitas manfaat polis masa depan, penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak, estimasi liabilitas klaim, dan premi yang belum merupakan pendapatan pada tanggal 31 Desember 2011 telah disetujui oleh BAPEPAM-LK berdasarkan Surat No.S.10270/BL/2012 tanggal 23 Agustus 2012. Persetujuan oleh regulator untuk liabilitas manfaat polis masa depan, penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak dan premi yang belum merupakan pendapatan pada tanggal 31 Desember 2012 masih dalam proses sampai dengan tanggal laporan keuangan ini. The liabilities for future policy benefits, unearned contributions provisions, estimated claim liabilities and unearned premiums as at 31 December 2011 has been approved by BAPEPAM-LK in its letter No.S.10270/BL/2012 dated 23 Agustus 2012. Until the date of these financial statements, approval from the regulator for the liabilities for future policy benefits, unearned contributions provisions and unearned premium income as at 31 December 2012 is still in progress. BNI Life | 2012 Annual Report 243 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/54 - Schedule 19. LIABILITAS KEPADA PEMEGANG POLIS (lanjutan) 19. LIABILITIES TO POLICYHOLDERS (continued) e. Utang klaim d. Claims payable 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Kesehatan 1,037,755,313 1,107,187,784 Health Kematian - 813,818,610 Death Penebusan 28,726,527 28,470,460 Surrender Refund 426,000 - Refund 1,066,907,840 1,949,476,854 Link Link Penebusan 109,222,990 93,722,685 Surrender Refund 296,880 - Refund 109,519,870 93,722,685 Syariah Sharia Kematian - 71,388,156 Death Kesehatan 130,736,359 - Health 130,736,359 71,388,156 1,307,164,069 2,114,587,695 f. Pengujian kecukupan liabilitas f. Liability adequacy testing Perseroan melakukan pengujian kecukupan liabilitas asuransi pada tanggal 31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dengan cara mengelompokkan kontrak sesuai dengan bagaimana kontrak diperoleh, dipelihara, dan diukur profitabilitasnya. Perseroan menggunakan estimasi terbaik saat ini dari semua kontraktual arus kas masa depan, termasuk semua arus kas keluar dan arus kas masuk yang terkait, dan juga dengan perhitungan hasil investasi yang terkait dengan aset yang mendukung kontrak. The Company performs liability adequacy testing as at 31 December 2012, 31 December 2011 and 1 January 2011/31 December 2010 by classifying the insurance contracts according to how they were acquired, maintained and how their profitability was measured. The Company uses current best estimates of all future contractual cash flows, including all related cash outflow and cash inflow, and taking into account investment yields related to assets backing these contracts. Perseroan memilih untuk menggunakan metode gross premium valuation, mempertimbangkan semua arus kas kontraktual termasuk premi masa depan, manfaat dijamin dan tidak dijamin, dan biaya terkait. Arus kas diperkirakan dengan menggunakan asumsi estimasi terbaik. Asumsi tingkat diskonto yang digunakan adalah berdasarkan suku bunga investasi yang konsisten dengan estimasi waktu arus kas. Penilaian kecukupan dilakukan di tingkat Perseroan. The Company chooses to use the gross premium valuation method which considers all contractual cash flows including future premiums, guaranteed and non-guaranteed benefits, and related expenses. The cash flows are estimated using best estimate assumptions. The discount rates assumptions used are based on investment rates consistent with the estimated timing of cash flows. The adequacy assessment is performed at the Company level. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 244 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/55 - Schedule 19. LIABILITAS KEPADA PEMEGANG POLIS (lanjutan) 19. LIABILITIES TO POLICYHOLDERS (continued) f. Pengujian kecukupan liabilitas (lanjutan) f. Liability adequacy testing (continued) Berikut ini adalah asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan kecukupan liabilitas. The following key assumptions are used in the calculation of liability adequacy testing. 31 Desember/December 2012 and 2011 dan/and 1 Januari/January 2011/ 31 Desember/December 2010 Metode aktuaria Gross Premium Valuation Actuarial method Tabel mortalitas TMI III (2011) Mortality tables Tingkat bunga tahunan - Rupiah - Dolar Amerika Serikat 9% 5% Annual interest rate Rupiah - US Dollar - Asumsi biaya Sesuai tabel asumsi biaya/ Based on expenses assumption table Expense assumptions Asumsi persistensi Sesuai tabel asumsi persistensi/ Based on persistency assumption table Persistency assumptions Berdasarkan hasil tes kecukupan liabilitas pada tanggal pelaporan, terdapat kekurangan dalam liabilitas asuransi yang dicatat oleh Perseroan. Atas kekurangan ini, Perseroan telah melakukan penyesuaian terhadap liabilitas asuransi sesuai dengan hasil tes kecukupan liabilitas. Sehingga, Perseroan telah menyajikan kembali laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 (lihat Catatan 4). Based on liability adequacy testing at the reporting date, there were deficiency in the insurance liability which were recorded by the Company. In relation to the deficiencies, the Company has made an adjustment in accordance with the liability adequacy testing result. Accordingly, the Company has restated its financial statements as at 31 December 2011 and 1 January 2011/31 December 2010 and for the year ended 31 December 2011 (see Note 4). 20. DANA PESERTA 20. PARTICIPANTS’ FUNDS 2012 2011 Dana syirkah temporer mudharabah 32,256,549,414 24,190,510,385 Syirkah temporer mudharabah fund Dana tabarru 18,513,957,465 13,104,801,046 Tabarru fund Kenaikan/(penurunan) SB-Tabarru Increase/(decrease) unrealised yang belum direalisasikan 13,266,003 - SB-Tabarru 50,783,772,882 37,295,311,431 a. Dana syirkah temporer mudharabah merupakan dana investasi peserta yang menggunakan akad mudharabah atau mudharabah musyarakah. a. Syirkah temporer mudharabah fund represent participants’ investment funds which is using akad mudharabah or mudharabah musyarakah. b. Laporan perubahan dana tabarru adalah sebagai berikut: b. Statements of changes in tabarru fund are as follows: 2012 2011 Surplus underwriting dana tabarru 6,002,494,810 8,715,591,573 Surplus underwriting tabarru fund Distribusi dana ke peserta (178,001,516) (190,662,611) Distribution fund to participants Distribusi dana ke Perseroan (415,336,875) (544,631,214) Distribution fund to the Company Surplus yang tersedia untuk dana tabarru 5,409,156,419 7,980,297,748 Available surplus of tabarru fund Saldo awal 13,104,801,046 5,124,503,298 Beginning balance Saldo akhir 18,513,957,465 13,104,801,046 Ending balance BNI Life | 2012 Annual Report 245 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/56 - Schedule 20. DANA PESERTA (lanjutan) 20. PARTICIPANTS’ FUNDS (continued) Rincian laporan surplus underwriting dana tabarru adalah sebagai berikut: Details of statement of surplus underwriting tabarru fund are as follows: 2012 2011 Pendapatan asuransi Insurance income Kontribusi bruto 56,754,970,437 34,630,170,167 Gross contributions Ujroh (24,843,515,148) (12,957,586,987) Ujroh Kontribusi reasuransi (5,553,946,071) (2,899,361,916) Reinsurance contributions Kenaikan penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak Increase in unearned (Catatan 19b) (9,875,959,938) (4,112,514,906) contributions provisions (Note 19b) Jumlah pendapatan asuransi 16,481,549,280 14,660,706,358 Total insurance income Beban asuransi Insurance expenses Klaim dan manfaat 13,707,619,476 9,318,384,880 Claim and benefits Klaim reasuransi (2,693,334,207) (1,426,607,651) Reinsurance claims Klaim retensi sendiri 11,014,285,269 7,891,777,229 Own retention Kenaikan estimasi Increase in estimated liabilitas klaim (Catatan 19d) 1,022,485,235 156,646,324 claim liabilities (Note 19d) Total beban asuransi 12,036,770,504 8,048,423,553 Total insurance expenses Surplus neto asuransi 4,444,778,776 6,612,282,805 Net surplus insurance Pendapatan investasi, bersih 1,560,648,529 2,114,138,289 Investment income, net Hasil/(beban) lain-lain, bersih (2,932,495) (10,829,521) Other income/(expenses), net Surplus underwriting dana tabarru Underwriting surplus tabarru fund tahun berjalan 6,002,494,810 8,715,591,573 at current year Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perseroan juga telah menyalurkan seluruh dana investasi yang menggunakan akad wakalah di reksadana dan melaporkan penyaluran tersebut dalam laporan perubahan dana investasi terikat wakalah dengan rincian sebagai berikut: As of 31 December 2012 and 2011, the Company has also distributed all investment funds which is using akad wakalah in mutual funds and reported in the statements of changes in restricted wakalah investment funds with details as follows: 2012 2011 Mandiri Investa Atraktif Syariah 7,214,082,138 9,384,039,912 Mandiri Investa Atraktif Syariah PNM Syariah 5,456,688,815 1,362,813,611 PNM Syariah PNM Ekuitas Syariah 1,655,034,485 1,514,940,456 PNM Ekuitas Syariah Danareksa Indeks Syariah 1,157,403,850 1,720,129,251 Danareksa Indeks Syariah Mandiri Investa Dana Syariah 828,198,784 650,577,393 Mandiri Investa Dana Syariah PNM Amanah Syariah 591,964,666 643,864,744 PNM Amanah Syariah Mandiri Investa Syariah Berimbang 150,702,382 993,097,477 Mandiri Investa Syariah Berimbang Trim Syariah Berimbang 143,437,852 169,686,158 Trim Syariah Berimbang 17,197,512,972 16,439,149,002 21. TITIPAN PREMI 21. PREMIUM DEPOSITS 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Perorangan 16,536,568,671 12,951,663,794 Individual Kumpulan 8,883,902,480 9,397,829,589 Group 25,420,471,151 22,349,493,383 Syariah Sharia Perorangan 1,458,187,835 653,403,157 Individual Kumpulan 440,773,395 274,768,585 Group 1,898,961,230 928,171,742 27,319,432,381 23,277,665,125 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 246 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/57 - Schedule 22. UTANG REASURANSI 22. REINSURANCE PAYABLES 2012 2011 Pihak ketiga Third parties Asuransi jiwa Life insurance PT Trinity RE 11,304,127,455 11,077,931,776 PT Trinity RE PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 4,808,708,687 799,334,151 PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk PT Tugu Reasuransi Indonesia 7,070,000 - PT Tugu Reasuransi Indonesia Syariah Sharia PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 836,938,131 28,117,231 PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk 16,956,844,273 11,905,383,158 Pihak-pihak berelasi (Catatan 38) Related parties (Note 38) Asuransi jiwa Life insurance PT Reasuransi Internasional Indonesia - 6,904,106,597 PT Reasuransi Internasional Indonesia Syariah Sharia PT Reasuransi Internasional Indonesia 928,210,926 754,059,868 PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Reasuransi Nasional Indonesia 498,807,801 274,798,449 PT Reasuransi Nasional Indonesia 1,427,018,727 7,932,964,914 18,383,863,000 19,838,348,072 23. PERPAJAKAN 23. TAXATION a. Utang pajak lainnya a. Other taxes payable 2012 2011 Pasal 21 596,821,772 511,033,643 Article 21 Pasal 23 125,401,612 20,093,911 Article 23 Pasal 4(2) 99,297,940 256,551,174 Article 4(2) 821,521,324 787,678,728 b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expense 2012 2011 Final (16,318,728,689) (15,319,518,566) Final Tangguhan 5,320,156,911 3,195,358,507 Deferred (10,998,571,778) (12,124,160,059) Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi, dengan laba/(rugi) kena pajak adalah sebagai berikut: A reconciliation between income before tax, as shown in the statements of income, and taxable income/(loss) are as follows: 2012 2011 Laba sebelum pajak penghasilan 71,016,321,944 1,085,917,198 Income before tax Beda waktu Temporary differences IBNR 17,035,951,558 4,296,265,425 IBNR Imbalan kerja 4,767,607,507 4,148,148,367 Employee benefits Penyusutan aset tetap (1,156,966,916) 227,754,897 Depreciation of fixed assets Provisi komisi dan fee manajemen 245,979,331 504,327,825 Provision commission and management fee Amortisasi aset tak berwujud 970,759,859 2,432,418,908 Amortisation Penyisihan penurunan nilai piutang (809,769,003) 1,062,184,745 Allowance for impairment of receivables Beban sewa 227,065,307 110,333,857 Rental expenses 21,280,627,643 12,781,434,024 BNI Life | 2012 Annual Report 247 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/59 - Schedule 23. PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) c. Aset pajak tangguhan (lanjutan) c. Deferred tax assets (continued) Direksi tidak membentuk aset pajak tangguhan atas rugi pajak dikarenakan terdapat ketidakpastian bahwa Perseroan dapat menghasilkan pendapatan kena pajak yang cukup di masa yang akan datang yang dapat digunakan untuk utilisasi rugi pajak fiskal. The Directors do not recognise deferred tax assets from tax losses carry forward due to the Directors is in view of the uncertainty that the Company will be able to generate sufficient taxable income in the future which can be used to utilise the fiscal tax losses. d. Administrasi d. Administration Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak, atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self assessment. The Director General of Tax (“DGT”) may assess or amend taxes within ten years of the time the tax becomes due, or until the end of 2013, whichever is earlier. There are new rules applicable to fiscal year 2008 and subsequent years stipulating that the DGT may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due. 24. UTANG LAIN-LAIN 24. OTHER PAYABLES 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Uang muka dari pemegang Advance from corporate polis perusahaan 2,403,456,891 1,366,453,705 policyholders Lain-lain 2,150,304,592 2,317,485,874 Others 4,553,761,483 3,683,939,579 Syariah Sharia Utang premi koasuransi 145,123,893 145,123,893 Coinsurance premium payables Lain-lain 234,274,394 220,141,644 Others 379,398,287 365,265,537 4,933,159,770 4,049,205,116 25. AKRUAL 25. ACCRUED EXPENSES 2012 2011 Kontes dan komisi 12,232,092,784 4,923,219,166 Contest and commission Lain-lain 2,717,414,417 2,107,903,769 Others 14,949,507,201 7,031,122,935 26. IMBALAN KERJA 26. EMPLOYEE BENEFITS 2012 2011 Imbalan jangka pendek 20,074,692,219 4,249,236,322 Short term benefits Imbalan jangka panjang 17,698,611,955 12,931,004,448 Long term benefits 37,773,304,174 17,180,240,770 Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dihitung oleh aktuaris independen, PT Sentra Jasa Aktuaria, dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. The liability for employee benefits as at 31 December 2012 and 2011 is calculated by an independent actuary, PT Sentra Jasa Aktuaria, using the “Projected Unit Credit” method. PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/58 - Schedule 23. PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expenses (continued) 2012 2011 Beda tetap: Permanent differences: Kontes keagenan 15,953,820,432 7,580,600,591 Agent contest Telekomunikasi 1,816,825,288 1,396,237,272 Telecommunication Jamuan dan representasi 848,843,112 778,333,553 Entertainment and representation Gaji dan tunjangan 1,087,852,365 453,724,023 Salaries and allowance Natura dan lainnya 2,358,577,383 2,498,492,742 Benefit in kind and others Cadangan teknis (23,187,609,430) 16,051,785,121 Technical reserves Pendapatan yang dikenakan pajak final (96,186,436,186) (90,965,718,807) Income subject to final tax Keuntungan/kerugian yang belum direalisasi atas investasi Unrealised gains/losses on dalam efek efek (50,310,246,742) (32,270,462,602) marketable securities (147,618,373,778) (94,477,008,107) Rugi fiskal tahun berjalan (55,321,424,191) (80,609,656,885) Taxable loss current year Akumulasi rugi fiskal Accumulated tax losses tahun-tahun sebelumnya (486,858,250,470) (448,248,699,644) prior years Rugi fiskal yang tidak terpulihkan 54,755,032,032 42,000,106,059 Unrecoverable tax losses Akumulasi rugi fiskal (487,424,642,629) (486,858,250,470) Accumulated tax losses Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun 2012 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada saat Perseroan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya. The corporate income tax calculation for the year 2012 is a preliminary estimate made for accounting purposes and is subject to revision when the Company lodges its annual corporate tax return. c. Aset pajak tangguhan c. Deferred tax assets 31 Desember/December 2012 Dikreditkan/ (dibebankan) ke laporan Saldo laba rugi/ Saldo awal/ Credit/(charged) akhir/ Beginning to profit or Ending balance loss balance Imbalan kerja 3,232,751,112 1,191,901,877 4,424,652,989 Employee benefits IBNR 1,973,827,572 4,258,987,890 6,232,815,462 IBNR Allowance for decline on value Cadangan penurunan nilai investasi 2,722,725,000 - 2,722,725,000 of an investments Provision commission and Provisi komisi dan fee management 699,678,821 61,494,832 761,173,653 management fees Aktiva tetap 358,756,311 (289,241,729) 69,514,582 Fixed assets Penyisihan penurunan nilai piutang 565,061,680 (202,442,251) 362,619,429 Allowance for impaiment of receivables Aset tak berwujud (336,497,778) 242,689,965 (93,807,813) Intangible assets Aset sewa pembiayaan kendaraan 27,583,464 56,766,327 84,349,791 Vehicle under finance lease 9,243,886,182 5,320,156,911 14,564,043,093 31 Desember/December 2011 Dikreditkan/ (dibebankan) ke laporan Saldo laba rugi/ Saldo awal/ Credit/(charged) akhir/ Beginning to profit or Ending balance loss balance Imbalan kerja 2,195,714,020 1,037,037,092 3,232,751,112 Employee benefits IBNR 899,761,215 1,074,066,357 1,973,827,572 IBNR Allowance for decline on value Cadangan penurunan nilai investasi 2,722,725,000 - 2,722,725,000 of an investments Provision commission and Provisi komisi dan fee management 573,596,864 126,081,957 699,678,821 management fees Aktiva tetap 301,817,587 56,938,724 358,756,311 Fixed assets Penyisihan penurunan nilai piutang 299,515,494 265,546,186 565,061,680 Allowance for impaiment of receivables Aset tak berwujud (944,602,505) 608,104,727 (336,497,778) Intangible assets Aset sewa pembiayaan kendaraan - 27,583,464 27,583,464 Vehicle under finance lease 6,048,527,675 3,195,358,507 9,243,886,182 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 248 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/59 - Schedule 23. PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) c. Aset pajak tangguhan (lanjutan) c. Deferred tax assets (continued) Direksi tidak membentuk aset pajak tangguhan atas rugi pajak dikarenakan terdapat ketidakpastian bahwa Perseroan dapat menghasilkan pendapatan kena pajak yang cukup di masa yang akan datang yang dapat digunakan untuk utilisasi rugi pajak fiskal. The Directors do not recognise deferred tax assets from tax losses carry forward due to the Directors is in view of the uncertainty that the Company will be able to generate sufficient taxable income in the future which can be used to utilise the fiscal tax losses. d. Administrasi d. Administration Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak, atau akhir tahun 2013, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self assessment. The Director General of Tax (“DGT”) may assess or amend taxes within ten years of the time the tax becomes due, or until the end of 2013, whichever is earlier. There are new rules applicable to fiscal year 2008 and subsequent years stipulating that the DGT may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due. 24. UTANG LAIN-LAIN 24. OTHER PAYABLES 2012 2011 Asuransi jiwa Life insurance Uang muka dari pemegang Advance from corporate polis perusahaan 2,403,456,891 1,366,453,705 policyholders Lain-lain 2,150,304,592 2,317,485,874 Others 4,553,761,483 3,683,939,579 Syariah Sharia Utang premi koasuransi 145,123,893 145,123,893 Coinsurance premium payables Lain-lain 234,274,394 220,141,644 Others 379,398,287 365,265,537 4,933,159,770 4,049,205,116 25. AKRUAL 25. ACCRUED EXPENSES 2012 2011 Kontes dan komisi 12,232,092,784 4,923,219,166 Contest and commission Lain-lain 2,717,414,417 2,107,903,769 Others 14,949,507,201 7,031,122,935 26. IMBALAN KERJA 26. EMPLOYEE BENEFITS 2012 2011 Imbalan jangka pendek 20,074,692,219 4,249,236,322 Short term benefits Imbalan jangka panjang 17,698,611,955 12,931,004,448 Long term benefits 37,773,304,174 17,180,240,770 Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dihitung oleh aktuaris independen, PT Sentra Jasa Aktuaria, dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. The liability for employee benefits as at 31 December 2012 and 2011 is calculated by an independent actuary, PT Sentra Jasa Aktuaria, using the “Projected Unit Credit” method. BNI Life | 2012 Annual Report 249 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/61 - Schedule 26. IMBALAN KERJA (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS (continued) Perseroan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang memenuhi syarat yang dananya dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP.1 100/KM.17/1998 tanggal 23 November 1998. Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan dan Perseroan masing-masing sebesar 2% dan 3% dari gaji pokok karyawan. The Company has a defined contribution pension plan for all eligible permanent employees whose funds are managed by the Financial Institutions Pension Fund of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, which was established based on Decree No. KEP. 1100/KM. 17/1998 23 November 1998. The source of pension fund contributions from employees and the Company amounted to 2% and 3% of basic salary, respectively. Jumlah penyesuaian pengalaman yang muncul atas liabilitas program untuk tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya adalah sebagai berikut: The amount for the current year and the previous four annual periods’ experience adjustments arising on the plan liabilities are as follows: 2012 Nilai kini kewajiban imbalan pasti 21,402,772,776 Present value of defined benefit obligation Nilai wajar aset program - Fair value of plan assets Defisit program 21,402,772,776 Deficit in plan Kerugian/(keuntungan) penyesuaian historis pada kewajiban 1,351,512,750 Loss/(gain) historical adjustments on obligation 27. MODAL SAHAM 27. SHARE CAPITAL Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: The Company’s shareholders as at 31 December 2012 and 2011 are as follows: 2012 Jumlah saham ditempatkan dan Persentase disetor penuh/ Kepemilikan/ Number of Percentage shares issued of Ownership Jumlah/ and fully paid % Amount PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 180,419,480 99.99998% 180,419,480,000 (Persero) Tbk Yayasan Danar Dana Swadarma 10 0.00001% 10,000 Yayasan Danar Dana Swadarma Yayasan Kesejahteraan Pegawai Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia 10 0.00001% 10,000 Bank Negara Indonesia Jumlah 180,419,500 100% 180,419,500,000 Total 2011 Jumlah saham ditempatkan dan Persentase disetor penuh/ Kepemilikan/ Number of Percentage shares issued of Ownership Jumlah/ and fully paid % Amount PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 165,119,500 91.52 165,119,500,000 (Persero) Tbk Yayasan Danar Dana Swadarma 8,696,500 4.82 8,696,500,000 Yayasan Danar Dana Swadarma Yayasan Kesejahteraan Pegawai Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia 6,103,500 3.38 6,103,500,000 Bank Negara Indonesia Yayasan Kesejahteraan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya 500,000 0.28 500,000,000 Karyawan Jiwasraya Jumlah 180,419,500 100.00 180,419,500,000 Total PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/60 - Schedule 26. IMBALAN KERJA (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS (continued) Berdasarkan laporan aktuaris independen tanggal 8 Januari 2013 dan 25 Januari 2012, asumsi aktuarial pokok yang digunakan adalah sebagai berikut: Based on its report dated 8 January 2013 and 25 January 2012, the actuarial valuation was carried out using the following key assumptions: 2012 2011 Tingkat bunga diskonto per tahun 6% 7% Discount rate per annum Tingkat kenaikan gaji per tahun 7% 7% Salary increase rate per annum Tingkat kematian Tabel Mortalita Tabel Mortalita Mortality rate Indonesia Indonesia (TMI’11)/ (TMI’99)/ Indonesian Indonesian Mortality Mortality Table (TMI’11) Table (TMI’99) Usia pensiun 56 tahun/years 56 tahun/years Retirement age Tabel berikut adalah rangkuman bagian-bagian dari liabilitas imbalan kerja yang diakui pada laporan posisi keuangan serta beban imbalan kerja yang diakui pada laporan laba rugi: The following tables summarize the components of employee benefits liability recognised in the statements of financial position and employee benefits expenses recognised in the statements of income: a. Rincian liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut: a. The details of the employee benefits liability are as follows: 2012 2011 Nilai kini liabilitas imbalan Present value of employee kerja karyawan 21,402,772,776 16,057,660,647 benefits obligation Jumlah yang tidak diakui: Unrecognised amounts: - Keuntungan aktuarial (3,678,880,730) (3,096,180,485) Actuarial gain - - Beban jasa lalu (25,280,091) (30,475,714) Past service costs - 17,698,611,955 12,931,004,448 b. Beban imbalan kerja terdiri dari: b. Employee benefits expenses consist of: 2012 2011 Beban jasa kini 4,486,090,251 3,442,508,699 Current service cost Beban bunga 1,124,036,246 1,095,632,117 Interest expense Amortisasi dari: Amortization of: - (Keuntungan)/kerugian aktuarial (214,607,756) 263,949,446 Actuarial (gain)/losses - - Beban jasa lalu 421,272,114 5,195,623 Past service costs - 5,816,790,855 4,807,285,885 c. Mutasi pada liabilitas imbalan kerja yang diakui pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: c. Movements in the employee benefits liability recognised in the statements of financial position are as follows: 2012 2011 Saldo awal tahun 12,931,004,448 8,782,856,081 Balance at beginning of year Beban imbalan kerja Employee benefits expenses selama tahun berjalan 5,816,790,855 4,807,285,885 during the year Pembayaran selama tahun berjalan (1,049,183,348) (659,137,518) Payments during the year Saldo akhir tahun 17,698,611,955 12,931,004,448 Balance at end of year BNI Life | Laporan Tahunan 2012 250 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/61 - Schedule 26. IMBALAN KERJA (lanjutan) 26. EMPLOYEE BENEFITS (continued) Perseroan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang memenuhi syarat yang dananya dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP.1 100/KM.17/1998 tanggal 23 November 1998. Sumber dana program pensiun berasal dari kontribusi karyawan dan Perseroan masing-masing sebesar 2% dan 3% dari gaji pokok karyawan. The Company has a defined contribution pension plan for all eligible permanent employees whose funds are managed by the Financial Institutions Pension Fund of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, which was established based on Decree No. KEP. 1100/KM. 17/1998 23 November 1998. The source of pension fund contributions from employees and the Company amounted to 2% and 3% of basic salary, respectively. Jumlah penyesuaian pengalaman yang muncul atas liabilitas program untuk tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya adalah sebagai berikut: The amount for the current year and the previous four annual periods’ experience adjustments arising on the plan liabilities are as follows: 2012 Nilai kini kewajiban imbalan pasti 21,402,772,776 Present value of defined benefit obligation Nilai wajar aset program - Fair value of plan assets Defisit program 21,402,772,776 Deficit in plan Kerugian/(keuntungan) penyesuaian historis pada kewajiban 1,351,512,750 Loss/(gain) historical adjustments on obligation 27. MODAL SAHAM 27. SHARE CAPITAL Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: The Company’s shareholders as at 31 December 2012 and 2011 are as follows: 2012 Jumlah saham ditempatkan dan Persentase disetor penuh/ Kepemilikan/ Number of Percentage shares issued of Ownership Jumlah/ and fully paid % Amount PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 180,419,480 99.99998% 180,419,480,000 (Persero) Tbk Yayasan Danar Dana Swadarma 10 0.00001% 10,000 Yayasan Danar Dana Swadarma Yayasan Kesejahteraan Pegawai Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia 10 0.00001% 10,000 Bank Negara Indonesia Jumlah 180,419,500 100% 180,419,500,000 Total 2011 Jumlah saham ditempatkan dan Persentase disetor penuh/ Kepemilikan/ Number of Percentage shares issued of Ownership Jumlah/ and fully paid % Amount PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 165,119,500 91.52 165,119,500,000 (Persero) Tbk Yayasan Danar Dana Swadarma 8,696,500 4.82 8,696,500,000 Yayasan Danar Dana Swadarma Yayasan Kesejahteraan Pegawai Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia 6,103,500 3.38 6,103,500,000 Bank Negara Indonesia Yayasan Kesejahteraan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya 500,000 0.28 500,000,000 Karyawan Jiwasraya Jumlah 180,419,500 100.00 180,419,500,000 Total BNI Life | 2012 Annual Report 251 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/63 - Schedule 30. PENDAPATAN PREMI - BERSIH 30. PREMIUM INCOME - NET 2012 2011 Premi bruto Gross premium Perorangan Individual Tahun pertama 419,887,387,684 493,634,900,965 First year Lanjutan 198,433,963,103 157,865,279,477 Renewal 618,321,350,787 651,500,180,442 Kumpulan Group Tahun pertama 608,577,452,772 381,541,120,521 First year Lanjutan 19,979,445,922 43,431,796,377 Renewal 628,556,898,694 424,972,916,898 Sub-jumlah 1,246,878,249,481 1,076,473,097,340 Sub-total Dikurangi: Less: Potongan premi (1,078,102,141) (1,110,572,729) Premium discount Premi koasuransi (760,670,835) (966,475,219) Coinsurance premiums (1,838,772,976) (2,077,047,948) Total premi bruto 1,245,039,476,505 1,074,396,049,392 Total gross premium Premi reasuransi (58,237,033,467) (48,941,643,738) Reinsurance premium Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan (50,469,858,303) (7,314,676,832) Increase in unearned premiums 1,136,332,584,735 1,018,139,728,822 31. PENDAPATAN INVESTASI - BERSIH 31. INVESTMENT INCOME - NET 2012 2011 Pendapatan investasi dari obligasi 74,198,130,893 86,163,783,831 Revenue from investment in bonds Laba investasi reksadana 43,155,165,896 48,009,018,147 Gain from investment in mutual funds Pendapatan bunga dari deposito Interest income from time berjangka dan dana jaminan 29,160,393,556 13,027,834,685 deposits and statutory funds Laba selisih kurs, bersih 9,126,675,931 784,066,753 Gain on foreign exchange, net Pendapatan bunga pinjaman Interest revenue from pemegang polis 195,798,712 124,746,169 loan to policyholders Rugi investasi saham (2,242,645,631) (21,912,413,476) Loss from investment on stocks Beban pengelolaan investasi (1,298,172,054) (748,010,092) Investment management fee Lain-lain 1,925,703,041 606,381,717 Others 154,221,050,344 126,055,407,734 32. PENDAPATAN LAIN-LAIN 32. OTHER INCOME 2012 2011 Administrasi 15,708,931,597 6,698,478,883 Administration Komisi keuntungan reasuransi 9,900,007,180 - Reinsurance profit commissions Management fee 7,769,791,289 6,424,792,639 Management fee Komisi reasuransi 1,344,645,308 2,928,015,828 Reinsurance commissions Lain-lain 1,470,476,462 2,443,672,464 Others 36,193,851,836 18,494,959,814 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/62 - Schedule 27. MODAL SAHAM (lanjutan) 27. SHARE CAPITAL (continued) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 12 September 2012 yang diaktakan dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 19 Tanggal 5 Oktober 2012, pemegang saham menyetujui pengalihan 8.696.490 lembar saham milik Yayasan Danar Dana Swadharma, 6.103.490 lembar saham milik Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia, dan 500.000 lembar saham milik Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sehingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memiliki 180.419.480 lembar saham Perseroan (99,99998%). Based on General Shareholders Meeting dated 12 September 2012 which notarised by Notarial Deed No. 19 dated 5 October 2012 of Fathiah Helmi, S.H., the shareholders agreed to transfer 8,696,490 shares of Yayasan Danar Dana Swadharma, 6,103,490 shares of Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Negara Indonesia, and 500,000 shares of Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya to PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Therefore, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk owns 180,419,480 Company’s shares (99.99998%). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dengan Akta Notaris Ariyanti Artisari, S.H., M.Kn., No. 15 pada tanggal 9 Desember 2011, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan sebesar Rp 77.683.500.000 atau 77.683.500 lembar saham yang diambil seluruhnya oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, pemegang saham. Dengan demikian, modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan menjadi sebesar Rp 180.419.500.000. Based on the Extraordinary Shareholders General Meeting dated 9 December 2011 as notarised by the Notarial Deed No. 15 of Ariyanti Artisari, S.H., M.Kn., the shareholders approved the increase of the Company’s issued and fully paid share capital amounting to Rp77,683,500,000 or 77,683,500 shares which is fully taken by PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, a shareholder. Accordingly, the issued and fully paid share capital become Rp 180,419,500,000. Pengeluaran saham baru sebesar 77.683.500 lembar saham adalah setara dengan Rp 77.683.500.000. Harga saham tersebut dinilai dengan harga Rp 1.930,91 per saham atau setara dengan Rp 149.999.846.985 yang diambil seluruhnya oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai yang diterima oleh Perseroan dicatat sebagai Agio Saham. Issuance of new shares totaling to 77,683,500 shares is equivalent to Rp 77,683,500,000. The shares price is valued at Rp 1,930.91 per share or equivalent to Rp 149,999,846,985 which is fully taken by PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. The differences between nominal values and amount received by the Company is recorded as premium on share capital. Pemberitahuan atas perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 30 Desember 2011 dalam Suratnya No. AHUAH.01.10-42902. The notice of change has been received by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia as of 30 December 2011 in its Letter No.AHU-AH.01. 10-42902. 28. AGIO SAHAM 28. PREMIUM ON SHARE CAPITAL Akun ini merupakan selisih lebih jumlah dana yang diterima oleh Perseroan dengan nilai nominal atas modal saham yang ditempatkan seperti yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan. This account represents funds received by the Company in excess of the par value of shares issued as determined in the Company’s Articles of Association. 29. DIVIDEN 29. DIVIDEND Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 29 tanggal 9 Juni 2011, disetujui pembagian dividen kas sebesar Rp 10.273.600.000 yang berasal dari hasil operasi tahun 2010. Dividen tersebut dibayar pada tahun 2011. Based on the Annual Shareholder General Meeting as notarised by the Notarial Deed No. 29 dated 9 June 2011 of Fathiah Helmi, S.H., it was decided to approve the distribution of cash dividends amounting to Rp 10,273,600,000 from the 2010 operating result. The dividen was paid in 2011. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 252 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/63 - Schedule 30. PENDAPATAN PREMI - BERSIH 30. PREMIUM INCOME - NET 2012 2011 Premi bruto Gross premium Perorangan Individual Tahun pertama 419,887,387,684 493,634,900,965 First year Lanjutan 198,433,963,103 157,865,279,477 Renewal 618,321,350,787 651,500,180,442 Kumpulan Group Tahun pertama 608,577,452,772 381,541,120,521 First year Lanjutan 19,979,445,922 43,431,796,377 Renewal 628,556,898,694 424,972,916,898 Sub-jumlah 1,246,878,249,481 1,076,473,097,340 Sub-total Dikurangi: Less: Potongan premi (1,078,102,141) (1,110,572,729) Premium discount Premi koasuransi (760,670,835) (966,475,219) Coinsurance premiums (1,838,772,976) (2,077,047,948) Total premi bruto 1,245,039,476,505 1,074,396,049,392 Total gross premium Premi reasuransi (58,237,033,467) (48,941,643,738) Reinsurance premium Kenaikan premi yang belum merupakan pendapatan (50,469,858,303) (7,314,676,832) Increase in unearned premiums 1,136,332,584,735 1,018,139,728,822 31. PENDAPATAN INVESTASI - BERSIH 31. INVESTMENT INCOME - NET 2012 2011 Pendapatan investasi dari obligasi 74,198,130,893 86,163,783,831 Revenue from investment in bonds Laba investasi reksadana 43,155,165,896 48,009,018,147 Gain from investment in mutual funds Pendapatan bunga dari deposito Interest income from time berjangka dan dana jaminan 29,160,393,556 13,027,834,685 deposits and statutory funds Laba selisih kurs, bersih 9,126,675,931 784,066,753 Gain on foreign exchange, net Pendapatan bunga pinjaman Interest revenue from pemegang polis 195,798,712 124,746,169 loan to policyholders Rugi investasi saham (2,242,645,631) (21,912,413,476) Loss from investment on stocks Beban pengelolaan investasi (1,298,172,054) (748,010,092) Investment management fee Lain-lain 1,925,703,041 606,381,717 Others 154,221,050,344 126,055,407,734 32. PENDAPATAN LAIN-LAIN 32. OTHER INCOME 2012 2011 Administrasi 15,708,931,597 6,698,478,883 Administration Komisi keuntungan reasuransi 9,900,007,180 - Reinsurance profit commissions Management fee 7,769,791,289 6,424,792,639 Management fee Komisi reasuransi 1,344,645,308 2,928,015,828 Reinsurance commissions Lain-lain 1,470,476,462 2,443,672,464 Others 36,193,851,836 18,494,959,814 BNI Life | 2012 Annual Report 253 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/65 - Schedule 37. (PENDAPATAN) BEBAN NON OPERASI - BERSIH 37. NON OPERATING (INCOME) EXPENSES - NET 2012 2011 Pendapatan Non Operasi Non Operating - Income Jasa giro (1,218,949,867) (937,920,155) Current accounts Laba selisih kurs, neto (767,642,788) (600,154,080) Gain on foreign exchange, net Lain-lain (98,772,146) (688,473,050) Others (2,085,364,801) (2,226,547,285) Beban Non Operasi Non Operating - Expenses Administrasi bank 1,417,461,405 1,033,958,137 Bank’s administration Lain-lain 435,791,334 497,284,317 Others 1,853,252,739 1,531,242,454 (232,112,062) (695,304,831) 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS Dalam kegiatan usaha normal, Perseroan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi, yang diselenggarakan berdasarkan syarat dan kondisi yang disepakati antara pihak-pihak yang bertransaksi, umumnya terdiri dari transaksi penutupan asuransi, penempatan deposito, rekening giro, dan efek-efek lainnya. Sifat hubungan dan jenis transaksi material dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: In the ordinary course of business, the Company entered into trade and financial transactions with related parties, which were conducted under terms and conditions agreed within parties, principally consisting of insurance trading transactions, placement of deposits, current accounts and other marketable securities. The nature of relationships and type of significant transactions with the related parties are as follows: Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions Pemerintah Pusat Entitas Induk terakhir Penempatan dana jaminan dan efek-efek Republik Indonesia/ Perseroan/ dalam bentuk obligasi pemerintah/ The Central Government of Ultimate Shareholder of Placement of statutory funds and marketable the Republic of Indonesia the Company securities in the form of government bonds PT Bank Negara Indonesia Pemegang saham/ Transaksi penutupan asuransi untuk nasabah BNI (Persero) Tbk (BNI) Shareholder dan karyawan BNI, jasa teknik dan manajemen, penempatan pada rekening giro dan deposito berjangka/ Insurance trading transactions for BNI’s customers and BNI’s employees, technical and management services, placement of current accounts and time deposits Yayasan Kesejahteraan Pemegang saham/ Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan Karyawan Jiwasraya Shareholder Jiwasraya/ (Jiwasraya) Insurance trading for Jiwasraya ’s employees PT Bank BNI Syariah Kepemilikan melalui Transaksi penutupan asuransi untuk nasabah (BNI Syariah) Pemerintah Pusat BNI Syariah, penyertaan saham, penempatan pada Republik Indonesia/ rekening giro dan deposito berjangka/ Ownership through Insurance trading for BNI Syariah’s customers, the Central Government of investment in shares of stocks, placement of current the Republic of Indonesia accounts and time deposits PT BNI Multifinance Kepemilikan melalui Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan (BNIMF) Pemerintah Pusat BNIMF dan sewa pembiayaan/ Republik Indonesia/ Insurance trading for BNIMF Ownership through employee and finance lease transactions the Central Government of the Republic of Indonesia PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/64 - Schedule 33. KLAIM DAN MANFAAT POLIS SETELAH DIKURANGI DENGAN KLAIM REASURANSI 33. CLAIMS AND POLICY BENEFITS NET OF REINSURANCE CLAIMS 2012 2011 Perorangan Individual Penebusan 295,575,163,750 512,126,818,400 Surrender Jatuh tempo 123,409,019,126 39,246,858,579 Maturity Kematian 6,441,993,769 9,073,893,185 Death Kesehatan 3,318,720,602 2,213,042,364 Health Lain-lain 1,917,540,707 143,193,250 Others 430,662,437,954 562,803,805,778 Kumpulan Group Kesehatan 158,219,565,915 133,015,380,865 Health Jatuh tempo 175,569,179,286 36,635,574,699 Maturity Kematian 42,158,553,835 35,532,378,937 Death Penebusan 33,893,056,129 45,267,159,783 Surrender Kecelakaan diri 10,033,050 88,093,236 Personal accident Lain-lain 8,804,094,588 5,339,114,432 Others 418,654,482,803 255,877,701,952 Total klaim dan manfaat polis 849,316,920,757 818,681,507,730 Total claims and policy benefits Klaim reasuransi (14,654,602,517) (18,612,710,255) Reinsurance claims 834,662,318,240 800,068,797,475 34. BEBAN AKUISISI 34. ACQUISITION COST 2012 2011 Komisi 179,852,114,394 86,740,511,041 Commissions Beban keagenan 46,474,029,832 39,427,649,397 Agency expenses Beban pemeriksaan kesehatan 1,501,020,989 656,434,775 Medical check-up expenses 227,827,165,215 126,824,595,213 35. BEBAN PEMASARAN 35. MARKETING EXPENSES 2012 2011 Kontes agen 13,008,812,652 5,291,628,481 Agency contest Promosi 2,975,007,780 2,953,151,110 Promotions Polis dan kartu peserta 1,260,230,359 952,764,102 Policy and member card Jamuan dan representasi 848,843,112 778,333,553 Entertainment and representation Telemarketing 777,919,248 1,094,655,933 Telemarketing Lain-lain 475,668,841 59,922,500 Others 19,346,481,992 11,130,455,679 36. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 36. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 2012 2011 Gaji, tunjangan dan imbalan kerja 77,399,367,564 55,051,882,203 Salaries, allowance and employee benefits Perkantoran 12,281,949,952 6,825,306,356 Office Jasa tenaga luar 6,796,904,971 5,177,795,616 Outsourcing Telekomunikasi 6,305,646,450 5,168,753,613 Telecommunication Perlengkapan kantor 5,647,193,784 4,359,381,904 Office supplies Penyusutan 5,605,987,340 6,806,075,147 Depreciation Perjalanan dinas 2,749,318,998 2,618,351,388 Business trip Jasa teknik dan manajemen 2,266,107,295 3,265,060,346 Technical and management fee Jasa konsultan 2,067,270,924 2,762,165,365 Consultant fee Transportasi dan kendaraan 1,907,683,827 988,717,833 Transportation and vehicles Amortisasi 826,906,800 3,035,741,733 Amortization (Note 18) Pendidikan dan pelatihan 713,688,989 1,316,432,964 Education and training Pemeliharaan dan perbaikan 688,094,501 441,471,098 Repair and maintenance Lain-lain 1,775,849,411 3,167,330,136 Others 127,031,970,806 100,984,465,702 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 254 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/65 - Schedule 37. (PENDAPATAN) BEBAN NON OPERASI - BERSIH 37. NON OPERATING (INCOME) EXPENSES - NET 2012 2011 Pendapatan Non Operasi Non Operating - Income Jasa giro (1,218,949,867) (937,920,155) Current accounts Laba selisih kurs, neto (767,642,788) (600,154,080) Gain on foreign exchange, net Lain-lain (98,772,146) (688,473,050) Others (2,085,364,801) (2,226,547,285) Beban Non Operasi Non Operating - Expenses Administrasi bank 1,417,461,405 1,033,958,137 Bank’s administration Lain-lain 435,791,334 497,284,317 Others 1,853,252,739 1,531,242,454 (232,112,062) (695,304,831) 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS Dalam kegiatan usaha normal, Perseroan melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi, yang diselenggarakan berdasarkan syarat dan kondisi yang disepakati antara pihak-pihak yang bertransaksi, umumnya terdiri dari transaksi penutupan asuransi, penempatan deposito, rekening giro, dan efek-efek lainnya. Sifat hubungan dan jenis transaksi material dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: In the ordinary course of business, the Company entered into trade and financial transactions with related parties, which were conducted under terms and conditions agreed within parties, principally consisting of insurance trading transactions, placement of deposits, current accounts and other marketable securities. The nature of relationships and type of significant transactions with the related parties are as follows: Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions Pemerintah Pusat Entitas Induk terakhir Penempatan dana jaminan dan efek-efek Republik Indonesia/ Perseroan/ dalam bentuk obligasi pemerintah/ The Central Government of Ultimate Shareholder of Placement of statutory funds and marketable the Republic of Indonesia the Company securities in the form of government bonds PT Bank Negara Indonesia Pemegang saham/ Transaksi penutupan asuransi untuk nasabah BNI (Persero) Tbk (BNI) Shareholder dan karyawan BNI, jasa teknik dan manajemen, penempatan pada rekening giro dan deposito berjangka/ Insurance trading transactions for BNI’s customers and BNI’s employees, technical and management services, placement of current accounts and time deposits Yayasan Kesejahteraan Pemegang saham/ Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan Karyawan Jiwasraya Shareholder Jiwasraya/ (Jiwasraya) Insurance trading for Jiwasraya ’s employees PT Bank BNI Syariah Kepemilikan melalui Transaksi penutupan asuransi untuk nasabah (BNI Syariah) Pemerintah Pusat BNI Syariah, penyertaan saham, penempatan pada Republik Indonesia/ rekening giro dan deposito berjangka/ Ownership through Insurance trading for BNI Syariah’s customers, the Central Government of investment in shares of stocks, placement of current the Republic of Indonesia accounts and time deposits PT BNI Multifinance Kepemilikan melalui Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan (BNIMF) Pemerintah Pusat BNIMF dan sewa pembiayaan/ Republik Indonesia/ Insurance trading for BNIMF Ownership through employee and finance lease transactions the Central Government of the Republic of Indonesia BNI Life | 2012 Annual Report 255 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/67 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions PT Mandiri Tunas Finance Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi pembiayaan konsumen/ Consumer financing transactions PT Danareksa Investment Management Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi jual beli reksadana/ Mutual funds trading transactions PT Danareksa Sekuritas Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi jual beli saham dan penempatan kas pada PT Danareksa Sekuritas sehubungan transaksi jual beli saham/ Shares trading transactions and placement of cash through PT Danareksa Sekuritas related to the shares trading transactions PT Bank DKI Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds PT Bank DKI Syariah Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada rekening giro/ Placement of current accounts Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (dahulu/ formerly Indonesia Eximbank) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada surat-surat berharga di saham/ Placement of marketable securities in shares PT PLN (Persero) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds Majapahit Holding B.V Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/66 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions PT BNI Securities Kepemilikan melalui Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan (BNIS) Pemerintah Pusat BNIS, transaksi jual beli saham dan Republik Indonesia/ penempatan kas pada BNIS Ownership through sehubungan transaksi jual beli saham/ the Central Government of Insurance trading for BNIS’s employees and the Republic of Indonesia shares trading transactions and placement of cash through BNIS related to the shares trading transactions PT BNI Asset Management Kepemilikan melalui Transaksi jual beli reksadana/ Pemerintah Pusat Mutual funds trading transactions Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Kepemilikan melalui Penempatan pada deposito berjangka dan (Persero) Tbk Pemerintah Pusat surat-surat berharga di saham/ Republik Indonesia/ Placement of time deposits and marketable Ownership through securities in shares the Central Government of the Republic of Indonesia PT Bank BRI Syariah (BRI Syariah) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada dana jaminan dalam bentuk deposito berjangka, deposito berjangka, rekening giro dan transaksi penutupan asuransi untuk karyawan BRI Syariah/ Placement of statutory fund in the form of time deposits, time deposits, current accounts and insurance trading for BRI Sharia’s employees PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada rekening giro, transaksi penutupan asuransi untuk karyawan BTN, deposito berjangka dan surat-surat berharga di obligasi/ Placement of current accounts, insurance trading for BTN’s employee, time deposits and marketable securities in bonds PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada rekening giro, deposito berjangka, dan efek-efek di saham dan obligasi/ Placement of current accounts, time deposits and marketable securities in shares and bonds PT Bank Syariah Mandiri (Syariah Mandiri) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada rekening giro, deposito berjangka, dan transaksi penutupan asuransi untuk karyawan Syariah Mandiri/ Placement of current accounts, time deposits and insurance trading for Syariah Mandiri’s employees PT Mandiri Manajemen Investasi Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi jual beli reksadana/ Mutual funds trading transactions PT Mandiri Sekuritas Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi jual beli saham dan penempatan kas pada PT Mandiri Sekuritas sehubungan transaksi jual beli saham/ Shares trading transactions and placement of cash through PT Mandiri Sekuritas related to the shares trading transactions BNI Life | Laporan Tahunan 2012 256 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/67 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions PT Mandiri Tunas Finance Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi pembiayaan konsumen/ Consumer financing transactions PT Danareksa Investment Management Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi jual beli reksadana/ Mutual funds trading transactions PT Danareksa Sekuritas Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi jual beli saham dan penempatan kas pada PT Danareksa Sekuritas sehubungan transaksi jual beli saham/ Shares trading transactions and placement of cash through PT Danareksa Sekuritas related to the shares trading transactions PT Bank DKI Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds PT Bank DKI Syariah Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada rekening giro/ Placement of current accounts Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (dahulu/ formerly Indonesia Eximbank) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada surat-surat berharga di saham/ Placement of marketable securities in shares PT PLN (Persero) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds Majapahit Holding B.V Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds BNI Life | 2012 Annual Report 257 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/69 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions PT Pertamina (Persero) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I (Jasa Tirta) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan Jasa Tirta/ Insurance trading for Jasa Tirta’s employees PT Pertamina EP Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan PT Pertamina EP/ Insurance trading for PT Pertamina EP’s employees PT Reasuransi Internasional Indonesia Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan reasuransi/ Reinsurance trading PT Reasuransi Nasional Indonesia Kepemilikan melalui PemerintahPusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan reasuransi/ Reinsurance trading Saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: The amounts and transactions with related parties are as follows: a. Kompensasi kepada personil manajemen kunci (terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: a. Compensation of key management personnel (consist of the Company’s Board of Commissioners and Directors) for the years ended 31 December 2012 and 2011 are as follows: 2012 2011 Imbalan kerja jangka pendek 5,729,227,096 7,405,147,115 Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka panjang 963,000,000 963,000,000 Long-term employee benefits Total 6,692,227,096 8,368,147,115 Total b. Perseroan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), pemegang saham, yaitu: b. The Company has signed cooperation agreements with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), a shareholder, as follows: 1) Pada tanggal 2 Maret 2009, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk memasarkan produk asuransi Medcare Plus (hospital cash plan) kepada pemegang kartu kredit BNI dan keluarganya. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 10 Desember 2011 dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, perjanjian ini masih dalam proses perpanjangan. 1) On 2 March 2009, a cooperation agreement was signed for marketing the Medcare Plus (hospital cash plan) insurance product to BNI’s credit cardholders and their families. This agreement is valid until 10 December 2011 and up to the completion date of financial statements this agreement is still in process of extension. PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/68 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions PT Perum Pegadaian (Persero) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds PT Adhi Karya (Persero) Tbk (Adhi Karya) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi dan transaksi penutupan asuransi untuk karyawan Adhi Karya/ Placement of marketable securities in bonds and insurance trading for Adhi Karya’s employees PT Indosat Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek saham dan di obligasi/ Placement of marketable securities in shares and bonds PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek saham dan di obligasi/ Placement of marketable securities in shares and bonds PT Semen Gresik (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di saham/ Placement of marketable securities in shares PT Aneka Tambang (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek saham dan di obligasi/ Placement of marketable securities in shares and bonds PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di saham/ Placement of marketable securities in shares PT Timah (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek saham/ Placement of marketable securities in shares PT Jasa Marga (Persero) Tbk Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek saham dan obligasi/ Placement of marketable securities in shares and bonds BNI Life | Laporan Tahunan 2012 258 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/69 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) Pihak-pihak berelasi/ Related parties Sifat hubungan/ Nature of relationships Transaksi/ Transactions PT Pertamina (Persero) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Penempatan pada efek-efek di obligasi/ Placement of marketable securities in bonds Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I (Jasa Tirta) Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan Jasa Tirta/ Insurance trading for Jasa Tirta’s employees PT Pertamina EP Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan asuransi untuk karyawan PT Pertamina EP/ Insurance trading for PT Pertamina EP’s employees PT Reasuransi Internasional Indonesia Kepemilikan melalui Pemerintah Pusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan reasuransi/ Reinsurance trading PT Reasuransi Nasional Indonesia Kepemilikan melalui PemerintahPusat Republik Indonesia/ Ownership through the Central Government of the Republic of Indonesia Transaksi penutupan reasuransi/ Reinsurance trading Saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: The amounts and transactions with related parties are as follows: a. Kompensasi kepada personil manajemen kunci (terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut: a. Compensation of key management personnel (consist of the Company’s Board of Commissioners and Directors) for the years ended 31 December 2012 and 2011 are as follows: 2012 2011 Imbalan kerja jangka pendek 5,729,227,096 7,405,147,115 Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka panjang 963,000,000 963,000,000 Long-term employee benefits Total 6,692,227,096 8,368,147,115 Total b. Perseroan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), pemegang saham, yaitu: b. The Company has signed cooperation agreements with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), a shareholder, as follows: 1) Pada tanggal 2 Maret 2009, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk memasarkan produk asuransi Medcare Plus (hospital cash plan) kepada pemegang kartu kredit BNI dan keluarganya. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 10 Desember 2011 dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, perjanjian ini masih dalam proses perpanjangan. 1) On 2 March 2009, a cooperation agreement was signed for marketing the Medcare Plus (hospital cash plan) insurance product to BNI’s credit cardholders and their families. This agreement is valid until 10 December 2011 and up to the completion date of financial statements this agreement is still in process of extension. BNI Life | 2012 Annual Report 259 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/71 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) c. Dalam rangka asuransi jiwa dengan prinsip syariah, Perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Bank BNI Syariah (“BNI Syariah”), antara lain: c. Concerning the life insurance using sharia principles, the Company has signed cooperation agreements with PT Bank BNI Syariah (“BNI Syariah”), as follows: 1) Pada tanggal 1 Juni 2004, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk setiap penabung atau peserta Tabungan Haji Indonesia Mudharabah di BNI Syariah yang langsung menerima pertanggungan asuransi kecelakaan diri oleh Perseroan. Jangka waktu perjanjian ini 3 (tiga) tahun sejak perjanjian ditandatangani dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Mei 2013. 1) On 1 June 2004, a cooperation agreement was signed for every depositor or participant of Tabungan Haji Indonesia Mudharabah in BNI Syariah who automatically receives personal accident coverage from the Company. Term of the agreement is three (3) years from the signing of the agreement and has been extended until 31 May 2013. 2) Pada tanggal 9 Juni 2004, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk menutup asuransi jiwa syariah pembiayaan kumpulan kepada para nasabah BNI Syariah yang menerima pembiayaan syariah dari BNI Syariah. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 9 Juni 2013. 2) On 9 June 2004, a cooperation agreement was signed to cover collect ive loan sharia life insurance for the customers of BNI Syariah, who received sharia financing from the BNI Syariah This agreement has been extended until 9 June 2013. d. Informasi mengenai transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak yang berelasi pada tanggal dan tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah: d. In formation related to material transaction and balance with the related parties as of and for the years ended 31 December 2012 and 2011: 2012 2011 Aset: Assets: Entitas Induk Terakhir Ultimate Parent Entity Pemerintah Pusat The Central Government of Republik Indonesia the Republic of Indonesia Efek-efek 299,275,832,871 378,239,704,219 Marketable securities Dana jaminan 80,938,343,433 69,961,957,869 Statutory funds Piutang hasil investasi 10,343,176,669 12,194,792,183 Investment income receivables Pemegang saham Shareholder PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Deposito berjangka 98,095,000,000 92,772,152,267 Time deposits Kas dan bank 14,373,650,101 6,698,220,786 Cash on hand and in banks Piutang premi 281,487,565 5,608,128,852 Premium receivables Piutang hasil investasi 78,992,212 79,822,913 Investment income receivables Yayasan Kesejahteraan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya Karyawan Jiwasraya Piutang premi - 186,224,038 Premium receivables Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of Republik Indonesia the Republic of Indonesia PT Bank BNI Syariah PT Bank BNI Syariah Deposito berjangka 63,018,869,953 68,220,000,000 Time deposits Penyertaan saham 1,000,000,000 1,000,000,000 Investments in shares of stock Kas dan bank 3,212,825,468 2,220,381,846 Cash on hand and in banks Piutang premi 526,582,348 274,187,933 Premium receivables Piutang hasil investasi 118,448,725 - Investment income receivables PT BNI Multifinance PT BNI Multifinance Aset sewa pembiayaan - Assets under finance lease - kendaraan 4,894,133,368 3,366,833,341 vehicles Piutang premi 4,233,690 - Premium receivables PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/70 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) b. Perseroan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), pemegang saham, yaitu: (lanjutan) b. The Company has signed cooperation agreements with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), a shareholder, as follows: (continued) 2) Pada tanggal 22 Agustus 2007, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk pemasaran asuransi dengan sistem channel management. Perusahaan menempatkan tenaga pemasar di kantorkantor cabang BNI guna memasarkan produk-produk asuransi dan Perusahaan akan membayar komisi fee based atas asuransi yang terjual dan biaya sarana lainnya dalam pelaksanaan pemasaran asuransi. Jangka waktu perjanjian ini 3 (tiga) tahun sejak perjanjian ditandatangani. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 21 Agustus 2013. 2) On 22 August 2007, a cooperation agreement was signed for insurance marketing with channel management system. The Company placed its marketing personnel at BNI’s branches to market its insurance product and will pay fee based commission for products sold and other related expenses. Term of the agreement is three (3) years from the signing of the agreement. This agreement has been extended until 21 August 2013. 3) Pada tanggal 11 Februari 2000, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk penutupan asuransi kesehatan bagi pegawai BNI beserta keluarganya dan pensiunan. Perjanjian ini menyebutkan semua ketentuan dan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Perjanjian ini telah diperbaharui, terakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2014. 3) On 11 February 2000, a cooperation agreement was signed concerning health insurance coverage for BNI’s employees and their families and pension. This agreement stated all terms and conditions agreed by both parties. This agreement has been updated with the latest until 31 December 2014. 4) Pada tanggal 2 Desember 1997, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk pengelolaan program Perisai Plus bagi setiap pemegang kartu kredit BNI yang menyatakan diri untuk ikut dalam penutupan asuransi jiwa Perisai Plus yang saat ini telah diubah melalui program asuransi jiwa BLife Billing Protection. Perjanjian ini telah diperbaharui dan berlaku sampai dengan 31 Mei 2013. 4) On 2 December 1997, a cooperation agreement was signed in order to manage Perisai Plus programe for BNI credit card holders, who agreed to join Perisai Plus life insurance coverage and has been changed by BLife Billing Protection life insurance programe. This agreement has been updated and valid until 31 May 2013. 5) Pada tanggal 7 Agustus 1997, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk pengolahan asuransi jiwa kredit kumpulan (AJK BNI). Dalam perjanjian ini, Perusahaan memberikan proteksi sebesar saldo pinjaman debitur kredit perorangan BNI sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan dalam perjanjian. Besarnya premi yang diperoleh Perusahaan juga ditentukan dalam perjanjian tersebut. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. 5) On 7 August 1997, a cooperation agreement was signed in order to process collective loan Iife insurance (AJK BNI). In this agreement, the Company provides protection in the amount of loan balance to the individual loan debtors of BNI, in accordance with the conditions stated in the agreement. The amount of premium to be received by the Company was also stated in the agreement. This agreement is valid from the signing date until unspecified time. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 260 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/71 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) c. Dalam rangka asuransi jiwa dengan prinsip syariah, Perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Bank BNI Syariah (“BNI Syariah”), antara lain: c. Concerning the life insurance using sharia principles, the Company has signed cooperation agreements with PT Bank BNI Syariah (“BNI Syariah”), as follows: 1) Pada tanggal 1 Juni 2004, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk setiap penabung atau peserta Tabungan Haji Indonesia Mudharabah di BNI Syariah yang langsung menerima pertanggungan asuransi kecelakaan diri oleh Perseroan. Jangka waktu perjanjian ini 3 (tiga) tahun sejak perjanjian ditandatangani dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Mei 2013. 1) On 1 June 2004, a cooperation agreement was signed for every depositor or participant of Tabungan Haji Indonesia Mudharabah in BNI Syariah who automatically receives personal accident coverage from the Company. Term of the agreement is three (3) years from the signing of the agreement and has been extended until 31 May 2013. 2) Pada tanggal 9 Juni 2004, perjanjian kerjasama ditandatangani untuk menutup asuransi jiwa syariah pembiayaan kumpulan kepada para nasabah BNI Syariah yang menerima pembiayaan syariah dari BNI Syariah. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 9 Juni 2013. 2) On 9 June 2004, a cooperation agreement was signed to cover collect ive loan sharia life insurance for the customers of BNI Syariah, who received sharia financing from the BNI Syariah This agreement has been extended until 9 June 2013. d. Informasi mengenai transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak yang berelasi pada tanggal dan tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah: d. In formation related to material transaction and balance with the related parties as of and for the years ended 31 December 2012 and 2011: 2012 2011 Aset: Assets: Entitas Induk Terakhir Ultimate Parent Entity Pemerintah Pusat The Central Government of Republik Indonesia the Republic of Indonesia Efek-efek 299,275,832,871 378,239,704,219 Marketable securities Dana jaminan 80,938,343,433 69,961,957,869 Statutory funds Piutang hasil investasi 10,343,176,669 12,194,792,183 Investment income receivables Pemegang saham Shareholder PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Deposito berjangka 98,095,000,000 92,772,152,267 Time deposits Kas dan bank 14,373,650,101 6,698,220,786 Cash on hand and in banks Piutang premi 281,487,565 5,608,128,852 Premium receivables Piutang hasil investasi 78,992,212 79,822,913 Investment income receivables Yayasan Kesejahteraan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Jiwasraya Karyawan Jiwasraya Piutang premi - 186,224,038 Premium receivables Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of Republik Indonesia the Republic of Indonesia PT Bank BNI Syariah PT Bank BNI Syariah Deposito berjangka 63,018,869,953 68,220,000,000 Time deposits Penyertaan saham 1,000,000,000 1,000,000,000 Investments in shares of stock Kas dan bank 3,212,825,468 2,220,381,846 Cash on hand and in banks Piutang premi 526,582,348 274,187,933 Premium receivables Piutang hasil investasi 118,448,725 - Investment income receivables PT BNI Multifinance PT BNI Multifinance Aset sewa pembiayaan - Assets under finance lease - kendaraan 4,894,133,368 3,366,833,341 vehicles Piutang premi 4,233,690 - Premium receivables BNI Life | 2012 Annual Report 261 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/73 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) 2012 2011 Aset: (lanjutan) Assets: (continued) Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of the Republik Indonesia (lanjutan) Republic of Indonesia (continued) PT Bank Pembangunan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk Daerah Jawa Barat Tbk Efek-efek 7,194,750,000 11,262,997,286 Marketable securities Piutang hasil investasi - 68,184,782 Investment income receivables Lembaga Pembiayaan Ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (dahulu Indonesia Indonesia (formerly Indonesia Eximbank) Eximbank) Efek-efek 16,017,736,700 16,035,500,000 Marketable securities Piutang hasil investasi 41,478,563 134,366,399 Investment income receivables PT Perusahaan Gas PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Negara (Persero) Tbk Efek-efek 138,000,000 9,472,612,500 Marketable securities PT Pertamina EP PT Pertamina EP Piutang premi 15,423,442 1,400,786 Premium receivables PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) Efek-efek 15,220,732,215 29,007,695,035 Marketable securities Piutang hasil investasi 180,953,246 338,963,502 Investment income receivables Majapahit Holding B.V Majapahit Holding B. V Efek-efek 55,396,923,864 55,999,673,794 Marketable securities Piutang hasil investasi 547,638,161 394,388,993 Investment income receivables PT Perum Pegadaian (Persero) PT Perum Pegadaian (Persero) Efek-efek 16,116,792,812 12,193,818,511 Marketable securities Piutang hasil investasi 210,584,035 234,457,949 Investment income receivables PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk Piutang premi 11,099,289 722,576,030 Premium receivables PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk Efek-efek 53,180,604,244 27,119,078,414 Marketable securities Piutang hasil investasi 929,753,725 748,396,897 Investment income receivables PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Efek-efek 2,132,174,080 21,982,000,000 Marketable securities Piutang hasil investasi 38,139,130 299,153,805 Investment income receivables PT Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk Bukit Asam (Persero) Tbk Efek-efek 2,642,500,000 347,000,000 Marketable securities PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Aneka Tambang Tbk (Persero) Efek-efek 5,475,000,000 17,151,060,000 Marketable securities Piutang hasil investasi 18,162,848 59,546,703 Investment income receivables PT Timah (Persero) Tbk PT Timah (Persero) Tbk Efek-efek 4,225,760,000 5,825,795,000 Marketable securities PT Jasa Marga (Persero) Tbk PT Jasa Marga (Persero) Tbk Efek-efek 4,996,612,967 12,360,824,883 Marketable securities Piutang hasil investasi 127,500,000 218,672,958 Investment income receivables PT Pertamina (Persero) PT Pertamina (Persero) Efek-efek - 14,076,664,460 Marketable securities Piutang hasil investasi - 79,037,051 Investment income receivables PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/72 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) 2012 2011 Aset: (lanjutan) Assets: (continued) Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of the Republik Indonesia (lanjutan) Republic of Indonesia (continued) PT BNI Securities PT BNI Securities Kas dan bank 1,505,378,507 91,778,549 Cash on hand and in banks Piutang premi 6,364,362 - Premium receivables PT BNI Asset Management PT BNI Asset Management Efek-efek 5,020,003,624 11,780,842,077 Marketable securities PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Deposito berjangka 39,000,000,000 79,215,693,334 Time deposits Piutang hasil investasi 100,997,260 23,364,680 Investment income receivables PT Bank BRI Syariah PT Bank BRI Syariah Dana jaminan 300,000,000 300,000,000 Statutory funds Deposit berjangka 16,000,000,000 6,100,000,000 Time deposits Kas dan bank 186,590,687 1,264,295,094 Cash on hand and in banks Piutang premi - 1,681,280,004 Premium receivables Piutang hasil investasi 5,299,206 - Investment income receivables PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Persero) Tbk Deposito berjangka 43,771,462,635 110,729,527,237 Time deposits Efek-efek 2,000,000,000 3,069,000,000 Marketable securities Kas dan bank 2,849,264,117 1,533,820,675 Cash on hand and in banks Piutang premi 277,222,999 - Premium receivables Piutang hasil investasi 43,725,765 39,542,023 Investment income receivables PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara Syariah (Persero) Tbk Syariah (Persero) Tbk Piutang hasil investasi 45,803,188 - Investment income receivables PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Deposito berjangka - 7,006,980,220 Time deposits Efek-efek 15,000,000,000 15,000,000,000 Marketable securities Kas dan bank 1,755,550,468 2,145,333,144 Cash in hand and in banks Piutang hasil investasi 83,937,501 104,784,741 Investment income receivables PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Syariah Mandiri Deposito berjangka 4,900,000,000 1,200,000,000 Time deposits Kas dan bank 287,259,208 173,270,292 Cash on hand and in banks Piutang premi - 6,022,200 Premium receivables Piutang hasil investasi 3,008,404 - Investment income receivables PT Mandiri Manajemen Investasi PT Mandiri Manajemen Investasi Efek-efek 205,678,842 358,762,705 Marketable securities PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas Kas dan bank - 486,649 Cash on hand and in banks PT Danareksa Investment PT Danareksa Investment Management Management Efek-efek 14,595,557,793 15,498,196,751 Marketable securities PT Danareksa Sekuritas PT Danareksa Sekuritas Kas dan bank - 20,059,816 Cash on hand and in banks PT Bank DKI PT Bank DKI Efek-efek 5,146,824,500 5,166,461,940 Marketable securities Piutang hasil investasi 39,046,875 38,617,788 Investment income receivables BNI Life | Laporan Tahunan 2012 262 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/73 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) 2012 2011 Aset: (lanjutan) Assets: (continued) Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of the Republik Indonesia (lanjutan) Republic of Indonesia (continued) PT Bank Pembangunan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk Daerah Jawa Barat Tbk Efek-efek 7,194,750,000 11,262,997,286 Marketable securities Piutang hasil investasi - 68,184,782 Investment income receivables Lembaga Pembiayaan Ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (dahulu Indonesia Indonesia (formerly Indonesia Eximbank) Eximbank) Efek-efek 16,017,736,700 16,035,500,000 Marketable securities Piutang hasil investasi 41,478,563 134,366,399 Investment income receivables PT Perusahaan Gas PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Negara (Persero) Tbk Efek-efek 138,000,000 9,472,612,500 Marketable securities PT Pertamina EP PT Pertamina EP Piutang premi 15,423,442 1,400,786 Premium receivables PT PLN (Persero) PT PLN (Persero) Efek-efek 15,220,732,215 29,007,695,035 Marketable securities Piutang hasil investasi 180,953,246 338,963,502 Investment income receivables Majapahit Holding B.V Majapahit Holding B. V Efek-efek 55,396,923,864 55,999,673,794 Marketable securities Piutang hasil investasi 547,638,161 394,388,993 Investment income receivables PT Perum Pegadaian (Persero) PT Perum Pegadaian (Persero) Efek-efek 16,116,792,812 12,193,818,511 Marketable securities Piutang hasil investasi 210,584,035 234,457,949 Investment income receivables PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk Piutang premi 11,099,289 722,576,030 Premium receivables PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk Efek-efek 53,180,604,244 27,119,078,414 Marketable securities Piutang hasil investasi 929,753,725 748,396,897 Investment income receivables PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Efek-efek 2,132,174,080 21,982,000,000 Marketable securities Piutang hasil investasi 38,139,130 299,153,805 Investment income receivables PT Tambang Batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk Bukit Asam (Persero) Tbk Efek-efek 2,642,500,000 347,000,000 Marketable securities PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Aneka Tambang Tbk (Persero) Efek-efek 5,475,000,000 17,151,060,000 Marketable securities Piutang hasil investasi 18,162,848 59,546,703 Investment income receivables PT Timah (Persero) Tbk PT Timah (Persero) Tbk Efek-efek 4,225,760,000 5,825,795,000 Marketable securities PT Jasa Marga (Persero) Tbk PT Jasa Marga (Persero) Tbk Efek-efek 4,996,612,967 12,360,824,883 Marketable securities Piutang hasil investasi 127,500,000 218,672,958 Investment income receivables PT Pertamina (Persero) PT Pertamina (Persero) Efek-efek - 14,076,664,460 Marketable securities Piutang hasil investasi - 79,037,051 Investment income receivables BNI Life | 2012 Annual Report 263 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/75 - Schedule 39. RISIKO ASURANSI (lanjutan) 39. INSURANCE RISK (continued) Umum (lanjutan) General (continued) Eksposur risiko dimitigasi dengan melakukan experience study tentang historis klaim dengan tujuan untuk memperbaiki pengelolaan risiko di tahun yang akan datang. Perseroan juga melakukan perikatan reasuransi sebagai bagian dari program mitigasi risiko. The risk exposure is mitigated by doing an experience study about the claims experience, with the objective to improve the risk management for the future years. The Company also engaged to the reinsurance arrangement as part of mitigation programme. Kontrak asuransi jiwa yang ditawarkan oleh Perseroan adalah sebagai berikut: kontrak asuransi kesehatan yang meliputi asuransi kesehatan penggantian kerugian, santunan harian rawat inap dan penyakit kritis; kontrak asuransi berjangka yang meliputi ekawarsa, seumur hidup dan kombinasinya, dwiguna dan kombinasinya, asuransi jiwa kredit, anuitas, cacat tetap karena sebab apapun, serta produk link dan kontrak asuransi kecelakaan diri. Life insurance contracts offered by the Company are as follows: health insurance contracts which include indemnity health insurance, daily hospitalization benefit and critical illness, term life insurance contract which include term life, whole life and the combination, endowment and the combination, credit life insurance, annuity, permanent disability due to any cause, along with link product and personal accident insurance contract. Risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan adalah risiko kematian, risiko morbiditas, risiko harapan hidup, risiko pengembalian investasi, risiko biaya dan risiko keputusan pemegang polis. The main risks that the Company is exposed to are mortality risk, morbidity risk, longevity risk, investment return risk, expense risk and policyholder decision risk. Risiko asuransi di atas dipengaruhi juga oleh hak pemegang polis untuk menurunkan pembayaran premi atau tidak adanya pembayaran premi di masa depan, memutuskan kontrak asuransi seluruhnya atau mengambil opsi anuitas yang dijamin. The insurance risk described above is also affected by the policyholder’s right to pay reduced premiums or no future premiums, to terminate the contract completely or to exercise guaranteed annuity options. Dalam mengelola risiko asuransi yaitu risiko mortalita, morbidita, persistensi, termasuk risiko underwriting, Perseroan menggunakan metodologi dan asumsi aktuaria berdasarkan pengalaman Perseroan. Perseroan juga memantau risiko tersebut dengan memperhatikan kondisi politik dan perekonomian di mana Perseroan beroperasi. Selain itu, Perseroan juga memastikan bahwa seluruh asumsi dan kebijakan yang digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dimana Perseroan beroperasi. The Company manages their insurance risk, ie. mortality and morbidity risk, persistency risk, including underwriting risk, utilises the actuarial methodology and assumptions based on their experiences. The Company also monitors those risks by considering the political and economic conditions in which the Company operates. In addition, the company also ensures that all the assumptions and policies used in accordance with the current regulations. Risiko asuransi yang dimaksud dikelola dengan mempertimbangkan : The insurance risk is managed with consideration of :  profitabilitas dari produk yang akan dan telah dipasarkan;  profitability of the products that will be launched or have been sold;  pengalaman risiko masih dalam tingkat kemampuan dari Perseroan;  risk experiences at the level of risk tolerance of the Company;  penyebaran risiko dengan mengoptimalkan strategi reasuransi;  diversification of risk using the reinsurance strategy policy;  metodologi perhitungan cadangan teknis yang digunakan; dan  methodology of technical reserves calculation, and  peningkatan keahlian dari pegawai yang berhubungan langsung dengan risiko asuransi termasuk risiko underwriting.  enhancement of the expertise of employees who involve with the insurance risks including underwriting risk PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/74 - Schedule 38. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK BERELASI (lanjutan) 38. RELATED PARTIES BALANCES AND TRANSACTIONS (continued) 2012 2011 Aset: (lanjutan) Assets: (continued) Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of the Republik Indonesia (lanjutan) Republic of Indonesia (continued) Perusahaan Umum (Perum) Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Jasa Tirta I Piutang premi - 14,362,632 Premium receivables PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Reasuransi Internasional Indonesia Piutang reasuransi 11,485,818,667 6,807,375,488 Reinsurance receivables PT Reasuransi Nasional Indonesia PT Reasuransi Nasional Indonesia Piutang reasuransi 65,716,086 5,120,000 Reinsurance receivables Jumlah aset dengan pihak berelasi 925,700,406,148 1,146,331,250,024 Total assets with related parties Persentase terhadap jumlah aset 33.12% 45.28% Percentage of total assets 2012 2011 Liabilitas: Liabilities: Pemegang saham Shareholder PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Akrual 4,546,633,623 2,798,715,282 Accrued expenses Utang lain-lain 2,240,090,920 470,220,981 Other payables Kepemilikan melalui Ownership through Pemerintah Pusat the Central Government of Republik Indonesia the Republic of Indonesia PT BNI Multifinance PT BNI Multifinance Utang sewa pembiayaan 5,268,564,074 3,477,167,198 Obligations under finance lease PT Mandiri Tunas Finance PT Mandiri Tunas Finance Utang lain-lain - 262,730,659 Other payables PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Reasuransi Internasional Indonesia Utang reasuransi 928,210,926 7,658,166,465 Reinsurance payables PT Reasuransi Nasional Indonesia PT Reasuransi Nasional Indonesia Utang reasuransi 498,807,801 274,798,449 Reinsurance payables Jumlah liabilitas dengan pihak berelasi 13,482,307,344 14,941,799,034 Total liabilities with related parties Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.56% 0.67% Percentage of total liabilities 39. RISIKO ASURANSI 39. INSURANCE RISK Umum General Risiko utama kontrak asuransi yang dihadapi oleh Perseroan adalah klaim aktual dan pembayaran manfaat atau perbedaan waktu yang terjadi, berbeda dengan yang diharapkan. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi klaim, banyaknya klaim, manfaat aktual yang dibayarkan dan pengembangan klaim jangka panjang. Dengan demikian, tujuan Perseroan adalah meyakinkan bahwa cadangan yang tersedia cukup untuk menutupi liabilitas-liabilitas ini. The principal risk the Company faces under insurance contracts is that the actual claims and benefit payments or the timing thereof, differ from expectations. This is influenced by the frequency of claims, severity of claims, actual benefits paid and development of long-term claims. Therefore, the objective of the Company is to ensure that sufficient reserves are available to cover these liabilities. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 264 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/75 - Schedule 39. RISIKO ASURANSI (lanjutan) 39. INSURANCE RISK (continued) Umum (lanjutan) General (continued) Eksposur risiko dimitigasi dengan melakukan experience study tentang historis klaim dengan tujuan untuk memperbaiki pengelolaan risiko di tahun yang akan datang. Perseroan juga melakukan perikatan reasuransi sebagai bagian dari program mitigasi risiko. The risk exposure is mitigated by doing an experience study about the claims experience, with the objective to improve the risk management for the future years. The Company also engaged to the reinsurance arrangement as part of mitigation programme. Kontrak asuransi jiwa yang ditawarkan oleh Perseroan adalah sebagai berikut: kontrak asuransi kesehatan yang meliputi asuransi kesehatan penggantian kerugian, santunan harian rawat inap dan penyakit kritis; kontrak asuransi berjangka yang meliputi ekawarsa, seumur hidup dan kombinasinya, dwiguna dan kombinasinya, asuransi jiwa kredit, anuitas, cacat tetap karena sebab apapun, serta produk link dan kontrak asuransi kecelakaan diri. Life insurance contracts offered by the Company are as follows: health insurance contracts which include indemnity health insurance, daily hospitalization benefit and critical illness, term life insurance contract which include term life, whole life and the combination, endowment and the combination, credit life insurance, annuity, permanent disability due to any cause, along with link product and personal accident insurance contract. Risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan adalah risiko kematian, risiko morbiditas, risiko harapan hidup, risiko pengembalian investasi, risiko biaya dan risiko keputusan pemegang polis. The main risks that the Company is exposed to are mortality risk, morbidity risk, longevity risk, investment return risk, expense risk and policyholder decision risk. Risiko asuransi di atas dipengaruhi juga oleh hak pemegang polis untuk menurunkan pembayaran premi atau tidak adanya pembayaran premi di masa depan, memutuskan kontrak asuransi seluruhnya atau mengambil opsi anuitas yang dijamin. The insurance risk described above is also affected by the policyholder’s right to pay reduced premiums or no future premiums, to terminate the contract completely or to exercise guaranteed annuity options. Dalam mengelola risiko asuransi yaitu risiko mortalita, morbidita, persistensi, termasuk risiko underwriting, Perseroan menggunakan metodologi dan asumsi aktuaria berdasarkan pengalaman Perseroan. Perseroan juga memantau risiko tersebut dengan memperhatikan kondisi politik dan perekonomian di mana Perseroan beroperasi. Selain itu, Perseroan juga memastikan bahwa seluruh asumsi dan kebijakan yang digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dimana Perseroan beroperasi. The Company manages their insurance risk, ie. mortality and morbidity risk, persistency risk, including underwriting risk, utilises the actuarial methodology and assumptions based on their experiences. The Company also monitors those risks by considering the political and economic conditions in which the Company operates. In addition, the company also ensures that all the assumptions and policies used in accordance with the current regulations. Risiko asuransi yang dimaksud dikelola dengan mempertimbangkan : The insurance risk is managed with consideration of :  profitabilitas dari produk yang akan dan telah dipasarkan;  profitability of the products that will be launched or have been sold;  pengalaman risiko masih dalam tingkat kemampuan dari Perseroan;  risk experiences at the level of risk tolerance of the Company;  penyebaran risiko dengan mengoptimalkan strategi reasuransi;  diversification of risk using the reinsurance strategy policy;  metodologi perhitungan cadangan teknis yang digunakan; dan  methodology of technical reserves calculation, and  peningkatan keahlian dari pegawai yang berhubungan langsung dengan risiko asuransi termasuk risiko underwriting.  enhancement of the expertise of employees who involve with the insurance risks including underwriting risk BNI Life | 2012 Annual Report 265 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/77 - Schedule 39. RISIKO ASURANSI (lanjutan) 39. INSURANCE RISK (continued) Tabel berikut menyajikan sensitivitas dari nilai liabilitas asuransi, terhadap perubahan asumsi yang digunakan dalam estimasi liabilitas asuransi. Korelasi asumsi akan memiliki dampak yang signifikan dalam menentukan cadangan teknis, tetapi untuk menunjukkan dampak akibat perubahan asumsi, asumsi harus diubah secara individual. Tabel ini juga menunjukkan dampak terhadap cadangan teknis akibat perubahan asumsi aktuaria. The following tables present the sensitivity of the value of insurance liabilities to the movements in the assumptions used in the estimation of insurance liabilities. The correlation of assumptions will have a significant effect in determining the ultimate technical reserves, but to demonstrate the impact due to changes in assumptions, assumptions had to be changed on an individual basis. This table also indicates the impact on the technical reserve due to the changes in the actuarial assumptions. Perubahan asumsi % Dampak terhadap liabilitas/ Impact on liabilities 2012 2011 Change in Assumptions Nilai tercatat liabilitas asuransi 2,244,304,508,575 2,109,478,700,250 Carrying value of insurance liabilities Penurunan tingkat suku bunga -1% 2,282,750,764,730 2,144,764,914,477 Decrement of interes ratet Kenaikan tingkat mortalitas +10% 2,267,335,099,687 2,112,564,386,496 Increment of mortality rate Penurunan tingkat mortalitas -10% 2,232,570,924,334 2,093,909,337,538 Decrement of mortality rate Analisa berikut ini dilakukan untuk memperkirakan dampak dari perubahan yang mungkin terjadi pada asumsi utama, dengan semua asumsi lainnya tetap konstan, terhadap laba rugi. Korelasi asumsi akan memiliki dampak yang signifikan dalam menentukan laba rugi sesungguhnya, tetapi untuk menunjukkan dampak akibat perubahan asumsi, asumsi harus diubah secara individual. The following analysis is performed for estimating the impact of the possible movements in key assumptions, with all other assumptions held constant, to the statements of income. The correlation of assumptions will have a significant effect in determining the ultimate profit and loss, but to demonstrate the impact due to changes in assumptions, assumptions had to be changed on an individual basis. Perubahan asumsi % Dampak terhadap laporan (laba) rugi/ Impact on (profit) or loss 2012 2011 Change in Assumptions Penurunan tingkat suku bunga -1% 38,446,256,155 35,286,214,227 Decrement of interes rates Kenaikan tingkat mortalitas +10% (23,030,591,112) (3,085,686,246) Increment of mortality rate Penurunan tingkat mortalitas -10% 11,733,584,241 15,569,362,712 Decrement of mortality rate 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Aktivitas Perseroan mengandung berbagai macam risiko keuangan: risiko nilai tukar mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perseroan adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko tersebut, mengelola posisi risiko dan menentukan alokasi modal. Perseroan secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik. The Company’s activities expose it to a variety of financial risks: foreign exchange risk, credit risk and liquidity risk. The core functions of the Company’s risk management are to identify all key risks for the Company, measure these risks, manage the risk positions and determine capital allocations. The Company regularly reviews its risk management policies and systems to reflect changes in market, products and best market practice. Tujuan Perseroan adalah untuk mencapai keseimbangan yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian dan meminimalisasi potensi efek memburuknya kinerja keuangan Perseroan. Perseroan mendefinisikan risiko sebagai kemungkinan kerugian atau laba yang hilang, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. The Company’s aim is to achieve an appropriate balance between risk and return and minimise potential adverse effects on the Company’s financial performance. The Company defines risk as the possibility of losses or profits foregone, which may be caused by internal or external factors. PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/76 - Schedule 39. RISIKO ASURANSI (lanjutan) 39. INSURANCE RISK (continued) Persetujuan produk Product approval Dalam kegiatannya, Perseroan membentuk Komite Manajemen Produk yang bertanggung jawab untuk mengatur prosedur persetujuan produk, untuk memastikan bahwa risiko-risiko yang mungkin timbul dari produk tersebut yang akan ditanggung oleh Perseroan telah menjalani proses persetujuan yang menyeluruh sebelum produk baru tersebut diluncurkan. In its activities, the Company has established the Product Management Committee who responsible to set up product approval procedures, to ensure that all related risks that may arise from the product underwritten by the Company undergo a thorough approval process before products are launched. Prosedur-prosedur tersebut ditetapkan secara terstruktur dan disesuaikan berdasarkan best practice yang diterapkan secara konsisten. They are structured and harmonised based on best practices adopted consistently. • meskipun keputusan untuk meluncurkan produk baru diambil oleh Perseroan, tetapi harus melewati suatu proses persetujuan yang didokumentasikan sesuai dengan praktik tata kelola Perseroan dan memenuhi standar dalam hal fitur produk, harga, dan aspek yang berkaitan dengan hukum, kepatuhan, peraturan, reputasi dan akuntansi; • although the decision to launch a new product is taken by the Company, it must result from a documented approval process that complies with Company governance practices and standards in terms of product features, pricing, and aspects related to legal, compliance, regulatory, reputation and accounting; • stress tests juga diperlukan atas asumsi utama untuk memastikan bahwa skenario "bagaimana jika" dipertimbangkan dalam proses pengembangan produk; • stress tests are also required on key assumptions to ensure that appropriate “what if” scenarios are considered in the product development process; • untuk bisnis pra-peluncuran, harus dipastikan bahwa risiko baru yang akan ditanggung oleh Perseroan telah mengalami proses yang ketat sebelum produk ditawarkan kepada pelanggan dan menunjukkan profitabilitas yang memadai yang telah disesuaikan dengan biaya modal; • for pre-launch business, to ensure that new risks underwritten by the Company have undergone a rigorous process before the products are offered to customers and show adequate profitability adjusted for the cost of capital; • untuk bisnis pasca-peluncuran, kontrol yang memadai atas profitabilitas dan risiko dari polis Perseroan yang sudah aktif; • for post-launch business, to ensure the appropriate profitability and risks control of the Company inforced underwritings; • kerangka profitabilitas yang melengkapi aturan dasar underwriting yang kuat dan untuk memastikan bahwa tidak ada risiko yang diambil di luar toleransi Perseroan dan nilai tersebut ditentukan oleh penentuan harga risiko yang memadai. • this profitability framework complements strong and basic underwriting rules to ensure that no risks are taken outside the Company tolerances and that value is created by adequately pricing the risk. Tabel di bawah menunjukkan konsentrasi liabilitas kontrak asuransi berdasarkan tipe produk: The table below sets out the concentration of life insurance contract liabilities by type of product: 31 Desember/December 2012 Liabilitas kotor/ Aset reasuransi Liabilitas bersih Gross Reinsurrance Net liabilities assets liabilities Konvensional Non par tradisional Traditional non par - Dwiguna 835,135,515,853 - 835,135,515,853 Endowment - - Berjangka 366,429,638,882 22,469,810,110 343,959,828,772 Term - - Kesehatan 129,575,980,519 114,568,495 129,461,412,024 Health - - Unit link dasar 1,499,927,417 - 1,499,927,417 Basic unit linked - Dana unit link 909,752,089,502 - 909,752,089,502 Unit-linked fund 2,242,393,152,173 22,584,378,605 2,219,808,773,568 Syariah 1,911,356,402 - 1,911,356,402 Sharia Jumlah 2,244,304,508,575 22,584,378,605 2,221,720,129,970 Total Cadangan teknis Perseroan sensitif terhadap suku bunga dan tingkat kematian. The Company’s technical reserves are sensitive to interest rate and mortality rate. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 266 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/77 - Schedule 39. RISIKO ASURANSI (lanjutan) 39. INSURANCE RISK (continued) Tabel berikut menyajikan sensitivitas dari nilai liabilitas asuransi, terhadap perubahan asumsi yang digunakan dalam estimasi liabilitas asuransi. Korelasi asumsi akan memiliki dampak yang signifikan dalam menentukan cadangan teknis, tetapi untuk menunjukkan dampak akibat perubahan asumsi, asumsi harus diubah secara individual. Tabel ini juga menunjukkan dampak terhadap cadangan teknis akibat perubahan asumsi aktuaria. The following tables present the sensitivity of the value of insurance liabilities to the movements in the assumptions used in the estimation of insurance liabilities. The correlation of assumptions will have a significant effect in determining the ultimate technical reserves, but to demonstrate the impact due to changes in assumptions, assumptions had to be changed on an individual basis. This table also indicates the impact on the technical reserve due to the changes in the actuarial assumptions. Perubahan asumsi % Dampak terhadap liabilitas/ Impact on liabilities 2012 2011 Change in Assumptions Nilai tercatat liabilitas asuransi 2,244,304,508,575 2,109,478,700,250 Carrying value of insurance liabilities Penurunan tingkat suku bunga -1% 2,282,750,764,730 2,144,764,914,477 Decrement of interes ratet Kenaikan tingkat mortalitas +10% 2,267,335,099,687 2,112,564,386,496 Increment of mortality rate Penurunan tingkat mortalitas -10% 2,232,570,924,334 2,093,909,337,538 Decrement of mortality rate Analisa berikut ini dilakukan untuk memperkirakan dampak dari perubahan yang mungkin terjadi pada asumsi utama, dengan semua asumsi lainnya tetap konstan, terhadap laba rugi. Korelasi asumsi akan memiliki dampak yang signifikan dalam menentukan laba rugi sesungguhnya, tetapi untuk menunjukkan dampak akibat perubahan asumsi, asumsi harus diubah secara individual. The following analysis is performed for estimating the impact of the possible movements in key assumptions, with all other assumptions held constant, to the statements of income. The correlation of assumptions will have a significant effect in determining the ultimate profit and loss, but to demonstrate the impact due to changes in assumptions, assumptions had to be changed on an individual basis. Perubahan asumsi % Dampak terhadap laporan (laba) rugi/ Impact on (profit) or loss 2012 2011 Change in Assumptions Penurunan tingkat suku bunga -1% 38,446,256,155 35,286,214,227 Decrement of interes rates Kenaikan tingkat mortalitas +10% (23,030,591,112) (3,085,686,246) Increment of mortality rate Penurunan tingkat mortalitas -10% 11,733,584,241 15,569,362,712 Decrement of mortality rate 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Aktivitas Perseroan mengandung berbagai macam risiko keuangan: risiko nilai tukar mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perseroan adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko tersebut, mengelola posisi risiko dan menentukan alokasi modal. Perseroan secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik. The Company’s activities expose it to a variety of financial risks: foreign exchange risk, credit risk and liquidity risk. The core functions of the Company’s risk management are to identify all key risks for the Company, measure these risks, manage the risk positions and determine capital allocations. The Company regularly reviews its risk management policies and systems to reflect changes in market, products and best market practice. Tujuan Perseroan adalah untuk mencapai keseimbangan yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian dan meminimalisasi potensi efek memburuknya kinerja keuangan Perseroan. Perseroan mendefinisikan risiko sebagai kemungkinan kerugian atau laba yang hilang, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. The Company’s aim is to achieve an appropriate balance between risk and return and minimise potential adverse effects on the Company’s financial performance. The Company defines risk as the possibility of losses or profits foregone, which may be caused by internal or external factors. BNI Life | 2012 Annual Report 267 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/79 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) (i) Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan) (i) Foreign exchange risk (continued) Pengaruh pada laba rugi/ Impact on profit or loss Peningkatan/ Increase by 5% Penurunan/ Decrease by 5% 31 Desember 2012 483,500,000 (453,400,000) 31 December 2012 Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa seluruh variabel lainnya adalah konstan dan berdasarkan tanggal pelaporan yang konstan. The projection assumes that all other variables are held constant. It also assumes a constant reporting date position. (ii) Risiko suku bunga (ii) Interest rate risk Risiko suku bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Risiko nilai suku bunga wajar adalah risiko dimana nilai dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Perseroan menghadapi dampak dari fluktuasi suku bunga pasar yang berlaku baik atas risiko nilai wajar maupun arus kas. Marjin suku bunga bisa meningkat sebagai hasil dari perubahan tersebut namun juga dapat mengurangi kerugian ketika terdapat pergerakan yang tidak diharapkan. Cash flow interest rate risk is the risk that the future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. Fair value interest rate risk is the risk that the value of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The Company takes on exposure to the effects of fluctuations in the prevailing levels of market interest rates on both its fair value and cash flow risks. Interest margins may increase as a result of such changes but may reduce losses in the event that unexpected movements arise. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroran tidak memiliki risiko tingkat suku bunga yang signifikan. Sebagian besar aset keuangan dan liabilitas keuangan Perseroan adalah tidak dikenakan bunga atau berbunga tetap sehingga tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko tingkat suku bunga arus kas. As at 31 December 2012, the Company has no significant interest rate risk. Most of the Company’s financial assets and financial liabilities are non interest bearing or fixed interest rate thus no significant exposure to the effects of fluctuations in the prevailing levels of cash flow interest rate risk. (iii) Risiko harga saham (iii) Equity price risk Risiko harga saham adalah resiko yang nilai wajar arus kas masa depan instrument keuangan akan berfluktuasi karena adanya perubahan harga pasar (selain yang timbul karena risiko suku bunga dan risiko mata uang), dimana perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor tertentu terhadap instrumen keuangan secara individu, atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen keuangan yang serupa yang diperdagangkan di pasar. Equity risk price is the risk that the fair value of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market prices (other than those arising from interest rate risk or currency risk), whether those changes are caused by factors specific to the individual financial instrument, or factors affecting all similar financial instruments traded in the market. Eksposure risiko harga saham Perusahaan berkaitan dengan aset keuangan yang nilainya akan berfluktuasi yang diakibatkan oleh perubahan harga pasar. The Company’s equity price risk exposure relates to financial assets whose values will fluctuate as a result of changes in market prices. PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/78 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Manajemen risiko dilaksanakan dengan kebijakankebijakan yang disetujui oleh Direksi. Direksi memberikan kebijakan tertulis atas manajemen risiko secara keseluruhan, termasuk kebijakan tertulis yang mencakup area khusus, seperti risiko nilai tukar, risiko suku bunga, risiko kredit, dan pemanfaatan instrumen keuangan. Risiko yang berasal dari instrumen keuangan yang dihadapi oleh Perseroan mengandung risiko keuangan, termasuk juga risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. Risk management is carried out under policies approved by Directors. The Directors provides written principles for overall risk management, as well as written policies covering specific areas, such as foreign exchange risk, interest rate risk, credit risk, and use of financial instrument. The risk arising from financial instruments to which the Company is exposed are financial risks, which includes market risk, credit risk and liquidity risk. a. Risiko pasar a. Market risk Perseroan menghadapi eksposur terhadap risiko pasar, yaitu risiko dimana nilai wajar atas arus kas masa depan atas suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan pada harga pasar. Risiko pasar berasal dari posisi terbuka yang terkait dengan produk-produk suku bunga, mata uang dan ekuitas, yang seluruhnya dipengaruhi oleh pergerakan pasar baik secara spesifik maupun umum, dan perubahan volatilitas tingkat suku bunga pasar atau harga seperti suku bunga, nilai tukar dan produk ekuitas. The Company is aware about exposure to market risks which is the risks that the fair value of future cash flows of financial instrument will fluctuate because of changes in market prices. Market risks arise from open positions in interest rate, currency and equity products, all of which are exposed to the general and specific market movements and changes in the level of volatility or market rates or prices such as interest rates, foreign exchange rates, and equity products. (i) Risiko nilai tukar mata uang asing (i) Foreign exchange risk Perseroan menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing yang terjadi akibat fluktuasi nilai tukar mata uang pada posisi keuangan dan arus kas. Direksi menetapkan limit tingkat eksposur berdasarkan mata uang yang dimonitor secara berkala. The Company takes on exposure to the effects of fluctuations in the prevailing foreign exchange rates on its financial position and cash flows. The Directors sets limits on the level of exposure by currency, which are monitored periodically. Tabel dibawah ini mengikhtisarkan aset dan liabilitas keuangan Perseroan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. Seluruh eksposur adalah dalam Dolar AS, tidak terdapat eksposur risiko mata uang asing selain dalam Dolar AS. The table below summarises the Company’s financial assets and liabilities exposure to foreign exchange rate risk. All exposure is to USD, there is no foreign exchange exposure other than USD. 2012 (USD) 2011 (USD) Aset: Assets: Kas dan kas pada bank 13,909 1,197,372 Cash and cash in banks Piutang reasuransi 312 42 Due from reinsurers Piutang hasil investasi 258,818 317,249 Reinsurance receivables Investasi: Investments: Deposito berjangka 5,500,000 2,600,000 Time deposits Surat-surat berharga 15,294,381 20,551,868 Marketable securities Jumlah aset 21,067,420 24,666,531 Total assets Liabilitas: Liabilities: Utang reasuransi 1,447 140 Due to reinsurers Bersih 21,065,973 24,666,391 Total financial liabilites Sensitivitas Perseroan terhadap mata uang asing diperhitungkan dengan menggunakan informasi Posisi Devisa Neto yang ditranslasikan ke dalam mata uang asing Dolar AS. Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba sebelum pajak Perseroan atas perubahan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012. The Company's sensitivity on foreign currencies is determined using the Net Open Position information that translated into USD. The table below shows the sensitivity of Company’s income before tax to movement of foreign exchange rates on 31 December 2012. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 268 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/79 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) (i) Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan) (i) Foreign exchange risk (continued) Pengaruh pada laba rugi/ Impact on profit or loss Peningkatan/ Increase by 5% Penurunan/ Decrease by 5% 31 Desember 2012 483,500,000 (453,400,000) 31 December 2012 Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa seluruh variabel lainnya adalah konstan dan berdasarkan tanggal pelaporan yang konstan. The projection assumes that all other variables are held constant. It also assumes a constant reporting date position. (ii) Risiko suku bunga (ii) Interest rate risk Risiko suku bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Risiko nilai suku bunga wajar adalah risiko dimana nilai dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Perseroan menghadapi dampak dari fluktuasi suku bunga pasar yang berlaku baik atas risiko nilai wajar maupun arus kas. Marjin suku bunga bisa meningkat sebagai hasil dari perubahan tersebut namun juga dapat mengurangi kerugian ketika terdapat pergerakan yang tidak diharapkan. Cash flow interest rate risk is the risk that the future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. Fair value interest rate risk is the risk that the value of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The Company takes on exposure to the effects of fluctuations in the prevailing levels of market interest rates on both its fair value and cash flow risks. Interest margins may increase as a result of such changes but may reduce losses in the event that unexpected movements arise. Pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroran tidak memiliki risiko tingkat suku bunga yang signifikan. Sebagian besar aset keuangan dan liabilitas keuangan Perseroan adalah tidak dikenakan bunga atau berbunga tetap sehingga tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko tingkat suku bunga arus kas. As at 31 December 2012, the Company has no significant interest rate risk. Most of the Company’s financial assets and financial liabilities are non interest bearing or fixed interest rate thus no significant exposure to the effects of fluctuations in the prevailing levels of cash flow interest rate risk. (iii) Risiko harga saham (iii) Equity price risk Risiko harga saham adalah resiko yang nilai wajar arus kas masa depan instrument keuangan akan berfluktuasi karena adanya perubahan harga pasar (selain yang timbul karena risiko suku bunga dan risiko mata uang), dimana perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor tertentu terhadap instrumen keuangan secara individu, atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen keuangan yang serupa yang diperdagangkan di pasar. Equity risk price is the risk that the fair value of future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market prices (other than those arising from interest rate risk or currency risk), whether those changes are caused by factors specific to the individual financial instrument, or factors affecting all similar financial instruments traded in the market. Eksposure risiko harga saham Perusahaan berkaitan dengan aset keuangan yang nilainya akan berfluktuasi yang diakibatkan oleh perubahan harga pasar. The Company’s equity price risk exposure relates to financial assets whose values will fluctuate as a result of changes in market prices. BNI Life | 2012 Annual Report 269 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/81 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Tabel di atas menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit bagi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Perseroan tidak terekspose risiko kredit pada investasi pemegang unit link, dikarenakan semua risiko ditanggung langsung oleh masingmasing pemegang polis. Direksi yakin akan kemampuan untuk mengendalikan dan memelihara eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimum. The above table represents a worst-case scenario of credit risk exposure to the Company as at 31 December 2012 and 2011. There is no credit risk exposed to the Company for Policyholders’ investments in unit-linked contract, since all credit risk is directly borne by the policy holders. The Directors is confident in its ability to continue to control and sustain minimal exposure of credit risk. Pada tanggal 31 Desember 2012, eksposur risiko kredit atas aset keuangan berdasarkan kualitas aset keuangan terbagi atas: As at 31 December 2012, credit risk exposure relating to financial assets based on quality of financial assets are divided as follows: 2012 Belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai/ Neither past due nor impaired Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai/ Past due but not impaired Mengalami penurunan nilai/ Impaired Jumlah/ Total Kas dan kas pada bank 26,496,453,828 - - 26,496,453,828 Cash and cash in banks Piutang premi 12,730,690,893 - - 12,730,690,893 Premium receivables Piutang reasuransi 12,661,554,477 - - 12,661,554,477 Reinsurance receivables Piutang hasil investasi 15,637,229,240 - - 15,637,229,240 Investment income receivables Piutang lain-lain 6,785,149,491 - (1,774,950,681) 5,010,198,810 Other receivables Investasi: Investments: Dana jaminan 82,938,343,433 - - 82,938,343,433 Statutory funds Deposito berjangka 425,065,432,187 - - 425,065,432,187 Time deposits Efek-efek 2,119,008,235,926 - (10,890,900,000) 2,108,117,335,926 Marketable securities Penyertaan saham 1,000,000,000 - - 1,000,000,000 Investment in shares Pinjaman pemegang polis 1,773,674,007 - - 1,773,674,007 Loan to policyholders Aset lain-lain 7,203,235,966 - - 7,203,235,966 Other assets Jumlah 2,711,299,999,448 - (12,665,850,681) 2,698,634,148,767 Total Pengelolaan risiko kredit dilakukan dengan menerapkan batasan-batasan investasi dalam hal rating obligasi korporasi (minimal AA-) dan kriteria counterparty dalam bertransaksi (bank: 20 bank terbesar berdasarkan aset, manajer investasi: 15 manajer investasi terbesar berdasarkan Asset Under Management, broker: 20 broker terbesar berdasarkan Modal Kerja Bersih Disesuaikan). Daftar counterparty tersebut ditelaah secara periodik. Management of credit risk is made by implementing investment limitations, such as the rating of corporate bonds (minimum AA-) and criteria of Company’s counterpart (bank: the largest 20 banks based on assets, investment manager: the largest 15 investment manager based on Asset Under Management, brokerage: the largest 20 brokerage based on Net Asset Working Capital). Those counterpart lists are reviewed periodically. c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perseroan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo sebagai akibat dari pembayaran klaim/manfaat pemegang polis, kebutuhan kas dari komitmen kontraktual, atau arus keluar kas lainnya, seperti utang yang telah jatuh tempo. Arus kas keluar ini akan menghabiskan sumber daya kas yang tersedia untuk aktivitas operasional, perdagangan dan investasi. Dalam suatu keadaan yang ekstrim, kekurangan likuiditas dapat mengarah pada penurunan posisi keuangan dalam laporan keuangan dan penjualan aset, atau ketidakmampuan untuk memenuhi komitmen kepada pemegang polis. Risiko ini melekat pada semua operasi asuransi dan bisa dipengaruhi oleh kejadian spesifik secara institusional dan pasar secara luas termasuk, tetapi tidak terbatas pada, transaksi kredit, aktivitas merger dan akuisisi, goncangan sistemik dan bencana alam. Liquidity risk is the risk that the Company is unable to meet its obligations when they fall due as a result of policyholder benefit/claim payment, cash requirements from contractual commitments, or other cash outflows, such as debt maturities. Such outflows would deplete available cash resources for operational, trading, and investment activities. In extreme circumstances, lack of liquidity could result in reductions in the financial statement of financial position and sales of assets, or potentially an inability to fulfill policy holder commitment. The risk that the Company will be unable to do so is inherent in all insurance operations and can be affected by a range of institution-specific and market-wide events including, but not limited to, credit events, merger and acquisition activity, systemic shocks and natural disasters. PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/80 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) (iii) Risiko harga saham (lanjutan) (iii) Equity price risk (continued) Dalam pengelolaan risiko pasar, Perusahaan telah menerapkan kebijakan cut loss dan batasan holding period untuk trading account. Selain itu, komposisi portofolio juga dibatasi berdasarkan tingkatan risikonya, untuk risiko rendah sampai dengan 80%, dan untuk risiko lebih tinggi 20%. In the management of market price risk, the Company has applied cut loss strategy and limitation of holding period for trading account. Moreover, composition of the portfolio is limited based on risk, for lower risk up to 80% and for higher risk 20%. b. Risiko kredit b. Credit risk Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika counterpart Perseroan gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya kepada Perseroan. Perseroan juga menghadapi risiko kredit lainnya yang berasal dari investasi pada efek utang (Obligasi Pemerintah dan efek-efek) dan eksposur lain yang timbul dari aktivitas unit link. Credit risk is the risk of suffering financial loss, should any of the Company’s counterparties fail to fulfill their contractual obligations to the Company. The Company is also exposed to other credit risks arising from investments in debt securities (Government bonds and marketable securities) and other exposures arising from its unit-linked activities. Risiko kredit merupakan salah satu risiko terbesar bagi Perseroan; sehingga manajemen melakukan pengelolaan eksposur risiko kredit dengan hati-hati. Manajemen dan pengendalian atas risiko kredit dipusatkan pada tim manajemen risiko kredit, yang bertanggung jawab kepada Direksi. Penilaian risiko kredit atas suatu portofolio aset memerlukan estimasiestimasi, seperti kemungkinan terjadinya wanprestasi, rasio kerugian dan korelasi wanprestasi antara lawan transaksi. Credit risk is the one of the largest risk for the Company’s business; management therefore carefully manages its exposure to credit risk. The credit risk management and control are centralized in a credit risk management team, which reports to the Directors. The assessment of credit risk of a portfolio of assets entails estimations as to the likelihood of defaults occurring, of the associated loss ratios and of default correlations between counterparties. Penyisihan kerugian penurunan nilai yang diakui pada pelaporan keuangan (jika ada) hanyalah kerugian yang telah terjadi pada tanggal laporan keuangan atas posisi keuangan (berdasarkan bukti obyektif atas penurunan nilai). Impairment allowances (if any) are recognised for financial reporting purposes only for losses that have been incurred at the date of the statement of financial position (based on objective evidence of impairment). Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum Perseroan terhadap risiko kredit untuk instrumen keuangan: The following table presents the Company’s maximum exposure to credit risk of financial asset: Eksposur maksimum/ Maximum exposure 2012 2011 Kas dan kas pada bank 26,496,453,828 17,664,695,527 Cash and cash in banks Piutang premi 12,730,690,893 18,352,825,450 Premium receivables Piutang reasuransi 12,661,554,477 9,734,298,697 Reinsurance receivables Piutang hasil investasi 15,637,229,240 16,274,855,492 Investment income receivables Piutang lain-lain 6,785,149,491 6,908,873,575 Other receivables Aset lain-lain 7,203,235,966 5,640,241,607 Other assets Investasi: Investments: Dana jaminan 82,938,343,433 71,961,957,869 Statutory funds Deposito berjangka 425,065,432,187 445,194,353,058 Time deposits Surat-surat berharga 2,108,117,335,926 1,887,591,995,036 Marketable securities Penyertaan saham 1,000,000,000 1,000,000,000 Investment in shares Pinjaman pemegang polis 1,773,674,007 158,672,328 Loan to policyholders Jumlah 2,700,409,099,448 2,480,482,768,639 Total BNI Life | Laporan Tahunan 2012 270 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/81 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Tabel di atas menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit bagi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011. Perseroan tidak terekspose risiko kredit pada investasi pemegang unit link, dikarenakan semua risiko ditanggung langsung oleh masingmasing pemegang polis. Direksi yakin akan kemampuan untuk mengendalikan dan memelihara eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimum. The above table represents a worst-case scenario of credit risk exposure to the Company as at 31 December 2012 and 2011. There is no credit risk exposed to the Company for Policyholders’ investments in unit-linked contract, since all credit risk is directly borne by the policy holders. The Directors is confident in its ability to continue to control and sustain minimal exposure of credit risk. Pada tanggal 31 Desember 2012, eksposur risiko kredit atas aset keuangan berdasarkan kualitas aset keuangan terbagi atas: As at 31 December 2012, credit risk exposure relating to financial assets based on quality of financial assets are divided as follows: 2012 Belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai/ Neither past due nor impaired Telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai/ Past due but not impaired Mengalami penurunan nilai/ Impaired Jumlah/ Total Kas dan kas pada bank 26,496,453,828 - - 26,496,453,828 Cash and cash in banks Piutang premi 12,730,690,893 - - 12,730,690,893 Premium receivables Piutang reasuransi 12,661,554,477 - - 12,661,554,477 Reinsurance receivables Piutang hasil investasi 15,637,229,240 - - 15,637,229,240 Investment income receivables Piutang lain-lain 6,785,149,491 - (1,774,950,681) 5,010,198,810 Other receivables Investasi: Investments: Dana jaminan 82,938,343,433 - - 82,938,343,433 Statutory funds Deposito berjangka 425,065,432,187 - - 425,065,432,187 Time deposits Efek-efek 2,119,008,235,926 - (10,890,900,000) 2,108,117,335,926 Marketable securities Penyertaan saham 1,000,000,000 - - 1,000,000,000 Investment in shares Pinjaman pemegang polis 1,773,674,007 - - 1,773,674,007 Loan to policyholders Aset lain-lain 7,203,235,966 - - 7,203,235,966 Other assets Jumlah 2,711,299,999,448 - (12,665,850,681) 2,698,634,148,767 Total Pengelolaan risiko kredit dilakukan dengan menerapkan batasan-batasan investasi dalam hal rating obligasi korporasi (minimal AA-) dan kriteria counterparty dalam bertransaksi (bank: 20 bank terbesar berdasarkan aset, manajer investasi: 15 manajer investasi terbesar berdasarkan Asset Under Management, broker: 20 broker terbesar berdasarkan Modal Kerja Bersih Disesuaikan). Daftar counterparty tersebut ditelaah secara periodik. Management of credit risk is made by implementing investment limitations, such as the rating of corporate bonds (minimum AA-) and criteria of Company’s counterpart (bank: the largest 20 banks based on assets, investment manager: the largest 15 investment manager based on Asset Under Management, brokerage: the largest 20 brokerage based on Net Asset Working Capital). Those counterpart lists are reviewed periodically. c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perseroan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo sebagai akibat dari pembayaran klaim/manfaat pemegang polis, kebutuhan kas dari komitmen kontraktual, atau arus keluar kas lainnya, seperti utang yang telah jatuh tempo. Arus kas keluar ini akan menghabiskan sumber daya kas yang tersedia untuk aktivitas operasional, perdagangan dan investasi. Dalam suatu keadaan yang ekstrim, kekurangan likuiditas dapat mengarah pada penurunan posisi keuangan dalam laporan keuangan dan penjualan aset, atau ketidakmampuan untuk memenuhi komitmen kepada pemegang polis. Risiko ini melekat pada semua operasi asuransi dan bisa dipengaruhi oleh kejadian spesifik secara institusional dan pasar secara luas termasuk, tetapi tidak terbatas pada, transaksi kredit, aktivitas merger dan akuisisi, goncangan sistemik dan bencana alam. Liquidity risk is the risk that the Company is unable to meet its obligations when they fall due as a result of policyholder benefit/claim payment, cash requirements from contractual commitments, or other cash outflows, such as debt maturities. Such outflows would deplete available cash resources for operational, trading, and investment activities. In extreme circumstances, lack of liquidity could result in reductions in the financial statement of financial position and sales of assets, or potentially an inability to fulfill policy holder commitment. The risk that the Company will be unable to do so is inherent in all insurance operations and can be affected by a range of institution-specific and market-wide events including, but not limited to, credit events, merger and acquisition activity, systemic shocks and natural disasters. BNI Life | 2012 Annual Report 271 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/82 - Schedule 40. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 40. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued) Tabel dibawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas Perseroan berdasarkan arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto: The table below summarises the maturity profile of the Company’s liabilities, based on undiscounted contractual cashflow: 2012 Jumlah/ Total Tidak mempunyai kontrak jatuh tempo/ No maturity contract Kurang dari 1 bulan/ Less than one month 1-3 bulan/ 1-3 months 3-6 bulan/ 3–6 months 6 - 12 bulan/ 6 - 12 months 1-3 tahun/ 1-3 years lebih dari 3 tahun/ More than 3 years Liabilitas Liabilities Akrual 14,949,507,201 - 14,949,507,201 - - - - - Accrued expenses Utang lain-lain 4,933,159,770 - 4,933,159,770 - - - - - Other payables Utang pajak lainnya 821,521,324 - 821,521,324 - - - - - Tax payables Utang komisi 6,438,381,195 - 6,438,381,195 - - - - - Commission Payables Utang reasuransi 18,383,863,000 - 18,383,863,000 - - - - - Reinsurance payable Titipan premi 27,319,432,381 - 27,319,432,381 - - - - - Premium deposits Obligation under Utang sewa pembiayaan 5,268,564,074 - - - - - - 5,268,564,074 finance lease Liabilitas imbalan kerja 37,773,304,174 37,773,304,174 - - - - - - Employee benefits Liabilities to Liabilitas kepada pemegang polis: policyholders: - Liabilitas manfaat polis Liabilities to future - masa depan 2,077,551,608,546 2,077,551,608,546 - - - - - - policy benefits - Estimasi liabilitas klaim 52,118,982,288 52,118,982,288 - - - - - - Estimated claim liabilities - - Premi yang belum merupakan Unearned premium - pendapatan 114,633,917,741 114,633,917,741 - - - - - - income - Utang klaim 1,307,164,069 1,307,164,069 - - - - - - Claim payables - - Penyisihan kontribusi yang Unearned contribution - belum merupakan pendapatan 34,850,517,568 34,850,517,568 - - - - - - provisions Jumlah liabilitas 2,396,349,923,331 2,318,235,494,386 72,845,864,871 - - - - 5,268,564,074 Total liabilities Profil jatuh tempo ini didasarkan pada jangka waktu yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontrak. Selain itu, jika terdapat kebutuhan akan likuiditas, efek-efek dan aset lancar dapat dijual. Kebijakan Perseroan sehubungan dengan maturity gap antara aset dan liabilitas moneter adalah menetapkan gap limit yang disesuaikan dengan kemampuan Perseroan untuk memperoleh likuiditas segera. This maturity profile is based on the remaining period to the contractual maturity date. In addition, if the Company encounters liquidity needs, marketable securities and liquid assets could be liquidated. The Company’s policy with regards to the maturity gap between the monetary assets and liabilities is to determine a gap limit which is adjusted to the Company ability to obtain immediate liquidity. 41. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN 41. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana aset dapat ditukar, atau liabilitas dapat diselesaikan dengan dasar transaksi wajar. Fair value is the amount for which an assset could be exchanged or a liability settled, in an agreed price transaction basis. Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, nilai wajar untuk aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah sebagai berikut: As at 31 December 2012 and 2011, the fair value of the financial assets held-to-maturity is as follows: Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Carrying amount Fair value 31 Desember 2012 31 December 2012 Efek-efek 387,980,861,648 504,810,060,948 Marketable securities Dana jaminan 80,938,343,433 107,979,400,000 Statutory funds 31 Desember 2011 31 December 2011 Efek-efek 409,365,657,103 504,191,555,580 Marketable securities Dana jaminan 69,961,957,869 89,520,000,000 Statutory funds Nilai wajar untuk obligasi dimiliki hingga jatuh tempo ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan, yaitu menggunakan harga yang dipublikasikan secara rutin dan berasal dari sumber yang terpercaya, seperti quoted market price, broker’s quoted price dari Bloomberg, KSEI dan Reuters. The fair value of held-to-maturity bonds is determined based on quoted market prices at the financial position date from credible sources and published regularly, which is, broker’s quoted price from Bloomberg, KSEI and Reuters. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 272 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/83 - Schedule 41. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 41. FAIR VALUE OF FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Semua aset keuangan yang diklasifikasikan ke dalam pinjaman yang diberikan dan piutang dan liabilitas keuangan yang diukur melalui biaya yang diamortisasi mempunyai jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatatnya merupakan perkiraan yang layak atas nilai wajarnya. Nilai wajar untuk aset dan liabilitas yang diukur melalui laporan laba rugi adalah sama dengan dengan nilai tercatatnya. All financial assets classified as loan and receivables and financial liabilities at amortised cost have a short term maturity, therefore, the carrying amount is a reasonable approximation of fair value. The fair value of financial assets and liabilities classified at fair value throufh profit or loss are same with the carrying amount. Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar menggunakan hirarki nilai wajar sebagai berikut: Financial assets and liabilities measured at fair value use the following fair value hierarchy of: a. Tingkat 1 a. Level 1 Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang terkait; Quoted prices (unadjusted) in active markets for associated assets or liabilities; b. Tingkat 2 b. Level 2 Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) maupun tidak langsung (misalnya derivasi harga); dan Inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the assets or liabilities, either directly (that is, as prices) or indirectly (that is, derived from prices); and c. Tingkat 3 c. Level 3 Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (unobservable input). Inputs for the assets or liabilities that are not based on observable market data (unobservable inputs). Seluruh aset keuangan Perseroan dapat diukur dengan harga kuotasian melalui pasar aktif (Tingkat 1). All the Company’s financial assets can be measured by quoted price in active market (Level 1). 42. RISIKO PERMODALAN 42. CAPITAL RISK Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya adalah untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan untuk dapat memberikan hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada stakeholders lainnya, dan pemeliharaan optimalisasi struktur permodalan untuk mengurangi biaya operasional. The Company’s objectives when managing capital are to safeguard the Company’s ability to continue as going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to reduce the cost of operation. Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, imbal hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi liabilitas. In order to maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the amount of dividends paid to shareholders, return capital to shareholders or issue new shares to reduce liabilities. Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perseroan memonitor rasio solvabilitas yang dihitung berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.424/KMK.06/2003 tertanggal 30 September 2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi yang telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.158/PMK. 010/2008 tanggal 28 Oktober 2008. Jumlah minimum pencapaian rasio solvabilitas adalah 120%. Consistent with others in the industry, the Company monitors solvency ratio which is calculated in accordance with Minister of Finance of the Republic of Indonesia Decree No.424/KMK.06/2003 dated 30 September 2003 regarding The Financial Soundness of The Insurance Company and Reinsurance Company which have been amended several times, most recently by Minister of Finance of the Republic of Indonesia Regulation No.158/PMK.010/2008 dated 28 October 2008. Minimum solvency ratio is 120%. BNI Life | 2012 Annual Report 273 PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/85 - Schedule 44. REKLASIFIKASI AKUN (lanjutan) 44. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS (continued) 1 Januari/January 2011/ 31 Desember/December 2010 Sebelum reklasifikasi /Before reclassifications Reklasifikasi/ Reclassifications Setelah reklasifikasi /After reclassifications Laporan posisi keuangan Statement of financial position Akrual 9,946,395,307 (3,325,863,779) 6,620,531,528 Accrued expenses Liabilitas imbalan kerja 8,782,856,081 3,325,863,779 12,108,719,860 Employee benefits liability PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/84 - Schedule 42. RISIKO PERMODALAN (lanjutan) 42. CAPITAL RISK (continued) Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 11/PMK.010/2011 tanggal 12 Januari 2011, tentang Kesehatan Keuangan Usaha Asuransi dan Usaha Reasuransi dengan Prinsip Syariah. Perseroan diwajibkan untuk memenuhi rasio solvabilitas untuk dana tabarru paling sedikit 5% (paling lambat tanggal 31 Maret 2011), 15% (paling lambat tanggal 31 Desember 2012) dan 30% (paling lambat tanggal 31 Desember 2014) dari risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan liabilitas Based on the Ministry of Finance Regulation No. 11/PMK.010/2011 dated 12 January 2011, regarding Financial Soundness of Insurance and Reinsurance Business with Sharia Principle. The Company is required to have minimum solvency ratio for tabarru fund of 5% (at the latest 31 March 2011), 15% (at the latest 31 December 2012) and 30% (at the latest 31 December 2014) of the risk of losses which may arise from deviation in management of assets and liabilities Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perseroan memenuhi persyaratan minimum batas tingkat solvabilitas di atas. As of 31 December 2012 and 2011, the Company has met the above minimum solvency ratio requirement. 43. STANDAR AKUNTANSI BARU 43. PROSPECTIVE ACCOUNTING PRONOUNCEMENTS Pada tahun 2012, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menetapkan PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali yang akan berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada tanggal tanggal 1 Januari 2013. Pada saat ini, tidak terdapat dampak atas penerapan PSAK tersebut kepada Perseroan. DSAK-IAI juga melakukan pencabutan terhadap PSAK 51 “Akuntansi Kuasi-Reorganisasi” yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2013. In 2012, the Financial Accounting Standard Board (DSAK-IAI) has issued PSAK 38 Business Combination of Entities Under Common Control which will be effective for financial statements beginning 1 January 2013. At this stage, there is no impact of this PSAK implementation to the Company. DSAK-IAI has also revoked the accounting standard of SFAS 51 “Quasy Reorganisation”, which was effective as at 1 January 2013. 44. REKLASIFIKASI AKUN 44. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS Beberapa akun dalam laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010 serta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012. Certain accounts in the financial statements as at 31 December 2011 and 1 January 2011/31 December 2010 and for the year ended 31 December 2011 have been reclassified to conform with the presentation of the financial statements as at 31 December 2012. Rincian reklasifikasi akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: The details of the accounts reclassification are as follows: 31 Desember/December 2011 dan/and untuk tahun yang berakhir/for the year ended 31 Desember/December 2011 Sebelum reklasifikasi /Before reclassifications Reklasifikasi/ Reclassifications Setelah reklasifikasi /After reclassifications Laporan posisi keuangan Statement of financial position Akrual 11,280,359,257 (4,249,236,322) 7,031,122,935 Accrued expenses Liabilitas imbalan kerja 12,931,004,448 4,249,236,322 17,180,240,770 Employee benefits liability Laporan laba rugi Statements of komprehensif comprehensive income Pendapatan investasi - bersih 110,974,163,898 15,081,243,836 126,055,407,734 Investment income - net Beban akuisisi 115,177,842,872 11,646,752,341 126,824,595,213 Acquisition costs Beban pemasaran 22,777,208,020 (11,646,752,341) 11,130,455,679 Marketing expenses Pendapatan non operasi - bersih (457,030,101) (238,274,730) (695,304,831) Non-operating income - net Beban pajak penghasilan 3,195,358,507 (15,319,518,566) (12,124,160,059) Income tax expense BNI Life | Laporan Tahunan 2012 274 Laporan Keuangan Teraudit | Audited Financial Report PT BNI LIFE INSURANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2012 DAN 2011 (Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2012 AND 2011 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Lampiran - 5/85 - Schedule 44. REKLASIFIKASI AKUN (lanjutan) 44. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS (continued) 1 Januari/January 2011/ 31 Desember/December 2010 Sebelum reklasifikasi /Before reclassifications Reklasifikasi/ Reclassifications Setelah reklasifikasi /After reclassifications Laporan posisi keuangan Statement of financial position Akrual 9,946,395,307 (3,325,863,779) 6,620,531,528 Accrued expenses Liabilitas imbalan kerja 8,782,856,081 3,325,863,779 12,108,719,860 Employee benefits liability BNI Life | 2012 Annual Report 275 Data Perusahaan Corporate Data BNI Life | Laporan Tahunan 2012 276 • Struktur Organisasi Organization Structure • Daftar Alamat Kantor Pemasaran List of Sales Office Addresses • Produk dan Layanan Products and Services BNI Life | 2012 Annual Report 277 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 278 Data Perusahaan | Corporate Data HR & GA Collection & Settlement Treasury & Investment Claims Prov. Relation Case Monitoring Life & Accident Case Processing Legal & Compliance KYC Unit Accounting & Reporting Information Technology Branch Coordination Chief Actuary Health Policy Adminstration Underwriting & New Business Administration Underwriting & Customer Services Customer Care Contact Center Complaint Mgt Bus. Inquiry Client Reationship Financial Acc Taxation Management Acc Budgeting Product Development Pricing Valuation Tech. Report Reinsurance President Director Vice President Director Finance & GA Product & Services Director Struktur Organisasi Organizational Structure BNI Life | 2012 Annual Report 279 Chief Sales Officer Sharia Non-Sales Office of the CEO Risk Management Internal Audit Secretariat & Media Relations Corporate Marketing & Communication Corporate Secretary & Communication Bancassurance Agency Employee Benefit BNI Insurance School Sharia Sales Corporate View Business Process Operational Services Change Management Office Corporate Affairs BNI Life | Laporan Tahunan 2012 280 Data Perusahaan | Corporate Data Jawa Jakarta Gedung Grand Aston SOHO Lt. 8 Unit N & O Jln. S. Parman Kav 22-24 Jakarta Barat, Indonesia Telp. (021) 2594 5068 Faks. (021) 2594 5064 Gedung Wisma Swadarma Lantai 2 Wing B Jln. Kerinci V/ 1-8 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12430, Indonesia Telp. (021) 7399 626 (Hunting) Flexi. (021) 3411 3860 Faks. (021) 7399 627 Gedung Intiland Tower Lt. 6 Jln. Jend. Sudirman No. 32 Jakarta Selatan10220, Indonesia Telp. (021) 5785 3378 (Hunting) Faks. (021) 5785 3379 Bandung Paskal Hyper Square Blok B No. D7 Jln. Pasirkaliki No. 25-27 Bandung 40181 Jawa Barat, Indonesia Telp. (022) 8606 0766 Faks. (022) 8606 0633 Jln. Lengkong Besar No. 51 Bandung 40261 Jawa Barat, Indonesia Telp. (022) 4231 398/(022) 4200 473 Faks. (022) 4223 941 Jln. Pungkur 217 C Bandung Jawa Barat, Indonesia Telp. (022) 4207 275-77 (Hunting) Faks. (022) 4207 278 Surakarta Jln. RM Said No. 75 B Surakarta 57132 Jawa Tengah, Indonesia Telp. (0271) 631 899; (0271) 664 662 Flexi. (0271) 208 1964 Faks. (0271) 668 864 Yogyakarta Ruko Casa Grande No. 39 Jln. Ringroad Utara Daerah Istimewa Yogyakarta Telp. (0274) 4478164/165 Faks. (0274) 4478247 Semarang Jln. M.T Haryono 555 A Semarang 50124 Jawa Tengah, Indonesia Telp. (024) 8456 920 (Hunting) Faks. (024) 8456 918 Surabaya Rukan Graha Bintoro Jln. Bintoro 16 C Surabaya 60264 Jawa Timur, Indonesia Telp. (031) 5685 668-69 (Hunting) Flexi. (031) 7702 0163 Faks. (031) 5681 556 Perkantoran Darmo Square R-5 Jln. Raya Darmo No. 54-56 Surabaya 60251 Jawa Timur, Indonesia Telp. (031) 5636 198 Faks. (031) 5631 628 Kediri Jln. Stasiun No. 39 Kediri Jawa Timur, Indonesia Telp. (0354) 673 592; (0354) 540 6343 Faks. (0354) 684 071 Bali - Nusa Tenggara Denpasar Jln. Imam Bonjol No. 147 B Denpasar 80119 Bali, Indonesia Telp. (0361) 483 714 (Hunting) (0361) 485 194 Flexi. (0361) 780 3164 Faks. (0361) 489 515 Mataram Jln. Pejanggik No. 107 Mataram 83231 Nusa Tenggara Barat, Indonesia Telp. (0370) 644 758 (0370) 621 698 Flexi. (0370) 662 6888 Daftar Alamat Kantor Pemasaran List of Sales Office Addresses Alamat Kantor Pemasaran Sales Office Address BNI Life | 2012 Annual Report 281 Sumatera Bandar Lampung Jln. Sudirman No. 5 C Tanjung Karang 35118 Bandar Lampung, Indonesia Telp. (0721) 252 388, 264 268, 242 640 Faks. (0721) 267 023 Pekan Baru Jln. Jenderal Ahmad Yani No. 132 C Pekan Baru 28127, Riau, Indonesia Telp. (0761) 446 44 (Hunting) Flexi. (0761) 706 7658 Faks. (0761) 446 46 Palembang Jln. Basuki Rahmat No. 897 F Palembang 30127 Sumatera Selatan, Indonesia Telp. (0711) 311 448 (Hunting) Faks. (0711) 355 357 Medan Jln. Cut Mutia No. 11/17 Medan Sumatera Utara, Indonesia Telp. (061) 451 4887 Faks. (061) 452 5613 Outlet Kantor Pemasaran Mandiri Independent Sales Office Outlet Komplek Multatuli Indah Blok BB No. 26-27, Medan Sumatera Utara, Indonesia Telp. (061) 457 0711 Faks. (061) 457 0547 Jln. Multatuli, Kompleks Taman Multatuli Indah Blok D No. 43-44 Medan 20151 Sumatera Utara, Indonesia Telp. (061) 457 6007 Faks. (061) 457 5761 Sulawesi - Kalimantan Makassar Jln. A.P. Pettarani Ruko Jade No. 3 Makassar 90231 Sulawesi Selatan, Indonesia Telp. (0411) 432 766 (Hunting) Faks. (0411) 432 759 Samarinda Jln. A. Yani II No. 40B, Pemuda Samarinda 75117, Kalimantan Timur, Indonesia Telp. (0541) 770 700 (Hunting) Flexi. (0541) 707 3704 Faks. (0541) 770 961 Sumatera Ogan Komering Ulu Jln. Mayor Sukardi Hamdani (Cemara) No. 360 RT. 04/ 02 Kel. Kemalaraja Kec. Baturaja Timur - OKU Sumatera Selatan 32111 Telp. (0735) 705 1946 / 322 776 Faks. (0735) 322 776 Banda Aceh Jln. Teuku Umar No. 43 Setui, Banda Aceh Telp. (0651) 400 35 Jln. Daud Beureueh No. 6 Simpang Jambo Tape, Banda Aceh Telp. (0651) 339 91 Jln. Samudera Baru No. 06 Gampong Kel. Simpang Empat Kec. Banda Sakti Lhokseumawe, Banda Aceh Telp. (0645) 450 32 Medan Jln. Prof. H.M. Yamin Kompleks Serdang Permai No. 1 Medan, Sumatera Utara 20234 Telp. (061) 455 0577 Bandar Lampung Jln. Pagar Alam No. 100 A Kedaton, Bandar Lampung 35141 Telp. (0721) 786 761 Faks. (0721) 786 761 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 282 Data Perusahaan | Corporate Data Jawa Bandung City Square B - 15 Jln. Abdul Rahman Saleh No. 9 Bandung, Jawa Barat 40174 Telp. (022) 612 5432 Faks. (022) 612 5404 Jln. Jendral Sudirman No.453 Kel. Jamika Kec. Bojongloa Kaler Bandung, Jawa Barat Telp. (022) 601 1966 Garut Kompleks Ruko Intan Bisnis Centre Blok C No.18, Jln. Guntur - Pramuka Kel. Pakuwon Kec. Garut Kota Garut, Jawa Barat 44117 Telp. (0262) 235 836 Jln. A Yani Subang No. 6 Subang, Jawa Barat Telp. (0260) 770 2867 Tasikmalaya Jln. Siliwangi Komplek Ruko Permata Regency Blok C No.14 Tasikmalaya, Jawa Barat Telp. (0265) 235 4703/ 704 Faks. (0265) 312 222 Komp Ruko Asia Plaza A 12 Jln. H.Z Mustofa No.326 Tasikmalaya, Jawa Barat Telp. (0265) 235 0046 Faks. (0265) 235 0046 Sleman Jln. Langen sari No. 45 Demangan, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Telp. (0274) 586 115 Jln. Ring Road Utara 68 Jombor-Kidul Sinduadi, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Telp. (0274) 923 2726 Faks. (0274) 453 9923 Pekalongan Jln. Pemuda No. 50 Pekalongan, Jawa Tengah Telp. (0285) 421 223, 428 894 Semarang Ruko Puri Anjosmoro C1-22 Kav.7 RT. 09/02, Kel. Tawang Mas Kec. Semarang Barat Semarang, Jawa Tengah 50114 Telp. (024) 761 3969 Surabaya Ruko Ambengan Plaza B 33 Jln. Ngemplak No. 30 Surabaya, Jawa Timur 60272 Telp. (031) 531 7660 (Hunting) Faks. (031) 531 7661 Ruko Kenjeran Palace Blok C-21 lt.1 Jln. Kenjeran No.278 Surabaya, Jawa Timur 60134 Telp. (031) 389 8904 Faks. (031) 382 0459 Ruko Darmo Galeria Center B-11, Jln. Mayjend Sungkono No. 143 Surabaya, Jawa Timur Telp. (031) 561 5078 (Hunting) (031) 561 5079 (031) 9134 8040 Faks. (031) 561 5080. Jln. Barata Jaya 20 No. 75 Surabaya, Jawa Timur Telp. (031) 725 92037 Faks. (031) 501 5390 Malang Jln. A. Yani 18 F (Ruko Samping Bank Niaga Blimbing) Malang, Jawa Timur 65125 Telp. (0341) 400567, 400568 Faks. (0341) 4345022 Pasuruan Ruko Candra Sukun A1 Jln. Dr. Soetomo Pandaan, Pasuruan 67157 Jawa Timur Telp. (0343) 632 223 Faks. (0343) 632 24 Kediri Jln. KH. Ahmad Dahlan No.119 RT. 02/01 Kel. Mojoroto Kec. Mojoroto Kediri, Jawa Timur 64112 Telp. (0354) 701 0434 BNI Life | 2012 Annual Report 283 Outlet Bancatakaful Bancatakaful Outlet Banda Aceh • Jln.Tgk. Daud Beureueh No. 33 Banda Aceh • Jln. Teuku Daud Beureueh No.33 Banda Aceh Telp. (0651) 32313, 32314 Faks. (0651) 32317 Sumatera Utara • Jln. Kapten Maulana Lubis No. 12 Medan • Jln. Kapten Maulana Lubis No. 12 Medan Telp. (061) 4559520, 4559521 Faks. (061) 4522608 Sumatera Barat • Jln. Belakang Olo No. 45 Padang • Jln. Perintis Kemerdekaan No. 2 G Bukit tinggi • Jln. Jend. Sudirman No. 16 B-C Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguk Panjang Kota Bukittinggi. 26177 Telp. (0752) 31146 (hunting) Faks. (0752) 22378 Pekan Baru • Jln. Jend. Sudirman No. 484 Pekanbaru • Jln. Jend.Sudirman No. 484 Pekanbaru Surabaya – 60254 Telp. (0761) 859694 ,859695,859697,859698 Faks. (0761) 859819 Batam • Kompleks Regency Park Blok II No.15, Jl. Teuku Umar, Pelita Telp. (0778) 429054, 429059 Faks. (0778) 429060 Jambi • Jln. Hayam Wuruk No. 73 – 74 Jambi Sumatera Selatan • Jend. Sudirman No. 67-68 Palembang (30126) Palembang Jln. Jendral Sudirman KM 3,5, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30127 Telp. (0711) 315999, 310751 Faks. (0711) 310752 Lampung • Jln. Jend.Sudirman No. 62 Tanjung Karang, Lampung • Jln. Jend.Sudirman No. 62 Kel. Enggal Kec. Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung Telp. (0721) 242528, 242517 Faks. (0721) 242432 Banten • Jln. Pahlawan Seribu ITC BSD No. 33A & 35 Tangerang • Ruko Kebayoran Arcade Bintaro KA Blok C3 No. 50 • Boulevard Bintaro Jaya, Pusat Kawasan Niaga Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang - Selatan • Jln. Letjend R. Suprapto No. 25 Cilegon • Ruko Premium Bisnis Tangerang City Blok A No. 9 Jln. Jend Sudirman Tangerang Sulawesi - Kalimantan Manado Jln. Babe Palar-Rike No. 45 Kel. Tanjung Baru, Kec. Wanea Manado, Sulawesi Utara 95116 Telp. (0431) 875 611 Faks. (0431) 875 612 Pontianak Ruko Permata Khatulistiwa Jln. Sui Raya Dalam No. 1C Pontianak, Kalimantan Barat Telp. (0561) 671 4045 Faks. (0561) 671 4046 Banjarbaru Jln. A Yani Km. 37,5 RT. 15/04 Kel. Sei Paring, Kec. Martapura 70613 Banjarbaru, Kalimantan Selatan Telp. (0511) 478 0846 Faks. (0511) 477 7947 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 284 Data Perusahaan | Corporate Data DKI Jakarta • Komplek Graha Mas Pemuda Blok AB1 dan AB2 Jln. Pemuda, Rawamangun Jakarta - Timur • Jln. Lapangan Tembak Blok P No. 14 RT 002/07 Kelurahan Kelapa Dua Kecamatan Ciracas, Jakarta – Timur • Jln. RS Fatmawati No. 30 C – 30 D Kelurahan Cilandak, Kecamatan Cilandak Jakarta - Selatan • Jln. Bendungan Hilir Raya No. 84 A – B Jakarta Pusat • Gedung Mahkamah Agung Jln. Medan Merdeka Utara No. 9-13, Jakarta Pusat • Jln.Boulevard Raya QA.I/1 Kelapa Gading Jakarta Utara • Ruko Mediterania Jln. Meruya Ilir Utara No. 1 Jakarta - Barat • Jln. Boulevard Raya QA.I/1 Kelapa Gading Jakarta Utara Telp. (021) - 4500695, 4500694, 45841585 Faks. (021) – 4514121 • Jln. RS Fatmawati No. 30 C – 30 D Kelurahan Cilandak Barat Kecamatan Cilandak Jakarta – Selatan Telp. (021)-7696807, 7696808, 75902925, 75902930, 75902934 Faks. (021) 75902899/75902983 • Jln. Bendungan Hilir Raya No. 84 A - B Jakarta Pusat Telp. (021) 57851054 - 56 Faks. (021) 57851038 • Komplek Graha Mas Pemuda Blok AB1 dan AB2 Jl. Pemuda, Rawamangun Jakarta - Timur Telp. (021) 47882680 / 81 / 82 / 83 Faks. (021) 47882684/ 85 Jawa Barat • Jln. Margonda Raya No. 222 E Kemiri Muka, Beji, Depok 16423 • Jln. Margonda Raya No. 180 Depok • Jln. Buah Batu No. 157 C Bandung • Jln. Sisingamangaraja No. 28 Cirebon • Jln. Pajajaran Raya No. 27 A-B Bogor • Complek Sentra Niaga Jln. Jend. A. Yani Blok AG No. 3-3A Bekasi • Jln. Margonda Raya No. 180 Depok Telp. (021) 77210117 (hunting) Faks. (021) 77210027 • Jln. Pajajaran Raya No. 27 A-B0 Bogor Telp. (0751) 841818, 841819 Faks. (0751) 841808 • Complek Sentra Niaga Jl. Jend. A. Yani Blok A6 No. 3-3A Bekasi Telp. (021) 88962828 Faks. (021) 88966464 • Jln. Panatayuda I No 68, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang, Karawang Telp. (0828) 17096715 / 16 / 17 / 18 / 29 / Faks. (0267) 401505 • Jln. Sisingamangaraja No. 280 Telp. (0231) 246063, 246064, 246065 246102, 246104 Faks. (0231) 246105 Jawa Tengah • Masjid Syuhada Jln. Pemuda No. 52-54 Pekalongan • Jln. Jend. Ahmad Yani No. 152 Semarang • Jln. Slamet Riyadi No. 141-143 Surakarta 0271- 725222, 725333, 742555 0271-731014, 736674 • Jln. Jendral Sudirman Timur No. 689 Purwokerto • Jln. Jend. Ahmad Yani No.152 Semarang Telp. (024) 8313247, 8315027 Faks. (024) 8313217 • Ruko Puri Anjosmoro C1-22 Kav.7 RT. 09/02, Kel. Tawang Mas Kec. Semarang Barat Semarang, Jawa Tengah 50114 Telp. (024) 761 3969 • Jln. Slamet Riyadi No. 318 Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan Surakarta Telp. (0271) 742555, 725222 Faks. (0271) 736718 • Jln. Jendral Sudirman Timur No. 689 Purwokerto Telp. (0281) 632633, 632301, 634248 Faks. (0281) 638882 • Masjid Syuhada Jln. Pemuda No.52-54, Pekalongan Telp. (0285) 434918, 434919 Faks. (0285) 434920 BNI Life | 2012 Annual Report 285 DI Yogyakarta • Jln. Kusumanegara No. 112 Umbulharjo Yogyakarta - 55165 • Ruko Pasar Tlogorejo Jln. Godean Km 4, 5 Modinan Banyuraden - Gamping – Sleman Yogyakarta • Jln. Kusumanegara No.1120 Umbulharjo Yogyakarta - 55165 Telp (02740) 417222, 417555, 450374 Faks.(0274) 417111 Jawa Timur • Jln. Bukit Darmo Boulevard No. 8A – 8B Surabaya – 60254 • Jln. Bukit Darmo Boulevard No. 8A – 8B0 Surabaya – 60254 Telp. (031) 7328840, 7329870,7327350 Faks. (031) 7385678 • Jln. Bukit Darmo Boulevard No. 8A – 8B0 Surabaya – 60254 Telp. (031) 7328840, 7329870,7327350 Faks. (031) 7385678 • Jln. Dharmawangsa No. 115 A Surabaya Telp. (031) 5045082, 5045085, 5030222 Faks. (031) 5037222 • Jln. Rajawali No. 16 Surabaya • Jln. Dharmawangsa No. 115 A Surabaya • Jln. Jaksa Agung Suprapto No. 48 Malang - 65111 • Jln. Jend. A. Yani No. 21 Pasuruan • Ruko Hayam Wuruk Trade Centre Blok A 5 - A. 6, Jln. Hayam Wuruk Kediri • Jln. Ahmad Yani No. 39 Jember • Jln. Jaksa Agung Suprapto No. 48 Malang - 65111 Telp. (0341) 359129, 359130 Faks. (0341) 359128 • Ruko Hayam Wuruk Trade Centre Blok A.5 - A.6, Jl. Hayam Wuruk Kediri Telp. (0354) 680 977, 680 966, 680 952 Faks. (0354) 672627 Denpasar • Jln. Gatot Subroto No. 288 A - 288 B Denpasar Nusa Tenggara Barat • Jln. Pejanggik No. 23 Cakranegara Mataram • Jln. Pejanggik No. 23 Cakranegara Mataram Telp. (0370) 644622 Faks. (0370) - 622246 Kalimantan Selatan • Jln. Jend. Ahmad Yani KM. 1,5 No. 30-31 Banjarmasin 70234 • Jln. Jend. Ahmad Yani Km. 4 No. 385 Banjarmasin – 70235 Telp. (0511) 3256746, 3256946,3259146, 3259446, Faks. (0511) 3251346 Kalimantan Timur • Jln. Ir. Juanda No 216 B Samarinda Kalimantan Barat • Jln. Ir. H Juanda No. 65-66 Pontianak • Jln. Ir. H Juanda No. 65-66 Pontianak Telp. (0561) 746290, 746291, 746292, 746293, 746294 Faks. (0561) 746295 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 286 Data Perusahaan | Corporate Data Outlet Bancassurance Bancassurance Outlet Aceh • Jln. Kh. Ahmad Dahlan No. 111 Banda Aceh • Jln. Teuku Umar No.8-9, Seutui Banda Aceh • Jln. Tgk. Imuem Luengbata Banda Aceh 23247 • Jln. Syech Abdurrauf, Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh • Jln. Merdeka No. 72-D Lhokseumawe 24312 • Jln. Iskandar Muda No.1 Lhokseumawe 24351 • Jln. Prof. A. Majid Ibrahim No. 6 Sigli 24112 • Jln. T. H. Chik-Johan Alamsyah No. 1 Bireuen 24211 • Jln. Nasional No. 159 Meulaboh 23611 • Jln. Jend. A. Yani No. 50 Langsa 24411 • Jln. Panglima Polem Kuala Simpang 24475 Sumatera Utara • Jln. Pemuda No. 12, Medan 20151 • Jln. Brigjen. Katamso, No. 24 H-I Medan 20146 • Jln. Mataram No. 2, Medan 20112 • Jln. Aksara No. 142-A, Medan 20224 • Jln. Komodor Laut Yos Sudarso No. 141 Medan 20115 • Jln.Asia No. 264 B-C, Medan • Jln. Sisingamangaraja No. 4-D Medan 20213 • Jln. Dr. Sutomo No. 313-315 Medan 20212 • Jln. Medan - Tanjung Morawa Km. 15,5 No. 10-11, Tanjung Morawa Medan 20362 • Jln. Imam Bonjol No. 40, Gunung Sitoli Pulau Nias 22813 • Jln. Sukarno Hatta No. 17-19 Binjai 20731 • Jln. Gatot Subroto Km 8.5 No. 18, Komp. Pertokoan Palm Mas Medan, Medan Sunggal, Medan 20128 • Jln. Dr. Mansyur No. 9 Komp. USU Medan 20155 • Komp. Pertokoan Tomang Elok Jln. Gatot Subroto No. 63 Medan 20122 • Jln. Setiabudi No.426 B, Tanjung Sari, Medan • Jln. Gagak Hitam No. 27-28 Komp. Bumi Seroja, Medan Sunggal, Medan • Jln. Iskandar Muda No. 95 Medan 20154 • Jln. Jamin Ginting No. 560 Medan 20156 • Jln. Sumatera No 112, Belawan Medan • Jln. Gunung Krakatau No. 209 AB Medan 20239 • BNI Kawasan Industri Medan, Jln. Pulau Laut No.2 Km 2 Mabar 20242 • Jln. Veteran No. 31, Kabanjahe 22113 • Jln. Patrice Lumumba I No. 55 Padang Sidempuan 22719 • Jln. Letjen. S. Parman No. 34 Sibolga 22522 • Jln. Jend. Sudirman No. 2a Kota Pinang • Jln. Jend.Sudirman No. 164 Aek Kanopan Kab. Labuhan Baru 21457 • Jln. Jend. A. Yani No. 62 – Rantau Prapat Kab. Labuhan Batu 21412 • Jln. Patuan Nagari No. 101 - Balige • Jln. Sisingamangaraja No. 82 Tarutung • Jln. Gereja No. 20 Tanjung Balai Asahan 21311 • Jln. HOS Cokroaminoto No, 77-79 Kisaran 21216 • Jln. Smelter Site - Kuala Tanjung Asahan 21257 • Jln. Jend. Sudirman No. 253 Tebing Tinggi Deli 20615 • Jln. Merdeka No. 31, Pematang Siantar 21117 Riau • Jln. Jend. Sudirman No. 365 Pekanbaru 28127 • Jln. Jend. A. Yani No. 111 Pekanbaru • Jln. M. Ali Rasyid No. 4 Bangkinang 28411 • Jln. Tuanku Tambusai No. 301 Lt. 1 Kav. V Pekanbaru • Jln. Soebrantas Panam - Pekanbaru • Jln. Raya Lintas Timur RT. 002 RW. 005 Pangk. Kerinci Kab. Pelalawan • Jln. Jend. Sudirman No. 262 Dumai 28811 • Jln. Hang Tuah No. 22, Duri • Jln. Jend. Sudirman No. 78 Tembilahan 29212 • Jln. Letjen S. Parman No. 55 & 57 Rengat Kel. Kampung Besar Kota (Kambesko) Kec. Rengat Indragiri Hulu • Jln. Imam Bonjol No. 23, Batam Sumatera Barat • Jln. Veteran No 10, Padang • Jln. Pasar Raya, Pasar Bertingkat Fase IV Lantai II, Padang • Jln. Dobi No. 1, Padang • Jln. Raya Siteba • Jln. Raya Padang Indarung Bandar Buat Padang • Jln. Prof. DR. Hamka • Jln. Jend. A. Yani No. 18Padang 25111 • Jln. Soekarno Hatta No. 86 Payakumbuh • Jln. K.H. A. Dahlan No. 123/125 Solok, Sumatera Barat 27313 • Jln. Perintis Kemerdekaan No. 15 Bukittinggi 26113 BNI Life | 2012 Annual Report 287 Sumatera Selatan • Jln. Kol. H. Burlian No. 173 Km. 5, Gedung PT Asuransi Wahana Tata • Jln. Yos Sudarso No. 1, Palembang • Jln. Jend. Sudirman No. 132, Palembang • Jln. Palembang - Jambi Km 111 Sungau Lilin, RT. 04/04 Kel. Sungai Lilin, Kec. Sungai Lilin, Kab. Musi Banyuangin • Jln. Letnan Muchtar Saleh No. 182 Kayu Agung • Jln. Raya Palembang Betung Km-12 Ruko No. 21 Sukajadi, Palembang • Jln. Jend. Sudirman No. 142, Palembang • Jln. Mesjid Lama No. 61, Palembang • Jln. Pasar 16 Ilir No. 97, Palembang • Jln. Jend. A. Yani No. 55 (Gedung Universitas Bina Dharma Kampus B) • Jln. R. Sukamto No. 5,6,7 Palembang • Jln. Lunjuk Jaya No. 1, Bukit Besar Palembang • Jln. Jend. A. Yani No. 55 (Gedung Universitas Bina Dharma Kampus B) 30264 • Jln. Jend. Sudirman No. 757, Prabumulih 31121 • Jln. A. Yani (Dh. Lingga Raya) No. 2 Tanjung Enim • Jln. Jend. Sudirman No. 120, Pangkal Pinang • Jln. Jend. Sudirman Komplek Ruko Permata Indah Blok 1-3, Sungai Liat Jambi • Jln. Tayib RH. Komplek Plaza Serunai P37-P39 Muara Bungo • Jln. Pahlawan No. 30 Kel. Wirotho Agung Kec. Rimbo Bujang, Kab.Tebo • Jln. Gatot Subroto - Jambi, Komp. Pertokoan Abadi Blok C No. 10 • Jln. Dr. Sutomo No. 20, Jambi 36113 • Jln. Patimura No. 100 RT. 03/01 Kec. Koto Baru Slipin • Jln. Mayor Ruslan II No. 1, Lahat • Jln. Yos Sudarso No. 288 Lubuk Linggau 31621 • Jln. Kombes H. Umar No. 44/45 Pagar Alam • Jln. Merdeka No. 45, Kuala Tungkal • Jln. Jend. Sudirman No. 46, Bangko • Jln. Lintas Sumatera No.125, Sarolangun • Jln. Semangka No. 45 RT. 16/5 Pasar Panorama Lingkar Timur • Jln. S. Parman No. 34, Bengkulu 38223 Lampung • Jln. Raya Kotabumi No. 46, Bukit Kemuning Kotabumi • Jln. Jend. Sudirman No. 133, Kota bumi Lampung Utara 34511 • Jln. Raya Kotabumi No. 46, Bukit Kemuning, Kotabumi • Jln. Laks. Malahayati No. 18 Bandar Lampung • Jln. Pangeran Antasari, Depan Villa Citra • Jln. Pangeran Antasari No. 162 Kel. Sukarame, Bandar • Jln. Jend. Sudirman No.10 Kec. Pringsewu Kab. Tanggamus • Jln. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung • Jln. Kartini No. 51, Tanjung Karang 35119 • Jln. Teuku Umar No. 17, Tanjung Karang 35116 • Jln. A. H. Nasution No. 18, Kota Metro • Jln. Proklamator Raya No. 109, Bandarjaya Lampung Tengah 34163 • Jln. Yos Sudarso No. 34, Panjang Jabodetabek • Gedung Graha Sucofindo Jln. Raya Pasar Minggu Kav. 34, Jakarta Selatan • Jln. Mt. Haryono Kav. 23 Jakarta Selatan • Jln. Hr Rasuna Said Kav. X Jakarta Selatan • Jln. Prof. Supomo Sh No. 25 Tebet, Jakarta Selatan 12810 • Kantor Menteri Negara Gd. BKKBN Jln. Permata No. 1 Halim P. K. Jakarta Timur • Jln. Tebet Barat Dalam Raya No. 53 Tebet, Jakarta Selatan • Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 22, Jakarta Selatan • Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 55, Jakarta Pusat • Jln. Palmerah Barat No. 16-18a Kel. Palmerah Kec. Palmerah • Jln. Bendungan Hilir Raya Blok G-1 No. 3B, Jakarta Selatan 12190 • Jln. Jend. Sudirman Kav. 09 Ground Floor, Jakarta Pusat • Gedung Chase Plaza, Lt. Dasar & Lt. 2 Jln. Jend. Sudirman Kav. 21 Kec. Setiabudi, Jakarta Selatan • Jln. Menteng Raya No. 76, Jakarta Pusat • Jln. Melawai Raya No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan • Jln. Ampera Raya No. 50 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan, 12550 BNI Life | Laporan Tahunan 2012 288 Data Perusahaan | Corporate Data • Jln. Melawai Raya No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan • Jln. Kyai Maja No. 75-76 Kebayoran Baru Jakarta Selatan • Jln. Mampang Prapatan No. 39, Jakarta Selatan • Jln. Ciledug Raya No.123 ABC, Jakarta Selatan • Pondok Indah Mall, Lt. Dasar Bank Entry 3, Jln. Metro Pondok Indah Jakarta Selatan • Gd. Wisma 46 Kota BNI Lt. Dasar Jln. Jend. Sudirman , Kav.1, Jakarta Pusat • Jln. KH. Fachrudin No. 36 Pertokoan Tanah Abang Bukit Blok A No. 51-53, Jakarta Pusat • Jln. Pecenongan No. 52, Jakarta Pusat • Jln. H. Samanhudi Raya No.15A, Jakarta Pusat • Jln. Pintu Air Raya 56 B-C, Jakarta Pusat • Jln. Sukarjo Wirjopranoto No. 71a, Kelurahan Maphar, Jakarta Barat • Jln. Gunung Sahari Raya No. 13 Jakarta Pusat 10720 • Jln. Mangga Dua Raya Blok E-4 No.7 Jakarta 14440 • Jln. Muara Karang Raya No. 55-57 Jakarta Utara • Jln. Roa Malaka Selatan No. 23-25 Jakarta Barat • Jln. Danau Sunter Utara Blok C No. 43 Sunter Agung, Jakarta Utara • Jln. Samping Stasiun Tanjung Priok No. 1, Jakarta Utara 14310 • Jln. Kramat Jaya No. 20 RT. 002/RW. 006 Tugu Utara, Jakarta 14260 • Jln. Lada No.1, Jakarta 11110 Gedung Pusat Niaga Jitc, Kemayoran - Jakarta Utara • Jln. Pangeran Jayakarta No. 109-C Jakarta - 10730 • Jln. Mangga Dua Raya Blok P No. 5 Kel. Mangga Dua Selatan, Kec. Sawah Besar, Kotamadya Jakarta Pusat • Wisma Niaga Soewarna Blok E Lot 1 & 2 Lt. I Suite H, Band. Soekarno-Hatta • Jln. Gajah Mada No. 88 B, Jakarta, gedung C.Y.C. • Jln. Kyai Tapa Grogol Jakbar, Univ. Trisakti Kampus A • Jln. A. Yani No.256 By Pass Jakarta Pusat • Jln. K.H. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Pusat Niaga Roxy Mas Blok B-1 No. 5-6 , • Jln. Gajah Mada No. 3-5 Jakarta Pusat, Komplek Pertokoan Duta Merlin Blok A 1-2-3. • Jln. Kh.Hasyim Ashari No. 39b Jakarta Pusat • Jln. Kyai Caringin, 29-31, Wisma Abadi Lt. 1 Jakarta Pusat • Jln. Boulevard Raya Outer Ring Road, Ckg, Jakarta Barat, Ruko Taman Palem Lestari Blok CI/1. • Central Park Office Tower Podomoro City, Jln. Letjend S Parman, Kav 28 Jakarta Barat • Jln. Daan Mogot No. 234, Jakarta Komplek Perumahan Daan Mogot Baru Blok Kje No. 5-6, Kalideres, Jakarta Barat • Jln. Tanjung Duren No. 90-A, Jakarta Barat - 11470 • Ruko Grand Puri Niaga Blok KG No.2j&2k, Jln. Puri Kencana, Kembangan Selatan Jakarta Barat, Puri Sentra Niaga Blok T1 No. 11&12, Puri Indah Kembangan Selatan, Jakarta Barat • Komp. Green Ville Blok C No. 3e, 3f, 3b Duri Kepa Jakarta Barat • Komp. Pertokoan Intercon Blok A No. 5, Jln. Meruya Ilir Raya - Jakarta Barat • Jln. Puri Indah Raya Blok A1 No.10, Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Komp. Pasar Puri Indah • Pondok Indah Mall Jln. Metro Pondok Indah Lt. Dasar Bank Entry 3, Jakarta Selatan • Jln. Raya Ragunan No.4 Pasar Minggu Jakarta Selatan • Jln. Sektor Iiia Blok D No. 48 Pondok Aren, Tangerang, Ruko Bintaro • Jln. Cinere Raya Blok A No. 41, Cinere Jakarta Selatan • Jln. Raya Cilandak KKO No. 5-G Kel. Ragunan Kec. Ps. Minggu, Jakarta 12550 • Kampus Baru UI Depok 16424 • Jln. RS. Fatmawati Blok 115 D3 Cilandak, Jakarta Selatan 12430 • Jln. Salemba Raya No. 4 Kampus UI Salemba Gedung Iasth-UI Jakarta Pusat 10440, Gedung Baru Balai Sidang Lt. Dasar • Kampus Univ. Pancasila, Jln. Raya Lenteng Agung, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 • Jln. Margonda Raya No. 47 A Pondok, Cina, Beiji, Depok 16146 • Jln. Daan Mogot No. 2-4, Tangerang 15111 • Jln. M.H. Thamrin, Bsd - Tangerang. Ruko Blok L 24 Sektor 7 • Jln. Hartono Boulevard Blok R, No. 47 Modern Land, Tangerang, Jawa Barat 15117 • Pst. Pertokoan Pinangsia Blok L No.1 Karawaci • Ruko Alexandrite Blok Alx 3 No. 1-2 Boulevard Gading Komp. Ruko Alam Sutera. • Ruko Madrid 1 Blok C No. 1 dan 2 Jln.Letnan Sutopo, • BSD Serpong, Tangerang • Jln. Hos Cokroaminoto No. 8, Ciledug, Tangerang, Pertokoan Anugrah Blok D No. 31. • Jln. Sutera Niaga I No. 25, Tangerang, City Tangerang BNI Life | 2012 Annual Report 289 • Jln. Margonda Raya No. 47 A Pondok Cina, Beiji, Depok 16146 • Jln. Raya Bogor Km.28 No.36 Gandaria Jakarta Timur • Jln. Margonda Raya No. 48 Depok 16424 • Ruko Cibubur Indah Jln. Lapangan Tembak No. A-4 & A-5, Jakarta Timur • Jln. Arif Rahman Hakim No. 61-63, Beji Depok • Depok Griya Asri Kav. B2/21 Depok • Jln. Raya Sawo Jajar No. 6 Pasar Anyar, Bogor • Jln. Raya Ciluar No. 143 - Bogor • Jln. Mayor Oking Raya No. 112, Cirimekar, Cibinong Kab. Bogor • Jln. Mayor Oking Kav.36-37 Kec. Citeureup Bogor • Jln. Ir. H. Juanda No. 52, Bogor, Jawa Barat 16001 • Jln. Raya Cibinong No. 600, Bogor • Jln. Raya Pajajaran No.20, Bogor Jawa Barat 16143 • Kampus IPB Darmaga Jln. Raya Bogor - Jasinga Darmaga, Bogor 16680 • Ruko New Mahkota Indah, Jln. K. H. Soleh Iskandar No.1 Kav. A, Cimanggu, Bogor • Jln. Raya Tajur No. 57 K Bogor 16720 • Jln. Narogong Raya Ruko Perum Griya Kenari Mas Blok A1 No. 8-9 Cileungsi Bogor • Jln. Raya Bekasi Km 23 Kel. Cakung, Jakarta Timur • Kav. Billy Moon Blok E No. 57 Kalimalang, Jakarta Timur • Jln. Pemuda No. 708 – 709 Rawamangun, Jakarta Timur • Jln. Teratai Putih Raya Blok 28 No. 44 A, Desa Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur • Jln. Raya Perumnas No. 9a, Duren Sawit Buaran Jakarta Timur • Jln. Pahlawan Revolusi No. 1a Pondok Bambu, Jakarta Timur • Jln. Pisangan Timur Raya, Cipinang, Jakarta Timur • Jln. Rawamangun Muka Kampus Univ. Negeri Jakarta, Jakarta Timur • Jln. Kramat Raya No. 154-156, Jakarta • Jln. Komodor Udara Halim Perdana Kusuma No. 6 Halim Jakarta Timur 13610 • Gd. Graha Sejahtera Jln. Gunung Sahari Raya No. 52 Jakarta Pusat 10720 • Jln. Senen Raya 135 Jakarta, Graha Atrium Senen. • Komplek Perdagangan Rawasari Mas, Jln. Percetakan Negara No.C-36 Blok B-03, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10570 • Jln. Tuparev No.352, Karawang Jawa Barat • Jln. Jend.A.Yani, Cikampek Jawa Barat • Jln. Tuparev No. 19 Karawang • Jln. Raya Bogor Km 23,5 Ciracas, Jakarta Timur • Jln. Jatinegara Timur No. 67, Jakarta Timur • Jln. Dewi Sartika Rt/Rw 012/05 Kel. Cawang, Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur • Jln. Matraman Raya No. 123 , Jakarta Timur 13140 • Jln. Mayjend Sutoyo No.12 Cawang Jakarta Timur 13630 • Ruko Blok D2 No. 19-20 Pasar Induk Kramat Jati, Jln. Raya Bogor Jakarta Timur. • Jln. Pisangan Timur Raya, Cipinang, Jakarta Timur • Jln. Condet Raya No. 33 Rt 04/07 Bale Kambang, Kramat Jati, Jakarta Timur • Wisma Nusantara Lt. 4 Jln. MH Thamrin No. 59, Jakarta Pusat • Jln. Kebon Sirih No.17-19 Kel. Kebon Sirih Kec. Menteng Jakarta Pusat, Gd. Bimantara Plaza Kebon Sirih Lg.1 P10-10 • Jln. Kebon Sirih No. 51- 53, Jak-Pus 10340 Gedung Garuda Jln. Medan Merdeka Selatan No. 13, Jakarta Pusat 10110 • Jln. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Square, Mall of Indonesia, Ruko Italian Walk Blok B No. 8-9, 51-52 Jakarta Utara • Jln. Boulevard Blok L. A VI No. 24-25 Klp. Gading, Jakarta Utara. • Jln. A. Yani No. 15 Bekasi Jawa Barat 17113 • Ruko Blok Mm 21 D-E, Kemang Pratama, Bekasi • Ruko Kalimas Blok C 7 Dan C 8 Jln. Chairil Anwar - BekaSi Timur 17113 • Jln. Galaxi Raya No.7a Jakasampurna Bekasi - Jawa Barat 17145 • Jln. Ir. H. Juanda No. 104 C, Margahayu, Bekasi 17113 Ruko Citra Grand Blok R2 No. 1-2 • Jln. Alternatif Cibubur Km 4, Jatikarya, Jatisampurna, Kodya Beksi 17433 • Komp.Pondok Gede Plaza Blok H No. 1-2 Bekasi, Jln. Jatiwaringin, Bekasi • Jln. Sultan Hasanudin Blok 2-3 Tambun Selatan 17510 Bekasi • Jln. Raya KH Noer Alie (Jln. Kalimalang Sumber Arta), Kel. Bintara, Kec. Bekasi Barat, Kodya Bekasi - Jawa Barat • Ruko No. A 3-4. Ruko Sentra Niaga Bulevar Hijau Blok A No. 20, Kel. Pejuang, Kec. Medan Staria, Kodya Bekasi Jawa Barat BNI Life | Laporan Tahunan 2012 290 Data Perusahaan | Corporate Data Banten • Jln. Veteran No. 49, Serang • Jln. R.T. Hardiwinangun No.55 Rangkasbitung • Jln. S.A. Tirtayasa No. 25, Cilegon 42414 Jawa Barat • Jln. Perintis Kemerdekaan No. 3 Bandung 40117 • Jln. Otto Iskandardinata No. 91 Bandung • Jln. Surapati No 51 - Bandung 40123 • Jln. Jend. Sudirman No. 331 Bandung 40125 • Graha Sucofindo, Jln. Soekarno Hatta No. 217 Bandung 40223 • Jln. Banda No. 30 - Bandung 40115 • Jln. Raya Cibabat No. 444 – Cimahi 40513 • Jln. Jend. Sudirman No. 3 Purwakarta 41114 • Jln. Prabu Geusan Ulun No. 113 Sumedang 45312 • Jln. Otto Iskandardinata No. 93 Subang 41215 • Jln. Ion Martasasmita No. 32, Kel. Rancasari – Pamanukan Subang 41254 • Jln. Cijerah No. 187 Bandung • Jln. M. Toha No. 77 - Bandung • Jln. Setiabudhi No. 119 Bandung • Jln. Ir. H. Juanda No. 43a Bandung 40135 • Jln. Sukajadi No. 1 - BanduNg • Jln. Dr. Setiabudi No. 229 – Bandung 40154 • Jln. Ganesha No. 10 Bandung • Jln. Dipatiukur No. 35 - Bandung • Jln. Tamansari No. 80 - Bandung 40132 • Jln. Raya Jatinangor Km. 21 Kab. Sumedang (Kampus Unpad Jatinangor, Pintu Masuk - I) • Jln. Dr. Djundjunan No. 194 • Jln. Jend. A. Yani No. 57 - Garut 44117 • Jln. H.Z. Mustofa No. 110 Tasikmalaya 46121 • Jln. Siliwangi No. 51 Tasikmalaya • Jln. Soekarno Hatta No. 618-F Blok C Bandung 40295 • Jln. Jend. A. Yani. No. 797 Bandung 40125 • Jln. Ibrahim Adjie No.148 Bandung • Jln. Kiaracondong No. 427 Bandung 40275 • Jln. Asia Afrika No. 119 - Bandung • Jln. Buah Batu No. 189-D Bandung 40255 • Jln. Raya Soreang – Banjaran No. 447 - Soreang 40911 • Jln. Raya Laswi No. 215 Majalaya 40382 • Jln. RE. Martadinata No. 63-65 Sukabumi • Jln. Dr. Muwardi No. 3 - Cianjur 43215 • Jln. Pungkur No. 122 Bandung • Jln. Soekarno Hatta No. 77 Losari, Kab. Cirebon • Jln. Raya Tegalwangi No. 19 B • Jln. Raya By Pass No. 6 Arjawinangun • Jln. Jend. Sudirman No. 49 Indramayu 45213 • Jln. KH Abdul Halim No. 104 A Majalengka 45111 • Pusat Perbelanjaan Cirebon Jln. Tentara Pelajar No.1 45111 • Jln. Jend. Sudirman No. 22 Kuningan 45511 • Jln. Mayor Dasuki No. 126 Jatibarang • Jln. Yos Sudarso No. 3 - Cirebon 45111 Jawa Tengah • Jln. Letjen. Mt. Haryono No.16, Semarang 50122 • Jln. Diponegoro No. 722-B, Ungaran • Jln. Pemuda No. 15 A, Kendal • Jln. Raya No. 309 A Kendal 51313 • Jln. Sultan PAtah No.11, Demak 59511 Metro Plaza Blok B1-B2 Semarang • Jln. Jend. Sudirman No. 1 Salatiga • Jln. Letjen.Suprapto No. 128, Purwodadi • Jln. R. Suprapto No. 74 Purwodadi • Jln. Puri Anjasmoro Blok E-1 No. 20 C Semarang • Jln. Jend. A. Yani No. 55 Kudus 59317 • Jln. Pemuda No. 11-A - Jepara 59412 • Jln. Panglima Sudirman No. 55 Pati 59112 • Jln. Pemuda No. 76 – Cepu • Jln. Prof Hamka 17 Ngaliyan Square Kav. 5 Semarang • Ruko Srondol Jln. Setiabudi No. G-62 Semarang 50263 • Jln. Jend. Sudirman No.195 Semarang 50149 Rukan Pemuda Mas • Jln. Pemuda 150, Semarang 50132 • Jln. Imam Bardjo, SH No. 1, Semarang 50241 • Jln. Banyuputih Tembalang, Semarang - 50275, Kampus Undip • Jln. Majapahit No. 294, Semarang 50161 • Jln. Banyuputih No.1 Tembalang, Semarang 50275 • Jln. Mayjen Sutoyo No. 50 Tegal • Jln. Imam Bonjol No. 59 Pekalongan 51117 • Jln. Jend. Sudirman No. 266 Batang • Jln. Ahmad Yani 32 Cilacap • Jln. A. Yani Kartosuro • Jln. Arifin No. 2, Surakarta 57111 • Jln. Ir. Sutami No. 76, Surakarta 57126 Komp. Atrium • Jln. Sukowati No. 302-304, Sragen 57214 • Jln. Slamet Riyadi No. 348 Surakarta 57115 • Jln. Jend. A. Yani No. 222, Wonogiri • Jln. Jend. A.Yani No. 3 Wonogiri 57611 • Jln. Pemuda Selatan No. 49, Klaten 57411 • Jln. K.H. Hasyim Ashari No. 63 - Surakarta BNI Life | 2012 Annual Report 291 • Jln. Raya Delanggu No. 66, Delanggu Klaten • Jln. Pahlawan No. 140 - Kebumen 54311 • Jln. Jend. Sudirman No. 137 Purwokerto 53115 • Jln. Prof. Hr. Bunyamin No. 129 Purwokerto 53122 Yogyakarta • Jln. Jend.Sudirman No. 54, Bantul • Jln. TrIkora No. 1, Yogyakarta 55122 • Jln. Magelang 26 Km 5,6 Yogyakarta 55284 • Jln. Parangtritis No. 120 Yogyakarta 55187 • Jln. Adisucipto No. 137, Yogya 55221 • Jln. Persatuan Bulaksumur Caturtunggal, DepokSleman 55281 • Jln. Laksda Adisucipto Km 7,5 Tambakbayan • Jln. Laksda Adisucipto Depok Sleman • Jln. Kaliurang Km. 7, 3 No. 37, Yogyakarta 55283 • Jln. Persatuan Bulaksumur Caturtunggal, DepokSleman, 55281 • Jln. Pahlawan No. 1 Magelang 56117 Jawa Timur • Gedung Graha Pangeran Lt. 1-2 Jln. Achmad Yani No. 286, Surabaya 60234 • Jln. Ketintang Raya No. 42 Surabaya 60231 • Jln. Margorejo Indah 97-99 Surabaya, Plaza Marina Surabaya • Komplek Ruko Taman Gapura Blok J-18 Surabaya • Jln. Hr Muhammad No 96b Dan 96c Surabaya • Jln. Diponegoro No. 38, Surabaya • Perum. Pondok Chandra Jln. Raya Taman Asri A-1/2-B Waru, Sidoarjo 61256 • Komp. Kutisari Tenis Center Jln. Kutisari No 54-56. Surabaya 60291 • Jln. Jenggolo No. 47 - 51, Sidoarjo 61212 • Jln. Veteran No. 142, Gresik 61122 • Jln. A.Yani Gd.Petro Graha Sarana, Gresik 61118 • Jln. Majapahit No. 372, Mojokerto 61382 • Jln. Kh Wahid Hasyim No. 94 Jombang 61415 • Jln. P.B.Sudirman No. 9, Jember • Jln. Kedungdoro No. 81-87, Surabaya 60261 • Bukit Darmo Boulevard Office Park 1 B 1 No. 26 Surabaya • Jln. Kapas Krampung No: 71-D Surabaya 60135 • Jln. Perak Timur No. 490, Surabaya 60165 • Jln. Rajawali No. 10, Surabaya 60175 • Jln. Mayjend Sungkono Komp. Darmo Park I Blok V No. 460225 • Jln. Mulyosari No: 128 A Blok Pc-39 Surabaya 60112 • Jln. Gubernur Suryo No. 36, Surabaya 60271 • Jln. Urip Sumoharjo No. 55, Surabaya 60265 • Jln. Airlangga No. 4, Surabaya 60286 • Jln. Raya Gubeng No 55 Surabaya 60265 • Jln. Jend. Basuki Rahmat No. 75-77, Malang 65119 • Jln. Veteran No. 16 Malang 65141 • Jln. Raya Singosari No. 9 Malang 65153 • Jln. Terusan Raya Dieng No. 62-64 Malang • Jln. Dewi Sartika No. 7-D Batu, Malang 65314 • Blimbingruko D’panorama Square A2-A3 Blimbing Jln. A Yani Malang • Jln. Surabaya No.4, Malang 65145 • Jln. Soekarno Hatta Sbc Kav. 2-3 Malang 65145 • Jln. PasAr Besar No. 151 Malang • Jln. Kenanga No.9, Blitar 66111 • Jln. Panglima Sudirman No. 43, Tulungagung 66219 • Jln. Brawijaya No.17, Kediri 64123 • Jln. Suroyo No. 6, Probolinggo Bali & Nusa Tenggara • Jln. Langko No. 64 Mataram, Lombok Barat • Jln. Pejanggik 132-133 Eks. Mataram Plaza, 83233 Mataram Nusa Tengara Barat • Jln. Selaparang No. 37 Cakranegara, Lombok Barat 83235 • Jln. Pahlawan No. 101, Selong, Lombok Timur • Jln. Raya Puputan Renon No. 27, Renon, Denpasar • Jln. Imam Bonjol No. 466 B, Denpasar • Jln. Legian No. 359 Kuta, Denpasar • Jln. Dewi Sartika No. 21 Kuta, Badung • Jln. By Pass Ngurah Rai No. 2003, Simpang Siur, Kuta - Badung 80361 • Jln. Teuku Umar No.200 Denpasar, Pertokoan Agung Raya Blok 21 & 22 • Jln. Wr Supratman No. 303-G Denpasar • Jln. Kamboja No. 5, Denpasar, Bali 80236 • Jln. By Pass Ngurah Rai No. 2003, Simpang Siur, Kuta Bandung • Jln. PB. Sudirman No. 28, Denpasar - Bali • Jln. By Pass Sanggulan No. 14 Kediri Tabanan • Jln. Cokorda Putra Sudarsana No.115 A, Ubud, Bali • Jln. Ksatrian No. 88 X, Gianyar, Bali • Jln. Gajah Mada No. 30, Denpasar • Jln. Diponegoro No. 33, Semarapura, Bali • Jln. Buluh Indah No. 149, Denpasar • Jln. Raya Kapal, Mengwi, Badung • Jln. Gatot Subroto No. 79 Ruko No. 13 Denpasar • Jln. Ngurah Rai No. 48 Singaraja Sulawesi • Mall Ratu Indah 156-157 Jln. Dr. Sam Ratulangi Makassar 0235 • Jln. Pintu 2 Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar • Jln. Sunu Kompleks Unhas - Baraya BNI Life | Laporan Tahunan 2012 292 Data Perusahaan | Corporate Data • Jln. A. P Pettarani No.18 Blok A 15-16 Makassar • Jln. Ali Malaka No.147, U. Pandang • Jln. Jend. Sudirman No. 1 Makassar 90115 • Kompleks Ruko Puri Kencana Sari Blok Ab 001. Jln. Perintis Kemerdekaan, Makassar 90232 • Jln. Cendrawasih No. 153-155, U. Pandang • Komp. Ruko Mirah II Jln.Pengayoman No.11, U.Pandang • Jln. Dr. Sam Ratulangi No. 9 -11 Maros 90511 • Jln. Andi Mallombassang No.16 Gowa 92111 • Jln. Kemakmuran No. 76-78 Pangkep 90611 • Jln. Veteran No. 41 Pare-Pare 91114 • Jln. Urip Sumoharjo No. 125 Mamuju Sulbar • Jln. Jend. Sudirman No. 1 Sengkang • Jln. Malingkan, Sengkang • Jln. Letjen. Suprapto No 2 Watampone • Jln. Andi Jaja No. 62 Siwa Kab. Wajo • Jln. Pahlawan No. 150, Cabenge • Jln. Jend. Sudirman No.11, Palopo 91911 • Jln. Kapten Tendean No. 2, Bau-Bau • Jln. Sukowati No. 69, Raha • Jln. Dr. Sam Ratulangi No. 1 Bulukumba 92511 • Jln. Persatuan Raya No. 46, Sinjai • Jln. Dr. Moh. Hatta No. 69, Kendari • Jln. M.T. Haryono No. 1 – Manado Kampus Unsrat - Manado 95115 • Jln. Sam Ratulangi No. 40 Tondano 95168 • Komplek Pertokoan Mega Mas Blok C 1 No. 20, Jln. Boulevard, Kec. Wenang, Manado • Jln. Raya Tomohon Kel. Paslaten Lingk.-1, Kec. Tomohon, Kab. Minahasa 95116 • Jln. Walanda Maramis No. 203 Manado 95122 Kel. Uwuran I Lk. III, Kec. Tombasian - Amurang 95354 • Jln. Komplek Pasar Sentral Dan Stasiun Bus Bitung 95522 • Jln. Sam Ratulangi No. 87 Kel.Tanjung Bau, Kec. Wanea, Kotamadya Manado • Jln. Arnold Mononutu No. 200 Airmadidi. • Kompleks Ruko Bahu Mall, Jln. Wolter Monginsidi Manado • Jln. Terminal - Kotamobagu, Kab.Bolaang Mongondow • Jln. Suprapto No. 27 Kotamobagu 95711 • Jln. Jend. Sudirman No. 58 Palu 94111 Kalimantan • Jln. Lambung Mangkurat No.31, Banjarmasin 70111 • Jln. Jend. A. Yani No. 6 Km. 40, Martapura • Jln. Hasan Basri Komp. Univ. Lambung Mangkurat Kayu Tangi Banjarmasin 70124 • Jln. A. Yani Km. 3.5 Banjarmasin • Jln. A. Yani Km. 1 No. 109 Banjarmasin • Jln. Jend. A. Yani No. 21-23 Banjarbaru 70713 • Jln. Brigjend. H. Hasan Basri - Pusat • Perbelanjaan Murakata Lt.Ii Barabai 71311 • Jln. Ir. P. H. M. Noor No. 33 RT 08, Kelurahan Sulingan Kec. Murung Pudak. Kab. Tabalong • Jln. A. Yani No 47 Palangkaraya. • Jln. Imam Bonjol No. 10 Palangkaraya • Jln. Patimura No. 4 Kotabaru Telp. 0518-21077 • Jln. Raya Batulicin RT. 24 No. 12 Batulicin. • Jln. Tanjung Pura No.1, Pontianak Kalimantan Barat 79117 • Jln. Gusti Situ Machmud No. 45-46 Pasar Siantan Kel. Siantan, Kec. Pontianak Utara 78242 • Jln. Sui Pinyuh No. 168-B, Pontianak, Kalimantan Barat 75353 • Jln. Daya Nasional, Pontianak, Komp. Univ. Tanjungpura • Jln. Sultan Syarif Abdul Rahman Pontianak • Jln. Ahmad Yani No. 15 Sanggau • Jln. M. T. Haryono No.10 Sintang, Kalimantan Barat 78614 • Jln. Jerandeng A. Rahman No. 271 Bengkayang, Kalimantan Barat • Jln. Moh. Tambali No.77/79, Pemangkat Kalimantan Barat • Jln. Diponegoro No.133-135, Singkawang 79122 • Jln. Gusti Hamzah No.25 Sambas Kalimantan Barat • Jln. Jend. Sudirman No.30, Balikpapan 76101 • Jln. M.T. Haryono B-3 No. 8 Balikpapan, Komp. Ruko Balikpapan Baru • Jln. Jend. Sudirman No. 37, Klandasan Balikpapan 76125 • Jln. Letjen.Suprapto No. 12-A, Balikpapan 76131 • Jln. RA. Kartini No.29, Tanah Grogot 76211 • Jln. Raya Penajam-Petung Km. 17 Kel. Petung, Kec. Penajam, Kab. Penajam Paser Utara • Jln. Imam Bonjol No. 31 A/B Samarinda 75112 • Jln. Kh. Akhmad Mukhsin Kel. Melayu Tenggarong 75512 • Jln. Yos Sudarso No. I Sangatta Kab. Kutai • Jln. Ahmad Yani No. 3a Bontang • Jln. Yos Sudarso No. 33, Tarakan 77112 • Jln. Jend. A. Yani No.5, Nunukan 77482 Maluku, Maluku Utara & Papua • Jln. Said Parintah No. 12 - Ambon • Jln. Pahlawan Revolusi No. 12-A Ternate, Maluku Utara 97713 • Kompleks Ruko Pasifik Permai Jayapura • Jln. Merdeka No. 44, Manokwari BNI Life | 2012 Annual Report 293 Saat ini BNI Life memiliki 61 produk asuransi perorangan konvensional, 7 produk syariah, dan 20 rider. Seluruh produk dan rider ini disalurkan melalui 4 saluran distribusi, yaitu Agency, Bancassurance, Employee Benefits, dan Syariah. Berikut ini penjelasan mengenai produk berdasarkan pemasaran melalui saluran distribusi: Agency BLife Double Protection Program perlindungan dan tabungan yang memberikan manfaat uang pertanggungan apabila tertanggung meninggal akibat sakit maupun kecelakaan atau jika tertanggung hidup hingga akhir masa asuransi. BLife Education Program Perencanaan dana pendidikan anak dengan pembayaran dana tahapan secara berkala sesuai dengan plan yang diambil, dan juga sekaligus memberikan proteksi ekonomi kepada orang tua sebagai pemilik polis. BLife Fixed Protection Merupakan program yang memberikan proteksi terhadap nilai ekonomi dengan premi yang terjangkau berupa resiko meninggal dunia selama masa kontrak asuransi. BLife Link Excellent Produk asuransi yang mengombinasikan antara perlindungan jiwa dengan berbagai pilihan jenis investasi yang dikelola oleh Fund Management terpercaya yaitu PT Schroder Investment Management Indonesia. BLife Link Platinum Produk keuangan yang memadukan kepastian proteksi, Investasi dan perlindungan jiwa. BLife Link Program asuransi jiwa yang merupakan gabungan proteksi kematian dan investasi, dengan pembayaran premi sekaligus. BLife Multilink Excellent Program asuransi jiwa yang merupakan gabungan proteksi kematian dan investasi, dengan pembayaran premi secara berkala. At present, BNI Life has 61 conventional insurance products for individual, 7 Sharia products and 20 rider. All of theses products are distributed through four distribution channels: Agency, Bancassurance, Employee Benefits (EB) and Sharia. The following is description of the products based on distribution channels: Agency BLife Double Protection Protection and savings program which provide benefits of the amount insured if the insured dies dueto illness or accident or if the insured lives until theend of the insurance period. BLife Education Children Education Fund Planning Program with payment in phases in accordance to the plan selectedwhilst providng economic protection for the parentsand the policy owner. BLife Fixed Protection Program which provides economic value protectiontwith an affordable premium also covers risk of deathduring the insurance contracts. BLife Link Excellent Insurance product which combines life protectionwith various types of investment options managedby a trusted Fund Management, Schroder Investment Management Indonesia, Ltd. BLife Link Platinum Financial product which combines insurance protection, investment and life protection. BLife Link Insurance program which combines mortality andinvestment protection, with a lump sum premiumpayment. BLife MultilinkExcelent Insurance program which combines mortality and investment protection with regular premium payments. Produk dan Layanan Products and Services BNI Life | Laporan Tahunan 2012 294 Data Perusahaan | Corporate Data BLife Multilink Program asuransi jiwa yang merupakan gabungan proteksi kematian dan investasi, dengan pembayaran premi secara berkala. BLife Optima Fund Asuransi yang memberikan manfaat dana tahapan yang terus meningkat dan perlindungan sebesar 200% dari Uang Asuransi terhadap risiko meninggal dunia. BLife Optima Medica Program perlindungan perawatan di rumah sakit berupa santunan harian rawat inap dengan tambahan manfaat pengembalian premi di akhir masa asuransi. BLife Optima Protection Merupakan pilihan tepat untuk melindungi masa depan orang-orang yang Anda kasihi terhadap risiko jika seandainya Anda meninggal dunia, baik karena sakit maupun kecelakaan. BLife Optima Saving Program keuangan berbasis investasi dengan memberikan proteksi yang memiliki jaminan investasi dan dapat dipilih sesuai keinginan Anda. Tersedia dalam 2 pilihan masa kontrak, yaitu 4 tahun dan 5 tahun. BLife Prima Dollar Program keuangan berbasis investasi yang memberikan jaminan pasti hasil investasi meskipun terjadi resiko tertinggi (meninggal dunia) terhadapTertanggung, dengan menggunakan mata uang Dollar. BLife Prima Fund Executive, BLife Prima Fund Executive 2 dan BLife Prima Fund Executive 3 Program keuangan berbasis investasi yang memberikan jaminan pasti hasil investasi meskipun terjadi resiko tertinggi (meninggal dunia) terhadap Tertanggung. BLife Prima Fund Asuransi yang merupakan program investasi yang aman dan menguntungkan sekaligus memberikan proteksi finansial terhadap risiko meninggal dunia baik yang diakibatkan oleh kecelakaan atau sebab lainnya. BLife Protect Plus Program perlindungan seumur hidup, yang juga dapat berfungsi sebagai tabungan jangka panjang. BLife Multilink Insurance program which combines mortality and investment protection, with regular premiumpayments. BLife Optima Fund Insurance program which provides benefits of funds that continually grow in stages with 200% risk coverage in case of death. BLife Optima Medica Program which covers protection of hospital treatment i.e daily hospitalization with added benefit of return premium at the end of insurance period. BLife Optima Protection The right choice to protect the future of your lovedones against the risk in case of death due to illness oraccident. BLife Optima Saving Investment-based financial program which providesthe insured investment protection and can beadjusted according to the customer’s needs. Availablein 2 choices of the contract period, 4 years and 5years. BLife Prima Dollar Investment-based financial program which providescertain guarantees of return on investment risk(death) also covers risk of death of the Insured inDollar currency. BLife Prima Fund Executive, BLife Prima Fund Executive 2 dan BLife Prima Fund Executive 3 Investment based financial planning program providing fixed benefits in investment return in the events of highest risk (death) for the insured. BLife Prima Fund A secured and beneficial insurance investment program which provides financial protection in the event of death due to accident or other causes. BLife Protect Plus A whole life protection program which also function as long term savings program. BNI Life | 2012 Annual Report 295 BLife Smart Education Program Perencanaan dana pendidikan anak dengan pembayaran dana tahapan secara berkala sesuai dengan rencana yang di ambil, dan juga sekaligus memberikan proteksi ekonomi kepada orang tua sebagai pemilik polis. BLife Smart Protection Merupakan produk asuransi seumur hidup (Whole Life) yang memberikan perlindungan nilai ekonomi terhadap resiko meninggal dunia sekaligus tabungan. BLife Spectra Link & BLife Spectra Link 2 Program asuransi jiwa yang merupakan gabungan dari proteksi kematian dan investasi. BLife Prima Dollar 2 Program keuangan berbasis investasi yang memberikan jaminan pasti hasil investasi meskipun terjadi resiko tertinggi (meninggal dunia) terhadap Tertanggung, dengan menggunakan mata uang Dollar. Bancassurance BLife Aman Produk asuransi yang memberikan perlindungan finansial terhadap kejadian tak terduga yang diakibatkan karena kecelakaan, berupa Santunan Pengobatan dan Santunan Meninggal Dunia akibat kecelakaan. BLife Cash Pro Produk asuransi berbasis investasi untuk memenuhi ketersediaan dana di masa mendatang dengan manfaat perlindungan asuransi yang menyeluruh. BLife Future Plan Produk asuransi berbasis investasi yang memberikan jaminan tingkat suku bunga sekaligus memberikan proteksi ekonomi terhadap risiko meninggal dunia. BLife Medcare Plus Asuransi kesehatan yang memberikan perlindungan perawatan di Rumah Sakit berupa santunan harian rawat inap dan obat-obatan selama dirawat inap serta adanya pengembalian premi sebesar 15% jika tidak ada klaim dan Premi dapat dibayar melalui Pendebetan Rekening Tabungan. BLife Smart Education Education plan program for children with payment of funds in phases in line with the selected plan, also provide economic protectionto the parents as the policy owner. BLife Smart Protection A whole life insurance product which provides protection against death, concurrently serves as savings. BLife Spectra Link & BLife Spectra Link 2 Life insurance program which combines protection against death with investment. BLife Prima Dollar 2 Investment based financial program which provides fixed investment return even in the event of highest risk (death) of the insured, using Dollar currency. Bancassurance BLife Aman Insurance program which provides financial protection against the unexpected due to accident, in the form compensation for medical and accident related death. BLife Cash Pro Investment based insurance product to ensure availability of funds in the future with comprehensive insurance protection. BLife Future Plan Investment based insurance product providing guaranteed interest rate, concurrently the economic protection against the risk of death. BLife Medcare Plus Health insurance which provides protection for hospital treatment in the form of daily hospitalization compensation, prescription drugs during hospitalization and return premium of 15%, in case of no claim. Premium payment through direct debit from savings. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 296 Data Perusahaan | Corporate Data BLife Medika Produk asuransi kesehatan yang membantu keuangan Tertanggung dan keluarga dalam pembayaran biaya harian Rumah Sakit apabila Tertanggung menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit karena sakit/kecelakaan dan memberikan Santunan Duka sebesar 100x Santunan Harian Rawat Inap. BLife Multipro & BLife Plan Multipro Produk asuransi berbasis investasi untuk mewujudkan rencana keuangan. Dengan segala keunggulannya, pemegang polis dapat dengan leluasa merencanakan perlindungan serta kebutuhan finansial masa depan untuk dirinya dan keluarga. BLife Perisai Prima Program ini memberikan proteksi ekonomi terhadap risiko Kematian akibat kecelakaan, Cacat Tetap Total akibat kecelakaan dan santunan biaya pengobatan di Rumah Sakit akibat kecelakaan BNI Dana Aman Program ini merupakan sarana investasi yang aman dan menguntungkan sekaligus memberikan proteksi ekonomi terhadap risiko kematian. BNI Prima Link Program ini merupakan gabungan antara asuransi jiwa yang memberikan proteksi kematian dan investasi di mana pemegang polis secara langsung terlibat dalam investasi dengan menentukan sendiri pilihan investasinya sehingga dapat memaksimalkan hasil investasi dan lebih fleksibel. Solusi Abadi Plus Asuransi yang memberikan jaminan finansial kepada Tertanggung sampai dengan usia 90 tahun plus pengembalian premi 100% pada akhir tahun polis. Solusi Abadi Produk asuransi yang memberikan jaminan finansial yang pasti bagi Anda dan keluarga dengan perlindungan asuransi jiwa sampai dengan tertanggung berusia 90 tahun. Solusi Ekstradana Produk asuransi yang memberikan jaminan finansial hari tua Anda. Solusi Kencana Produk asuransi yang memadukan program keuangan plus perlindungan asuransi jiwa dengan pilihan. Masa Pembayaran Premi yang dapat ditentukan sendiri oleh pemegang polis. BLife Medika Health insurance product providing financial assistance for the insured and the family to cover daily hospitalization expenses due to illness/accident, and 100% daily hospitalization coverage in case of death. BLife Multipro & BLife Plan Multipro Investment based insurance product for financial planning purposes. The product provides the policyholders the flexibility to plan for the protection and future financial needs for the insured and family. BLife Perisai Prima This program provides economic protection against the risk of death due to accident, permanent disability due to accident and daily hospitalization compensation due to accident. BNI Dana Aman Secure and beneficial investment facility, concurrently provides economic protection against the risk of death. BNI Prima Link This program combines life insurance that provides protection in the event of death with investment, where the policyholder is directly involved in the determining the appropraite investment, as to maximize the investment return and flexibility. Solusi Abadi Plus Insurance which provides financial guarantees to theinsured until the age of 90 years plus the return ofpremium 100% by the end of the policy. Solusi Abadi Insurance product which provides fixed financial guarantee for the insured and the family with life insurance until the insured reached age of 90. Solusi Ekstradana Insurance product which provides financial guaranteed for pension. Solusi Kencana Insurance product which combines financial planning and selected life insurance protection. The insured able to determine own preferred duration of the policy. BNI Life | 2012 Annual Report 297 Solusi Link Sejahtera Produk jasa finansial dengan keuntungan ganda yaitu sebagai investasi sekaligus perlndungan asuransi jiwa. Solusi Multidana Produk asuransi dengan kepastian pengembangan dana plus perlindungan asuransi jiwa, jaminan kesejahteraan dan ketentraman hari tua Anda. Solusi Multisiaga Program ini memberikan proteksi ekonomi terhadap risiko Kematian dan Rawat Inap serta Pengobatan di Rumah Sakit akibat Kecelakaan (berlaku untuk semua Kelas). Solusi Pintar Asuransi yang diprogram untuk mempersiapkan pendidikan anak dengan manfaat pemberian dana pendidikan mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi. Solusi Prima Produk asuransi yang memberikan jaminan finansial bagi Anda dengan keleluasaan dalam mengelola dana untuk jangka pendek dan jangka panjang sesuai dengan kebutuhan plus perlindungan asuransi jiwa hingga 200% dari Uang Asuransi. Solusi Sehat Produk asuransi kesehatan yang memberikan jaminan finansial terhadap biaya perawatan selama di Rumah Sakit yang berupa penggantian biaya harian rawat inap, biaya harian ICU dan biaya operasi. Solusi Sehati Asuransi kesehatan yang memberikan jaminan finansial berupa santunan tunai harian apabila tertanggung harus menjalani rawat inap di rumah sakit sekaligus mendapatkan pengembalian 100% premi di akhir masa asuransi. BLife Maksima Produk asuransi jiwa yang memberikan perlindungan asuransi jiwa hingga Peserta mencapai usia 90 tahun dan investasi yang optimal. Billing Protection (PerisaiPLus) memberikan perlindungan atas saldo terhutang kartu kredit BNI terhadap risiko meninggal dunia, ketidakmampuan tetap dan penyakit kritis. Solusi Link Sejahtera Financial services providing multiple benefits, combining investment with life insurance protection. Solusi Multidana Insurance product with the assurance of the funds development and the added life insurance protection, guaranteed welfare and pension. Solusi Multisiaga The program provides economic protection againstthe risk of death and hospitalization and hospitaltreatment due to accidents (applicable to all Classes). Solusi Pintar Insurance program to prepare the education of children by providing education funds ranging fromelementary school through college. Solusi Prima Insurance product providing financial assurance for the insured and the flexibility in managing the funds for short and long term, according to the needs plus insurance protection coverage up to 200% of the insurance fund. Solusi Sehat Health insurance product providing financial assurances for the costs of treatment during hospitalization in the form of daily hospitalization, daily ICU expense and surgery. Solusi Sehati Health insurance that provides financial guaranteesin the form of daily cash benefit in case of thehospitalization and obtain the return of premium100% at the end of the insurance. BLife Maksima Life insurance product that provides protection until the insured reach the age of 90 plus optimal investment. Billing Protection (Perisai Plus) Insurance product which provides protection againstinability to pay credit card balances due to illness oraccident resulting in death of cardholder and totalpermanent defect. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 298 Data Perusahaan | Corporate Data Asuransi Kecelakaan Diri (produk ko-asuransi dengan Ace Ina) Produk asuransi jiwa yang memberikan perlindungan atas risiko meninggal dunia akibat kecelakaan serta risiko Cacat Total Tetap bagi nasabah kartu kredit BNI akibat kecelakaan. Asuransi Kecelakaan dan Ketidaknyamanan Perjalanan (produk ko-asuransi dengan Ace Ina) Produk Asuransi yang memberikan perlindungan atas risiko kematian dan ketidaknyamanan bagi nasabah kartu kredit BNI selama dalam masa perjalanan menggunakan moda transportasi umum. Credit Life Produk Asuransi Jiwa yang memberikan jaminan pembayaran manfaat Asuransi atas sisa saldo kredit Debitur apabila Debitur mengalami risiko meninggal dunia selama masa pembayaran kredit. BLife Tapenas Program asuransi jiwa yang memberikan proteksi terhadap risiko kematian, cacat total tetap dan santunan rawat inap di rumah sakit. Employee Benefits Bahtera Abadi Program pensiun pegawai dengan manfaat meninggal dunia dalam masa asuransi berupa santunan duka ditambah nilai tunai, manfaat sebesar nilai tunai jika peserta hidup mencapai akhir masa asuransi atau berhenti sebelum masa asuransi berakhir. BLife Ekawarsa Prima Program kesejahteraan pegawai berupa asuransi jiwa yang memberikan perlindungan atas risiko yang terjadi baik karena kecelakaan maupun bukan kecelakaan. BLife Retirement Health Plan Program pembayaran berkala untuk keperluan pengobatan kepada Peserta selama jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan. Perusahaan yang membutuhkan Produk Anuitas dapat melakukan kerja sama dengan BNI Life. Personal Accident Insurance (co-insurance product with Ace Ina) This is life insurance providing protectin against the risk of death due to accident and risk of total permanent disability due to accident for BNI card holder. Travel and Inconvenience Insurance (co-insurance with Ace Ina) Insurance product which provides protection against risk of death and inconvenience for BNI cardholders during their trip using public transportation. Credit Life Life insurance protection which provides guaranteed insurance benefit covering the remaining balance in the event death, in line with the duration of the credit. BLife Tapenas Life insurance program which provides protectionagainst the risk of death, total permanent defect andcompensation of hopitalization. Employee Benefits Bahtera Abadi Employee pension program with benefits of deathinsurance in cash compensation for grief, thebenefits of cash value if the participants reach theend of termination or stop before the insurance termexpires. BLife Ekawarsa Prima Employee welfare program in the form of life insurance that provides protection against the risk of accident and non-accident. BLife Retirement Health Plan Program that provides payment to cover medical expenses of participants for certain time period per requirement. The companies requiring annuity products can enter into an agreement with BNI Life. BNI Life | 2012 Annual Report 299 Dana Bahagia Program ini merupakan program asuransi jiwa yang memberikan manfaat Jaminan Hari Tua secara berkala setiap bulan kepada Tertanggung dan Keluarga dan juga memberikan proteksi ekonomi terhadap kematian Tertanggung. Pengembalian 50% dari Dana Anuitas pada saat Tertanggung berusia 60 (enam puluh) tahun atau Tertanggung meninggal sebelum usia 60 (enam puluh) tahun dan pengembalian 50% dari Dana Anuitas pada saat Tertanggung berusia 65 (enam puluh) tahun atau Tertanggung meninggal setelah usia 60 (enam puluh) tahun dan sebelum usia 65 (enam puluh lima) tahun. Dana Utama Program asuransi jiwa yang memberikan manfaat Jaminan Hari Tua secara berkala setiap bulan kepada Tertanggung dan Keluarga dan juga memberikan proteksi ekonomi terhadap kematian Tertanggung. Pengembalian Dana Anuitas pada saat Tertanggung berusia 65 (enam puluh lima) tahun atau Tertanggung meninggal sebelum usia 65 (enam puluh lima) tahun. Optima Group Health Program kesejahteraan pegawai berupa asuransi kesehatan saat peserta masih aktif bekerja. Terdiri dari rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, rawat lahir dan kacamata (dengan rawat inap sebagai benefit utama). Optima Group Life Program kesejahteraan pegawai berupa asuransi jiwa yang memberikan perlindungan atas risiko yang terjadi baik karena kecelakaan maupun bukan kecelakaan. Optima Group Protection Program kesejahteraan pegawai berupa asuransi jiwa yang memberikan perlindungan atas resiko yang terjadi karena kecelakaan. Manfaat dapat dikombinasikan atas resiko meninggal dunia, cacat tetap total dan cacat tetap sebagian, perawatan yang terjadi karena kecelakaan dalam masa asuransi. Optima Group Saving Program pensiun pegawai dengan iuran pasti dengan manfaat berupa santunan duka dan akumulasi dana jika tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi dan akumulasi dana jika peserta hidup mencapai akhir masa asuransi dan berhenti sebelum masa asuransi berakhir. Dana Bahagia This is life insurance program that provides pension benefits on monthly basis and periodic basis to the insured and their family. The program also provide economic protection against risk of death. Return of 50% of annuity funds to the insured when the individual reach age 60 (sixty years of age) and another 50% at the age of 65 (sixty five years of age) or the insured individual died after reaching 60 (sixty years of age)but before 65 (sixty five years of age) Dana Utama Life insurance program which provides pension benefits on a regular and monthly basis to teh insured individual and their family and also provide economic protection against death of the insured individual. Return of the annuity funds when the insured individual reach age 65 (sixty five years of age) or the insured individual died before reaching 65 (sixty five years of age) Optima Group Health Employee welfare program in the form of health insurance for participants who are active working. Consists of hospitalization (main benefit), outpatient, dental treatment, maternity and spectacles. Optima Group Life Employee welfare program in the form of life insurance which provides protection against risk due to accident and non-accident. Optima Group Protection Employee welfare program in the form of insurance protection against the risk of accident. The benefit is combined with the risk in case of death, total permanent disability , partial permanent disability, treatment due to accident during the insurance period. Optima Group Saving Employee pension program with fixed contribution providing benefits in compassionate compensation (death) and the accumulated funds when the insured died during the insurance period. The accumulated funds will be provided if the insured is living until and terminate employment before the insurance period ends. BNI Life | Laporan Tahunan 2012 300 Data Perusahaan | Corporate Data Swadana Program asuransi jiwa yang memberikan manfaat Jaminan Hari Tua secara berkala setiap bulan kepada Tertanggung dan Keluarga dan juga memberikan proteksi ekonomi terhadap kematian Tertanggung. Pengembalian Sisa Dana Anuitas jika Tertanggung meninggal dunia dan pembayaran berkala yang diterima masih lebih kecil dari dana yang disetor. Tunjangan Hari Tua Eksekutif Program pensiun pegawai eksekutif dengan manfaat pasti sebesar Uang Pertanggungan yang akan diberikan jika peserta meninggal dunia dalam masa asuransi, hidup mencapai akhir masa asuransi dan manfaat sebesar nilai tunai jika berhenti sebelum masa asuransi berakhir. Tunjangan Hari Tua Kumpulan Program pensiun pegawai dengan manfaat pasti sebesar Uang Pertanggungan yang akan diberikan jika peserta meninggal dunia dalam masa asuransi, hidup mencapai akhir masa asuransi dan manfaat sebesar nilai tunai jika berhenti sebelum masa asuransi berakhir. Syariah BLife Wadiah Cendikia Program asuransi pendidikan sekaligus proteksi yang dikelola secara profesional dan transparan sesuai prinsip syariah. Program ini bertujuan memberikan dana pendidikan dan perlindungan bagi buah hati Anda yang lebih optimal dan maksimal, bersih dari unsur Maysir – Gharar –Riba. BLife Syariah Amanah Investa Program investasi dan proteksi yang dikelola secara profesional dan transparan sesuai dengan prinsip syariah. Program ini bertujuan memberikan perlindungan nilai ekonomis dengan tingkat pengembalian hasil investasi lebih optimal dan maksimal, bersih dari unsur Maysir – Gharar – Riba. Anda dapat merencanakan keuangan untuk berbagai kebutuhan seperti perencanaan Hari Tua, Pendidikan, Haji/Umrah, dan lain-lain. BLife Investlink Syariah Program investasi dan proteksi yang dikelola secara profesional dan transparan sesuai prinsip syariah yang bertujuan memberikan perlindungan nilai ekonomis dengan tingkat pengembalian hasil investasi yang lebih optimal dan maksimal, bersih dari unsur Maysir – Gharar– Riba. Anda dapat merencanakan keuangan untuk berbagai macam kebutuhan seperti perencanaan Hari Tua, Pendidikan, Haji/Umrah, dan lain-lain. Swadana Life insurance program which provides guaranteed pension benefits in periodic and monthly basis to the insured and family, also economic protection against death of the insured. Return of the remaining annuity funds and the periodic payament of the payment received is less than the deposited funds. Executive Pension Program Pension program for the executive level employee with fixed benefits amount in line with sum insured provided when participant died during insurance period, live until end of insurance period and benefit in cash value if terminated before the insurance program ends. Group Pension Program Pension program for employees with fixed benefits of sum insured in the event of participants death during insurance period, live until end of insurance program and benefit in cash value if terminate employement before insurance period ends. Syariah BLife Wadiah Cendekia Insurance program for education and protection professionally managed and transparently according to Islamic principles. This program aimsto provide education and protection fund for yourchildren, maximum, free from elements of maysir -Gharar - Riba BLife Syariah Amanah Investment Investment and protection program which are professionally managed and transparently in accordance with Islamic principles. This program aims to provide protection of economic value with return on investment, free from elements of Maysir-Gharar-Riba, one can plan their financials for various purposes such as pension planning, education, Haj/Umrah and others. BLife InvestLink Syariah Investment and protection programs which professionally managed and transparently according to Islamic principles aimed at protectingthe economic value with the return on investmentmaximum, free from elements of Maysir – Gharar– Riba, one can plan their financials for various purposes such as pension planning, education, Haj/ Umrah and others. BNI Life | 2012 Annual Report 301 BLife Multi Investa Syariah Produk yang sangat memahami kebutuhan berinvestasi sekaligus memberi proteksi kepada Anda. Melalui sebuah alternatif investasi yang sangat fleksibel dan memberikan keuntungan maksimal. BLife Investa Plus Syariah Program asuransi dengan investasi secara berkala yang dikelola secara profesional, transparan dan sesuai dengan syariah yang bertujuan memberikan hasil investasi yang optimal. Asuransi Kesehatan Syariah Program Asuransi untuk menjamin biaya pengobatan bagi setiap peserta, karena sakit (sickness) atau cedera akibat kecelakaan (bodily injured) selama masa asuransi. Asuransi Jiwa Pembiayaan Syariah Memberikan perlindungan kepada Debitur Pembiayaan atas risiko yang mungkin terjadi selama masa Pembiayaan. Rider • BLife Rider Accidental Death Benefit • BLife Rider Accidental Death and Dismemberment Benefit • BLife Rider Total Permanent Disability • BLife Rider Hospital Income • BLife Rider Critical Condition • BLife Rider Waiver of Premium - Total Permanent Disability • BLife Rider Waiver of Premium - Critical Condition • BLife Rider Spouse Payor Death • BLife Rider Spouse Payor Total Permanent Disability • BLife Rider Spouse Payor Critical Condition • BLife Rider Payor Benefit Death • BLife Rider Payor Benefit Total Permanent Disability • BLife Rider Payor Benefit Critical Condition • BLife Rider Term Life • BLife Rider Serenity Saver • Rider Health • Rider PA • Rider Term • Rider Critical Illness • Rider Payor Benefit • Rider Waiver of Premium Disability BLife Multi Investa Syariah Product to address the need for investment and protection, through flexible alternatives that provides maximum return. BLife Investa Plus Syariah Insurance program with regular investments and professionally managed, transparent and in accordance with Sharia aims to provide an optimalreturn on investment. Sharia Health Insurance Insurance program providing assurance of covering medical expense for every participant due to illness, injury due to accident during insurance period. Sharia Financing Insurance Providing protection for debtors for their financing against possible risk for the duration of the financing tenor. Rider • BLife Rider Accidental Death Benefit • BLife Rider Accidental Death and Dismemberment Benefit • BLife Rider Total Permanent Disability • BLife Rider Hospital Income • BLife Rider Critical Condition • BLife Rider Waiver of Premium - Total Permanent Disability • BLife Rider Waiver of Premium - Critical Condition • BLife Rider Spouse Payor Death • BLife Rider Spouse Payor Total Permanent Disability • Rider Spouse Payor Critical Condition • BLife Rider Payor Benefit Death • BLife Rider Payor Benefit Total Permanent Disability • BLife Rider Payor Benefit Critical Condition • BLife Rider Term Life • BLife Rider Serenity Saver • Rider Health • Rider PA • Rider Term • Rider Critical Illness • Rider Payor Benefit • Rider Waiver of Premium Disability

Tidak ada komentar:

Posting Komentar