Senin, 18 Juli 2016

Arsip Catatan

Kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap gas bumi PGN terus meningkat. Tingkat polusi yang dihasilkan minim, biaya lebih hemat serta praktisnya dalam menggunakan gas bumi PGN tentu saja menjadi naiknya permintaan dari berbagai sektor. PGN terus meningkatkan produktifitas secara agresif dalam membangun infrastruktur pipa gas bumi. Karena hal tersebut merupakan komitmen PGN untuk terus meningkatkan penyerapan produksi gas nasional, serta menyebar luaskan energi baik gas bumi agar pemanfaatanya memberikan nilai tambah tersendiri bagi masyarakat luas.


PT PGN terus membentangkan jaringan gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia. Di tahun 2016 empat bulan pertama yang lalu, PGN telah mapu menambahkan jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 109 kilometer.

PGN terus berupaya membangun dan memperluas jaringan pipa gas bumi di berbagai daerah yang sudah dijangkau serta aktif menjadi pioneering dalam membuka wilayah-wilayah dan jaringan gas bumi PGN yang baru. Berbagai program dan langkah kerja PGN tersebut, dilakukan untuk meningkatkan dan memperluas pemanfaatan energi baik gas bumi agar cepat merata untuk seluruh Indonesia.

†******”
Dilo mengatakan, tambahan jaringan pipa gas bumi di antaranya pengembangan wilayah eksisting distribusi gas bumi seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur, Batam, Medan dan lainnya. Beberapa proyek pipa gas bumi yang telah diselesaikan antara lain seperti di Pasuruan, Jawa Timur, PGN menyelesaikan pembangunan pipa gas bumi di wilayah Kejayan-Purwosari sepanjang 15 kilometer (km).

Proyek pipa gas ini mampu memasok gas bumi sebanyak 17 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Gas bumi ini akan mengalir mulai ke rumah tangga, industri, usaha kecil menengah bahkan hingga ke pembangkit listrik.

Selain itu PGN juga telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi di wilayah Jetis-Ploso yang berada di wilayah Mojokerto dan Jombang sepanjang 27 km yang dapat memasok gas bumi hingga 65 MMSCFD.

Keberadaan pipa dan pasokan gas bumi ini menjadi peluang bagi investor yang berinvestasi di Mojokerto dan Jombang. Masih di Jawa Timur, PGN sedang menyelesaikan pipa gas bumi di wilayah Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 Km. Proyek pipa gas ini dapat dimanfaatkan calon pelanggan seperti industri pakan, food baverage, keramik dan kawasan industri baru di sekitar wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.

Selain di wilayah Jawa Timur, PGN juga menyelesaikan proyek pipa distribusi gas bumi di wilayah Nagoya, Pulau Batam sepanjang 18,3 km. Selesainya proyek gas bumi di Batam ini akan menambah pipa gas PGN di wilayah tersebut menjadi 141,3 kilometer. Sebelumnya di Batam, PGN mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang 123 kilometer.


Dilo menambahkan, selain di Jawa Timur dan Banten, PGN sedang memperluas jaringan gas bumi seperti pembangunan jaringan gas bumi di Cirebon, Bekasi, Bojonegara, Purwakarta, Subang, Medan, hingga Pekanbaru.

"Kami juga sedang membangun proyek jaringan gas bumi untuk rumah tangga, baik yang dibangun dengan biaya sendiri melalui program PGN Sayang Ibu, maupun penugasan dari Kementerian ESDM sebanyak untuk 49.000 rumah tangga, di Tarakan, Surabaya, dan Batam," ungkap Dilo.

Hingga saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi mencapai lebih dari 7.100 km. Jumlah ini setara 76 persen dari total pipa gas bumi nasional.

Sampai saat ini PGN telah menyalurkan gas bumi ke lebih dari 116.400 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.879 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.576 industri berskala besar dan pembangkit listrik. Adapun pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, sampai Papua.

Pada 2015, PGN menyalurkan gas bumi mencapai 1.591 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari penyaluran gas bumi PGN kepada pelanggan tersebut, menciptakan penghematan bagi nasional sebesar Rp88,03 triliun per tahun.


http://m.okezone.com/read/2016/06/25/320/1425052/kuartal-i-pgn-tambah-jaringan-gas-bumi-sepanjang-109-km

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar